in

Kenali Ciri-Ciri Depresi Seseorang yang Masih Sering Diabaikan

pexels.id

Ciri-Ciri Depresi – Depresi adalah suatu kondisi medis berupa perasaan sedih yang berdampak negatif terhadap pikiran, tindakan, perasaan, dan kesehatan mental seseorang. Kondisi depresi adalah reaksi normal sementara terhadap peristiwa-peristiwa hidup, misalnya kehilangan orang tercinta.

Depresi juga dapat merupakan gejala dari sebuah penyakit fisik dan efek samping dari penggunaan obat dan perawatan medis tertentu. Dalam kaitannya dengan gangguan mental lain, depresi dapat juga menjadi gejala dari gangguan kejiwaan seperti gangguan depresi mayor dan distimia.

Secara global, diperkirakan 264 juta orang terkena depresi. 1% lebih banyak wanita yang terkena daripada pria. Seseorang dalam kondisi depresi umumnya mengalami perasaan sedih, cemas, atau kosong, Mereka juga cenderung merasa terjebak dalam kondisi yang tidak ada harapan, tidak ada pertolongan, penuh penolakan, atau perasaan tidak berharga.

Gejala-gejala lain yang mungkin muncul adalah perasaan bersalah, mudah tersinggung, atau kemarahan. Lebih jauh, individu yang mengalami depresi dapat juga merasa malu atau gelisah. Selain perubahan suasana hati, individu dengan gejala depresi cenderung kehilangan minat untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang sebelumnya dianggap menyenangkan; kehilangan nafsu makan atau sebaliknya, makan dengan porsi berlebih.

Penderita juga akan kesulitan untuk berkonsentrasi, mengingat detail-detail umum, membuat keputusan, atau mengalami kesulitan dalam berhubungan dengan orang lain. Pengalaman-pengalaman ini dapat mendorong individu untuk mencoba bunuh diri.

Ciri Ciri Depresi

Penyebab Seseorang Mengalami Depresi

 

Depresi adalah penyakit kejiwaan yang kompleks dan bisa terjadi karena berbagai alasan yang berbeda setiap orang. Sebagian orang mungkin mengalami depresi karena kehilangan seseorang, tetapi sebagian yang lain mungkin karena banyaknya tekanan dalam pekerjaan.

Setiap orang bisa saja mengalami depresi. Berikut adalah beberapa faktor risiko yang bisa memicu munculnya gejala depresi seseorang.

  • Faktor keturunan;
  • Kematian atau kehilangan orang yang disayang;
  • Mengalami konflik;
  • Mengalami pelecehan seksual;
  • Mendapatkan kekerasan fisik;
  • Tekanan pekerjaan;
  • Kehilangan pekerjaan atau penghasilan;
  • Pernikahan yang tidak diinginkan;
  • Melahirkan;
  • Perceraian;
  • Pensiun dan tidak lagi memiliki kesibukan.

Jenis-Jenis Depresi

Depresi terbagi dalam beberapa jenis, sesuai dengan tingkat keparahan dan penyebabnya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai jenis-jenis depresi.

1. Depresi Mayor

Depresi mayor ditandai dengan rasa sedih, hilang ketertarikan, atau gejala depresi lainnya. Kondisi ini bisa terjadi hampir setiap saat dan berlangsung selama dua minggu atau lebih.

2. Depresi Kronis

Distimia atau gangguan depresi kronis adalah depresi mayor yang sudah berlangsung cukup lama, minimal selama dua tahun.

3. Gangguan Bipolar

Gangguan bipolar adalah gangguan mood yang ditandai dengan perubahan suasana hati atau emosi yang drastis pada dua periode waktu. Saat mengalami bipolar, seseorang bisa mengalami episode mania (sangat senang) dan episode depresi mayor (sangat sedih atau terpuruk).

Filosofi: Bentuk Refleksi diri Natasha Rizky melalui buku “Kamu Tidak Istimewa”

4. Depresi Postpartum

Kondisi ini biasanya dialami oleh ibu yang baru saja melahirkan. Umumnya, depresi postpartum akan ditandai dengan munculnya gejala depresi mayor dalam kurun waktu satu tahun setelah melahirkan.

5. Premenstrual Dysphoric Disorder (PMDD)

Keluhan dan gejala PMDD yang dialami oleh beberapa wanita bisa muncul satu minggu sebelum menstruasi, kemudian menghilang setelah masa menstruasi. Kondisi ini berbeda dengan gejala premenstrual syndrome (PMS).

6. Depresi Atipikal

Depresi atipikal ditandai dengan munculnya beberapa gejala depresi yang terkadang tidak khas, seperti berat badan naik drastis, tidur yang terlalu banyak, dan sedih yang berlebihan dengan penolakan. Biasanya, gejala tersebut dapat mereda dengan suasana atau kejadian positif.

7. Psychotic Depression

Psychotic depression terjadi jika seseorang mengalami depresi berat dan disertai dengan gejala psikotik, seperti halusinasi, gangguan pola pikir, atau waham (delusi).

Tanda dan Gejala Depresi Berdasarkan Usia

Ada beberapa gejala yang tumpang tindih antara stres dan depresi, seperti sulit berkonsentrasi, tidak bersemangat, dan kehilangan minat terhadap hal-hal yang sebelumnya selalu dinikmati, padahal stres, depresi, dan gangguan kecemasan memiliki perbedaan tersendiri.

Umumnya, tanda-tanda depresi lebih terasa melelahkan dan bisa menghambat aktivitas sehari-hari penderitanya. Ciri-ciri depresi biasanya ditandai dengan memburuknya suasana hati yang menetap selama berminggu-minggu atau lebih dari enam bulan berturut-turut.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual IV – Text Revision (DSM IV-TR) (American Psychiatric Association, 2000), seseorang menderita gangguan depresi jika:

  • Lima (atau lebih) gejala di bawah ini telah ada selama periode dua minggu dan merupakan perubahan dari keadaan biasa seseorang;
  • Sekurang-kurangnya salah satu gejala harus (1) emosi depresi atau (2) kehilangan minat atau kemampuan menikmati sesuatu.
  1. Keadaan emosi depresi atau tertekan sebagian besar waktu dalam satu hari, hampir setiap hari, yang ditandai oleh laporan subjektif (misalnya: rasa sedih atau hampa) atau pengamatan orang lain (misalnya: terlihat seperti ingin menangis);
  2. Kehilangan minat atau rasa nikmat terhadap semua, atau hampir semua kegiatan sebagian besar waktu dalam satu hari, bahkan hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain);
  3. Hilangnya berat badan yang signifikan saat tidak melakukan diet atau bertambahnya berat badan secara signifikan (misalnya: perubahan berat badan lebih dari 5% berat badan sebelumnya dalam satu bulan);
  4. Insomnia atau hipersomnia hampir setiap hari;
  5. Kegelisahan atau kelambatan psikomotor hampir setiap hari (dapat diamati oleh orang lain, bukan hanya perasaan subjektif tentang kegelisahan);
  6. Perasaan lelah atau kehilangan kekuatan hampir setiap hari;
  7. Perasaan tidak berharga, perasaan bersalah yang berlebihan, dan perasaan tidak wajar (bisa merupakan delusi), serta mengganggap bahwa sumber dari setiap masalah adalah dirinya sendiri;
  8. Berkurangnya kemampuan untuk berpikir, berkonsentrasi, dan membuat keputusan hampir setiap hari (ditandai oleh laporan subjektif atau pengamatan orang lain);
  9. Berulang-kali muncul pikiran akan kematian (bukan hanya takut mati), berulang-kali muncul pikiran untuk bunuh diri tanpa rencana yang jelas, usaha bunuh diri, dan rencana yang spesifik untuk mengakhiri nyawa sendiri

Gejala-gejala tersebut dapat menyebabkan gangguan jiwa yang cukup besar dan signifikan, sehingga menyebabkan gangguan nyata dalam kehidupan sosial, pekerjaan, atau area penting dalam kehidupan seseorang.

Cara menanggulangi depresi berbeda-beda sesuai dengan keadaan pasien, tetapi biasanya merupakan gabungan dari farmakoterapi, psikoterapi, dan konseling. Dukungan dari orang-orang terdekat dan dukungan spiritual juga sangat membantu dalam proses penyembuhan.

1. Gejala Depresi Orang Dewasa

Berikut beberapa gejala atau ciri depresesi yang umum terjadi.

a. Gejala Depresi dari Segi Psikis

  • Suasana hati memburuk secara drastis;
  • Merasa sedih terus-menerus;
  • Merasa putus asa;
  • Merasa tidak berharga dan tidak berdaya;
  • Tidak minat melakukan apa pun;
  • Sering menangis tersedu-sedu;
  • Terus-terusan diselimuti perasaan bersalah;
  • Merasa kesal, gampang emosi, dan tidak toleran terhadap orang lain;
  • Sulit membuat keputusan;
  • Tidak bisa merasakan kebahagiaan atau kesenangan sedikit pun dari situasi dan kejadian yang positif;
  • Selalu merasa cemas atau khawatir;
  • Berpikir untuk bunuh diri atau melukai diri sendiri.

b. Gejala Depresi dari Segi Fisik

  • Bergerak atau berbicara lebih lambat dari biasanya;
  • Banyak makan atau justru malas makan;
  • Berat badan turun atau naik drastis karena nafsu makan berubah;
  • Sembelit;
  • Merasa sakit di sekujur tubuh tanpa sebab;
  • Tampak lemas, lesu, tidak berenergi, dan selalu kelelahan;
  • Gairah seks menurun, bahkan hilang sama sekali;
  • Menstruasi tidak teratur;
  • Timbul gangguan tidur, termasuk insomnia, bangun kepagian, atau justru banyak tidur.

c. Gejala Depresi yang Memengaruhi Kehidupan Sosial

  • Tidak bisa bekerja atau beraktivitas seperti biasa, tidak fokus, dan sulit berkonsentrasi;
  • Menutup diri dan menghindari bersosialisasi dengan teman atau keluarga;
  • Mengabaikan atau membenci hobi dan kegiatan yang sebelumnya sangat disukai;
  • Sulit berinteraksi di rumah dan lingkungan kerja, bahkan sangat rentan menghadapi masalah dengan orang sekitar.

Setiap orang bisa merasakan tanda-tanda depresi yang berbeda-beda. Gejala umum yang disebutkan di atas lebih umum dirasakan oleh penderita usia dewasa. Gejala depresi yang khas juga bisa muncul pada kelompok usia tertentu, seperti anak-anak, remaja, dan lansia, meskipun tidak terlalu mencolok.

2. Gejala Depresi Anak-Anak dan Remaja

Sebenarnya, ciri-ciri depresi pada anak dan remaja mirip dengan yang terjadi pada orang dewasa. Hanya saja, ada beberapa gejala depresi yang khas terjadi pada anak dan remaja, seperti dilansir dari laman Mayo Clinic berikut.

  • Anak-anak yang depresi umumnya sering merasa sedih, cemas, dan clingy alias selalu ingin “nempel” dengan orang lain. Kondisi ini sering kali membuat anak-anak jadi malas ke sekolah, malas makan, hingga berat badan turun drastis;
  • Remaja yang depresi biasanya menjadi mudah marah, sensitif, menjauh dari teman sebayanya, perubahan nafsu makan, hingga menyakiti diri sendiri. Remaja yang mengalami depresi rawan terjerumus dengan penggunaan narkoba atau alkohol karena tidak bisa mengendalikan dirinya sendiri.

3. Gejala Depresi Lansia

Depresi bukan hal yang normal terjadi pada orang yang berusia lanjut. Sayangnya, depresi pada lansia sulit dideteksi, sehingga sulit diobati. Gejala depresi pada lansia sebenarnya tidak jauh berbeda dengan orang dewasa pada umumnya. Namun, bisa pula muncul gejala lain yang mengikutinya, yaitu:

  • Mudah lelah;
  • Kehilangan nafsu makan;
  • Gangguan tidur, entah tidak bisa tidur, bangun terlalu pagi, atau terlalu banyak tidur;
  • Pikun atau mudah lupa;
  • Malas keluar rumah dan menolak untuk bersosialisasi;
  • Muncul pikiran ingin bunuh diri.

Berbagai gejala yang sudah disebutkan di atas bisa dikatakan sebagai depresi jika berlangsung setidaknya dua minggu atau lebih. Namun demikian, mungkin masih banyak tanda dan gejala depresi lainnya yang tidak disebutkan di atas.

Ciri Ciri Depresi

Tingkat Keparahan Depresi Berdasarkan Gejala yang Ditimbulkan

Depresi yang tidak diobati akan semakin membahayakan jiwa penderitanya. Ini dikarenakan mereka bisa saja melakukan tindakan berbahaya yang membahayakan diri sendiri, misalnya melukai diri sendiri. Dokter biasanya akan meresepkan obat antidepresan atau psikoterapi untuk mencegah hal tersebut. Pilihan pengobatan untuk depresi ini akan disesuaikan dengan keparahan gejala yang dialami.

Berikut ini adalah pembagian tingkat keparahan depresi yang biasanya dilihat dari tanda dan gejala yang dialami penderitanya.

1. Depresi Ringan

Orang yang merasakan depresi ringan, biasanya merasakan perasaan lebih dari sekadar sedih. Ciri-ciri depresi ringan ini bisa berlangsung selama berhari-hari dan mengganggu aktivitas yang biasanya dilakukan.

Selain ciri tersebut, dokter mungkin mengkategorikan seseorang mengalami depresi tingkat ringan bila juga mengalami kondisi berikut ini.

  • Mudah tersinggung atau marah, merasa putus asa, membenci diri sendiri, dan terus-menerus merasa bersalah;
  • Kehilangan minat terhadap aktivitas yang disukai, tidak tertarik untuk bersosialisasi, dan hilang motivasi;
  • Mengalami insomnia, nafsu makan berubah, tubuh nyeri tanpa sebab, serta memiliki kecanduan karena melampiaskan diri dari stres dan tekanan dengan cara yang salah.

Jika gejala yang dialami bertahan hampir sepanjang hari, rata-rata empat hari dalam seminggu selama dua tahun, kemungkinan besar seseorang akan didiagnosis jenis depresi seperti gangguan depresi dysthymia (persisten). Beberapa orang mungkin mengabaikan atau menghindari konsultasi ke dokter, meskipun gejala depresi tersebut terlihat.

2. Depresi Menengah

Dalam hal keparahan gejala, depresi sedang naik tingkat dari kasus ringan. Depresi sedang dan ringan memiliki tanda yang sama, hanya saja lebih parah. Diagnosis untuk depresi tingkat sedang ini, biasanya ditandai dengan kondisi berikut ini.

  • Merasa rendah diri dan produktivitas berkurang;
  • Merasa tidak berharga dan kurang peka dengan emosi maupun kondisi lingkungan;
  • Terus merasa gelisah dan khawatir secara berlebihan.

Perbedaan terbesar tingkat depresi ini, yakni gejalanya berdampak buruk terhadap aktivitas di rumah, prestasi di sekolah, maupun produktivitas di tempat kerja.

3. Depresi Parah

Depresi tingkat parah ini biasanya menimbulkan gejala yang berlangsung rata-rata enam bulan atau lebih. Gejalanya kadang bisa hilang beberapa saat, tetapi bisa juga kembali berulang. Orang yang didiagnosis memiliki depresi tingkat ini biasanya menunjukkan ciri-ciri berikut ini.

  • Delusi dan atau halusinasi;
  • Pernah terpikir untuk melakukan bunuh diri atau sudah melukai diri sendiri.

Bagaimana Pengobatannya?

Pengobatan yang bisa dilakukan untuk depresi ringan umumnya sama dengan yang digunakan untuk mengobati depresi berat. Dokter dapat meresepkan obat antidepresan, seperti obat golongan inhibitor reuptake serotonin selektif (SSRI).

Selain itu, psikoterapi juga dikenal sebagai terapi bicara, sering kali dapat sangat membantu orang dengan depresi kronis tingkat rendah. Pengobatan yang sesuai dengan kondisi harus dikonsultasikan kepada dokter.

Selain pengobatan, ada juga beberapa perawatan perawatan diri yang dapat membantu mengobati depresi ringan kronis. Berikut ini adalah beberapa tips yang mungkin bisa membantu mengurangi gejala depresi.

  • Berolahraga secara rutin dengan intensitas sedang selama 30 menit hampir setiap hari dalam seminggu, serta tambahkan olahraga berat jika dirasa kamu mampu melakukannya;
  • Hindari konsumsi alkohol dan obat-obatan terlarang;
  • Pastikan untuk meminum obat yang diresepkan dengan benar dan sesuai dosis. Jangan lupa beri tahu dokter tentang suplemen atau obat-pbatan apa pun yang sedang digunakan, termasuk obat herbal;
  • Memakan makanan yang bervariasi dan bergizi setiap harinya;
  • Temukan hal-hal untuk dilakukan yang kamu sukai;
  • Tidur yang cukup dan pastikan untuk memiliki lingkungan tidur yang mendukung tidur nyenyak;
  • Carilah teman-teman yang positif, suportif, dan menunjukkan bahwa mereka peduli kepada kamu.

Ciri Ciri Depresi

Kapan Harus ke Dokter?

Segera periksakan ke dokter jika kalian atau orang terdekat mengalami gejala di atas, terutama jika muncul keinginan untuk mencelakai diri sendiri atau orang lain. Penanganan yang tepat sejak dini dapat membantu penderita untuk lebih produktif dan mencegah terjadinya komplikasi akibat depresi.

Perlu diketahui, penderita depresi berat sering kali tidak menyadari kondisinya. Jika kalian melihat orang yang sedang melakukan percobaan bunuh diri, segera bawa dirinya ke dokter untuk mendapatkan penanganan.

Apakah Depresi Bisa Disembuhkan?

Secara medis, depresi dapat diobati. Namun, bukan berarti penyakit ini bisa disembuhkan total. Artinya, depresi bisa dikendalikan gejalanya, sehingga orang yang mengalaminya akan hidup seperti sediakala. Gejala dan efek dari depresi bisa diatasi dengan pengobatan yang tepat.

Melakukan konsultasi ke dokter spesialis kejiwaan dapat membantu seseorang menemukan perawatan yang paling tepat untuk mengatasi gejala depresi yang muncul. Dokter mungkin akan meresepkan beberapa obat antidepresan dan mengombinasikannya dengan terapi tertentu, seperti:

  • Cognitive behavioural therapy (CBT);
  • Terapi interpersonal;
  • Psikoterapi;
  • Konseling.

Catatan

Gejala depresi bisa muncul bukan hanya dari momen buruk yang dialami seseorang. Momen baik seperti pernikahan dan melahirkan juga bisa berujung pada munculnya depresi. Kenali tanda-tanda depresi yang muncul pada seseorang karena hal itu bisa membantu kalian untuk mencegahnya semakin memburuk.

Itulah pembahasan mengenai gejala depresi ringan dan pengobatan yang bisa dilakukan. Gangguan ini tetap dapat berdampak serius terhadap kehidupan dan kemampuanmu untuk beraktivitas, meskipun dianggap kurang intens daripada depresi yang lebih parah.

Jika kamu mengalami gejala depresi ringan yang tadi disebutkan, sebaiknya segera konsultasikan kepada psikolog atau psikiater. Perawatan seperti psikoterapi dan pengobatan dapat membantumu merasa lebih baik.

Rujukan

  • “Gejala Depresi”. Alodokter. Diakses pada 31 Januari 2023.
  • “Ini Ciri-Ciri Depresi Ringan yang Masih Sering Diabaikan”. Halodoc. Diakses pada 31 Januari 2023.
  • “Kenali Gejala Depresi Berdasarkan Usia dan Tingkat Keparahannya”. HelloSehat. Diakses pada 31 Januari 2023.


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by R Adinda

Dunia psikologi memang selalu menarik untuk dibahas. Selain menarik, dunia dengan mengetahui dunia psikologi akan membantu seseorang dalam dalam mengenali dirinya sendiri.