in , ,

Penyebab Revolusi Prancis dan Runtuhnya Monarki Absolut di Eropa

penyebab revolusi prancis – Penyebab revolusi prancis terasa sangat akrab jika melihat gelombang demo dan amarah publik di Indonesia akhir-akhir ini akibat kebijakan pemerintah yang dinilai ugal-ugalan.

Di Prancis abad ke-18, rakyat juga sudah sangat lelah hidup kelaparan sementara penguasa asyik berpesta dari uang rakyat. Kemarahan yang memuncak itu akhirnya meledak, menggulingkan raja, dan merombak sejarah dunia selamanya. Yuk, simak kronologi dan dampaknya di artikel ini sampai tuntas! 

Apa Itu Revolusi Prancis?

Revolusi Prancis adalah peristiwa perubahan besar dalam bidang politik dan sosial di Prancis yang dimulai pada 1789 dan secara konvensional berakhir pada 1799.

Peristiwa ini mengguncang sistem monarki absolut serta menyebarkan gagasan tentang kebebasan, kesetaraan, dan hak warga negara.

Latar Belakang Revolusi Prancis

Sebelum revolusi meletus pada 1789, masyarakat Prancis terbagi menjadi tiga golongan sosial dengan hak dan kewajiban yang tidak seimbang.

Meskipun golongan ketiga mencakup sebagian besar penduduk, mereka menanggung beban pajak yang berat dan memiliki pengaruh politik terbatas dibandingkan golongan yang memperoleh hak istimewa.

Pembagian Golongan Masyarakat Prancis Sebelum Revolusi

Sebelum revolusi, masyarakat Prancis terbagi menjadi tiga golongan dengan hak dan kewajiban yang berbeda. Ketidakadilan sosial itu membuat rakyat menuntut perubahan.

  • Golongan Pertama (Kaum Rohaniwan): Golongan ini terdiri dari pemuka agama yang memiliki pengaruh besar dan sejumlah hak istimewa. Sebagian anggotanya juga menikmati pendapatan serta pembebasan pajak tertentu.
  • Golongan Kedua (Kaum Bangsawan): Golongan ini memiliki tanah, pengaruh politik, dan akses terhadap jabatan penting kerajaan. Hak istimewa mereka memperbesar ketimpangan dengan masyarakat biasa yang menanggung beban pajak.
  • Golongan Ketiga (Kaum Borjuis dan Rakyat Jelata): Golongan ini mencakup pedagang, pekerja kota, dan petani yang menjadi mayoritas penduduk Prancis. Mereka menanggung banyak kewajiban pajak dan menuntut hak politik yang lebih setara.

Faktor Penyebab Revolusi Prancis

Revolusi Prancis dipicu oleh berbagai persoalan politik, ekonomi, dan sosial yang membuat rakyat semakin tidak puas terhadap kerajaan. Berikut lima faktor utama penyebabnya.

1. Kekuasaan Monarki Absolut yang Sewenang-wenang

Sistem monarki absolut memberi kekuasaan besar kepada raja tanpa cukup melibatkan rakyat. Kondisi ini membuat masyarakat menuntut pemerintahan yang lebih adil dan terbuka.

2. Krisis Ekonomi Parah dan Kebangkrutan Negara

Utang perang dan pengeluaran besar kerajaan membuat keuangan Prancis mengalami krisis. Situasi makin buruk saat gagal panen membuat harga roti naik dan rakyat kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

3. Ketidakadilan Sistem Pajak yang Menindas Rakyat

Golongan ketiga menanggung sebagian besar beban pajak, sementara bangsawan dan rohaniwan mendapat banyak hak istimewa. Ketidakadilan ini memperbesar kecemburuan sosial dan memicu kemarahan rakyat.

4. Munculnya Gagasan Baru dari Tokoh Masa Pencerahan

Montesquieu, Voltaire, dan Jean-Jacques Rousseau memperkenalkan ide tentang kebebasan, kesetaraan, dan pembatasan kekuasaan pemerintah.

Pemikiran mereka membuat masyarakat mempertanyakan monarki absolut dan memperjuangkan pemerintahan yang lebih adil.

5. Dipengaruhi Keberhasilan Revolusi Amerika Serikat

Prancis membantu perjuangan kemerdekaan Amerika Serikat dengan dukungan militer dan uang. Keberhasilan revolusi itu menginspirasi masyarakat Prancis untuk memperjuangkan kebebasan dan hak rakyat.

Tokoh-tokoh Penting dalam Revolusi Prancis

Revolusi Prancis melibatkan sejumlah tokoh dari keluarga kerajaan, kelompok revolusioner, hingga kalangan militer.

Masing-masing memiliki peran dalam perubahan politik yang mengubah sejarah Prancis.

  • Raja Louis XVI dan Marie Antoinette: Louis XVI merupakan raja Prancis ketika revolusi dimulai, sedangkan Marie Antoinette adalah ratunya yang identik dengan kehidupan mewah istana.
  • Maximilien Robespierre: Robespierre merupakan tokoh revolusioner berpengaruh dari kelompok Jacobin selama masa Republik Prancis. Ia dikenal karena perannya dalam Pemerintahan Teror, ketika pemerintah melakukan penindakan keras terhadap musuh revolusi.
  • Marquis de Lafayette: Lafayette adalah bangsawan dan perwira militer yang mendukung kemerdekaan Amerika Serikat serta perubahan politik di Prancis. Ia juga memperjuangkan pemerintahan konstitusional dan perlindungan hak warga negara.
  • Napoleon Bonaparte: Napoleon merupakan perwira militer yang memperoleh pengaruh besar ketika Prancis mengalami ketidakstabilan politik. Melalui kudeta pada 1799, ia mengambil alih kekuasaan dan mengakhiri periode Revolusi Prancis yang secara konvensional berlangsung sejak 1789.

Kronologi Terjadinya Revolusi Prancis

Revolusi Prancis terjadi lewat beberapa peristiwa penting yang mengubah sistem pemerintahan kerajaan. Berikut tahapan utama yang perlu kamu tahu.

1. Pembentukan Majelis Nasional oleh Rakyat

Pada 1789, perwakilan golongan ketiga membentuk Majelis Nasional (National Assembly) karena merasa tidak terwakili dalam sistem kerajaan.

Mereka berusaha membuat sistem hukum dan pemerintahan yang lebih adil bagi rakyat.

2. Penyerbuan Penjara Bastille pada 14 Juli 1789

Pada 14 Juli 1789, orang banyak di Paris menyerbu Penjara Bastille untuk mengambil senjata dan mesiu sekaligus melawan kekuasaan kerajaan.

Peristiwa ini menjadi simbol perlawanan rakyat dan kini diperingati sebagai Hari Nasional Prancis.

3. Pengesahan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara

Pada Agustus 1789, Majelis Nasional mengesahkan Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara yang menegaskan prinsip kebebasan dan kesetaraan. Deklarasi ini menjadi dasar penting bagi perubahan hukum dan politik di Prancis.

4. Runtuhnya Monarki dan Masa Pemerintahan Teror

Pada 1792, monarki dihapuskan dan Prancis menjadi republik, sementara Louis XVI dan Marie Antoinette dihukum mati pada 1793.

Revolusi kemudian diwarnai Pemerintahan Teror dan berakhir pada 1799 ketika Napoleon Bonaparte mengambil alih kekuasaan.

Bagaimana Kondisi Prancis Setelah Revolusi?

Setelah monarki runtuh, Prancis masih menghadapi konflik politik dan ketidakstabilan pemerintahan sampai Napoleon Bonaparte mengambil alih kekuasaan lewat kudeta pada 1799.

Napoleon kemudian mempertahankan beberapa perubahan revolusi, termasuk kesetaraan di depan hukum, sekaligus mengumpulkan kekuasaan di bawah pemerintahannya.

Dampak Revolusi Prancis bagi Dunia

Revolusi Prancis membawa perubahan besar pada sistem pemerintahan, hukum, dan pemikiran politik di berbagai negara. Berikut beberapa dampak pentingnya.

1. Menyebarnya Paham Demokrasi dan Negara Republik

Revolusi Prancis memperkuat ide bahwa pemerintahan harus memperhatikan hak dan kepentingan rakyat.

Ide ini juga menginspirasi gerakan yang memperjuangkan demokrasi dan sistem republik di banyak negara.

2. Dihapusnya Sistem Feodalisme dan Hak Istimewa Bangsawan

Revolusi mendorong penghapusan hak istimewa berdasarkan status lahir dan melemahkan sistem feodalisme di Prancis. Perubahan ini membuka jalan bagi tatanan sosial dan hukum yang lebih adil.

3. Diakuinya Penegakan Hak Asasi Manusia (HAM)

Deklarasi Hak Asasi Manusia dan Warga Negara menegaskan prinsip kebebasan dan kesetaraan sebagai hak warga negara. Ide ini menjadi salah satu acuan penting dalam perkembangan pemikiran tentang HAM modern.

4. Tumbuhnya Semangat Nasionalisme di Berbagai Negara

Ide kebebasan dan kesetaraan dari Revolusi Prancis juga memengaruhi gerakan nasionalisme di berbagai daerah. Nilai-nilai itu mendorong masyarakat memperjuangkan kemerdekaan dan melawan kekuasaan yang dianggap menindas.

Belajar dari Sejarah untuk Masa Depan yang Lebih Adil!

Revolusi Prancis mengajarkan bahwa ketidakadilan sosial, beban ekonomi yang tidak adil, dan kekuasaan yang mengabaikan suara rakyat bisa memicu perubahan besar.

Dari peristiwa tersebut, dunia mengenal berbagai gagasan tentang demokrasi, kesetaraan hukum, dan perlindungan hak warga negara.

Memahami penyebab revolusi prancis bukan hanya membantu kamu belajar sejarah di sekolah, tapi juga mengajak kamu mengerti pentingnya keadilan dan peran masyarakat.

Yuk, perkaya wawasanmu dengan membaca buku sejarah dunia dan mempelajari berbagai peristiwa masa lalu agar kamu dapat melihat perubahan sosial dengan lebih kritis!

Rekomendasi Buku Sejarah Dunia

1. Sejarah Dunia Yang Disembunyikan

Sejarah Dunia Yang Disembunyikan

 

Bagaimana jika kisah sejarah yang selama ini kamu kenal ternyata memiliki sudut pandang lain yang jarang dibicarakan?

Melalui buku ini, Jonathan Black mengajak pembaca menelusuri beragam narasi alternatif tentang sejarah dan mitologi, mulai dari Yunani dan Mesir Kuno hingga tradisi keagamaan, Freemason, serta tokoh-tokoh berpengaruh seperti George Washington dan Hitler.

Pendekatan yang kontroversial ini mendorongmu mempertanyakan kembali pengetahuan sejarah yang sudah mapan dan membandingkan berbagai perspektif agar wawasanmu tentang perjalanan peradaban manusia semakin luas.

2. Sejarah Peradaban Prancis

Sejarah Peradaban Prancis

 

Dari krisis kerajaan hingga ambisi Napoleon Bonaparte memperluas pengaruh Prancis ke luar Eropa, perjalanan negara ini dipenuhi perubahan politik dan konflik yang menarik untuk ditelusuri.

Buku ini mengulas kondisi Prancis pada masa Louis XV dan Louis XVI, termasuk persoalan ekonomi serta kehidupan kerajaan, sebelum membahas ekspansi militer ke Mesir yang direncanakan Napoleon untuk memperkuat kepentingan Prancis.

3. Sejarah Prancis (2023)

Sejarah Prancis (2023)

 

Ingin memahami perjalanan Prancis secara runtut tanpa harus membaca uraian sejarah yang terlalu panjang?

Disusun oleh tim sejarawan profesional dalam 32 bab singkat, buku ini merangkum sejarah Prancis sejak zaman prasejarah hingga akhir abad ke-20 dengan penjelasan yang lugas dan sistematis.

Kamu juga akan menemukan pembahasan tentang perkembangan ekonomi dan kehidupan masyarakat dalam konteks sejarah Eropa, dilengkapi ilustrasi dokumen, tabel, silsilah, serta daftar istilah untuk membantu memahami berbagai peristiwa penting secara lebih menyeluruh.

 

Written by Laura Saraswati