when your life keeps moving – Tidur sudah cukup, aktivitas biasa saja, tapi kok rasanya lelah banget sampai ke dalam jiwa? Rasa “kosong” dan kehabisan bahan bakar batin inilah yang dibedah oleh Dr. Feri Sulianta lewat bukunya, When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops.
Bukan cuma soal lelah fisik, buku ini mengajak kita melacak kebocoran energi spiritual dan mengembalikan gairah hidup yang redup.
Penasaran gimana cara memulihkan jiwamu yang kelelahan? Simak ulasan lengkapnya di bawah ini!
Table of Contents
Sinopsis Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops
Pernahkah kamu menyadari ada “pencuri tak terlihat” yang diam-diam menguras habis gairah dan motivasimu setiap hari?
Fenomena ini bukan sekadar malas atau kelamaan main gadget. Dalam buku ini, Dr. Feri Sulianta menguliti habis akar masalah dari kebocoran energi internal—rantai kebiasaan kecil, pikiran beracun, dan beban batin tak kasat mata yang membuat hidupmu terasa seperti robot tanpa jiwa.
Bukan cuma memberi diagnosa, buku ini menyajikan panduan taktis seperti teknik meditasi hingga spiritual decluttering untuk menutup rapat kebocoran tersebut. Saatnya berhenti hidup dalam mode auto-pilot, reclaim kendali atas batinmu, dan nyalakan kembali potensi tersembunyi yang selama ini meredup.
Semua rahasia pemulihan dan jurus ampunya ada di dalam buku ini!
Tentang Penulis Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops
Assoc. Prof. Dr. Feri Sulianta, S.T., M.T., MOS, MTA, CPC, CNNLP, CHA merupakan seorang akademisi, penulis, dan profesional yang memiliki pengalaman luas dalam bidang teknologi, pengembangan diri, serta pendidikan. Beliau mengawali perjalanan kariernya pada tahun 2001 sebagai Chief Information Officer dan kini aktif mengajar sebagai dosen di beberapa perguruan tinggi.
Selain menjalankan perannya sebagai akademisi, Feri Sulianta juga aktif sebagai life coach, pembicara dalam berbagai pelatihan dan seminar, serta terlibat dalam sejumlah komunitas profesi. Berbagai pengalamannya dalam mendampingi dan memahami perjalanan hidup manusia menjadi salah satu inspirasi dalam menghadirkan karya When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops.
Melalui buku ini, Feri Sulianta mengajak pembaca untuk memahami kondisi ketika kehidupan terus berjalan, tetapi energi dalam diri terasa semakin berkurang. Buku ini membahas tentang penyebab energi yang terkuras, tanda-tanda kehilangan keseimbangan diri, hingga berbagai cara untuk memulihkan kembali semangat, tujuan, dan kekuatan dalam menjalani kehidupan.
Kecintaannya terhadap dunia menulis juga telah menghasilkan banyak karya. Pada tahun 2016, Feri Sulianta mendapat penghargaan dari MURI sebagai penulis buku Teknologi Informasi terbanyak. Kemudian pada akhir tahun 2018, LEPRID memberikan apresiasi sebagai penulis dengan kategori buku terbanyak, yaitu 19 kategori untuk 88 buku. Hingga saat ini, beliau telah memublikasikan lebih dari 250 judul buku yang mencakup berbagai topik, mulai dari teknologi informasi hingga pengembangan diri.
Ketika Hidup Terus Berjalan, tetapi Energi Mulai Berhenti: Memahami Energi Spiritual
Grameds, pernah merasa aktivitas terus berjalan, tetapi tubuh dan pikiran terasa semakin lelah? Kondisi seperti ini bisa menjadi tanda bahwa energi dalam diri mulai terkuras.
Dalam buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops, Dr. Feri Sulianta menjelaskan bahwa energi spiritual merupakan daya hidup dalam diri yang membuat seseorang merasa utuh, memiliki arah, dan menemukan makna dalam kehidupan.
Energi spiritual mencakup berbagai aspek, mulai dari biologis, psikologis, sosial, hingga transcendental. Energi ini membantu seseorang memahami hubungan dengan diri sendiri, lingkungan, serta tujuan hidup yang ingin dicapai.
Saat Energi Terasa Hilang: Mengapa Penting Mengenali Energi Spiritual?
Banyak orang menganggap energi spiritual hanya berkaitan dengan hal-hal mistis. Padahal, energi spiritual merupakan bagian dari diri setiap manusia yang berhubungan dengan cara seseorang berpikir, merasa, dan menjalani kehidupan.
Melalui pemahaman energi spiritual, seseorang dapat mengenali apa yang membuat dirinya merasa hidup, hal-hal yang menguras energi, serta cara menjaga batasan diri agar tetap memiliki keseimbangan.
Dengan begitu, ketika kehidupan terus bergerak, seseorang tetap mampu menjaga energi dan tidak kehilangan arah dalam menjalani perjalanan hidup.
Menemukan Kembali Energi yang Terhenti: Cara Mengenali Energi Spiritual dalam Diri
Dalam When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops, memahami energi dalam diri menjadi langkah penting untuk mengembalikan keseimbangan hidup.
Energi spiritual tidak perlu dicari di luar diri karena sudah ada dalam setiap manusia. Hal yang perlu dilakukan adalah meningkatkan kesadaran terhadap diri sendiri, seperti:
- Mengenali perasaan dan emosi yang muncul.
- Mengamati pola hidup yang terus berulang.
- Menyadari hal-hal yang memberikan maupun menguras energi.
- Menjalani kehidupan sesuai nilai dan keyakinan pribadi.
Dengan memahami diri sendiri, seseorang dapat mulai membuat pilihan yang lebih sadar dan bermakna.
Ketika Energi Kembali Mengalir: Menjalani Hidup dengan Lebih Sadar dan Bermakna
Memahami energi spiritual menjadi awal untuk membangun hubungan yang lebih sehat dengan diri sendiri dan kehidupan.
Ketika seseorang mengetahui apa yang memberikan energi dan apa yang membuatnya terkuras, ia dapat lebih bijak dalam merespons berbagai situasi. Bukan hanya bereaksi secara otomatis, tetapi mampu mengambil keputusan dengan lebih sadar.
Seperti pesan utama dalam buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops, kehidupan mungkin akan terus berjalan, tetapi menjaga energi dalam diri menjadi kunci agar perjalanan tersebut tetap terasa bermakna.
Kelebihan dan Kekurangan Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops
Pros dan Cons
Berikut adalah kelebihan dan kekurangan buku.
Kelebihan Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops
Grameds, buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menarik untuk dibaca, terutama bagi siapa saja yang ingin lebih memahami diri sendiri dan menjaga keseimbangan hidup.
- Membahas masalah yang sering dialami banyak orang
Buku ini membahas kondisi ketika seseorang tetap menjalani aktivitas sehari-hari, tetapi merasa lelah, kehilangan semangat, atau merasa energinya semakin berkurang. Topik ini dekat dengan kehidupan banyak orang, terutama di tengah rutinitas yang padat.
- Membantu pembaca lebih mengenal diri sendiri
Melalui pembahasan tentang energi spiritual, buku ini mengajak pembaca memahami apa saja yang membuat diri merasa lebih baik dan hal-hal yang justru menguras energi.
- Menggunakan bahasa yang mudah dipahami
Penjelasan dalam buku disampaikan dengan cara yang sederhana sehingga pembaca dapat lebih mudah memahami konsep tentang energi, kesadaran diri, dan keseimbangan hidup.
- Memberikan cara untuk menjaga energi dalam kehidupan sehari-hari
Buku ini nggak hanya membahas penyebab energi terasa habis, tetapi juga memberikan panduan untuk membantu pembaca lebih sadar terhadap diri sendiri dan menjalani hidup dengan lebih bermakna.
Kekurangan Buku When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops
Selain memiliki kelebihan, buku ini juga memiliki beberapa hal yang mungkin menjadi pertimbangan bagi pembaca.
- Beberapa pembahasan membutuhkan waktu untuk dipahami
Konsep tentang energi spiritual dan kesadaran diri mungkin terasa baru bagi sebagian pembaca sehingga perlu waktu untuk memahami dan menghubungkannya dengan pengalaman pribadi.
- Perubahan dalam diri membutuhkan proses
Buku ini memberikan berbagai pandangan dan cara untuk menjaga energi, tetapi hasilnya tetap bergantung pada bagaimana pembaca menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.
- Lebih cocok untuk pembaca yang menyukai topik pengembangan diri
Bagi pembaca yang lebih menyukai buku dengan banyak data penelitian atau pembahasan ilmiah, buku ini mungkin terasa lebih berfokus pada refleksi diri dan pengalaman batin.
Kesimpulan
Secara keseluruhan, When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops karya Dr. Feri Sulianta merupakan buku pengembangan diri yang mengajak pembaca untuk lebih memahami hubungan antara energi, kesadaran diri, dan keseimbangan hidup.
Melalui pembahasan tentang energi spiritual, buku ini membantu pembaca mengenali hal-hal yang membuat energi terkuras serta menemukan cara untuk menjaga diri agar tetap memiliki arah dan tujuan dalam menjalani kehidupan.
Meskipun beberapa konsep dalam buku ini membutuhkan waktu untuk dipahami, terutama bagi pembaca yang belum terbiasa dengan topik energi spiritual, penyampaiannya yang ringan membuat buku ini tetap mudah diikuti.
Buku ini cocok untuk siapa saja yang sedang merasa lelah secara emosional, kehilangan semangat, atau ingin lebih mengenal diri sendiri. When Your Life Keeps Moving but Your Energy Stops mengingatkan bahwa kehidupan mungkin akan terus bergerak, tetapi menjaga energi dalam diri adalah hal penting agar perjalanan hidup tetap terasa bermakna.
Rekomendasi Buku Terkait
-
Conversations on Love
Setelah bertahun-tahun merasa bahwa cinta selalu berada di luar jangkauan, jurnalis Natasha Lunn mencoba memahami bagaimana cinta bekerja dan berkembang sepanjang hidup. Dia menemui para penulis, terapis, tokoh budaya, dan pakar untuk mempelajari pengalaman mereka, mulai mendalami kompleksitas cinta, kemudian bertanya: Bagaimana kita menemukan cinta? Bagaimana kita mempertahankannya? Dan bagaimana kita bisa bertahan ketika kehilangannya? Melalui dialog di buku ini, Lunn mengeksplorasi bentang emosi yang luas: sensasi cinta baru, kekuatan persahabatan yang saling peduli, ketegaran yang dibutuhkan saat kehilangan, dan dinamika hubungan jangka panjang yang terus berkembang. Lunn menekankan bahwa cinta mencakup jauh lebih dari sekadar hubungan romantis. Dia menyoroti pentingnya cinta platonis, ikatan keluarga, dan cinta diri.
The Let Them Theory
Let Them; Dua Kata Sederhana yang Akan Mengubah Cara kamu Berpikir tentang Seluruh Hidupmu. Kalau kamu mengalami kesulitan untuk mencapai tujuan, atau untuk merasa bahagia, masalahnya tidak terletak pada dirimu. Masalahnya ada pada kekuasaan yang kamu berikan kepada orang lain. Di buku ini, kamu akan belajar betapa dua kata—Let Them—bisa membebaskanmu. Bebas dari opini, drama, dan penilaian orang lain. Bebas dari lingkaran melelahkan untuk berusaha mengatur segala sesuatu dan semua orang di sekelilingmu. Ada cara yang lebih baik untuk hidup. The Let Them Theory adalah metode terbukti yang akan mengajarimu cara melindungi waktu dan energi, serta berfokus pada apa yang benar-benar berarti bagimu. Kamu sudah menghabiskan terlalu banyak waktu mengejar persetujuan, mengatur kebahagiaan orang lain, dan membiarkan opini mereka menahan langkahmu. Pelajari cara menyerahkan kekuasaan dan mulai menciptakan kehidupan tempat kamu menjadi yang utama—mimpimu, tujuanmu, kebahagiaanmu.
Empowered ME (Mother Empowers): Ibu Berdaya Dimulai dari Diri Sendiri
Perempuan berdaya bisa diartikan sebagai perempuan yang memiliki kekuatan/kemampuan memilih atau mengambil keputusan untuk hidupnya sendiri. Setelah menjadi ibu, tidak sedikit perempuan yang merasa kewalahan dengan adanya tambahan peran dalam hidupnya. Berbagai ekspektasi yang terbentuk di masyarakat dan hadir setiap saat melalui media sosial kerap membuat ibu semakin sulit memahami dirinya sendiri. Padahal pemahaman akan diri sendiri, peran, dan tujuan adalah dasar dari kepercayaan diri dalam pengambilan keputusan. Ketika seorang ibu berdaya; merasa kuat, dan percaya diri akan pilihan hidupnya, ini akan menciptakan dampak positif bukan hanya bagi dirinya, tapi juga keluarga dan masyarakat; termasuk para perempuan di sekelilingnya.





