Kesehatan

Steven Johnson Syndrome adalah Kelainan pada Kulit & Selaput Lendir

Steven Johnson Syndrome adalah
Written by Ananda

Steven Johnson Syndrome adalah – Sindrom Steven-Johnson (SJS) termasuk ke dalam penyakit yang cukup jarang di Indonesia, namun menjadi suatu kondisi yang serius. Penyakit ini kemudian menyebabkan kulit penderitanya menjadi melepuh, gatal-gatal bahkan mengelupas akibat reaksi berlebihan terhadap suatu obat dan infeksi tertentu.

Orang yang terkena Stevens-Johnson Syndrome kemudian harus buru-buru dilarikan ke rumah sakit agar mendapatkan perawatan pertama, sementara dalam masa pemulihannya kemudian akan memakan waktu selama berminggu-minggu. Bahkan jika gejalanya sangat parah, penyakit ini kemudian dapat mengakibatkan kematian.

Simak lebih lengkapnya mengenai pengertian, gejala, penyebab, faktor, diagnosis dan pengobatan Steven Johnson Syndrom berikut Ini.

Steven Johnson Syndrome adalah Kumpulan Gejala Langka pada Kulit dan Selaput Lendir

Stevens-Johnson syndrome adalah suatu sindrom atau kumpulan gejala langka yang terjadi karena kulit serta membran mukosa yang akan menimbulkan berbagai reaksi berlebihan terhadap suatu obat atau infeksi.

Membran mukosa pada lapisan kulit sendiri akan melapisi berbagai rongga tubuh dengan kontak dan lingkungan luar dan organ internal tubuh. Pada beberapa bagian tubuh tertentu membran mukosa kemudian menyatu dengan kulit, misalnya saja pada hidung, bibir, pipi dalam, telinga, dan berbagai area pribadi.

Lalu apa saja tanda-tanda dan gejala Steven-Johnson syndrome? Biasanya dimulai dengan wajah bengkak, lidah bengkak, ruam, serta nyeri pada kulit.

Ruam kulit sendiri umumnya berwarna merah atau ungu dan tumbuh menyebar dalam waktu beberapa jam atau harian. Lepuhan pada kulit dan selaput lendir di area mulut, hidung, mata, dan area pribadi.

Kulit juga akan mengelupas Jika kamu terjangkit Steven-Johnson syndrome. Beberapa hari sebelum ruam muncul, kamu mungkin akan mengalami beberapa gejala seperti demam, radang pada area mulut dan tenggorokan, batuk, mata merah, dan Lemas.

Gejala dan Faktor Risiko Steven Johnson Syndrome

Beberapa gejala yang akan timbul saat seseorang mengalami sindrom Stevens-Johnson di antaranya adalah demam, sakit pada area mulut dan tenggorokan, lemas, batuk, dan rasa perih pada area mata.

Tak sampai di situ saja, dapat timbul beberapa gejala lanjutan seperti rasa nyeri atau perih pada area kulit yang meluas, ruam dan kemerahan yang menyebar, timbul lepuh pada area kulit serta membran mukosa seperti mulut, mata, hidung dan area pribadi, yang diikuti juga dengan pengelupasan kulit beberapa hari kemudian.

Stevens-Johnson syndrome menjadi suatu kelainan yang jarang terjadi serta sering tidak terduga. Pemicu yang paling sering ialah konsumsi obat-obatan tertentu serta menjadi infeksi.

Beberapa obat ini di antaranya obat pereda nyeri seperti paracetamol, naproxen, acetaminophen, ibuprofen, atau piroxicam, selain itu juga obat asam urat allopurinol, obat antibiotik penisilin, serta obat anti kejang, dan obat untuk penyakit mental antikonvulsan dan anti psikotik.

Steven Johnson Syndrome adalah

Biomed Central

Faktor Risiko ini juga patut diwaspadai sebagai faktor risiko dari Stevens-Johnson syndrome, di antaranya:

1. Infeksi HIV

Sindrom Stevens-Johnson kemudian mengintai 100 kali lebih besar orang-orang dengan HIV jika dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki HIV.

2. Daya tahan tubuh lemah

Jika kamu memiliki daya tahan tubuh yang lemah, risiko mengalami sindrom Stevens-Johnson kemudian akan lebih meningkat. Daya tahan tubuh juga akan terpengaruh akibat adanya transplantasi organ, infeksi HIV/Aids serta berbagai penyakit autoimun.

3. Riwayat sindrom Stevens-Johnson

Jika kamu menjalani pengobatan yang berhubungan dengan kondisi ini maka kamu dapat berisiko kambuh lagi.

4. Riwayat keluarga dengan sindrom Stevens-Johnson

Jika anggota keluarga terdekat pernah mengalami sindrom ini serta mengalami berbagai kelainan terkait yang disebut juga sebagai nekrolisis epidermal toksik (NET), maka kamu akan lebih rentan mengalami sindrom Stevens-Johnson.

Penyebab Steven Johnson Syndrome

Sindrom Steven Johnson diawali dengan gejala mirip flu seperti demam, batuk, mata terasa panas, serta radang tenggorokan. Namun, setelah beberapa hari kemudian akan diikuti oleh ruam merah serta keunguan pada area kulit yang terasa sakit dan menyebar atau bahkan melepuh, nyeri persendian, hingga pembengkakan pada area wajah dan lidah.

Dalam berbagai kasus, sel-sel pada lapisan kulit terluar kemudian akan mati sehingga kulitnya mulai mengelupas. Sindrom langka ini juga umumnya dipicu oleh berbagai penggunaan obat.

Ada beberapa jenis obat-obatan yang paling sering memicu Steven Johnson syndrome, seperti berikut. :

  • Obat-obat anti-asam urat, misalnya allopurinol
  • Obat-obat Anti Inflamasi Non-Steroid (AINS) yang kemudian banyak digunakan untuk meredakan nyeri, misalnya saja pada asam salisilat, piroxicam, asam mefenamat, dan ibuprofen
  • Obat antibiotik, khususnya Penicillin
  • Obat kejang, yang biasanya dipakai oleh para pengidap epilepsi.

Meski demikian, gejala Steven-Johnson syndrome pada sebagian orang kemudian dapat dipicu oleh infeksi virus atau kuman tertentu, di antaranya Herpes, Influenza, juga HIV.

Dan pada kasus tertentu, Stevens-Johnson Syndrome juga dapat dipicu oleh rangsang fisik seperti radioterapi serta sinar ultraviolet. Namun kadang-kadang, penyebab pastinya tak selalu dapat dipastikan sehingga sulit untuk dicegah.

Komplikasi Sindrom Steven Johnson

Steven Johnson syndrome telah terjadi di seluruh dunia pada semua ras, walau lebih umum terjadi pada orang dengan kulit putih. Kondisi ini kemudian jauh lebih sering terjadi pada Wanita jika dibandingkan lelaki.

Menariknya, penyakit ini kemudian tidak terbatas hanya pada manusia. Beberapa kasus penyakit Steven Johnson telah terjadi pada binatang, seperti pada kucing, anjing, dan kera.

Namun, sindrom Steven-Johnson kemudian dapat ditangani dengan mengurangi faktor-faktor risiko. Diskusikan dengan dokter untuk informasi lebih lanjut.

Beberapa komplikasi yang akan muncul akibat sindrom Steven-Johnson, di antaranya:

1. Infeksi kulit sekunder atau selulitis

Selulitis sendiri dapat menyebabkan berbagai komplikasi yang mengancam jiwa, termasuk diantaranya sepsis.

2. Infeksi darah (sepsis)

Sepsis sendiri terjadi ketika suatu bakteri dari infeksi kemudian memasuki aliran darah dan menyebar ke seluruh tubuh. Sepsis sebagai suatu kondisi yang cepat berkembang serta mengancam jiwa yang dapat menyebabkan kegagalan perfusi dan organ.

3. Masalah mata

Ruam yang disebabkan oleh sindrom Stevens-Johnson juga akan menyebabkan peradangan di matamu. Pada suatu kasus ringan, sindrom ini kemudian akan menyebabkan iritasi serta mata kering.

Pada kasus yang parah, kemudian dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang luas serta jaringan parut yang menyebabkan gangguan penglihatan bahkan kebutaan.

4. Keterlibatan paru-paru

Kondisi ini kemudian dapat menyebabkan berbagai gagal napas akut.

5. Kerusakan kulit permanen

Ketika kulit tumbuh kembali, mungkin terdapat kulit yang tak akan bisa 100 persen kembali seperti semula. Umumnya terdapat benjolan, atau kelainan warna, dan sangat mungkin menimbulkan bekas luka pada kulit.

Selain itu sindrom ini juga akan menyebabkan rambut menjadi rontok, dan kuku jari tangan serta kuku kaki yang mungkin tidak tumbuh normal.

Steven Johnson Syndrome adalah

asset-a.gird.id

Pengobatan Sindrom Steven Johnson

Lalu Bagaimana cara mengobati sindrom Steven-Johnson? Terdapat beberapa pilihan yang akan direkomendasikan oleh dokter untuk pengobatan sindrom Steven-Johnson ini, di antaranya berikut ini.

1. Menghentikan obat yang tidak diperlukan

Langkah utama dalam mengatasi Stevens Johnson syndrome yaitu menghentikan penggunaan obat yang kemungkinan menyebabkan berbagai kondisi ini.

2. Perawatan pendukung

Perawatan pendukung yang mungkin akan kamu terima saat perawatan di rumah sakit di antaranya:

  • Penggantian cairan dan gizi. Dengan mengganti cairan maka terdapat bagian penting dari perawatan. Kamu akan menerima cairan serta gizi dengan melalui selang yang dipasang melalui hidung langsung menuju ke area lambung.
  • Perawatan luka. Kompres dengan air dingin dan basah yang membantu meredakan lepuhan saat masa pemulihan.
  • Perawatan mata. Dengan Menemui spesialis mata kemudian melihat kondisinya jika sindrom ini melibatkan area mata.
  • Pengobatan Obat-obatan yang umum digunakan untuk perawatan sindrom Steven-Johnson diantaranya meliputi Obat-obatan untuk meredakan gatal atau antihistamin, Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa tak nyaman, serta Antibiotik untuk mengendalikan infeksi jika diperlukan juga Obat-obatan yang digunakan untuk mengurangi peradangan kulit atau steroid topical.

Prosedur Diagnosis

Informasi yang diberikan bukan hanya sebagai pengganti nasihat medis. Selalu berkonsultasilah dengan dokter. Prosedur yang digunakan untuk mendiagnosis penyakit ini di antaranya:

1. Pemeriksaan fisik

Dokter akan mengidentifikasi penyakit Steven-Johnson dengan berdasarkan kepada riwayat kesehatan serta pemeriksaan fisik.

2. Biopsi kulit

Dalam melakukan diagnosis, serta menemukan penyebab lainnya, dokter sendiri sangat mungkin untuk mengambil sampel kulitmu untuk kemudian diteliti di laboratorium.

3. Pemeriksaan kultur kulit atau oral

Pemeriksaan pada area yang terkena mungkin diambil untuk kemudian menemukan penyebab terjadinya infeksi.

4. Tes pencitraan

Tergantung pada gejala yang dialami, dokter kemudian akan memintamu melakukan rontgen dada untuk dapat memeriksa terdapatnya pneumonia.

5. Tes darah

Pemeriksaan ini dilakukan untuk menentukan kemungkinan infeksi serta penyebabnya.

Pencegahan Sindrom Steven Johnson

Terdapat beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mencegah sindrom langka ini, yaitu umumnya bagi masyarakat Asia, dianjurkan dalam melakukan uji genetika sebelum akhirnya mengonsumsi obat-obatan tertentu seperti carbamazepine.

Konsultasikan ke dokter jika kamu memang memiliki riwayat penyakit ini. Hindari juga mengkonsumsi obat-obatan yang dapat memicu kekambuhan jika sebelumnya hingga pernah mengalami sindrom Steven-Johnson.

Pencegahan apa yang dapat dilakukan di rumah untuk menghindari atau mengobati Steven Johnson Syndrome? Berikut ini beberapa pencegahan yang dapat kamu lakukan.

1. Ketahui penyebab reaksi

Jika hal ini disebabkan oleh pengobatan, pelajari nama obat tersebut serta obat-obatan yang terkait. Catat dan perhatikan juga setiap kali kamu diharuskan mengkonsumsi obat tersebut.

2. Beri tahu dokter

Beri tahu semua tim medis yang menangani bahwa kamu memiliki riwayat sindrom Steven-Johnson syndrome. Jika reaksi yang disebabkan oleh suatu obat, beri tahu mereka sebelum kamu mendapatkan resep obat-obatan.

Buku-Buku Terkait Kesehatan

1. Tentang Tubuhmu

Steven Johnson Syndrome adalah

Dr. Gia Pratama kembali lagi dengan karya terbarunya. Kali ini, dokter yang piawai bercerita itu mempersembahkan buku pertama #sri sayangi dirimu, mengikuti 2 buku best seller sebelumnya.

Dalam buku Tentang Tubuhmu ini, sang dokter memaparkan cara lain hidup sehat dengan menunjukkan keistimewaan tubuh kita. Dengan mengenalinya, kita bisa merawat, menjaga, dan menyayangi tubuh tetap sehat.

Kita akan mengenali tubuh kita dengan mendalami anatomi serta fisiologi secara sangat mendasar, untuk tahu sistem di tubuh kita ini satu per satu. Dengan demikian, kita memahami bahasa tubuh kita agar kita memiliki kemampuan membaca, mengerti, dan menginterpretasi bahasa tubuh kita itu.

Tentang Tubuhmu dikemas dengan gaya bercerita yang menarik. Buku ini juga menggunakan bahasa ringan, tidak rumit dan tidak asing, analogi-analogi mudah dipahami awam, membumi karena memuat hal-hal yang biasa dan bisa dialami semua orang, hingga yang terkini COVID-19. JUga dilengkapi ilustrasi dan infografis. Buku ini sangat bermanfaat sebagai bekal kita agar tak kalah saat pandemi saat ini.

2. Tanda Bahaya dari Tubuh

Steven Johnson Syndrome adalah

Banyak penyakit yang bisa menyerang siapa saja dan kapan saja. Namun, karena kurangnya pemahaman mengenai tanda bahaya (gejala) yang diberikan tubuh, banyak orang yang baru mengetahui bahwa dirinya sedang sakit ketika kondisinya sudah parah.

Akibatnya, penanganan dan pengobatannya menjadi lebih sulit. Sebaliknya, kesadaran akan adanya sinyal bahaya tersebut akan membuat Anda Lebih waspada dan bisa mengambil tindakan pencegahan sejak dini.

Lalu, apa saja gejala-gejala umum suatu penyakit? Bagaimana cara mendeteksinya? Dan, tindakan apa yang harus Anda Lakukan jika tanda-tanda bahaya tersebut muncul? Buku inilah jawabannya.

Dalam buku ini, Anda akan mengenal lebih dekat beragam gejala penyakit, mulai penyakit ringan hingga penyakit mematikan. Selain itu, buku ini juga mengenalkan Anda dengan beragam zat beracun, penanganan pasien keracunan, serta langkah-langkah pertolongan pertama dalam berbagai keadaan darurat, baik karena serangan penyakit ataupun kecelakaan.

Di bagian akhir, buku ini menyajikan ramuan-ramuan herbal alami nan ampuh untuk mengatasi berbagai penyakit. Jadi, dengan membaca buku ini, Anda akan mampu mendeteksi penyakit Lebih awal sekaligus segera menanganinya dan tidak panik ketika dihadapkan dengan kondisi-kondisi darurat.

3. Fisiologi Kerja & Olahraga

Steven Johnson Syndrome adalah

Fisiologi Kerja (Ilmu Faal) olahraga merupakan suatu proses perpaduan antara ilmu dasar kehidupan manusia dengan terapannya dalam apa yang dikenal sebagai olahraga, salah satu perwujudan kegiatan fisik manusia yang oleh umum dikenal sebagai “kerja”.

Dalam buku ini dikemukakan beberapa konsep baru khususnya mengenai Konsep Kesehatan ditinjau dari sudut fisiologi dan bagaimana olahraga dapat meningkatkan kesehatan, konsep kebugaran jasmani yang sangat sistematis dan mudah dimengerti, serta bagaimana hubungan olahraga dengan kesehatan dan kebugaran jasmani.

4. Rahasia Berjalan Alami: Aktifkan Kemampuan Penyembuhan Luar Biasa

Steven Johnson Syndrome adalah

Hipokrates, Bapak Kedokteran Modern, memberitahu kita mengenai obat terbaik untuk manusia. Apakah kalimat tersebut hanya isapan jempol atau benar-benar merupakan kenyataan? Temukan jawabannya dengan membaca buku ini.

Metode berjalan alami yang diuraikan dalam buku ini bukan sekadar memperbaiki atau menyembuhkan masalah kesehatan, melainkan juga membentuk tubuh dan meningkatkan stamina serta vitalitas seseorang.

Mereka yang berusia lanjut pun dapat mengalami perubahan layaknya saat mereka berusia 20–30 tahun. Terdengar mustahil? Bacalah kesaksian banyak orang yang mewakili ribuan orang lain yang telah merasakan manfaatnya.

Kini kita mengetahui bahwa Steven Johnson Syndrome adalah kumpulan gejala atau kelainan yang bermula pada kulit dan selaput lendir hingga bisa menimbulkan komplikasi. Untuk mengetahui berbagai informasi mengenai kesehatan lainnya, Grameds bisa membaca buku-buku yang ada di Gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas Gramedia memberikan produk-produk terbaik agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Sofyan

BACA JUGA:

  1. Mengenal Manfaat Collagen untuk Tubuh Manusia
  2. Penggunaan Tea Tree Oil Sesuai Kebutuhan Kulit & Efek Sampingnya
  3. 5 Jenis Kulit Wajah, Ini Penjelasan Lengkap Perawatannya
  4. Rekomendasi Treatment Wajah untuk Merawat dan Mempercantik Kulit
  5. Cara Menghilangkan Komedo: Merawat Kulit Agar Sehat dan Bersih


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien