Sosial Budaya

10 Lagu Daerah Sumatera Barat Lengkap Dengan Lirik Dan Maknanya

lagu daerah Sumatera Barat
Written by M. Hardi

Lagu daerah Sumatera Barat – Sumatera Barat memang lebih dikenal melalui budaya Minangkabau yang ada di sana. Banyak seniman daerah Sumatera Barat yang memutuskan untuk menekuni dunia musik. Sama seperti daerah lainnya, Sumatera Barat juga memiliki lagu daerahnya sendiri yang sangat khas.

Menariknya, setiap lagu Sumatera Barat memiliki keunikan tersendiri yang bisa membedakannya dengan lagu daerah lainnya. Tak hanya dari segi bahasa daerah yang digunakan dalam lagu tersebut, tetapi dari segi musiknya juga begitu unik.

Bahkan, tak sedikit juga lagu daerah Sumatera barat yang bisa dikenal di seluruh Indonesia. Beberapa d iantaranya seperti Ayam Den Lapeh, Dindin Badindin, dan lagu Kampuang Nan Jauah di Mato. Lagu daerah Sumatera Barat juga kerap dijadikan lagu pengiring tarian tradisional.

Selain tiga contoh lagu tersebut, daerah Sumatera barat juga masih memiliki banyak sekali lagu daerah. Nah, untuk lebih jelasnya, artikel ini akan memberikan beberapa contoh lagu daerah Sumatera barat yang begitu populer. Yuk, simak ulasannya Grameds.

Contoh Lagu Daerah Sumatera Barat

lagu daerah Sumatera Barat

Sumber: Pixabay

Seperti yang dijelaskan sebelumnya jika setiap daerah memiliki lagu daerahnya masing-masing. Hal ini juga berlaku bagi daerah Sumatera Barat yang memiliki lagu daerahnya sendiri. Tak hanya banyak dikenal di dalam wilayah Sumatera barat saja, tetapi lagu daerah Sumatera barat juga sudah banyak dikenal luas di seluruh Indonesia.

Terlepas dari itu semua, adanya lagu daerah Sumatera barat juga bisa menjadi ikon atau suatu identitas pribadi bagi daerah Sumatera barat. Itu artinya ketika seseorang mendengar sepenggal lirik atau mengetahui judul lagu daerah Sumatera Barat akan langsung tahu jika lagu tersebut berasal dari daerah Sumatera Barat.

Sampai saat ini, lagu daerah Sumatera Barat masih terus lestari dari setiap generasi ke generasi berikutnya. Ada beberapa lagu daerah Sumatera Barat yang begitu populer hingga saat ini bahkan mungkin kalian pernah mendengarnya.

Di bawah ini ada beberapa lagu daerah Sumatera barat beserta dengan lirik dan juga maknanya.

1. Bareh Solok

Lirik:

Bareh Solok, tanak didandang
Dipagatok ulam pariok
Bunyi kulek cando badendang
Dek ditingkah ondeh mak, si sambalado
Urang Sumpu jalan barampek
Di Singkarak singgah dahulu
Bareh baru makan jo pangek
Indak tampak ondeh mak, mintuo lalu
Bareh Solok, bareh tanamo
Bareh Solok, lamak rasonyo

Makna:

Lagu Bareh Solok juga bisa disebut dengan nama beras Solok. Beras tersebut merupakan suatu komoditas besar yang berasal dari kota Solok, Sumatera Barat. Meski berasnya sama dengan beras pada umumnya, tetapi dari segi cita rasa yang ditawarkan begitu berbeda dari jenis lainnya.

Bahkan, beras solok sendiri sudah begitu terkenal, baik di dalam Sumatera Barat maupun daerah luar. Karena memiliki cita rasa yang begitu khas, kemudian dibuatlah sebuah lagu yang menceritakan beras Solok dengan nama Bareh Solok.

Lagu Bareh Solok sendiri diciptakan oleh Nuskan Sjarif. Lalu lagu ini juga dipopulerkan oleh penyanyi Elly Kasim.

2. Ka Parak Tingga

Lirik:

Ka parak tingga jalan babelok
Tampek bajalan ‘rang Koto Gadang
Nan pai ati tak elok nan tingga dara tak sanang
Nan pai ati tak elok nan tingga dara tak sanang

Marilah kito mancari paku
Di parak tingga banyak batangnyo
Dikana maso daulu badarai si ala mato
Dikana maso daulu badarai si aia mato

Makna:

Berikutnya ada lagu dengan judul Ka Parak Tingga yang merupakan salah satu lagu daerah Sumatera Barat. Lagu Ka Parak Tingga sendiri memiliki tema tentang percintaan. Lirik lagu ini terbilang cukup unik karena memiliki bentuk pantun.

Cerita yang tersirat dari lagu Ka Parak Tingga sendiri adalah tentang kesedihan seseorang yang ditinggalkan oleh sang kekasih. Secara garis besar arti “dipisahkan” di sini adalah tentang ditinggal pergi untuk merantau.

Sebab, Minang memiliki budaya rantau yang begitu kuat. Bahkan, bisa dibilang jika budaya merantau masyarakat Minang juga sudah terkenal sampai ke luar daerah.

3. Kambanglah Bungo

Lirik:

Kambanglah bungo parauitan si mambang riang
Ditarikan di desa dusun Ranah Minang
Bungo kambang sumarakanjuang
Pusaka Minang Ranah Pagaruyuang
Dipasuntiang siang malam tabayang-bayang rumah nan gadang
Kambanglah bungo parauitan si mambang riang
Ditarikan di desa dusun Ranah Minang

Makna:

Kambanglah Bungo menjadi salah satu lagu daerah Sumatera Barat yang menceritakan tentang kisah romansa. Selain adanya kisah percintaan, ternyata juga ada latar budaya yang begitu mengakar dan tumbuh di dalam lagu daerah tersebut.

https://www.gramedia.com/products/koleksi-lengkap-lagu-wajib-nasional-daerah?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

4. Kampuang Nan Jauah Di Mato

Lirik:

Kampuang nan jauh di mato
Gunuang Sansai Baku Liliang
Takana Jo Kawan, Kawan Nan Lamo
Sangkek Basu Liang Suliang

Panduduknya nan elok nan
Suko Bagotong Royong
Kok susah samo samo diraso
Den Takana Jo Kampuang

Takana Jo Kampuang
Induk Ayah Adik Sadonyo
Raso Mangimbau Ngimbau Den Pulang
Den Takana Jo Kampuang

Makna:

Bicara tentang lagu daerah Sumatera Barat rasanya tidak bisa lepas dari lagu Kampuang Nan Jauah di Mato. Ya lagu Kampuang Nan Jauah di Mato memang begitu terkenal, baik di dalam daerah Sumatera Barat maupun di luar daerah tersebut. Bahkan, dari segi lirik hingga nuansa musiknya pun banyak orang tahu. Hal ini menunjukkan tingkat kepopuleran dari lagu Kampuang Nan Jauah di Mato.

Jika diartikan dalam bahasa Indonesia, Kampuang Nan Jauah di Mato memiliki arti Kampung yang jauh di mata. Lagu Kampuang Nan Jauah di Mato diciptakan oleh Mahyuddin. Sampai saat ini, lagu tersebut masih terus diajarkan kepada setiap generasi baru guna melestarikannya.

5. Mak Inang

Lirik:

Kami ini tak pandai menari
Sebarang tari kami tarikan
Kami ini tak pandai menari
Sebarang tari kami tarikan
Kami ini tak ahli menyanyi
Sebarang nyanyi kamu nyanyikan
Kami ini tak ahli menyanyi
Sebarang nyanyi kami nyanyikan

Singkarak kotanya tinggi
Asam pauh dari seberang
Singkarak kotanya tinggi
Asam pauh dari seberang
Awan b’raraklah ditangisi
Badan jauh di rantau orang
Awan b’raraklah ditangisi
Badan jauh di rantau orang

Asam pauh dari seberang
Tumbuhnya dekat tepinya tebat
Asam pauh dari seberang
Tumbuhnya dekat tepinya tebat
Badan jauh di rantau orang
Sakit siapa akan mengubat
Badan jauh di rantau orang
Sakit siapa akan mengubat

Makna:

Mak Inang merupakan salah satu tarian tradisonal Melayu. Tarian ini memang sudah ada dan begitu terkenal sejak zaman kesultanan Malaka.

Sedangkan untuk lagu Mak Inang sendiri biasanya digunakan untuk menjadi salah satu backsound tari yang diiringi dengan alunan musik yang begitu khas sekali. Selain itu, banyak yang percaya jika musik tersebut ternyata diciptakan atas perintah dari Sultann Mahmud Shah.

Sultan Mahmud Shah merupakan Sulatn dari Malaka. Tarian ini juga kerap disebut dengan istilah Si Kembang China. Hal ini karena di dalam tarian tersebut terdapat unsur kebudayaan Tionghoa.

6. Ayam den Lapeh

Lirik:

Luruihlah jalan Payakumbuah
Lurus jalan menuju Payakumbuh
Babelok jalan Kayu Jati
Berbelok jalan Kayu Jati
Dima hati indak kan rusuah
Bagaimana hari tidak rusuh
Ayam den lapeh, ohoi … ayam den lapeh
Ayamku Lepas, ohoi … Ayamku Lepas

Mandaki jalan Pandai sikek
Menanjak jalan ke Pandai Sikek
Manurun jalan ka Biaro
Menurun jalan ke Biara
Di ma hati indak maupek
Bagaimana hati tidaklah kesal
Awak takicuah, ohoi … ayam den lapeh
Aku terkecoh, ohoi … Ayamku Lepas

Sikua capang sikua capeh
Seekor cacat karena berlebih, seekor cacat karena kurang
Saikua tabang sikua lapeh
Seekor terbang seekor lepas
Tabanglah juo nan karimbo
Terbang jauh ke dalam hutan
Ai lah malang juo
Oh malang nya

Pagaruyuang jo Batusangka
Pagaruyung dan Batusangkar
Tampek mandaki dek urang Baso
Tempat mendaki / berjalan orang Baso
Duduak tamanuang tiok sabanta
Duduk bermenung berkali-kali
Oi takana juo
Oh teringat selalu

Den sangko lamang nasi tuai
Kusangka lemang nasi tuai
Kironyo tatumpah kuah gulai
Ternyata tertumpah kuah gulau
Awak ka pasa alah usai
Aku ke pasar tapi sudah usai / tutup
Oi lah malang denai
Oh malangnya nasibku
O hoi … ayam den lapeh
O hoi … Ayamku Lepas
O hoi … ayam den lapeh
O hoi … Ayamku Lepas

Makna:

Lagu Ayam Den Lapeh dipopulerkan oleh Elly Kasim. Lagu ini tak hanya begitu populer di daerah Sumatera Barat saja melainkan juga begitu populer hingga ke seluruh daerah Nusantara bahkan ke mancanegara sekalipun.

Jika diterjemahkan ke bahasa Indonesia, Ayam Den Lapeh memiliki arti Ayamku Lepas. Perlu diketahui juga suka lagu ini memiliki arti yang begitu mendalam. Meski hanya seekor ayam lepas, tetapi kata Ayam di sini bukanlah seperti ayam liar atau ayam peliharaan seperti saat ini.

Zaman dahulu, Ayam merupakan hewan peliharaan yang begitu berharga sekaligus memiliki harga yang begitu tinggi. Karena hal tersebut menjadikan ayam hanya bisa dimiliki oleh mereka yang berstatus tertentu.

Lalu, jika dihubungkan dengan zaman sekarang, kata Ayam ini bisa diartikan sebagai sesuatu yang begitu berharga. Tentunya jika hilang akan menimbulkan kesedihan yang amat mendalam serta akan dicari terus sampai ke manapun.

https://www.gramedia.com/products/101-lagu-wajib-dan-daerah?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

7. Tak Ton Tong

Lirik:

Tak tontoang galamai jaguang
Tagunda-gunda lah kacambuang basi
Yo dahulu lah balaki ajuang
Kini lah balaki lah tukang padati

Tak tontoang galamai jaguang
Tagunda-gunda lah kacambuang basi
Lah dek a lah duduak bamanuang
Diliek uncang lah indak barisi

Tak tontoang galamai jaguang
Tagunda-gunda lah kacambuang basi
Ondeh upiak lah usah bamanuang
Iko uda ka paubek hati

Tak tontoang galamai jaguang
Tagunda-gunda lah kacambuang basi
Yo dahulu lah balaki ajuang
Kini lah balaki lah tukang padati

Makna:

Tak Ton Tong juga merupakan salah satu lagu daerah asal Sumatera Barat. Lagu ini juga pernah dipopulerkan oleh Oslan Husein dan juga pernah ditampilkan pada acara ulang tahun ke-50 ASEAN. Dengan adanya perkembangan dalam dunia seni, lagu Tak Ton Tong juga mendapatkan versi terbarunya dan tentunya bisa lebih semakin populer di kalangan generasi baru.

Pada versi aslinya, lagu Tak Tong Tong memiliki alur cerita tentang seseorang yang dulunya memiliki suami dengan pangkat dan juga kekuasaan yang tinggi. Akan tetapi, karena suatu sebab, akhirnya sekarang suami tersebut hanya menjadi seorang dengan pekerjaan tukang pedati atau tukang becak.

8. Malam Bainai

Lirik:

Malam malam baiko yo mamak
Malam malam bainai yo sayang
Anak daro yo mamak
Jo mara pulai

Pasumandannyo banyak yo mamak
Manatiang-natiang piring yo sayang
Sambanyo lamak yo mamak
Patai jo jariang

Malam malam kaduo yo mamak
Malam malam bajapuik yo sayang
Anak daro yo mamak
Jo mara pulai

Malam malam katigo yo mamak
Malam malam katangah yo sayang
Anak daro yo mamak
Jo mara pulai

Cincin-cincin dicabuik yo mamak
Dijari-jari manih yo sayang
Marapulai galak yo mamak
Anak daro managih

Makna:

Lagu dari daerah Sumatera Barat yang berikutnya adalah berjudul Malam Bainai. Maksud dari Malam Bainai ini merupakan suatu tradisi yang ada di dalam masyarakat Minangkabau. Dimana pengantin wanita akan menjalani masa Bainai pada malam hari sebelum hari resepsi pernikahan tiba.

Sedangkan untuk Bainai sendiri adalah suatu kegiatan mengecat kuku dengan bunga berwarna merah yang sebelumnya ditumbuh terlebih dahulu lalu ditaburkan ke bagian kuku dan dibiarkan hingga hari esok pagi tiba. Lagu ini mengambil tema yang begitu ceria, membahagiakan, dan juga rasa senang karena pada dasarnya lagu ini tentang pernikahan.

9. Dindin Badindin

Lirik:

Balari-lari.. Bukannyo kini carai..
Pandang tajauah di muaro..
Kami manari basamo-samo..
Paubek hati sanak sadonyo..

Ikolah indang Sungai Garinggiang
Kami tarikan basamo-samo
Sambuiklah salam oi sambak mairiang
Pado nan sanak ai nan tibo

Bamulo indang kami tarikan
Salam manjawek ondeh ganti-baganti
Lagu lah indang kami nyanyikan
Supayo sanak ondeh basuko hati

Dindin badindin oi badindin oi
Dindin badindin oi badindin

Di batu pasang aua malintang
Di sinan asa nagari kami
Kami narikan oi tarinyo indang
Salahnyo jan da tolong paeloki

Kabekkan jawi di tanah patah
Baoklah bulan ondeh di hari sajno
Kami batari batari indang
Maubek hati ondeh sanak basamo

Dindin badindin oi badindin oi
Dindin badindin oi badindin
Dindin badindin oi badindin oi
Dindin badindin oi badindin

Badan lah tinggi si buruang tabang
Panek malayok ka hinggok juo
Banyak lagaknyo oi budayo datang
Budayo kito kambangkan juo

Dari lah Solok nan ka Salayo
Singgahlah dulu ondeh pagi ka pakan
Ambiak nan elok jadi pusako
Sado nan buruak ondeh kito pelokkan

Dindin badindin oi badindin oi
Dindin badindin oi badindin (4x)

Makna:

Berikutnya ada Dindin Badindin yang juga merupakan salah satu lagu daerah Sumatera Barat. Lagu ini biasanya digunakan untuk mengiringi tari Indang. Dimana tari Indang ini juga merupakan salah satu tarian asal Sumatera Barat.

Awalnya tari dan lagu tersebut digunakan sebagai sarana untuk dakwah agama Islam serta dimainkan setelah para pemuda dan pemudi kembali dari surau. Akan tetapi, untuk saat ini karena terjadi beberapa perubahan, makna dari lagu dan tarian ini berubah fungsi menjadi suatu hiburan masyarakat.

Saat ini, lagu maupun tarian akan dimainkan pada beberapa acara formal seperti perpisahan sekolah, hari besar Islam serta penyambutan tamu terhormat.

https://www.gramedia.com/products/indonesia-pusaka-kumpulan-lagu-wajib-daerah-edisi-terbaru?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

10. Anak Daro

Lirik:

Anak musang di ateh pulai
Anak tampuo di dalam baniah
Kain lah usang tidak bapakai oi
Awak lah tuo tidak babuni

Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro
Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro
Anak daro …

Batang sicerek tumbuah di pasa
Puluik-puluik di Rimbo Panti
Saketek tantu lai manyasa
Kok tak di muluik di dalam hati

Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro
Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro
Anak daro …

Baimpun todak di kubangan
Buruang barabah lari ka parahu
Sungguahpun tidak bakatokan
Allah jo Nabi lah nan ka tahu

Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro
Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro
Anak daro …

Sungai Tanang ikannyo jinak
Manjumbuang kain ka subarang
Awak sanang badan takucak
Baruntuang balain jo nasib urang

Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro
Pak Dukun batunang pulo, batunang jo anak daro

Anak daro …
Anak daro …
Anak daro …

Makna:

Dalam bahasa Minang, Anak Daro memiliki arti sebagai pengantin atau mempelai wanita, sehingga ketika pernikahan dilangsungkan di rumah Anak Daro, maka berarti pernikahan dilaksanakan di rumah mempelai wanita.

Lagu Anak Daro biasanya digunakan untuk menyambut kedatangan mempelai pria. Dalam lagu ini memang tidak tersirat pesan tertentu. Namun, lagu Anak Daro menceritakan rasa senang dan bahagia bagi pengantin, keluarga dan juga kerabat yang hadir dalam acara tersebut.

https://www.gramedia.com/products/kompilasi-superlengkap-lagu-wajib-nasional-daerah?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Itulah beberapa contoh lagu daerah Sumatera Barat yang sampai saat ini lagu tersebut masih terus digunakan serta diajarkan kepada generasi baru agar keberadaannya tetap lesatari. Buat kamu yang ingin mendapatkan buku tentang lagu daerah, bisa mendapatkannya di Gramedia.com. Jadikan hidupmu #LebihDenganMembaca bersama Gramedia!

Penulis: Hendrik

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien