Tips dan Trik

10 Komponen Penting Komunikasi yang Harus Diketahui

komponen komunikasi
Written by Wida Kurniasih

Komponen Penting Komunikasi – Agar proses komunikasi dapat berjalan sebagaimana semestinya, maka ada beberapa komponen penting yang harus dipenuhi demi menunjang proses komunikas tersebut. Komunikasi terjadi dalam berbagai konteks, seperti interpersonal, antar pribadi, kelompok maupun massa.

Apapun konteks dari bidang komunikasi, dalam prosesnya komunikasi melibatkan penerimaan pesan maupun pemahaman terhadap pesan yang disampaikan. Agar pesan yang disampaikan tersebut mampu diterima dengan baik tanpa adanya salah tafsir, maka diperlukan adanya komponen komunikasi untuk mendukung berlangsungnya aktivitas komunikasi. Berikut penjelasannya.

Komponen Penting Komunikasi

Proses komunikasi ialah kombinasi yang terjadi dari berbagai tahap komunikasi yang masing-masing memiliki hambatan komunikasi untuk mencapai komunikasi yang lebih efektif. Proses komunikasi serta komponen yang hadir untuk menunjang proses tersebut, telah dijelaskan oleh para ahli melalui berbagai macam model komunikasi.

Model komunikasi sendiri adalah grafis yang telah dirancang untuk dapat menjelaskan cara kerja dari berbagai variabel yang hadir dalam proses komunikasi tersebut. Beberapa model komunikasi seperti model klasik dari aristoteles, Lassweel hingga Berlo pun telah menjelaskah mengenai komponen dalam komunikasi yang menjadi unsur pendukung.

Sesuai dengan pendapat dari para ahli, proses komunikasi dapat berjalan karena selalu melibatkan beberapa komponen maupun tahapan. Berikut penjelasan dari komponen-komponen komunikasi tersebut.

1. Komunikator atau pengirim pesan atau sumber (Communicator/ sender/ source)

Komunikator atau pengirim pesan atau sumberDalam proses komunikasi komponen komunikator ini memiliki peranan penting untuk menunjang terjadinya proses komunikasi. Apabila pengirim pesan atau komunikator ini tidak ada, maka tidak akan terjadi proses komunikasi tersebut.

Ada beberapa faktor dalam komunikator yang dapat menentukan efektivitas proses komunikasi, yaitu sikap komunikator serta pemilihan berbagai macam simbol yang memiliki makna.

Sikap komunikator artinya, bahwa komunikator tersebut harus memiliki sikap yang sifatnya adalah positif. Sementara itu, pemilihan berbagai macam simbol yang bermakna dapat diartikan sebagai pemilihan simbol yang bergantung pada siapa pun yang menjadi khalayak sasaran serta bagaimana cara situasi lingkungan komunikasi tersebut.

Dari dua faktor yang harus ada dalam diri komunikator, maka ada beberapa hal yang harus dipertimbangkan dalam menjalankan proses komunikasi, yaitu sebagai berikut.

  • Individu yang terlibat dalam komunikasi perlu mengenali siapa yang menjadi komunikator atau penerima pesan serta khalayak sasaran.
  • Pesan yang akan dikirimkan oleh komunikator harus jelas dan tidak ambigu.
  • Individu yang terlibat dalam proses komunikasi, perlu memahami alasan komunikator mengirimkan pesan kepada penerima pesan atau khalayak sasaran.
  • Apa hasil yang diharapkan oleh komunikator sebagai pengirim pesan.

Apabila komunikator memenuhi faktor-faktor tersebut, maka proses komunikasi pun

akan rentan untuk menemui kegagalan.

2. Message atau Pesan

Message atau PesanKomponen inti dalam komunikasi ialah pesan atau informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator kepada penerima pesan. Pesan yang dikirimkan oleh komunikator dapat berupa pesan yang sifatnya verbal atau pesan yang sifatnya non verbal.

Agar pesan mampu sampai ke penerima dengan efektif, maka komunikator haru memahami sifat maupun profil, kebutuhan dari khalayak sasaran, harapan hingga kemungkinan respon yang adakan diberikan oleh penerima pesan pada pesan yang dikirimkan oleh komunikator.

Mengetahui profil dan kebutuhan dari penerima pesan sangat penting, terutama apabila proses komunikasi berjalan tatap muka. Komponen pesan dalam proses komunikasi adalah alasan komunikas tersebut berlangsung. Apabila pesan yang disampaikan oleh komunikator tidak dikemas dengan baik, maka artinya komunikator belum siap untuk memulai proses komunikasi pada penerima pesan.

3. Encoding

EncodingKomponen komunikasi selanjutnya adalah encoding. Encoding merupakan proses untuk mengambil pesan serta mengirimkan pesan dalam sebuah bentuk yang dapat dibagi-bagi dengan pihak lainnya. Informasi yang disampaikan harus dipersiapkan dengan baik serta mampu di encode.

Sebuah pesan juga harus mampu dikirimkan dalam bentuk di mana penerima pesan mampu melakukan decode, apabila tidak maka pesan tidak akan dapat dikirimkan dengan baik.

Agar penerima pesan mampu melakukan encode pada pesan dari komunikator, maka komunikator perlu memikirkan apa yang dibutuhkan oleh penerima pesan atau khalayak.

Tujuannya tentu agar penerima pesan mempu memahami serta melakukan decode pada sebuah pesan. Komunikator sebaiknya melakukan bahasa yang mudah dimengerti serta menggunakan konteks yang dikenal secara baik oleh penerima pesan. Individu yang melakukan encode, maka disebut sebagai encoder.

4. Channel atau Saluran Komunikasi atau Media

Channel atau Saluran Komunikasi atau MediaKomponen dalam komunikasi selanjutnya adalah media atau saluran komunikasi. Media dimanfaatkan oleh komunikator agar membantu proses pengiriman pesan kepada khalayak atau penerima pesan.

Jenis pesan yang dimiliki, dapat membantu komunikator untuk dapat menentukan media maupun saluran komunikasi apa yang tepat untuk digunakan. Termasuk dalam pemilihan kata-kata baik yang diucapkan, ditulis, dicetak, simbol non verbal, media elektronik dan lain sebagainya.

Dalam komunikasi modern, komponen media yang dimaksud sebagian besar tertuju pada media komunikasi massa, contohnya seperti televisi, radio maupun internet. Pemilihan media atau saluran komunikasi tersebut haruslah tepat, agar komunikator mampu menentukan apakah proses penyampaian pesan dapat berjalan sukses atau tidak.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

5. Decoding

DecodingSetelah komponen encoding, ada pula komponen decoding dalam komunikasi. Komponen decoding dapat terjadi ketika penerima pesan menerima  pesan yang telah dikirimkan oleh komunikator.

Untuk melakukan encoding, penerima pesan membutuhkan keterampian komunikasi yang baik, seperti kemampuan untuk membaca pesan secara menyeluruh, mendengarkan pesan dengan aktif, hingga menanyakan maupun melakukan konfirmasi ketika dibutuhkan.

Apabila komunikator mengalami kesulitan maupun kelemahan dalam hal keterampilan komunikasi, maka penerima pesan perlu mengirimkan ulang pesan dengan cara yang berbeda.

Apabila menemui kesalahan tersebut, komunikator juga dapat menyelesaikannya dengan membantu penerima pesan untuk memahami pesan. Contohnya adalah dengan memberikan pesan tambahan yang sifat dari pesan tambahasn tersebut ialah menjelaskan atau memberikan klarifiskasi.

Jika orang yang melakukan encode disebut encoder, maka orang yang melakukan decode disebut sebagai decoder.

BACA JUGA: 16 Tips Agar Lebih Dihormati Oleh Orang Lain

6. Penerima Pesan atau Komunikate (Receiver atau Communicatee)

Penerima Pesan atau Komunikate (Receiver atau Communicatee)Proses komunikasi tidak akan berjalan dengan baik dan sukses, apabila tidak ada penerima pesan dalam prosesnya. Sama halnya dengan komponen komunikator, maka proses komunikasi tidak akan berjalan, apabila tidak ada penerima pesan.

banner-promo-gramedia-ilana-tan

Penerima pesan memiliki peran yaitu untuk menerima sebuah pesan, menafsirkan sebuah pesan serta memberikan makna pada pesan yang ia terima dari komunikator. Proses komunikasi, hanya akan berhasil apabila penerima pesan atau komunikate menerima pesan sesuai dengan yang apa yang disampaikan atau dimaksudkan oleh komunikator.

Apabila dalam prosesnya, komunikate gagal memahami makna pesan komunikator, maka proses komunikasi tersebut tidak berjalan dengan sukses. Sehingga dibutuhkan solusi tambahan untuk memperbaiki proses komunikasi, contohnya komunikator harus memberikan klarifikasi atau pesan tambahan.

7. Umpan Balik, Tanggapan (Feedback)

Umpan Balik, Tanggapan (Feedback)Dalam komunikasi, apapun media atau saluran yang digunakan maka komunikator tetap mendapatkan umpan balik atau tanggapan dari penerima pesan. Baik secara langsung maupun tertunda. Umpan balik dapat membantu komunikator untuk menentukan apakah sukses atau tidak proses komunikasi yang telah dilakukan.

Umpan balik dapat diperoleh secara langsung, apabila komunikator melakukan komunikasi tatap muka dengan penerima pesan. Ketika proses komunikasi tatap muka, umpan balik dapat diberikan oleh penerima pesan dengan mimik wajah, eskpresi, bahasa tubuh dan lainnya. Namun, apabila proses komunikasi terjalin secara tertulis, maka komunikator dapat memeroleh umpan balik dengan cara respon atau balasan yang diberikan oleh penerima pesan ketika menanggapi pesan tersebut.

Dalam beberapa kasus ketika proses komunikasi terjadi, umpan balik memiliki peran yang tidak ternilai untuk membantu komunikator memperbaiki keterampilan komunikasinya. Kasus-kasus tersebut dapat terjadi pada komunikator profesional, contohnya seperti dalam bidang periklanan di mana komunikator adalah lembaga atau perusahaan yang ingin memberikan pesan melalui iklan kepada khalayak umum.

Dalam hal tersebut, umpan balik dari penerima pesan yaitu khalayak umum menjadi sangat penting. Sebab, perusahaan yang mengiklankan produknya dapat mengetahui, apakah pesan yang diberikan dapat sampai dengan sukses dan memberikan umpan balik yang baik bagi perusahaan tersebut.

8. Konteks Komunikasi

Konteks KomunikasiProsesn komunikasi dapat berjalan dengan baik, apabila konteks komunikasi terpenuhi. Konteks yang dimaksud ialah ketika  komunikator melakukan komunikasi dengan komunikate dalam situasi tertentu.

Konteks yang hadir dapat berupa lingkungan, latar belakang sosial budaya, waktu, hingga elemen dan latar belakang dari komunikator maupun komunikate. Contohnya adalah ketika komunikasi yang dilakukan oleh rekan kerja akan memiliki konteks komunikasi yang berbeda, apabila dibandingkan dengan proses komunikasi yang terjadi dengan atasan. Konteks dari komunikasi dapat membantu komunikator menentukan gaya bahasa serta cara yang tepat untuk melakukan proses komunikasi tersebut.

9. Gangguan Komunikasi atau Noise

Gangguan Komunikasi atau NoiseKomponen kesembilan dari komunikasi adalah ganggunga. Apabila terjadi gangguan atau interfensi dalam proses decode maupun encode, maka dapat mengurangi kejelasan dari pesan dalam komunikasi.

Gangguan dalam proses komunikasi bisa berupa gangguang fisik, seperti perilaku dari penerima pesan atau komunikator yang tidak biasa atau suara keras hingga mengganggu proses komunikasi.

Selain gangguan fisik, gangguan komunikasi pun dapat berupa gangguan psikologis, gangguan semantik, gangguan mental yang dialami oleh komunikator maupun komunikate. Selain beberapa gangguang yang disebutkan, gangguan komunikasi dapat berupa segala sesuatu yang mengganggu proses penafsiran, penyediaan umpan balik hingga proses penerimaan pesan.

10. Efek atau Konsekuensi Komunikasi

Efek atau Konsekuensi KomunikasiEfek atau konsekuensi komunikasi ialah pengaruh atau dampak yang dapat ditimbulkan dalam proses komunikasi tersebut. Efek dapat berupa sikap maupun tingkah laku dari penerima pesan.

Efek dapat menjadi tolok ukur apakah komunikasi berjalan dengan sukses atau tidak. Komunikasi dapat dinilai sukses, apabila penerima pesan memberikan efek atau sikap serta tingkah laku yang diharapkan oleh komunikator. Apabila komunikate tidak memberikan efek yang yang diharapkan oleh komunikator, maka bisa dikatakan bahwa proses komunikasi tidak berjalan dengan baik.

Menurut ahli, yaitu Soeganda Priyatna efek yang mampu ditimbulkan dalam proses komunikasi dapat dilihat melalui pendapat publik, pendapat pribadi, maupun pendapat mayoritas. Berikut penjelasan mengenai efek dari proses komunikasi.

  • Pendapat pribadi merupakan dampak yang mampu ditimbulkan dari proses komunikasi serta dapat berupa sikap maupun pendapat yang diberikan oleh penerima pesan mengenai masalah-masalah tertentu.
  • Pendapat publik dapat didefinisikan sebagai peniliaian sosial mengenai hal yang penting serta hal-hal yang memiliki asrti sebagai wujud atau hasil dari tukar pikiran yang dilakukan oleh setiap individu dengan sadar serta rasional. Efek berupa pendapat publik ini, umumnya ditujukan untuk memobilisasi massa atau khalayak umum.
  • Pendapat mayoritas, ialah pendapat terbanyak yang didapatkan oleh komunikator dalam publik atau masyarakat umum.
Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi Ketiga

Pengantar Ilmu Komunikasi Edisi Ketiga

Beli Buku di GramediaKomponen-komponen komunikasi yang telah dijelaskan di atas, merupakan bagian dari materi dasar ilmu komunikasi. Grameds bisa memperdalam pengertahuan ilmu komunikasi dengan membaca buku “Pengantar Ilmu Komunikasi”. Dalam buku ini penulis menyajikan materi mengenai komunikasi yang digambarkan sebagai kebutuhan mutlak dalam kehidupan manusia. Apabila Grameds tertarik, Grameds bisa membeli buku ini di Gramedia.com ya!

Hambatan Komunikasi

Salah satu komponen dalam proses komunikasi adalah hambatan komunikasi. Hambatan dapat mengganggu proses komunikasi, sehingga menghambat pesan untuk sampai ke komunikan  dengan baik.

Proses komunikasi dapat dinilai berhasil, apabila tidak ada distorsi dalam prosesnya. Namun, gangguan adalah salah satu komponen komunikasi yang terjadi dan tidak bisa dihindarkan. Ada beberapa hambatan komunikasi yang perlu diketahui, berikut penjelasannya.

1. Hambatan fisik

Hambatan atau gangguan fisik dapat terjadi apabila komunikator tidak mampu melihat komunikan secara fisik, contohnya adalah karena komunikator dan komunikan berada di tempat yang jauh. Sehingga, proses komunikasi harus terjalin dengan memanfaatkan medium seperti internet.

2. Hambatan psikologis

Gangguan psikologis ini akan terjadi apabila komunikator serta komunikan memiliki sikap yang berbeda, minat maupun motivasi berbeda. Perbedaan yang dimiliki oleh komunikator dan komunikan membuat setiap individu yang terlibat dalam proses komunikasi melihat segala sesuatunya dengan cara yang berbeda sesuai dengan perspektif masing-masing. Perbedaan tersebut, dapat menimbulkan hambatan dalam komunikasi.

3. Hambatan sosial dan budaya

Gangguan ini akan terjadi apabila setiap individu yang terlibat dalam proses komunikasi memiliki latar belakang budaya yang berbeda-beda. Sehingga, setiap individu memiliki pandangan yang berbeda atau perspektif berbeda dalam menerima atau menafsirkan pesan.

Contohnya adalah setiap  budaya memiliki bahasa daerah masing-masing, tidak jarang suatu bahasa daerah memiliki kata yang sama dengan daerah lain, akan tetapi maknanya berbeda. Perbedaan tersebut dapat menjadi hambatan, apabila komunikator atau komunikan tidak menjelaskan makna asli dari pesan yang disampaikan.

4. Hambatan linguistik

Gangguan linguistik dapat terjadi apabila komunikator atau komunikan tidak memberikan ekspresi atau tanggapan yang tepat. Gangguan ini dapat dipicu, dengan adanya pesan yang ambigu, memiliki makna ganda, atau tidak menggunakan bahasa yang jelas serta mudah dimengerti. Maka, komunikan pun akan kesulitan untuk menafsirkan pesan yang disampaikan oleh komunikator tersebut.

5. Hambatan teknis

Terjadi ketika komunikator menggunakan medium teknologi untuk menyampaikan pesan. Contohnya, karena komunikator dan komunikan berada dalam jarak yang jauh maka komunikator pun akan menyampaikan pesan menggunakan medium internet. Namun, terkendala hambatan teknis seperti sinyal internet yang tidak lancar, lemah, suara yang buruk atau terlalu ramai dan lainnya.

6. Hambatan banyaknya informasi

Hambatan terakhir dalam komunikasi dapat terjadi ketika ada terlalu banyak informasi yang ingin disampaikan oleh komunikator. Akan tetapi, komunikate memiliki keterbatasan dalam menyerap atau menafsirkan informasi yang disampaikan.

Itulah penjelasan mengenai komponen-komponen dalam komunikasi yang harus diketahui. Ada beberapa komponen komunikasi yang menjadi pendukung atau menjadi tolok ukur apakah proses komunikasi berjalan dengan baik atau tidak.

Grameds dapat memperdalam materi mengenai komponen komunikasi maupun ilmu dasar mengenai komunikasi dengan membaca buku. Buku-buku mengenai komunikasi, dapat Grameds beli di Gramedia.com sebagai #SahabatTanpaBatas, Grameds dapat membeli buku tanpa harus datang ke gerai. Cukup mengunjungi laman Gramedia.com saja, check out buku pesanan dan buku pesanan kamu akan datang di depan rumah! Jadi tunggu apa lagi? Segera beli dan baca bukunya sekarang juga!

BACA JUGA:

Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar

Ilmu Komunikasi Suatu Pengantar

Beli Buku di Gramedia

Pengantar Ilmu Komunikasi

Pengantar Ilmu Komunikasi

Beli Buku di Gramedia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien