in , ,

Review Majapahit Karya Herald van der Linde

majapahit – Di balik megahnya nama Majapahit, tersimpan skandal keluarga kerajaan, perang saudara, dan intrik politik yang licik. Tak sekadar cerita perang dan armada laut yang disegani pelaut Eropa, sejarah Majapahit juga diwarnai kisah unik, termasuk catatan-catatan sejarah jernih dari seorang juru tulis istana yang pemabuk.

Lewat buku Majapahit karya Herald van der Linde, kita diajak menyelami naskah kuno untuk memahami kehidupan di balik tirai kekuasaan sang imperium. Seperti apa kebenaran di balik kejayaan dan keruntuhan Majapahit? Yuk, langsung saja kita simak ulasannya bersama!

Sinopsis Majapahit

Disegani bangsa Portugis di lautan, diguncang skandal dan darah di dalam istana. Majapahit adalah legenda imperium terbesar Nusantara: sebuah raksasa maritim yang dibangun di atas kejayaan panen padi, muslihat politik yang dingin, dan armada laut paling perkasa di zamannya,

Namun di balik dinding-dinding candi dan kemegahannya, tersimpan kenyataan yang jauh lebih liar: perseturuan berdarah antar saudara, raja-raja berperliaku eksentrik, hingga intrik kekuasaan tanpa ampun.

Tragisnya, imperium seluas ini meninggalkan sangat sedikit jejak fisik. Lewat naskah-naskah kuno dan sumber primer, buku ini menyusun kembali teka-teki Majapahit dari kacamata yang tak terduga, termasuk catatan-catatan seorang juru tulis istana yang pemabuk.

Ini bukan sekadar sejarah perang, melainkan kisah tentang ambisi, pengkhianatan, dan rahasia kelam sebuah bangsa yang hampir terlupakan.

majapahit

Profil Herald van der Linde – Penulis Novel Majapahit

Herald van der Linde adalah penulis yang memiliki ketertarikan mendalam terhadap sejarah dan kehidupan masyarakat Indonesia. Perjalanannya bersama Indonesia bermula pada 1990, ketika ia datang sebagai seorang backpacker dengan rencana menjelajahi Nusantara selama beberapa minggu saja. Namun, pengalaman menaiki bus yang padat, berbincang hingga larut malam di warung, serta mengenal kehidupan masyarakat setempat membuatnya jatuh cinta pada Indonesia. Ia kemudian mempelajari bahasa Indonesia dan akhirnya menetap lebih lama, khususnya di Jakarta, kota yang hingga kini tetap memiliki tempat istimewa di hatinya.

Ketertarikan Herald terhadap Indonesia tidak berhenti pada kehidupan sehari-hari, kuliner, dan kebudayaannya. Ia juga berusaha memahami perjalanan panjang yang membentuk Indonesia menjadi seperti sekarang. Melalui karya-karyanya, Herald mengangkat sejarah dengan memperhatikan pengalaman orang-orang yang hidup, bekerja, dan membangun kehidupan di berbagai tempat. Minatnya terhadap masa lalu Indonesia juga memiliki kaitan pribadi. Setelah mendengar kisah tentang leluhurnya yang pernah tinggal di Hindia Belanda, ia menelusuri berbagai arsip di Jakarta dan Belanda. Penelusuran tersebut membawanya pada catatan tentang anggota keluarga Van der Linde yang telah tinggal di Batavia sejak abad ke-17, termasuk seorang leluhur yang tiba menggunakan kapal pada 1650.

Herald telah menulis sejumlah buku tentang Indonesia, di antaranya Jakarta: A Biography (2020) dan Majapahit: Intrigue, Betrayal and War in Indonesia’s Greatest Empire (2024). Melalui karya-karya tersebut, ia mengeksplorasi sejarah Indonesia dengan mengangkat kisah, konflik, dan dinamika masyarakat yang membentuk perjalanan bangsa. Ia juga tengah mempersiapkan proyek buku berikutnya yang akan membahas sejarah Sriwijaya.

Di luar aktivitasnya sebagai penulis, Herald menjabat sebagai Chief Asia Equity Strategist di HSBC. Mobilitasnya yang tinggi dalam menjelajahi berbagai wilayah Asia membuatnya mendapat julukan “The Flying Dutchman”. Perpaduan antara pengalaman panjang mengenal Indonesia, penelusuran arsip sejarah, dan pekerjaannya di bidang keuangan menjadikan Herald memiliki sudut pandang yang beragam dalam menulis tentang masa lalu Nusantara.

Kelebihan dan Kekurangan Majapahit

Pros & Cons

Pros
  • Menyajikan sejarah dengan gaya bercerita yang menarik.
  • Didukung riset dan sumber sejarah yang mendalam.
  • Menghadirkan tokoh sejarah dengan karakter yang beragam.
  • Mengungkap sisi sejarah yang jarang dibahas.
  • Menghubungkan masa lalu dengan kehidupan Indonesia masa kini.
  • Memperkaya pemahaman tentang peradaban Nusantara.
Cons
  • Beberapa bagian terasa repetitif dan belum membedakan fakta dengan interpretasi secara tegas.

Kelebihan Majapahit

Majapahit karya Herald van der Linde memiliki beberapa kelebihan yang membuatnya menarik untuk dibaca.

  • Menyajikan sejarah dengan gaya bercerita yang menarik

Salah satu keunggulan buku ini adalah kemampuannya mengemas sejarah Majapahit layaknya sebuah novel yang penuh intrik, pengkhianatan, peperangan, dan perebutan kekuasaan. Herald van der Linde tidak sekadar menyajikan urutan peristiwa dan nama-nama raja, tetapi merangkainya menjadi kisah yang mengalir dan mudah diikuti. Gaya penulisan ini membuat sejarah yang kerap dianggap membosankan terasa lebih hidup dan mampu mempertahankan rasa ingin tahu pembaca.

  • Didukung riset dan sumber sejarah yang mendalam

Buku ini disusun berdasarkan penelusuran sumber sejarah, naskah kuno, serta catatan dari berbagai tokoh yang berkaitan dengan Majapahit. Pembaca diajak melihat bagaimana pengetahuan tentang kerajaan tersebut dibangun melalui tulisan para pujangga, catatan pengunjung asing, dan penelitian yang dilakukan pada masa berikutnya. Pendekatan ini memberikan gambaran tentang proses penelusuran sejarah sekaligus memperlihatkan bahwa pemahaman kita mengenai Majapahit terbentuk dari berbagai sumber yang perlu dikaji secara kritis.

  • Menghadirkan tokoh sejarah dengan karakter yang beragam

Herald tidak menggambarkan para raja dan tokoh kerajaan sebagai sosok yang selalu bijaksana atau sempurna. Sebaliknya, mereka ditampilkan sebagai manusia dengan ambisi, kecerdikan, kelemahan, dan kepentingan masing-masing. Beragam karakter tersebut membuat kisah politik kerajaan terasa lebih realistis dan menarik untuk disimak. Pembaca juga dapat melihat bagaimana sifat dan keputusan para penguasa mempengaruhi perjalanan kerajaan dari satu generasi ke generasi berikutnya.

  • Mengungkap sisi sejarah yang jarang dibahas

Buku ini memperkenalkan berbagai peristiwa dan aspek kehidupan Majapahit yang mungkin tidak banyak diingat pembaca dari pelajaran sejarah di sekolah. Mulai dari perseteruan keluarga kerajaan, hubungan dengan bangsa asing, hingga kehidupan perempuan dan keberadaan ratu yang memiliki pengaruh politik. Pembahasan tersebut memperluas sudut pandang pembaca bahwa sejarah Majapahit bukan hanya tentang kejayaan wilayah dan nama-nama penguasa, melainkan juga tentang kehidupan sosial, kebudayaan, serta dinamika masyarakat pada masa itu.

  • Menghubungkan masa lalu dengan kehidupan Indonesia masa kini

Salah satu hal menarik dari buku ini adalah cara kisah Majapahit mendorong pembaca merefleksikan kehidupan masyarakat Indonesia sekarang. Persaingan kekuasaan, budaya feodal, hubungan sosial, dan karakter para tokoh dapat menjadi bahan untuk memahami bagaimana pola tertentu dalam kehidupan masyarakat mungkin bertahan atau berubah sepanjang waktu. Hubungan ini membuat sejarah tidak terasa sebagai cerita tentang masa lampau semata, tetapi juga sebagai bahan untuk mempertanyakan dan memahami keadaan masa kini.

  • Memperkaya pemahaman tentang peradaban Nusantara

Melalui kisah Majapahit, pembaca memperoleh gambaran mengenai kekuatan politik, perdagangan, pertanian, pelayaran, dan kebudayaan kerajaan. Buku ini juga membantu menumbuhkan apresiasi terhadap pencapaian masyarakat Nusantara pada masa lalu yang kerap kurang mendapat perhatian. Dengan demikian, pembaca tidak hanya mengikuti kisah naik turunnya sebuah kerajaan, tetapi juga diajak mengenali kompleksitas peradaban yang pernah berkembang di wilayah ini.

Kekurangan Majapahit

Meskipun buku karya Herald van der Linde ini menawarkan banyak kelebihan, buku ini tetap tidak luput dari kekurangan yang bisa menjadi pertimbangan bagi pembaca. 

  • Beberapa bagian terasa repetitif dan belum membedakan fakta dengan interpretasi secara tegas

Banyaknya konflik keluarga, perebutan takhta, dan pembunuhan politik yang terjadi dari satu generasi ke generasi berikutnya terkadang membuat bagian tertentu terasa berulang. Selain itu, narasi yang mengalir seperti novel dapat membuat pembaca perlu lebih cermat membedakan catatan sejarah yang tersedia dengan interpretasi penulis terhadap peristiwa tersebut. Bagi pembaca yang mengharapkan kajian akademis dengan pemisahan fakta dan dugaan yang sangat terperinci, pendekatan penceritaan buku ini mungkin terasa kurang memadai.

Mengenal Lebih Dekat Kerajaan Majapahit

Grameds, ketika mendengar nama Majapahit, kita mungkin langsung teringat pada Gajah Mada, Sumpah Palapa, dan kejayaan Nusantara pada masa lampau. Namun, sejarah Majapahit jauh lebih luas daripada kisah tentang perluasan wilayah dan kebesaran para rajanya. Kerajaan ini meninggalkan jejak penting dalam bidang politik, perdagangan, kebudayaan, hingga tata kehidupan masyarakat. Menariknya, sebagian kehidupan Majapahit justru perlu direkonstruksi melalui naskah kuno dan peninggalan arkeologis yang masih ditemukan hingga sekarang. Yuk, kenali beberapa fakta menarik tentang kerajaan besar ini!

Berdirinya Kerajaan Majapahit

Kerajaan Majapahit diperkirakan berdiri pada 1293 M di Jawa Timur, setelah melalui pergolakan politik yang melibatkan Raden Wijaya dan pasukan Mongol yang dikirim oleh Kubilai Khan. Raden Wijaya kemudian menjadi raja pertama Majapahit. Seiring berjalannya waktu, kerajaan ini berkembang menjadi salah satu kekuatan politik penting di kawasan Nusantara. Pusat pemerintahannya diyakini berada di Trowulan, wilayah yang kini terletak di Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Penetapan lokasi tersebut didukung oleh berbagai temuan arkeologis dan penelitian sejarah.

Puncak kejayaan pada masa Hayam Wuruk dan Gajah Mada

Nama Majapahit tidak dapat dilepaskan dari Raja Hayam Wuruk dan Mahapatih Gajah Mada. Pada masa pemerintahan Hayam Wuruk, Majapahit mencapai salah satu periode kejayaannya. Gajah Mada dikenal melalui Sumpah Palapa, yang mencerminkan ambisinya untuk memperluas pengaruh Majapahit ke berbagai wilayah Nusantara. Keduanya kerap dikenang sebagai tokoh penting dalam sejarah kerajaan ini. Meski demikian, luas wilayah kekuasaan dan bentuk pengaruh Majapahit terhadap daerah-daerah lain masih menjadi bahan kajian sejarah, sebab hubungan kerajaan dengan wilayah sekitarnya tidak selalu berbentuk pemerintahan langsung.

Kehidupan Majapahit tercatat dalam naskah kuno

Salah satu sumber penting untuk mempelajari Majapahit adalah Nagarakretagama, karya Mpu Prapanca yang ditulis pada 1365 M. Naskah ini memuat gambaran tentang pemerintahan Raja Hayam Wuruk, perjalanan kerajaan, dan sejumlah wilayah yang berada dalam lingkup pengaruhnya. Selain itu, catatan dari pengunjung asing, termasuk Ma Huan dari Tiongkok, turut memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat dan hubungan perdagangan pada masa tersebut. Namun, setiap sumber memiliki sudut pandang dan keterbatasan tersendiri. Oleh karena itu, para peneliti perlu membandingkan catatan tertulis dengan bukti arkeologis untuk memperoleh pemahaman yang lebih menyeluruh.

Peninggalan arkeologis Majapahit di Trowulan

Salah satu kawasan terpenting untuk mengenali peninggalan Majapahit adalah Situs Trowulan. Di kawasan ini terdapat sejumlah bangunan dan struktur bersejarah, seperti Candi Tikus, Gapura Bajang Ratu, Gapura Wringin Lawang, Candi Brahu, serta Kolam Segaran. Candi Tikus dikenal sebagai bangunan petirtaan atau tempat yang berkaitan dengan aktivitas ritual dan air, sedangkan Bajangratu dan Wringin Lawang merupakan struktur gapura yang menjadi bagian penting dari lanskap arkeologis kawasan tersebut. Selain bangunan, para peneliti juga menemukan pecahan keramik, gerabah terakota, arca, koin, dan komponen bangunan. Berbagai temuan ini membantu mengungkap kehidupan sehari-hari, kegiatan ekonomi, teknologi, serta tata ruang masyarakat pada masa Majapahit.

Majapahit memiliki sistem pengelolaan air yang menarik

Kemajuan sebuah kerajaan tidak hanya terlihat dari kekuatan militernya, tetapi juga dari kemampuannya mengelola sumber daya. Penelitian arkeologis di Trowulan menemukan jejak saluran air, waduk, dan sistem irigasi yang menunjukkan adanya pengelolaan air dalam skala cukup besar. Infrastruktur tersebut menjadi petunjuk penting untuk memahami bagaimana kawasan permukiman dan kegiatan pertanian didukung pada masa lalu. Keberadaan Kolam Segaran dan berbagai struktur air lainnya juga memperlihatkan bahwa peninggalan Majapahit bukan hanya berupa candi dan gapura, melainkan mencakup sarana yang berkaitan dengan kebutuhan masyarakat dan penataan lingkungan. Meski fungsi setiap struktur perlu ditafsirkan berdasarkan bukti penelitian, keseluruhan temuan ini memperkaya gambaran tentang kemampuan teknis masyarakat Majapahit.

Kemunduran Majapahit berlangsung melalui proses yang kompleks

Berakhirnya kejayaan Majapahit bukanlah peristiwa sederhana yang dapat dijelaskan oleh satu penyebab saja. Persaingan politik, konflik perebutan kekuasaan, perubahan hubungan antar kerajaan, serta perkembangan kondisi sosial dan keagamaan di Jawa turut menjadi bagian dari pembahasan mengenai kemundurannya. Perang Paregreg pada awal abad ke-15, misalnya, menjadi salah satu konflik penting yang memperlihatkan pertentangan di lingkungan keluarga kerajaan. Sementara itu, perubahan kekuatan politik di pesisir Jawa ikut membentuk lanskap baru di kawasan tersebut. Karena sumber sejarahnya terbatas, para ahli masih mengkaji bagaimana berbagai faktor itu saling berkaitan dalam proses melemahnya Majapahit.

Grameds, mempelajari Majapahit mengajarkan kita bahwa kejayaan sebuah kerajaan tidak hanya tersimpan dalam kisah para penguasa, tetapi juga dalam naskah, bangunan, benda sehari-hari, dan jejak lingkungan yang ditinggalkannya. Peninggalan arkeologis di Trowulan menjadi pengingat bahwa masih banyak hal yang dapat dipelajari dari peradaban Nusantara, sekaligus bahwa pemahaman kita tentang masa lalu terus berkembang seiring ditemukannya bukti baru. Melalui buku Majapahit karya Herald van der Linde, Grameds dapat menelusuri kisah para penguasa, konflik politik, dan dinamika kerajaan dengan pendekatan penceritaan sejarah yang menarik. Dengan begitu, sejarah tidak lagi sekadar kumpulan nama dan tanggal, tetapi menjadi jalan untuk memahami manusia dan masyarakat yang membentuk masa lalu kita.

Penutup

Majapahit bukan sekadar catatan tanggal dan nama raja di lembar sejarah yang kaku, melainkan cermin besar tentang ambisi, pengkhianatan, dan bagaimana kekuasaan dibangun lalu runtuh. Lewat penceritaan yang hidup, Herald van der Linde membuktikan bahwa di balik tembok istana yang megah sekalipun, sejarah selalu digerakkan oleh keputusan-keputusan manusia yang tak luput dari cela.

Pada akhirnya, buku ini menyisa satu pertanyaan penting bagi kita hari ini: ketika sebuah imperium sebesar Majapahit pun bisa runtuh akibat intrik dari dalam, pelajaran apa yang sudah kita petik untuk masa kini?

Jika Grameds siap menyelami rahasia kelam di balik kejayaan Nusantara, buku Majapahit sudah bisa kamu dapatkan di Gramedia.com. Mari terus #TumbuhBermakna dengan memahami jejak masa lalu yang membentuk siapa kita hari ini. Selamat membaca!

Rekomendasi Buku

Jalan ke Pengasingan

Jalan ke Pengasingan

 

Jalan ke Pengasingan menelusuri periode krusial dalam sejarah gerakan nasional Indonesia pada akhir 1920-an hingga awal 1930-an, ketika jalan menuju kemerdekaan tengah dipertaruhkan ulang. Dengan riset mendalam berbasis arsip kolonial Belanda dan dokumen langka lainnya, John Ingleson memetakan peran tokoh-tokoh muda seperti Hatta, Sjahrir, dan Sukarno dalam merumuskan strategi politik, membangun organisasi nasionalis, dan menyusun gagasan kebangsaan yang melampaui batas-batas ideologis yang ada.

 

Unfinished Nation: Ingatan Revolusi, Aksi Massa dan Sejarah Indonesia

Unfinished Nation: Ingatan Revolusi, Aksi Massa dan Sejarah Indonesia

 

Unfinished Nation menelusuri perkembangan Indonesia sejak gejolak awal perlawanan antikolonial pada awal abad ke-20, tetapi fokus pada perjuangan panjang dan pada akhirnya berhasil melawan kediktatoran Presiden Suharto.

Dalam menjelaskan perubahan politik yang kerap disalahpahami pada akhir abad ke-20, Max Lane menguraikan bagaimana sebuah kelompok perlawanan kecil di dalam negeri, Partai Rakyat Demokratik (PRD), memainkan peran pelopor yang berkontribusi pada runtuhnya rezim diktator.

Tuah Bumi Nusantara

Putus Rantai - Generasi Pemutus Rantai yang Berkeliling Dunia

Buku ini mengajak kita menelusuri jejak para raja legendaris Nusantara, termasuk tuah kesaktiannya. Puluhan sosok raja hebat dibahas di sini, mulai dari Raja Mulawarman yang dengan tuahnya mampu mengantar Kutai pada era keemasan di abad ke-4, Ratu Shima yang kekuatan maupun kebijaksanaannya sampai dikagumi dan dicatat di negeri-negeri seberang pada abad ke-7, hingga Sultan Hasanuddin yang kesaktiannya sanggup membuat penjajah Belanda ciut nyalinya pada abad ke-17.

 

 

Written by Laura Saraswati