in

Review Buku Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?

Detail Buku:

Judul: Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?

Genre: Non Fiksi, Psikologi

Penulis: Pijar Psikologi

Bahasa: Indonesia

Penerbit: Elex Media Komputindo

Tahun Terbit: 16 Maret 2020

Jumlah Halaman: 280 halaman

Berat Buku: 0.3 Kg

Lebar Buku: 14 Cm

Panjang Buku: 21 Cm

ISBN: 9786230015304

Harga Buku: Rp 70.000

Deskripsi Buku:

Time heals nothing. Frasa itu yang kami pilih untuk menjadi pembuka buku ini. Selama ini, ada konsepsi bahwa luka batin akan sembuh dengan sendirinya seiring berjalannya waktu. Bahwa pada akhirnya kita akan mampu memaafkan orang-orang yang telah menyakiti hati kita. Bahwa trauma kita akan hilang. Bahwa kita akan baik-baik saja. Tapi, itu semua keliru. Menyembuhkan luka batin bukanlah pekerjaan pasif. Kita tidak bisa diam dan membiarkan “waktu yang menyembuhkan”. Menyembuhkan luka batin adalah pekerjaan aktif, dan kita harus menyediakan energi, waktu, biaya, dan komitmen kita untuk sembuh dari luka psikologis yang telah kita tumpuk entah sejak kapan. Sama seperti luka fisik yang butuh dibersihkan, ditutup, dirawat dan disembuhkan, luka batin juga membutuhkan langkah-langkah pengobatan agar tidak menjadi parah hingga membusuk di dalam diri kita. Setiap luka di fisik membutuhkan penanganan dan perawatan yang berbeda. Jika intervensi yang diberikan tidak tepat, luka di tubuh bisa mengalami infeksi, membengkak, dan menjadi lebih parah. Demikian adanya dengan luka batin. Kita butuh tahu luka apa yang kita miliki dan memahami langkah apa yang tepat untuk menyembuhkannya.

 

Sinopsis Buku Yang Belum Usai:

Frasa “Kenapa Manusia Punya Luka Batin?” dipilih oleh Pijar Psikologi untuk menjadi pembuka dari bulu “Yang  belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?”. Selama ini konsepsi bahwa luka batin akan dengan sendirinya sembuh seiring berjalannya waktu dan pada akhirnya kita akan mampu memanfaatkan orang-orang yang telah menyakiti hati kita dan trauma ini akan pasti hilang dan kita akan menjadi baik-baik saja kedepannya. Pernyataan tersebut keliru. Dimana saat kita ingin menyembuhkan luka batin bukan merupakan sebuah pekerjaan yang pasif dan kita tidak bisa mengandalkan waktu dengan tujuan waktu akan menyembuhkan. Sebuah luka untuk disembuhkan merupakan sebuah pekerjaan aktif dan kita sebagai seseorang arus menyiapkan energi, waktu, biaya, dan juga komitmen diri kita untuk sembuh dari luka batin tersebut yang sudah lama tertumpuk entah dari kapan.

Luka batin sama dengan luka fisik yang perlu untuk dibersihkan dengan air, diobati, di balut, proses penyembuhan, menjadi kering dan kemudian akan sembuh seutuhnya. Sama dengan luka batin yang ada dalam seseorang yang membutuhkan proses pengobatan agar tidak memburuk hingga menjadi busuk di dalam diri seseorang. Dalam setiap luka fisik juga memiliki macam-macam kasus sehingga membutuhkan penangan dan perawatan yang berbeda-beda juga. Jika dilakukan intervensi yang diberikan tidak tepat, luka di tubuh juga bisa mengalami infeksi, membengkak, dan akan menjadi lebih parah, sama dengan luka batin di dalam seseorang yang seseorang tersebut mengetahui luka seperti apa yang kita miliki dan harus mengetahui dan memahami langkah-langkah seperti apa yang tepat untuk menjadi sembuh.

 

Penulis Buku Yang Belum Usai:

Pijar Psikologi merupakan sebuah organisasi non-profit yang ingin mencerahkan pemahaman dari masyarakat Indonesia mengenai kesehatan mental. Dengan jumlah psikolog di Indonesia yang terbatas keberadaanya sehingga belum cukup dalam memenuhi kuota standar kesehatan yang ditetapkan oleh WHO, dengan keberadaan para psikolog dibandingkan dengan jumlah penduduk Indonesia masih ada di bawah wasio ideal yakni 22 banding 100 ribu. Saat ini jumlah dan penduduk Indonesia adalah sekitar 241 juta jiwa dan jumlah dari psikolog klinis berjumlah 365.

Karena hal itu sekelompok dari mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) berupaya untuk mencari jalan keluar dan solusi dalam membantu mengatasi kekurangan tenaga psikolog, dengan cara menciptakan sebuah layanan konsultasi online yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat Indonesia secara gratis, yang bernama Pijar Psikologi. Melalui laman  Pijar Psikologi.org masyarakat Indonesia dapat berkonsultasi melalui konsultasi online dan bisa berbagi persoalan hidup yang menekan mereka dengan keluhan yang dirasakan.

Saat ini Pijar Psikologi berhasil memasuki 15 besar kompetisi dunia “Global Innovation Through Science and Technology (GIST) dimana terdapat 800 peserta yang berasal dari 79 negara di seluruh dunia, Pijar Psikologi berhasil meraih juara 3 dalam kompetisi Startup di kota Surabaya.

Pijar Psikologi dibentuk dan diciptakan oleh 10 mahasiswa fakultas psikologi yaitu Rasida Machdy Fuady, Aulia Kusuma Wardani, Nurul Aisya Beryllia, Saidida Fatin Aruni, Anggerelika P Krestaryaningwidhy, Reno Prasasto, Annisa Azzhra Sanitifera, Clara Shininta Rosari, Maharany Firdhausya, dan Adyotasalma Danurasti. Presiden dari Pijar Psikologi adalah Regisda Machdy yang mengharapkan dengan adanya website  pijarpsikologi.org ini masyarakat dapat menghubungkan psikologi dan klien atau masyarakat tanpa adanya batasan ruang dan waktu dan diharapkan dengan adanya laman ini klien/masyarakat dapat bertanya ataupun melakukan konsultasi tentang permasalahan yang kini sedang dihadapi oleh mereka.

 

Review Buku Yang Belum Usai:

Buku karya Pijar Psikologi ini akan membahas dalam 4 bab yaitu Luka Batin, Melepaskan Pola Lama, Menyembuhkan Luka Batin, dan Mencintai Diri Apa Adanya. Buku ini akan mengupas penyakit mental dari sisi emosi dan pikiran saja dan tidak dari sisi biologis. Cara penulisan buku ini memiliki pembahasan yang mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh kita pembacanya. Buku ini akan menyetarakan luka batin dan luka fisik seseorang yang perlu untuk dibersihkan dengan air, diobati, di balut, proses penyembuhan, menjadi kering dan kemudian akan sembuh seutuhnya. Sama dengan luka batin yang ada dalam seseorang yang membutuhkan proses pengobatan agar tidak memburuk hingga menjadi busuk di dalam diri seseorang. Dalam setiap luka fisik juga memiliki macam-macam kasus sehingga membutuhkan penangan dan perawatan yang berbeda-beda juga. Kita kurang mengetahui dan tidak pernah diberitahu bahwa setiap emosi memiliki nama yang pada akhirnya akan menimbulkan luka dan luka tersebut tidak pernah kita sembuhkan melainkan hanya dialihkan. Buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?” karya Pijar Psikologi akan memberikan kita pembacanya suatu pencerahan tentang apa itu luka batin dan macam-macam jenis dan nama-namanya. Berikut nama dan jenis-jenis dari luka batin yang ada Trauma, Primal Wounds, Unfinished Business.

Trauma, 

Merupakan fenomena klinis yang terjadi ketika reaksi emosional yang sangat kuat diakibatkan terpaparnya seseorang dengan kejadian dalam hidupnya terkait kematian, cedera serius, dan kekerasan seksual. Baik seseorang tersebut mengalami secara langsung, melihat, atau mengetahui secara detail sebuah peristiwa yang traumatis dan namun terkadang istilah itu meluas sama seperti istilah trauma yang diketahui saat ini.

Primal Wounds, 

Merupakan luka primal pengalaman saat masa kanak-kanak yang secara khusus berhubungan dengan orangtua. ada hubungannya dengan pelanggaran keterikatan, pelanggaran ikatan esensial antara seorang anak dan orang tuanya. Ini adalah pengkhianatan terhadap kebutuhan emosional yang belum terpenuhi. Rasa sakit ini berasal dari usia dini dan tidak teratasi. Ketika kita mencapai usia dewasa, kita mencoba untuk membius rasa sakit, namun itu masih terus mengkondisikan kita.

Unfinished Business,

Merupakan trauma yang tidak terselesaikan atau tidak sempat terselesaikan karena suatu hal dan trauma ini harus diselesaikan

Luka batin disini bukan hanya dimiliki oleh orang-orang yang sadar akan dirinya memiliki sebuah “luka”, namun hal ini bisa dimiliki oleh mereka yang merasa bahwa dirinya baik-baik saja namun mereka sering kali yang melukai orang-orang disekitarnya atau bahkan dirinya sendiri dengan banyaknya hal-hal dipikirannya serta emosi negatif seseorang pendam selama bertahun-tahun lamanya hingga akhirnya menganggap “suatu hal” itu wajar.

Pembahasan mengenai luka batin dalam buku karya Pijar Psikologi akan menelusuri pada pola asuh orangtua, karena melalui pola asuh sumber dari luka batin yang dimiliki oleh seseorang. Bagaimana cara seseorang dapat memberi dampak dan membentuk seorang anak kecil di sekitarnya dengan ucapan dan perilaku yang diberikan. Hal-hal itu yang akan membawa para anak kecil, hal ini bisa terjadi secara sengaja maupun tidak sengaja hingga mereka dewasa nantinya. Seperti contohnya sosok orangtua yang harus mengajari dan membantu suatu masalah malah mengalihkan emosi itu dan hal itu akan membentuk luka batin dapat terbentuk karena pola kebiasaannya, ketika dewasa nantinya mereka akan terlatih dan mengukang perilaku “mengalihkan emosi” bukan menyelesaikan masalah tersebut.

Luka Batin yang akan dipaparkan dalam buku ini disebabkan akibat perkataan dan perbuatan dan tidak melulu terbentuk saat seseorang masih kanak-kanak saja. Luka batin jika terlalu lama disimpan akan berdampak buruk bagi seseorang dan akan terus berulang. Buku ini akan menjelaskan secara umum bagaimana cara seseorang untuk mengatasi, mengontrol, mengobati luka batin itu sendiri.

Buku karya Pijar Psikologi akan cara-cara untuk mengobati luka batin dengan cara mengenali terlebih dahulu, menerima keberadaan “luka” itu, kemudian menerima kehadiran “luka” tersebut, dan tahap akhir untuk memaafkan, hal ini baik terhadap diri sendiri maupun orang-orang yang menciptakan luka ini.

Selain itu buku ini juga memaparkan bahwa dengan metode menulis, dapat membantu proses penyembuhan “luka” juga. Sebab dengan mencurahkan hal-hal yang menyebabkan luka itu dengan metode menulis dapat melepaskan pikiran-pikiran yang berkeliaran di dalam kepala kita dan hal ini membantu seseorang untuk lebih mengenal dirinya dan emosi-emosinya. Dalam buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?” ini juga akan membahas apa saja fokus yang harus terkandung di dalam tulisan seseorang dengan tujuan mengobati luka batin.

Aktivitas menulis akan melepaskan pikiran-pikiran seseorang yang terus berkeliaran di dalam kepala dengan membersihkan “sampah” di dalam pikiran seseorang dan perlu untuk memperhatikan penulisan penulisan yang membuat seseorang merasa tertekan dan timbul luka batin dapat dilakukan sebagai berikut,

-Berfokus dengan emosi yang bersentuhan dengan pengalaman yang dialami

-Berfokus pada apa yang sedang terus ada dipikiran dan emosi saat seseorang mengalami perasaan tidak enak

-Menuliskan pengalaman dengan fakta yang terjadi di kehidupan yang dijalani oleh seseorang.

 

Kelebihan dan Kekurangan Buku Yang Belum Usai:

Kelebihan,

-Kita pembacanya mendapatkan banyak pembelajaran yang sebelumnya tidak diketahui dari buku karya Pijar Psikologi

-Buku ini akan bermanfaat bagi mereka yang memiliki luka batin terpendam namun malu untuk berkonsultasi

Kekurangan,

-Terjadi ritme tulisan yang melambat saat berada di akhir isi buku

-Terdapat penulisan yang berbelit-belit dalam pembahasan isi buku “Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin?”

Nah, itulah review buku Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin? karya Pijar Psikologi Buku ini akan mengupas penyakit mental dari sisi emosi dan pikiran saja dan tidak dari sisi biologis. Cara penulisan buku ini memiliki pembahasan yang mudah untuk dipahami dan dimengerti oleh kita pembacanya. Buku ini akan menyetarakan luka batin dan luka fisik seseorang yang perlu untuk dibersihkan dengan air, diobati, di balut, proses penyembuhan, menjadi kering dan kemudian akan sembuh seutuhnya. Sama dengan luka batin yang ada dalam seseorang yang membutuhkan proses pengobatan agar tidak memburuk hingga menjadi busuk di dalam diri seseorang Grameds.

Seperti yang dapat di lihat, terdapat berbagai poin-poin dan review dari luka batin yang dimiliki seseorang dalam buku Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin? karya Pijar Psikologi. Akan membawa kita pembacanya dalam bagaimana menyembuhkan luka batin yang ada didalam diri seseorang. Pijar Psikologi akan dipaparkan dalam buku ini hal-hal yang mengakibatkan perkataan dan perbuatan dan tidak melulu terbentuk saat seseorang masih kanak-kanak saja. Luka batin jika terlalu lama disimpan akan berdampak buruk bagi seseorang dan akan terus berulang. Buku ini akan menjelaskan secara umum bagaimana cara seseorang untuk mengatasi, mengontrol, mengobati luka batin itu sendiri.

Jika Grameds ingin mencari informasi lebih dalam mengenai buku Yang Belum Usai: Kenapa Manusia Punya Luka Batin? karya Pijar Psikologi ini maupun buku-buku bergenre Psikologi, kalian dapat membaca berbagai buku yang ada di Gramedia yang pastinya mudah dipahami dan kaya akan informasi.

Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu membantu Grameds.

Semoga bermanfaat!

 

Written by Chelsea