in

Apa itu UKM? Ini Pengertian dan Contoh-contoh UKM

Pengertian UKM – Suatu negara yang ada di dunia ini akan bisa berkembang dan mampu bersaing dengan negara lain selama pertumbuhan ekonomi pada negara tersebut terus mengalami pertumbuhan. Selain itu, pertumbuhan ekonomi merupakan salah satu kunci utama bagi suatu negara supaya masyarakatnya bisa hidup lebih sejahtera. Akan tetapi, supaya pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara semakin maju sangat dibutuhkan kerja sama antara pemerintah dengan masyarakat.

Pertumbuhan ekonomi dalam suatu negara bisa disebabkan oleh banyak hal, mulai dari kegiatan ekspor impor, kerja sama dengan negara lain, dan membangun ekonomi dari setiap masyarakatnya. Dalam hal ini, membangun ekonomi masyarakat yang dimaksudadalah membantu berperan untuk mendukung pengusaha-pengusaha yang baru merintis usahanya dengan modal kecil hingga menengah. Apabila usaha yang baru dirintis ini terus mengalami kemajuan, maka akan menciptakan lapangan kerja baru terutama bagi warga setempat.

Usaha yang dibangun dengan modal kecil dan menengah ini sering dikenal dengan Usaha Kecil dan Menengah atau biasa kita dengan dengan singkatan UKM. Dengan dukungan dari pemerintah, maka usaha UKM yang ada Indonesia ini bisa terus mengalami perkembangan. Dukungan ini bisa berupa modal dan bisa juga kepelatihan supaya pengusaha UKM, kedua dukungan itu memiliki tujuan utama yaitu supaya pengusaha UKM dapat mengembangkan usahanya.

Apabila kamu sudah mulai lelah bekerja sebagai karyawan di perusahaan, maka tidak ada salahnya untuk membangun usaha UKM. Ketika kamu sudah membangun usaha UKM, maka kamu secara langsung sudah menjadi pemimpin dari usaha yang kamu buat, sehingga lebih bebas untuk menentukan arah usaha yang kamu bangun.

Namun, untuk membangun dan mengembangkan UKM sangatlah tidak mudah karena dibutuhkan beberapa kemampuan terutama jiwa kewirausahaan. Selain itu, kamu juga perlu mengerti dan memahami pengertian dari UKM. Nah, untuk kamu yang ingin mengetahui lebih dalam tentang UKM bisa baca artikel ini sampai habis, Grameds.

Pengertian UKM

Pada dasarnya, UKM sudah diatur di dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Pasal 1 Ayat 2, yang berbunyi “Úsaha Kecil adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau bukan cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dari usaha menengah atau usaha besar yang memenuhi kriteria usaha kecil.”

Sementara itu, di dalam Undang-Undang yang sama, “Usaha Menengah adalah usaha ekonomi produktif yang berdiri sendiri, yang dilakukan oleh orang perorangan atau badan usaha yang bukan merupakan anak perusahaan atau cabang perusahaan yang dimiliki, dikuasai, atau menjadi bagian baik langsung maupun tidak langsung dengan usaha kecil atau usaha besar dengan jumlah kekayaan bersih atau hasil penjualan tahunan sebesar 2,5 miliar rupiah sampai 50 miliar rupiah.”

Kekayaan bersih bagi usaha menengah lebih dari 500 juta rupiah sampai dengan maksimal 10 miliar rupiah dan kekayaan bersih tersebut belum termasuk dengan tanah dan bangunan.

Selain itu, Usaha Kecil ini juga terkandung di dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 1998 yang di mana dalam pasal tersebut usaha kecil adalah suatu kegiatan ekonomi rakyat yang berskala kecil. Selain itu, di dalam Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 99 Tahun 1998  dijelaskan bahwa setiap usaha kecil harus diberikan perlindungan untuk menghindari adanya persaingan tidak sehat.

Di dalam Undang-Undang No 20 Tahun 2008 Tentang Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah dijelaskan bahwa Usaha kecil merupakan usaha yang di mana memiliki kekayaan bersih lebih dari 50 juta rupiah hingga 500 juta rupiah dan kekayaan bersih itu belum termasuk bangunan dan tanah. Sementara itu pendapatan dari hasil penjualan usaha kecil setiap tahunnya lebih dari 300 juta rupiah hingga maksimal 2,5 miliar rupiah.

Dari kedua pengertian di atas, maka dapat disimpulkan bahwa UKM adalah suatu kegiatan usaha yang dimiliki dan dilakukan oleh perseorangan atau badan usaha milik perorangan yang di mana pendapatan dari hasil usaha penjualan Usaha Kecil sebesar 300 juta rupiah sampai dengan 2,5 miliar dan pendapatan dari hasil penjualan Usaha Menengah sebesar 500 juta rupiah sampai dengan 10 miliar rupiah.

Namun, Usaha Kecil dan Usaha Menengah bisa dibedakan juga melalui jumlah karyawannya. Karyawan yang ada pada Usaha Kecil di bawah 20 orang dan karyawan di Usaha menengah tidak lebih dari 30 orang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada tahun 2014 mengungkapkan bahwa UKM sangat berperan dalam memberikan devisa negara yang berbentuk penerimaan ekspor. Angka yang diberikan untuk devisa negara bukanlah angka yang kecil, yaitu 27,700 miliar rupiah. Selain itu, memberikan peranan terhadap total ekspor sebesar 4,86%.

Dikarenakan UKM banyak sekali memberikan pengaruh ekonomi negara, maka sudah mulai banyak orang yang berpindah haluan menjadi membangun UKM. Dengan kata lain, UKM ini merupakan jenis usaha yang cukup menjanjikan. Jadi, apakah kamu ingin membangun dan mengembangkan UKM?

Cara Mengembangkan UKM

Setelah membahas pengertian UKM, maka pembahasan selanjutnya adalah cara mengembangkan UKM. Apabila kamu ingin memiliki UKM, maka kamu perlu mengetahui cara mengembangkan UKM. Berikut ini cara-cara yang perlu kamu pahami supaya kamu berhasil mengembangkan UKM.

1. Tentukan Ide Bisnis

Hal pertama yang perlu kamu lakukan untuk mengembangkan UKM adalah tentukan ide bisnis, sehingga arah dari bisnis itu akan terlihat jelas. Dalam menentukan ide bisnis sebenarnya bisa dilakukan dengan sesuai dengan hobi yang kamu suka atau mengikuti bisnis yang sedang berkembang, dan bisa juga berkonsultasi dengan teman atau ahli yang sudah sukses dalam mengembangkan UKM.

Ide bisnis yang sudah ditentukan akan memudahkan kamu dalam menentukan langkah-langkah selanjutnya. Alangkah baiknya, ide bisnis yang kamu tentukan merupakan bisnis yang sederhana dan cepat terlaksana. Selain itu, ide bisnis yang kamu pilih harus sesuai dengan modal awal yang kamu miliki agar kamu tidak harus meminjam modal terlalu banyak.

2. Mengenali Target Pembeli

Usaha yang sukses adalah usaha yang banyak pembeli atau konsumennya. Oleh sebab itu, dalam mengembangkan UKM, kamu perlu mengenali target pembeli, seperti usia, jenis kelamin, dan tren. Target pembeli bisa dibilang kunci dari kesuksesan dalam mengembangkan UKM karena jika salah menentukan dan menganalisa target pembeli, maka produk yang dibuat akan sulit terjual, sehingga UKM sulit berkembang atau bahkan mengalami kebangkrutan.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Dengan mengenali target pembeli, maka kamu akan mudah menciptakan suatu produk yang dapat membuat banyak orang tertarik untuk membelinya. Untuk mengenali target pembeli bisa dilakukan dengan berbagai macam cara, salah satunya adalah dengan cara melihat target pembeli yang ada di sekitar. Apabila hasil analisanya menunjukkan perkembangan berarti kamu sudah bisa menemukan target pembeli.

3. Kenali Kompetitor

Dalam membangun suatu usaha pasti ada yang namanya kompetitor, baik itu kompetitor yang baru muncul atau kompetitor yang sudah ada sejak lama. Adanya kompetitor tidak harus ditakuti, tetapi harus dipelajari. Hal ini perlu dilakukan agar kamu bisa mengetahui kekurangan dan kelebihan dari kompetitor. Selain itu, kamu bisa menentukan jenis pelayanan yang lebih baik dari kompetitor, sehingga konsumen tertarik dengan UKM yang kamu kembangkan.

Dengan demikian, ketika kamu mengenali dan mempelajari kompetitor, maka akan banyak sekali informasi yang bermanfaat untuk membuat UKM semakin berkembang. Oleh sebab itu, bagi kamu yang ingin mengembangkan UKM wajib untuk mempelajari segala hal yang berkaitan dengan kompetitor. Selain itu, dengan mengenali kompetitor, pengusaha tidak akan mengikuti atau menjiplak produk dari kompetitor.

4. Melakukan Peningkatan Sumber Daya

Suatu usaha yang dibangun dan dikembangkan sangat membutuhkan sumber daya. Apabila suatu UKM ingin berkembang, maka kamu perlu mengubah cara berpikir dengan cara meningkatkan peningkatan sumber daya. Peningkatan sumber daya bisa dilakukan dengan cara berinovasi terhadap produk yang kamu ciptakan, verifikasi usaha, hingga perlu memerhatikan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).

Peningkatan terhadap SDM sangat perlu supaya produk-produk yang dihasilkan bisa maksimal. Dengan melakukan peningkatan terhadap sumber daya terutama SDM, maka UKM yang kamu kembangkan bisa bersaing dengan kompetitor dan bergerak mengarah maju.

5. Berikan Layanan Optimal Kepada Konsumen

Sudah menjadi hal umum kalau pelayanan dalam suatu usaha merupakan salah satu kunci agar konsumen merasa nyaman dan ingin beli produk UKM kamu lagi. Bahkan, dengan pelayanan yang optimal bisa menciptakan hubungan yang baik dengan konsumen, sehingga konsumen tidak berpindah ke kompetitor.

Layanan optimal harus disesuaikan dengan produk yang kamu kembangkan. Jika, kamu memberikan pelayanan yang tidak sesuai dengan produk yang dijual, maka konsumen merasa kurang nyaman. Dewasa ini, pelayanan bisa dilakukan secara langsung dan bisa juga dengan online. Baik itu pelayanan secara langsung atau online, kamu harus bisa memahami keinginan dari konsumen, sehingga pelayanan bisa optimal dan konsumen tetap bertahan.

6. Memperluas Jaringan

UKM yang dibangun akan semakin dikenal oleh banyak orang, jika kamu memperluas jaringan. Dalam memperluas jaringan sebenarnya bisa dilakukan dengan mencari investor dan bisa juga membuka cabang di tempat lain. Untuk memperluas jaringan melalui investor, sebaiknya pastikan seseorang yang benar-benar ingin bekerja sama dengan UKM yang kamu kembangkan.

Di zaman yang serba internet, memperluas jaringan sudah sangat mudah karena bisa menyebarkan UKM langsung ke teman, saudara, rekan bisnis, dan lain-lain. Apalagi biaya memperluas jaringan dengan internet karena cukup murah, hanya melalui handphone atau komputer atau laptop saja. Lebih baik lagi, kalau UKM memiliki website, sehingga konsumen lebih mudah mencari produk yang ingin dibeli.

7. Tentukan Harga Jual dan Promosi 

Cara mengembangkan UKM yang terakhir adalah menentukan harga dan melakukan promosi. Untuk menentukan harga kamu harus bisa menciptakan harga yang membuat konsumen nyaman dan tetap bisa mendapatkan keuntungan. Menentukan harga bisa dilakukan dengan melihat harga dari kompetitor terlebih dahulu atau bisa juga mengecek kemampuan target pasar dalam membeli produk UKM kamu.

Semua konsumen pasti akan sangat senang ketika mendengar kata promosi. Pada umumnya, di dalam dunia usaha promosi yang sering dilakukan adalah diskon. Akan tetapi, ada juga yang melakukan promosi dengan cara “gratis ongkir”. Apapun promosi yang akan kamu lakukan, sebaiknya disesuaikan dengan jenis usaha dan kemampuan usaha dalam memberikan promosi, sehingga UKM tidak mengalami kerugian.

Dari cara-cara yang sudah disebutkan di atas, sebaiknya terus dikembangkan lagi. Hal ini dikarenakan suatu UKM harus terus mengikuti perkembangan zaman, sehingga mampu bersaing dengan kompetitor dan konsumen tetap bertahan.

Contoh UKM

Contoh dari UKM sangatlah banyak karena hampir semua bidang yang ada dikehidupan sehari-hari bisa dijadikan bisnis. Supaya kamu tidak begitu untuk menentukan UKM apa yang ingin dkembangkan, maka bisa menyimak contoh UKM di bawah ini.

UKM Fashion

Fashion akan selalu mengalami perkembangan dan tak akan selalu ada konsumennya, sehingga UKM fashion sudah cukup diminati oleh banyak orang. Untuk menjadi seorang pengusaha UKM, sebenarnya bisa menjadi reseller terlebih dahulu dan bisa juga menciptakan produk fashion. Apabila kamu belum memiliki modal yang banyak, sebaiknya bisa menjadi reseller terlebih dahulu sambil mengumpulkan modal untuk menciptakan produk fashion yang baru.

UKM Kuliner

Setelah fashion, UKM yang sering diminati oleh banyak orang adalah UKM kuliner. Akan tetapi, untuk membangun UKM kuliner dengan produk sendiri dibutuhkan modal yang cukup banyak. Nah, bagi kamu yang baru pertama kali membangun UKM dan modal yang dimiliki belum banyak, maka bisa menjual produk kamu di lingkungan terdekat. Apabila lingkungan terdekat sudah banyak yang mengenal, maka UKM akan mudah dikenal oleh banyak orang.

UKM Otomotif

Meskipun peminat UKM otomotif tak sebanyak UKM fashion dan UKM kuliner, tetapi UKM otomotif masih diminati oleh beberapa kelompok. Dalam mengembangkan UKM otomotif dibutuhkan biaya yang tidak sedikit, sehingga dibutuhkan kerja sama dengan rekan bisnis supaya UKM ini terus mengalami perkembangan.

UKM Agribisnis

Jika ada UKM kuliner, maka ada juga UKM agribisnis yang berperan dalam memasok makanan. UKM agribisnis bisa dibilang dibutuhkan modal yang cukup banyak. Supaya UKM agribisnis bisa berjalan dengan optimal, maka dibutuhkan analisis yang cermat, seperti pemilihan target konsumen, cara memberikan pelayanan, dan harga yang mampu bersaing dengan kompetitor. UKM agribisnis bisa ayam potong, tanaman sayur, telur ayam, dan lain-lain.

UKM Kecantikan

Dewasa ini, sudah banyak wanita yang mulai mengenal berbagai macam cara untuk mempercantik diri. Oleh karena itu, UKM kecantikan merupakan salah satu contoh UKM yang cukup digemari oleh banyak orang. UKM kecantikan ini tak selalu tentang produk kecantikan, tetapi bisa juga suatu usaha jasa, seperti salon kecantikan. Semakin banyak wanita yang merasa puas ketika setelah datang ke salon kamu, maka semakin banyak wanita yang ingin menggunakan jasa di salon kamu.

UKM Kerajinan Tangan 

Beberapa tempat wisata pasti terdapat souvenir yang berbentuk kerajinan tangan. Kerajinan tangan yang sering ditemui bisa berupa produk yang dapat digunakan dan produk yang hanya dijadikan pajangan. Bahkan, produk dari UKM kerajinan tangan sudah mulai diekspor, sehingga pendapatan UKM keuntungan semakin banyak.

Kesimpulan

UKM merupakan usaha kecil dan menengah yang dimiliki oleh perseorangan atau badan usaha perorangan. UKM tergolong jenis usaha yang cukup menjanjikan karena dengan modal yang kecil, kamu bisa mendapatkan keuntungan secara berkala yang di mana keuntungan tersebut bisa digunakan untuk mengembangkan UKM. Oleh karena itu, jangan ragu untuk membangun dan mengembangkan UKM.

Dalam mengembangkan UKM memang tidak mudah apalagi kalau kamu benar-benar baru pertama kali membuat usaha. Jadi, untuk mengembangkan UKM, kamu harus melakukannya dengan sungguh-sungguh dan pantang menyerah. UKM yang dikembangkan dengan penuh keyakinan akan meningkatkan penjualan yang ditandai konsumen yang merasa semakin nyaman, sehingga akan selalu bertahan.

Rekomendasi Buku & Artikel Terkait

Sumber: Dari berbagai macam sumber

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Restu