in

Fakta Tersembunyi tentang Magic Mushroom yang Perlu Diketahui

Fakta Magic Mushroom – Ada beribu-ribu jenis jamur di dunia ini. Sebagian di antaranya aman dan baik untuk dikonsumsi sehari-hari. Namun, ada juga jenis jamur yang beracun dan berbahaya jika dikonsumsi. Salah satunya adalah magic mushroom yang juga dikenal dengan nama jamur kotoran sapi, jamur sihir, atau jamur ajaib.

Jamur sihir atau jamur ajaib (bahasa Inggris: magic mushroom atau disingkat menjadi shroom) adalah kumpulan berbagai jenis jamur yang memberikan efek halusinasi jika dikonsumsi yang disebabkan kandungan psilosibin, psilocin, dan baeocystin. Ada lebih dari 100 spesies yang tergabung dalam jamur jenis Psilocybe. Mengonsumsi jamur ini menyebabkan euforia, proses pikir yang berubah, visualisasi saat menutup atau membuka mata, sinestesis, perubahan persepsi terhadap waktu, dan pengalaman spiritual.

Jamur ini bukan untuk dimakan sehari-hari, melainkan sebagai pemicu halusinasi. Beberapa orang sengaja mengonsumsinya secara ilegal untuk mencari kesenangan sesaat. Namun, apakah kalian sudah tahu sebenarnya apa itu magic mushroom dan efeknya bagi tubuh? Simak saja informasi lengkap berikut ini untuk mencari tahu.

Apa itu Magic Mushroom?

Magic mushroom adalah sebutan bagi kira-kira 100 spesies jamur liar yang mengandung zat kimia alami bernama psilosibin, psilocin, dan baeocystin. Jamur-jamur tersebut biasanya tumbuh di kotoran hewan ternak seperti kuda, sapi, dan kerbau. Kandungan zat psilosibin inilah yang dicari karena bisa menyebabkan sensasi tertentu yang intens, tergantung dari kondisi psikologis orang yang mengonsumsinya.

Pasalnya, psilosibin akan langsung menyerang sel-sel dan sistem otak. Akibatnya, oksigen pun menjadi terhambat untuk masuk ke otak. Hal ini membuat kerja otak jadi lebih lambat. Inilah yang membuat seseorang akan merasakan efek-efek yang tidak wajar setelah mengonsumsinya.

Jamur ini biasanya dikeringkan atau dimakan mentah. Pengguna juga bisa mencampurkannya dengan telur, masakan umum, teh, atau minuman lainnya. Ada juga pengedar yang mengolah jamur “ajaib” ini menjadi bubuk agar bisa diisap melalui hidung.

Sejarah Jamur Psilocybe Cubensis

Jamur psilocybe cubensis ini mempunyai sejarah yang sangat panjang dalam upacara keagamaan suku-suku yang berada di benua Afrika. Mereka memakai jamur ini umumnya untuk sebuah ritual. Spesies ini pertama ditemukan pada 1906 sebagai Stropharia cubensis oleh Franklin Sumner Earle di Kuba.

Pada 1907, jamur ini diidenfikasi sebagai Naematoloma caerulenscens di Tonkin oleh Narcisse Theophille Patouillard, sedangkan pada 1941 dinamakan dengan Stropharia cyanescens oleh William Alphonso Murrill di Florida.

Jamur tersebut akhirnya namanya disamakan menjadi spesies Psilocybe cubensis. Penamaannya berasal dari bahasa Yunani, yaitu psilos dan kube yang berarti “kepala botak”. Cubensis sendiri berarti berasal dari Cuba (Stamets Paul, 1996).

Struktur dan Proses Kimia dari Psilocybin dan Psilocin

Psilocybin adalah senyawa tryptamine dengan struktur kimia yang mengandung cincin indole terkait dengan substituen etilamin. Berkaitan dengan asam amino triptofan, dan secara struktural mirip dengan serotonin neurotransmitter. Psilocybin (O-fosforil-4-hidroksi-N, N-dimethyltryptamine atau 4-PO-DMT) adalah senyawa yang diubah menjadi psilocin senyawa aktif farmakologi dalam tubuh oleh reaksi defosforilasi.

Reaksi kimia ini berlangsung di bawah kondisi asam kuat atau dalam kondisi fisiologis dalam tubuh,
melalui aksi enzim yang disebut fosfatase. Psilocybin adalah anggota dari kelas umum tryptophan berbasis senyawa, yang awalnya berfungsi sebagai antioksidan dalam bentuk kehidupan awal sebelum mengasumsikan fungsi yang lebih kompleks dalam organisme multisel, termasuk manusia terkait lainnya indole mengandung senyawa psychedelic.

Dimethyltryptamine ditemukan di banyak spesies tanaman dan dalam jumlah jejak dalam beberapa mamalia, juga ditemukan dalam kulit kodok psikoaktif. Biosynthetically, transformasi biokimia dari triptofan untuk psilocybin sendiri melibatkan beberapa reaksi enzim, yaitu dekarboksilasi, metilasi di posisi N9, 4-hidroksilasi, dan O-fosforilasi.

Percobaan pelabelan isotop menunjukkan bahwa dekarboksilasi triptofan adalah langkah awal dan biosintesis bahwa O-fosforilasi adalah langkah terakhir. Urutan yang tepat dari langkah-langkah enzimatik perantara tidak diketahui dengan pasti dan jalur biosintesis mungkin berbeda antara spesies.

Psilocybin pertama kali diisolasi dan diberi nama pada 1958 oleh kimiawan Swiss bernama Albert Hofmann. Hofmann memperoleh bahan kimia dari laboratorium spesimen dari jamur Psilocybe mexicana entheogenic. Hofmann juga berhasil menemukan rute sintetis untuk bahan kimia.

Psilocin dapat diperoleh dengan defosforilasi dari psilocybin di bawah kondisi asam kuat atau di bawah kondisi alkali (hidrolisis). Rute lain sintetik menggunakan sintesis Speeter-Anthony tryptamine mulai dari 4-hydroxyindole. Psilocin relatif stabil dalam larutan karena hidroksi fenoliknya (-OH) kelompok.

Dengan keberadaan oksigen yang mudah membentuk produk degradasi kebiruan dan gelap hitam. Produk serupa juga terbentuk di bawah kondisi asam dengan adanya oksigen dan ion Fe3 + (reagen Keller) (Hofmann, 1998).

Fakta Seputar Magic Mushroom

1. Magic Mushroom Tergolong Sebagai Narkotika

Peredaran dan penggunaan jamur kotoran sapi ini di Indonesia termasuk tindak kriminal. Hal ini dikarenakan zat dan efek yang ditimbulkannya membuat seseorang bertindak tidak wajar. Pemerintah mengkategorikan magic mushroom sebagai narkoba golongan satu. Larangan ini tercantum dalam Undang-Undang Narkotika No. 35 Tahun 2009.

2. Efek Memakan Magic Mushroom

Setelah menelan psilocybin, berbagai efek subjektif mungkin dialami, yaitu perasaan disorientasi, letargi, pusing, euforia, kegembiraan, dan depresi. Sekitar sepertiga dari pengguna melaporkan perasaan cemas atau paranoia (WHO, 2001). Mengonsumsinya dengan dosis rendah dapat menimbulkan efek halusinasi. Halusinasi mata tertutup dapat terjadi ketika individu melihat bentuk geometris warna-warni dan urutan imajinatif hidup.

Beberapa orang melaporkan mengalami sinestesia, seperti sensasi taktil saat melihat warna. Penggunaan psilocybin dengan dosis yang lebih tinggi dapat menyebabkan “intensifikasi” tanggapan afektif, meningkatkan kemampuan untuk introspeksi, regresi untuk berpikir primitif dan kekanak-kanakan, serta aktivasi jejak memori hidup dengan nada emosional yang diucapkan (Passie, 2002).

Setelah makan jamur ini, seseorang mungkin merasakan efeknya dalam waktu kira-kira 20 sampai 30 menit. Ini tergantung dari kandungan psilosibin yang berbeda-beda dalam setiap jamur yang dipanen. Berikut adalah beberapa hal yang mungkin terjadi setelah efeknya terasa.

a. Efek Magic Mushroom terhadap Pikiran dan Kesadaran

Efek yang ditimbulkan oleh jamur ini terhadap pikiran dan kesadaran antara lain:

  • Emosi yang membuncah. Bisa jadi bahagia berlebihan, sedih berlebihan, atau marah berlebihan.
  • Tidak bisa membedakan khayalan dan yang nyata.
  • Kecemasan.
  • Serangan kepanikan.
  • Disorientasi atau linglung.
  • Ketakutan atau paranoia.
  • Merasa hal-hal di sekitarnya sangat lucu atau sangat menyedihkan.

b. Efek Magic Mushroom terhadap Tubuh

Sebuah survei majalah Inggris pada 2005 menyebutkan jika penonton klub di Inggris mengalami mual atau muntah, yang dialami oleh lebih dari seperempat dari mereka yang telah menggunakan jamur halusinogen pada tahun sebelumnya.

Efek ini disebabkan oleh kandungan jamur dari psilocybin itu sendiri. Dalam satu studi lain disebutkan bahwa penggunaan psilocybin dalam jamur ini secara bertahap selama 21 hari tidak memiliki efek yang dapat diukur oleh tingkat elektrolit, kadar gula darah, atau toksisitas tes hati (Halberstadt, 2009).

Efek yang ditimbulkan oleh jamur ini terhadap tubuh antara lain:

  • Mati rasa, terutama di wajah.
  • Tekanan darah dan detak jantung meningkat.
  • Mulut kering, bahkan sampai mual dan muntah.
  • Otot lemas, kedutan, atau kejang.
  • Panas tinggi sampai menggigil dan penuh keringat.
  • Tidak bisa mengendalikan waktu harus buang air kecil.

c. Efek Magic Mushroom terhadap Persepsi Distorsi

Kemampuan psilocybin menyebabkan distorsi persepsi terkait dengan pengaruhnya terhadap aktivitas korteks prefrontal. Psilocybin diketahui sangat memengaruhi pengalaman subjektif dari berlalunya waktu. Pengguna sering merasa seolah-olah waktu akan melambat, sehingga persepsi bahwa “menit tampaknya seperti jam”.

Penelitian lain menunjukkan bahwa psilocybin berperan signifikan dalam mengganggu kemampuan subjek untuk mengukur interval waktu dan mengurangi tingkat penyadapan pilihan mereka. Hasil ini
konsisten dengan peran obat dalam memengaruhi aktivitas korteks prefrontal. Korteks prefrontal dikenal berperan dalam persepsi waktu. Namun, dasar neurokimia efek psilocybin terhadap persepsi waktu tidak diketahui dengan pasti (Cunningham, 2008).

Para penggunanya mungkin bisa memiliki pengalaman yang menyenangkan atau merasakan apa yang dirasakan oleh orang lain, alam, dan alam semesta. Persepsi dan emosi lain juga sering diintensifkan. Pengguna juga dapat memiliki pengalaman tidak menyenangkan yang menggambarkan reaksi disertai oleh rasa takut, perasaan tidak menyenangkan lainnya, dan kadang-kadang dengan perilaku berbahaya.

Secara umum, frase “perjalanan buruk” digunakan untuk menggambarkan reaksi yang ditandai terutama oleh rasa takut atau emosi yang tidak menyenangkan lainnya. Menelan psilocybin dengan kombinasi obat lain, termasuk alkohol, juga dapat meningkatkan kemungkinan yang buruk.

Selain durasi pengalaman, efek psilocybin serupa dengan dosis yang sebanding LSD atau mescaline. Namun Encyclopedia Psychedelics yang ditulis oleh Peter Stafford mencatat jika “pengalaman psilocybin tampaknya lebih nyaman, bukan semakin kuat dan kurang mengisolasi, daripada ketika mereka menggunakan LSD”.

c. Efek Magic Mushroom terhadap Kejiwaan

Reaksi panik dapat terjadi setelah mengonsumsi psilocybin yang mengandung jamur, terutama jika konsumsi tersebut disengaja atau tidak terduga. Reaksi ditandai oleh kekerasan, agresi, upaya pembunuh dan ingin bunuh diri, efek psikosis berkepanjangan seperti skizofrenia, dan kejang-kejang. Hal tersebut telah dilaporkan dalam berbagai literatur (Murril, 2011).

Sebuah survei tahun 2005 yang dilakukan di Inggris menemukan bahwa hampir seperempat dari mereka yang telah menggunakan jamur psilocybin dalam satu tahun terakhir telah mengalami serangan kepanikan.

Efek samping lain yang jarang dilaporkan adalah paranoia, kebingungan, derealization, pemutusan dari kenyataan, dan kecanduan penggunaan psilocybin sementara waktu dapat menginduksi keadaan gangguan depersonalisasi. Penggunaan oleh orang yang memiliki skizofrenia dapat menginduksi keadaan psikotik akut yang memerlukan perawatan di rumah sakit.

Kesamaan gejala psilocybin-induced kepada penderita skizofrenia telah membuat obat alat penelitian yang berguna dalam studi perilaku dan neuroimaging dari gangguan psikotik. Dalam kedua kasus, gejala psikotik diperkirakan timbul dari”kekurangan informasi sensorik dan kognitif” di otak, yang pada akhirnya mengarah kepada”fragmentasi kognitif dan psikosis”.

Flashback (kambuh spontan pengalaman psilocybin sebelumnya) dapat terjadi lama setelah mengonsumsi jamur psilocybin. Gangguan persepsi halusinogen bertahan (HPPD) ditandai dengan kehadiran terus-menerus, yaitu gangguan visual mirip dengan yang dihasilkan oleh zat psikedelik. Baik kilas balik atau HPPD yang umumnya terkait dengan penggunaan psilocybin dan korelasi antara HPPD dan psychedelics lebih lanjut dikaburkan oleh polydrug penggunaan dan variabel lain (Smith, 1998).

3. Bahaya Memakan Magic Mushroom

Belum begitu banyak hasil penelitian yang mempelajari bahaya magic mushroom dalam jangka panjang. Inilah yang membuat belum dapat dipastikan apakah jamur kotoran sapi ini bisa menyebakan kecanduan. Namun, magic mushroom memang bisa membuat seseorang menjadi lebih kebal terhadap psilosibin dan harus menambah porsinya lagi untuk mendapatkan sensasi yang sama.

Berikut adalah hal-hal yang mungkin terjadi kalau seseorang sering memakan magic mushroom dalam jangka panjang.

  • Perubahan pola pikir (menjadi lebih kacau dan tidak teratur).
  • Fungsi kognitif otak menurun.
  • Delusi dan halusinasi.
  • Perilaku yang impulsif (berisiko dan tidak bisa berpikir panjang).
  • Perubahan suasana hati yang drastis dan tidak terduga.
  • Kematian karena tindakan sembrono dan berbahaya, misalnya bunuh diri.

4. Definisi Penyalahgunaan Psilosibe Cubensis

Definisi dari penyalahgunaan zat (Substance abuse) adalah penggunaan obat untuk mendapatkan efek psikoaktif sedemikian rupa, sehingga memengaruhi secara serius kepada kehidupan diri orang yang bersangkutan, dengan bentuk pengaruh meliputi efek fisik dan badaniah, efek psikologis atau kejiwaan, yang berakibat kepada aspek tatanan hukum etika dan bermasyarakat, kehidupan spiritual, pekerjaan, dan fungsi sosial dari diri seseorang yang melakukan penyalahgunaan obat-zat adiktif (Hawari, 2012).

Pada umumnya, orang yang mengonsumsi Magic mushroom (Psilosibe cubensis) ini bertujuan untuk melarikan diri dari kenyataan, ingin membebaskan diri dari beban pikiran yang sedang kusut, ingin memperoleh kegembiraan (semu), dan masa bodoh terhadap sekeliling (Hawari, 2012).

Substance abuse dinyatakan sebagai diagnosis yang tidak terlalu serius dibandingkan dengan substance dependence. Dalam Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder (DSM IV-TR), dinyatakan bahwa seseorang dapat didiagnosis mengalami substance abuse apabila memenuhi salah satu dari empat kriteria berikut.

  • Kegagalan memenuhi kewajiban.
  • Penggunaan yang berulang dalam situasi yang membahayakan fisik.
  • Mengalami masalah hukum terkait dengan penggunaan zat.
  • Tetap menggunakan zat tersebut, meskipun banyak masalah terjadi akibat penggunaannya.

5. Legalitas di Mata Hukum

Dalam hal legalitas di Indonesia, Badan Narkotika Nasional (BNN) memiliki pendapat yang berlainan dengan pendapat PBB melaui INCB (International Narcotics Control Board) maupun komisi kesehatan Uni Eropa. INCB yang menggolongkan magic mushroom ini ke dalam benda atau bahan psikotropika.

Magic mushroom di Indonesia digolongkan ke dalam zat adiktif bersama dengan alkohol, rokok, dan obat-obatan yang menyebabkan kecanduan. Walaupun terjadi perbedaan persepsi tersebut, yang pasti jamur ini harus dihindari penyalahgunaannya karena tetap mempunyai efek psikotropik dan tidak baik untuk tubuh kita (Hawari, 2012).

Kesimpulan

Magic mushroom (Psilocybe cubensis) tergolong ke dalam genus psilocybin yang dalam etiomologinya, yaitu psilocybin berasal dari bahasa Yunani (psilo yang artinya “botak” dan cybe yang artinya “kepala”), yang artinya jamur tahi sapi ini berbentuk bulat dan menyerupai kepala yang di atasnya berpola polkadot.

Psilocybe cubensis adalah jenis dari spesies jamur psychedelic yang mempunyai dua senyawa aktif utama, yaitu psilocybin dan psilocin, termasuk dalam strophariacea. Pada zaman prasejarah di Afrika Utara, jamur tahi sapi (magic mashroom) digunakan untuk sumber inspirasi kesenian, ritual keagamaan karena spesies halusinogetik terkandung dalam psylocibin.

Psilocybin memasuki sistem saraf pusat dan mengganggu dan menekan kerja otak dan tubuh. Ketika jamur yang mengandung psilocybin dikonsumsi akan mengaktifkan reseptor serotonin di tempat serotonin. Serotonin adalah neurotransmitter penting. Dalam keadaan normal, serotonin mengkontrol keseimbangan, suasana hati, mengatur kecemasan, dan membantu proses penginformasi panca indra menuju otak.

Ketika psilocybin berada di dalam tubuh akan memengaruhi kinerja otak yang berpengaruh terhadap keseimbangan motorik. Senyawa aktif yang terkandung dalam psilocybin seperti LSD yang menghasilkan perubahan fungsi otonom, refleks motorik, perilaku, dan persepsi. Hal ini juga dapat memengaruhi pencernaan, aliran darah, dan kinerja organ lainnya, serta menyebabkan tremor, mual, dan sulit tidur.



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien