in

Mengenal Jenis-jenis Awan dan Proses Terjadinya

Mengenal Jenis-jenis Awan dan Proses Terjadinya – Hai sobat Grameds! Pernahkan Sobat Grameds memperhatikan dan memandang langit? Apa yang pertama kali Sobat Grameds lihat? Betul, begitu Sobat Gramed melihat ke atas langit, pasti Sobat Grameds akan langsung melihat benda langit yang sekilas seperti bola kapas berukuran besar, apalagi kalau bukan awan. Benda langit ini tak hanya berperan sebagai aksesoris langit saja lo!

Jika Sobat Grameds perhatikan, awan juga dapat menjadi salah satu media untuk mendeteksi cuaca. Pasti Sobat Grameds menyadari bahwa awan memiliki banyak jenis, tidak mungkin hanya ada satu atau dua jenis awan yang menghiasi langit ini karena setiap harinya warna langit dan cuaca pun sering berubah-ubah. Namun, mendeteksi cuaca berdasarkan jenis awan yang tampak di atas langit dinilai tidak begitu pasti.

Awan dikelompokkan menjadi beberapa jenis berdasarkan ketinggian dari awan tersebut. Tahukah kamu? Awan sendiri merupakan benda langit yang terbentuk dari embun tetesan air atau es yang berlokasi di atmosfer.

Sekilas memang terlihat seperti bola kapas atau permen kapas ya, Sobat Grameds. Terbentuknya tetesan tersebut karena telah terjadi proses pengembunan uap air yang terjadi di udara. Proses pengembunan tersebut terjadi karena adanya penurunan suhu di atmosfer.

Jenis-jenis awan yang ada di langit sangatlah beragam, ada awan yang dapat menghasilkan hujan dan salju, ada juga awan yang hanya bergerak diatas langit karena tertiup angin, dan ada juga awan yang menghilang seiringan dengan berjalannya waktu.

Bentuk pengelompokan awan sendiri pun juga beragam, ada jenis awan yang dikelompokkan berdasarkan posisinya, ada jenis awan yang dikelompokkan berdasarkan ukuran, dan ada juga jenis awan yang dikelompokkan berdasarkan presipitasinya.

[algolia_carousel]

Nah, kali ini kami akan menyajikan segala informasi untuk Sobat Grameds mengenai jenis-jenis awan serta apa arti dari cuaca yang dihasilkan dari jenis awan tersebut. informasi ini mungkin akan berguna untuk Sobat Grameds dalam memahami jenis awan dan mengetahui cuaca apa yang akan terjadi. Sobat Grameds harus menyimak artikel ini sampai akhir ya!

Apa Sih Awan Itu?

Sebelum membahas lebih lanjut mengenai jenis-jenis awan yang ada di langit, akan kurang rasanya jika kita tidak membicarakan tentang jati diri dari awan tersebut. Awan sendiri merupakan salah satu benda langit yang terbentuk dari gabungan partikel air yang berada di atmosfer yang berjumlah banyak disertai dengan tekanan dari suhu tertentu.

Partikel air yang banyak ini biasanya berbentuk dalam wujud es atau bahkan hanya berwujud tetesan air yang bergabung dan membentuk gumpalan. Partikel-partikel air ini terbentuk dari pencairan uap air yang berjumlah sangat banyak dan besar.

Awan di atas langit pun juga memiliki massa, yang dapat membuat benda langit tersebut berpotensi untuk ditarik kebawah oleh gaya gravitasi seperti benda-benda pada umumnya. Para peneliti mengungkapkan istilah untuk menyebut massa awan dengan nama antara bintang dan nebula.

Proses pengembunan awan pada intinya adalah perubahan bentuk dari partikel air tadi yang berada di atmosfer menjadi beberapa bentuk seperti ada, debu, garam laut atau Nacl, belerang dioksida atau bahkan dapat menjadi benda mikroskopik yang memiliki sifat higroskopik dengan ukuran 0,001 10 mikrometer.

Pada umumnya Sobat Grameds pasti melihat awan berwarna putih dalam keadaan cuaca yang cerah dan kemudian akan melihat awan berwarna abu-abu bahkan hingga abu-abu gelap jika akan turun hujan.

Fenomena-fenomena tersebutlah yang menjadi perbedaan antara jenis awan satu dengan awan yang lainnya. Hal itu disebabkan karena masing-masing jenis awan memiliki karakteristik yang berbeda pula, bergantung pada daya tampung air yang dapat diangkut oleh awan tersebut serta seberapa tinggi atau rendah suhu yang awan tersebut bawa.

Siapa yang Menemukan Awan?

Setelah mengetahui definisi secara luas dari awan, pasti Sobat Grameds penasaran “siapa sih yang menemukan dan memberi nama serta mengelompokkan awan?” Menurut informasi yang Grameds dapatkan, awan bukanlah suatu hal yang ditemukan oleh siapapun. Namun, awan hanya diberi nama dan dikelompokkan menjadi beberapa kelompok oleh seorang ilmuwan asal Inggris bernama Luke Howard Jr.

Luke Howard Jr. sendiri merupakan salah satu ahli kimia yang berasal dari Inggris. Luke menggunakan konsepnya sendiri dalam mengelompokkan jenis-jenis awan kedalam beberapa kelompok, Luke mencantumkan konsep pengelompokkan awannya kedalam sebuah catatan yang ia beri judul “Essay on the Modification of Clouds”.

Awalnya Luke membuat tiga kategori utama awan yang diberi nama cumulus dengan arti gerombolan atau tumpukan, stratus yang berarti lapisan, dan yang terakhir adalah cirus dengan arti jambul rambut.

Selain itu, beliau juga memberi nama awan transisi dengan sebutan cirrostratus serta cirrocumulus dengan tujuan untuk memberikan solusi dalam penamaan awan. Karena jasanya dalam memberi nama serta mengelompokkan awan beliau diberi sebutan sebagai bapak meteorologi.

Rekomendasi Buku Mengenai Jenis Awan

Why? Weather – Cuaca

Why? Weather - Cuaca
Why? Weather – Cuaca

tombol beli buku

Wilayah Negara kita terletak di daerah tropis yang dilintasi oleh garis khatulistiwa, sehingga dalam setahun Matahari melintasi ekuator sebanyak dua kali. Matahari tepat berada di ekuator setiap tanggal 23 Maret dan 22 September. Sekitar April-September, Matahari berada di utara ekuator dan pada Oktober-Maret Matahari berada di selatan. Pergeseran posisi Matahari setiap tahunnya menyebabkan sebagian besar wilayah Indonesia mempunyai dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pada saat Matahari berada di utara ekuator, sebagian wilayah Indonesia mengalami musim kemarau, sedangkan saat Matahari ada di selatan, sebagian besar wilayah negara kita mengalami musim penghujan.

Seri Ensiklopedia Pencinta Alam : Angkasa

Seri Ensiklopedia Pencinta Alam : Angkasa
Seri Ensiklopedia Pencinta Alam : Angkasa

tombol beli buku

Apakah kamu ingin tahu benda apa saja yang menghiasi langit malam? Buku ini merupakan buku wajib buat kamu yang ingin memahami antariksa. Cari tahu kenapa bentuk Bulan selalu berubah, kenapa Saturnus memiliki cincin, dan semua hal yang harus kamu ketahui saat mengamati langit. Temukan banyak informasi, aktivitas seru, dan ide keren di buku ini buat anak pencinta astronomi seperti kamu!

 

Jenis-jenis Awan yang ada di Langit

jenis awanSekitar tahun 1894, para ilmuwan dari Komisi Cuaca Internasional telah menyetujui dan sepakat untuk mengelompokkan awan menjadi empat kelompok utama, kelompok tersebut adalah kelompok awan tinggi, kelompok awan sedang, kelompok awan rendah, dan yang terakhir kelompok awan dengan fase perkembangan vertical.

Hal ini akan sangat berguna untuk mendeteksi cuaca yng akan terjadi kedepannya, mengingat awan memiliki hubungan yang erat dengan pergantian cuaca. Untuk mengecek dan mengukur cuaca yang akan terjadi, Sobat Grameds dapat menggunakan alat bantu yang bernama pemantau cuaca atau weather station.

Berikut ini akan kami sebutkan jenis-jenis awan berdasarkan pada bentuk, penjelasan, serta gambarnya.

1. Kelompok Jenis Awan Tinggi

Kelompok jenis awan yang menempati urutan pertama adalah kelompok jenis awan tinggi. Mengapa dikatakan sebagai jenis awan tinggi? Sebuah awan yang dikatakan sebagai kelompok awan tinggi apabila awan itu terbentuk pada ketinggian lebih dari 20.000 kaki diatas permukaan laut. Dalam kelompok awan tinggi itu sendiri, masih dibagi lagi menjadi tiga jenis yang berbeda. Berikut ini ketiga jenis awan tinggi.

A. Awan Tinggi : Awan Cirrus

By PiccoloNamek at the English-language Wikipedia, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=1142092

Awan cirrus adalah awan berwarna putih yang terpisah, memiliki serat halus disertai dengan efek kilau bagai sutra. Komposisi penyusun awan cirrus adalah partikel Kristal es yang memiliki karakter transparan, tingkat transparansi itu bergantung pada suhu dari pemisah Kristal tersebut.

Awan cirrus memiliki beberapa ciri-ciri seperti awan cirrus akan lebih redup apabila melewati lingkar matahari. Sebagai contoh apabila Sobat Grameds melihat matahari terbenam, awan cirrus akan berubah warna menjadi kuning atau merah.

Apabila langit dalam keadaan biru cerah, awan ini akan memberi ciri khas yang menonjol, yaitu awan tersebut akan terlihat lebih putih dan akan terlihat di langit yang biru.

 

[algolia_carousel page=2]

B. Awan Tinggi : Awan Cirrostratus

Image by Ji?í Rotrekl from Pixabay

Berbentuk seperti halnya kelambu yang berwarna putih serta bertekstur halus, lembut, dan mengental. Awan cirrostratus memiliki bakat untuk menutupi langit secara sempurna dengan dihiasi warna cerah dari awan tersebut.

Awan cirrostratus memiliki ukuran yang sangat lebar dan luas. Bentuk awan cirrostratus seperti sebuah anyaman yang bentuknya tidak beraturan. Awan ini dapat membuat lingkaran di sekitar matahari dan bulan apabila musim kemarau telah tiba.

 

C. Awan Tinggi : Awan Cirrocumulus

By Typhoonchaser – Own work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=2374578

Memiliki bentuk indah bak ombak di pantai, awan ini juga memiliki bentuk bulat, kecil, putih, dan berbaris layaknya domba di padang rumput. Tingkat eksistensi dari awan cirrocumulus biasanya bersamaan dengan awan cirrus dana cirrostratus sehingga membuat awan ini tampak seperti terdegradasi dengan kedua awan tersebut.

 

2. Kelompok Jenis Awan Sedang

Untuk awan yang dikategorikan sebagai jenis awan adalah awan yang terbentuk pada ketinggian 6.500 hingga 20.000 kaki di atas permukaan air laut. Sama halnya dengan jenis awan tinggi, awan sedang pun juga dikelompokkan lagi menjadi tiga jenis, yaitu awan altocumulus, awan altostratus, dan awan nimbostratus. Berikut ini penjelasan mengenai ketiga jenis awan sedang.

A. Awan Sedang : Awan Altocumulus

By Sara Nabih – Own work, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=65621937

Awan altocumulus memiliki ciri-ciri yang sangat mudah terlihat karena memiliki warna yang putih sampai abu-abu disertai dengan lapisan dan berserat. Awan ini memiliki satu layer di bagian tengah dari awan tersebut. Layer tersebut membuat awan altocumulus terlihat lebih tebal. Namun untuk bagian sisi-sisinya tetap terlihat lebih tipis. Bentuk awan ini juga berkerumun, sehingga terlihat seperti terikat.

B. Awan Sedang : Awan Altostratus

By Indrajit Das – Own work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=52151893

Memiliki warna awan yang kebiru-biruan dan berbentuk seperti serat yang sangat sempurna untuk menutupi langit. Disamping itu, awan ini berpotensi menjadi awan pembawa hujan apabila awan ini memiliki sebuah ketebalan yang cukup. Waktu terbentuknya awan ini adalah rentang siang atau malam, lalu akan menghilang disaat matahari sudah terbit.

C. Awan Sedang : Awan Nimbostratus

By Jacek Halicki – Own work, CC BY-SA 3.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=32955232

Awan nimbostratus terbentuk dari penebalan awan altostratus. Karena terbentuk dari penebalan awan lain, membuat awan ini memiliki warna yang relatif lebih gelap dan abu-abu. Awan nimbostratus berpotensi menghasilkan hujan deras yang berkepanjangan.

Bentuk awan nimbostratus seperti bentuk awan yang compang-camping dan tidak beraturan, memiliki ketebalan luas yang mampu menutupi langit dengan sangat sempurna sampai cahaya matahari nyaris tak dapat menembus kegelapan yang disebabkan oleh awan nimbostratus ini.

3. Kelompok Jenis Awan Rendah

Awan yang masuk kedalam kategori awan rendah adalah awan yang terbentuk pada ketinggian kurang dari 6500 kaki di atas permukaan air laut. Juga awan rendah pun dibagi lagi menjadi beberapa jenis.

Berbeda dengan awan tinggi dan awan sedang, awan rendah dibagi menjadi empat jenis lagi, yaitu awan cumulus, awan stratus, awan cumulonimbus, dan yang terakhir awan stratocumulus. Berikut ini penjelasan mengenai keempat jenis awan rendah.

 

A. Awan Rendah : Awan Cumulus

By Thennicke – Own work, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=61857455

Awan rendah satu ini bernama awan cumulus memiliki bentuk yang soli disertai dengan garis tajam dan biasanya berkembang ke arah vertikal, perkembangan tersebut membuat adanya pertambahan jumlah gundukan yang ada pada awan tersebut. Gundukan ini memiliki bentuk seperti wujud sayuran kembang kol.

Awan ini akan terlihat putih cerah apabila terkena sinar matahari, sementara untuk sisi lain yang tidak tersinari matahari akan berwarna sedikit gelap secara menyamping. Eksistensi kemunculan awan ini adalah saat cuaca sedang sangat cerah atau mungkin sedang dalam musim kemarau. Awan ini memiliki pertumbuhan, seperti apabila pada siang hari awan ini akan bertambah besar dan akan menyusut ketika malam hari tiba.

 

B. Awan Rendah : Awan Stratus

Image by JackieLou DL from Pixabay

Memiliki warna abu-abu dan berdasar dengan warna yang sama, awan stratus memiliki potensi menghasilkan gerimis apabila awan ini cukup tebal. Ciri-ciri lainnya adalah awan ini memiliki sebuah garis yang bersinar dengan sangat jelas apabila tersingkap melalui celah.

 

C. Awan Rendah : Awan Cumulonimbus

By Memorialman – Own work, CC BY-SA 4.0, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=90085958

Terkenal sebagai awan pembawa hujan. Awan cumulonimbus memiliki ciri fisik yang solid dan cenderung berwujud vertical. Selain ciri tersebut, awan ini memiliki bentuk lain yang sangat menakutkan seperti bentuk gunung atau sebuah menara yang besar.

Bagian atas awan ini terlihat berserat dan berbentuk rata, untuk bagian bawahnya tampak sangat gelap dan menakutkan. Awan ini adalah awan legendaris yang sangat ditakuti oleh dunia penerbangan karena awan ini cukup sering menyebabkan terjadinya kecelakaan pada pesawat yang tengah beroperasi.

 

D. Awan Rendah : Awan Stratocumulus

By Arun Kulshreshtha – Own work, CC BY 3.0 us, https://commons.wikimedia.org/w/index.php?curid=1902748

Awan stratocumulus memiliki bentuk mirip dengan sarang tawon atau sarang lebah. Awan ini juga menjadi salah satu awan yang berpotensi membawa hujan. Berbeda dengan wawan hujan lainnya, hujan yang dibawa oleh awan ini hanyalah hujan lokal. Jika awan ini terlihat cukup tebal dan padat, maka bersiaplah awan ini akan membawa hujan lokal yang cukup deras untuk daerah Sobat Grameds.

Setelah mengetahui berbagai jenis awan yang ada di langit, selanjutnya akan kami jelaskan bagaimana proses terbentuknya awan di langit. Lets go!
Bagaimana Proses Terbentuknya Awan?

Semua hal didunia ini terbentuk pasti melalui proses tertentu, begitu juga dengan benda langit satu ini yang memiliki bentuk seperti permen kapas yang lembut. Sobat Grameds harus mengetahui bagaimana sih proses terbentuknya awan di langit dan juga bagaimana dengan terbentuknya atmosfer.

Berikut akan kami sampaikan kepada kalian para Sobat Grameds mengenai proses terbentuknya awan yang sangat harus
kalian ketahui.

1. Pertama-tama, udara yang ada di bumi akan naik dan berkembang karena adanya perbedaan tekanan udara antara bagian bawah langit atau yang biasa disebut dengan atmosfer dengan tekanan udara yang ada di luar angkasa.

Menurut beberapa sumber, udara tersebut akan secara otomatis bergerak menuju ke atas lalu akan mengalami sebuah proses pendinginan. Setelah itu awan akan memulai untuk menjalani proses penguapan.

2. aerosol atau partikel air ini akan berguna untuk merangkap air yang ada dan akan secara otomatis membentuk tetesan air yang akan berkumpul menjadi banyak.

3. tetesan air tadi akan berkembang atau berkumpul menjadi gumpalan yang bisa disebut sebagai awan.

4. aerosol akan terangkat ke atas yaitu ke atmosfer di ketinggian tertentu bergantung pada seberapa besar kekuatan dari tekanan yang membawa air tersebut, selain itu juga bergantung pada besar udara yang terangkat, aerosol akan mengalami pembekuan dari suhu rendah yang dihasilkan oleh atmosfer. Pendinginan tersebut akan berakhir pada mengembunnya aerosol tadi.

5. gabungan titik air dari uap tadi akan menjadi awan. Kesimpulannya semakin banyak udara yang mengalami pengembunan, maka akan semakin banyak pula awan yang terbentuk di langit.

Informasi tambahan untuk Sobat Grameds, tetesan air pada tiap awan baru yang terbentuk umumnya mempunyai ukuran jari-jari sebesar 5 derajat 20 mm, tetesan air ini akan jatuh ke bumi dengan kecepatan 0,01 derajat 5 cm dalam waktu satu detik.

Padahal untuk kecepatan udara yang berada di atau atau udara yang menguap akan mengalami proses pengembunan juga , bahkan lebih besar. Hal itu membuat tetes awan tidak akan jatuh ke bumi karena massanya belum begitu stabil.

Itulah beberapa jenis awan yang ada di atas langit. Bagaimana Sobat Grameds? Ternyata ada banyak sekali jenis awan yang ada di langit ya? Padahal selama ini awan yang ada di langit hanyalah terlihat sama.

Setelah memahami artikel ini pasti Sobat Grameds sudah mulai paham bagaimana cara mendeteksi cuaca hanya dengan melihat awan. Namun ini bersifat belum terlalu akurat loh ya, hanya untuk jaga-jaga saja. semoga artikel ini membantu dan bermanfaat untuk Sobat Grameds!

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Lely Azizah