in

Hari Kesehatan Mental Sedunia

Kesehatan adalah hal yang sangat penting untuk diperhatikan bagi setiap orang. Bukan hanya kesehatan fisik saja, namun kesehatan mental juga penting untuk diperhatikan. Beberapa tahun terakhir, kesehatan mental menjadi salah satu buah bibir atau pembahasan yang menarik untuk ditelusuri kenapa kita harus memperhatikan kesehatan mental kita sendiri. Tidak hanya Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO (World Health Organization) yang memberikan fokus kepada masyarakat dunia tentang pentingnya menjaga kesehatan, tetapi ada lembaga internasional khusus yaitu World Federation of Mental Health (WFMH) yang sangat fokus dalam mengkampanyekan atau memberikan edukasi bahwa kesehatan mental pun juga harus diperhatikan. Melalui lembaga internasional khusus untuk kesehatan mental,  World Federation of Mental Health (WFMH) mendeklarasikan dan menetapkan setiap tanggal 10 Oktober sebagai Hari Kesehatan Mental Sedunia atau Hari Kesehatan Jiwa Sedunia yang diperingati setiap tahunnya.

Hari Kesehatan Mental Sedunia didirikan pada tahun 1992 berkat niat baik WFMH (World Federation of Mental Health), yang diketuai oleh Wakil Sekretaris Jenderal Richard Hunter. Tujuan utama penetapan Hari Kesehatan Jiwa Sedunia adalah untuk mempromosikan dan mensosialisasikan masalah kesehatan jiwa secara menyeluruh. WFMH percaya bahwa mereka harus bertindak secara global untuk menyelesaikan krisis kesehatan mental yang muncul di berbagai negara. Meningkatnya permasalahan kesehatan mental yang muncul di berbagai negara memacu WFMH semakin memberanikan diri untuk memberikan edukasi mengenai kesehatan mental itu seperti apa, bagaimana gejala atau ciri-cirinya seseorang sedang terganggu atau mengalami gangguan mental, apa yang harus dilakukan oleh penderita kesehatan mental untuk mengatasi gangguan mentalnya, dan apa yang harus diperhatikan oleh orang-orang di sekitar penderita kesehatan mental.

Dari situs resmi World Mental Health Association disebutkan bahwa tema Hari Kesehatan Mental Sedunia 2022 adalah “Make Mental Health and Well-Being a Global Priority for All” atau “Menjadikan Kesehatan Mental dan Kesejahteraan untuk Semua sebagai Prioritas Global”. Topik ini dilaksanakan berdasarkan hasil voting global yang dihadiri oleh WFMH, pemangku kepentingan dan pendukung, karena berarti kesejahteraan orang yang paling rentan dengan masalah kesehatan mental bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah tetapi juga masyarakat umum. Oleh karena itu, setiap orang diminta untuk menjaga kesehatan mentalnya, terlebih mengingat kondisi pandemi saat ini.

Organisasi Kesehatan Dunia juga telah mengkonfirmasi bahwa pandemi Covid-19 telah menimbulkan efek krisis kesehatan mental global, memicu tekanan jangka pendek dan panjang serta merusak kesehatan mental banyak orang. Tak hanya itu, saat diluncurkan oleh situs global WFMH, 75 persen penderita depresi di negara berpenghasilan tinggi tidak mendapatkan pengobatan yang memadai.

Lalu ada jumlah yang sama dari orang dengan masalah kesehatan mental di negara berpenghasilan rendah dan menengah yang tidak menerima pengobatan sama sekali. Jumlah penderita depresi akan terus bertambah apabila penderita tidak tahu atau merasa malu untuk memeriksakan kesehatan jiwanya ke tenaga profesional. Melalui kampanye Hari Kesehatan Mental Sedunia ini dapat diharapkan bagi seseorang yang merasa memiliki sesuatu yang aneh dalam dirinya atau yang sudah dinyatakan mengalami depresi dapat memiliki motivasi yang lebih untuk melakukan terapi atau pengobatan lebih lanjut agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi.

Dikutip dari situs resmi Unika Soegijapranata, salah satu dosen fakultas Psikologi Unika Soegijapranata yang juga merupakan seorang psikolog, yaitu Kuriake Kharismawan S.Psi., M. Si, Psikolog mengatakan bahwa “Mengenai kesehatan mental berarti kita berbicara mengenai kesehatan jiwa. Seperti fisik yang perlu sehat karena banyak hal dan banyak macam seperti; jantung, diabetes, stroke itu hal yang berat. Kalau yang ringan seperti batuk, flu, dan sariawan. Penyakit kejiwaan juga seperti itu ada banyak macam dan penyebabnya kompleks. Bahkan kejadian yang sama bisa menimbulkan gangguan yang berbeda karena banyak faktor yang mempengaruhi,” tutur Kuriake.

WHO (World Health Organization) atau Organisasi Kesehatan Dunia menggambarkan “kesehatan mental” sebagai ketika seseorang dapat bahagia, sehat dan mampu menghadapi tantangan hidup dan menerima orang lain sebagaimana mestinya, dengan sikap positif terhadap diri sendiri dan orang lain.

Kuriake juga menambahkan bahwa “Self diagnose misalnya saat menyadari sesorang batuk dan dia segera datang ke klinik dan itu kan baik saat menduga-duga sakit apa dan kemudian datang ke klinik. Pada titik seperti itu baik saat menyadari loh kok saya sedih terus dan pikiranku ingin bunuh diri terus dan kok aku depresi dan mereka menyadari untuk datang ke professional. Sehingga teman-teman bisa memanfaatkan informasi yang didapatkan dari media sosial dan menjadi refleksi kondisiku seperti apa dan jika ada masalah aku harus datang ke professional untuk menjadi lebih baik”.

Lebih lanjut, untuk menjaga kesehatan jiwa seseorang perlu untuk mengelola atau mengarahkan pikirannya agar selalu tetap positif sehingga tidak terlalu lama berada di dalam pikiran yang negatif. Seseorang diharapkan mengetahui pentingnya untuk menjaga pikiran agar selalu positif, karena jiwa dipengaruhi oleh apa yang kita pikirkan, apa yang kita makan, dan apa yang kita lakukan.

Maka dapat disimpulkan bahwa tidak hanya menjaga pikiran untuk selalu positif dan menjaga pola makan, tetapi harus di dukung juga dengan olahraga yang cukup serta mencari lingkungan sosial yang membawa dampak positif kepada kita agar kesehatan mental kita tetap terjaga dengan baik dan bisa menghindari perasaan kesendirian, selalu disalahkan, dan terpuruk. Tidak hanya itu juga, seseorang bisa mempercayakan teman terdekatnya untuk bercerita tentang masalah yang sedang dihadapi.

 

Penulis: Pathy Yulinda

The Architecture of Love | Di balik Pena



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

Written by Nandy

Perkenalkan saya Nandy dan saya memiliki ketertarikan dalam dunia menulis. Saya juga suka membaca buku, sehingga beberapa buku yang pernah saya baca akan direview.

Kontak media sosial Linkedin saya Nandy