in ,

Non Probability Sampling: Pengertian, Jenis, dan Cara Menggunakannya

non probability sampling – Halo, Grameds! Dalam penelitian, kita pasti sering berhadapan dengan dua teknik dasar pengambilan sampel: probability sampling dan non probability sampling.

Nah, kali ini kita akan membahas secara lengkap tentang non probability sampling. Artikel ini akan membahas mulai dari pengertian, ciri-ciri, jenis, hingga contoh tabel yang bisa kamu jadikan referensi.

Yuk, Grameds, simak penjelasannya berikut ini!

Apa Itu Non Probability Sampling?

Non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel dimana setiap anggota populasi tidak memiliki peluang yang sama atau peluang tersebut tidak diketahui. Dengan kata lain, sampel dipilih secara subjektif oleh peneliti berdasarkan pertimbangan tertentu.

Dalam penelitian sosial, pendidikan, bisnis, hingga pemasaran, teknik ini sering digunakan karena lebih cepat, murah, dan praktis. Terutama ketika populasi sulit diakses, tidak terdata dengan baik, atau penelitian membutuhkan responden dengan karakteristik khusus.

Ciri-Ciri Non Probability Sampling

Agar lebih paham, berikut adalah karakteristik umum non probability sampling yang perlu kamu ketahui, Grameds:

  • Responden dipilih berdasarkan pertimbangan peneliti, bukan secara acak.
  • Tidak bisa menghitung probabilitas tiap anggota populasi untuk terpilih.
  • Lebih fleksibel dan cocok untuk penelitian kualitatif.
  • Tidak dapat digeneralisasi ke populasi secara kuat.
  • Lebih cepat dan hemat biaya.

Jenis-Jenis Non Probability Sampling

Teknik ini memiliki beberapa jenis yang umum digunakan peneliti. Berikut penjelasan lengkapnya agar kamu lebih mudah menentukan yang mana paling cocok untuk penelitianmu, Grameds.

1. Convenience Sampling

Ini adalah teknik pemilihan sampel berdasarkan siapa saja yang paling mudah ditemui. Peneliti memilih responden yang tersedia, dekat, atau mudah dihubungi.

Contoh:
Menyebarkan kuesioner kepada teman kampus karena mereka mudah dijangkau.

2. Purposive Sampling

Teknik ini digunakan ketika peneliti memilih sampel berdasarkan kriteria tertentu yang relevan dengan penelitian.

Contoh:
Hanya mewawancarai guru Bahasa Inggris yang sudah mengajar lebih dari 5 tahun.

3. Quota Sampling

Peneliti menentukan kuota atau jumlah tertentu dari setiap kategori sampel, kemudian memilih responden yang memenuhi kuota tersebut.

Contoh:
60 responden perempuan dan 40 laki-laki untuk total 100 sampel.

4. Snowball Sampling

Digunakan saat peneliti sulit menemukan responden. Responden pertama akan merekomendasikan responden berikutnya, dan seterusnya.

Contoh:
Penelitian komunitas tertutup seperti pecandu alkohol atau kelompok tertentu.

5. Self-Selection Sampling

Responden memilih dirinya sendiri untuk terlibat dalam penelitian.

Contoh:
Mengisi survei online melalui iklan Instagram yang terbuka untuk umum.

Jenis Non Probability Sampling

Berikut adalah ringkasan jenis-jenis non probability sampling untuk menambah pengetahuanmu.

Jenis Teknik Cara Memilih Sampel Kelebihan Kekurangan
Convenience Responden yang paling mudah dijangkau Cepat & murah Bias sangat tinggi
Purposive Berdasarkan kriteria tertentu Lebih relevan Subjektif
Quota Menentukan kuota tiap kategori Terstruktur Tidak acak
Snowball Rekomendasi dari sampel sebelumnya Cocok populasi sulit Pertumbuhan sampel tidak terkontrol
Self-Selection Responden mendaftar sendiri Banyak data masuk Bias motivasi

Kapan Non Probability Sampling Digunakan?

Teknik ini cocok digunakan ketika:

  • Populasi sulit ditemukan.
  • Tidak ada daftar populasi lengkap.
  • Penelitian bersifat eksploratif.
  • Waktu dan anggaran terbatas.
  • Fokus penelitian lebih pada kedalaman data, bukan generalisasi.

Jadi, buat Grameds yang sedang menyusun tugas akhir atau riset kecil-kecilan, metode ini bisa menjadi pilihan yang tepat.

Perbedaan Non Probability Sampling vs Probability Sampling

Berikut adalah perbedaan non probability sampling vs probability sampling.

Aspek Non Probability Sampling Probability Sampling
Peluang Terpilih Tidak diketahui Sama dan diketahui
Objektivitas Subjektif Lebih objektif
Generalisasi Lemah Kuat
Biaya & Waktu Lebih murah dan cepat Butuh lebih banyak sumber daya
Jenis Penelitian Kualitatif / eksploratif Kuantitatif
Kemudahan Sangat fleksibel Butuh struktur ketat

Contoh Penggunaan Non Probability Sampling dalam Berbagai Bidang

Berikut adalah contoh penggunaan non probability sampling dalam berbagai bidang yang perlu kamu ketahui, Grameds.

1. Penelitian Sosial

Meneliti para pekerja informan yang tidak memiliki identitas resmi, seperti buruh lepas atau pekerja informal.

2. Pendidikan

Penelitian guru berprestasi dengan syarat tertentu, misalnya minimal 10 tahun mengajar.

3. Bisnis & Marketing

Mengumpulkan feedback dari pelanggan yang datang ke toko pada hari tertentu (convenience sampling).

4. Kesehatan

Mengambil sampel pasien penyakit langka menggunakan snowball sampling.

Kelebihan Non Probability Sampling

Banyak peneliti memilih metode ini karena beberapa alasan berikut:

Hemat Biaya dan Waktu

Metode ini tidak memerlukan penyusunan daftar populasi lengkap atau proses pengacakan yang rumit, sehingga penelitian bisa dilakukan lebih cepat dan murah.

Praktis

Peneliti dapat langsung memilih informan yang dianggap relevan dan paling mampu memberikan data yang dibutuhkan tanpa prosedur seleksi kompleks.

Sangat Cocok untuk Penelitian Kualitatif

Metode ini lebih menekankan kedalaman informasi dibanding representativitas angka, sehingga ideal untuk eksplorasi makna, pengalaman, atau fenomena sosial.

Fleksibel

Peneliti dapat menyesuaikan pemilihan informan sesuai kondisi lapangan, bahkan menambah atau mengganti sumber data jika diperlukan.

Kekurangan Non Probability Sampling

Berikut adalah kekurangan non probability sampling yang perlu kamu ketahui.

Tidak Bisa Digeneralisasi

Hasil penelitian tidak dapat mewakili seluruh populasi karena setiap orang tidak memiliki peluang terpilih yang sama atau jelas.

Bias Tinggi

Pemilihan sampel sangat bergantung pada subjektivitas peneliti, sehingga risiko bias dalam hasil penelitian menjadi lebih besar.

Tidak Cocok untuk Penelitian Statistik

Metode ini tidak menggunakan dasar probabilitas, sehingga tidak dapat dihitung secara statistik atau digunakan untuk analisis yang membutuhkan representativitas.

Cara Melakukan Non Probability Sampling

Berikut adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti saat menggunakan non probability sampling.

Tentukan Tujuan Penelitian

Pastikan arah penelitian jelas. Tentukan apakah riset bersifat eksploratif atau membutuhkan responden dengan karakteristik tertentu.

Pilih Jenis Teknik yang Tepat

Sesuaikan teknik non-probability sampling dengan kondisi lapangan, tujuan penelitian, serta jenis data yang ingin diperoleh.

Tentukan Kriteria Sampel

Jika menggunakan purposive sampling, buat kriteria yang jelas agar responden yang dipilih benar-benar relevan dengan fokus penelitian.

Tentukan Jumlah Sampel

Tidak ada jumlah pasti, namun tentukan sesuai kebutuhan analisis dan kedalaman data yang ingin dicapai.

Lakukan Pengumpulan Data

Gunakan metode seperti wawancara, survei, observasi, atau kombinasi beberapa teknik agar data yang diperoleh lebih kaya.

Jelaskan Keterbatasan Penelitian

Sertakan keterbatasan metode agar penelitian lebih transparan, objektif, dan sesuai standar akademik.

Tips Mengurangi Bias dalam Non Probability Sampling

Walaupun metode ini memiliki kelemahan, kamu tetap bisa meminimalisir bias dengan cara berikut ini, Grameds:

  • Menggunakan kombinasi teknik sampling.
  • Menetapkan kriteria sampel yang jelas dan ketat.
  • Menjelaskan keterbatasan dalam laporan.
  • Melakukan triangulasi data (misalnya wawancara + observasi).
  • Menghindari pemilihan sampel dari satu lokasi saja.

Kesimpulan

Grameds, non probability sampling adalah teknik pengambilan sampel yang dilakukan tanpa proses acak. Metode ini sangat fleksibel, hemat biaya, dan cocok untuk penelitian kualitatif.

Teknik ini mencakup convenience, purposive, quota, snowball, dan self-selection sampling. Walaupun tidak bisa digeneralisasi secara kuat, metode ini sangat membantu ketika populasi sulit dijangkau atau penelitian membutuhkan data yang kaya dan menyeluruh.

Rekomendasi Buku Terkait

1. Metodologi Penelitian

Metodologi Penelitian

Buku Metodologi Penelitian merupakan panduan komprehensif untuk memahami dan menerapkan pendekatan ilmiah dalam berbagai bidang ilmu. Buku ini membahas konsep dasar metodologi, metode kuantitatif, kualitatif, dan mixed methods, etika penelitian, serta teknik analisis data dengan dukungan perangkat lunak seperti SPSS, NVivo, dan PLS-SEM.

Dilengkapi dengan studi kasus, panduan penulisan ilmiah, manajemen referensi, serta pemanfaatan teknologi riset, buku ini membantu pembaca mengembangkan penelitian yang sistematis dan aplikatif. Cocok sebagai referensi perkuliahan, panduan penyusunan tugas akhir, serta rujukan bagi dosen dan peneliti dalam merancang studi berbasis bukti.

2. Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dalam Penelitian Disertai Contoh Proposal Penelitian

Metodologi Penelitian, Pendekatan Praktis dalam Penelitian Disertai Contoh Proposal Penelitian

Buku ini menekankan bahwa metodologi penelitian bukan hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktis dan mudah dipelajari. Dengan pembahasan yang ringkas dan jelas, buku ini membantu mahasiswa, dosen muda, dan peneliti pemula memahami proses penelitian dari awal hingga penyusunan laporan akhir.

Materi yang disajikan meliputi perumusan masalah, hipotesis, pemilihan metode, kajian literatur, penentuan variabel dan instrumen, pengumpulan serta analisis data, hingga penulisan laporan. Dilengkapi contoh proposal penelitian dasar dan terapan, buku ini menjadi panduan lengkap untuk menyusun penelitian secara sistematis dan tepat.

3. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan

Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif & Penelitian Gabungan

Buku ajar ini memandang penelitian sebagai sistem terintegrasi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik internal maupun eksternal. Buku ini menekankan bahwa ketepatan hasil riset tidak hanya bergantung pada satu aspek, tetapi pada keseluruhan proses penelitian.

Disusun secara konseptual dalam 17 bab, buku ini membahas metode kuantitatif, kualitatif, dan gabungan, dilengkapi ilustrasi, tabel, dan diagram. Dengan cakupan yang sistematis, buku ini menjadi referensi utama bagi mahasiswa untuk memahami dan menerapkan metode penelitian secara menyeluruh.

4. METODE PENELITIAN KUANTITATIF

METODE PENELITIAN KUANTITATIF

Penelitian kuantitatif merupakan metode ilmiah untuk mengidentifikasi dan memahami kausalitas hubungan antarbagian. Inti dari penelitian kuantitatif adalah pengukuran bahwa terdapat hubungan yang mendasar antara pengamatan dari pengalaman nyata dan representasi matematis dari hubungan kuantitatif.

Dalam metode kuantitatif, dominasi positivisme menjadi kekhasan tersendiri. Pandangan positivis menekankan pentingnya pengukuran objektif, pengamatan sistematis, dan analisis statistik untuk memahami fenomena sosial. 

5. Metode Penelitian Pendidikan

Metode Penelitian Pendidikan

Buku Metode Penelitian Pendidikan karya Prof. Dr. Drs. Syaiful, M.Pd. disusun sebagai referensi bagi mahasiswa, pendidik, dan peneliti yang ingin mendalami penelitian, khususnya di bidang pendidikan. Dengan penekanan pada konsep dasar dan contoh sederhana, buku ini dirancang agar mudah dipahami dan langsung diterapkan.

Materinya mencakup proses penelitian pendidikan, metodologi, instrumen, pengumpulan dan analisis data, hingga teknik penulisan laporan. Meski berfokus pada pendidikan, buku ini juga relevan untuk bidang lain sebagai panduan praktis dalam melakukan penelitian secara sistematis.

Written by Vania Andini