bahasa gaul gen z – Halo, Grameds! Pernah nggak sih kamu baca caption atau komentar di media sosial tapi malah bingung sendiri karena banyak istilah-istilah baru? Tenang, kamu nggak sendirian.
Bahasa-bahasa gaul Gen Z ini berkembang sangat cepat di internet, terutama karena pengaruh media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X.
Artikel ini akan membahas bahasa gaul Gen Z yang paling sering dipakai di media sosial lengkap dengan arti dan juga contoh penggunaannya. Yuk, Grameds, simak untuk daftar lengkapnya!
Apa Itu Bahasa Gaul Gen Z?
Bahasa gaul Gen Z adalah bentuk bahasa informal yang digunakan oleh generasi kelahiran sekitar 1997–2012. Bahasa ini biasanya muncul dari:
- Media sosial
- Meme
- Budaya pop
- Campuran bahasa Indonesia, Inggris, dan singkatan
50 Bahasa Gaul Gen Z Lengkap dengan Arti dan Contohnya
Berikut adalah daftar bahasa-bahasa gaul yang seringkali digunakan oleh Gen Z di media sosial.
- No Cap
“No cap” dipakai untuk menegaskan bahwa seseorang sedang berkata jujur tanpa dilebih-lebihkan. Istilah ini sering muncul di obrolan santai atau media sosial sebagai penekanan agar orang lain percaya. Contoh: “Film itu bagus banget, no cap.” - Slay
“Slay” merupakan pujian yang menandakan seseorang tampil keren, percaya diri, atau sukses melakukan sesuatu. Biasanya digunakan untuk mengapresiasi penampilan, performa, atau pencapaian. Contoh: “Kamu slay banget pas presentasi.” - Sus
“Sus” berasal dari kata suspicious dan digunakan saat sesuatu terasa janggal atau mencurigakan. Bisa bernada bercanda maupun serius tergantung konteksnya. Contoh: “Alasannya sus banget.” - Delulu
“Delulu” menggambarkan kondisi terlalu berkhayal atau berekspektasi tidak realistis, sering dipakai secara humoris. Umumnya muncul dalam obrolan soal cinta atau fandom. Contoh: “Ngerasa dia suka balik? Delulu sih.” - Flex
“Flex” berarti memamerkan barang, pencapaian, atau pengalaman untuk menunjukkan status atau keberhasilan. Istilah ini sangat lekat dengan unggahan media sosial. Contoh: “Dia lagi flex liburan.” - Vibe
“Vibe” merujuk pada suasana atau energi yang terasa dari tempat, orang, atau situasi tertentu. Kata ini sering dipakai untuk menggambarkan kesan emosional. Contoh: “Tempat ini vibenya nyaman.” - Lowkey
“Lowkey” digunakan saat seseorang memiliki perasaan atau keinginan tertentu tetapi tidak ingin mengungkapkannya secara terang-terangan. Biasanya bernuansa halus. Contoh: “Aku lowkey setuju.” - Highkey
Kebalikan dari lowkey, “highkey” menunjukkan perasaan atau pendapat yang jelas, kuat, dan diakui secara terbuka. Contoh: “Aku highkey capek hari ini.” - Bet
“Bet” dipakai sebagai tanda persetujuan atau kesiapan melakukan sesuatu. Maknanya mirip dengan “oke” atau “siap”. Contoh: “Jam tujuh ya.” — “Bet.” - Mid
“Mid” digunakan untuk menilai sesuatu yang terasa biasa saja dan tidak sesuai ekspektasi. Tidak jelek, tapi juga tidak istimewa. Contoh: “Menurutku filmnya mid.” - Simp
“Simp” merujuk pada orang yang terlalu berlebihan dalam memberikan perhatian atau pengorbanan pada orang yang disukai. Biasanya bernuansa bercanda. Contoh: “Dia simp banget sama gebetannya.” - Rizz
“Rizz” menggambarkan pesona atau karisma seseorang, terutama dalam menarik perhatian secara romantis. Contoh:“Dia punya rizz alami.” - AF
Singkatan dari as f**, “AF” berfungsi untuk memperkuat kata sifat agar terdengar sangat intens. Contoh: “Capek AF hari ini.” - Mood
“Mood” dipakai saat sesuatu sangat mewakili perasaan atau kondisi emosional seseorang. Sering muncul di meme atau caption. Contoh: “Foto itu mood banget.” - Salty
“Salty” menggambarkan rasa kesal, iri, atau baper akibat situasi tertentu. Biasanya muncul dalam konteks kompetisi atau konflik kecil. Contoh: “Dia salty karena kalah.” - Bussin’
“Bussin’” digunakan untuk menyebut makanan yang rasanya sangat enak. Istilah ini populer dalam review kuliner. Contoh: “Ayamnya bussin’ parah.” - Main Character
Istilah ini menggambarkan seseorang yang hidup dengan percaya diri seolah dirinya adalah tokoh utama. Biasanya bernuansa positif dan motivasional. Contoh: “Dia punya main character energy.” - FOMO
“FOMO” adalah rasa takut ketinggalan tren atau momen yang dialami orang lain. Sangat umum di era media sosial. Contoh: “Ikut acara itu karena FOMO.” - JOMO
Kebalikan dari FOMO, “JOMO” menekankan kebahagiaan karena memilih tidak ikut keramaian dan menikmati waktu sendiri. Contoh: “Weekend ini JOMO aja.” - Ghosting
“Ghosting” berarti tiba-tiba menghilang tanpa kabar dan memutus komunikasi, biasanya dalam hubungan personal. Contoh: “Dia ghosting setelah chat intens.” - Stan
“Stan” berarti menjadi penggemar berat dan mendukung seseorang atau sesuatu secara total. Contoh: “Aku stan grup itu.” - Tea
“Tea” merujuk pada gosip atau cerita menarik yang ingin dibagikan. Contoh: “Spill the tea dong.” - POV
“POV” digunakan untuk menunjukkan sudut pandang tertentu dalam cerita atau konten video. Contoh: “POV: kamu telat masuk kelas.” - Touch Grass
Ungkapan ini menyindir orang yang terlalu larut di dunia digital agar kembali ke realitas. Contoh: “Kebanyakan online, touch grass dulu.” - It’s Giving…
Frasa ini dipakai untuk menggambarkan kesan atau aura yang terpancar dari seseorang atau situasi. Contoh: “It’s giving main character vibes.” - Relate
“Relate” digunakan saat seseorang merasa sangat terhubung dengan cerita atau pengalaman orang lain. Contoh: “Cerita kamu relate banget.” - Cringe
“Cringe” menggambarkan rasa malu atau risih karena melihat sesuatu yang canggung atau berlebihan. Contoh:“Videonya bikin cringe.” - Red Flag
“Red flag” menandakan tanda bahaya dalam sikap atau perilaku seseorang. Contoh: “Itu red flag sih.” - Green Flag
Sebaliknya, “green flag” menunjukkan sikap positif yang sehat dan patut dipertahankan. Contoh: “Dia green flag banget.” - Healing
“Healing” digunakan untuk menggambarkan aktivitas pemulihan mental dari stres atau burnout. Contoh: “Aku butuh healing.” - Oversharing
“Oversharing” berarti membagikan terlalu banyak hal pribadi, terutama di ruang publik. Contoh: “Dia oversharing di medsos.” - Understood the Assignment
Frasa ini menunjukkan bahwa seseorang benar-benar memahami tugas dan mengeksekusinya dengan tepat. Contoh:“Outfit kamu? Understood the assignment.” - Core Memory
“Core memory” merujuk pada pengalaman hidup yang sangat berkesan dan membentuk emosi. Contoh: “Itu core memory banget.” - Soft Launch
“Soft launch” berarti memperkenalkan sesuatu secara samar tanpa pernyataan langsung. Contoh: “Dia soft launch pacarnya.” - Hard Launch
“Hard launch” adalah pengumuman resmi dan terbuka ke publik. Contoh: “Akhirnya hard launch.” - NPC
“NPC” menyebut orang yang dianggap pasif atau hanya mengikuti arus. Contoh: “Dia kayak NPC.” - Plot Twist
“Plot twist” menggambarkan kejadian tak terduga yang mengubah situasi. Contoh: “Endingnya plot twist.” - Canon Event
“Canon event” adalah pengalaman hidup penting yang dianggap tak terhindarkan. Contoh: “Itu canon event hidupku.” - Valid
“Valid” digunakan untuk mengakui bahwa perasaan seseorang wajar dan masuk akal. Contoh: “Perasaan kamu valid.” - Bare Minimum
“Bare minimum” berarti usaha paling dasar yang seharusnya sudah jadi standar. Contoh: “Itu bare minimum.” - Gaslighting
“Gaslighting” adalah manipulasi yang membuat seseorang meragukan realitasnya sendiri. Contoh: “Dia gaslighting aku.” - Cancelled
“Cancelled” berarti kehilangan dukungan publik karena kontroversi. Contoh: “Dia kena cancelled.” - Safe Space
“Safe space” adalah tempat atau orang yang membuat seseorang merasa aman secara emosional. Contoh: “Kamu safe space aku.” - Unhinged
“Unhinged” menggambarkan perilaku yang terasa lepas kendali tapi sering dianggap lucu. Contoh: “Thread itu unhinged.” - Emotionally Drained
Istilah ini menggambarkan kondisi kelelahan emosional akibat tekanan berkepanjangan. Contoh: “Aku emotionally drained.” - Soft Spoken
“Soft spoken” merujuk pada cara bicara yang lembut dan tenang. Contoh: “Dia soft spoken.” - Hard Truth
“Hard truth” adalah kenyataan pahit yang sulit diterima. Contoh: “Itu hard truth.” - Manifesting
“Manifesting” berarti meyakini dan membayangkan sesuatu agar terwujud. Contoh: “Lagi manifesting kerjaan baru.” - Burnout
“Burnout” adalah kelelahan fisik dan mental akibat tekanan berlebihan. Contoh: “Aku lagi burnout.” - Real
“Real” digunakan untuk menyatakan persetujuan karena sesuatu terasa jujur dan relevan. Contoh: “Real. Setuju banget!”
Kesimpulan
Grameds, perkembangan media sosial seperti TikTok, Instagram, dan X mempercepat lahirnya istilah-istilah baru yang sering digunakan oleh Gen Z.
Dari daftar bahasa gaul Gen Z di atas, mana favorit kamu, Grameds?
Rekomendasi Buku Terkait
Buku Jago Percakapan Slang English merupakan panduan praktis bagi siapa saja yang ingin mengasah kemampuan dalam memahami dan menggunakan bahasa Inggris gaul atau slang. Di dalamnya, pembaca akan dikenalkan pada berbagai jenis slang yang umum digunakan dalam percakapan sehari-hari, baik di Amerika Serikat maupun Inggris. Buku ini tidak hanya menjelaskan arti dari setiap istilah slang, tetapi juga membahas latar belakang serta konteks penggunaannya. Melalui buku ini, pembaca akan belajar cara mengenali slang, memahami maknanya, dan menggunakannya secara tepat dalam percakapan informal.
2. Ragam Slang dalam Komunikasi Digital 
Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih dalam mengenai berbagai bentuk slang words yang digunakan dalam komunikasi digital masa kini. Di dalamnya, pembaca diajak untuk mengeksplorasi cara penggunaan slang dalam pesan singkat, obrolan daring, media sosial, hingga berbagai platform digital lainnya. Slang dalam konteks ini tidak hanya memperkaya ekspresi, tetapi juga mencerminkan identitas kelompok dan menciptakan gaya komunikasi yang santai, akrab, dan lebih personal.


