Bahasa Indonesia Sastra

Narasi adalah: Pengertian, Ciri, Struktur, Jenis, dan Cara Menulis

Narasi adalah
Written by Rahma Fiska

Narasi adalah – Dua hal yang paling identik dari teks narasi adalah cerita rakyat dan dongeng-dongeng pengantar tidur yang terus dipelihara sampai sekarang. Negara kita punya banyak sekali cerita rakyat dari berbagai daerah.

Misalnya cerita soal asal mula gunung Tangkuban Parahu yaitu cerita malin kundang. Dalam kisah ini, Malin Kundang jatuh cinta pada ibunya sendiri lalu melamarnya. Sang ibu yang sadar bahwa Malin Kundang adalah anaknya, menolak lamaran tersebut. Malin pun marah, lalu menendang sebuah perahu yang kemudian berubah menjadi gunung.

Masih banyak cerita lain yang mungkin sudah kamu hafal di luar kepala. Seperti kisah soal asal-usul kota Surabaya, dongeng kancil, asal-usul Candi Prambanan, dan sejenisnya. Umumnya, cerita-cerita tersebut punya hikmah serta pelajaran yang bisa diambil pembacanya.

Tapi sebenarnya apa sih yang dimaksud teks narasi? Bagaimana ciri-ciri, struktur, karakteristik, unsur-unsur, dan apa saja jenis-jenisnya? Jawabannya bisa kamu temukan dalam penjelasan di bawah ini.

Apa itu Teks Narasi?

Secara singkat, teks narasi adalah teks yang menceritakan sebuah peristiwa secara berurutan dan bisa berupa fiksi (imajinasi) atau nonfiksi. Widjono (2007) menjelaskan pengertian narasi sebagai:

“Uraian yang mengisahkan kejadian, tindakan, maupun keadaan secara berurutan dari awal sampai akhir sehingga saling berhubungan antara satu dan yang lainnya. Bahasa yang digunakan biasanya bersifat naratif. Contohnya seperti roman, kisah, novel, biografi, atau cerpen.”

Teks narasi sendiri dibuat untuk menyampaikan informasi, memberikan pengetahuan, dan untuk dijadikan hiburan bagi pembaca atau pendengarnya. Selain itu, teks ini juga bisa digunakan untuk menggambarkan suatu peristiwa, pengalaman, maupun gagasan kepada orang lain secara rinci berdasarkan perkembangan dari waktu ke waktu.

Dari penjelasan singkat ini, bisa ditarik kesimpulan bahwa narasi memiliki identik dengan:

  1. Cerita atau kisah
  2. Menonjolkan tokoh atau pelaku
  3. Menurut perkembangan dari waktu ke waktu
  4. Disusun secara sistematis.

Jika Grameds ingin lebih familiar lagi dengan teks narasi, tak ada salahnya kamu membaca kembali buku-buku dongeng yang ada di Indonesia. Misalnya seperti buku Kumpulan Dongeng Rakyat Indonesia yang disusun oleh Tim Sayembara Dongeng Rakyat.

Narasi adalah

Ciri-Ciri Teks Narasi

Meski narasi lebih fokus pada cerita tentang peristiwa atau kejadian, namun tidak semua teks yang memuat peristiwa maupun kejadian bisa disebut narasi. Sebab ada ciri-ciri penting yang harus dipenuhi agar sebuah teks menjadi teks narasi:

  1. Menceritakan peristiwa atau pengalaman penulisnya
  2. Kejadian atau peristiwa yang diceritakan merupakan kejadian yang benar-benar terjadi atau imajinasi atau gabungan keduanya.
  3. Berdasarkan pada konfliks
  4. Mempunyai nilai estetika
  5. Harus disusun secara kronologis.

Struktur Teks Narasi

Supaya Grameds lebih memahami teks narasi, kamu harus tahu bagaimana strukturnya. Dengan begitu, Grameds akan mengetahui mana yang menjadi awal, klimaks, dan akhir dari cerita yang kamu baca.

Teks jenis satu ini merupakan teks yang memiliki empat bagian utama. Pertama ada bagian orientasi, lalu komplikasi, resolusi, dan terakhir ada coda. Simak penjelasan singkat keempat bagian tersebut di bawah ini:

1. Orientasi (orientation)

Orientasi adalah tahap pengenalan cerita. Di sini penulis memberikan berbagai informasi detail mengenai tokoh-tokoh yang terlibat, latar belakang tempat, dan juga waktunya.

2. Komplikasi (complication)

Bagian ini biasanya menjadi tahap penggambaran yang berisikan awal mula dari masalah atau konflik dalam cerita. Kemudian ada juga reaksi yang diberikan oleh tokoh-tokoh yang terlibat pada masalah tersebut. Dan terakhir klimaks atau puncak masalahnya.

Nah komplikasi ini adalah bagian yang paling seru dari teks naratif. Pasalnya di sini kamu bisa menemukan proses jatuh bangun tokoh utamanya, bagaimana cara dia melewati titik terendah dalam hidupnya, dan momen apa yang membuatnya bangkit kembali.

3. Resolusi (resolution)

Resolusi adalah tahap pemecahan masalah dan ditandai dengan penurunan konflik sampai dengan selesai atau tuntas. Seringkali, banyak orang yang membaca teks narasi mengharapkan akhir atau penyelesaian yang bahagia. Namun teks narasi bisa berakhir bagaimana saja.

Beberapa ada yang membuat pembacanya merasa sedih, beberapa yang lain bahkan memiliki akhir yang tragis. Terlepas dari hal ini, seorang pembaca teks narasi pasti mendapatkan kesan mendalam dari cerita yang mereka baca.

4. Coda (reorientation)

Ini adalah tahap pemuatan pesan moral atau amanat dari kisah yang diceritakan. Bagian ini jamak ditulis sebagai penutup cerita. Dan yang paling penting, coda dalam teks narasi itu opsional alias tidak wajib ada.

Karakter Struktur Teks Narasi

Keempat bagian yang dijelaskan di atas harus kamu pahami karena dapat membantu mempermudah proses menulis teks narasi. Tak hanya itu saja, kamu juga perlu mengetahui karakteristik dari setiap bagian teks narasi, dengan begitu ceritamu akan menjadi lebih menarik lagi bagi pembacanya atau pendengarnya.

1. Karakteristik bagian orientasi

Orientasi (orientation) adalah tahap paling awal di dalam sebuah teks narasi. Biasanya bagian ini ditandai dengan kalimat “pada suatu hari”, “pada jaman dulu”, dan sebagainya lalu diikuti dengan deskripsi tokoh serta tempat (setting) nya.

Selain itu, bagian orientasi juga kadang-kadang diawali oleh masalah yang sedang dialami tokoh utamanya. Jenis ini lebih umum digunakan untuk teks narasi yang menceritakan kisah nyata.

2. Karakteristik bagian komplikasi

Bagian ini menandakan kemunculan masalah yang dialami oleh tokoh utama dan biasanya dimulai dengan frasa “suatu hari” atau yang lainnya, lalu diikuti oleh deskripsi dari masalahnya. Tak jarang, bagian ini ditulis dengan sangat rumit dan menegangkan, bahkan penulis menggunakan kalimat yang dapat mendramatisir keadaan seperti “dia terus menangis”, “si kancil enggan makan selama tiga hari”, dan lain sebagainya.

3. Karakteristik bagian resolusi

Di bagian ini, biasanya tokoh utama sudah berhasil mengatasi masalah yang sedang dia hadapi. Paling tidak, dia sudah menemukan bagaimana cara untuk menyelesaikannya. Nah, bagian ini sering ditandai dengan bersatunya para tokoh dan mendapatkan hidup yang bahagia.

Karena itu, penulis teks narasi banyak menggunakan frasa kata keterangan atau adverbia seperti “hidup bahagia selama-lamanya” maupun kata sifat yang menunjukan perasaan bahagia.

Namun ada juga beberapa teks narasi dengan frasa atau kata-kata yang menunjukkan perasaan negatif seperti kesedihan, kecewa, emosi, dan lain-lain.

4. Karakteristik bagian coda

Coda memang tidak selalu ada dalam teks narasi karena sifatnya yang opsional. Namun jika kamu ingin membuat cerita yang menginspirasi atau memuat pesan moral di dalamnya, sebaiknya gunakan coda, sebab bagian ini biasanya berisi pesan moral yang menggunakan kata-kata dengan makna mendalam.

Unsur-Unsur

Selain ciri-ciri yang sudah disebutkan sebelumnya, teks narasi juga harus memiliki unsur-unsur tertentu, diantaranya:

  • Tema atau gagasan pokok dari cerita yang akan kamu kisahkan. Misalnya seperti cerita tentang pertemanan, keluarga, cinta, perpisahan, atau yang lainnya
  • Latar atau informasi tentang tempat dan juga waktu yang menjelaskan kapan dan di mana peristiwa dalam cerita terjadi.
  • Alur atau pola penyampaian peristiwa dalam cerita. Alur ini bisa maju, mundur, maupun maju mundur.
  • Tokoh atau karakter yang ada dalam cerita. Biasanya ada tokoh utama atau protagonis, lawan tokoh utama atau antagonis, dan penengah atau tritagonis.
  • Sudut pandang atau arah pandangan dan penyampaian yang digunakan oleh penulis dalam menceritakan ceritanya. Sudut pandang yang umum digunakan adalah sudut pandang orang pertama, orang kedua, dan ketiga.

Jenis-Jenis Teks Narasi

Narasi adalah

unsplash.com

Kamu mungkin sudah sering membaca cerita-cerita yang menyentuh hati seperti Cantik Itu Luka dari Eka Kurniawan, Laut Bercerita karangan Leila S. Choudori, Laskar Pelangi yang sukses sampai ke luar negeri.

Kisah dan cerita dalam teks narasi dapat mendorong pembacanya mengeluarkan berbagai emosi seperti sedih, penasaran, bahagia, maupun semangat. Nah berdasarkan dari ragam ceritanya, teks narasi bisa dibagi lagi menjadi tiga jenis, yaitu:

1. Narasi Ekspositoris (Informatif)

Narasi ekspositorik merupakan teks yang tujuan utamanya untuk menyampaikan informasi tentang suatu peristiwa dengan tepat. Jenis narasi yang satu ini dapat memperluas pengetahuan pembaca maupuan pendengarnya.

Di samping itu, penulis narasi ekspositorik senang menceritakan peristiwa yang benar-benar terjadi dan dengan data yang bisa dipertanggungjawabkan. Tokoh yang ditonjolkan biasanya hanya satu orang sehingga cerita berpusat pada kehidupannya, mulai dari kecil sampai titik akhir tertentu.

Seperti namanya, karangan narasi ini dipenuhi dengan eksposisi. Otomatis berbagai ketentuan eksposisi juga harus ada di dalamnya. Misalnya, menggunakan bahasa yang logis, mengacu pada fakta yang ada, dan sifatnya objektif.

2. Narasi Artistik

Narasi artistik adalah jenis yang narasi yang memiliki sifat fiksi atau nonfiksi. Umumnya narasi ini menceritakan sebuah kisah dengan tujuan menjadi hiburan dan memberikan pengalaman yang indah (estetik) bagi pembaca atau pendengarnya.

3. Narasi Sugestif

Terakhir adalah narasi sugestif atau sebuah narasi yang dibuat untuk menyampaikan maksud tertentu, bisa juga menyampaikan amanat tersembunyi pada pembaca atau pendengar. Dengan begitu, mereka yang membaca jenis narasi ini akan merasa sedang melihat peristiwa yang diceritakan secara langsung.

Kaidah Kebahasaan pada Teks Narasi

Teks narasi juga memiliki kaidah kebahasaan khusus yang harus dipenuhi, dan ini banyak diterapkan oleh banyak penulis. Adapun kaidah kebahasaan tersebut adalah:

  • Menggunakan penunjuk waktu yang mengarah pada masa lalu (telah lewat).
  • Menggunakan kata penghubung kronologis yang memberi informasi tentang urutan waktu terjadinya peristiwa dalam cerita tersebut.
  • Menggunakan kata kerja tindakan
  • Menggunakan kalimat tidak langsung untuk memaparkan apa yang disampaikan oleh tokoh dalam cerita
  • Menggunakan kata kerja mental atau pikiran. Maksudnya, kata kerja tersebut dapat menunjukkan pikiran dan perasaan setiap tokoh dalam cerita.
  • Pada umumnya menggunakan sudut pandang orang pertama yang membuat penulis seolah-olah terlibat dalam peristiwa yang sedang diceritakan. Itulah sebabnya banyak teks narasi menggunakan kata “aku”, “saya”, dan juga “kami”.
  • Beberapa penulis juga menggunakan sudut pandang orang ketiga yang membuatnya menjadi pengamat dan serba tahu. Artinya penulis mengetahui semua pemikiran serta tindakan setiap tokoh dalam ceritanya. Maka dari itu, penulis yang menggunakan sudut pandang ini, biasanya memilih kata “dia” dan “mereka” dalam ceritanya.

Kaidah bahasa Indonesia tentunya tidak hanya dipakai dalam teks narasi, itulah sebabnya Grameds perlu membaca buku Kamus Khusus Kaidah dan Pemakaian Bahasa Indonesia yang ditulis oleh Dr. S. Effendi agar kemampuan menulis kamu makin baik lagi.

Narasi adalah

Langkah-Langkah Menulis Karangan Narasi

Narasi adalah

unsplash.com

Narasi merupakan sebuah cerita yang dibuat atau ditulis untuk hiburan. Maka, teks narasi harus dikemas semenarik mungkin, untuk itu kamu mesti bisa memilih gagasan atau peristiwa yang bagus untuk diceritakan kembali.

Untuk mewujudkannya, Grameds bisa mencoba dua tips singkat berikut ini:

  • Carilah sumber inspirasi dari peristiwa yang terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Lalu buat cerita yang membuat pembaca atau pendengar penasaran dan terus mengikuti ceritanya sampai selesai.
  • Selain itu, buat detail cerita secara detail agar pembaca atau pendengar punya gambaran yang jelas atas kejadian atau situasi dalam cerita kamu. Contohnya, saat tokoh utama dalam cerita mendengar sebuah suara, jelaskanlah suara apa yang sebenarnya dia dengar. Bila perlu, tambahkan dialog agar situasinya terlihat lebih nyata.

Ingat baik-baik dua tips ini saat Grameds akan menulis teks narasi, setelah itu pelajari setiap langkah yang harus kamu lakukan.

1. Menentukan tujuan

Tujuan penulisan teks narasi ini akan menentukan bentuk teks yang kamu kembangkan nantinya. Di samping itu, dari tujuan ini kamu juga bisa menyasar pembaca dan media yang lebih tepat. Beberapa alasan yang membuat orang-orang menulis teks narasi adalah:

  1. Berbagi pengalaman pada orang lain
  2. Mengingat kembali salah satu peristiwa atau kejadian yang sangat berharga
  3. Atau untuk memenuhi tugas dari guru maupun dosen

2. Menentukan jenis teks narasi yang akan digunakan

Sebelum memulai penulisan, Grameds perlu menentukan jenis teks narasi yang akan kamu gunakan. Apakah jenis ekspositoris, artistik, atau sugestif. Dengan begitu, cerita yang kamu karang tidak akan melebar ke mana-mana dan fokus pada gagasan utamanya.

3. Memilih gagasan

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, gagasan bisa kamu dapatkan dari peristiwa atau kejadian dalam kehidupan sehari-hari. Baik yang kamu alami sendiri maupun dari pengalaman orang lain.

Dalam memilih gagasan, sebaiknya fokus pada satu peristiwa yang terjadi dalam periode waktu tertentu saja. Sehingga cerita yang kamu tulis jadi lebih terarah dan mudah dipahami oleh pembaca atau pendengar.

Beberapa contoh gagasan yang bisa kamu kembangkan jadi teks narasi diantaranya adalah:

  1. Peristiwa lucu, memalukan, atau menyedihkan yang terjadi di sekolah.
  2. Peristiwa yang terjadi di lingkungan sekitarmu.
  3. Peristiwa misterius yang Grameds alami bersama keluarga

4. Mengembangkan gagasan

Agar gagasan yang kamu pilih dapat dikembangkan menjadi lebih menarik, kamu bisa mengikuti cara-cara berikut ini:

  • Gambarkan latar secara rinci. Apa saja yang kamu lihat, dengar, dan rasakan
  • Gambarkan tokoh utama secara rinci. Mulai dari karakteristik–penampilan, cara berpakaian, cara bicara, postur tubuh, ekspresi wajah, aroma tubuhnya–dan dialog-dialog yang mereka ucapkan.
  • Tulis apa yang terjadi secara gamblang dan jelas.
  • Tulis pesan moral agar pembaca bisa memetik hikmah dari teks yang kamu tulis

Supaya kamu menjadi seorang penulis yang ahli dalam mengembangkan gagasan–khususnya untuk cerita fiksi, coba baca buku 13 Mantra Menulis Fiksi yang ditulis oleh @ImperialJathee.

Narasi adalah

5. Menyusun teks

Menyusun teks narasi bisa dimulai dengan membuat outline yang berisi peristiwa penting yang akan kamu ceritakan. Kemudian pilih susunan atau urutan teks yang menurut kamu paling pas dengan peristiwa tersebut. Susunan atau urutan yang bisa kamu pilih adalah:

  • Menulis secara runut dari awal perkenalan cerita
  • Menulis dari pertengahan cerita
  • Menulis dari akhir cerita

6. Tentukan judul

Setelah selesai menuliskan teks narasi, kamu bisa langsung menentukan judul untuk teks tersebut. Nah, dalam tahap ini kamu harus mampu menarik pembaca untuk mengetahui isi dari cerita yang kamu tulis dengan cara-cara berikut ini:

  • Menggunakan tanda kutip
  • Fokus pada makna cerita
  • Mengutip salah satu dialog atau tahapan dalam teks yang kamu buat

Kini kita telah memahami narasi dan hal-hal yang terkait dengan teks narasi. Grameds bisa membaca buku-buku mengenai penulisan dengan mengunjungi Gramedia.com agar kamu memiliki informasi #lebihDenganMembaca.

Penulis: Gilang

BACA JUGA:

  1. Ciri-Ciri dan Contoh Cerita Fiksi, Ini Penjelasan Lengkapnya
  2. Perbedaan Antara Unsur Buku Fiksi dan Non Fiksi
  3. Kumpulan Contoh Cerita Non Fiksi dari Buku, Biografi, dan Sejarah
  4. 7 Unsur Intrinsik Novel yang Wajib Diketahui
  5. Apa Itu Koda? Pengertian dan Penerapannya di Dalam Sebuah Cerita
  6. Contoh Resensi Buku: Pengertian, Manfaat, Unsur, dan Cara Meresensi Buku

About the author

Rahma Fiska

Saya fiska sangat senang dengan dunia menulis. Saya juga sudah menghasilkan beberapa tulisan, salah satunya pada website gramedia.com. Saya senang menulis tentang sastra