Uncategorized

Pengertian dan Ciri-ciri Puisi (Lama & Baru)

ciri ciri puisi lama dan baru
Written by Wida Kurniasih

Ciri-ciri Puisi dan Karakteristiknya – Grameds, apakah kamu senang membaca sebuah karya sastra? Karya sastra yang ada di Indonesia beragam. Mulai dari novel sampai cerpen. Salah satunya adalah puisi. Puisi adalah sebuah kumpulan kata-kata indah yang disukai oleh banyak orang. Banyak orang yang suka membaca bahkan menulis puisi.

[algolia_carousel]

Akan tetapi, apakah Grameds sudah tahu mengenai hal lebih dalam dari puisi? Tidak semua hal-hal atau kalimat indah yang disusun disebut sebagai puisi. Artikel ini akan menjelaskan mengenai pengertian puisi, jenis-jenis puisi dan ciri-ciri dari puisi.

Pengertian Puisi

Pengertian dan Ciri-ciri Puisi (Lama & Baru) 1Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra. Puisi adalah sebuah hasil dari perasaan dan ungkapan dari seorang penyair. Bahasa yang digunakan dalam puisi terikat matra, irama, rima, penyusunan lirik dan bait. Selain itu, puisi adalah sebuah karya sastra yang penuh dengan makna-makna di dalamnya.

Kalimat-kalimat di dalam puisi mengungkapkan pikiran serta perasaan dari penyair. Ungkapan-ungkapan ditulis secara imajinatif, beserta disusun dalam mengkonsentrasikan kekuatan dari bahasa. Didalamnya juga terdapat struktur fisik dan struktur batin.

Sebuah puisi umumnya mengutamakan bunyi, bentuk serta makna yang terkandung di dalam setiap kalimat. Makna tersebut adalah sebuah bukti puisi, baik jika ada makna yang mendalam dengan memadatkan semua unsur bahasa yang ada.

Baca juga: Pengertian Puisi

Pengertian puisi menurut para ahli adalah sebagai berikut:

1. KBBI

Dalam KBBI, puisi diartikan sebagai gubahan dalam bahasa yang bentuknya dipilih dan ditata secara cermat. Sehingga mempertajam kesadaran orang akan pengalaman hidup. Selain itu, untuk membangkitkan tanggapan khusus lewat penataan bunyi, irama dan makna khusus.

2. HB Jassin

Menurut HB Jassin, puisi merupakan pengucapan yang dilakukan dengan perasaan. Di dalam puisi mengandung sebuah pikiran-pikiran. Selain itu, di dalam puisi juga mengandung sebuah tanggapan.

3. Putu Arya Tirtawirya

Puisi menurut Putu Arya Tirtawirya adalah suatu ungkapan secara implisit dan samar. Makna yang terkandung di dalam puisi tersirat. Kata-katanya condong pada sebuah makna konotatif.

4. Muhammad Hj. Salleh

Muhammad Hj. Salleh mengartikan bahwa puisi adalah suatu bentuk karya sastra yang kental dengan music bahasa. Selain itu, terdapat pula suatu kebijaksanaan dari si penyair dan tradisinya. Berkat dari kekentalan itu, puisi yang dibaca tersebut akan membuat pembaca lebih bijaksana.

5. Herman Waluyo

Puisi menurut Herman Waluyo adalah sebuah karya sastra yang tertulis. Karya ini yang paling awal ditulis oleh manusia.

6. James Reeves

James Reeves menjelaskan bahwa puisi adalah sebuah ekspresi dan bahasa. Ekspresi tersebut kaya dan penuh dengan daya pikat.

7. Herbert Spencer

Herbert Spencer menjelaskan bahwa puisi adalah sebuah bentuk pengucapan gagasan. Sifat dari puisi adalah emosional. Selain itu, sebuah puisi akan mempertimbangkan suatu keindahan.

8. Usman Awang

Menurut Usman Awang, puisi bukanlah suatu nyanyian orang yang sedang putus asa yang mencari sebuah ketenangan serta kepuasan di dalam puisi yangs sdang ia tuliskan.

Menapaki Jalan Kehidupan (Sebuah Antologi Puisi)

Menapaki Jalan Kehidupan (Sebuah Antologi Puisi)

Beli Buku di GramediaJenis-jenis puisi

Pengertian dan Ciri-ciri Puisi (Lama & Baru) 2Puisi dapat dikelompokan berdasarkan beberapa kategori. Berikut ini adalah jenis-jenis puisi yang berkembang di Indonesia.

1. Puisi lama (klasik)

Puisi lama disebut juga dengan puisi klasik. Puisi lama adalah sebuah puisi yang memiliki aturan. Puisi ini masih terikat dengan berbagai aturan dan juga sebuah ketentuan-ketentuan tertentu. Contohnya seperti jumlah baris yang harus sama pada setiap baik. Selain itu, rima yang ada di dalam puisi juga harus sama. Contohnya seperti mantra atau gurindam.

2. Puisi baru (bebas)

Puisi baru adalah sebuah puisi yang memiliki bentuk baru. Dikatakan baru karena puisi ini bersifat modern. Artinya, puisi baru adalah puisi yang tidak terikat pada berbagai ketentuan atau aturan. Hasil karya dari puisi baru ini terbilang lebih bebas. Menjadi lebih dinamis serta beragam dari bentuk lamanya.

Contoh dari puisi baru sangat bermacam-macam. Sebetulnya, puisi baru ini lebih merujuk -pada suatu genre. Selain itu, puisi baru memiliki gaya-gaya tertentu.

3. Puisi kontemporer

Puisi kontemporer adalah sebuah puisi yang ingin ditulis sebeas-bebasnya. Puisi jenis ini ingin lebih bebas dari berbagai ikatan konvensional dari puisi itu sendiri. Seperti nada-nada minor yang menjemukan, tata ungkap yang klise, serta kecarut marutan antara bercampurnya budaya populer dengan sebuah puisi.

Dapat diartikan bahwa puisi kontemporer bersifat lebih radikal. Jika puisi modern besifat bebas, puisi ini ingin lebih terbebas lagi. Terbebas dari beragam limitasi-limitasi yang sudah terbentuk oleh sebuah pandangan. Pandangan tersebut umumnya diciptakan oleh masyarakat terhadap puisi.

Contohnya seperti banyak puisi yang justru mengangkat imaji yang tidak indah. Selain itu, suasana yang ditampilkan juga tidak menyenangkan. puisi kontemporer dapat membuat sebuah imaji terminal kotor yang memiliki bau “pesing”. Selain itu, dapat dikatakan pula bahwa puisi ini dipenuhi oleh sebuah angkot kosong yang kehilangan para penumpangnya.

4. Puisi Naratif

Puisi naratif adalah sebuah puisi yang mengungkapkan suatu cerita. Terkadang juga memberikan penjelasan dari si penyair. Puisi naratif dibagi menjadi beberapa macam. Seperti balada yang berisikan cerita mengenai orang perkasa atau tokoh-tokoh pujaan. Contoh balada yang terkenal di Indonesia adalah Orang- orang Tercinta dan Blues untuk Bonnie karya WS Rendra.

5. Puisi Lirik

Puisi lirik terbagi menjadi beberapa macam. Seperti ode, elegi dan serenada. Ode adalah sebuah puisi yang isinya adalah pujaan-pujaan yang ditujukan kepada seseorang. Biasanya ode ditujukan untuk seorang tokoh. Elegi adalah puisi yang di dalamnya terdapat makna perasaan duka.

Serenada adalah sebuah sajak percintaan. Sajak ini dapat dinyanyikan. Kata “serendada” memiliki makna nyanyian yang tepat dinyanyikan ketika datang senja. Di Indonesia, sastrawan yang banyak menciptakan serenada adalah WS. Rendra.

6. Puisi deskriptif

Puisi deskriptif adalah puisi yang memungkinkan si penyair bertindak sebagai seseorang yang memberi kesan. Puisi ini berisikan mengenai sebuah kesan terhadap suatu peristiwa, keadaan, suasana bahkan benda. Biasanya yang dipandang menarik perhatian.

Puisi yang masuk ke dalam jenis puisi ini adalah satire dan puisi yang bersifat kritik sosial. Satire adalah sebuah puisi yang mengungkapkan perasaan yang tidak puas dari si penyair. Ketidakpuasan tersebut karena suatu hal. Cara yang diungkapkan adalah melalui sebuah sindiran atau pernyataan keadaan yang sebaliknya. Sama dengan satire, puisi kritik sosial juga demikian. Akan tetapi, perbedaannya terletak pada penyampaiannya. Puisi kritik sosial akan menjelaskan mengenai kepincangan dan ketidakberesan suatu keadaan atau orang yang dimaksud.

Taksu Puisi

Taksu Puisi

Beli Buku di GramediaCiri-ciri Puisi

Pengertian dan Ciri-ciri Puisi (Lama & Baru) 31. Ciri-ciri secara umum

  • Secara umum, ciri-ciri puisi adalah sebagai berikut
  • Puisi ditulis dalam bentuk bait. Terdiri dari baris-baris. Bentuk puisi bukan seperti paragraph
  • Kata atau diksi yang digunakan dalam puisi umumnya bersifat kiasan. Selain itu, diksi yang digunakan bersifat indah dan padat.
  • Kata atau diksi yang dipakai akan mempertimbangkan sajak dan rima.
  • Beberapa puisi banyak yang menggunakan majas. Biasanya majas digunakan sangat dominan di dalam bahasa puisi.
  • Di dalam puisi ada beberapa hal yang tidak akan ditonjolkan. Seperti alur, setting dan tokoh tidak begitu ditonjolkan.

2. Ciri-ciri puisi lama

  • Puisi lama terikat pada jumlah baris dan rima. Selain itu, puisi lama juga terikat dengan diksi, irama, intonasi dan hal-hal lainnya.
  • Puisi lama biasanya anonim. Maksudnya adalah tidak diketahui secara jelas nama dari penulis puisi tersebut.
  • Puisi lama memiliki gaya bahasa yang statis atau tetap. Selain itu, banyak juga bahasa klise yang digunakan.
  • Puisi lama juga termasuk sastra lisan. Hal itu dikarenakan puisi ini diajarkan atau disampaikan melalui mulut ke mulut.

4. Ciri-ciri puisi baru

  • Nama penulis puisi tercantum
  • Tidak terikat dengan rima, irama dan baris.
  • Gaya bahasa dalam puisi baru dinamis. Sehingga akan berubah-ubah.
  • Puisi baru cenderung memiliki sifat simetris. Puisi ini akan memiliki bentuk yang rapi.
  • Puisi baru lebih menggunakan pola pantun atau sajak syair.
  • Puisi baru umumnya berbentuk empat seuntai.
  • Memiliki satuan sintaksis atau gatra.
  • Gatra yang ada di puisi terdiri dari 4 sampai 5 suku kata
  • Puisi baru umumnya mengisahkan mengenai peristiwa kehidupan.

Baca juga:

Itulah beberapa informasi lebih tentang ciri-ciri puisi. Untuk para Grameds yang menyukai puisi, kamu bisa temukan kumpulan buku puisi menarik di www.gramedia.com. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu memberikan rekomendasi buku-buku menarik untuk para Grameds.

Setengah Lusin Puisi Mengamini Orang Mati

Setengah Lusin Puisi Mengamini Orang Mati

Beli Buku di GramediaPenulis: Wida Kurniasih

Sumber: dari berbagai sumber

banner-promo-gramedia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien