Tokoh

Pengertian Naturalisme, Ciri-ciri dan 9 Tokohnya

pengertian naturalisme
Written by Wida Kurniasih

Pengertian naturalisme tidak jauh dari hal-hal kesenian. Naturalisme adalah sesuatu yang tercipta dari alam. Naturalisme menampilkan keindahan secara jujur atau apa adanya.

Di dalam seni rupa, ada beberapa macam jenis aliran. Aliran-aliran tersebut tentu akan mencerminkan objek gambarnya. Gambar yang ada di dalam karya seni rupa tersebut adalah cerminan dari aliran yang digunakan.

Salah satu aliran yang banyak dipakai ini adalah aliran naturalisme. Aliran naturalisme ini banyak digunakan dalam membuat lukisan. Apa itu pengertian naturalisme? Artikel ini akan membahas mengenai pengertian naturalisme, ciri-ciri naturalisme dan siapa sajakah tokoh yang ikut mengembangkan aliran naturalisme ini.

Pengertian Naturalisme

Pengerti Naturalisme (contoh lukisan)Apa itu pengertian naturalisme? Secara bahasa, naturalisme berasal dari kata Nature. Kata Nature berasal dari bahasa Inggris. Kata tersebut memiliki arti alam.

Pengertian naturalisme adalah salah satu jenis aliran seni. Naturalisme ini mengutamakan antara kesesuaian dan kemiripan objek yang dilukisnya. Hal tersebut bertujuan supaya apa yang dilukiskan terlihat secara natural.

Pengertian naturalisme secara ontologis adalah hal-hal yang setara dengan bentuk materialisme. Hal tersebut mengacu pada hal material dan kebendaan yang terlihat atau tampak. Sedangkan pengertian naturalisme metodologis lebih mengacu kepada pencarian sebuah penjelasan.

Penjelasan mengenai bagaimana atau apa yang ada dalam dunia di sekitar kita berfungsi. Serta berdasarkan apa yang dapat diamati, diuji, replika dan verifikasi.

Selain terlihat lebih natural, tujuannya supaya lukisan terlihat realistis seperti referensinya yang ada pada alam sekitar. Naturalisme juga merupakan bentuk apresiasi dari seniman pada alam beserta keindahannya. Umumnya, para seniman akan mengangkat sebuah tema mengenai keindahan dari pemandangan-pemandangan di sekitarnya.

Salah satu contohnya pada masa Indonesia masih menjadi Hindia Belanda, yaitu mooi indie. Selain itu, aliran naturalisme juga merupakan salah satu contoh bagaimana sebuah aliran seni juga dapat didefinisikan selama berabad-abad. Khususnya setelah sebuah pergerakan awalnya sudah muncul.

Di dalam aliran naturalisme, para seniman akan berusaha menggambarkan objek secara apa adanya. Akan tetapi, hal ini tidak lantas akan  menghilangkan subjektivitas dari seniman, yang juga seperti manusia lainnya. Setiap seniman tentu memiliki berbagai emosi, pandangan dan opini tersendiri, juga keinginan-keinginan di bawah alam sadarnya.

Oleh karena itu, dalam naturalisme juga terdapat beberapa variasi. Variasi tersebut diakibatkan oleh perpaduan antara hal-hal. Seperti perpaduan unsur seni Lukis dan aspek-aspek pribadi sang seniman. Seperti yang disebutkan di atas.

Contohnya, lukisan alam yang terlukis secara indah tetapi tampak lebih romantis, lebih erotis, lebih bergairah dan lain sebagainya. Selain itu, lukisan yang juga mengusung aliran naturalisme juga akan cenderung memilih objek yang indah. Hal itu karena akan lebih mementingkan bentuk dari fisiknya.

Bagi naturalisme, makna alam adalah sebuah benda yang dilihat dari satu sudut pandang. Contohnya ketika melukis sebuah gunung. Maka yang dilihat adalah pepohonan dan bebatuan.

Para seniman naturalisme juga tidak dapat menyertakan hal-hal yang tidak tampak. Terlebih jika tidak tampak oleh mata di dalam bidang lukisan. Meskipun terdapat sisi-sisi gunung yang lain yang sebenarnya dapat terlihat, tetapi dalam persepsi tercipta makna gunung dan benda yang lain juga.

Naturalisme juga mengatasi keterbatasan hal itu melalui cara meniru alam. Para seniman akan meniru lukisan dengan alam setepat-tepatnya. Hal itu akan membuat penikmat lukisan naturalistic ketika melihat lukisannya, dalam imajinasinya akan melihat realitas sehingga tercipta makan dari gunung yang sesungguhnya.

Melacak Lukisan Baru

Melacak Lukisan Baru

Beli Buku di GramediaBuku ini diterbitkan agar para kolektor dan pencinta seni rupa dapat berhati-hati memilih dan membeli lukisan. Melacak Lukisan Palsu berusaha memberikan pemahaman mengenai karya dan riwayat kekaryaan para maestro seni rupa Indonesia dengan memperbandingkan yang asli dan palsu. Melalui buku ini pembaca diajak untuk melatih mata, akal, dan rasa dalam menyikapi kasus-kasus lukisan palsu dan mengapresiasi karya-karya seni, terutama karya para maestro Tanah Air.

BACA JUGA: Mengenal Jenis-jenis Patung Sebagai Hasil Kesenian Cabang Seni Rupa

Ciri-ciri Naturalisme

Berdasarkan pengertian naturalisme sebelumnya, ada beberapa ciri-ciri aliran naturalisme. Ciri ini dapat menjadi pembeda aliran naturalisme dengan aliran seni rupa lainnya. Adapun ciri-ciri aliran naturalisme adalah sebagai berikut:

  1.       Naturalisme lebih menekankan antara kemiripan lukisan dengan yang ada pada objek aslinya.
  2.       Naturalisme akan mengangkat tema mengenai pemandangan yang nyata, seperti keindahan alam.
  3.       Naturalisme tidak hanya menampilkan berbagai lukisan yang indah, tetapi akan menampilkan kemurniannya.
  4.       Naturalisme akan melukiskan keindahan sesuai dengan kenyataannya, tanpa melebihkan atau menguranginya.
  5.       Di dalam aliran naturalisme, teknik-teknik serta keterampilan dari seniman adalah hal yang sangat utama.
  6.       Naturalisme adalah aliran yang merupakan apresiasi dan bentuk kekaguman para seniman kepada alam.

Tokoh-tokoh yang Memiliki Peran Penting Naturalisme

Perkembangan aliran naturalisme tidak terlepas dari beberapa tokoh yang memiliki peran yang penting. Adapun tokoh-tokoh naturalisme tersebut adalah sebagai berikut:

1. John Constable

Lukisan John Constable Dedham Vale (1816)

Lukisan John Constable – Dedham Vale (1816)

John Constable adalah seorang seniman asal Inggris. Ia memiliki andil besar dalam perkembangan aliran naturalisme ini. mulanya, Constable menolak lukisan mengenai pemandangan pada saat itu.

Ia menganggap lukisan tersebut adalah sesuatu yang melampaui kebenaran. Oleh karena itu, ia ingin mempresentasikan lukisan secara jujur. Sejuju mungkin, sesuai dengan apa yang ia lihat di sekitarnya.

Ada beberapa karya lukisan aliran naturalisme yang pernah ia buat. Seperti Maria Bicknell (1816), Dedham Vale (1816) dan The White Horse (1819).

2. Thomas Cole

Thomas Cole Lake with Dead Trees (Catskill)

Thomas Cole – Lake with Dead Trees (Catskill)

Thomas Cole juga salah satu seniman yang lahir di Inggris. Akan tetapi ketika usianya masih muda, ia pindah ke Amerika Serikat. Dari situlah Cole mulai menyukai lukisan dan melukis.

Ia mulai menyukai melukis sebuah keindahan gurun, terlebih yang ada pada wilayah sekitarnya pada saat itu. Kemudian lukisan tersebut menjadi terkenal. Bahkan lukisan itu diabadikan sebagai monumen.

Lukisan tersebut dijadikan monument untuk harapan serta kecemasan dari bangsa Amerika. Pada saat itu, bangsa Amerika sedang mulai tumbuh pada pertengahan abad ke-19. Namun ia tidak hanya melukis pemandangan Amerika saja.

Seniman ini juga salah satu orang yang pertama kali menunjukkan bagaimana keindahan pemandangan Eropa kepada bangsa Amerika. Karya seni yang dibuat oleh Thomas Cole adalah Lake with Dead Trees (Catskill) (1825) dan The Consummation of Empire (1836).

3. William Bliss Baker

William Baker Fallen Monarchs (1886)

William Bliss Baker – Fallen Monarchs (1886)

William Bliss Baker mengawali pendidikan seninya pada tahun 1876, ketika masuk di National Academy of Design. Baker juga sudah menggelar berbagai jenis pameran, setelah ia sukses menggelar pameran pertamanya pada tahun 1876. Bahkan, hal itu juga mengantarkannya untuk memenangkan penghargaan Elliot.

Selain itu, Baker juga memenangkan penghargaan Hall Garten, untuk karya yang ia buat bertajul Woodland Brook. The Fallen Monarch juga dianggap sebagai karya terbaik Baker. Melukiskan pemandangan yang ada di wilayah danau Baliston.

Saat ini, tulisan tersebut diduplikasi kemudian dipajang di perpustakaan umum Balliston. Aslinya, lukisan tersebut hanya satu dan disimpan di Brigham University of Art Museum. Baker meninggal di usia yang masih terbilang muda, yaitu 26 tahun.

Selama hidupnya, ia tercatat sudah menghasilkan sebanyak 130 karya. Karya tersebut juga termasuk lukisan hitam putih.

4. Amaldus Clarin Nielsen

Nielsen adalah seorang seniman yang diberikan julukan sebagai “Bapak Naturalisme Norwegia”. Ia sempat menempuh pendidikan seni Lukis di Copenhagen. Hal itu dilakukannya sebelum melanjutkan sekolah ke Academy of Art yang dilakukan pada tahun 1855.

Kemudian, ia kembali menimba ilmu di Dusseldorf Academy sekitar 1857 – 1859. Setelah itu ia mulai berkelana ke Norwegia barat dan selatan. Sampai akhirnya, Nielsen kembali ke akademi ini lagi ketika tahun 1863.

Salah satu lukisan yang dibuat oleh Nielsen adalah Aftenstenming. Lukisan tersebut dibuat pada tahun 1878. Menggambarkan langit senja yang menaungi beberapa kapal dan perahu-perahu yang berlayar.

Karya-karya Nielsen hingga kini masih tersimpan rapi. Karyanya juga tersebar di beberapa musem terkenal. Akan tetapi, yang paling tersohor adalah ketika salah satu pewarisnya menyumbangkan sebanyak 300 karya Nielsen.

Karya tersebut disumbanglan pada tahun 1933 kepada Olso. Saat ini, lukisan tersebut adalah salah satu koleksi stenersen museum sejak tahun 1994. Atas jasa-jasanya di bidang seni Lukis, Nielsen kemudian dianugerahi gelar kehormatan.

Gelar kehormatan tersebut diberikan pada tahun 1890 oleh kerajaan Norwegia. Nielsen wafat pada usia 94 tahun, karena mengidap penyakit pneumonia.

Pita Maha: Gerakan Seni Lukis Bali 1930-an

Pita Maha: Gerakan Seni Lukis Bali 1930-an

Beli Buku di GramediaBuku ini tidak hanya berfokus pada sejarah Pita Maha, melainkan juga sejarah seni lukis Bali sebelum lahirnya gerakan sosial seni ini. Pita Maha sendiri, seperti diketahui, bukan semata mata komunitas pelukis biasa. Kelompok ini dalam perkembangannya telah menjadi semacam gerakan yang memiliki ideologi seni sendiri. Selama ini, tidak banyak kepustakaan yang mengulas fenomena Pita Maha. Karena itu, buku ini boleh dibilang sebagai buku pertama yang membahas sejarah Pita Maha secara lengkap. Agar lebih menarik, disuguhkan contoh-contoh lukisan Bali bergaya klasik dan gaya Pita Maha.

5. Amelia Alcock – White

Amelia White adalah seorang seniman Lukis yang berasal dari negri Kanada. Bakat seni yang dimilikinya semakin diasah setelh menjalankan pendidikan di Vancouver Island University dan Emily Carr University of Art and Design.

Karya yang dibuat Amelia White mendapatkan apresiasi seni rupa. Selain itu, juga pernah dibahas di berbagai majalan seni yang terkemuka. Seperti Galleries Wet, The Globe and Mail, Notable Magazine, Juxtapoz Art and Culture Magazine, Hyperallergic, The Commentary, The Sun, Canadian Art, Installation Magazine, Empty Kingdom dan Hot Art City.

Eventide (2014) merupakan salah satu bagian dari katalog Solitude, yang mencakup karya Amelia dalam waktu sekitar 2012 – 2014. Ciri khas karya-karya Amelia White ini terlihat dari menyukai unsur air, filosofi, mitos dan pantai British Columbia dalam karyanya dan sekaligus sudah menjadi sebuah identitas baginya.

Seperti seniman terkenal lainnya, Amelia White juga ikut andil dalam beragam kegiatan amal. Salah satunya adalah proyek aman yang digagasnya. Proyek tersebut adalah pain fo change. Itu adalah sebuah kampanye untuk mendukung konservasi lautan di seluruh dunia.

6. Béla Iványi-Grünwald

Ia adalah seorang seniman asal Hungaria. Ia adalah anggota yang dianggap vital pada kelompok seniman Nagybanya artist Colony dan pendiri Kecskemet Art Colony. Ia juga sangat menyadari mengenai betapa pentingnya mengikuti perkembangan zaman dan arus perkembangan modern.

Hal itu kemudian juga berpengaruh pada gaya berkariernya selama hidup. Pada awal kariernya sebagai pelukis, ia terpengaruh oleh aliran naturalisme Perancis. Pemikirannya yang modern dan terbuka membuatnya tidak segan untuk menerima pengaruh dari berbagai kalangan.

Termasuk generasi seniman yang lebih muda. Selain naturalisme, ia juga bergerak di jenis lukisan yang lain. Contohnya seperti Fauvism dan Baroque.

7. Abdullah Suriosubroto

Abdullan Suriosubroto - Pemandangan Gunung (1935)

Abdullan Suriosubroto – Pemandangan Gunung (1935)

Abdullah Suriosubroto berasal dari Indonesia, lahir di Semarang pada tahun 1878. Ia adalah anak angkat dari Wahidin Sudirohusodo. Selain itu, ia juga merupakan ayah dari pelukis terkenal di Indonesia, yaitu Basuki Abdullah.

Abdullah mengikuti jejak ayahnya, mulanya ia adalah mahasiswa kedokteran. Namun, hasratnya untuk masuk ke bidang seni Lukis membuatnya beralih. Ia kemudian melanjutkan pendidikan seni Lukis dan rupa sampai ke Belanda.

Abdullah adalah salah satu daftar penulis Mooi Indie atau Hindia Indah. Pasalnya, ia gemar melukis pemandangan alam yang ada di bumi pertiwi. Salah satu karya Abdullah adalah Pemandangan Djawa yang dibuat pada tahun 1900 – 1903.

Lukisan tersebut adalah salah satu koleksi lukisan presiden pertama Indonesia, Ir. Soekarno. Abdullah Suriosubroto juga merupakan pelukis Indonesia pertama yang berhasil meraih perutasi internasional saat abad ke-20. Sebelumnya, Raden Saleh adalah pelukis pertama asal Indonesia yang namanya sudah diakui dunia pada abad ke-19.

8. Soedjono Abdullah

Soedjono Abdullah adalah anak dari Abdullah Suriosubroto, ia adalah kakak dari Basuki Abdullah dan tokoh seni patung, yaitu Tridjata Abdullah. Sama seperrti ayahnya, karya dari Soedjono juga diklasifikasikan sebagai Mooi Indie.

Pasalnya, sebagian besar lukisan yang dibuatnya juga bercirikan panorama-panorama nusantara yang indah. Salah satunya adalah lukisan Gunung Gede. Lukisan tersebut adalah koleksi Presiden Soekarno yang disimpan di Istana Cipanas.

Sama seperti pelukis Moii Indie, Soedjono memiliki penekanan pada 3 hal. Tiga hal tersebut adalah gunung, sawah dan pohon kelapa. Di dalam karya-karyany, ia mengambil banyak objek pemandangan dari pedesaan.

Soedjono Abdullah juga dikenal melalui kecintaannya pada budaya suku Jawa. Hal itu kerap sekali dilihat di dalam lukisan-lukisan yang ia buat.

9. Basuki Abdullah

Basuki Abdullah - Pantai Flores (1942)

Basuki Abdullah – Pantai Flores (1942)

Tokoh aliran naturalisme berikutnya adalah Basuki Abdullah. Basuki Abdullah adalah anak dari Abdullah Suriosubroto. Maka dari itu, tidak heran bakat menulisnya sudah tertanam dari kecil.

Basuki mulai menyukai dunia seni sejak umur 4 tahun. Kemudian, ketika dewasa ia mengikuti pendidikan formal. Ia masuk ke Akademi Seni Rupa, Den Haag, Belanda.

Karya-karya seninya banyak yang menggunakan aliran naturalisme. Salah satunya adalah Pantai Flores yang dibuat tahun 1942. Lukisan tersebut menggambarkan keindahkan pantai Flores.

Di dalam lukisan tersebut, disajikan perpaduan antara warna langit dan warna laut. Selain itu, terdapat juga lukisan-lukisan tumbuhan yang terlihat mirip dengan aslinya.

9 Lukisan Terindah Yang Mengagumkan

9 Lukisan Terindah Yang Mengagumkan

Beli Buku di GramediaBuku ini menyajikan 9 lukisan terindah mahakarya dari pelukis-pelukis terkenal, seperti Klimt, Picasso, van Gogh, Monet, dan lainnya. Setiap lukisan dijelaskan dari segi artistik sehingga orang/anak yang awam mengenai lukisan mampu memahami atau mengerti estetika suatu lukisan.

Itulah penjelasan mengenai pengertian naturalisme, ciri-ciri dan 9 tokoh-tokohnya. Temukan informasi lainnya di www.gramedia.com. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu menampilkan artikel menarik dan rekomendasi buku-buku terbaik untuk para Grameds.

Penulis: Wida Kurniasih

Sumber: dari berbagai sumber

BACA JUGA:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien