Music

Jenis Interval Nada dalam Seni Musik yang Perlu Diketahui

Nama-Nama Interval Nada dalam Seni Musik yang Perlu Diketahui
Written by Fandy

Bagi kalian para pecinta musik tentu sudah tidak asing dengan istilah interval nada dalam pelajaran seni musik di sekolah. Namun, sebelum membahas lebih lanjut tentang interval nada, terlebih dahulu kita pahami sekelumit mengenai musik.

Secara istilah, musik merupakan rangkaian nada yang disusun sedemikian rupa untuk menghasilkan harmonisasi yang indah. Musik dapat dikeluarkan dari suara alat musik yang dimainkan atau bahkan hanya dengan tepuk tangan dan benda sekitar lainnya. Dilansir dari buku Sejarah Musik dan Apresiasi Seni yang ditulis oleh Sila Widhyatama, ada unsur-unsur penting yang memiliki peran sebagai pembentuk musik. Unsur-unsur tersebut antara lain:

  1. Unsur-unsur pokok, yaitu berkaitan dengan harmoni, irama, melodi, dan struktur lagu.
  2. Unsur-unsur ekspresi, yaitu berkaitan dengan tempo, dinamik, dan warna nada.

Dalam dunia pendidikan dan pengajaran, seni budaya dan keterampilan merupakan satu di antara mata pelajaran yang terdapat pada program pendidikan dasar, menengah dan dasar dalam perumusan kompetensi dasar tiap mata pelajaran diwujudkan dalam rangkaian bahwa setiap pengetahuan yang diajarkan, pembelajaran harus dilanjutkan sampai membuat siswa terampil dalam menyajikan pengetahuan yang dikuasainya secara kongkret dan abstrak dalam bentuk atau terkait dengan karya seni budaya, dan bersikap sebagai manusia dengan rasa penghargaan yang tinggi terhadap karya-karya seni.

Seni musik sendiri merupakan pendidikan yang memberikan kemampuan mengapresiasi dan mengekspresikan seni secara kreatif untuk pengembangan kepribadian siswa dan memberikan sikap dan emosional yang seimbang. Melalui seni musik pula kita dapat membentuk disiplin, toleransi, sosialisasi, sikap demokrasi yang meliputi kepekaan terhadap lingkungan. Dengan kata lain, pendidikan seni musik merupakan mata pelajaran yang memegang peranan penting untuk membantu pengembangan individu siswa yang nantinya akan berdampak pada pertumbuhan akal, fikiran, sosialisasi, dan emosional.

Dalam pembelajaran seni musik, peserta didik mendengarkan, mengalami, menghayati tentang tangga nada, interval, dan akor. Proses pembelajaran tangga nada, interval, dan akor tidak cukup hanya dengan pemahaman teori saja, akan tetapi juga harus diusahakan mempraktikkannya dengan menggunakan instrumen musik seperti piano, gitar, pianika, dan instrumen melodis lainnya.

Instrumen tersebut berfungsi bukan hanya untuk membunyikan nada-nada yang harus dinyanyikan, akan tetapi juga untuk mengontrol ketepatan nada yang dinyanyikan. Aspek yang harus diutamakan dalam pembelajaran interval adalah  ketepatan nadanya. Interval nada adalah jarak frekuensi antara satu nada dengan nada lainnya, baik jarak nada ke atas maupun ke bawah.

Dalam sistem musik diatonis setiap interval memiliki nama yang berbeda-beda. Nama-nama yang digunakan untuk interval terdiri dari interval Prime, Sekond, Ters, Kwart, Kwint, Sekt, Septim, dan Oktaf. Masing-masing interval tersebut dapat berubah naik dan turun ½ langkah.

Pengertian Seni Musik

Pengertian seni musik secara bahasa terdiri atas dua kata, yakni “seni” dan “musik” yang masing-masing katanya memiliki arti masing-masing. Seni adalah sebuah dimensi ciptaan atau rasa manusia yang dituangkan dalam media tertentu untuk menyalurkannya atau mengimplementasikannya kepada orang lain. Kemudian kata “musik” yang berasal dari kata mousikos artinya dalam bahasa Yunani adalah dewa keindahan yang memiliki kekuasaan pada bidang seni dan keilmuan.

Pengertian seni musik kemudian diartikan sebagai bidang keilmuan atau aliran seni yang menggunakan nada dan suara atau kombinasi hubungan temporal untuk menyampaikan ekspresi, pesan, atau nilai-nilai seni kepada orang lain dalam satu kesatuan dan kesinambungan.

Jadi, pengertian seni musik adalah sebuah cabang seni yang lebih fokus mengutamakan penggunaan harmoni, melodi, irama, tempo, dan vokal sebagai sarana menyampaikan nilai-nilai seni itu sendiri dari seniman atau pembuat seni kepada orang lain atau penikmat seni.

musikpedia - interval nada

Unsur-Unsur Musik Selain Interval Nada

  1. Harmoni merupakan keselarasan bunyi dari gabungan dua nada atau lebih, yang berbeda tinggi rendahnya.
  2. Irama merupakan bunyi atau sekelompok bunyi dengan bermacam-macam panjang pendek not dan tekanan atau aksen pada not.
  3. Melodi merupakan susunan rangkaian nada yang terdengar berurutan.
  4. Struktur atau bentuk lagu merupakan hubungan antara unsur musik dalam satu lagu, sehingga menghasilkan komposisi lagu yang bermakna.
  5. Tempo lagu merupakan cepat atau lambatnya irama dalam sebuah lagu.
  6. Ekspresi adalah ungkapan pikiran dan perasaan, yang mencakup tempo, dinamik, dan warna, yang disampaikan dari penyanyi kepada pendengarnya.

Setelah memahami dasar makna akan musik, selanjutnya kita masuk dalam pembahasan mengenai interval nada dan jenis-jenisnya. Berikut penjelasannya:

Pengertian Interval Nada

Interval adalah ukuran jarak dalam pitch di antara dua nada. Interval harmonik muncul jika dua not dibunyikan secara bersamaan, sementara interval melodik muncul ketika not dibunyikan secara bergantian. Metode pengukuran
interval adalah sama, baik untuk interval harmonik maupun melodik.

Ada dua unsur yang dipakai untuk penamaan interval, yaitu penamaan angka dan kualitas interval yang mendahului angka tersebut. Penamaan angka adalah ukuran tentang seberapa jauh jarak not secara vertikal dalam staves, tanpa memperhatikan tanda aksidental yang menyertainya.

Ketika berbicara tentang interval, kita menggunakan istilah unison ketimbang 1 serta oktaf ketimbang 8. Interval yang lebih kecil dari oktaf disebut simple interval, sementara interval yang lebih besar (termasuk oktaf) disebut compound interval. Penting diperhatikan bahwa interval harmonik “2” (sekonde) ditulis atau dinotasikan dengan not atas sedikit digeser ke sebelah kanan dari not bawah. Aksidental dihandel dengan cara yang sama untuk interval harmonik 2, 3, atau 4, jika kedua not membutuhkan penambahan aksidental.

Secara umum, interval adalah jarak antara nada yang satu ke nada yang lain yang diukur tinggi rendahnya. Tangga nada adalah sebuah bentuk dari susunan nada-nada yang terpusat pada satu nada dasar. Di dalam tangga nada ada lagi bentuk kecil yang menyusun tangga nada tersebut, yaitu hubungan antar masing-masing not secara individu yang membentuk melodi dan harmoni. Dengan memahami bentuk hubungan tersebut, kita akan lebih mudah dalam mencapai pemahaman tentang emosi yang dapat kita ciptakan untuk para pendengar musik.

Jarak antara dua buah nada dikenal sebagai interval. Jika dua buah nada tersebut dimainkan secara bersama-sama maka kita mengenalnya dengan istilah harmoni interval, dan jika dua buah nada tersebut dimainkan satu kemudian disusul dengan nada yang lain, kita mengenalnya dengan istilah melodi interval. Ketika dua buah not dimainkan secara bersamaan kita akan mendengarkan tiga hal yaitu dua buah not tersebut ditambah dengan komponen ketiga, yaitu kombinasi dari kedua buah not itu sendiri.

Setiap interval mempunyai kualitas dan suasana sendiri. Setiap not akan kita identifikasikan dengan angka, sehingga angka-angka tersebut bisa kita terapkan dalam kunci atau not yang berbeda, karena walaupun not tersebut berbeda kualitas interval yang kita dengarkan akan tetap sama. Kualitas interval perfect 5th antara nada c dan g akan terdengar sama dengan kualitas perfect 5th antara nada g dan d, ataupun kualitas interval perfect 5th pada nada-nada yang lainnya.

Kualitas interval ditunjukan dengan jumlah ½ langkah antara kedua buah nada tersebut. Kita menggunakan tangga nada mayor dengan kunci atau nada dasar c yaitu dengan not balok c d e f g a b c’ atau dengan not angka 1 2 3 4 5 6 7 1 digunakan dengan asumsi menggunakan jarak mayor. Jika kita perhatikan pada tangga nada di atas jarak ½ langkah hanya ada pada jarak nada antara 3 ke 4 dan 7 ke 1.

Selain dari nada-nada tersebut jumlahnya adalah 1 langkah, otomatis di antara nada-nada tersebut masih terdapat satu buah nada lagi yang ditunjukan pada diagram di atas. Nada-nada tersebut juga kita identifikasikan dengan angka-angka untuk mempermudah kita mengenal kualitas interval.

Jenis-Jenis Interval Nada

1. Interval Nada Prime

Prime adalah jarak antara nada yang satu dengan yang lain dengan pitch yang sama. Pitch adalah ketepatan tinggi rendahnya nada. Contoh penggunaan interval nada prime adalah jarak dari nada C ke nada C lagi.

2. Interval Nada Second

Second adalah jarak antara nada yang satu dengan yang lain dengan pitch satu tingkat di atasnya. Contoh penggunaan interval nada second adalah C ke nada D.

3. Interval Nada Terts

Terts adalah jarak antara nada pertama ke nada ketiga. Contoh penggunaan interval nada terts adalah C ke nada E untuk terts besar. Interval terts besar memberikan kesan melodi yang cerah, sedangkan untuk terts kecil lompatan melodi dari nada C ke Eb. Kesan melodi terts kecil adalah sempit, gelap, dan sedih.

4. Interval Nada Kuart

Kuart adalah jarak antara nada pertama ke nada keempat. Contoh penggunaan interval nada kuart adalah C ke nada F.

5. Interval Nada Kwint

Kwint adalah jarak antara nada pertama ke nada kelima. Contoh penggunaan interval nada kuart adalah C ke nada G.

6. Interval Nada Sekst

Sekst adalah jarak antara nada pertama ke nada keenam. Contoh penggunaan interval nada kuart adalah C ke nada A.

7. Interval Nada Septim

Septim adalah jarak antara nada pertama ke nada ketujuh. Contoh penggunaan interval nada kuart adalah C ke nada B.

8. Interval Nada Oktaf

Oktaf adalah jarak antara nada pertama ke nada delapan. Contoh penggunaan interval nada kuart adalah C ke nada C pada oktaf selanjutnya.

Adapun nama kualitas interval dibagi ke dalam dua kelompok dasar, yaitu :

  • Interval perfect (murni), meliputi interval prime (1), interval kuart (4), interval kuint (5), dan interval oktaf (8).
  • Interval mayor (besar), meliputi interval secondo (2), interval terts (3), interval sekst (6), dan interval septim (7).

musik dalam perspektif - interval nada

Masing-masing interval dasar di atas dapat diubah-ubah, yaitu dengan memperlebar jarak atau mempersempit jarak. Untuk memperlebar jarak, nada atas dinaikkan 1 semitone atau nada bawah diturunkan 1 semitone, sedangkan untuk mempersempit jarak, nada atas diturunkan 1 semitone atau nada bawah dinaikkan 1 semitone.

Seluruh interval mayor, jika diperlebar sebanyak 1 semitone akan menjadi interval augmented, tetapi bila dipersempit sebanyak 1 semitone akan menjadi interval minor dan jika dipersempit sekali lagi sebanyak 1 semitone akan menjadi interval diminished. Demikian juga pada interval perfect, jika diperlebar sebanyak 1 semitone akan menjadi interval augmented, tetapi bila dipersempit sebanyak 1 semitone akan menjadi interval diminished.

Nama-nama kualitas dan kuantitas dari suatu interval biasa ditulis dengan menggunakan simbol-simbol, sebagai berikut:

  • M: mayor (besar).
  • m: minor (kecil).
  • A: augmented (lebih).
  • d: diminished (kurang).
  • P: perfect (murni).
Prime: 1 (1st) Kuint: 5 (5th)
Secondo: 2 (2nd) Sekst: 6 (6th)
Terts: 3 (3rd) Septim: 7 (7th)
Kuart: 4 (4th)  Oktaf: 8 (8th)

Contoh:

P 4th = P 4 : Kuart perfect = kuart murni
M 2nd = M 2 : Secondo mayor = sekondo besar, dan sebagainya.

Cara memberikan nama-nama dalam suatu interval sebagai berikut:

  1. Pertama-tama, lihat nada yang terletak di bawah dan tentukan nada tersebut sebagai tonika.
  2. Anggaplah interval tersebut terdapat dalam tangga nada dengan tonika adalah nada bawah tersebut.
  3. Jika nada atas merupakan salah satu nada yang terdapat dalam tangga nada tersebut, interval itu adalah interval dasar yang belum mengalami perubahan. Namun, jika nada atas tersebut bukan salah satu nada dari nada-nada dalam tangga nada, berarti nada tersebut sudah mengalami perubahan. Perubahannya dapat berupa nada yang diperlebar atau dipersempit.
  4. Sesudah mengetahui apakah nada atas diperlebar atau dipersempit, dengan melihat tabel di atas sudah dapat menentukan nama interval tersebut.

Apabila interval augmented diperlebar sebanyak 1 semitone, interval tersebut akan menjadi interval double augmented. Sebaliknya, jika interval diminished dipersempit sebanyak 1 semitone, interval tersebut akan menjadi interval double diminished.

Interval Pembalikan

Jika nada bawah dari sebuah interval diletakkan sebagai nada atas (dinaikkan 1 oktaf), atau jika nada atas dari sebuah interval diletakkan sebagai nada bawah (diturunkan 1 oktaf), interval tersebut dikatakan sebagai interval pembalikan (invertion), sehingga interval sekondo akan menjadi interval septim, interval terts menjadi interval sekst, dan interval kuart akan menjadi interval kuint, sedangkan kualitas interval mayor akan menjadi interval minor, interval augmented akan menjadi interval diminished, interval perfect akan tetap menjadi interval perfect, demikian sebaliknya.

1 >< 8
2 >< 7
3 >< 6
4 >< 5

Mayor >< Minor
Diminished >< Augmented
Perfect >< Perfect

Interval yang tidak lebih dari 1 oktaf, disebut dengan interval sederhana (simple interval), dan interval yang lebih dari 1 oktaf, disebut interval susun (compound interval).

Ciri-Ciri Bunyi Interval

Berikut ciri-ciri dari tangga nada dari urutan dasar dalam sebuah musik, antara lain:

  1. Jarak antar nada satu ke nada lainnya. Contohnya adalah tangga nada c-d-e-f-g-a-b-c, jarak nadanya adalah 1 1 ½ 1 1 1 ½.
  2. Deretan nada-nada naik (naik turun) dari setiap tangga nada. Contohnya adalah c-d-e-f-g-a-b-c-a-g-f-e-d-c.
  3. Langkah dari nada satu dengan nada lainnya. Contohnya adalah tangga nada C mayor nada c ke c adalah langkah ke-1.

Nah, itulah penjelasan mengenai interval nada yang sering digunakan dalam teori maupun praktik bermusik. Konten pembahasan yang telah disinggung dalam artikel ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi guru dan siswa dalam memahami interval nada, sehingga mampu menerapkannya pada tataran yang bersifat aplikatif.

jurnalisme musik dan selingkar wilayahnya - interval nada

Informasi baru yang diperoleh melalui artikel ini semoga dapat membuka cakrawala baru bagi semua peserta dan dapat memberikan sumbangan ide yang terkait dengan bidang pengajaran dalam musik. Memang, bidang seni, khususnya musik tidak selalu terbatas kepada kaidah-kaidah teori yang sifatnya mengikat. Kebutuhan akan ekspresi melalui susunan nada atau bunyilah yang menjadi tujuan utama kita belajar musik.

Penulis menyarankan agar peserta hendaknya selalu mengaplikasikan pengetahuan yang ada di unit pembelajaran ini pada kegiatan ketrampilan, khususnya yang terkait dengan proses pengenalan dan penampilan. Dengan melakukan praktik ketrampilan, niscaya kita akan mendapatkan pengalaman langsung yang akan membuat kita semakin peka akan permasalahan yang muncul.

Dalam hal ini, penulis dapat mengatakan bahwa pengalaman adalah guru yang paling baik. Walaupun demikian, pemahaman pengetahuan tetaplah diperlukan untuk dapat memahami keterampilan musik secara menyeluruh. Namun demikian, jika hanya berbekal pemahaman pengetahuan tanpa disertai ketrampilan juga tidaklah lengkap.

Terakhir, penulis mencuplik sebuah ungkapan yang mengatakan bahwa pengetahuan dan ketrampilan ibarat dua sisi mata uang yang saling melengkapi. Tanpa pengetahuan niscaya kita akan buta, dan tanpa ketrampilan niscaya kita akan lumpuh. Lakukan keduanya secara seimbang, dan kita akan memahami bidang yang kita pelajari secara menyeluruh.

Temukan hal menarik lainnya di www.gramedia.com. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu menampilkan artikel menarik dan rekomendasi buku-buku terbaik untuk para Grameds.

BACA JUGA:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien