Biologi

Mengenal Fungsi 12 Saraf Kranial yang Mengatur Ekspresi Manusia

12 Saraf Kranial
Written by Ananda

12 Saraf Kranial – Saraf kranial atau disebut pula dengan Nervus Craniales dalam bahasa latin merupakan 12 pasang saraf yang ada pada manusia dan mencuat langsung dari otak manusia. 12 saraf kranial berbeda dengan saraf spinal yang menonjol pada tulang belakang manusia. Pasangan saraf kranial ditandai oleh nomor sesuai dengan posisi saraf dari depan hingga ke belakang.

12 saraf kranial merupakan bagian dari susunan sistem saraf tepi yang berada berdempetan dengan sistem saraf pusat atau SPP. saraf-saraf ini terhubung utama pada struktur kepala serta leher manusia, contohnya seperti hidung, mata, telinga, mulut dan lidah. Sehingga 12 saraf kranial dapat mengatur kemampuan panca indera manusia seperti pendengaran, penglihatan, penciuman dan juga ekspresi.

Untuk mengetahui lebih lanjut tentang 12 saraf kranial, simak penjelasannya hingga akhir pada artikel ini ya!

Pengertian 12 Saraf Kranial

12 Saraf Kranial

Pexels.com

Menurut sebuah studi yang terbit pada tahun 2019 pada jurnal Insight into Imaging, tubuh manusia diketahui memiliki 12 saraf kranial yang berfungsi untuk mengontrol fungsi motorik serta sensorik pada bagian kepala dan leher.

Anatomi dari 12 saraf kranial cukup kompleks serta disfungsinya dapat disebabkan oleh tumor, infeksi maupun cedera traumatis. Untuk mendapatkan gambaran pencitraan yang lengkap tentang 12 saraf kranial, Grameds dapat menggunakan prosedur Magnetic Resonance Imaging atau MRI serta Computed Tomography atau CT.

Bagian otak manusia terdiri dari 12 saraf kranial yang memiliki nama dan sesuai dengan fungsi serta strukturnya. Saraf-saraf ini akan membantu seseorang untuk mengecap rasa, mendengar, mencium, melihat serta kemampuan yang lain.

Bahkan 12 saraf kranial ini juga dapat membantu seseorang untuk membuat ekspresi wajah seperti mengedipkan mata, menggerakan lidah atau tersenyum.

12 Saraf Kranial

Apa Saja 12 Saraf Kranial itu?

Setiap bagian dari 12 saraf kranial memiliki angka romawi mulai dari I hingga XII. penomoran 12 saraf kranial ini telah disesuaikan dengan lokasi saraf tersebut yang berada dari depan hingga bagian belakang otak.

Fungsi dari setiap saraf adalah untuk mengatur fungsi sensorik serta fungsi motorik. Saraf sensorik memiliki hubungan dengan indra, contohnya seperti indra pendengaran, indra penciuman dan sentuhan.

Kemudian saraf motorik berfungsi untuk mengontrol gerakan serta fungsi otot maupun kelenjar. Berikut jenis-jenis saraf kranial dan fungsi dari masing-masing sarafnya.

1. Saraf penciuman

Bagian dari saraf kranial yang pertama ialah saraf penciuman. Saraf penciuman dapat mengirimkan informasi sensorik ke otak yang berhubungan dengan bau yang masuk melalui hidung.

Ketika seseorang menghirup molekul aromatik, maka bau tersebut akan masuk ke epitel penciuman. Hal ini dapat merangsang reseptor yang menghasilkan impuls saraf di bagian penciuman. Kemudian, sinyal akan dikirimkan ke otak yang berhubungan dengan memori serta pengenalan bau.

2. Saraf optik

Saraf kranial yang kedua berhubungan dengan penglihatan yaitu saraf optik. Cahaya akan masuk ke mata serta bersentuhan dengan receptor. Informasi yang diterima oleh reseptor tersebut, akan ditransmisikan dari retina menuju saraf optik.

Kemudian, impuls dari saraf optik akan mencapai korteks visual yang mampu memproses informasi berkaitan dengan penglihatan. Korteks visual terletak pada bagian belakang otak.

3. Saraf okulomotor

Saraf ketiga dari saraf kranial merupakan saraf okulomotor yang dapat membantu mengontrol gerakan otot mata. Saraf ketiga ini berada pada bagian depan otak tengah serta bagian dari batang otak.

Bagian saraf okulomotor memiliki dua fungsi motorik yang berbeda, seperti fungsi otot serta respon dari pupil. Berikut penjelasan tentang fungsi-fungsinya.

  • Fungsi otot dari saraf okulomotor dapat memberikan fungsi motorik pada empat dari enam otot yang ada di sekitar mata. Otot ini akan membantu mata untuk dapat bergerak dan fokus pada objek yang dilihatnya.
  • Respon pupil adalah bagian yang dapat membantu untuk mengontrol ukuran pupil yang merespon cahaya.

4. Saraf trochlearis

Saraf keempat dari 12 saraf kranial adalah saraf yang dapat mengontrol otot oblik superior yang fungsinya adalah untuk menggerakan mata. Saraf trochlearis ini sama seperti saraf okulomotor, akan tetapi saraf troklearis berasal dari otak bagian belakang.

Dengan adanya saraf keempat, maka kekuatan pada otot oblik tersebut akan membuat mata mampu melihat sesuai ke arah yang diinginkan.

5. Saraf trigeminal

Saraf kelima dari saraf kranial merupakan saraf terbesar dibandingkan dari saraf yang lain. Saraf trigeminal memiliki fungsi sensorik serta fungsi motorik. Fungsi motorik dari saraf trigeminal adalah untuk membantu mengunyah serta mengatupkan gigi.

Saraf ini memiliki tiga pengaturan, yaitu sebagai berikut.

  • Oftalmik yang berfungsi untuk memberi sensasi pada berbagai bagian mata, termasuk mukosa di hidung, mata termasuk kornea, kelopak mata hingga dahi.
  • Rahang atas adalah bagian yang berfungsi untuk mengkomunikasikan informasi sensorik pada bagian tengah wajah, contohnya seperti pipi bagian atas, gigi bagian atas, kelopak mata bawah dan rongga hidung.
  • Mandibula merupakan bagian yang dapat memberikan sensasi pada sepertiga bagian bawah wajah, gigi bawah serta lidah.

Gangguan yang paling umum serta rentan terjadi pada saraf trigeminal adalah neuralgia trigeminal. Masalah ini dapat menyebabkan nyeri yang hebat serta tic fasialis pada wajah. Tic fasialis merupakan gerakan tiba-tiba yang terjadi berulang kali serta terjadi pada bagian wajah, leher maupun kepala.

6. Saraf abducens

Saraf keenam adalah bagian dari saraf kranial yang berfungsi untuk mengontrol otot rektus lateral. Rektus lateral adalah bagian dari otot ekstraokular atau otot utama yang menggerakan bola mata.

Otot ini terlibat dalam gerakan mata ke luar, contohnya seperti ketika mata melakukan gerakan ke samping.

Saraf abducens dimulai pada pons batang otak, kemudian memasuki area yang disebut dengan kanal Dorello, kemudian berjalan melalui sinus kavernosus yang akhirnya pada otot rektus lateral di dalam orbit tulang.

7. Saraf wajah

Saraf wajah adalah bagian dari 12 saraf kranial yang terdiri dari 4 inti dengan fungsi yang berbeda-beda, yaitu sebagai berikut.

  • Gerakan otot yang berfungsi untuk menghasilkan ekspresi wajah.
  • Pergerakan kelenjar lakrimal, submandibular serta submaxillary.
  • Sensasi pada telinga luar.
  • Sensasi yang berkaitan dengan rasa.

Salah satu gangguan yang cukup umum terjadi pada saraf wajah adalah gangguan Bell’s palsy. Gangguan ini dapat menyebabkan kelumpuhan pada satu sisi wajah bahkan hingga kehilangan sensasi perasaan.

8. Saraf vestibulocochlearis

Saraf kranial yang kedelapan berkaitan dengan pendengaran serta keseimbangan seseorang.

Terdapat dua komponen fungsi dari saraf kedelapan ini yaitu sebagai berikut.

  • Dapat membantu tubuh untuk merasakan perubahan posisi pada kepala yang berhubungan dengan gravitasi guna menjaga keseimbangan.
  • Saraf koklea pada saraf kedelapan ini dapat membantu pendengaran. Sel rambut yang ada pada telinga akan bergetar, sebagai suatu respons pada suara serta menentukan frekuensi sekaligus besaran suara.

9. Saraf glossopharyngeal

Saraf glossopharyngeal adalah saraf kesemibal yang memiliki fungsi terkait indra perasa serta kemampuan seseorang untuk menelan. Beberapa fungsi motorik serta sensorik pada saraf ini termasuk sebagai berikut.

  • Mengirimkan informasi sensorik dari sinus pada bagian belakang tenggorokan, bagian telinga dalam serta bagian belakang lidah.
  • Memberi rasa pada bagian belakang lidah.
  • Merangsang gerakan dari otot pada bagian belakang tenggorokan yang bernama stylopharyngeus.

Saraf kesembilan ini terletak pada bagian batang otak yang disebut dengan medula oblongata. Bagian ini juga dapat meluas ke daerah leher serta bagian tenggorokan.

12 Saraf Kranial

10. Saraf vagus

Bagian saraf kesepuluh dari saraf kranial memiliki fungsi sensorik serta fungsi motorik, seperti:

  • Mampu mengkomunikasikan informasi sensasi dari saluran telinga serta bagian tenggorokan.
  • Mampu mengirimkan informasi sensorik dari organ-organ seperti pada bagian dada dan batang tubuh, seperti jantung dan usus.
  • Memungkinkan untuk mengontrol motorik otot pada tenggorokan.
  • Merangsang otot organ pada dada serta batang tubuh, termasuk yang menggerakan makanan melalui saluran pencernaan atau peristaltik.
  • Memberi rasa dekat pada akar lidah.

Dari 12 saraf kranial, saraf vagus merupakan bagian yang memiliki jalur paling panjang. Saraf ini memanjang dari bagian kepala pada bagian batang otak yang disebut dengan medula hingga ke bagian perut.

11. Saraf aksesori

Saraf aksesori merupakan bagian saraf kranial yang berfungsi untuk mengontrol otot pada leher. Otot ini mampu melenturkan, memutar serta memperpanjang leher dan bahu.

Saraf aksesori dibagi menjadi dua bagian, yaitu tulang belakang serta tengkorak. Kedua bagian dari saraf aksesori ini bersinggungan sebentar, sebelum bagian dari saraf tulang belakang bergerak untuk memasok otot di leher, sementara itu, bagian kranial akan mengikuti saraf vagus.

12. Saraf hipoglosus

Saraf kranial yang terakhir adalah saraf hipoglosus yang berguna untuk menggerakan sebagian besar dari otot lidah. Bagian ini dimulai dari medula oblongata kemudian bergerak turun ke rahang hingga mencapai bagian lidah.

Apabila saraf hipoglasus terganggu, maka kelumpuhan lidah dapat terjadi serta paling sering terjadi pada satu sisi.

Itulah 12 jenis saraf kranialis. Apabila dibaca dengan teliti, maka dapat diketahui bahwa saraf kranialis adalah saraf yang terletak di dekat otak dan terbagi menjadi 12 pasang saraf. Ke-12 saraf tersebut melewati kranium, sehingga saraf ini disebut sebagai saraf kranial.

Fungsi Saraf Kranial

Saraf kranialis diberi nama sesuai dengan urutan letak dari atas ke bawah dan fungsi utama dari saraf kranialis adalah untuk mengatur segala fungsi organ yang berada di kepala. Dari kesadaran, fungsi berkomunikasi, fungsi mengunyah hingga fungsi menelan.

Secara umum, fungsi saraf kranialis dapat dibagi menjadi tiga macam fungsi yaitu sensoris, motorik serta otonom. Salah satu fungsi dari saraf kranialis ialah memungkinkan seseorang untuk menelan sekaligus berbicara.

1. Menelan

Ketika seseorang mengunyah atau minum, maka makanan serta minuman tersebut akan melewati posterior dari lidah, otot yang disarafi oleh saraf Vagus atau X beserta glasofaringeal (IX) akan mendorong makanan dan ke bawah belakang menuju hipofaring, lalu melewati sfinger cricofaringeal menuju esofagus.

Bagian nasofaring ditutupi oleh otot palatum yang disarafi oleh saraf bagus serta trigeminus. Sedangkan tuba eustachius akan terbuka. Lubang laring akan menyempit seiring dengan elevasi dari semua tulang laring oleh seluruh otot yang menempel pada tulang yang berasal dari atas serta terbukanya sfingter cricofaringeal. Otot lidah yang disarafi oleh saraf hipoglosus (XII) juga memiliki peran penting dalam proses ini. Sebagian besar dari otot faring disarafi secara satu arah melalui saraf vagus.

2. Bicara

Proses pertuturan yang nyata melewati berbagai macam proses sehingga terbentuk suatu kalimat yang utuh. Ada tiga proses bicara, berikut penjelasannya.

a. Produksi suara melalui suatu fonasi

Ketika fonasi, pita suara membuat celah sempit yang dapat memungkinkan udara secara langsung untuk dapat menghasilkan suara seperti pada suling maupun pada pipa organ. Otot yang menggerakan pita suara disarafi oleh saraf laryngeal recurrent yang menjadi bagian dari saraf vagus.

b. Membuat suara yang dapat dimengerti melalui sebuah artikulasi

Otot faringeal (X) lidah, otot ekresi wajah, gerakan mandibula serta palatum seluruhnya memiliki peran untuk merubah suara yang tanpa arti menjadi lebih dapat dimengerti.

c. Pitch

Pitch dimodulasi secara melalui penegangan otot cricothyroid serta mengendurkan pita suara. Seluruh gerakan dari pita suarau dikontrol oleh nukleus ambiguus melalui saraf laryngeal superior serta recurrent. Lesi yang ada pada nukleus ini dapat berujung terhadap kelainan proses menelan serta berbicara yang lazim disebut sebagai bulbar serta pseudobulbar palsy.

12 saraf kranial dapat diperiksa melalui beberapa cara, contohnya pada nervus olfaktori dapat diperiksa dengan menutup mata pasien, kemudian pasien diminta untuk membedakan beberapa bau. Sedangkan nervus optikus dapat diperiksa melalui snelend card serta memeriksa pandangan mata.

Nervus okulomotorius dapat diperiksa dengan memutarkan bola mata, menggerakan konjungtiva, refleks pupil serta melakukan inspeksi pada kelopak mata. Nervus trochlearis dapat diperiksa dengan memutarkan bola mata, menggerakan konjungtiva.

Nervus trigeminus dapat diperiksa dengan menggerakan rahang pasien rahang keseluruhan area atau dengan menutup mata atau menyentuh dengan menggunakan kapas pada dahi maupun pipi.

Nervus abdusen dapat diperiksa dengan memutarkan bola mata, refleks pupil serta melakukan inspeksi kelopak mata. Nervus fasialis dapat diperiksa dengan senyum, mengangkat alis dan lainnya. Nervus verstibulocochlearis dapat diperiksa dengan test webber atau rinne.

Nervus glosofaringeus dapat dibedakan dengan membedakan rasa asam dan manis, nervus vagus dapat diperiksa dengan menyentuh faring posterior, nervus asesorius diperiksa dengan menggerakan bahu, terakhir nervus hipoglosus dapat dites dengan menjulurkan lidah serta menggerakan seluruh area mulut.

12 Saraf Kranial

Itulah ulasan tentang 12 saraf kranial beserta fungsi dan cara melakukan tesnya. Grameds bisa mengetahui lebih lanjut tentang saraf atau bagian tubuh yang lain dengan membaca buku yang tersedia di Gramedia.com. Gramedia selalu menyediakan buku-buku bermanfaat serta original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Khansa

BACA JUGA:

  1. Sistem Saraf pada Manusia: Pengertian, Bagian, dan Gangguannya
  2. Pengertian Sistem Organ Manusia dan Penjelasan Fungsinya
  3. Anatomi Tubuh Manusia: Sistem Organ Manusia dan Fungsinya
  4. Macam-Macam Sistem Organ Manusia dan Fungsinya
  5. Sistem Hormon pada Manusia: Fungsi & Jenis Hormon


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien