Ekonomi Istilah Lifestyle Otomotif

Perbedaan LRT dan MRT dari Kapasitas, Jalur, hingga Fungsinya

Written by Vania Andini

perbedaan lrt dan mrt – Halo, Grameds! Di tengah kemacetan kota besar seperti Jakarta dan sekitarnya, transportasi publik berbasis rel menjadi solusi yang semakin diandalkan.

LRT (Light Rail Transit) dan MRT (Mass Rapid Transit) adalah dua mode transportasi publik berbasis rel yang paling sering dibandingkan adalah. Banyak orang masih kesulitan membedakan kedua transportasi ini.

Artikel ini akan membahas perbedaan LRT dan MRT, mulai dari definisi, sistem operasional, kelebihan, kekurangan, hingga mana yang paling cocok untuk kebutuhan mobilitas sehari-hari. Yuk, Grameds, simak untuk penjelasan lengkapnya!

Apa Itu LRT?

LRT adalah singkatan dari Light Rail Transit, yaitu sistem transportasi berbasis rel dengan kapasitas ringan hingga menengah. LRT biasanya dirancang untuk melayani perjalanan jarak pendek hingga menengah, terutama sebagai penghubung kawasan pinggiran kota dengan pusat transportasi utama.

Di Indonesia, contoh yang paling dikenal adalah LRT Jabodebek dan LRT Palembang. Moda ini sering digunakan untuk menghubungkan wilayah penyangga (suburban) ke pusat kota atau ke moda transportasi lain seperti KRL dan MRT.

Ciri utama LRT:

  • Ukuran kereta lebih kecil
  • Kapasitas penumpang lebih terbatas
  • Jalur sering berada di atas (elevated)
  • Kecepatan menengah
  • Cocok untuk perjalanan feeder atau pengumpan

Apa Itu MRT?

MRT adalah singkatan dari Mass Rapid Transit, yaitu sistem transportasi rel dengan kapasitas besar yang dirancang untuk melayani pergerakan massal di pusat kota dengan tingkat kepadatan tinggi.

Di Indonesia, MRT Jakarta menjadi contoh utama. MRT biasanya digunakan oleh pekerja harian yang melakukan perjalanan rutin dari dan ke pusat kota.

Ciri utama MRT:

  • Kereta lebih panjang dan besar
  • Kapasitas penumpang sangat tinggi
  • Jalur bisa bawah tanah (underground) dan layang
  • Kecepatan tinggi
  • Fokus pada perjalanan jarak menengah hingga jauh

Mengapa LRT dan MRT Sama-Sama Dibutuhkan?

Grameds, LRT dan MRT bukanlah moda yang saling menggantikan, melainkan saling melengkapi. MRT berfungsi sebagai tulang punggung transportasi kota, sementara LRT berperan sebagai penghubung dari wilayah pinggiran ke jalur utama.

Tanpa LRT, MRT akan sulit menjangkau wilayah suburban. Tanpa MRT, pusat kota akan tetap padat dan tidak terlayani optimal.

Perbedaan LRT dan MRT Secara Umum

Aspek LRT MRT
Kepanjangan Light Rail Transit Mass Rapid Transit
Kapasitas Rendah–menengah Tinggi
Ukuran Kereta Lebih kecil Lebih besar
Jalur Mayoritas layang Bawah tanah & layang
Kecepatan Sedang Lebih cepat
Fungsi Feeder/penghubung Jalur utama
Jarak Tempuh Pendek–menengah Menengah–panjang
Kepadatan Penumpang Sedang Sangat tinggi

Perbedaan LRT dan MRT dari Segi Kapasitas

Salah satu perbedaan paling mencolok antara LRT dan MRT adalah kapasitas penumpang.

MRT mampu mengangkut ribuan penumpang dalam satu rangkaian kereta. Dalam jam sibuk, MRT dirancang untuk menampung lonjakan penumpang dengan frekuensi tinggi.

Sementara itu, LRT memiliki kapasitas yang lebih kecil. Hal ini membuat LRT cocok untuk:

  • Kawasan dengan kepadatan sedang
  • Jalur pengumpan ke MRT atau KRL
  • Kota yang belum membutuhkan kapasitas besar

Perbedaan Jalur dan Konstruksi

Grameds mungkin memperhatikan bahwa jalur MRT Jakarta banyak berada di bawah tanah, sedangkan LRT hampir selalu melayang di atas jalan.

LRT

  • Lebih sering menggunakan jalur layang
  • Biaya pembangunan relatif lebih murah
  • Tidak memerlukan terowongan bawah tanah yang kompleks

MRT

  • Banyak menggunakan jalur bawah tanah
  • Biaya pembangunan lebih mahal
  • Cocok untuk pusat kota yang lahannya terbatas

Perbedaan Kecepatan dan Waktu Tempuh

Dari segi kecepatan, MRT unggul karena:

  • Jalur lebih lurus
  • Jarak antar stasiun lebih jauh
  • Sistem persinyalan canggih

LRT cenderung:

  • Berhenti lebih sering
  • Kecepatan rata-rata lebih rendah
  • Fokus pada distribusi penumpang

Perbedaan Fungsi dalam Sistem Transportasi

Grameds, jika dianalogikan dengan tubuh manusia:

  • MRT adalah tulang punggung
  • LRT adalah pembuluh pendukung

MRT melayani arus utama penumpang, sedangkan LRT mengumpulkan dan menyebarkan penumpang ke titik-titik strategis.

Perbedaan Biaya Pembangunan

Aspek LRT MRT
Biaya pembangunan Lebih rendah Sangat tinggi
Kompleksitas Sedang Tinggi
Waktu pembangunan Lebih singkat Lebih lama
Risiko teknis Lebih rendah Lebih tinggi

Karena biaya MRT sangat besar, tidak semua kota cocok membangun MRT. Di sinilah LRT menjadi solusi yang lebih bijak.

Perbedaan Target Pengguna

LRT biasanya digunakan oleh:

  • Warga pinggiran kota
  • Penumpang jarak pendek
  • Pengguna transit ke moda lain

MRT biasanya digunakan oleh:

  • Pekerja harian
  • Penumpang jarak menengah–jauh
  • Pengguna dengan mobilitas tinggi

Kelebihan dan Kekurangan LRT

Kelebihan LRT

  • Biaya pembangunan lebih murah

Dibandingkan moda transportasi massal lain, sistem ini membutuhkan biaya pembangunan dan perawatan yang relatif lebih rendah.

  • Fleksibel untuk berbagai wilayah

Dapat diterapkan di berbagai kondisi wilayah, baik perkotaan padat maupun daerah pinggiran, karena tidak membutuhkan infrastruktur yang terlalu kompleks.

  • Cocok sebagai feeder transportasi

Sangat efektif digunakan sebagai penghubung antara kawasan pemukiman dan moda transportasi utama seperti kereta, MRT, atau terminal.

Kekurangan LRT

  • Kapasitas terbatas

Moda ini memiliki daya angkut penumpang yang relatif kecil sehingga tidak dapat menampung jumlah penumpang dalam skala besar.

  • Kurang optimal untuk jam sibuk ekstrem

Pada waktu puncak dengan lonjakan penumpang yang sangat tinggi, layanan ini kurang efektif dan berpotensi menimbulkan antrean atau kepadatan.

Kelebihan dan Kekurangan MRT

Kelebihan MRT

  • Kapasitas sangat besar

Mampu mengangkut penumpang dalam jumlah besar sehingga efektif untuk memenuhi kebutuhan mobilitas massal.

  • Cepat dan efisien

Memiliki jalur khusus yang meminimalkan hambatan lalu lintas, sehingga waktu tempuh lebih singkat dan lebih tepat waktu.

  • Ideal untuk pusat kota

Sangat cocok diterapkan di kawasan pusat kota dengan tingkat kepadatan dan aktivitas yang tinggi.

Kekurangan MRT

  • Biaya pembangunan tinggi

Pembangunan membutuhkan investasi besar, baik untuk infrastruktur, teknologi, maupun pembebasan lahan.

  • Proses konstruksi lama

Tahapan perencanaan hingga pembangunan memerlukan waktu panjang dan sering berdampak pada aktivitas masyarakat sekitar.

  • Tidak cocok untuk semua kota

Moda ini kurang ideal diterapkan di kota dengan kepadatan rendah, keterbatasan anggaran, atau kondisi geografis tertentu.

Mana yang Lebih Baik: LRT atau MRT?

Pertanyaan ini sering muncul, tetapi jawabannya tergantung kebutuhan, Grameds.

Jika kamu tinggal di kawasan pinggiran kota, LRT mungkin lebih relevan. Jika kamu bekerja di pusat kota dengan mobilitas tinggi, MRT adalah pilihan terbaik.

Yang terpenting, LRT dan MRT tidak bersaing, melainkan saling melengkapi.

Kondisi Moda yang Tepat
Jarak pendek LRT
Jarak jauh MRT
Kawasan suburban LRT
Pusat kota padat MRT
Feeder transportasi LRT
Mobilitas massal MRT

Masa Depan LRT dan MRT di Indonesia

Grameds, ke depan pemerintah terus mengembangkan jaringan LRT dan MRT di berbagai kota besar. Tujuannya bukan hanya mengurangi kemacetan, tetapi juga:

  • Menurunkan polusi
  • Meningkatkan kualitas hidup
  • Mendorong budaya transportasi publik

Integrasi antar moda akan menjadi kunci keberhasilan sistem transportasi modern.

Tips Naik LRT dan MRT 

Bagi yang baru pertama kali atau sudah sering menggunakan transportasi publik berbasis rel, LRT dan MRT bisa jadi pilihan terbaik untuk menghindari macet. Supaya perjalanan makin nyaman, aman, dan bebas ribet, simak tips berikut ini.

1. Rencanakan Perjalanan Sebelum Berangkat

Cek rute, jam operasional, dan stasiun tujuan terlebih dahulu. Ini membantu Grameds menghindari salah naik atau turun di stasiun yang keliru.

2. Datang Lebih Awal, Terutama di Jam Sibuk

Pada jam berangkat dan pulang kerja, penumpang biasanya membludak. Datang lebih awal memberi waktu untuk antre dan naik kereta dengan lebih tenang.

3. Gunakan Kartu Pembayaran Elektronik

Pastikan kartu transportasi atau e-money memiliki saldo cukup. Dengan begitu, Grameds bisa langsung tap in dan tap out tanpa hambatan.

4. Berdiri di Area yang Sudah Ditandai

Saat menunggu kereta, berdirilah di belakang garis kuning dan ikuti marka antrean. Ini membuat proses naik-turun penumpang lebih tertib.

5. Dahulukan Penumpang yang Turun

Biarkan penumpang keluar terlebih dahulu sebelum masuk. Selain sopan, cara ini juga mempercepat arus penumpang.

6. Pegang Barang Pribadi dengan Aman

Gunakan tas di depan badan saat kondisi ramai dan pastikan barang berharga tersimpan dengan aman.

7. Patuhi Aturan di Dalam Kereta

Hindari makan, minum, berbicara terlalu keras, atau memutar suara tanpa earphone. Transportasi publik adalah ruang bersama.

8. Manfaatkan Pegangan dan Kursi Prioritas

Jika berdiri, pegang handgrip dengan kuat. Hormati kursi prioritas untuk lansia, ibu hamil, dan penyandang disabilitas.

9. Siapkan Diri Sebelum Turun

Beberapa menit sebelum stasiun tujuan, siapkan diri dan bergerak perlahan ke dekat pintu agar tidak terburu-buru.

10. Tetap Sabar dan Tertib

Antrean dan kepadatan adalah hal yang wajar di transportasi umum. Bersikap sabar akan membuat perjalanan Grameds jauh lebih nyaman.

Kesimpulan

Grameds, perbedaan LRT dan MRT terletak pada kapasitas, fungsi, jalur, dan peran dalam sistem transportasi. MRT dirancang untuk mengangkut penumpang dalam jumlah besar di pusat kota, sementara LRT berfungsi sebagai penghubung dari kawasan pinggiran ke jalur utama.

Dengan memahami perbedaan ini, kamu bisa memilih moda transportasi yang paling sesuai dengan kebutuhan sehari-hari.

Rekomendasi Buku Terkait

1. Thailand

Thailand

Backpacking itu bukan sekadar liburan dengan cara hemat. Buat apa jalan-jalan murah kalau hanya numpang lewat di negara tujuan? Hanya backpacker tulen yang bisa jalan-jalan murah sekaligus mendapat sejuta pengalaman baru. Tentu saja, perlu trik khusus untuk melakukannya. Ingin melongok bekas ladang opium di Golden Triangle, menjelajah Sungai Mekong di perbatasan Laos, atau tur bersepeda keliling Bangkok? Buku ini memberi panduan lengkapnya! Backpacking ke Thailand sangat gampang, bahkan bagi orang yang belum punya pengalaman traveling sekalipun. Selain biaya hidup di sana relatif murah, sarana transportasi dan infrastruktur pariwisatanya sudah tertata baik. Pendek kata, meskipun dengan anggaran yang sangat tipis, liburan yang mengesankan ke luar negeri bukan cuma mimpi!

2. Amazing Thailand

Amazing Thailand

Sepuluh tahun yang lalu, wisatawan dari Indonesia belum banyak berani berkunjung sendiri ke Thailand. Namun, sejak AirAsia membuka layanan terbang langsung dari beberapa kota di Indonesia ke Bangkok dan Phuket, orang Indonesia semakin mudah dan banyak berkunjung ke sana. Sayang, wisatawan Indonesia umumnya hanya tahu tentang Phuket dengan Pulau Phi Phinya, selain tempat-tempat wisata populer seperti Bangkok dan Pattaya. Padahal, di sana masih ada banyak tujuan wisata lain yang sangat menarik dan berbiaya murah. Dan, buku ini menjelaskan tempat-tempat di Bangkok yang layak dikunjungi. Informasi yang disampaikan pun detail, mulai tentang kawasan penginapan di setiap kota, objek-objek wisata menarik, transportasi umum, wisata kuliner dan halal, hingga tip-tip kunjungan ke Thailand.

3. Telusur Bangkok

Telusur Bangkok

Bangkok tidak pernah kehabisan pesona untuk dieksplorasi. Dari wisata sejarah, tur museum, kuliner, belanja, hingga gemerlap hiburan malam, ibu kota Thailand ini selalu menawarkan pengalaman berbeda bagi setiap pengunjung. Buku panduan ini akan membantu Anda mengenal sisi lain Bangkok yang jarang tersentuh wisatawan. Menyusuri jalur off the beaten path membuat perjalanan semakin istimewa dan berkesan. Baik dengan gaya ransel sederhana maupun koper elegan, Bangkok selalu siap menyambut Anda sebagai destinasi liburan yang seru dan tak terlupakan.

4. Romancing Thailand

Romancing Thailand

Buku panduan ini mengajak pasangan untuk menjelajahi destinasi romantis sambil menikmati perjalanan wisata. Dengan konsep sekali traveling, banyak kebahagiaan, pembaca akan diajak berbulan madu sekaligus menikmati liburan tak terlupakan. Thailand dipilih sebagai tujuan utama karena menyuguhkan beragam pengalaman romantis dan petualangan seru. Mulai dari pantai eksotis, budaya yang kaya, hingga aktivitas unik yang dirancang untuk pasangan. Buku ini hadir sebagai teman perjalanan yang membantu merencanakan bulan madu impian, sekaligus mempererat ikatan cinta di setiap langkah. 

5. Cita Rasa Asyik – Masakan Thailand

Cita Rasa Asyik - Masakan Thailand

Masakan Thailand salah satu masakan paling unik di dunia. Orang Thailand sangat menjunjung tinggi cita rasa makanan. Mereka hanya memilih bahan-bahan segar dengan struktur yang lembut. Dasar masakan Thai adalah lima rasa yaitu manis, asam, asin, pahit, dan pedas. Masakan Thailand menggunakan semua jenis daging, ikan, sayuran, dan juga buah dalam jumlah yang cukup. Saus cabai dan santan adalah karakteristik untuk masakan Thailand. Saus cabai yang mereka gunakan tergantung pada jenis hidangan. Buku ini menyajikan lebih dari 25 resep pilihan dari dapur Masakan Thailand yang dapat memperkaya pengalaman cita rasa Anda.

 

About the author

Vania Andini

Gramedia Literasi