Sejarah

Pengertian Periodisasi: Tujuan, Jenis-jenis dan Faktor yang Mempengaruhi

periodisasi
Written by Wida Kurniasih

Apa itu pengertian periodisasi? Periodisasi adalah sesuatu yang selalu dihubungkan dengan waktu. Periodisasi adalah salah satu hal yang membantu manusia dalam mengembangkan sejarah.

Melalui periodisasi, suatu sejarah peristiwa atau kejadian dapat dijelaskan dengan baik. Lalu, apa itu pengertian periodisasi? Untuk mengetahuinya, kamu harus menyimak artikel di bawah ini.

Artikel ini akan membahas mengenai pengertian periodisasi, tujuan periodisasi, jenis-jenis periodisasi serta faktor yang mempengaruhi periodisasi.

Pengertian Periodisasi

pengertian periodisasiPeriodisasi adalah sebuah tingkat perkembangan masa. Dapat dikatakan pula pengertian periodisasi adalah pembabakan suatu masa. Periodisasi di dalam sejarah merupakan tingkat perkembangan masa di dalam sejarah.

Pembabakan tersebut dilakukan karena adanya rentang waktu. Waktu tersebut dari awal manusia ada sampai saat ini. Waktu tersebut adalah rentang yang sangat panjang.

Hal tersebut membuat sejarawan atau para ahli sedikit mengalami kesulitan. Mereka mengalami kesulitan dalam memahami atau membahas sebuah masalah yang muncul. Mengingat banyaknya masalah yang muncul di dalam kehidupan manusia.

Oleh karena itu, para ahli dan sejarawan akhirnya membuat susunan. Susunan tersebut menyangkut dengan waktu atau masa. Berupa suatu periodisasi sejarah atau pembabakan masa.

Tujuan dari penyusunan tersebut adalah untuk mempermudah pemahaman. Serta pembahasan sejarah mengenai kehidupan manusia. Maka dari itu  munculah sebuah periodisasi.

Periodisasi adalah kata yang mengacu kepada pembagian sejarah. Pembagian sejarah tersebut adalah hal-hal mengenai era, zaman atau periode waktu dengan karakteristik yang umum. Inilah yang membuat makna periodisasi berbeda dalam etimologis.

Secara etimologis, kata periode berasal dari bahasa Yunani. Berawal dari kata “periodos”yang memiliki arti “sirkulasi”. Makna kata tersebut adalah menunjukan pandangan pada siklus-siklus sejarah. Sebagai pengganti, disebut dengan nama “strukur sejarah”.

Periodisasi akan menghasilkan sebuah abstraksi deskriptif. Hal itu akan memberikan istilah yang sesuai untuk suatu periode waktu. Melalui karakteristik yang relative terbilang stabil.

Akan tetapi, menentukan awal dan akhir yang tepat pada setiap periode seringkali bersifat arbitrer. Pasalnya, telah berubah dari satu waktu ke waktu lain selama perjalanan sejarah. Selama sejarah memiliki sifat yang tidak digeneralisasi dan berkelanjutan, maka semua sistem periodisasi akan bersifat arbitrer.

Akan tetapi tanpa adanya periode yang disebutkan , secanggung atau tidak tepatnya, waktu lampau tidak akan lebih dari kejadian yang tersebar. Tanpa kerangka untuk membantu manusia dalam memahaminya.

Periodisasi di dalam sejarah akan dilakukan oleh banyak pihak. Seperti masyarakat, negara atau bangsa yang ada di seluruh dunia. Periodisasi di dalam sejarah juga dilaksanakan.

banner-promo-gramedia

Pasalnya, setiap periode sejarah akan mengandung beberapa rangkaian peristiwa. Seperti kejadian-kejadian dalam jumlah banyak. Contohnya periodisasi bangsa Eropa.

Asal Usul Peradaban Dan Sejarah Eropa

Asal Usul Peradaban Dan Sejarah Eropa

Beli Buku di GramediaBuku ini berisi asal-usul peradaban dan sejarah Eropa yang ditulis secara ringkas, runtut dan lengkap. Sehingga, kita akan lebih mudah memahaminya dan tentu saja banyak menambah wawasan umum.

Tujuan Periodisasi

tujuan periodisasiSetelah mengetahui mengenai pengertian periodisasi, pembahasan selanjutnya adalah tujuan periodisasi. Tujuan periodisasi adalah sebagai berikut:

1. Mempermudah mendapat sebuah gambaran

Salah satu tujuan yang penting terhadap periodisasi adalah mempermudah mendapat sebuah gambaran. Melalui periodisasi, maka seseorang dapat melihat sebuah peristiwa atau kejadian berdasarkan periodisasinya. Seseorang dapat mendapatkan gambaran secara menyeluruh melalui periodisasi.

(M. Ali, 2006: 49) menyebutkan bahwa jumlah tahun kejadian sebuah peristiwa sangat banyak. Hal ini membuat rangkaian-rangkaian tahun dan hal lainnya menjadi deretan yang tak berujung. Rangkaian peristiwa tersebut tidak memiliki pangkal. Oleh sebab itu, untuk mendapatkan sebuah gambaran atau pandangan maka deretan itu dibagi-bagi lagi

2. Menyederhanakan kisah sejarah

Sejarah adalah sesuatu yang panjang. Tidak hanya itu, sebuah kejadian di dalam sejarah juga adakalanya terbilang rumit. Hal-hal seperti ini seringkali tidak menemukan titik temu. Oleh karena itu, munculah sebuah periodisasi. Tujuannya agar dapat menyederhanakan kisah sejarah yang rumit dan panjang.

(Sidi Gazalba, 1981: 62) menyebutkan bahwa untuk menghadapi sebuah keruwetan, pikiran mengurai-uraikan, melakukan sebuah pembagian dan penggolongan. Gambaran yang terlihat rumit tersebut kemudian disederhanakan. Selain itu, akan diikhtisarkan menjadi satu tatanan atau orde. Hal itu akan memudahkan pengertian.

3. Memenuhi syarat sistematika ilmu pengetahuan

Tujuan ketiga dari periodisasi adalah memenuhi persyaratan sistematika di dalam ilmu pengetahuan. Salah satu syarat sebuah ilmu pengetahuan adalah sifatnya yang sistematis. Setiap ilmu pengetahuan memiliki sifat sistematis.

Semua kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lampau akan dikelompokan. Setelah itu akan dihubungkan satu sama lain. Kemudian akan dikaitkan, dan berakhir disusun secara sistematis.

4. Dasar penyusunan cerita sejarah

Sejarah yang panjang dan rumit perlu disusun. Tujuannya supaya memudahkan seseorang dalam mengkajinya. Peristiwa atau kejadian itu akan disusun berdasarkan waktu atau periodisasinya.

(Louis Gottschalk, 1983: 149) menyebutkan bahwa penyusunan data sejarah yang paling masuk akal dilakukan secara kronologis. Maksudnya adalah penyusunan data sejarah yang dibuat berdasarkan periode waktu. Hal ini disebabkan karena kronologi adalah satu-satunya norma objektif. Selain itu, kronologi adalah konstan yang harus diperhitungkan oleh para ahli atau sejarawan.

5. Mengetahui peristiwa secara kronologis

Tujuan periodisasi juga untuk mengetahui peristiwa sejarah berdasarkan kronologisnya. Penyusunan cerita-cerita sejarah yang dilakukan dengan cara kronologis akan memudahkan. Seseorang akan mudah mengetahui urutan terjadinya suatu peristiwa tersebut.

Kronologi akan menghindarkan kita dari keharusan mengulang kisah. Seperti mengenai peristiwa yang sama. Periodisasi yang disusun secara kronologi juga akan mengungkapkan serta menjelaskan sebab dan akibat dari suatu peristiwa.

Jenis-jenis Periodisasi

jenis jenis periodisasiPeriodisasi akan memberikan bentuk dan corak sendiri kepada bahan sejarah yang tidak memiliki batas. Karakteristik tersebut yang menjadikan sebuah pembeda. Pembeda di antara babak yang satu dengan babak yang lain. Ada pula beberapa faktor yang dijadikan sebuah kriteria di dalam Menyusun konsep periodisasi. Faktor tersebut juga menyangkut jenis-jenis periodisasi. Berikut ini adalah jenis-jenis periodisasi:

1. Periodisasi berdasarkan satuan waktu kronologis

Periodisasi yang dibagi berdasarkan waktu adalah cara yang sangat sederhana untuk melakukan periodisasi. Periodisasi ini umumnya akan dibulatkan berdasarkan beberapa hal. Seperti berdasarkan tahun kejadian atau abad kejadian. Contohnya seperti di bawah ini:

a. Perang tentara Portugis dengan tentara Spanyol di Indonesia

Pada tahun 1529 terjadis ebuah peperangan. Peperangan tersebut terjadi di antara tentara Potugis dengan tentara Spanyol di Indonesia. Pada tahun 1546, Filipina jatuh ke tangan Spanyol. Sementara itu, Ambon dan Ternate jatuh ke tangan Portugis.

b. Sejarah Perancis pada abad ke-9

Ini adalah salah satu periodisasi berdasarkan satuan kronologisnya. Akan tetapi, periodisasi melalui cara ini dinilai kurang efektif. Hal tersebut diibaratkan seperti memasang patok kilometer yang konstan terhadap sebuah jalan.

Patok-patok waktu itu tidak akan berbicara apapun tentang yang terjadi di dalam sana. Periodisasi ini ternyata tidak memberikan sebuah corak atau perbedaan pada peristiwa. Tidak juga memberikan sebuah klasifikasi kejadian yang terkandung di dalamnya. Namun, periodisasi ini hanya menyangkut perbedaan itu sendiri.

2. Periodisasi berdasarkan ciri-ciri yang terkandung oleh kejadian

Pada periodisasi ini, tidak menjadikan waktu sebagai pembatas yang utama. Waktu bukanlah pembatas utama ketika proses pengelompokan sejarah. Melainkan akan melihat berdasarkan ciri-ciri yang utama pada suatu kejadian.

banner-promo-gramedia

Hal itu dilakukan untuk menjadi pembatas pada sejarah itu sendiri. Walaupun demikian, setiap periodisasi tidak akan lepas dari sebuah waktu. Setiap kejadian atau peristiwa pasti terikat dengan waktu. Pasalnya, setiap kejadian akan berlangsung di dalam sebuah waktu.

Oleh karena itu, meskipun waktu bukan pembatas utama, tetapi periodisasi jenis ini tetap akan dihubungkan dengan waktu. Contohnya seperti yang diungkapkan oleh Prof. Moh. Yamin di dalam bukunya yang berjudul 6000 Tahun Sang Saka Merah Putih (1957). Periodisasi sejarah bangsa Indonesia dibagi menjadi enam bagian, berikut penjelasannya:

  • Zaman prasejarah sampai dimulainya Tarikh Masehi
  • Zaman Protohistoris atau saat dimulainya sejarah Indonesia (permulaan Tarikh Masehi sampai abad ke-7)
  • Zaman Sriwijaya Syailendra (abad ke-7 sampai abad ke-12)
  • Zaman Singasari Majapahit (abad ke-13 sampai abad ke-16)
  • Zaman Penyusunan Kemerdekaan Indonesia (abad 16-19)
  • Abad Proklamasi Kemerdekaan (awal abad ke-20 sampai pertengahan abad 20)

BACA JUGA: Kerajaan Islam di Indonesia (Nusantara) dan Sejarahnya

Sejarah Teh - Asal Usul dan Perkembangan Minuman Favorit Dunia

Sejarah Teh – Asal Usul dan Perkembangan Minuman Favorit Dunia

Beli Buku di GramediaBuku ini memberikan penjelasan mengenai kebiasaan dan tradisi yang muncul dari penyebaran teh ke seluruh dunia. Buku ini menjelaskan bagaimana teh diolah menjadi berbagai macam variasi yang diminum orang-orang setiap harinya, dan bagaimana caranya menyeduh secangkir teh sempurna, dan lebih banyak lagi.

3. Periodisasi berdasarkan ranting

Jenis periodisasi selanjutnya berdasarkan ranting. Ilmu pengetahuan yang semakin lama semakin berkembang luas serta kaya ilmu membutuhkan diferensiasi. Hal ini juga sama halnya dengan sejarah.

Sejarah sebagai ilmu pengetahuan juga melakukan diferensiasi di dalam “ranting”. Hal tersebut jadi memudahkan kita ketika memusatkan perhatian pada bagian yang khusus di dalam sebuah sejarah. Maka memungkinkan dalam mensejarahkan atau meriwayatkan bidang kegiatan manusia secara lebih saksama dan mendalam.

Tujuannya untuk memudahkan menguasai seluruh fakta dari masa lalu. Mengingat bahwa fakta-fakta tersebut terdapat berbagai macam dan secara terperinci. Adapun ranting-ranting di dalam ilmu sejarah dapat dibagi menjadi berikut:

  •   Sejarah ekonomi
  •   Sejarah perang
  •   Sejarah politik
  •   Sejarah konstitusi
  •   Sejarah sosial
  •   Sejarah budaya
  •   Sejarah pendidikan
  •   DLL

Ranting-ranting tersebut akan saling berhimpun di dalam sejarah sebagai sebuah ilmu. Pada kedudukan  yang paling tinggi, semua ranting akan bersatu ke dalam sejarah manusia. Di samping jenis-jenis periodisasi di atas, periodisasi pada setiap negara kemungkinan akan berbeda sesuai dengan yang ada pada negara tersebut.

Faktor yang Mempengaruhi Periodisasi

Pengertian Periodisasi: Tujuan, Jenis-jenis dan Faktor yang Mempengaruhi 1Periodisasi sejarah merupakan dasar penyusunan terhadap cerita sejarah. Penyusunan periodisasi ini sangat dipengaruhi oleh sejarawan atau pakar itu sendiri. Di samping pengukuran periodisasi, pasti terdapat perbedaan-perbedaan.

Misalnya seperti perbedaan batas pengukuran antara sejarawan satu dengan sejarawan yang lain. Periodisasi sejarah adalah sebuah pendapat dari para sejarawan. Pendapat tersebut didasarkan oleh pengamatan dan tafsirannya sendiri.

Oleh karena itu, periodisasi adalah hal yang bersifat subjektif. Seringkali periodisasi ini akan menimbulkan sebuah perbedaan pandangan atau pendapat antar sejarawan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh berbagai hal.

Seperti karena subjek permasalahannya, adanya perbedaan dalam cara penilaian, serta perbedaan cara berpikir dari masing-masing sastrawan itu sendiri. oleh karena itu, periodisasi adalah hal yang erat kaitannya dengan filsafat, agama, keyakinan, kepercayaan atau, pandangan hidup.

Selain perbedaan mengenai hal tersebut, ada hal lain yang menjadi faktor pembeda. Seperti perbedaan kebudayaan dan perbedaan sikap. Perbedaan politik pada masanya juga menjadi salah satu hal yang akan mempengaruhi cara berpikir seorang sejarawan.

banner-promo-gramedia

Itulah ulasan mengenai periodisasi. Temukan hal menarik lainnya di www.gramedia.com. Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas akan selalu menampilkan artikel menarik dan rekomendasi buku-buku terbaik untuk para Grameds.

Sejarah Agama Jawa

Sejarah Agama Jawa

Beli Buku di GramediaBuku ini akan memberikan jawabannya secara jelas dan ringkas. Penulis menjelaskan sejarah kejawen sebagai subkultur agama Jawa dari zaman prasejarah hingga era kerajaan.

Penulis: Wida Kurniasih

Sumber: dari berbagai sumber

BACA JUGA:

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien