Istilah Marketing

Pengertian Afiliator: Keuntungan dan Perbedaannya dengan Influencer

Pengertian Afiliator
Written by Ananda

Pengertian Afiliator – Afiliator berasal dari kata afiliasi, dimana merupakan salah satu cara mengembangkan bisnis dengan memanfaatkan sosialisasi secara terarah yang dilakukan oleh individu, badan usaha atau organisasi dan kedua belah pihak akan mendapatkan keuntungan.

Selain itu, afiliator sebagai salah satu pekerjaan yang menjanjikan. Selain mudah untuk memulainya, Grameds bisa mendapatkan penghasilan hingga ratusan juta dari profesi tersebut. Apalagi jika grameds bisa melakukannya dari rumah. Menggiurkan bukan?

Sedangkan dalam dunia bisnis, menjadi afiliator adalah salah satu cara untuk memperoleh pendapatan yang semakin banyak digemari oleh masyarakat terutama anak muda. Sebagian orang memanfaatkannya sebagai sampingan, sedangkan sebagian lainnya memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan utama karena hasil yang cukup menjanjikan.

Oleh sebab itu, dapat dikatakan kalau afiliator sebutan bagi mereka yang melakoni program afiliasi dimana konsep kemitraan bisnis dengan imbalan berupa komisi. Bagi grameds yang mengikuti program afiliasi sama halnya mengambil kesempatan yang baik untuk menambah pendapatan dengan minim modal. Selain itu, kebanyakan aturan kerja sama program afiliasi tidaklah tidak terlalu membebani serta mengikat.

Pengertian Afiliator

Pengertian Afiliator

pixabay.com

Afiliator merupakan sebutan untuk orang yang mengikuti afiliasi. Afiliasi itu sendiri sebagai program kerja sama suatu brand dengan orang lain yang nantinya memberikan imbalan berupa komisi. Selain itu, afiliator mempunyai tugas untuk mengajak orang membeli suatu produk milik brand yang program afiliasinya grameds ikuti. Besaran komisi ditentukan oleh brand yang menyelenggarakan afiliasi, mulai dari beberapa persen hingga hingga 70%.

Untuk mengajak orang membeli produk, grameds harus rajin mempromosikan produk dengan sosial media. Dapat melalui berbagai konten online seperti postingan blog, media sosial maupun video di youtube. Misalnya, ketika Grameds menulis ulasan di blog tentang keunggulan atau kelebihan suatu produk dan mengajak pembaca untuk membelinya melalui link yang dicantumkan.

Link tersebut berisi kode referral khusus yang grameds dapatkan setelah mendaftar program afiliasi. Grameds wajib menggunakan link tersebut agar terhitung sebagai penjualan yang berhasil dan mendapatkan komisi. Secara sekilas pekerjaan afiliator mirip dengan apa yang dilakukan oleh seorang influencer. Keduanya sama-sama memasarkan produk atau layanan milik suatu brand. Namun, sebenarnya keduanya merupakan profesi yang berbeda.

Perbedaan Afiliator dan Influencer

Ada beberapa hal yang membedakan antara afiliator dengan influencer, antara lain sebagai berikut:

  1. Influencer dipilih oleh brand untuk mempromosikan produknya sedangkan afiliator mendaftar secara mandiri pada program suatu afiliasi.
  2. Penghasilan influencer berasal dari bayaran dengan jumlah yang disepakati dengan brand. Jika afiliator, pendapatannya berupa komisi dari setiap penjualan produk yang berhasil dilakukan, maka influencer pendapatannya berasal dari barang yang sudah dipromosikan.
  3. Influencer mendapatkan bayaran sebelum membuat konten promosi yang disetujui oleh kerja sama dengan brand. Sedangkan untuk afiliator komisi akan didapatkan setelah mempromosikan dan berhasil menjual suatu produk.
  4. Tugas influencer selesai setelah membuat konten pemasaran untuk brand pada periode tertentu sesuai dengan ketentuan kerja sama. Sementara itu, untuk afiliator bisa terus menjual produk sesuai dengan keinginan selama tidak melanggar ketentuan program.

Keuntungan Menjadi Afiliator

Pengertian Afiliator

pixabay.com

Pekerjaan afiliator menawarkan beberapa kelebihan yang menarik, sebagai berikut :

1. Mempunyai penghasilan pasif

Kelebihan utama menjadi afiliator yaitu mempunyai penghasilan pasif yang jumlahnya cukup menggiurkan. Sebab, link afiliasi Grameds akan terus menerus mendatangkan uang selama tidak dihapus dari konten kamu lho. Bahkan, para afiliator top juga bisa mendapatkan ratusan juta dari link afiliasi tersebut.

Selain itu, agar terus bisa mendatangkan pendapatan dari program afiliasi, tentunya konten kamu juga harus bisa mempengaruhi audiens agar membeli produk menggunakan link kamu. Oleh karena itu, grameds harus mengikuti afiliasi yang produknya sesuai dengan niche blog atau media sosial kamu.

Misalnya, ketika blog grameds membahas tentang teknologi tentunya ulasan tentang produk skincare kurang bisa menghasilkan komisi dari afiliasi yang diikuti. Maka pastikan konten kamu mudah ditemukan audiens agar mereka tahu tentang promosi kamu ya grameds. Contohnya, grameds perlu menerapkan SEO untuk postingan blog agar berada di puncak hasil pencarian Google untuk kata kunci tertentu.

2. Tidak memerlukan modal besar

Memulai pekerjaan afiliator adalah salah satu hal yang mudah. Apalagi bagi grameds yang sudah gemar blogging dan posting di media sosial serta kemampuan untuk membuat konten promosi yang efektif.

Langkah selanjutnya, grameds tinggal bergabung dengan suatu program afiliasi yang secara umum gratis/ tidak berbayar. Dengan begitu, grameds tidak perlu mengeluarkan dana untuk mulai memasarkan produk yang ditawarkan brand penyedia program afiliasi. Namun, apabila akan melakukan promosi yang lebih mendetail tentang kualitas produk, kamu dapat mencoba produk brand tersebut ya, grameds.

3. Bisa bekerja dimanapun dan kapan saja

Jika Grameds ingin bebas work from home, café atau tempat lainnya, menjadi afiliator adalah salah satu pilihan yang tepat. Saat ini, yang dibutuhkan hanya perangkat komputer untuk bekerja dan koneksi internet yang stabil.

Selain itu, Grameds juga tidak harus bekerja dari pagi hingga sore untuk melakukan tugas afiliator. Jadi, kamu bisa menjadikannya sebagai profesi sampingan setelah menyelesaikan pekerjaan utama.

4. Tidak terbatas pada satu program afiliasi

Jika grameds ingin lebih mendapatkan penghasilan, sah- sah saja mengikuti lebih dari satu program afiliasi, lho. Namun, pastikan dulu bahwa kamu punya cukup waktu dan energi untuk membuat beberapa konten sekaligus dan memantau efektivitas masing-masing promosi yang dilakukan.

Selain itu, sebelum mengikuti program afiliasi pelajari syarat dan ketentuan penyelenggara program afiliasi. Sebab, ada juga yang tidak memperbolehkan kamu menjadi afiliator brand lain.

Kelemahan Menjadi Afiliator

Setelah membahas tentang kelebihan menjadi afiliator, maka pembahasan selanjutnya adalah kelemahan menjadi afiliator. Berikut ini penjelasan lengkapnya.

  1. Dikarenakan mendapatkan penghasilan berdasarkan komisi, maka pemasukan yang diterima tetap bergantung pada produk yang dijual.
  2. Model bisnis ini membutuhkan kesabaran serta kerja keras agar produk yang ditawarkan dapat sukses diterima.
  3. Dikarenakan semakin populer, maka persaingan juga semakin besar dengan berbagai produk yang menggunakan model bisnis ini.
  4. Dengan banyaknya produk yang dijual, maka semakin sulit untuk menemukan produk yang sesuai keinginan kita.

Pengertian Afiliator

Cara Kerja Afiliator

Pengertian Afiliator

kompas.com

Sistem kerja afiliator cukup mudah. Arahan dari perusahaan membuat afiliator mampu memahami sistem kerjanya. Secara umum, sistem kerja afiliasi adalah mempromosikan produk pemberian kode referral. Berikut ini ada cara cara kerja afiliasi, antara lain sebagai berikut:

1. Mendaftarkan diri pada program afiliasi

Pendaftaran program afiliasi biasanya dibuka pada website perusahaan. Grameds bisa mendaftarkan diri terlebih dahulu dengan mengisi dan memenuhi syarat dan ketentuan yang ada. Grameds juga akan mendapatkan kode referral yang tentunya berbeda-beda. Kode referral ini akan menunjang promosi penjualan.

2. Mempromosikan produk afiliasi

Pada langkah ini, media promosi dapat disesuaikan oleh perusahaan atau inisiatif grameds sendiri. Contohnya, review produk dengan video, youtube, forum, sosial media, tulisan blog dan sebagainya. Saat sosialisasi promosi produk, masukkan informasi pemakaian kode referal kamu.

3. Konsumen menggunakan kode referal dari afiliator

Kode referral yang telah diinformasikan saat promosi produk oleh konsumen akan digunakan. Pemakaian kode ini menjadikan konsumen memperoleh harga yang berbeda karena mendapatkan potongan dari pemakaian kode referal kamu.

4. Mendapatkan komisi

Kode referal ditujukan untuk menandakan bahwa produk barang atau jasa yang ditawarkan oleh afiliator telah dibeli oleh konsumen. Semakin banyak pemakaian kode tersebut, maka semakin banyak komisi yang kamu dapatkan sebagai afiliator.

Syarat Jadi Afiliator

Siapa saja bisa menjadi afiliator, namun menjadi afiliator sukses memerlukan sejumlah persyaratan yang mumpuni. Persyaratannya sebagai berikut:

1. Kuota internet

Syarat yang paling mendasar untuk jadi affiliator adalah kuota internet. Sebagian besar waktu grameds sebagai affiliator akan memerlukan jaringan internet tang cukup sering. Afiliator juga perlu membuat konten dan menyebarkan link yang seluruhnya dilakukan melalui media sosial. Namun jangan khawatir, akses internet yang diperlukan juga tidak perlu memakan kuota yang besar tergantung dengan konten kamu ya grameds.

2. Kemampuan komunikasi

Ketika menyebarkan link suatu produk atau jasa, ada kalanya afiliator perlu merekomendasikan secara verbal. Karena itulah afiliator sukses harus mempunyai kemampuan komunikasi yang lugas dan jelas. Selain itu, grameds juga akan perlu berkomunikasi langsung dengan followers yang bertanya dan meninggalkan komen di unggahan kamu.

3. Jejaring yang luas

Link akan lebih mudah tersebar jika kamu mempunyai angka followers yang tinggi. Untuk itu, Grameds juga mungkin harus mengeluarkan tenaga lebih dalam untuk berjeraring sesama pengguna sosial media. Namun, bukan berarti afiliator harus mempunyai followers banyak dari awal. Bergabung di program afiliasi justru dapat membuat kamu mengumpulkan followers secara bertahap.

4. Kemampuan membuat konten

Link yang akan disebarkan tidak serta merta dilempar ke sosial media. Link dapat disebarkan di media sosial dengan unggahan konten yang sesuai. Sering kali, link afiliasi diberikan dengan unggahan konten rekomendasi atau ulasan yang sesuai. Dengan begitu, followers akan lebih percaya bahwa link yang sedang diberikan sesuai dengan ekspektasi yang diberikan afiliator.

5. Target konsumen yang tepat

Tidak hanya jumlah followers dan kemampuan komunikasi, grameds juga perlu mengetahui target penonton yang tepat. Ketika grameds sedang merekomendasikan suatu produk, grameds harus memahami kepada siapa saja produk ini diperuntukkan.

Misalnya, Grameds mempunyai target penonton yang mayoritas dewasa di usia 30 sampai 40-an. Mungkin konten yang direkomendasikan paling tepat adalah vitamin dan obat bukan makanan ringan.

Pengertian Afiliator

Jenis-Jenis Afiliasi

Pengertian Afiliator

kompas.com

Jenis-jenis afiliasi yang dapat kita pelajari, antara lain:

1. Media massa

Dengan menggunakan media massa, suatu produk akan mendapatkan awareness dari masyarakat luas dalam jumlah besar. Akan tetapi, karena biayanya yang terbilang jauh lebih mahal dibandingkan dengan jenis afiliasi lainnya, media massa jarang digunakan.

Dengan menggunakan media massa sebuah produk maupun jasa dapat dengan mudah mendapatkan perhatian serta promosi yang dibutuhkan dalam jangka waktu yang lebih cepat. Hal ini dikarenakan jumlah penonton atau audience dari media massa yang relatif lebih besar.

2. Blogger

Blogger dapat digunakan karena mempunyai keunggulan dalam meningkatkan konversi penjualan dari sebuah produk ataupun jasa yang ingin ditawarkan. Dengan menggunakan blogger sebagai salah satu strategi pemasaran dapat meningkatkan kepercayan konsumen dikarenakan pada umumnya seorang blogger dapat melakukan uji coba terhadap produk maupun jasa yang ditawarkan beserta dengan ulasan yang diberikannya sebagai salah satu bentuk promosi.

Selain itu, banyak orang lebih percaya terhadap blogger dibandingkan dengan influencer, dikarenakan pada umumnya blogger mempunyai pengetahuan atau pemahaman mengenai suatu produk atau jasa yang ditawarkan lebih luas dibandingkan dengan influencer yang sering kali tidak sesuai dengan bidang produk atau jasa yang ditawarkan.

3. Influencer

Influencer merupakan seseorang yang mempunyai kekuatan atau kemampuan untuk mempengaruhi orang lain dalam melakukan keputusan pembelian terhadap suatu produk maupun jasa.

Dengan mempunyai jumlah pengikut yang besar dan loyal terhadap orang tersebut, maka seorang influencer dapat dengan mudah mempengaruhi pengikutnya untuk membeli bahwa akan mempromosikan produk yang ditawarkan tersebut.

Adapun yang termasuk ke dalam influencer bisa berupa selebriti, pakar atau ahli suatu bidang hingga pengguna sosial media dengan jumlah pengikut yang besar dapat digunakan sebagai strategi pemasaran afiliasi yang kamu lakukan.

Langkah-Langkah dalam Menjalankan Bisnis Afiliasi

Pengertian Afiliator

pixabay.com

Berikut ini ada beberapa tips yang dapat meningkatkan grameds dalam menjalankan model bisnis afiliasi, simak yuk:

  1. Membiasakan diri untuk mempelajari segala informasi yang ada mengenai produk serta jasa yang akan grameds tawarkan dan promosikan. Dengan seperti itu, grameds dapat memutuskan apakah ingin melakukan affiliate marketing pada produk-produk tertentu.
  2. Mempunyai produk yang saat ini sedang diminati oleh masyarakat dan pasar secara general. Jadi, ketika Grameds menawarkan produknya secara tidak langsung juga bisa mendapatkan kesenangan dari melakukan kegiatan promosi tersebut.
  3. Membuat website maupun blog untuk mempromosikan bisnis yang kamu miliki. Hal ini perlu dilakukan karena sebagai salah satu langkah penting dalam menjalankan bisnis afiliasi ini.
  4. Mencoba terlebih dahulu produk yang akan kamu jual, sehingga kamu bisa mengetahui apa yang kamu promosikan. Selain itu, masyarakat atau calon konsumen sekarang sudah semakin pintar dan tidak mungkin termakan oleh janji palsu yang grameds berikan mengenai suatu produk.
  5. Memberikan konten yang bermanfaat dan bukan hanya mempromosikan barang saja. Hal ini karena adanya penciptaan citra prodyk yang baik sehingga harus membangun hubungan baik dengan konsumen.
  6. Mengatur keuangan dengan baik dalam menerapkan model bisnis afiliasi ini. Karena, penghasilan yang tidak tetap dapat membuat kamu kesulitan dalam mengatur pengeluaran atau pemasukan. Dengan mempunyai pengelolaan uang yang baik maka pemasukan yang didapatkan akan digunakan untuk meningkatkan diri serta bisnis yang dimiliki menjadi seorang reseller.

Pengertian Afiliator

Penutup

Nah, itulah tentang pengertian afiliator, hingga kelebihan dan kekurangannya. Jika grameds menjadi seorang afiliator, maka akan mendapatkan komisi untuk setiap pembelian produk dari suatu brand melalui link afiliasi di konten kamu. Sebagai profesi afiliator yang menguntungkan dan mudah dijalankan dan hanya bermodal komputer saja.

Selain itu, modal lain yaitu koneksi internet serta kemampuan membuat konten pemasaran yang baik untuk mendapatkan penghasilan jutaan rupiah. Namun, pastikan bahwa produk yang kamu jual untuk program afiliasi memang benar-benar nyata dan bisa bermanfaat secara fungsional dan jangan sampai membodohi orang lain.

Jika Grameds masih bingung, dan membutuhkan referensi terkait tentang pengertian, perbedaan, kelebihan dan kelemahan afiliator secara lengkap kamu bisa mengunjungi koleksi buku Gramedia di gramedia.com. Setelah membaca artikel ini sampai selesai, semoga bisa menambah wawasan Grameds. Jadi, apakah kamu tertarik untuk menjadi afiliator?

Sebagai #SahabatTanpaBatas, kami akan selalu memberikan informasi terbaik dan terlengkap untuk Grameds. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Rosyda Nur Fauziyah

BACA JUGA:

  1. Cara Daftar Shopee Affiliate dan Dapatkan Penghasilan Tambahan 
  2. Affiliate Marketing: Pengertian, Jenis, Cara Kerja, Kelebihan dan Kekurangannya 
  3. Cara Menghasilkan Uang dari Blog yang Bisa Kamu Coba!
  4. KOL: Pengertian, Jenis, Manfaat, dan Perbedaannya dengan Influencer
  5. Apa Itu Influencer? Pengertian, Jenis, dan Pengaruhnya Terhadap Bisnis


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien