Sejarah

Pengertian Kolonialisme: Perkembangan, Kedatangan dan Akibat

kolonialesme
Written by Wida Kurniasih

Pengertian Kolonialisme – Grameds, pernahkah kalian membayangkan kondisi Indonesia pada masa kolonialisme dahulu? Pastinya pada masa itu rakyat Indonesia sangat merasakan penderitaan dan kesengsaraan. Hal inilah yang menyebabkan perkembangan penjajahan di Indonesia merajalela. Lalu apa saja yang terjadi pada masa itu?

Lantas bagaimana akibat yang ditimbulkan dari kolonialisme di Indonesia? Yuks, kita simak artikel di bawah ini untuk lebih jelasnya. Grameds juga akan mempelajari alasan bangsa asing membuat sistem kolonialisme. Hingga perubahan-perubahan wilayah yang terdampak kolonialisme.

Pengertian Kolonialisme

Pengertian Kolonialisme

Antique illustration of a Uniforming of the protective group for German East Africa.

Nah, sebelum kita bahas lebih jauh, ada baiknya jika Grameds memahami pengertian dari kolonialisme itu sendiri. Kolonialisme merupakan istilah yang berasal dari kata “colonus”, artinya adalah menguasai. Oleh sebab itu, kolonialisme dapat dimaknai sebagai suatu upaya yang dilakukan suatu negara untuk menguasai wilayah tertentu di luar negaranya.

Adapun tujuan dari kolonialisme suatu negara ialah untuk mencapai kekuatan dominan di berbagai bidang kehidupan, baik politik, ekonomi, sumber daya alam maupun sumber daya manusia. Hal ini terjadi sebab sebuah negara yang ingin melakukan kolonialisme tidak memiliki kekayaan bumi yang dibutuhkan. Selain itu, sebuah negara yang hendak melakukan kolonialisme merupakan negara superior daripada negara lain.

Ciri utama terjadinya kolonialisme adalah penguasaan suatu wilayah dengan sumber daya alam yang melimpah untuk dibawa ke negara asal penjajah tersebut. Biasanya proses kekuasaan ini berlangsung cukup lama karena dukungan militer yang kuat. Contoh negara yang berhasil menguasai wilayah lain yaitu, Belanda, Spanyol, Portugis, dan Inggris.

Masa dan Perkembangan Kolonialisme

Masa dan Perkembangan Kolonialisme

Antique photograph of the British Empire: Annexation of the territory of the king of Ado

Kolonialisme telah berkembang lama di dunia sejak abad ke-15. Awalnya bangsa Eropa menguasai seluruh wilayah dengan kekuasaan, sistem politik, serta militer kuat. Namun, beberapa abad kemudian terjadilah pergolakan antar bangsa dengan perbedaan kultur, budaya, keyakinan sekaligus sifat dominan yang ingin menguasai seluruh wilayah membuat peperangan tidak bisa dibendung lagi.

Jatuhnya imperium barat sebagai simbol kekuasaan, yaitu konstantinopel  di tangan Turki Utsmani menjadi salah satu contoh dampak runtuhnya bangsa Eropa. Hingga akhirnya ekonomi serta perdagangan mengalami kemerosotan. Hal ini didukung pula dengan adanya revolusi industri dengan tujuan mengembangkan perekonomian.

Revolusi industri inilah yang membuat bangsa Eropa membuat armada-armada laut seperti kapal besar yang dapat digunakan untuk berlayar menjelajah samudra. Pelayaran ini dilakukan dengan tujuan menemukan sumber daya lain yang berlimpah di suatu negara. Ternyata hal tersebut terjadi sebab adanya misi Perang Salib.

Upaya tersebut akhirnya membuat bangsa Eropa menemukan negara-negara dengan hasil alam yang tinggi namun belum memiliki sistem yang kuat. Hal inilah yang kemudian membuat bangsa Eropa menjadi berambisi untuk menguasai seluruh wilayah demi merenggut keuntungan sebanyak-banyaknya sekaligus kejayaan dalam bidang politik. Itulah awal mula kolonialisme mulai berkembang dan menjadi sebuah sistem di luar kendali manusia.

Masa Kedatangan Kolonialisme di Indonesia

Masa Kedatangan Kolonialisme di Indonesia

Grameds, negara kita ini adalah penghasil rempah-rempah, loh. Hampir seluruh sumber daya alam di Indonesia menjadi incaran bangsa asing sejak dulu. Rempah-rempah merupakan bahan pokok utama yang bisa dijadikan bahan pengawet dan penghangat. Selain itu rempah-rempah memiliki nilai yang sangat tinggi, sehingga orang-orang pada zaman dulu menyebutnya sebagai simbol kejayaan.

Oleh karena itu, bangsa Eropa saling bersaing menemukan daerah-daerah penghasil rempah-rempah, salah satunya Indonesia. Selain itu, perlu diketahui bahwa ada beberapa hal yang mendorong bangsa Eropa datang ke Indonesia. Misalnya seperti: (a) Kemajuan pengetahuan dan teknologi dengan penemuan kompas, teropong, peta; (b) Adanya buku Imago Mundi karangan Marcopolo tentang perjalanan ke Timur; (c) Berkembangnya semangat mencari kekuasaan dengan simbol 3G yaitu Gold (mencari keuntungan dengan memiliki bahan dan barang berharga), Gospel (penyebaran agama kristen yang diyakini bangsa barat), dan Glory (memperoleh kejayaan dengan memiliki banyak kekuasaan); dan (d) Jatuhnya kekuasaan Konstantinopel pada tahun 1453.

Hal tersebutlah yang menjadi pendorong bangsa Eropa datang dan menciptakan kolonialisme di Indonesia. Kemudian ada beberapa negara yang dikalahkan oleh negara lain yang ingin mengambil alih. Itulah Grameds yang dialami bangsa kita dulu, berikut adalah daftar negara-negara yang berhasil melakukan penjelajahan samudera:

1. Portugis

Portugis mengirim seseorang yang Bartholomeus Diaz untuk melakukan penjelajahan samudera demi barang berharga yaitu rempah-rempah. Bartholomeus Diaz berhasil mendarat di Tanjung Harapan, Afrika Selatan pada tahun 1488. Selanjutnya penjelajahan samudera diteruskan oleh Vasco da Gama yang sampai di Gowa, hingga akhirnya pulang dengan membawa rempah-rempah.

Pengalaman dua tokoh ini membuat Portugis semakin berambisi menguasai suatu wilayah. Untuk melanjutkan ekspedisi, maka Portugis mengirim Alfonso d’Albuquerque. Ia berhasil menguasai Malaka pada tanggal 10 Agustus 1511.

BACA JUGA: Tujuan Pembentukan VOC: Sejarah, Dampak, Alasan Pembubaran, dan Tokoh Dibalik VOC

2. Spanyol

Christopher Columbus merupakan orang Spanyol pertama yang berhasil melakukan penjelajahan pada tahun 1942. Ia berlayar menuju benua Amerika hingga menyampai daerah tujuan yaitu India. Kemudian penjelajahan dilanjutkan Magelhaens, dimana ia berhasil menguasai Filipina pada tahun 1521.

Selanjutnya, pada tahun 1521, Sebastian del Cano melakukan penjelajahan hingga berhasil berlabuh di Tidore. Namun, penjelajahan del Cani ini dianggap melanggar perjanjian Tordesillas, yaitu perjanjian yang dibuat Spanyol dengan Portugis. Hingga akhirnya dibuatlah Perjanjian Saragosa pada tahun 1529 untuk menyelesaikan masalah perebutan kekuasaan tersebut.

3. Belanda

Penjelajahan samudera oleh Belanda dilakukan Cornelis de Houtman pada tahun 1956. Cornelis de Houtman berhasil mendarat  di Banten, namun karena sikap Belanda kurang ramah dan terkesan memonopoli membuat Sultan Banten marah. Hingga terjadi perlawanan rakyat Banten, dan ekspedisi dianggap gagal.

gramedia digital

gramedia digital

Berlangganan Gramedia Digital

Baca SEMUA koleksi buku, novel terbaru, majalah dan koran yang ada di Gramedia Digital SEPUASNYA. Konten dapat diakses melalui 2 perangkat yang berbeda.

Rp. 89.000 / Bulan

gramedia digital

Selanjutnya pada tahun 1598-1600, kedatangan Belanda di Indonesia dipimpin oleh Jacob van Neck. Ia berhasil menguasai daerah Maluku. Membuat semakin banyaknya pedagang Belanda yang berdatangan di Indonesia.

4. Inggris

Berbagai negara yang mencoba mencari rempah-rempah di Indonesia, membuat Inggris ikut serta berlomba-lomba berlayar menuju Indonesia. Sir Henry dan James Cook merupakan dua tokoh ternama dalam pelayaran samudera yang dilakukan Inggris. Henry Middleton mendapatkan rempah-rempah seperti lada dan cengkeh di Banten, Tidore, Ternate dan Ambon.

Pelayaran tersebut dilakukan pada tahun 1604. Sedangkan James Cook memulai pelayarannya dari arah Australia. Hingga akhirnya pada tahun 1770, sampailah ia di Batavia.

Perkembangan Kekuasaan Bangsa Eropa di Indonesia Pada Masa Kolonialisme

perkembangan kekuasaan bangsa eropa di indonesia pada masa kolonialisme

Antique photograph of British Navy and Army: Egypt

Indonesia mengalami penderitaan penjajahan dari bangsa Eropa cukup lama. Hal ini dirasakan mulai dari pemerintahan belanda, inggris, jepang, dan lainnya. Berikut adalah penjelasan terkait topik di atas:

1. Masa Pemerintahan Republik Bataaf

Indonesia mengalami penjajahan oleh Kerajaan Belanda pada kepemimpinan Louis Napoleon. Ia merupakan adik kandung Napoleon Bonaparte. Pada tahun 1808, Louis Napoleon mengangkat seorang gubernur untuk mempertahankan serta memimpin Pulau Jawa. Tokoh tersebut adalah Gubernur Jenderal Herman Willem Daendels, dengan tujuan memperbaiki nasib rakyat sesuai revolusi Perancis.

Pada masa kepemimpinan Daendels, banyak kebijakan yang dilakukan untuk mengatur kehidupan rakyat Indonesia. Misalnya seperti pembangunan jalan Anyer-Panarukan, mengeluarkan uang kertas, penerapan preangerstelsel, mengangkat bupati menjadi pegawai pemerintah, serta membagi Pulau Jawa menjadi 9 prefektur. Namun, terdapat pula sisi negatif pemerintahan Daendels, yaitu maraknya praktik perbudakan serta hubungan yang kurang baik dengan kerajaan-kerajaan di Indonesia pada masa itu.

banner-promo-gramedia-ilana-tan

Hal itu menyebabkan pemerintahan Daendels mendapat banyak perlawanan dari rakyat Indonesia. Kemudian masa pemerintahannya selesai, sekaligus digantikan dengan gubernur baru yaitu Janssens pada tahun 1811. Sayangnya masa pemerintahan Janssens tidak selama Daendels, karena pasukan Inggris datang menyerang sehingga membuatnya mundur dan menandatangani Perjanjian Tuntang.

2. Masa Pemerintahan Inggris

Setelah berhasil menguasai Indonesia pada tahun 1811, pimpinan Inggris yang berada di India yaitu Lord Minto memerintahankan Thomas Stamford Raffles untuk menguasai Pulau Jawa. Banyak kebijakan yang dibuat oleh Raffles. Misalnya pada bidang pemerintahan, Raffles membagi Pulau Jawa dalam 16 wilayah dan melarang adanya kerja paksa sekaligus perbudakan.

Sedangkan pada bidang ekonomi, Raffles mewajibkan para petani untuk membayar pajak atas pemakaian tanah (land rent). Kemudian pada bidang ilmu pengetahuan, Raffles berupaya dalam mendirikan Kebun Raya Bogor, selain itu ia juga menulis buku yang berjudul “History of Java” serta menemukan bunga endemik di Indonesia yaitu, Rafflesia Arnoldi. Namun pada tahun 1816, pemerintahan Raffles berakhir, sehingga Inggris menyerahkan kembali pemerintahan atas Indonesia ke tangan Belanda.

Kolonialisme / Pascakolonialisme

Kolonialisme / Pascakolonialisme

Beli Buku di Gramedia

3. Masa Pemerintahan Belanda

Berakhirnya masa pemerintahan Inggris, membuat Indonesia mengalami penderitaan yang cukup panjang atas pemerintahan Belanda. Seorang gubernur jenderal yang ditunjuk untuk memerintah di Indonesia adalah Van der Capellen. Ia membuat kebijakan seperti penghapusan peran penguasa tradisional (kerajaan), menerapkan pajak yang membuat rakyat menderita, sekaligus sistem perbudakan kembali dilakukan.

Namun karena pada masa pemerintahan Capellen, Belanda merasa ekonominya mulai menurun akibat peperangan dengan bangsa Eropa maupun rakyat Indonesia. Hal ini menyebabkan ditunjuklah gubernur baru yang bernama Van den Bosch. Misi utamanya adalah meningkatkan penerimaan negara Belanda.

Oleh sebab itu, Van den Bosch memberlakukan sistem tanam paksa (cultuur stelsel) pada tahun 1830. Kebijakannya ini sangat memberatkan rakyat, karena rakyat harus membayar pajak atas tanah yang ditanami, pemberlakuan kerja rodi bagi rakyat yang tidak memiliki tanah, penanaman yang melebihi usia tanam, serta hasil panen yang harus dijual ke pemerintah. Inilah yang menyebabkan rakyat mengalami kesengsaraan karena adanya sistem tanam paksa yang diberlakukan oleh pemerintah Belanda.

Sma-Ma/Smk-Mak Kl.Xii Sejarah Indonesia Jl.3 K/13 Rev

Sma-Ma/Smk-Mak Kl.Xii Sejarah Indonesia Jl.3 K/13 Rev

Beli Buku di GramediaAkibat Dari Kolonialisme

Akibat Dari Kolonialisme

Olanda, Sankuru, Democratic Republic of the Congo
Original edition from my own archive
Source : Tour du monde 1877
Drawing : D. Maillart

Grameds, pernahkah kalian membayangkan bagaimana kehidupan rakyat Indonesia pada masa kolonialisme? Pastinya sangat menderita ya, Grameds. Hidup dalam bayang-bayang penjajahan serta mengalami siksaan baik fisik maupun mental tiap harinya.

Akibat penjajahan tersebut cukup lama dirasakan oleh rakyat Indonesia. Bukan hanya dalam bidang politik saja, namun segala aspek kehidupan. Berikut adalah rincian akibat dari masa kolonialisme di Indonesia:

1. Dalam Bidang Politik

  1. Adanya penerapan pemerintah tidak langsung, dimana kekuasaan dipimpin oleh bupati atau gubernur atas nama kolonial.
  2. Munculnya berbagai perlawanan rakyat Indonesia atas kebijakan pemerintah kolonial yang tidak adil.
  3. Kekuasaan kerajaan diambil alih dan bergantung pada pemerintahan kolonial. Oleh sebab itu, rakyat banyak melakukan pemberontakan dan terpecah belah.
  4. Jawa menjadi pusat pemerintahan dan dibagi atas beberapa wilayah perfektuf.
  5. Hukum adat diubah menjadi hukum modern oleh bangsa barat.

2. Dalam Bidang Ekonomi

  1. Terjadi monopoli perdagangan oleh penjajah terhadap rakyat Indonesia.
  2. Bidang pertanian sebagai sumber ekonomi utama rakyat bergeser pada bidang industri perkebunan.
  3. Praktik monopoli perdagangan oleh VOC membuat  perdagangan di nusantara mengalami kemunduran di kancah internasional.
  4. Adanya sistem pajak bumi dan penyerahan hasil bumi kepada pemerintah kolonial.
  5. Penerapan sistem tanam paksa yang membuat rakyat mengalami kerugian dan penderitaan.
  6. Munculnya uang sebagai alat pembayaran baru pada masa pemerintahan kolonial.

3. Dalam Bidang Sosial

  1. Terjadi perubahan lapisan sosial di masyarakat.
  2. Banyaknya mobilitas sosial yang terjadi akibat pemerintahan kolonial yang membutuhkan tenaga di wilayah lain.
  3. Munculnya golongan buruh yang terdiri dari pribumi dan golongan majikan yaitu para kolonial.
  4. Munculnya elit terdidik atas tuntutan pemerintah kolonial untuk memenuhi kebutuhan pemerintahan.
  5. Pembentukan status sosial yang cenderung menjatuhkan pribumi.
  6. Adanya tindakan kekerasan dan pemerasan yang kejam terhadap rakyat Indonesia.
  7. Daerah Indonesia yang terisolasi dan membuat rakyatnya mengalami ketertinggalan.

4. Dalam Bidang Budaya

  1. Terdapat banyak bahasa serapan berasal dari bangsa kolonial yang dipakai oleh rakyat Indonesia sampai sekarang.
  2. Masuknya bangsa kolonial membuat bertambahnya wawasan terhadap alat musik serta tarian internasional.
  3. Terdapat bangunan peninggalan dengan ciri khas kolonial  serta arsitektur barat di Indonesia.
  4. Terdapat benda-benda bersejarah peninggalan kolonial yang dapat menjadi bukti atas kondisi di masa lalu.

5. Dalam Bidang Pendidikan

  1. Munculnya golongan-golongan terpelajar yang memiliki wawasan tinggi di Indonesia.
  2. Semakin banyak rakyat Indonesia yang bisa membaca dan menulis untuk dipekerjakan pada pemerintahan kolonial. Namun menjadi nilai yang berharga pada kemerdekaan Indonesia kelak.
  3. Rakyat indonesia menjadi memiliki pengetahuan serta terbuka terhadap perkembangan dunia luar.
  4. Rakyat Indonesia menjadi termotivasi untuk meraih kemerdekaan negaranya setelah mendapatkan wawasan serta pendidikan.
  5. Rakyat Indonesia pada akhirnya mengetahui mana yang benar dan salah pada kondisi yang terjadi waktu itu.
Cerita Perang Kemerdekaan Indonesia

Cerita Perang Kemerdekaan Indonesia

Beli Buku di Gramedia

Kesimpulan

Antique photograph of British Navy and Army: Indian army

Grameds, pastinya rakyat Indonesia pada waktu itu sangatlah menderita atas penjajahan bangsa kolonial. Hal inilah yang pada akhirnya membawa bangsa kita untuk berani melakukan berbagai perlawanan. Adapun perlawanan yang dilakukan telah terjadi cukup lama sejak Portugis menguasai nusantara hingga pemerintahan Belanda.

Namun, jika dilihat alur cerita pada sejarah yang ada, awal mulanya rakyat Indonesia menerima kedatangan bangsa asing dengan tangan terbuka. Rakyat Indonesia juga bersikap ramah serta hangat terhadap siapapun yang hadir di daerahnya. Bahkan mengira bahwa kedatangan bangsa asing tersebut memiliki niat baik untuk kemajuan wilayahnya.

Sayangnya hal tersebut tidaklah benar, sebab bangsa Eropa datang ke Indonesia hanyalah untuk mendapatkan barang berharga yaitu rempah-rempah. Munculnya motif ini bermula saat Konstantinopel berhasil dikuasai oleh Turki Usmani. Dimana Konstantinopel merupakan pusat perdagangan strategis bangsa Eropa terbesar dan termakmur.

Hal ini menyebabkan komoditas rempah-rempah tidak dapat lagi terpenuhi dengan harga murah sedangkan banyak dibutuhkan oleh berbagai orang. Hingga akhirnya bangsa Eropa melakukan penjelajahan untuk menemukan wilayah baru penghasil rempah-rempah. Salah satunya yaitu Indonesia.

Setelah berhasil menduduki Indonesia, rakyat banyak mengalami kesengsaraan. Dimana semua kebijakan yang dibuat banyak merugikan pribumi serta lebih menguntungkan pihak asing. Rakyat mengalami penyiksaan, perbudakan, kerja paksa, hingga wajib membayar pajak atas tanah mereka sendiri.

Upaya untuk menguasai suatu wilayah untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya baik berupa kekayaan alam maupun lainnya disebut praktik kolonialisme. Oleh sebab itu, kolonialisme memiliki akibat baik negatif maupun positif terhadap bangsa Indonesia. Hanya saja hidup dalam kondisi terjajah pastinya tidak enak kan, Grameds?

Nah, agar wawasan kita semakin dalam terkait sejarah kolonialisme, Grameds dapat membaca buku di bawah ini. Kami percaya bahwa Gramedia akan terus menjaga semangat untuk menjadi #SahabatTanpaBatas dengan menyajikan buku-buku terbaik untuk kalian semua. Yuks, kita budayakan baca buku mulai sekarang!

Penulis: Mutiani Eka Astutik

BACA JUGA:

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien