Biografi Tokoh

Biografi Anies Baswedan, Perjalanan Karir Menjadi Gubernur DKI Jakarta

Written by Rifda Arum

Biografi Anies Baswedan – Siapa yang tidak kenal bapak satu ini? H. Anies Rasyid Baswedan, S.e., M. P. P., Ph. D. merupakan Gubernur Daerah Khusus Ibukota Jakarta yang menjabat sejak tanggal 16 Oktober tahun 2017. Lalu bagaimana masa kecil dari bapak Anies Baswedan hingga bisa menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta? Berikut penjelasannya.

Profil Anies Baswedan Kecil

Anies Baswedan lahir pada tanggal 7 Mei tahun 1969 di Kuningan, Jawa Barat. Ayahnya bernama Rasyid Baswedan yang berprofesi sebagai dosen Fakultas Ekonomi di Universitas Islam Indonesia. Anies merupakan cucu dari H. Abdurrahman Baswedan atau dikenal dengan nama A. R. Baswedan. Kakeknya Anies merupakan pahlawan nasional dan dikenal sebagai seorang nasionalis, jurnalis, pejuang Kemerdekaan Indonesia, diplomat, mubaligh, dan sastrawan Indonesia.

Kakeknya juga pernah menjadi anggota Badan Penyelidik Usaha dan Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), sebagai wakil menteri Muda Penerangan RI pada Kabinet Sjahrir, Anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (BP-KNIP), anggota parlemen, dan merupakan Anggota Dewan Konstituante.

Selain itu Anies merupakan sepupu dari Kompol. (Purn.) Novel Baswedan yang merupakan penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sejak tahun 2007. Novel Baswedan juga merupakan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dari tahun 1999 hingga 2014. Ibu Anies Baswedan bernama Prof. Dr. Hj. Aliyah Rasyid Baswedan, M. Pd. yang merupakan dosen dan guru besar emeritus di Universitas Negeri Yogyakarta.

Hj. Aliyah Rasyid selain aktif di berbagai kegiatan sosial, agama dan kemasyarakatan di  Yogyakarta, juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum DPP Wanita Islam DIY selama tiga periode, serta turut aktif memimpin penyaluran beasiswa bagi siswa dan mahasiswa yang berasal dari keluarga prasejahtera selama lebih dari 3 dekade.

Anies merupakan anak sulung dan memiliki dua orang adik, yaitu bernama Ridwan Baswedan dan Abdillah Baswedan. Anies dibesarkan di Yogyakarta. Pada saat usianya menginjak 5 tahun, Anies bersekolah di Taman Kanak-kanak Masjid Syuhada. Anies melanjutkan sekolah dasar Laboratori, Kota Yogyakarta saat umurnya 6 tahun.

Anies kecil dikenal sebagai anak yang mudah bergaul dan juga punya banyak teman. Anies melanjutkan sekolah menengah pertama di SMP Negeri 5 Yogyakarta. Anies juga dikenal aktif di Organisasi Intra Sekolah (OSIS) dan memiliki jabatan pengurus bidang Hubungan Masyarakat.

Setelah lulus, Anies melanjutkan studinya di SMA Negeri 2 Yogyakarta. Di SMA Anies terpilih menjadi wakil ketua OSIS dan mengikuti pelatihan kepemimpinan bersama tiga ratus pelajar Ketua OSIS di seluruh Indonesia. Dari situlah Anies terpilih menjadi Ketua OSIS seluruh Indonesia pada tahun 1985.

Tahun 1987 Anies terpilih mengikuti program pertukaran pelajar AFS dan tinggal selama setahun di Milwaukee, Wisconsin, Amerika Serikat. Karena program ini, Anies harus menempuh SMA selama empat tahun lamanya. Saat kembali ke Yogyakarta, Anies mendapat kesempatan untuk berperan di bidang jurnalistik. Anies bergabung dengan program Tanah Merdeka di televisi Republik Indonesia cabang Yogyakarta dan mendapatkan peran sebagai pewawancara tokoh-tokoh nasional.

Beli Buku di Gramedia

Profil Anies Baswedan Muda

Pada tahun 1989 Anies masuk perguruan tinggi dan diterima di Fakultas Ekonomi, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta. Anies tetap aktif berorganisasi dengan bergabung Himpunan Mahasiswa Islam dan menjadi salah satu Majelis Penyelamat Organisasi Himpunan Mahasiswa Islam Universitas Gadjah Mada. Anies pernah menjabat sebagai Ketua Senat Mahasiswa di Fakultas Ekonomi pada tahun 1992 dan turut membantu lahirnya kembali Senat Mahasiswa setelah dibekukan oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.

Anies membentuk Badan Eksekutif Mahasiswa atau BEM sebagai lembaga eksekutif dan mempromosikan senat sebagai lembaga legislatif yang disahkan kongres pada tahun 1993. Masa kepemimpinannya Anies dengan dimulainya gerakan berbasis riset, sebuah tanggapan atas tereksposnya kasus Badan Penyangga dan Pemasaran Cengkeh yang menyangkut putra Presiden Soeharto, Hutomo Mandala Putra. Anies juga turut menginisiasi demonstrasi melawan penerapan Sistem Dana Sosial berhadiah pada November 1993 di kota Yogyakarta.

Anies Baswedan mendapat beasiswa dari Japan Airlines Foundation untuk mengikuti program kuliah musim panas di Universitas Sophia, Tokyo dalam bidang kajian Asia pada tahun 1993. Beasiswa tersebut didapatkan setelah Anies memenangkan lomba menulis bertemakan lingkungan. Hingga akhirnya Anies lulus dari Universitas Gadjah Mada pada tahun 1995. Setelah lulus kuliah, Anies bekerja di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi Universitas Gadjah Mada.

Pada tanggal 11 Mei 1996 Anies menikah dengan Hj. Fery Farhati Ganis, S. Psi, M. Sc. Istrinya merupakan akademisi yang menjabat sebagai Ketua Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga DKI Jakarta sejak tanggal 16 Oktober 2017. Anies dan Fery Farhati dikaruniai empat orang anak, yaitu bernama Mutiara Annisa Baswedan, Mikail Azizi Baswedan, Kaisar Hakam Baswedan, dan Ismail Hakim Baswedan.

Pada tahun 1997, Anies mendapatkan beasiswa Fulbright dari American Indonesian Exchange Foundation untuk melanjutkan kuliah masternya dalam bidang keamanan Internasional dan Kebijakan Ekonomi di School of Public Affairs, Universitas Maryland. Anies juga dianugerahi William P. Cole III Fellow di Universitasnya dan lulus pada Desember tahun 1998.

Pada tahun 1999 sesaat setelah lulus dari Maryland, Anies kembali mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya dalam bidang Ilmu Politik di Northern Illinois University. Anies bekerja sebagai asisten peneliti di Office of Research, Evaluation, and Policy Studies di kampus dan meraih beasiswa Gerald S. Maryanov Fellow, penghargaan yang hanya diberikan kepada mahasiswa NIU yang berprestasi dalam bidang Ilmu Politik pada tahun 2004. Disertasi yang dibuatnya berjudul “Regional Autonomy and Patterns of Democracy in Indonesia”, menginvestigasi efek dari kebijakan desentralisasi terhadap daya respon dan transparansi pemerintah daerah serta partisipasi publik, menggunakan data survei dari 177 kabupaten atau kota di Indonesia. Anies mendapatkan gelarnya pada tahun 2005.

Beli Buku di Gramedia

Karir Anies Baswedan

Anies Baswedan memiliki karir yang cemerlang sejak usia mudanya. Berikut karir-karir Anies Baswedan:

1. Peneliti Pusat Antar Universitas Ekonomi Universitas Gadjah Mada

Saat selesai program S1, Anies sempat memiliki karir sebagai peneliti dan koordinator proyek di Pusat Antar Universitas Studi Ekonomi UGM.

2. Manajer Riset IPC, Inc. Chicago

Setelah menyelesaikan studi doktor pada 2004, Anies sempat bekerja sebagai manajer riser di IPC, Inc. Chicago yang merupakan sebuah asosiasi perusahaan elektronik sedunia. Pekerjaan itu diambil oleh Anies karena tidak memiliki biaya untuk kembali ke Indonesia.

3. Kemitraan Untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan

Anies bergabung dengan Kemitraan untuk Reformasi Tata Kelola Pemerintahan sebuah lembaga non-profit yang fokus pada reformasi birokrasi di berbagai wilayah di Indonesia dengan menekan kerjasama antara pemerintah dengan sektor sipil.

4. Direktur Riset Indonesian Institute Center

Anies menjadi direktur riset The Indonesian Institute yang merupakan lembaga penelitian kebijakan publik yang didirikan pada bulan Oktober 2004 oleh aktivis dan intelektual muda yang dinamis.

5. Rektor Universitas Paramadina

Anies dilantik menjadi Rektor Universitas Paramadina pada tanggal 15 Mei 2007. Anies saat itu masih berusia 38 tahun, dan Anies menjadi rektor termuda di Indonesia. Sah menjadi rektor, Anies membuat strategi yaitu mencenangkan Paramadina Fellowship atau beasiswa Paramadina. Beasiswa meliputi biaya kuliah, buku serta biaya hidup.

Paramadina Fellowship merupakan perwujudan idealisme dengan bahasa bisnis. Untuk mewujudkannya Anies mengambil konsep penamaan mahasiswa yang sudah lulus seperti yang biasa digunakan di banyak Universitas di Amerika Utara dan Eropa. Anies juga membuat gebrakan dengan pengajaran antikorupsi sejak dibangku kuliah. Anies menganggap bahwa korupsi merupakan salah satu persoalan bangsa. Anti korupsi diajarkan dalam mata kuliah ini mulai kerangka teoritis sampai laporan investigasi tentang praktik korupsi.

Beli Buku di Gramedia

6. Ketua Yayasan Gerakan Indonesia Mengajar

Anies dikenal sebagai pencetus Indonesia Mengajar. Gerakan ini merupakan generasi muda yang direkrut sebagai pemgajar muda di Sekolah Dasar dan masyarakat selama satu tahun lamanya. Gagasan ini muncul ketika Anies masih menjafi mahasiswa UGM. Tahun 1950, pak Koes memginisiasi sebuah program bernama Pengerahan Tenaga Mahasiswa (PTM), progrma ini untyk mengisi kekurangan guru SMA di daerah, khusunya luar Jawa. PTM ini justru mendirikan SMa baru dan pertama di sebuah kota kabupaten.

Selepas dari UGM, Anies mendapatkan beasiswa untuk melanjutkan kuliahnya di Amerika Serikat. Dengan belajar dan bekerja di luar negeri, Anies menyadari bahwa anak-anak Indonesia membutuhkan kompetensi kelas dunia untuk bersaing di lingkup Global. Anak-anak Indonesia juga harus punya pemahaman yang cukup. Semua proses yang dilakukannya perlahan membentuk ide besar yaiti Gerakan Indonesia Mengajar.

7. Peserta Konvensi Capres Partai Demokrat

Pada tanggal 27 Agustus 2013, Anies dipanggil untuk memasuki dunia politik dengan mengurus negeri dan mengikuti konvensi Demokrat. Undangan tersebut berisi ikhtiar untuk ikut melunasi janji Kemerdekaan. Anies Baswedan menerima bersama sebelas orang lainnya.

Semangatnya melunasi kanji kemerdekaan itu yabg menjadi misi Anies untuk negeri. Bagi Anies apa yang tercantum pada Pembukaan UUD 1945 bukan hanya sebuah cita-cita melainkan sebuah janji yang harus ditepati. Anies menilai janji itu harus dilunasi oleh seluruh warga negara Indonesia tak terkecuali dirinya.

Sikapnya dinyatakan resmi dalam deklarasi Konvensi Partai Demokrat pada 15 September 2013. Gagasan yang disampaikannya mengajak kepada semua orang untuk ikut terlibat dalam mengurus negeri dan ikut turun tangan. Gagasannya dibuktikan dengan membuat Gerakan Turun Tangan yang dalam waktu satu tahun berhasil mengumpulkan lebih dari 300.000 relawan tanpa bayaran.

8. Debat Konvensi

Berikut, beberapa debat Bernegara Konvensi Partai Demokrat yang diikuti oleh Anies Baswedan:

  • Debat Konvensi di Medan

Debat perdana Anies mengungkapkan beberapa inisiatif, seperti idenya untuk merelokasi kantor BUMN ke daerah-daerah. Bagi Anies pertamabahan ekonomi di Indonesia harus merata. Anies juga menorehkan sejarah politik yang bersih dengan didukung oleh relawan-relawan tanpa bayaran dan tidak mengotori spanduk.

  • Debat Konvensi di Palembang

Debat konvensi yang kedua dilakukan di Palembang Sport Convention Center. Anies menekankan pembangunan dan pemerataan ekonomi sampai ke desa, selain itu Anies jyga menekankan pemerataan ekonomi dapat tercapai apabila pembangunan infrastruktur di desa seperti listrik, jalan serta irigasi dapat dibangun dengan baik.

  • Debat Konvensi di Bandung

Debat ketiga ini dilaksanakan di Hotel Harris, Bandung. Anies mengungkapkan konsep kepemimpinan yang akan diusung seperti main angklung, arti konsep ini setiap orang yang terlibat turun tangan, sementara pemimpin menggerakkan dan membuat harmoni.

Beli Buku di Gramedia

9. Penggagas Turun Tangan

Anies Baswedan mendirikan Gerakan Turun Tangan pada bulan Agustus 2013. Gerakan ini untuk mengajak semua orang terlibat dalam melunasi janji kemerdekaan dan mengajak semua orang turut terlibat dalam mengurus negeri ini dengan mendorong mengelola pemerintahan. Gerakan ini berhasil mengumpulkan sebanyak 35.00 lebih relawan.

Gerakan Turun Tangan bergerak pada kegiatan politik, yang mana gerakan ini mendorong anak-anak muda seluruh Indonesia untuk berpartisipasi aktif dalam gerakan politik. Gerakan ini didukung oleh sebuah platform online pertama berbasis gerakan relawan.

Platform ini berfungsi dalam membantu relawan mencari, mengumpulkan serta menggerakkan para sukarelawan di lokasi seluruh Indonesia berdasarkan keahlian masing-masing. Sistem ini didukung melalui e-mail, dan SMS untuk mengundang para sukarelawan dari berbagai daerah.

Gerakan ini juga menjadi pendorong agar kampanye dilakukan secara sehat tanpa adanya kampanye hitam. Misalnya dilakukan oleh Turun Tangan wilayah Bandung yang mengajak para capres dan cawapres melakukan kampanye sehat di Pilpres tahun 2014.

9. Juru Bicara Pasangan Pilpres Jokowi-Jusuf Kalla

1o. Deputi Kantor Transisi Jokowi-JK

11. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia

Anies Baswedan diberi mandat oleh Presiden Jokowi untuk menjadi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia di dalam kabinetnya pada 27 Oktober 2014. Anies menilai bahwa pendidikan merupakan kunci peningkatan kualitas manusia. Maka dari itu Anies merasa peningkatan kualitas pendidikan akan terjadi dengan meningkatkan kualitas guru.

Selama menjadi Mendikbud, Anies memberikan beberapa gebrakan, seperti:

  • Menunda pelaksanaan Kurikulum 2013, tetapi mengembalikan pada Kurikulum 2006 serta menerapkan kurikulum 2013 pada jumlah sekolah yang terbatas
  • Mengubah Ujian Nasional bukan hanya sebagai ukuran kelulusan, tetapi sebagai pemetaan pemerataan kualitas pendidikan daerah
  • Program Uji Kompetensi guru dan Sertifikasi Guru untuk meningkatkan kompetensi seorang guru
  • Membentuk direktorat Keayahbundaan untuk memperkuat peran orang tua dalam mendidik anak
  • Menghapus masa orientasi sekolah menjadi Pengenalan Lingkungan Sekolah dari pihak sekolah
  • Mengangkat direktur Jenderal Kebudayaan berasal dari Non PNS secara terbuka
  • Mengangkat Mantan Jaksa KPK dan Kabiro Hukum KPK sebagai Staf Ahli Bidang Regulasi Pendidikan dan Kebudayaan.

Beli Buku di Gramedia

Profil Anies Baswedan Saat Menjabat Gubernur DKI Jakarta

Pada pemilihan calon Gubernur, Anies menggandeng Sandiaga Uno yang merupakan seorang pengusaha dan politikus Partai Gerindra sebagai wakilnya. Anies dan Sandiaga mendapatkan nomor urut tiga saat pengundian. “Jakarta Maju Bersama” merupakan jargon kampanye keduanya. Pada babak terakhir pilkada, Anies dan Sandi unggul dengan perolehan suara 57,96%. Anies Sandiaga dilantik pada tanggal 16 Oktober 2017 di Istana Merdeka, Jakarta.

Setelah resmi menjadi Gubernur DKI Jakarta, Anies membuat beberapa kebijakan diantaranya:

1. DP Nol

Program ini merupakan program bagi masyarakat Jakarta untuk memiliki rumah dengan uang muka yang ringan bahkan tanpa uang muka sama sekali. Program ini mendapatkan banyak kritikan dan adanya tidak konsisten. Anies ingin “DP Nol Persen“, tetapi hal ini dianggap melanggar aturan Bank Indonesia.

Anies juga dianggap tidak konsisten apakah rumah yang ditawarkannya merupakan rumah tapak atau rumah susun. Sandi menegaskan bahwa program ini mirip dengan program rumah susun yang ada di Singapura. Program tersebut berupa pemerintah membangunkan rumah bukan sebagai fasilitator pembiayaan.

2. Proyek Reklamasi

Anies membatalkan perizinan reklamasi tiga belas pulau di Teluk Utara pada 26 September 2018. Terdapat empat pulau yang sudah dibangun terlebih dahulu dan dilanjutkan pembangunannya pada tahun 2018.

Beli Buku di Gramedia

3. Stadion Internasional Jakarta

Pembangunan ini sebenarnya sudah direncanakan semenjak Jokowi menjabat sebagai Gubernur, tetapi pembangunannya baru direalisasikan pada tahun 2019.

4. Banjir di Jakarta

Dalam rencana pembangunan Jangka Menengah Daerah, Anies menerapkan program sumber daya air untuk pengendalian banjir, seperti revitalisasi prasarana sumber daya air dengan konsep naturalisasi, pembangunan sumur resapan, meningkatkan revitalisasi kanal, revitalisasi sistem polder, pembangunan tanggul pengaman pantai, dan juga perbaikan tata kelola air.

5. Penanganan Covid-19 di Jakarta

Saat virus Covid-19 memasuki Indonesia dengan adanya dua pasien yang positif, Anies mengumumkan pembentukan Tim Tanggap Covid-19. Pelaksanaan hari bebas kendaraan motor ditiadakan untuk menghindari kerumunan. Tidak adanya kegiatan belajar di sekolah, penghentian operasional kantor, tempat hiburan serta destinasi wisata ditutup. Pembatasan sosial berskala besar atau PSBB pertama kali diterapkan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan juga PSBB pertama yang dilakukan di Indonesia.

Beli Buku di Gramedia

Nah, itulah biografi mengenai bagaimana perjalanan hidup dari seorang Anies Baswedan yang saat ini tengah menjabat sebagai Gubernur Ibukota Jakarta. Apabila ingin tahu lebih tentang Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan, Grameds bisa membaca referensi-referensi dan membeli buku yang tersedia di www.gramedia.com. Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha memberikan yang terbaik!

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah

Baca Juga:

  1. Biografi Ganjar Pranowo, Gubernur Jawa Tengah
  2. Jenis Kesenian Betawi Yang Terpendam
  3. Biografi Joko Widodo, Presiden Indonesia Ke-7
  4. Biografi BJ Habibie
  5. Pengertian UMR dan Nominalnya
  6. Biografi WR Supratman, Sang Pencipta Lagu Kebangsaan Indonesia
  7. Perjalanan Karir Prabowo Subianto


ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien