Ekonomi

Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi

bentuk kerjasama asean dalam bidang ekonomi
Written by Ahmad

Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi  – Kodrat manusia sebagai makhluk sosial ternyata tak hanya terejawantah dalam hubungan antarmanusia, tapi juga antarnegara. ASEAN menjadi salah satu kerja sama antarnegara yang diperhitungkan karena kian menunjukkan posisi strategisnya.

Salah satu wujud kerja samanya adalah pada bidang ekonomi. Nah, apa sajakah bentuk kerja sama ASEAN di bidang ekonomi? Yuk simak penjelasannya di bawah ini!

Sebelum kita kupas lebih lanjut tentang kerja sama ekonomi tersebut, kita perlu mengetahui lebih detail terlebih dahulu apa itu ASEAN dan bagaimana sejarah berdirinya.

ASEAN adalah singkatan dari Association of Southeast Asian Nations. Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara, demikian terjemahannya. ASEAN merupakan organisasi di tingkat kawasan yang menjadi wadah kerja sama bagi sepuluh negara di wilayah Asia Tenggara.

Organisasi ini dibentuk oleh lima negara, yaitu, Thailand, Filipina, Singapura, Malaysia, dan Indonesia. Secara resmi ASEAN didirikan dengan penandatanganan Deklarasi Bangkok pada 8 Agustus 1967.

Sesuai namanya, deklarasi tersebut dihelat di Bangkok, Thailand. Saat itu masing-masing negara diwakili oleh para Menteri Luar Negeri-nya. Indonesia diwakili oleh Adam Malik, Thailand oleh Thanat Khoman, Narsisco Ramos mewakili Filipina, S. Rajaratnam menjadi wakil dari Singapura, dan Malaysia diwakili oleh Tun Abdul Razak.

Sebagai perwakilan dari Indonesia, Adam Malik beperan aktif merancang, menyusun, berdirinya organisasi ASEAN tepatnya pada tanggal 8 Agustus 1967 di Bangkok, Thailand. Keseluruhan ceritanya dapat kamu baca pada buku Seri Pemipin Bangsa-Adam Malik Aktor Deklarasi ASEAN.

Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi 1

beli sekarang

Deklarasi Bangkok menjadi bukti komitmen yang kuat dari lima negara pendiri ASEAN untuk menciptakan kawasan yang aman, damai, sejahtera, dan stabil.

Wacana untuk membentuk wadah bagi negara-negara di Asia Tenggara itu mengemuka karena pada kurun waktu 1960-an kawasan tersebut diwarnai situasi yang rawan konflik.

Adanya perebutan wilayah untuk menyebarkan pengaruh ideologi yang dilakukan oleh negara-negara besar adalah salah satu di antaranya. Belum lagi negara-negara di kawasan Asia Tenggara ini juga harus menghadapi konflik di antara mereka sendiri.

Konflik-konflik seperti ini jika terus dibiarkan, dapat mengancam stabilitas kawasan dan menghambat jalannya pembangunan.

Seiring dengan makin berkembangnya organisasi ASEAN, lima negara Asia Tenggara lainnya pun menyusul bergabung secara bertahap.

Brunei Darussalam bergabung pada 8 Januari 1984, kemudian Vietnam bergabung sebelas tahun berikutnya, yaitu pada tahun 1995 tepatnya tanggal 28 Juli. Laos dan Myanmar masuk bersamaan dua tahun kemudian yaitu pada 23 Juli 1997. Bergabungnya Kamboja pada 30 April tahun 1999 melengkapi sepuluh negara anggota ASEAN.

banner-promo-gramedia

A. Tujuan Berdirinya ASEAN

Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi 2Secara garis besar, ASEAN dibentuk untuk mewujudkan kesejahteraan dan perdamaian di kawasan Asia Tenggara. Namun, secara mendetail tujuan berdirinya ASEAN termaktub dalam Deklarasi Bangkok, yaitu:

  1. Mempercepat laju pertumbuhan ekonomi, pengembangan kebudayaan, serta kemajuan sosial lewat usaha secara bersama dengan semangat persahabatan dan kesamaan guna memperkokoh landasan masyarakat Asia Tenggara yang damai sejahtera
  2. Memperkuat hubungan saling bantu dan kerja sama aktif dalam mengatasi persoalan-persoalan dalam koridor kepentingan bersama di berbagai bidang, seperti, ilmu pengetahuan, teknik, administrasi, serta terutama ekonomi dan sosial
  3. Menguatkan stabilitas dan perdamaian wilayah dengan cara saling menghormati ketertiban hukum dan keadilan dalam hubungan antarnegara di kawasan Asia Tenggara, serta menuruti prinsip-prinsip dalam Piagam PBB
  4. Saling membantu antarnegara dalam menyediakan bermacam saran penelitian dan pelatihan dalam sektor profesi, teknik, pendidikan, dan administrasi
  5. Meningkatkan efektivitas kerja sama untuk menguatkan pemanfaatan industri dan pertanian antarnegara, melakukan ekspansi terhadap perdagangan dan pelaksanaan kajian terhadap komoditas internasional, memperbaiki fasilitas komunikasi dan pengangkutan, serta meninggikan taraf hidup masyarakat
  6. Menyukseskan proses kajian tentang kawasan Asia Tenggara
  7. Membangun dan merawat kerja sama yang kuat dan bermanfaat dengan beragam organisasi—baik di tingkat regional maupun internasional—yang memiliki visi dan tujuan yang sama, serta memelihara semua kemungkinan untuk membangun hubungan yang erat antara negara-negara ASEAN.

B. Pendorong Kerja Sama Antar Negara-negara ASEAN

Menjalin kerja sama antarnegara tidaklah mudah, ada banyak hal yang perlu menjadi perhatian. Demikian juga dengan negara-negara di Asia Tenggara ini.

Kerja sama yang mereka bangun di ASEAN pastilah memiliki dasar yang kuat. Sekurangnya ada dua faktor utama yang menjadi pendorong terjadinya kerja sama antar negara-negara ASEAN. Dua faktor tersebut adalah:

1. Adanya beberapa persamaan dan perbedaan pada sumber daya alam

Meski berada pada kawasan yang sama, tapi pada kenyataannya negara-negara ASEAN tidak mempunyai keseragaman dalam sumber daya alam.

Sebagai contoh, Singapura dengan Indonesia. Jarak yang tak seberapa jauh antara kedua negara ini tak lantas membuat Singapura mempunyai kekayaan hasil tambang sebanyak Indonesia. Namun, di sisi lain, Indonesia masih kalah dalam penataan manajemen pelabuhan dibanding Singapura.

Dengan demikian keduanya pada akhirnya sama-sama diuntungkan. Proses ekspor hasil tambang Indonesia harus melewati pelabuhan Singapura. Hal tersebut karena si Kota Singa ini terletak di posisi strategis pada jalur perdagangan dunia, yang menghubungkan kawasan Asia Tenggara dengan negara-negara di Benua Eropa.

Selain sumber daya alam yang terkandung di perut bumi, sumber daya pangan juga dapat menjadi alasan pendorong kerja sama antarnegara dalam satu kawasan. Pada kasus ASEAN, adanya sumber daya pangan yang berbeda di negara-negara anggotanya membuat mereka bekerja sama.

Sebagai contoh, Indonesia menjual hasil pertaniannya ke Singapura. Namun, pada saat yang sama, negara kita juga membeli beras dari Thailand juga Myanmar untuk mencukupi kebutuhan konsumsi dalam negeri.

2. Adanya persamaan dan perbedaan dalam kondisi geografis

Seperti namanya, wilayah Asia Tenggara adalah beberapa negara yang berada di Benua Asia bagian tenggara. Secara geografis, negara-negara tersebut dikelilingi oleh dua benua yaitu daratan Benua Asia dan Benua Australia, serta dua samudra yaitu Samudra Hindia dan Samudra Pasifik.

Karena persamaan letak geografis itulah sejumlah negara dalam satu wilayah biasanya membangun hubungan kerja sama. Hal ini bertujuan untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan pada umumnya dan negara itu sendiri khususnya. ASEAN adalah salah satu contoh dari kerja sama karena persamaan geografis tersebut.

C. Hasil Kerja Sama ASEAN

Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi 3Aktifnya para negara anggota ASEAN dalam bekerja sama satu dengan yang lain pun akhirnya membuahkan hasil yang bisa dinikmati bersama. Kerja sama antara negara-negara anggota ASEAN itu dilakukan di hampir seluruh bidang kehidupan. Berikut ini adalah beberapa contoh dari hasil kerja sama tersebut:

1. Hasil kerjasama yang berbentuk infrastruktur:

ASEAN berhasil mendirikan beberapa pabrik untuk kepentingan bersama. Sejumlah pabrik tersebut beserta lokasinya adalah:

  • Pabrik pupuk ASEAN didirikan di Indonesia
  • Pabrik pupuk urea-amoniak berlokasi di Malaysia
  • Pabrik tembaga ASEAN dibangun di Filipina
  • Pabrik abu soda berdiri di Thailand
  • Pabrik vaksin untuk penyakit Hepatitis B di Singapura

Selain berbentuk pabrik, negara-negara ASEAN juga bekerja sama untuk mendirikan infrastruktur pada bidang pendidikan, yaitu berbentuk kampus. Saat ini Universitas ASEAN telah berdiri kokoh di Provinsi Sumatera Utara, tepatnya di Kota Pematangsiantar.

2. Hasil kerja sama dengan negara maju di luar ASEAN:

Untuk menambah manfaat bagi negara-negara anggotanya, ASEAN pun menjajaki kerja sama dengan negara-negara maju lainnya. Jepang menjadi target kerja sama ini. Di Kota Tokyo, ibu kota Negeri Sakura ini, ASEAN telah berhasil mendirikan tempat promosi bagi pariwisata, investasi, dan perdagangan negara-negara anggotanya.

3. Hasil kerja sama pada bidang keamanan:

Penyelesaian pertikaian wilayah di Laut Cina Selatan adalah salah satu bentuk kerja sama negara-negara ASEAN di bidang keamanan. Selain itu, ASEAN juga telah berhasil membentuk Zone of Peace, Freedom, and Neutrality yang disingkat ZOPFAN, artinya adalah Zona Bebas dan Netral. ZOPFAN ini dibentuk untuk melindungi kedaulatan dari negara-negara anggota ASEAN.

D. Masyarakat Ekonomi ASEAN

Masyarakat Ekonomi ASEAN atau yang biasa disingkat dengan MEA, disebut dalam bahasa internasional dengan ASEAN Economic Community (AEC). MEA dibentuk dengan tujuan untuk mewujudkan pembauran ekonomi di kawasan ASEAN.

Integrasi ekonomi tersebut meliputi wilayah Asia Tenggara yang aman dengan level dinamika pembangunan yang lebih tinggi dan sudah terintegrasi, menekan angka kemiskinan masyarakat ASEAN, serta mengupayakan pertumbuhan ekonomi untuk memperoleh kemakmuran yang berkelanjutan dan merata.

Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi 4

beli sekarang

banner-promo-gramedia

Buku berjudul Menuju Masyarakat Ekonomi ASEAN 2015 ini hadir untuk memberikan berbagia informasi seputar MEA 2015 dan berbagai peluang dan juga tantangan di baliknya.

Untuk mewujudkan hal tersebut, MEA mempunyai empat karakter utama, yaitu basis produksi dan pasar tunggal, kawasan ekonomi yang memiliki daya saing tinggi, wilayah dengan pemerataan pembangunan ekonomi, serta wilayah regional yang menyatu secara penuh dengan ekonomi dunia.

1 Pilar-pilar Komunitas ASEAN

Dalam MEA ada beberapa pilar komunitas ekonomi yang menyokongnya. Pilar-pilar tersebut merupakan bentuk hubungan kerja sama guna mendalami dan meluaskan integrasi ekonomi, baik di dalam kawasan ASEAN maupun dengan negara-negara di luar kawasan ASEAN.

Empat Pilar Komunitas ASEAN terdiri dari:

a. Pilar 1 berupa Pasar Tunggal dan Landasan Produksi

Pilar ini berisi arus bebas barang dan jasa, arus bebas untuk tenaga kerja terlatih, arus bebas modal, serta sektor integrasi yang diutamakan, pertanian, pangan, dan kehutanan

b. Pilar 2 berupa Wilayah Ekonomi yang Kompetitif

Pilar kedua MEA ini berisi perlindungan terhadap konsumen, hak properti intelektual, perpajakan dan perdagangan secara elektronik ( e-commerce ), kebijakan persaingan, dan pengembangan infrastruktur

c. Pilar 3 berupa Equitable Economic Development

Pilar ketiga ini berisi aneka inisiatif yang muncul bagi integrasi ASEAN dan pengembangan UKM

d. Pilar 4 berupa Integrasi dengan Ekonomi Global

Pilar terakhir MEA ini berisi pendekatan yang terpadu untuk menuju kepada hubungan ekonomi secara eksternal dan peran serta yang lebih luas dalam jejaring suplai pada level global.

Keempat pilar tersebut termaktub dalam dokumen cetak biru yang disetujui dalam ASEAN Economic Minister Meeting (AEM) ke-38. Pertemuan tersebut digelar di Kuala Lumpur, Malaysia pada bulan Agustus tahun 2006.

E. Contoh dan Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi

Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi 5Hubungan kerja sama antara negara-negara ASEAN kian menguat dari tahun ke tahun. Beragam inovasi pun dihasilkan dari rangkaian kerja sama tersebut. Berikut ini adalah contoh kerja sama ASEAN di bidang ekonomi yang telah terjalin:

1 Kerja Sama di Sektor Industri Melalui ASEAN Industrial Cooperation (AICO)

banner-promo-gramedia

Kerja sama yang dilakukan melalui AICO ini diwujudkan dengan membangun sejumlah sentra industri di beberapa negara—seperti yang telah disebutkan di atas—, yaitu:

  • ASEAN Vaccine Project , pabrik yang memproduksi vaksin ini berdiri di Singapura
  • ASEAN Urea Project , pabrik pupuk urea ini telah dibangun di Malaysia
  • ASEAN Aceh Fertilizer Project , sesuai namanya sentra industri pupuk ini berdiri di Aceh, Indonesia
  • ASEAN Copper Fabrication Project , yaitu pabrik industri tembaga yang berdiri di Filipina
  • Rock Salt Soda Ash Project , merupakan pabrik yang memproduksi abu soda, berkedudukan di Thailand.

2 Kerja Sama di Sektor Cadangan Pangan

ASEAN memiliki dua lumbung padi utama, yaitu Vietnam dan Thailand. Kedua negara itu pun terus berkomitmen untuk menjadi penyedia cadangan pangan bagi negara-negara tetangga mereka, anggota ASEAN yang lain.

Selain kedua lumbung padi itu, negara-negara lainnya, seperti, Singapura, Malaysia, Filipina, dan Indonesia juga memiliki komitmen untuk menyediakan cadangan pangan dalam kondisi darurat.

3 Kerja Sama Melalui Kawasan Perdagangan Bebas, ASEAN Free Trade Area (AFTA)

Kawasan Perdagangan Bebas ASEAN atau ASEAN Free Trade Area (AFTA) adalah satu bentuk kerja sama yang berfungsi membantu produsen dari sektor produksi di tingkat lokal untuk mendapatkan fasilitas yang bersifat khusus.

Sebagai contoh, mereka berhak untuk mendapatkan Tarif Efektif Bersama—atau Common Effective Preferential Tariff —hanya sebesar 5%—10% per produk. Ketentuan ini berlaku baik untuk produk impor maupun ekspor.

AFTA sangat berperan penting dalam proses perdagangan antara negara-negara anggota ASEAN. Dengan kerja sama ini, sejumlah kendala perdagangan dapat teratasi.

Pada gilirannya, secara tidak langsung kerja sama ini juga dapat membantu memperbaiki daya saing produk buatan lokal dari negara-negara anggota di pasar ASEAN.

Kerja sama perdagangan ini tidak hanya berlaku untuk produk berupa komoditas atau barang saja. Produk jasa pun diberlakukan pula, dengan varian yang cukup bervariasi. Sebut saja produk jasa berupa telekomunikasi dan transportasi, keuangan, serta pariwisata, semuanya dapat diakomodir oleh AFTA.

4. Kerja Sama di Bidang Ekonomi Pariwisata

Besar kemungkinan sektor ini menjadi prioritas utama bagi negara kita. Tak bisa dinafikan memang bidang pariwisata ini menjadi penyokong ekonomi terbesar, tak hanya bagi Indonesia tapi juga bagi rata-rata negara anggota ASEAN. Di samping itu, sektor ini juga menjadi bidang yang strategis untuk membuka lapangan kerja karena mampu menyerap banyak tenaga kerja.

Kerja sama yang dilakukan di sektor ekonomi pariwisata ini dapat menjadi jembatan untuk memajukan dan melestarikan budaya lokal masing-masing negara anggota ASEAN.

Hal itu menjadi penting, mengingat para wisatawan baik domestik maupun mancanegara sangat tertarik dengan budaya lokal ini. Karena itulah budaya menjadi salah satu yang terus dikembangkan dan menjadi daya tarik di sektor pariwisata ini.

Rencana strategis untuk memprioritaskan budaya di sektor pariwisata negara-negara ASEAN sebenarnya sudah mulai dijalankan pada tahun 2016 lalu dan akan dievaluasi pada 2025 mendatang.

Tak hanya sebatas memperkenalkan, tetapi program ini juga melakukan upaya untuk mendalami pola pikir dan menyambungkan dialog antarbudaya dari masing-masing anggota ASEAN.

Selain pariwisata, kompetisi olahraga antarnegara ternyata juga mampu menarik wisatawan. Karenanya kerja sama pada sektor ini pun tak hanya menarik perhatian, tetapi juga strategis.

Salah satu gelaran olahraga yang banyak diminati adalah SEA Games atau Southeast Asian Games, yaitu ajang kompetisi olahraga dua tahunan di antara negara-negara anggota ASEAN.

5. Dibentuknya Pusat Promosi ASEAN

Kendati telah cukup terkenal di kancah internasional, tetapi eksistensi ASEAN harus tetap dipromosikan. Beberapa sektor yang strategis untuk dijadikan bahan promosi adalah pariwisata, perdagangan, dan investasi.

Pusat Promosi ASEAN saat ini telah dibuka di Jepang. Harapannya, negara yang pesat kemajuannya ini dapat meningkatkan ekspor negara-negara anggota ASEAN ke dalam negerinya. Di samping itu, promosi di Jepang juga dimaksudkan untuk menarik investor dari Negeri Sakura itu ke negara-negara ASEAN.

Demikianlah ulasan tentang ASEAN dan kerja sama ASEAN di bidang ekonomi yang perlu kita ketahui. Bagi Indonesia sendiri banyak manfaat yang didapatkan dengan bergabung dan aktif di ASEAN. Tak hanya ekonomi, manfaat kerja sama untuk Indonesia juga meliputi sektor sosial, budaya, politik, dan keamanan. Semuanya itu dapat kita nikmati bersama sebagai warga negara dan masyarakat ASEAN.

Agar lebih memahami lagi bentuk kerjasama dalam organisasi ASEAN ini, buku Kontrak Bisnis Di Asean oleh Sophar Maru Hutagalung dapat membantu Grameds di bidang bisnis & ekonomi.

Bentuk Kerja Sama ASEAN di Bidang Ekonomi 6

beli sekarang

Rekomendasi Buku dan Artikel Ekonomi

Buat kamu yang sedang belajar ilmu ekonomi, berikut ini adalah beberapa rekomendasi belajar ilmu ekonomi yang bisa kamu miliki :

1. Globalisasi, Ekonomi Konstitusi, Dan Nobel Ekonomi

globalisasi ekonomi

Beli Buku di Gramedia

2. Ekonomi Moneter: Study Kasus Indonesia

ekonomi moneter

Beli Buku di Gramedia

3. Politik Ekonomi Indonesia

politik ekonomi indonesia

Beli Buku di Gramedia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien