Sosial Budaya

Asimilasi : Pengertian, Faktor, dan Jenis-Jenisnya

Asimilasi
Written by Nandy

Manusia merupakan makhluk sosial yang membutuhkan adanya interaksi dengan manusia lainnya. Manusia sebagai makhluk sosial artinya perlu adanya hidup dalam bermasyarakat. Salah satu kunci sukses hidup bermasyarakat adalah kemampuan untuk bersosialisasi.

Kemampuan bersosialisasi termasuk dalam interaksi yang dipelajari dalam sosiologi, yaitu ilmu yang mempelajari hidup bersama dalam masyarakat dan menyelidiki ikatan-ikatan antara manusia. Sosiologi mempelajari berbagai interaksi manusia, salah satunya asimilasi.

Dengan adanya interaksi antar manusia ini, maka hubungan antara individu yang satu dengan yang lainnya semakin erat. Selain itu, asimilasi juga bisa menciptakan budaya baru yang mengikuti perkembangan zaman.

Lalu, sebenarnya, apa yang dimaksud dengan asimilasi? Untuk lebih jelasnya, kamu bisa simak artikel ini sampai habis, Grameds

 

John Scott Sosiologi Perubahan Sosial

 

 

Pengertian Asimilasi

Asimilasipixabay

Asimilasi sendiri adalah pembauran suatu kebudayaan yang disertai dengan hilangnya ciri khas kebudayaan asli, sehingga membentuk suatu kebudayaan yang baru. Asimilasi sendiri muncul apabila ada golongan masyarakat dengan latar belakang budaya yang berbeda dan bergaul langsung secara intensif dengan waktu yang lama.

Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan antara orang atau kelompok. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi meliputi usaha-usaha mempererat kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan kepentingan serta tujuan bersama.

Asimilasi adalah perpaduan kelompok atau individu yang memiliki kebudayaan yang berbeda. Asimilasi akan terjadi ketika kelompok atau individu berinteraksi atas dasar keterbukaan dan memiliki sikap yang toleran.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), asimilasi adalah penyesuaian (peleburan) sifat asli yang dimiliki dengan sifat lingkungan sekitar.

Asimilasi juga bisa diartikan sebagai pembauran dua hukum budaya istiadat yang didampingi dengan hilangnya ciri khas hukum budaya istiadat asli, sehingga membentuk hukum budaya istiadat baru.

Suatu asimilasi ditandai oleh usaha-usaha mengurangi perbedaan selang orang atau himpunan. Untuk mengurangi perbedaan itu, asimilasi mencakup usaha-usaha mempererat kesatuan aksi, sikap, dan perasaan dengan memperhatikan keperluan serta tujuan bersama.

Hasil dari proses asimilasi yaitu semakin tipisnya batas perbedaan antarindividu dalam suatu kelompok, atau bisa juga batas-batas antarkelompok. Selain Itu, individu melakukan identifikasi diri dengan kepentingan bersama. Dengan kata lain, menyesuaikan kemauannya dengan kemauan kelompok. Demikian pula antara kelompok yang satu dengan kelompok yang lain.

Masyarakat majemuk merupakan masyarakat yang paling utama menjadi tujuan dari asimilasi. Latar belakang kehidupan yang berbeda-beda membuat proses asimilasi mencapai tahap yang berbeda-beda pada masyarakat yang berbeda.

Perbedaan ini menjadikan asimilasi tidak dapat dilakukan secara menyeluruh dalam seluruh aspek kebudayaan yang berlaku. Asimilasi yang tidak sempurna terjadi karena masyarakat yang memiliki kebudayaan dan identitas yang selalu berusaha untuk dipertahankan keberadaannya.

Asimilasi dapat terbentuk apabila terdapat tiga persyaratan antara lain:

  1. Terdapat sejumlah kelompok yang memiliki kebudayaan berbeda
  2. Terjadi pergaulan antar individu atau kelompok secara intensif dan dalam waktu yang relatif lama
  3. Kebudayaan masing-masing kelompok tersebut saling berubah dan menyesuaikan diri

Sosiologi Suatu Pengantar Edisi Revisi Prof. Dr. Soerjono Soekanto, Dra. Budi Sulistyowati, M.A. Sosiologi Suatu Pengantar Edisi Revisi

 

Pengertian Asimilasi Menurut Para Ahli

Beberapa ahli juga mengungkapkan pengertian asimilasi. Berikut ini pengertian asimilasi menurut beberapa para ahli antara lain:

  • Budhi Setianto Purwowiyoto (2020)

Asimilasi adalah proses kognitif seseorang mengintegrasikan persepsi, konsep maupun pengalaman baru dalam skema atau pola yang sudah ada dalam pikirannya.

  • Koentjaraningrat (1996)

Asimilasi adalah suatu proses sosial yang terjadi pada berbagai golongan manusia dengan latar belakang kebudayaan yang berbeda setelah mereka bergaul secara intensif, sehingga sifat khas dari unsur-unsur kebudayaan. Golongan-golongan itu masing-masing berubah menjadi unsur-unsur kebudayaan campuran.

  • Soerjono Soekanto (1990)

Asimilasi adalah proses sosial yang ditandai dengan adanya usaha-usaha mengurangi perbedaan-perbedaan yang terdapat antara individu atau kelompok yang meliputi usaha-usaha untuk mempertinggi kesatuan tindak, sikap, dan proses mental dengan memperhatikan tujuan dan kepentingan bersama.

George Ritzer Sosiologi Ilmu Pengetahuan Berparadigma Ganda

Faktor-Faktor Asimilasi

AsimilasiTambah Pinter

Berikut ini adalah beberapa faktor terjadinya asimilasi yang perlu kamu ketahui

Faktor Pendorong

Faktor-faktor umum yang mendorong atau mempermudah terjadinya asimilasi antara lain adalah faktor toleransi, kesamaan, kepentingan ekonomi, simpati terhadap budaya lain dan amalgamasi.

Toleransi yang menghasilkan asimilasi dapat terjadi jika kelompok minoritas mampu menghilangkan identitasnya, sedangkan kelompok mayoritas mampu menerima kelompok minoritas sebagai bagian baru dari kelompoknya.

Faktor pendorong terjadinya asimilasi, antara lain:

  • Sikap toleransi.
  • Kesempatan yang seimbang dalam ekonomi (setiap individu mendapatkan kesempatan yang sama untuk mencapai kedudukan tertentu atas dasar kemampuan dan jasanya).
  • Sikap menghargai orang asing dan kebudayaannya.Sikap terbuka dari golongan penguasa dalam masyarakat.
  • Persamaan dalam unsur kebudayaan.
  • Perkawinan campuran (amalgamasi).
  • Adanya musuh bersama dari luar.

Faktor Penghalang

Faktor-faktor umum yang dapat menjadi penghalang terjadinya asimilasi antara lain:

  • Kelompok yang terisolasi atau terasing (biasanya kelompok minoritas).
  • Perasaan bahwa kebudayaan kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan kelompok lain.
  • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang batu yang dihadapi
  • Prasangka negatif terhadap pengaruh kebudayaan baru.
  • Kekhawatiran ini dapat diatasi dengan meningkatkan fungsi lembaga-lembaga kemasyarakatan.
  • Kebanggaan berlebihan ini mengakibatkan kelompok yang satu tidak mau mengakui keberadaan kebudayaan kelompok lainnya
  • Perbedaan ciri-ciri fisik, seperti tinggi badan, warna kulit atau rambut
  • Perasaan yang kuat bahwa individu terikat pada kebudayaan kelompok yang bersangkutan.
  • Golongan minoritas mengalami gangguan dari kelompok penguasa.
  • Terisolasinya kehidupan suatu golongan tertentu dalam masyarakat. Contohnya, penduduk asli Amerika (Native Americans) yang bertempat tinggal di wilayah tertentu (reservation).
  • Kurangnya pengetahuan mengenai kebudayaan yang dihadapi.
  • Adanya perasaan takut terhadap kekuatan suatu kebudayaan yang dihadapi.
  • Adanya perasaan bahwa suatu kebudayaan golongan atau kelompok tertentu lebih tinggi daripada kebudayaan golongan atau kelompok lainnya.
  • Adanya perbedaan warna kulit atau ciri-ciri fisik.
  • Adanya ingroup feeling yang kuat. Artinya, ada suatu perasaan yang kuat bahwa individu terikat pada kelompok dan kebudayaan kelompok yang bersangkutan.
  • Adanya gangguan golongan minoritas terhadap golongan yang berkuasa. Contohnya, perlakuan kasar terhadap orang-orang Jepang yang tinggal di Amerika Serikat sesudah pangkalan Angkatan Laut Amerika di Pearl Harbor diserang secara mendadak oleh tentara Jepang pada tahun 1941.
  • Adanya perbedaan kepentingan dan pertentangan pribadi.

Ciri-ciri dan Syarat Terjadinya Asimilasi

Untuk memahami tentang asimilasi, maka perlu juga untuk mengetahui ciri-ciri terjadinya asimilasi. Berikut ini adalah ciri-ciri asimilasi.

  1. Berkurangnya perbedaan disebabkan karena adanya usaha-usaha untuk mengurangi serta menghilangkan perbedaan antar individu atau kelompok.
  2. Makin berkurangnya perbedaan di dalam masyarakat karena adanya berbagai usaha untuk mengurangi atau bahkan menghilangkan perbedaan antar individu maupun kelompok.
  3. Mempererat kesatuan tindakan, sikap, serta perasaan dan memperhatikan kepentingan dan tujuan bersama.
  4. Semakin eratnya kesatuan tindakan, sikap, dan perasaan, serta lebih mementingkan kepentingan dan tujuan bersama.
  5. Adanya kesadaran setiap individu untuk memberikan peninjauan terhadap kebudayaan lain demi untuk mewujudkan kepentingan bersama.
  6. Tiap-tiap individu sebagai kelompok dalam melakukan interaksi secara langsung serta intensif secara terus-menerus.
  7. Tindakan seseorang dalam memberikan peninjauan terhadap kebudayaan lainnya demi terwujudnya kepentingan umum. Maksudnya, dalam peninjauan yang dilakukan tersebut dianggap akan mampu mengakomodasi keinginan bersama dalam kehidupan bermasyarakat.

Jenis-Jenis Asimilasi

AsimilasiTeropong.id

Dalam Jurnal Komunika Vol.10, No. 2, 2007, terdapat beberapa jenis asimilasi menurut publikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), yaitu sebagai berikut:

1. Asimilasi Budaya

Asimilasi budaya proses pengadopsian nilai, kepercayaan, dogma, ideologi, bahasa, dan sistem simbol dari suatu etnik atau dari beragam kelompok yang terbentuk sebuah kandungan nilai, kepercayaan dogma, dan ideologi.

Asimilasi budaya merupakan perpaduan budaya yang saling berbeda dan menghasilkan budaya yang baru beserta hilangnya ciri khas budaya asli tersebut. Proses pembauran budaya atau penyerapan budaya dari luar terjadi, sehingga menyatu dalam struktur masyarakat yang menerima budaya.

Contoh asimilasi budaya adalah program transmigrasi yang dilaksanakan di Riau pada masa pemerintahan Orde Baru. Program transmigrasi ini bertujuan untuk meratakan jumlah penduduk di berbagai pulau di Indonesia. Proses transmigrasi tersebut berdampak pada asimilasi budaya yang menghasilkan budaya baru karena interaksi antar suku bangsa.

2. Asimilasi Struktural

Asimilasi struktural adalah proses pencampuran komponen berbeda dalam lembaga sosial dengan mempertimbangkan unsur-unsur berkaitan dengan kemasyarakatan. Jadi pada asimilasi struktural proses sosial dan interaksi sosial sehingga terjadi sistem sosial pencampuran komponen berbeda dalam lembaga sosial dengan mempertimbangkan unsur-unsur yang berkaitan dengan kemasyarakatan.

Hal ini mengindikasikan bahwa bentuk asimilasi struktural lebih contoh pada lembaga formal yang dilakukan dalam sistem pemerintahan.

Contoh asimilasi struktural dapat dilihat pada sistem pemerintahan Indonesia yang saat ini dipimpin oleh presiden (presidensial). Dilihat dari sejarahnya, Indonesia awalnya dipimpin oleh raja yang absolut. Dengan adanya asimilasi struktural, maka partisipasi masyarakat diperlukan dalam pemilihan umum sehingga tercipta negara yang adil.

3. Asimilasi Perkawinan

AsimilasiBlog Elevenia

Asimilasi perkawinan adalah bentuk penyesuaian masyarakat yang melangsungkan pernikahan secara legal dan sah menurut agama untuk melahirkan keturunan baru. Perpaduan kebersamaan antara dua insan yang mencintai ini dilakukan sebagai wujud kolaborasi kasih sayang yang memilih hidup bersama.

Contohnya perkawinan campur silang antar suku bangsa. Adapun yang bisa disebutkan dalam asimilasi perkawinan ini misalnya saja adanya masyarakat Padang yang tinggal di Papua dalam membangun rumah makan. Karena tinggal di Papua dalam kurun waktu yang lama, akhirnya anak-anak orang padang banyak yang menikah dengan orang asli Papua. Hingga akhirnya kondisi inilah bisa dinamakan asimilasi perkawinan.

4. Asimilasi Linguistik

Asimilasi linguistik adalah proses pencampuran komponen bahasa yang digunakan oleh masyarakat dalam kehidupan sehari-hari. Kerja sama ini berfungsi untuk beradaptasi dengan peradaban dan perkembangan waktu.

Contoh asimilasi linguistik adalah peran kehidupan komunitas yang bergabung menjadi kelompok sosial. Situasi ini telah menyebabkan munculnya bahasa baru sebagai prasyarat untuk interaksi sosial dalam masyarakat.

Dengan munculnya bahasa daerah, penekanan pada kata terwujud. Misalnya tentang penggunaan Anda, saya atau istilah alay, gaul dan bahasa lainnya.

5. Asimilasi Sikap Resepsional

Asimilasi sikap resepsional merupakan bentuk asimilasi yang dilakukan oleh satu kelompok etnik dengan mengurangi sikap diskriminasi atau mengurangi stereotip, stigma, dan label terhadap etnik lain.

6. Asimilasi Arsitektur

Asimilasi arsitektur adalah konstruksi bangunan atau area yang dijalankan oleh masyarakat untuk membantu mereka mencapai kehidupan mereka. Peran asimilasi ini adalah untuk mendekati hubungan setiap komponen kehidupan sehingga memiliki pola yang berbeda.

7. Asimilasi Identifikasi

Asimilasi identifikasi adalah proses identifikasi individu-individu dari suatu kelompok dengan menciptakan identitas personal mereka sendiri agar dapat berpartisipasi atau menanamkan pengaruhnya dalam institusi sosial lainnya

8. Asimilasi Kewarganegaraan

Asimilasi kewarganegaraan dilakukan oleh kelompok tertentu dengan memasukkan nilai-nilai dasar kebudayaannya ke dalam arena politik, pemerintahan, dan kehidupan berbangsa dan bernegara.

9. Asimilasi Agama

Asimilasi agama adalah kolaborasi yang dilakukan atas perbedaan keyakinan, bentuk perpaduan ini bukan pada ajarannya akan tetapi pada proses penyelenggaraan ritual ibadah yang dilakukan dengan tidak mengurangi salah satu inti agama yang dipercayai.

Contoh asimilasi agama terlihat pada acara berduka yang diselenggarakan 40 hari setelah seseorang meninggal. Acara 40 hari ini merupakan bagian tradisi agama Hindu. Meski demikian, hal tersebut tidak mengurangi nilai kedua agama.

Contoh lainnya adanya peranan Agama Islam di Indonesia yang menyelenggarakan acara 3, 7, dan 40 harian dalam upaya tasyakuran atau ikut berduka kepada orang yang telah meninggal. Acara 3, 7, dan 40 harian merupakan bagian tradisi agama Hindu.

Bagian budaya agama dalam asimilasi ini tidak mengurangi nilai Islam lantaran setiap masyarakat Islam selalu menerapkan kajian dengan membacakan doa dan tahlil kepada orang yang telah meninggal dunia.

Contoh Asimilasi Dalam Kehidupan Sehari-hari

Dengan adanya asimilasi tentu kita merasakan dampaknya. Berikut ini contoh dari asimilasi yang biasa kita rasakan dalam kehidupan sehari-hari.

  1. Munculnya musik dangdut, yang mana dangdut merupakan hasil perpaduan antara musik tradisional daerah dengan musik india.
  2. Adanya budaya zina/hubungan pranikah berkedok pacaran yang notabene bukan dari kebudayaan Indonesia.
  3. Masyarakat Indonesia yang ikut-ikutan turis asing dengan mengenakan pakaian bikini di pantai.
  4. Kebiasaan dalam menggunakan sendok/garpu untuk makan bagi sebagian masyarakat Indonesia. Pada awalnya kebiasaan ini ditiru oleh kaum elite Indonesia dari masyarakat Eropa, namun saat ini sebagian besar masyarakat Indonesia menggunakan sendok/garpu untuk makan.
  5. Peleburan antara kebudayaan Betawi dengan China yang menghasilkan kebudayaan baru, misalnya tari Cokek dan tari Lenong.

Perbedaan Asimilasi dan Akulturasi

Asimilasi dan akulturasi merupakan suatu konsep yang berhubungan dengan interaksi dan komunikasi antara individu maupun komunitas beserta budaya yang berbeda di masyarakat.

Pada dasarnya, kedua hal tersebut merupakan contoh bentuk adaptasi kebudayaan yang ada di dalam proses sosial. Keduanya berhubungan dengan proses masuk dan bercampurnya beberapa kebudayaan yang berbeda. Tentu tidak heran jika banyak yang kesulitan membedakannya.

Akulturasi diartikan sebagai bentuk perubahan budaya yang diakibatkan oleh interaksi antar kelompok budaya yang menekankan pada penerimaan pola dan unsur budaya baru dalam masyarakat.

Secara sederhana, akulturasi merupakan sebuah proses masuknya budaya asing ke dalam suatu kebudayaan tertentu. Kebudayaan asing tersebut diterima dan diolah ke dalam kebudayaan sendiri, tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli.

Asimilasi sendiri dikenal sebagai perpaduan beberapa budaya untuk menghasilkan kebudayaan yang baru. Hal ini karena proses sosial yang terjadi dalam masyarakat berfokus untuk mencapai kesatuan dengan menghilangkan perbedaan di antara kebudayaan-kebudayaan tersebut.

Dari pembahasan di atas dapat dikatakan bahwa asimilasi adalah penyesuaian budaya baru dengan budaya lama yang bisa menciptakan budaya baru. Demikian pembahasan tentang asimilasi beserta jenis-jenisnya. Semoga semua pembahasan di atas menambah wawasan Grameds. Jika ingin mendapatkan informasi lebih seputar asimilasi, maka bisa melakukannya dengan membaca buku yang tersedia di gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha untuk memberikan yang terbaik. Untuk mendukung Grameds dalam menambah wawasan, Gramedia selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan original agar Grameds memiliki informasi #LebihDenganMembaca.

Penulis: Yufi Cantika Sukma Ilahiah



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien