Environment • Feature • Trivia

Mengenal Teknologi Mitigasi Likuifaksi dan Cara Kerjanya!

mitigasi lifuikasi
Written by Laura Saraswati

teknologi mitigasi likuifaksi – Halo, Grameds!  Tanah padat yang kita pijak bisa berubah menjadi lumpur cair hanya dalam hitungan detik saat gempa melanda. Fenomena mengerikan ini bukanlah adegan film bencana, melainkan likuifaksi—kondisi ketika lapisan tanah berpasir yang jenuh air kehilangan kekuatannya secara drastis akibat guncangan.

Ketika getaran terjadi, tekanan air di dalam pori-pori tanah melonjak seketika dan merenggut daya dukung tanah. Akibatnya, bangunan hingga infrastruktur di atasnya bisa amblas seolah ditelan bumi.

Untuk mencegah dampak fatal tersebut, dunia teknik sipil telah mengembangkan berbagai teknologi mitigasi likuifikasi yang disesuaikan dengan kondisi tanah dan beban bangunan.

Apa Itu Mitigasi Likuifaksi?

Mitigasi likuifaksi adalah berbagai upaya yang dilakukan untuk mengurangi kemungkinan terjadinya likuifaksi atau membatasi dampaknya terhadap bangunan dan infrastruktur.

 

Secara umum, pendekatannya dapat dilakukan dengan memperbaiki kondisi tanah, mengendalikan tekanan air pori, atau membuat struktur lebih mampu menghadapi pergerakan tanah. USGS (United States Geological Survey) atau Survei Geologi Amerika Serikat mencatat bahwa metode mitigasi dapat mencakup pemadatan tanah, drainase, grouting, hingga penggunaan pondasi yang sesuai. 

Teknologi Mitigasi Likuifaksi

Ada beberapa teknologi yang dapat digunakan untuk meningkatkan ketahanan tanah terhadap likuifaksi. Berikut beberapa di antaranya, Grameds.

1. Vibrocompaction

Vibrocompaction merupakan metode pemadatan tanah menggunakan alat bergetar yang dimasukkan ke dalam lapisan tanah.

  • Cara kerja

Getaran membantu menyusun kembali butiran tanah agar menjadi lebih rapat.

  • Tujuan

Meningkatkan kepadatan tanah sehingga tanah menjadi lebih tahan terhadap peningkatan tekanan air pori saat gempa.

  • Cocok untuk

Metode ini terutama digunakan pada tanah berbutir yang sesuai untuk proses pemadatan.

Pemadatan tanah merupakan salah satu pendekatan utama dalam mitigasi likuifaksi karena tanah yang lebih padat cenderung lebih sulit mengalami perubahan struktur akibat getaran. 

2. Dynamic Compaction

Teknologi ini menggunakan beban berat yang dijatuhkan dari ketinggian tertentu ke permukaan tanah secara berulang.

  • Prinsip kerja

Energi dari beban yang jatuh membantu memadatkan lapisan tanah.

  • Manfaat

Mengurangi rongga di antara butiran tanah dan meningkatkan kepadatannya.

  • Penggunaan

Dapat diterapkan pada area yang cukup luas dengan kondisi tanah yang sesuai.

USGS memasukkan dynamic compaction sebagai salah satu metode untuk meningkatkan kepadatan tanah yang rentan terhadap likuifaksi. 

3. Stone Column atau Kolom Batu

Stone column merupakan metode perbaikan tanah dengan membuat kolom berisi material granular seperti batu pecah di dalam tanah.

  • Memperkuat tanah

Kolom dapat membantu meningkatkan kekuatan dan kestabilan lapisan tanah.

  • Membantu drainase

Material granular dapat menyediakan jalur bagi air untuk bergerak keluar dari lapisan tanah.

  • Mengurangi tekanan air pori

Drainase yang lebih baik dapat membantu mengurangi peningkatan tekanan air pori saat terjadi getaran.

Penggunaan kolom granular sebagai bagian dari upaya mitigasi likuifaksi telah diterapkan pada beberapa proyek perbaikan tanah. 

4. Drainase untuk Mengurangi Tekanan Air Pori

Salah satu faktor penting dalam likuifaksi adalah peningkatan tekanan air pori. Karena itu, sistem drainase dapat digunakan untuk membantu mengendalikan air di dalam lapisan tanah.

  • Drainase vertikal

Jalur drainase dibuat menembus lapisan yang rentan sehingga air dapat bergerak lebih cepat.

  • Mengurangi tekanan air pori

Air yang dapat keluar dengan lebih mudah membantu mengurangi penumpukan tekanan saat terjadi gempa.

  • Dapat dikombinasikan dengan pemadatan

Beberapa metode perbaikan tanah dapat memberikan efek pemadatan sekaligus membantu drainase.

USGS menyebutkan bahwa deep drains dapat digunakan untuk membantu mencegah penumpukan tekanan air pori berlebih yang memicu likuifaksi. 

5. Grouting

Grouting dilakukan dengan memasukkan material tertentu ke dalam tanah melalui titik atau lubang injeksi.

  • Mengisi ruang dalam tanah

Material grout dapat mengisi rongga atau memperkuat hubungan antar partikel tanah.

  • Meningkatkan kekuatan tanah

Tanah menjadi lebih kuat dan lebih mampu menahan beban.

  • Bisa digunakan di area terbatas

Beberapa teknik grouting dapat diterapkan pada lokasi yang sulit dilakukan pemadatan dengan metode lain.

Jenis grouting dan material yang digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi tanah serta kebutuhan proyek. USGS mencatat bahwa compaction grouting dan chemical grouting merupakan beberapa metode yang dapat digunakan untuk mengurangi potensi likuifaksi. 

6. Compaction Piles

Compaction piles memanfaatkan tiang yang dipasang ke dalam tanah untuk membantu meningkatkan kepadatan tanah di sekitarnya.

  • Memadatkan tanah sekitar

Pemasangan tiang dapat membuat butiran tanah menjadi lebih rapat.

  • Meningkatkan ketahanan tanah

Tanah yang lebih padat memiliki ketahanan yang lebih baik terhadap perubahan akibat getaran.

  • Bisa menjadi bagian dari sistem pondasi

Dalam kondisi tertentu, tiang juga dapat digunakan sebagai bagian dari sistem pondasi bangunan.

Metode ini termasuk salah satu teknik pemadatan yang digunakan untuk mengurangi kerentanan tanah terhadap likuifaksi. 

Teknologi Mana yang Digunakan?

Nggak ada satu teknologi yang selalu cocok untuk semua lokasi. Pemilihannya perlu mempertimbangkan kondisi tanah dan lingkungan proyek.

  • Jenis tanah

Ukuran butiran dan kondisi lapisan tanah menentukan metode yang bisa diterapkan.

  • Kedalaman lapisan rentan

Lapisan yang berada jauh di bawah permukaan membutuhkan metode yang mampu menjangkau kedalaman tersebut.

  • Kondisi air tanah

Tinggi muka air tanah dan kemampuan air bergerak di dalam tanah menjadi pertimbangan penting.

  • Kondisi bangunan sekitar

Getaran atau pekerjaan konstruksi tertentu perlu mempertimbangkan keberadaan bangunan dan utilitas di sekitar lokasi.

  • Luas area

Metode untuk lahan luas belum tentu cocok untuk lokasi yang sempit atau berada di antara bangunan.

USGS juga menekankan bahwa pemilihan metode perbaikan tanah bergantung pada profil tanah, kondisi lingkungan, serta faktor seperti keberadaan air tanah dan bangunan atau utilitas di sekitar lokasi. 

Tahapan Mitigasi Likuifaksi pada Suatu Lokasi

Sebelum memilih teknologi, kondisi tanah perlu diketahui terlebih dahulu. Penilaian risiko nggak cukup hanya berdasarkan peta wilayah karena kondisi bawah permukaan dapat berubah dalam jarak yang relatif dekat. Pemeriksaan lapangan dan investigasi geoteknik diperlukan untuk desain yang lebih spesifik. 

Beberapa tahap yang dapat dilakukan meliputi:

  • Investigasi kondisi tanah

Data lapisan tanah, muka air tanah, dan karakteristik material dikumpulkan.

  • Menilai potensi likuifaksi

Data tanah dan beban gempa digunakan untuk mengetahui tingkat kerentanan lokasi.

  • Menentukan metode mitigasi

Teknologi dipilih berdasarkan kondisi tanah dan kebutuhan bangunan.

  • Melakukan perbaikan tanah atau struktur

Metode yang dipilih diterapkan pada area yang membutuhkan perlindungan.

  • Melakukan pemeriksaan dan pemantauan

Kondisi tanah dan struktur dapat dipantau untuk memastikan kinerja metode mitigasi.

Manfaat Teknologi Mitigasi Likuifaksi

Penerapan teknologi mitigasi bertujuan mengurangi dampak likuifaksi terhadap lingkungan terbangun.

  • Meningkatkan kepadatan tanah

Tanah yang lebih padat cenderung memiliki ketahanan lebih baik terhadap likuifaksi.

  • Mengurangi tekanan air pori

Sistem drainase membantu mengendalikan penumpukan air di dalam tanah.

  • Meningkatkan kekuatan tanah

Perbaikan seperti grouting dapat membuat lapisan tanah lebih kuat.

  • Mengurangi deformasi tanah

Perbaikan tanah dapat membantu membatasi perubahan bentuk dan pergerakan tanah akibat gempa.

  • Melindungi bangunan dan infrastruktur

Mitigasi dapat membantu mengurangi potensi kerusakan pada struktur yang berada di atas atau di sekitar lapisan tanah rentan.

Perbedaan Teknologi Mitigasi Likuifaksi

 

Teknologi Fokus Utama Gambaran Sederhana
Vibrocompaction Pemadatan Membuat butiran tanah lebih rapat dengan getaran
Dynamic compaction Pemadatan Menggunakan beban berat yang dijatuhkan
Stone column Penguatan dan drainase Membuat kolom material granular di dalam tanah
Drainase Pengendalian tekanan air Membantu air keluar dari lapisan tanah
Grouting Penguatan tanah Memasukkan material tertentu ke dalam tanah
Compaction piles Pemadatan Memadatkan tanah di sekitar tiang

 

Faktor yang Perlu Diperhatikan Sebelum Mitigasi Likuifaksi

Sebelum menentukan metode, kondisi lokasi perlu diperiksa agar teknologi yang digunakan sesuai dengan kebutuhan.

  • Kedalaman lapisan tanah

Kedalaman lapisan yang berpotensi mengalami likuifaksi menentukan jenis metode yang bisa digunakan.

  • Kondisi muka air tanah

Posisi air tanah penting diperhatikan karena likuifaksi berkaitan erat dengan tanah yang jenuh air.

  • Kondisi bangunan di sekitar

Pekerjaan perbaikan tanah perlu mempertimbangkan bangunan, jalan, dan jaringan utilitas yang sudah ada.

  • Kondisi permukaan lahan

Luas, bentuk, dan akses menuju lokasi dapat memengaruhi proses pelaksanaan teknologi mitigasi.

  • Kondisi tanah setelah perbaikan

Hasil perbaikan perlu diperiksa untuk mengetahui apakah kekuatan dan kepadatan tanah sudah sesuai dengan kebutuhan.

 

Keterbatasan Teknologi Mitigasi Likuifaksi

Setiap teknologi memiliki kelebihan sekaligus keterbatasan sehingga penerapannya perlu direncanakan dengan matang.

  • Biaya pelaksanaan

Beberapa metode membutuhkan alat khusus dan pekerjaan yang cukup kompleks sehingga biaya penerapannya bisa lebih besar.

  • Keterbatasan lokasi

Area yang sempit atau berada di antara banyak bangunan dapat membatasi penggunaan alat tertentu.

  • Gangguan selama pekerjaan

Proses pemadatan atau pekerjaan lain dapat menimbulkan getaran, suara, atau perubahan kondisi tanah di sekitar lokasi.

  • Kondisi tanah yang berbeda-beda

Metode yang efektif pada satu lokasi belum tentu memberikan hasil yang sama pada lokasi dengan kondisi tanah berbeda.

  • Membutuhkan tenaga ahli

Perencanaan dan pelaksanaan perlu dilakukan oleh tenaga yang memahami kondisi geoteknik agar hasilnya sesuai dengan kebutuhan.

 

Pemantauan Setelah Mitigasi Likuifaksi

Perbaikan tanah nggak selalu berhenti setelah teknologi mitigasi selesai diterapkan. Kondisi lokasi tetap perlu diperhatikan, terutama pada area dengan risiko gempa.

  • Memeriksa kondisi permukaan tanah

Retakan, penurunan, atau perubahan bentuk tanah dapat menjadi tanda adanya perubahan pada kondisi lahan.

  • Memantau bangunan

Perubahan seperti retakan atau penurunan pada bangunan dapat dicatat sebagai bagian dari pemantauan.

  • Memeriksa sistem drainase

Saluran drainase perlu dipastikan tetap berfungsi agar kondisi air di dalam tanah dapat dikendalikan.

  • Membandingkan hasil pemeriksaan tanah

Data sebelum dan setelah perbaikan dapat digunakan untuk melihat perubahan kondisi tanah.

  • Melakukan pemeriksaan setelah gempa

Setelah terjadi gempa kuat, kondisi tanah dan bangunan di area yang telah dimitigasi tetap perlu diperiksa untuk mengetahui apakah terdapat perubahan atau kerusakan baru.

Kesimpulan

Teknologi mitigasi likuifaksi digunakan untuk mengurangi kerentanan tanah dan dampak yang dapat muncul ketika gempa terjadi, Grameds. Beberapa metode yang dapat digunakan antara lain vibrocompaction, dynamic compaction, stone column, drainase, grouting, dan compaction piles.

Setiap metode memiliki cara kerja dan penerapan yang berbeda. Karena itu, teknologi yang digunakan perlu disesuaikan dengan kondisi tanah, air tanah, kedalaman lapisan rentan, lingkungan sekitar, serta karakteristik bangunan.

 

Rekomendasi Buku Terkait

Ensiklopedia Alam dan Kehidupan untuk Anak Cerdas

Ensiklopedia Alam dan Kehidupan untuk Anak Cerdas

 

Jelajahi rahasia dunia kehidupan yang ajaib bersama buku berilustrasi Ensiklopedia Alam dan Kehidupan untuk Anak Cerdas, yang membahas berbagai hal menarik mulai dari cara tubuh manusia bekerja, alasan hewan bertingkah aneh, tumbuhan di sekitar kita, hingga dunia mikroskopik sel-sel, ekologi, dan biodiversitas. Dari cendawan, burung flamingo, dan bakteri hingga paus biru, buku ini mengajak anak mengenal keajaiban kehidupan dalam berbagai bentuknya dengan cara yang menyenangkan dan interaktif. Selain menambah pengetahuan tentang alam dan kehidupan, buku ini juga dapat mendorong rasa ingin tahu, meningkatkan kemampuan membaca dan memahami teks, memperluas kosakata, serta membantu anak memperoleh pengetahuan yang dapat mendukung proses belajar di sekolah.

Why? Life Science – Ilmu Pengetahuan Alam (Edisi Baru)

Why? Life Science - Ilmu Pengetahuan Alam (Edisi Baru)

Apa kamu pernah membayangkan ada manusia yang persis sama denganmu? Pasti mengejutkan, ya! Buku ini mengajak pembaca mengikuti petualangan Omji dan Komji menjelajahi dunia ilmu pengetahuan alam, mulai dari kloning, bioteknologi, pertanian, kedokteran, hingga ilmu lingkungan hidup. Kehidupan manusia saat ini menjadi lebih nyaman berkat perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, tetapi masih banyak masalah yang belum terpecahkan, seperti pencemaran udara, kekurangan pangan, dan berbagai penyakit. Karena itu, ilmu pengetahuan alam terus dikembangkan melalui berbagai penelitian untuk memahami rahasia alam dan mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi manusia. Buku ini membantu pembaca mengenal ilmu pengetahuan alam dengan cara yang mudah dan menyenangkan sekaligus mendorong rasa ingin tahu terhadap perkembangan sains dan perannya dalam kehidupan.

Alam Semesta Rahasia, Fakta, dan Keajaibannya! 

Alam Semesta Rahasia, Fakta, dan Keajaibannya!

Buku ini mengajak anak-anak mengenal alam semesta melalui berbagai fakta menarik tentang tata surya, planet-planet, teknologi untuk menjelajahi luar angkasa, serta astronaut dan hewan yang pernah menjelajahinya. Dilengkapi foto, informasi sains, stiker, dan poster jumbo tata surya yang membuat belajar menjadi lebih seru dan menyenangkan.

About the author

Laura Saraswati

Gramedia Literasi