Geografi

Iklim dan Persebaran Vegetasi

Apa Hubungan antara Iklim dan Persebaran Vegetasi? Berikut Uraiannya!
Written by atap

Terdapat hubungan yang erat antara pola iklim dengan penyebaran aneka jenis vegetasi. Iklim sebagai faktor penting yang memainkan peran utama dalam persebaran flora dan fauna. Faktor iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda. Simak penjelasan lebih lengkapnya berikut ini:

Iklim dan Persebaran Vegetasi 1

Definisi Iklim

Iklim adalah kondisi rata-rata cuaca berdasarkan waktu yang panjang untuk suatu lokasi di bumi atau planet lain. Beberapa variabel meteorologis yang biasanya diukur adalah suhu,kelembapan, tekanan atmosfer, angin, dan curah hujan. Iklim suatu lokasi dipengaruhi oleh garis lintang, medan, dan ketinggiannya, serta perairan di dekatnya dan arusnya. Studi tentang iklim dipelajari dalam klimatologi. Secara lebih umum, “iklim” suatu daerah adalah kondisi umum dari iklim di lokasi tersebut pada kurun waktu tertentu.

Iklim dapat diklasifikasikan sesuai dengan rata-rata dan kisaran dari berbagai variabel, biasanya suhu dan curah hujan. Klasifikasi yang paling umum digunakan adalah klasifikasi iklim Köppen. Sistem Thornthwaite, yang digunakan sejak tahun 1948, menggabungkan evapotranspirasi dengan informasi suhu dan curah hujan untuk kemudian digunakan dalam mempelajari keanekaragaman hayati dan bagaimana perubahan iklim memengaruhinya. Sistem Klasifikasi Sinoptik Bergeron dan Spasial berfokus pada asal usul massa udara yang menentukan iklim suatu wilayah. Iklim di suatu tempat di bumi dipengaruhi oleh letak geografis dan topografi tempat tersebut.

Pengaruh posisi relatif matahari terhadap suatu tempat di bumi menimbulkan musim, yang membedakan iklim satu dengan yang lain. Perbedaan iklim menghasilkan beberapa sistem klasifikasi iklim. Berdasarkan posisi relatif suatu tempat di bumi terhadap garis khatulistiwa dikenal kawasan-kawasan dengan kemiripan iklim secara umum akibat perbedaan dan pola perubahan suhu udara, yaitu kawasan tropika (23,5°LU-23,5°LS), subtropika (23,5°LU-40°LU dan 23°LS-40°LS), sedang (40°LU-66,5°LU dan 40°LS-66,5°LS), dan kutub (66,5°LU-90°LU dan 66,5°LS-90°LS). Musim di Indonesia terbagi menjadi 2 macam, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Pembagian 2 musim di Indonesia karena negara Indonesia memiliki iklim tropis.

 

Definisi Vegetasi

Vegetasi (dari bahasa Inggris: vegetation) dalam ekologi adalah istilah untuk keseluruhan komunitas tetumbuhan di suatu tempat tertentu, mencakup baik perpaduan komunal dari jenis-jenis flora penyusunnya maupun tutupan lahan (ground cover) yang dibentuknya[1]. Vegetasi merupakan bagian hidup yang tersusun dari tetumbuhan yang menempati suatu ekosistem, atau, dalam area yang lebih sempit, relung ekologis.

Beraneka tipe hutan, kebun, padang rumput, dan tundra merupakan contoh-contoh vegetasi. Istilah vegetasi berbeda, dan lebih luas cakupannya, dari flora. Pengertian flora hanya merujuk kepada kekayaan jenis tetumbuhan yang ada di suatu wilayah atau kurun waktu tertentu; sedangkan vegetasi dicirikan pula oleh kekayaan bentuk hidup (life form), struktur, periodisitas; selain juga oleh ciri-ciri floristik yang khas. Istilah vegetasi atau tipe vegetasi hampir sama pengertiannya, dan sering pula dipertukarkan, dengan komunitas tetumbuhan; namun yang akhir ini umumnya memiliki cakupan wilayah yang lebih sempit.

Tipe vegetasi dibedakan berdasarkan karakter floristik tertentu, misalnya asosiasi spesies-spesies yang dominan, atau karakter lingkungan seperti jenis tanah dan iklim. Analisis vegetasi biasa dilakukan oleh ilmuwan ekologi untuk mempelajari kemelimpahan jenis serta struktur (biomasa, kerapatan tumbuh, pelapisan tajuk, dll.) vegetasi pada suatu tempat. Dengan menganalisis persebaran floristik maka ilmuwan ekologi akan lebih mudah untuk mempelajari suatu komunitas tumbuhan.

Apa Hubungan antara Iklim dan Persebaran Vegetasi? Berikut Uraiannya!

Hubungan Iklim dan Vegetasi

Iklim adalah faktor penting yang memainkan peran utama dalam persebaran flora dan fauna. Faktor iklim yang berbeda-beda pada suatu wilayah menyebabkan jenis tumbuhan maupun hewannya juga berbeda. Wilayah-wilayah dengan pola iklim ekstrim seperti kutub yang memiliki suhu sangat rendah dan gurun yang memiliki suhu sangat tinggi mengakibatkan persebaran flora dan fauna tidak optimal karena sangat menyulitkan bagi kehidupan tumbuhan maupun hewan.

Oleh karena itu, persebaran flora dan fauna pada wilayah ini sangat sedikit sehingga mempengaruhi jumlah maupun jenis dari flora dan fauna. Sebaliknya pada wilayah-wilayah yang beriklim tropis persebaran flora dan fauna bervariasi sehingga terjadi peningkatan baik jumlah maupun jenisnya. Daerah tropis merupakan daerah yang sangat kaya akan keanekaragaman flora dan fauna, karena pada daerah ini mendapatkan sinar matahari dan hujan yang cukup, keadaan ini berbeda dengan daerah kutub dan daerah gurun.

Variasi suhu pada wilayah akan mempengaruhi bagaimana flora dan fauna dapat merespon terhadap pengaruh lingkuunagan sekitarnya sehingga dapat mempertahankan kehidupannya. Iklim memiliki beberapa unsur pembentuk yang mempengaruhi persebaran mahluk hidup, yaitu :

  • Suhu: Sebagai ukuran kuantitatif terhadap temperatur; panas dan dingin, diukur dengan termometer. Kondisi suhu udara tentunya sangat berpengaruh terhadap kehidupan tumbuhan dan hewan. Tumbuhan dan hewan memiliki tingkat tanggap terhadap pengaruh lingkungan sekitar yang berbeda-beda. Setiap spesies memiliki syarat suhu lingkungan yang ideal yang berbeda satu sama lain utuk dapat bertahan hidup, sebagai contoh. Tumbuhan dan hewan yang berada pada kawasan tropis tidak dapat bertahan hidup apabila menempati wilayah yang beriklim gurun maupun dingin. Tumbuhan dan hewan iklim tropis tidak memiliki tingkat ketahanan yang tinggi terhadap perbedaan suhu yang ekstrim antara siang dan malam.
  • Kelembapan udara  banyaknya uap air yang dikandung oleh udara, dapat diukur dengan higrometer. Tingkat kelembaban udara berpengaruh langsung terhadap pola persebaran tumbuhan di muka bumi. Beberapa jenis tumbuhan sangat cocok hidup di wilayah kering, sebaliknya terdapat jenis tumbuhan yang hanya bertahan hidup di atas lahan dengan kadar air selalu tinggi, sebagai contoh tanaman bakau yang ditanam pada daerah yang berkelembaban tinggi, bakau tersebut akan berkembang dan berproduktivitas dengan maksimal. sebaliknya jika bakau tersebut di tanam pada daerah yang mempunyai kelembaban yang rendah maka bakau tersebut tidak akan berproduktifitas dan berkembang secara maksimal. Berdasarkan tingkat kelembapan, tumbuhan dapat dibagi menjadi empat kelompok utama, yaitu:
    • Hydrophytes: Kelompok Tumbuhan yang membutuhkan kondisi tanah yang basah, berair atau menetap di perairan.Contoh : Teratai dan Eceng gondok
    • Xerophytes: Kelompok tumbuhan yang hidup di tempat-tempat kering atau kelembapan udaranya rendah.Contoh : Kaktus dan Ephorbia
    • Mesophytes: Kelompok tumbuhan yang hidup di tempat-tempat lembap atau semibasahContoh : Anggrek dan Jamur
    • Tropophytes: Kelompok tumbuhan yang mampu beradptasi terhadap perubahan musim kemarau dan penghujan biasanya di daerah beriklim muson tropis.Contoh : Pohon jati.

Iklim dan Persebaran Vegetasi 3

  • Angin: adalah gerakan udara dari daerah yang bertekanan tinggi ke daerah yang bertekanan rendah. Pada proses persebaran mahluk hidup, angin berfungsi sebagai alat transportasi yang memindahkan benih beberapa jenis tumbuhan dan membantu proses penyerbukan baik penyerbukan secara alami maupun silang. Selain itu, angin juga mendistribusikan uap air atau hujan dari satu tempat ke tempat lain. Karena itulah angin ikut mempengaruhi iklim.
  • Curah Hujan: Banyaknya hujan yang tercurah (turun) di suatu daerah dalam jangka waktu tertentu; limpah(an) hujan. Bagi makhluk hidup, air merupakan kebutuhan utama karena air merupakan sumber kehidupan. Begitu pentingnya air bagi kehidupan keanekaragaman hayati mengakibatkan terjadinya persebaran mahluk hidup antar wilayah. Persebaran berbagai makhluk hidup ini biasanya tergantung intensitas curah hujan. Akibat perbedaan curah hujan pada tiap-tiap wilayah di permukaan bumi menyebabkan perbedaan jenis hewan dan variasi karakteristik vegetasi yang mendiami wilayah tersebut. Begitu pentingnya air bagi kehidupan mengakibatkan pola penyebaran dan kerapatan makhluk hidup antarwilayah pada umumnya bergantung dari tinggi-rendahnya curah hujan. Wilayah-wilayah yang memiliki curah hujan tinggi pada umumnya merupakan kawasan yang dihuni oleh aneka spesies dengan jumlah dan jenis jauh leb(tumbuhan) di muka bumi.

Karakter vegetasi yang menutupi hutan hujan tropis sangat jauh berbeda dengan vegetasi yang menutupi kawasan muson, stepa, atau gurun. Karakter vegetasi di wilayah muson didominasi oleh tumbuhan gugur daun untuk menjaga kelembapan saat musim kemarau. Wilayah gurun didominasi oleh jenis tumbuhan yang sangat tahan terhadap kekeringan. Kekhasan pola dan karakteristik vegetasi ini tentunya mengakibatkan adanya hewan-hewan yang khas pada lingkungan vegetasi tertentu.ih banyak dibandingkan dengan wilayah yang relatif lebih kering.

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien

banner-promo2