Sosiologi

Ciri-ciri, Unsur dan Bentuk Struktur Sosial

pengertian struktur sosial
Written by Wida Kurniasih

Ciri-ciri, Unsur dan Bentuk Struktur Sosial – Dalam menjalani hidup bermasyarakat, setiap manusia pasti mempunyai peran dan statusnya masing-masing. Perbedaan peran dan status pada manusia menunjukkan bahwa ada struktur sosial di dalamnya.

Dalam bermasyarakat, status dan peran tersebut sangatlah penting karena bisa membentuk sebuah sistem yang bisa menciptakan keharmonisan dan keteraturan. Jika manusia bisa menjalankan peran dan statusnya masing-masing maka akan menciptakan keharmonisan dan keteraturan dalam masyarakat.

Bagi sebagian orang ingin sekali menciptakan struktur sosial yang baik, tetapi belum tahu tentang dasar-dasar struktur sosial. Oleh karena itu, pemahaman masyarakat tentang struktur sosial perlu ditingkatkan. Salah satu caranya adalah mengetahui apa itu struktur sosial, ciri-ciri struktur sosial, unsur-unsur struktur sosial, bentuk-bentuk struktur sosial, dan contoh dari struktur sosial itu sendiri.

A. Pengertian Struktur Sosial

pengertian struktur sosialKata “struktur” memiliki arti menyusun dan kata tersebut berasal dari bahasa latin yaitu structum. Sedangkan “sosial” berasal dari bahasa latin yaitu socii yang artinya sekutu. Namun, kata “sosial” tidak bisa dilepaskan dari kehidupan manusia dalam bermasyarakat. Dengan demikian, struktur sosial mempunyai arti yaitu susunan masyarakat berupa interaksi sosial yang terjadi pada setiap individu atau kelompok.

Sementara itu, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) “struktur sosial” mempunyai arti yakni konsep perumusan asas hubungan antarindividu dalam kehidupan masyarakat yang merupakan pedoman bagi tingkah laku individu.

Pada dasarnya, struktur sosial itu sangat bergam. Hal itu dikarenakan masyarakat merupakan sekelompok manusia yang bersifat heterogen. Dengan demikian, setiap kelompok manusia, hidup dengan berpedoman pada nilai dan norma tertentu serta menjunjung tinggi anggota kelompoknya.

1. Status Sosial

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah posisi seseorang di dalam masyarakat yang terkait dengan dan ditentukan oleh orang lain. Secara sederhana, status sosial dapat diartikan seperti kedudukan seseorang dalam suatu kelompok masyarakat. Tinggi rendahnya status sosial yang dimiliki oleh seseorang dipengaruhi oleh kedudukan orang tersebut, seperti status sosial murid dan guru, status sosial ketua RT dan ketua RW.

Tidak jarang ada beberapa yang memiliki status sosial lebih dari satu. Dalam ilmu sosiologi, status sosial dapat dikategorikan menjadi tiga kategori. Berikut tiga kategori status sosial.

a. Status sosial yang alami (ascribed status)

Status sosial alami adalah status sosial yang dimiliki oleh seseorang sejak lahir tanpa memerhatikan bakat atau karakter seseorang dan untuk mendapatkan status sosial ini tidak diperlukan usaha. Contoh status sosial ini yaitu jenis kelaminan, garis keturunan, jenis kelamin, status kebangsawanan, dan lain-lain.

b. Status sosial yang dicapai (achieved status)

Status sosial yang dicapai adalah status sosial yang didapatkan dengan melakukan usaha atau kerja keras untuk mendapatkannya. Contoh status sosial ini yaitu menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS), menjadi dokter, TNI, dan masih banyak lagi.

c. Status sosial yang diberikan (assigned status)

Status sosial yang diberikan adalah status sosial yang disematkan atau diberikan pada seseorang berkat jasa atau prestasi yang telah dilakukan. Contoh status sosial ini yaitu pemberian gelar honoris causa, pemberian gelar kehormatan kepada pejuang kemerdekaan Indonesia, pemberian medali pada atlet yang juara, dan masih banyak lagi.

2. Peran Sosial

Peran sosial adalah kewajiban-kewajiban yang dimiliki setiap orang atas status sosial yang dimiliki. Dengan kata lain, seseorang yang sudah mendapatkan status sosial harus menjalankan peran sosialnya masing-masing. Misalnya, seorang dokter mempunyai peran sosial yang berbeda dengan guru.

Pada dasarnya, status dan peran sosial tidak bisa dipisahkan satu sama lain. Hal itu dikarenakan seseorang tidak akan memiliki peran sosial jika tidak memiliki status sosial.

Secara garis besar ada tiga persoalan yang berhubungan dengan peran sosial. Berikut beberapa permasalahan peran sosial.

a. Peran sosial yang diatur oleh norma-norma

Persoalan  peran sosial ini adalah permasalahan yang muncul ketika individu menjalankan peran sosialnya, di saat bersamaan ia harus menaati norma-norma atau kaidah-kaidah dalam status sosial tersebut. Contoh dari permasalahan ini adalah seseorang yang menjabat sebagai guru, ia harus menjaga perilaku yang sesuai dengan norma-norma dan peraturan yang berlaku.

b. Peran sosial yang harus dilakukan karena tuntutan masyarakat

Persoalan peran sosial ini adalah permasalahan yang terjadi ketika seseorang yang mempunyai status sosial harus melakukan perannya sesuai dengan harapan masyarakat. Contoh dari permasalahan ini adalah seorang siswa yang sudah masuk sekolah harus mendapatkan nilai yang bagus agar dianggap siswa yang pintar.

c. Peran sosial merupakan bagian penting dalam struktur sosial

Peran sosial sosial merupakan bagian penting dalam struktur sosial karena dengan peran sosial maka seseorang akan menjalani struktur sosial dengan baik. Contoh dari permasalahan ini adalah seseorang yang mempunyai jabatan sebagai guru akan menjalankan perannya atau tugasnya berupa mendidik siswa-siswanya.

B. Ciri-Ciri Struktur Sosial

ciri struktur sosialSetiap struktur sosial dalam masyarakat berbeda-beda sehingga akan selalu ada nilai-nilai atau norma-norma yang menjadi pedoman dan dianggap berharga bagi satu kelompok masyarakat. Kehidupan masyarakat yang beragam akan menciptakan norma-norma atau nilai-nilai yang berbeda.

Pada umumnya, setiap masyarakat terbagi menjadi tiga kelompok, yaitu masyarakat sederhana, masyarakat madya, dan masyarakat modern. Oleh karena itu, ciri-ciri struktur sosial pada setiap kelompok masyarakat juga berbeda-beda. Berikut ciri-ciri struktur sosial pada setiap kelompok masyarakat.

1. Ciri-ciri struktur sosial masyarakat sederhana

  • Mempunyai kelompok sosial yang berdasarkan tradisi turun temurun
  • Mempunyai ikatan kelompok sosial yang berdasarkan adat istiadat atau tradisi setempat
  • Mempunyai kepercayaan pada hal-hal di luar nalar atau kekuatan gaib
  • Masih menjaga dengan kuat nilai-nilai kekerabatan dan gotong royong
  • Mempunyai hukum tidak tertulis yang masih berlaku

Secara garis besar, kelompok masyarakat sederhana ini merupakan kelompok yang masih memegang teguh nilai-nilai dan norma-norma yang ditanamkan atau diajarkan sejak masih kecil. Biasanya masyarakat sederhana tinggal di sebuah tempat yang jarang dikunjungi oleh orang lain yang bukan kelompoknya.

2. Ciri-ciri struktur sosial masyarakat madya

  • Mulai menerima kebudayaan baru yang berasal dari luar kelompoknya
  • Mulai menerima perubahan-perubahan sosial yang terjadi
  • Memiliki hubungan kekeluargaan yang tidak seerat masyarakat sederhana
  • Hukum tertulis mulai bisa berdampingan dengan hukum tidak tertulis

Setelah mengetahui ciri-ciri kelompok masyarakat madya maka bisa dikatakan bahwa peran dan status sosial pada kelompok masyarakat ini masih dipengaruhi oleh nilai-nilai rasionalitas. Biasanya masyarakat ini tinggal di suatu tempat yang berada di pinggiran kota.

3. Ciri-ciri struktur sosial masyarakat modern

  • Mempunyai sifat keterbukaan akan budaya dan hal-hal baru
  • Setiap hubungan bermasyarakay akan selalu dipengaruhi oleh ilmu pengetahuan dan teknologi yang dimiliki oleh seseorang
  • Seseorang yang mempunyai keahlian dan ilmu pengetahuan akan lebih dihargai.
  • Kepercayaan pada hal-hal gaib sudah mulai ditinggalkan

Secara umum, kelompok masyarakat modern lebih sering melihat seseorang dan  suatu hal dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Nilai-nilai rasionalitas pada yang ada pada masyarakat modern sangat dijunjung tinggi. Biasanya masyarakat modern ini tinggal di tengah-tengah kota dan setiap harinya selalu diisi dengan kesibukan.

Setelah mengetahui ciri-ciri struktur sosial berdasarkan kelompok masyarakat maka ciri-ciri struktur sosial secara umum. Menurut Elly M. Setiadi terdapat empat ciri-ciri umum struktur sosial.

  • Struktur sosial merupakan suatu sistem yang mengatur berbagai bentuk hubungan yang terjadi pada antarindividu dalam bermasyarakat. Dengan demikian, struktur sosial merupakan bagian dari pengaturan tata kelakuan dan pola hubungan masyarakat
  • Struktur sosial mempunyai sifat abstrak. Maksudnya struktur sosial tidak dapat dilihat dengan jelas, hanya anggota kelompoknya yang mampu melihat struktur sosial itu.
  • Struktur sosial akan selalu berkembang dan berubah seiring dengan perkembangan zaman
  • Struktur sosial terbagi menjadi dimensi vertikal dan horizontal. Dimensi vertikal berupa tingkatan status sosial masyarakat. Sedangkan dimensi horizontal seluruh masyarakat terbagi ke dalam kelompok sosial yang memiliki nilai sama.

C. Unsur-Unsur Struktur Sosial

unsur struktur sosialStruktur sosial terbagi menjadi beberapa unsur. Menurut James M. Henslin struktur sosial terbagi menjadi lima yaitu, kelompok sosial, lembaga sosial, kaidah/norma sosial, stratifikasi sosial, dan kebudayaan. Setiap unsur mempunyai sifat-sifatnya masing-masing. Simak ulasan tentang unsur-unsur struktur sosial sebagai berikut.

1. Kelompok sosial

Unsur kelompok sosial mempunyai arti yaitu satu kesatuan yang didalamnya terdiri atas beberapa orang. Setiap kelompok sosial memiliki tingkah laku yang sudah mereka sepakati dengan tujuan untuk mempertahankan kesatuan anggotanya. Jika peran setiap individu dilakukan dengan baik maka kelompok sosial dapat dipertahankan dengan baik juga.

2. Lembaga sosial

Unsur lembaga sosial mempunyai arti yaitu sekumpulan norma dan aturan untuk menjaga tata kelakukan atau pola perilaku masyarakat. Dengan lembaga sosial maka masyarakat akan tidak akan sembarangan dalam melakukan sesuatu.

3. Kaidah atau norma sosial

Unsur kaidah atau norma sosial mempunyai arti yaitu suatu petunjuk atau pedoman yang digunakan masyarakat dalam melakukan interaksi sosial di lingkungannya.

4. Stratifikasi sosial

Unsur stratifikasi sosial mempunyai arti yaitu pengelompokkan masyarakat berdasarkan kelas-kelas sosial secara bertingkat. Sistem stratifikasi sosial ini sangat berhubungan dengan pembentukan kelas dan status sosial yang ada di dalam masyarakat.

Pengertian status sosial (social status) yaitu posisi atau pangkat seseorang yang ada di dalam suatu kelompok masyarakat yang didalamnya sangat berkaitan dengan hak dan kewajiban tertentu.

5. Kebudayaan 

Unsur kebudayaan mempunyai arti semua pengetahuan yang dimiliki oleh manusia sebagai makhluk sosial yang dipakai untuk mempelajari dan memahami lingkungan serta pengalamannya.

Sedangkan kelas sosial mempunyai arti (social class) mempunyai arti pengelompokkan masyarakat berdasarkan tingkatan atau kriteria tertentu, seperti politik, ekonomi, keturunan, dan pendidikan.

D. Bentuk-Bentuk Struktur Sosial

bentuk struktur sosialStruktur sosial mempunyai beberapa bentuk, bentuk-bentuk struktur sosial bisa dilihat dari klasifikasi sosial struktur sosial. Klasifikasi struktur sosial terdiri dari, sifatnya, pola komunikasi, identitas keanggotaan masyarakat, dan ketidaksamaan sosialnya.

1. Bentuk struktur sosial berdasarkan sifatnya

Berdasarkan sifatnya, bentuk struktur sosial terbagi menjadi tiga, yaitu struktur sosial kaku, struktur sosial luwes, struktur sosial formal, dan struktur sosial informal.

a. Struktur sosial kaku

Struktur sosial kaku adalah bentuk struktur sosial yang tidak dapat diubah atau masyarakat mengalami kesulitan ketika ingin melakukan perpindahan status atau kedudukan.

b. Struktur sosial luwes

Struktur sosial luwes adalah bentuk struktur sosial yang pola dan susunannya lebih dinamis. Pada umumnya, struktur sosial ini dimiliki oleh masyarakat yang terbuka.

c. Struktur sosial formal

Struktur sosial formal adalah struktur sosial yang bersifat resmi dan diakui oleh pihak yang berwenang berdasarkan hukum yang berlaku.

d. Struktur sosial informal

Struktur sosial formal adalah struktur sosial yang mempunyai fungsi di dalam masyarakat, tetapi tidak ada ketetapan hukumnya.

2. Bentuk struktur sosial berdasarkan pola komunikasi

Berdasarkan pola komunikasi, bentuk struktur sosial terbagi menjadi dua, yaitu struktur sosial terbuka dan struktur sosial tertutup.

a. Struktur sosial terbuka

Struktur sosial terbuka adalah struktur sosial yang ditandai dengan komunikasi yang lancar di semua tingkatan sosial. Kelancaran komunikasi terjadi karena setiap individu menyadari kesamaan hak dan kewajiban dalam merengkuh kedudukan tersebut.

b. Struktur sosial tertutup

Struktur sosial tertutup adalah struktur sosial yang ditandai dengan ketidaklancaran komunikasi di tingkatan sosial. Ketidaklancaran komunikasi ini disebabkan karena setiap status dan peran sosial seseorang cenderung statis atau tetap.

3. Bentuk struktur sosial berdasarkan identitas keanggotaan masyarakat

Bentuk struktur sosial berdasarkan identitas keanggotaan masyarakatnya dibagi menjadi dua, yaitu struktur sosial homogen dan struktur sosial heterogen.

a. Struktur sosial homogen 

Struktur sosial homogen adalah struktur sosial yang anggota kelompok sosialnya memiliki latar belakang yang sama. Misalnya, kesamaan agama, ras, suku, dan bangsa.

b. Struktur sosial heterogen

Struktur sosial heterogen adalah struktur sosial yang anggota kelompoknya memiliki latar belakang yang beragam. Misalnya, adanya perbedaan suku, ras, agama, dan bangsa.

4. Bentuk struktur sosial berdasarkan ketidaksamaan sosial

Berdasarkan ketidaksamaan sosial, bentuk struktur sosial terbagi menjadi dua, yaitu diferensiasi sosial dan stratifikasi sosial.

a. Diferensiasi sosial

Diferensiasi sosial adalah perbedaan individu atau kelompok dalam suatu kelompok masyarakat yang tidak memperlihatkan suatu tingkatan. Bentuk diferensiasi sosial, seperti perbedaan jenis kelamin, perbedaan suku bangsa, perbedaan agama, dan perbedaan ras.

b. Stratifikasi sosial

Stratifikasi sosial adalah suatu tingkatan yang ada pada suatu kelompok masyarakat. Bentuk stratifikasi sosial biasanya dinilai dari ukuran kekayaan, kehormatan, pengetahuan, dan kekayaan.

E. Fungsi Struktur Sosial

fungsi struktur sosial1. Fungsi identitas

Struktur sosial berfungsi sebagai penegas identitas pada suatu kelompok masyarakat. Setiap daerah mempunyai kebudayaan yang beragam sehingga dibutuhkan struktur sosial agar identitas suatu kelompok menjadi jelas.

2. Fungsi kontrol

Struktur sosial berfungsi sebagai sistem pengontrol suatu kelompok masyarakat agar bertingkah laku sesuai dengan norma dan kaidah yang berlaku di lingkungan masyarakat.

3. Fungsi pembelajaran masyarakat

Struktur sosial dapat berfungsi sebagai dasar dalam menanamkan disiplin sosial kelompok atau masyarakat. Dengan fungsi pembelajaran ini, setiap anggota kelompok masyarakat diharapkan bersikap dan berperilaku seperti norma dan kaidah yang berlaku.

F. Contoh Struktur Sosial

Pada dasarnya, ada banyak sekali contoh-contoh struktur sosial. Berikut beberapa contoh struktur sosial.

  1. Pemberian gelar kehormatan kepada para pahlawan yang berjasa memerdekakan Indonesia
  2. Penerapan sistem kasta yang terjadi di dalam masyarakat Bali
  3. Pemilik modal usaha mempunyai kedudukan yang lebih tinggi daripada buruh
  4. Seseorang diangkat menjadi kepala desa berkat jasanya dalam membangun dan memperbaiki tata kelola desa
  5. Menempatkan UUD 1945 sebagai landasan hukum tertinggi di Indonesia

G. Kesimpulan

Pada dasarnya, struktur sosial itu sangat bergam. Hal itu dikarenakan masyarakat merupakan sekelompok manusia yang bersifat heterogen. Dengan demikian, setiap kelompok manusia, hidup dengan berpedoman pada nilai dan norma tertentu serta menjunjung tinggi anggota kelompoknya.

Adanya struktur sosial dalam bermasyarakat akan mampu menciptakan atau menghasilkan hubungan setiap individu dan setiap kelompok menjadi lebih teratur dan terorganisasi. Penting bagi manusia untuk menjalankan struktur sosial dengan baik karena jika struktur sosial tidak berjalan dengan baik maka keharmonisan dan keteraturan dalam bermasyarakat tidak akan tercipta.

Baca juga artikel “Struktur Sosial” :

Pengantar Ringkas Sosiologi

Pengantar Ringkas Sosiologi

Beli Buku di Gramedia

 



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien