Sosiologi

Diferensiasi Sosial: Pengertian, Contoh Diferensiasi Sosial, Ciri & Bentuk

Diferensiasi Sosial: Pengertian, Contoh Diferensiasi Sosial, Ciri & Bentuk 1
Written by Tasya Talitha

Diferensiasi sosial adalah perbedaan pada anggota masyarakat secara horizontal

Grameds tentu mengetahui bahwa masyarakat kita di Indonesia terdiri dari individu dengan latar belakang yang berbeda. Contohnya sederhananya seperti teman-teman sekelas di sekolah, ada laki-laki, perempuan, beberapa beragama Islam ada pula yang beragama Kristen.

Nah, sebenarnya perbedaan tersebut merupakan bentuk dari diferensiasi sosial. Namun, sebenarnya apa sih diferensiasi sosial itu? Dan bagaimana ciri-cirinya? Artikel berikut ini akan menyajikan secara singkat mengenai diferensiasi sosial mulai dari pengertian hingga contohnya.

Pengertian Diferensiasi Sosial

Diferensiasi Sosial: Pengertian, Contoh Diferensiasi Sosial, Ciri & Bentuk 2
Secara umum, pengertian diferensiasi sosial adalah perbedaan pada anggota masyarakat secara horizontal. Maksudnya, pembeda ini masih memiliki derajat maupun tingkatan yang sama.

Contohnya seperti perbedaan yang ada pada masyarakat yang didasarkan pada perbedaan ras, suku bangsa, agama, jenis kelamin, etnis maupun pekerjaannya.

Berdasarkan kategori-kategori tersebut, tidak ada yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Semuanya setara antara satu dengan yang lainnya.

Perbedaan secara horizontal dalam pengertian diferensiasi sosial, menjadi hal yang penting untuk menegaskan bahwa setiap masyarakat berbeda dan perbedaan tersebut tidak menaruh satu golongan maupun individu di tingkat derajat yang lebih tinggi maupun lebih rendah. Semuanya setara dan sama.

Menurut Soerjono Soekanto, pembeda pada diferensiasi sosial merupakan bentuk dari variasi pekerjaan, prestise serta kekuasaan kelompok dalam masyarakat. Maksudnya, diferensiasi dapat menunjukan keragaman yang dimiliki oleh suatu bangsa.

Diferensiasi sosial ini juga terjadi karena seorang individu maupun kelompok secara biologis maupun fisiknya berbeda sejak awal mula keberadaannya dan sudah dibedakan melalui keturunan.

PENGANTAR RINGKAS SOSIOLOGI: Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial

PENGANTAR RINGKAS SOSIOLOGI: Pemahaman Fakta dan Gejala Permasalahan Sosial

Beli Buku di Gramedia
Ciri-Ciri Diferensiasi Sosial

Konsep diferensiasi sosial memiliki ciri-ciri atau pembeda. Ciri-ciri diferensiasi sosial terbagi menjadi tiga yaitu ciri fisik, ciri sosial serta ciri budaya. Berikut penjelasan lebih lanjutnya.

Ciri Fisik

Ciri fisik pada diferensiasi sosial merupakan ciri yang berhubungan dengan ras, warna kulit, warna mata, bentuk rambut, bentuk hidung dan lain sebagainya. Pada intinya, ciri fisik pada diferensiasi sosial terlihat jelas karena nampak dari luar perbedaan pada setiap individunya.

Tiap ciri-ciri fisik pada masing-masing individu memiliki kekhasan maupun keunikannya tersendiri yang dapat menjadi pembeda atas satu sama lain. Oleh karena itu perbedaan pada setiap individu tidak dapat dijadikan sebagai faktor penentu ras yang lebih tinggi maupun lebih baik.

Ciri Sosial 

Ciri sosial pada diferensiasi sosial merupakan ciri yang memiliki hubungan dengan fungsi individu pada setiap aspek kehidupan dalam bermasyarakat. Fungsi dari ciri sosial sendiri berkaitan dengan profesi maupun pekerjaan yang dimiliki oleh masing-masing individu.

Segala jenis pekerjaan maupun profesi yang dipilih oleh setiap individu memiliki fungsinya masing-masing. Pekerjaan maupun profesi yang dipilih oleh setiap individu bergantung dan sesuai dengan keahlian, bakat serta minat individu tersebut.

banner-promo-gramedia

Setiap individu memiliki keahlian, minat bakatnya masing-masing, oleh karena itu setiap individu juga berhak untuk memilih pekerjaan yang ingin ia lakukan. Sama halnya dengan ciri fisik, pekerjaan seseorang tidak dapat dinilai mana profesi yang lebih baik dan mana profesi yang tidak.

Ciri Budaya

Ciri budaya pada diferensiasi sosial merupakan ciri yang memiliki hubungan dengan kebudayaan serta adat istiadat masyarakat di suatu negara atau wilayah.

Setiap kebudayaan yang ada, sudah pasti memiliki keindahan maupun keunikannya masing-masing yang tidak dapat dibandingkan dengan kebudayaan masyarakat lainnya.

Di Indonesia sendiri ada banyak sistem budaya yang menjadi ciri khas untuk masing-masing daerah. Contohnya seperti budaya pernikahan pada masyarakat Jawa tentu berbeda dengan budaya pada masyarakat Batak, setiap perbedaan tersebut menjadi ciri khas karena unik dan berbeda dari budaya lain.

Itulah ketiga ciri dari diferensiasi sosial, berikutnya Grameds perlu mengetahui bentuk dari diferensiasi sosial agar lebih memahami apa yang dimaksud dari diferensiasi sosial.

SMA/MA X XI & XII: Cara Cepat Menguasai Sosiologi

SMA/MA X XI & XII: Cara Cepat Menguasai Sosiologi

Beli Buku di Gramedia
Bentuk dari Diferensiasi Sosial

Masyarakat pada dasarnya dapat dibedakan atau terdiferensiasi menurut beberapa kriteria seperti pada ketiga ciri diferensiasi sosial yang telah dijelaskan sebelumnya. Selain dibedakan atas cirinya, masyarakat juga dapat dibedakan berdasarkan bentuk dari diferensiasi sosial. Bentuk-bentuk diferensiasi sosial ini terbagi menjadi enam bagian, berikut penjelasan lengkapnya.

1. Jenis Kelamin

Bentuk pertama dari diferensiasi sosial adalah jenis kelamin. Jenis kelamin ini tergolong sebagai bentuk diferensiasi sosial karena tidak dapat menunjukan perbedaan tingkatan atau dapat dibedakan secara horizontal.

Pada dasarnya laki-laki dan perempuan memiliki derajat dan posisi yang sama. Secara hakiki, perbedaan antara laki-laki maupun perempuan bersifat horizontal karena hanya menyangkut bentuk serta sifat dasar yang berbeda dari jenis kelaminnya.

Walaupun begitu, terkadang ada pandangan yang menilai bahwa laki-laki lebih kuat dibandingkan perempuan dan dapat melakukan pekerjaan berat. Sejatinya, perempuan memang memiliki fisik yang cenderung lebih lemah dibandingkan laki-laki.

Namun, pandangan tersebut tidak dapat dijadikan sebagai patokan untuk menilai bahwa laki-laki memiliki derajat yang lebih tinggi dibandingkan perempuan. Kondisi tersebut terjadi karena semata-mata merupakan karena kecenderungan alamiah yang ada pada masing-masing diri laki-laki maupun perempuan.

2. Klan 

Klan yang dimaksud pada bentuk diferensiasi sosial di sini adalah suatu satuan sosial dengan anggota yang memiliki hubungan kekerabatan. Anggota klan tersebut tergabung karena didasari pada hubungan darah maupun garis keturunan atau genealogis.

Kelompok kekerabatan berdasarkan garis keturunan dari pihak ibu dikenal sebagai matrilineal, sedangkan kelompok kekerabatan berdasarkan garis keturunan bapak disebut sebagai patrilineal.

Contohnya, seperti klan yang dapat ditemui pada masyarakat Batak. Masyarakat Batak hingga kini masih menerapkan sistem marga, umumnya marga anak merupakan turunan dari bapaknya. Contohnya seperti marga Harahap, Simanjuntak maupun marga Nasution.

3. Suku Bangsa

Suku bangsa merupakan bentuk ketiga dari diferensiasi sosial. Suku bangsa terbentuk karena kesadaran individu yang ditandai dengan adanya kesatuan pada karakteristik, pola perilaku, adat istiadat, asal usul serta kebudayaan.

Seperti halnya ciri kebudayaan, bentuk suku bangsa pada diferensiasi sosial di Indonesia memiliki jumlah yang banyak dan masing-masing memiliki kekhasan maupun keunikannya tersendiri. Sehingga, suku bangsa tidak dapat dijadikan sebagai patokan bahwa seorang individu memiliki derajat yang tinggi karena berasal dari suatu suku bangsa tertentu.

Tiap-tiap suku bangsa yang ada di Indonesia memiliki persamaan derajat, martabat maupun harkatnya serta semua suku bangsa dijamin oleh konstitusi hukum Indonesia sama rata.

Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia

Ensiklopedi Suku Bangsa di Indonesia

Beli Buku di Gramedia
4. Ras

Setiap individu lahir dari orang tua dengan latar belakang ras tertentu serta memiliki ciri fisik yang sifatnya khas. Karena, setiap individu adalah unik sehingga tidak dapat dikatakan bahwa ras tertentu memiliki nilai yang lebih baik dari ras lainnya. Membedakan seorang individu dan menilai derajat seseorang berdasarkan rasnya merupakan tindakan diskriminatif.

Terdapat beberapa macam ras yang perlu Grameds ketahui. Berikut penjelasannya:

banner-promo-gramedia

1) Ras Australoid merupakan ras yang memiliki ciri khas fisik yaitu tubuh sedang dengan rambut keriting, mata yang hitam, bibir tebal serta kulit berwarna hitam.
2) Ras Mongoloid adalah ras yang memiliki ciri khas fisik rambut lurus, mata yang sipit, memiliki kulit berwarna kuning dan bibir tipis.
3) Ras Cucasaois merupakan ras yang memiliki ciri khas fisik yang umumnya dimiliki oleh penduduk asli di wilayah Eropa maupun Asia Utara.
4) Ras Negroid adalah ras yang memiliki ciri khas fisik yang umumnya dimiliki oleh penduduk asli dari wilayah Afrika serta sebagian wilayah Asia.

5. Agama

Umumnya, setiap individu memiliki agama. Agama ini memiliki fungsi sebagai sebuah pedoman untuk kehidupan manusia. Agama tidak memiliki tingkatan dan tidak dapat dijadikan sebagai faktor  penentu bahwa individu memiliki derajat yang lebih tinggi atau rendah karena agama yang dianutnya.

Setiap individu yang memilih untuk menganut agama tertentu, maka individu tersebut telah siap serta dengan yakin bahwa apa yang ia Yakini adalah hal yang benar, oleh karena itu agama tidak dapat dibandingkan.

Semua agama mengatur serta mengajarkan kebaikan, agama juga mengatur hubungan baik antar manusia serta hubungan manusia dengan Tuhan yang diyakininya. Ada beberapa agama yang diakui di Indonesia yaitu Islam, Protestan, Katolik, Hindu, Budha, Konghucu serta beberapa sistem kepercayaan tradisional yang tumbuh di masyarakat.

6. Profesi 

Bentuk diferensiasi sosial yang terakhir ini terdapat pula pada ciri sosial diferensiasi sosial yang telah dijelaskan sebelumnya. Setiap profesi maupun pekerjaan yang ada di masyarakat memiliki fungsinya masing-masing.

Hal ini dikarenakan profesi merupakan suatu kegiatan yang membutuhkan keahlian khusus, oleh karena itu setiap profesi tidak dapat dibandingkan dan tidak dapat dijadikan sebagai faktor pembeda yang menentukan bahwa individu dengan profesi tertentu memiliki derajat atau tingkat yang lebih tinggi.

Setiap profesi yang ada di masyarakat berjasa bagi kehidupan, oleh karena itu profesi tersebut hadir karena dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat.

Jenis-Jenis Diferensiasi Sosial

Setelah mengetahui pengertian, ciri-ciri dan bahkan bentuk dari diferensiasi sosial, Grameds perlu mengetahui jenis-jenis dari diferensiasi sosial. Ada berbagai jenis kategori sosial di masyarakat yang merupakan kriteria dari terjadinya diferensiasi sosial.

Menurut seorang Sosiolog Kaare Svalastoga, jenis diferensiasi sosial dibagi menjadi tiga jenis, yaitu sebagai berikut.

1. Diferensiasi Tingkatan atau Rank Differentiation

Jenis diferensiasi tingkatan ini muncul karena adanya ketimpangan pada penyaluran barang maupun jasa di suatu daerah. Ketimpangan tersebut dapat menyebabkan barang maupun jasa memiliki perbedaan harga.

Perbedaan harga di suatu daerah terjadi sebab penyaluran barang maupun jasa harus melalui beberapa pihak untuk sampai ke tujuan sebenarnya.

2. Diferensiasi Fungsional atau Functional Differentiation

Jenis diferensiasi yang kedua merupakan pembagian kerja yang muncul karena adanya orang atau individu yang melakukan suatu pekerjaan yang berbeda atau berlainan. Hal ini dapat dilihat di suatu lembaga sosial. Ada perbedaan pembagian penugasan atau pembagian kerja yang dapat menyebabkan setiap individu harus melaksanakan kewajiban sesuai fungsinya masing-masing.

3. Diferensiasi Kultural atau Cultural Differentiation

Jenis ketiga dari diferensiasi sosial ini muncul dikarenakan aturan berperilaku yang tepat serta berbeda menurut situasi tertentu. Peraturan berperilaku ini disebut pula dengan norma yang memiliki tujuan untuk mengatur ketertiban dalam bermasyarakat dan kemungkinan berbeda di setiap daerahnya.

SMA-MA Kelas 12 Buku Siswa Sosiologi

SMA-MA Kelas 12 Buku Siswa Sosiologi

banner-promo-gramedia

Beli Buku di Gramedia
Nah, tadi sudah dijelaskan secara singkat mengenai diferensiasi sosial mulai dari pengertian, jenis-jenis, bentuk hingga ciri-cirinya. Agar lebih jelas memahami apa itu diferensiasi sosial, Grameds dapat membaca buku yang berisikan materi diferensiasi sosial seperti buku siswa Sosiologi untuk SMA atau MA kelas 12.

Buku Sosiologi ini akan membahas mengenai materi sosiologi termasuk materi diferensiasi sosial seperti pada artikel ini. Selain itu buku ini telah disesuaikan dengan kurikulum tahun 2013.

Contoh-Contoh Diferensiasi Sosial 

Agar lebih jelas, Grameds perlu mengetahui beberapa contoh dari diferensiasi sosial, berikut adalah beberapa contoh dari diferensiasi sosial menurut bentuk-bentuknya.

  1. Perbedaan warna kulit yang ada di masyarakat Indonesia, seperti warna kulit putih, kuning langsat, sawo matang, hitam, coklat dan lain sebagainya.
  2. Penggolongan masyarakat Indonesia menurut agamanya seperti Islam, Kristen, Hindu, Budha, Konghuchu.
  3. Penggolongan masyarakat Indonesia menurut marga pada sukunya, seperti marga Nanggolian, Siahaan, Butar-butar Sinaga, Situmorang di suku Batak.
  4. Penggolongan masyarakat berdasarkan rasnya, seperti Mongoloid, Kaukasoid. Negroid dan lain sebagainya.
  5. Penggolongan masyarakat Indonesia menurut sukunya, seperti suku Jawa, Batak, Madura, Sunda dan lainnya.
  6. Penggolongan masyarakat Indonesia menurut profesi atau pekerjaannya, contohnya seperti karyawan, pemegang saham, pengusaha, buruh dan lainnya.
  7. Penggolongan masyarakat menurut adatnya, seperti adat Bali, adat Jawa, adat Sunda, adat Batak dan lainnya.

Di atas merupakan beberapa contoh dari diferensiasi sosial yang ada di Indonesia. Contoh-contoh tersebut sesuai dengan pengertian diferensiasi sosial yang mengatakan bahwa pembeda pada masyarakat bersifat horizontal atau tidak dapat dijadikan sebagai faktor untuk menentukan derajat seorang individu.

Apakah diferensiasi sosial memiliki dampak pada kehidupan bermasyarakat? Tentu saja, diferensiasi sosial membawa dampak, berikut adalah beberapa dampak yang disebabkan oleh diferensiasi sosial.

Dampak Diferensiasi Sosial 

Diferensiasi sosial merupakan fenomena yang wajar serta terjadi di setiap masyarakat yang ada di dunia. Keragaman atau perbedaan ini akan selalu dijumpai oleh Grameds dimanapun Grameds berada.

Karena pada dasarnya, setiap individu itu unik serta berbeda dari satu sama lainnya. Diferensiasi berfungsi sebagai pembeda dan bukan untuk menunjukan individu mana yang lebih baik.

Diferensiasi sosial memiliki beberapa dampak serta pengaruh pada kehidupan bermasyarakat, di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Diferensiasi dapat memunculkan primordialisme yaitu merupakan anggapan yang dimiliki oleh setiap individu bahwa kelompoknya merupakan yang paling unggul daripada kelompok lainnya.
2. Diferensiasi sosial dapat memunculkan etnosentrisme, yaitu merupakan anggapan dari individu yang meyakini bahwa suku bangsanya lebih baik dibandingkan suku bangsa lainnya.
3. Diferensiasi sosial memunculkan prasangka terhadap individu yang terlihat atau berbeda dari diri sendiri.
4. Diferensiasi dapat memunculkan sikap diskriminatif seseorang terhadap suatu kelompok minoritas.

Walaupun telah tertera jelas pada pengertian diferensiasi, ternyata diferensiasi sosial tetap menimbulkan beberapa dampak yang cenderung negatif karena setiap individu akan cenderung membandingkan suku bangsa, fisik, jenis pekerjaannya dari individu lain.

Perbandingan yang dilakukan oleh masyarakat ini dapat memunculkan sikap diskriminatif maupun memandang rendah individu lain yang berbeda dari dirinya.

Sementara itu, diferensiasi sosial telah secara gamblang menjelaskan bahwa pembeda yang ada di masyarakat bersifat horizontal dan tidak dapat dijadikan sebagai penentu bahwa golongan lebih baik dari golongan lain maupun sebaliknya.

Nah, Grameds, itulah sekilas mengenai diferensiasi sosial yang dipaparkan pada artikel satu ini. Jika Grameds ingin mengetahui lebih lanjut mengenai materi diferensiasi sosial, Grameds dapat membeli buku melalui www.gramedia.com karena Gramedia sebagai #SahabatTanpaBatas selalu menyediakan buku-buku berkualitas dan beragam untuk menambah wawasan kamu!

Super Jitu Sosiologi

Super Jitu Sosiologi

Beli Buku di Gramedia

Layanan Perpustakaan Digital B2B Dari Gramedia

ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah.

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien