Sosial Budaya

Tujuan Pendidikan Nasional Beserta Jenis dan Fungsinya

tujuan pendidikan nasional
Written by Rafi Wijaya

Tujuan Pendidikan Nasional – Pendidikan merupakan pondasi untuk membangun kehidupan menjadi lebih baik melalui proses pembelajaran pengetahuan, keterampilan, dan kebiasaan. Kegiatan tersebut dilakukan suatu individu dari satu generasi ke generasi lainnya. Nah, sudah kelihatan bukan kalau tujuan pendidikan itu positif? Namun, masih ada tujuan-tujuan lainnya yang bisa kamu ketahui melalui ulasan berikut ini.

Pendapat Para Ahli Mengenai Pendidikan

Tidak hanya kamu saja yang memiliki pendapat tentang pentingnya pendidikan. Beberapa ahli, seperti di bawah ini juga punya pendapat tersendiri terkait perihal penting tersebut yang dituangkan dalam sebuah definisi.

1. Prof. Dr. John Dewey

Menurut Dokter John, pendidikan adalah sebuah proses pengalaman karena kehidupan merupakan pertumbuhan. Pendidikan dapat membantu batin seorang manusia tanpa dibatasi oleh adanya usia. Proses tersebut merupakan proses penyesuaian diri dalam setiap fase untuk menambah keterampilan dalam perkembangan seseorang.

2. Ki Hajar Dewantara

Dikenal sebagai Bapak Pendidikan, Ki Hajar Dewantara menyatakan pendidikan sebagai proses dari tumbuh kembang anak. Intinya, pendidikan dapat menuntun setiap kegiatan alam yang pada pada diri peserta didik.
Jadi, kita sebagai manusia dan anggota dari masyarakat dapat mencapai kebahagiaan dan keselamatan tertinggi dalam hidup.

3. Aristoteles

Pendapat dari Aristoteles menjelaskan mengapa pendidikan disebut sebagai tujuan negara atau tujuan dalam lingkup nasional. Katanya, pendidikan termasuk fungsi negara yang diselenggarakan untuk kepentingan negara itu sendiri.
Negara merupakan institusi nasional tertinggi yang dapat mengamankan tujuan tertinggi, hingga kebahagiaan manusia. Jadi, pendidikan dapat dianggap sebagai bekal atau persiapan untuk mendapat pekerjaan yang lebih layak.
Pendidikan juga tidak bisa dijalankan secara sembarangan karena pedomannya adalah hukum agar sesuai (koresponden) dengan hasil analisis dalam perihal psikologis. Fisik maupun mental yang ikut serta dalam kegiatan berpendidikan akan terus diuji.

4. Al-Ghazali

Pendidikan dapat dikatakan sebagai proses untuk memanusiakan manusia. Apa itu memanusiakan manusia? Konsep tersebut artinya masyarakat yang berpegang dalam nilai-nilai keadilan, kesetaraan, serta nilai persaudaraan. Istilah memanusiakan manusia dapat membuat manusia lebih berakal budi dan berbudaya.
Dari saat kemunculannya sampai akhir hayatnya, manusia dapat memperoleh ilmu yang disampaikan dengan cara-cara berbeda. Proses pengajaran menjadi tanggung jawab dari orang tua, Tuhan, dan masyarakat untuk menjadikan mereka orang yang lebih sempurna.

5. Carter V. Good

Menurut beliau pendidikan merupakan proses perkembangan untuk kecakapan suatu individu dalam sikap maupun perilaku. Proses sosial yang mana seseorang sudah terpengaruh oleh lingkungan secara terorganisir. Misalnya saja, rumah atau sekolah yang dijadikan sebagai tempat pengembangan karakter diri.
Peranan penting pendidikan hendaknya berjalan secara proporsional, ajeg, dan benar sehingga di masa mendatang apa yang kita harapkan bisa terwujud. Kenali ilmu pendidikan lebih jauh melalui buku “Pengantar Ilmu Pendidikan” berikut ini.

Pengantar Ilmu Pendidikan

Pengantar Ilmu Pendidikan

beli sekarang

Jenis-Jenis Pendidikan

Jenis pendidikan di Indonesia terbagi menjadi tiga jalur utama, baik itu informal, formal, dan nonformal. Namun, pembagiannya tidak hanya sampai disitu saja karena pendidikan dapat dikenal melalui jenjang dan jalurnya.

1. Jenjang Pendidikan

Jenjang pendidikan adalah tahapan atau proses pendidikan yang ditetapkan untuk meningkatkan perkembangan para peserta didik. Target atau tujuan yang ingin mereka capai akan menjadi lebih mudah melalui sejumlah jenjang berikut.

a. Pendidikan Anak Usia Dini

PAUD atau Pendidikan Anak Usia Dini merupakan pembinaan untuk anak yang baru lahir hingga berusia enam tahun karena digunakan untuk memberikan stimulasi pendidikan. Ini akan sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan mereka. Melalui jenjang pendidikan ini, jasmani dan rohani anak akan terbentuk supaya kesiapannya menjadi lebih matang untuk memasuki jenjang pendidikan lebih lanjut.

b. Sekolah Dasar (SD)

Jenjang pendidikan awal yang akan berlangsung selama enam tahun ini merupakan program awal untuk wajib belajar. Karakter dan pembelajaran secara bertahap akan diberikan guna membangun kesiapan yang lebih matang kepada siswa.

c. Pendidikan Menengah

Jenjang pendidikan lanjutan dari Sekolah Dasar ini dapat digunakan sebelum memasuki Sekolah Menengah Pertama (SMP) dan Sekolah Menengah Atas (SMA). Total waktu yang dibutuhkan untuk menjalani jenjang selanjutnya adalah enam tahun. Pendidikan menengah umum dan pendidikan jurusannya adalah pembagiannya.

d. Pendidikan Tinggi

Jenjang pendidikan yang akan dijalani setelah pendidikan menengah selesai adalah pendidikan tinggi dengan cangkupan pendidikan diploma, magister, dokter, dan sarjana. Pendidikan tinggi tidak hanya menyelenggarakan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga penyelenggaraan terhadap program akademik maupun profesi.

Pendidikan di segala jenjang tidak akan berhasil tanpa adanya guru penggerak. Guru Penggerak menjadi sebuah istilah baru yang langsung populer setelah diumumkannya Pendidikan dan Pelatihan Guru Penggerak oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

Banyak guru yang berusaha untuk mengikuti seleksi guru penggerak di berbagai daerah. Mereka berharap terpilih dan lolos seleksi guru penggerak. Para guru penggerak diharapkan dapat mengaplikasikan pengetahuan dan keterampilan-keterampilan baru di sekolah dan komunitasnya.

Wijaya Kusumah dan Tuti Alawiyah membahas dengan detail tentang guru penggerak dalam buku ini. Masing-masing penulis berusaha untuk membedah program guru penggerak dari sudut pandang yang berbeda, sehingga membuat buku ini menjadi sebuah bacaan yang tidak hanya lengkap namun juga tepat bagi bapak ibu guru di seluruh penjuru tanah air.

Guru Penggerak, Mendorong Gerak Maju Pendidikan Nasional

Guru Penggerak, Mendorong    Gerak Maju Pendidikan Nasional

beli sekarang

2. Jalur Pendidikan

Jalur pendidikan merupakan proses yang dilalui oleh peserta didik untuk mengembangkan potensi diri. Pendidikan yang sesuai dengan tujuan seseorang akan sangat membantu perkembangannya di masa mendatang. 

  • Pendidikan Formal

Pendidikan ini diselenggarakan di sekolah dan sudah sangat familiar di Indonesia. Dengan menjalani pendidikan formal, sistematis pendidikan akan menjadi lebih jelas, mulai dari jenjang pendidikan sekolah dasar hingga sekolah tinggi atau kejuruan.

  • Pendidikan Non Formal

Pendidikan ini paling banyak terdapat untuk anak-anak usia dini yang mengayomi pendidikan dasar. Misalnya saja TPA atau Taman Pendidikan Al-Quran yang dapat kamu temui di masjid-masjid atau di berbagai pondok pesantren.
Namun, tidak hanya itu saja karena ada berbagai kursus, seperti kursus komputer, kursus menjahit, dan bimbingan belajar lainnya. Pendidikan ini sebetulnya memiliki tujuan utama untuk mengembangkan potensi yang tertanam di dalam diri peserta didik.
Potensi tersebut meliputi kecakapan diri, pendidikan keaksaraan, pelatihan kerja, hingga pemberdayaan perempuan. Jadi, pendidikan non formal tidak bisa dianggap remeh atau tidak berharga layaknya pendidikan formal.

  • Pendidikan Informal

Jika dilihat dari data undang-undang nomor 20, pendidikan informal memiliki jalur khusus yang berada dalam lingkungan dan keluarga. Secara umum, pendidikan ini berbentuk kegiatan belajar secara mandiri untuk kesadaran dan tanggung jawab. Pada intinya, ruang lingkupnya tetap berada di masyarakat maupun orang-orang sekitar yang tinggal bersama di rumah.

Definisi Sistem Pendidikan Nasional

Setelah melihat pendapat para ahli dan jenis-jenis pendidikan di atas, kamu dapat memahami definisi dari sistem pendidikan nasional yang memiliki tujuan tersendiri. Sistem ini merupakan upaya terencana dalam mewujudkan suasana pembelajaran dan proses terbaik supaya pelajar aktif Indonesia mau mengembangkan potensi yang tertanam dalam dirinya.
Dengan adanya sistem pendidikan ini, para pengajar diharapkan mampu mendukung peserta didik dalam memiliki kecerdasan, pengendalian diri, akhlak, maupun pengendalian diri yang sangat bermanfaat bagi kepentingan diri sendiri, serta masyarakat.

Pedoman Sistem Pendidikan Nasional

Sebenarnya, sistem pendidikan nasional memiliki pedomannya sendiri yang tertuang dalam undang-undang. Undang-undang tersebut adalah UU 20 tahun 2003 terkait sistem pendidikan nasional yang disahkan oleh presiden kelima Republik Indonesia, Megawati Soekarno Putri.

Berdasarkan pedoman ini, undang-undang dimaksudkan dapat menuntun pendidikan supaya berjalan dengan semestinya dan adil, serta tidak mendiskriminasi. Edukasi atau pendidikan yang ada dalam masyarakat haruslah menjunjung tinggi nilai keagamaan, kebudayaan, kemajemukan, dan Hak Asasi Manusia.

Namun, tidak hanya itu saja sebab pendidikan dapat dijadikan sebagai pemberdayaan dan pembudayaan manusia untuk memberikan teladan baik, membangun niat, serta meningkatkan kreativitas. Itulah mengapa edukasi dapat dikatakan sangat penting dalam memajukan kehidupan warga negara.

Kedua Fungsi Sistem Pendidikan Nasional

Sistem pendidikan nasional memiliki dua fungsi mendasar yang juga dapat dijadikan sebagai pedoman untuk menjalankannya. Kedua fungsi tersebut adalah sebagai berikut.

1. Mengembangkan Kemampuan

Fungsi dari sistem pendidikan adalah untuk mengembangkan diri. Mengapa? Setiap manusia memiliki kemampuan yang menjadikannya lebih unggul ketimbang manusia-manusia lainnya. Berkat adanya keunggulan yang dapat diterima dengan semestinya, manusia dapat memperoleh motivasi lebih untuk mencapai tujuan hidup.
Namun, tidak hanya itu saja sebab keahlian dalam berbagai bidang akan terasah dengan adanya kesempatan yang terbuka lebar. Saat manusia dihadapkan oleh banyaknya masalah, kemampuan yang mereka miliki akan membantu mereka sendiri untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Hal ini termasuk pada terjadinya perubahan yang tidak dapat diduga, sehingga manusia dapat memanfaatkan kemampuannya kapan saja dan bisa memanfaatkannya dengan tepat sesuai kondisi. Mereka dapat menghadapi perubahan yang cenderung baik, sehingga kemampuan tersebut dapat membuat seorang manusia menjadi lebih percaya diri.

2. Membentuk Karakter

Tidak hanya mengembangkan kemampuan saja, seorang manusia pun memerlukan karakter untuk menjalani hidupnya. Karakter tidak hanya mempengaruhi diri sendiri, tetapi juga sangat berdampak bagi lingkungan sekitar.

Sistem pendidikan berfungsi untuk mengarahkan manusia ke jalan yang lebih benar. Dengan memiliki karakter yang positif dan dapat diandalkan, segala rintangan yang berada di depan mata akan mampu dihadapi.

Selain itu, moral dan mental akan menjadi lebih terbentuk dengan sistem pendidikan yang tepat dan membuat siswa lebih bertanggung jawab. Pembentukan karakter yang kuat akan membuat pembangunan generasi selanjutnya menjadi lebih terintegrasi.

Bagaimana dengan Visi dan Misi Pendidikan?

Lantas, bagaimana dengan visi dan misi yang dimiliki oleh sebuah pendidikan nasional? Sebuah instansi layaknya sekolah saja memiliki visi dan misinya sendiri, apalagi pendidikan yang selama ini kamu dapatkan?

1. Visi

Visi dari pendidikan nasional adalah mewujudkan sistem yang dijadikan sebagai pranata sosial yang berwibawa, serta kuat. Ini dilakukan demi pemberdayaan seluruh rakyat Indonesia supaya pendidikan nasional dapat menciptakan hasil, seperti yang telah diharapkan.
Tujuan apakah itu? Tujuan untuk mewujudkan manusia yang memiliki kualitas tinggi, sehingga menjadi lebih aktif dalam menghadapi perubahan zaman.

2. Misi

Setelah melihat dari visi diatas, dibuatlah misi dari pendidikan nasional yang dapat dijabarkan menjadi beberapa poin berikut ini.
Memberi fasilitas dan membantu perkembangan potensi dari anak bangsa yang berusia muda sampai akhir hayat demi menciptakan masyarakat yang mau selalu belajar.

Pemerataan dan perluasan peluang lebih diusahakan untuk memperoleh edukasi yang berkualitas tinggi bagi seluruh rakyat dalam negeri.

Pemerataan dan perluasan selalu diusahakan guna memperoleh edukasi yang berkualitas bagi seluruh rakyat di negeri. Akuntabilitas dimajukan dan profesionalisme dimajukan supaya menjadi pusat dari keterampilan, pengalaman, sikap, nilai.

Pemberdayaan keikutsertaan masyarakat dalam menyelenggarakan pendidikan atas dasar prinsip otonomi dalam konteks NKRI. Kualitas proses edukasi maupun kesiapan akan pemasukan untuk membangun budi pekerti yang bermoral.

Jenis Program Dalam Pendidikan Nasional

Dilihat dari pedoman sistem pendidikan nasional yang berasal dari Undang-Undang nomor 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 3, sistem pendidikan di Indonesia memiliki tingkatannya sendiri yang dapat disesuaikan dengan level pengembangan peserta didik. Level ini berarti kemampuan yang dimiliki untuk ditingkatkan dan meraih tujuan yang hendak diraih.

Berdasarkan peraturan atau pedoman tersebut, ada pula jenis program dalam pendidikan nasional yang diatur dalam undang-undang 20 tahun 2003 pasal 1 ayat 9. Sistem pendidikan menjadi sebuah kelompok yang berbasis kespesifikan tujuan pendidikan dari sebuah entitas.

1. Pendidikan Umum

Pendidikan menengah dan dasar yang dikhususkan untuk memperluas ilmu pengetahuan sebagai sarana untuk memperluas ilmu pengetahuan peserta didik. Gunanya adalah untuk membantu mereka dalam mengikuti pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

2. Pendidikan Keagamaan

Pendidikan dasar sampai pendidikan tinggi akan menyiapkan peserta didiknya dalam penguasaan ilmu pengetahuan agama dan menjadi ahli dalam ilmu agama.

3. Pendidikan Akademik

Pendidikan tinggi yang sebagian besar menggunakan program sarjana atau pascasarjana bertujuan untuk menguasai disiplin ilmu pengetahuan tertentu. Dari namanya saja, pendidikan ini sudah terlihat lebih fokus dalam memberikan wawasan dan pengetahuan kepada siswanya.

4. Pendidikan Vokasi

Pendidikan tinggi mampu menyiapkan setiap peserta didiknya untuk mendapatkan pekerjaan sesuai dengan skill maupun keterampilan dalam terapan tertentu. Pendidikan ini sebetulnya dapat dikatakan setara dengan sarjana.

5. Pendidikan Kejuruan

Pendidikan menengah menyiapkan peserta didiknya untuk memiliki profesi dalam bidang-bidang tertentu yang diinginkan. Jadi, kemampuan atau impian yang disemogakan dapat tercapai sesuai dengan keinginan mereka.

6. Pendidikan Khusus

Pengadaan pendidikan untuk peserta didik dalam kecerdasan luar biasa atau memiliki keistimewaan tersendiri. Pendidikan ini dibuat secara inklusif guna membentuk entitas pendidikan khusus dalam jenjang menengah atau dasar.

Kamu bisa mempelajari tentang Pendidikan Karakter Konsep Dan Implementasinya
karya Witarsa-Rahmat Ruhyana

Pendidikan Karakter Konsep Dan Implementasinya

Pendidikan Karakter Konsep Dan                    Implementasinya

beli sekarang

Tujuan Pendidikan Menurut Sejumlah Pedoman

Dengan begitu, dapat disimpulkan bahwa pendidikan nasional memiliki tujuan mendasar yang dalam pedomannya adalah sebagai berikut.

Dalam UUD dasar 1935 versi amandemen pasal 31 ayat 3 dan 5, dikatakan bahwa pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan pendidikan nasional guna meningkatkan ketakwaan iman dan akhlak peserta didik.

Menurut undang-undang nomor 20 tahun 2003, pendidikan nasional mampu membentuk peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Berkembangnya potensi dari peserta didik dapat menjadikan mereka semakin takwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.

UNESCO juga mengeluarkan pendapatnya terkait tujuan dari diadakannya sebuah pendidikan nasional. Tidak ada cara lain, selain meningkatkan mutu pendidikan untuk meningkatkan kualitas sebuah bangsa.

Berangkat dari pemikiran-pemikiran tersebut, PBB dan UNESCO merencanakan empat pilar pendidikan yang terdiri atas learning to do, learning to know, learning to live together, dan learning to be.

Pilar pertama atau learning to do berarti peserta didik diajak untuk memecahkan masalah yang ada di sekitarnya melalui tindakan nyata. Pilar ini berkaitan erat dengan hard skill dan soft skill yang sangat dibutuhkan oleh dunia pendidikan.

Learning to know berarti mencari pengetahuan sebanyak-banyaknya melalui pengalaman yang dimiliki. Hal ini dapat memicu adanya sikap kritis dan semangat belajar dari peserta didik. Pilar kedua selalu memberitahukan apa pentingnya mencari tahu tentang pendidikan dan memahami kondisi sekitar dalam proses belajar.

Learning to live together untuk hidup bersama dalam dunia yang berwawasan dan damai karena adanya edukasi yang ditanamkan dalam diri para siswa, sedangkan learning to be adalah cara untuk mengetahui apa yang harus dilakukan atau apa tujuannya melakukan hal tersebut.

Sudah tahu apa saja tujuan pendidikan nasional? Kamu sebagai harapan dari bangsa dan negeri Indonesia harus menghargai adanya pendidikan dengan sebaik-baiknya. Dengan begitu, pendidikan tersebut akan membawa dampak positif bagi masa depan dan diri kamu sendiri.

Semoga pendidikan di Indonesia akan terus mencetak generasi yang memiliki daya juang dan karakter yang kuat dan mandiri meskipun sedang diguncang pandemi.  Penyelenggaraan KBM tidak boleh terhenti, jangan pernah menyerah walaupun harus belajar secara daring.
Massive Open Online Course bisa dijadikan solusi atas hambatan saat proses KBM saat pandemi. Buku ini mengulas tuntas tentang kegiatan MOOC, dan apa saja keuntungannya.

Massive Open Online Course (Mooc), Sebuah Trend Pendidikan

Massive Open Online Course (Mooc),              Sebuah Trend Pendidikan

beli sekarang



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien