Psikologi

Teori Belajar Humanistik: Pengertian dan Implementasinya

teori belajar humanistik
Written by Rafi Wijaya

teori belajar humanistik – Setiap orang memiliki kemampuan belajar yang berbeda, oleh karena itu bagi para tenaga pengajar tidak dapat memukul rata satu pendekatan belajar yang sama untuk semua muridnya. Ada sejumlah teori belajar yang bisa disesuaikan dengan karakter dan kemampuan murid, salah satunya yakni teori belajar humanistik.

Bagi seorang tenaga pendidik, mengemban tanggung jawab yang besar dalam melakukan pekerjaannya untuk mencerdaskan bangsa bukan perkara mudah. Maka dari itu, proses pengajaran juga membutuhkan persiapan baik dan matang untuk memastikan bahwa materi atau pengetahuan dapat tersampaikan dengan baik.

Selain itu, mengajarkan ilmu pengetahuan bukan merupakan pekerjaan mudah sesederhana memberikan materi. Melainkan ada kewajiban besar di baliknya, dimana mereka dituntut untuk membuat murid-murid dengan kemampuan yang berbeda bisa memahami satu kurikulum pelajaran yang sama.

Untuk itu perlu dipahami apabila mengajar tidak sekedar menyampaikan materi tapi lebih dari itu, mengajar merupakan bagaimana guru melakukan pendekatan sistematis dan psikologis terhadap muridnya untuk memahami mereka.

Sebab, hanya dengan memahami murid seorang pendidik mampu mengetahui bagaimana treatment yang benar supaya ilmu pengetahuan dapat tersampaikan dengan baik pada muridnya. Dalam membahas pendekatan belajar, mungkin hal yang sudah biasa di kalangan para tenaga pengajar dan guru. Tapi bisa jadi hal tersebut begitu asing bagi para orang tua dan lainnya.

Padahal apapun profesi kita saat ini, cepat atau lambat semua orang juga akan menjadi calon orang tua dimana juga membutuhkan edukasi terhadap pendekatan belajar untuk anak-anak mereka nantinya.

Dalam artikel ini, akan membahas salah satu teori pendekatan belajar yaitu teori humanistik, yang mungkin dapat memberikan gambaran bagi para calon guru, calon pengajar bahkan calon orang tua di masa depan.

 

Pengertian Teori Humanistik

Teori humanistik atau sering juga disebut teori belajar humanistik adalah satu dari beberapa teori belajar yang sering digunakan oleh guru maupun tenaga pengajar lainnya.  Secara garis besar teori belajar humanistik adalah teori belajar bertujuan menghasilkan hal baik bagi kemanusiaan supaya bisa mencapai aktualisasi diri dan membuat orang mampu mengenali diri sendiri.

Oleh karena itu, proses belajar humanistik ini membutuhkan perhatian yang besar dalam prosesnya dengan harapan menghasilkan pencapaian yang baik. Masih bingung?  Berikut ini pengertian proses belajar humanistik yang dipaparkan oleh para ahli.

Pengertian Teori Humanistik  Menurut Para Ahli

1. Teori Humanistik Menurut Arthur Combs

Jika membahas mengenai teori humanistik ini, maka salah satu tokoh terkenal yang paling sering disebut-sebut yakni Arthur Combs. Beliau adalah seorang psikolog sekaligus pengajar yang berasal dari Ohio, Amerika Serikat.

Menurut pendapat Combs, belajar bukan hanya tentang bagaimana menghapal materi namun lebih dari itu belajar adalah bagaimana seseorang bebas mencari cara mereka sendiri dan bisa dilakukan lewat mana saja. Selama hal tersebut membawa hasil yang baik bagi dirinya.

Dari pemahaman tersebut kita tahu bahwa seorang tenaga pengajar tidak bisa menuntut  terkait proses belajar pada setiap murid, melainkan merekalah yang bebas menentukan proses belajarnya sendiri. Hal tersebut akan membantu murid mencapai tujuan dari teori humanistik ini.

2. Teori Humanistik Menurut Abraham Maslow

Tokoh lain yang juga membahas mengenai teori ini adalah Abraham Maslow. Menurutnya proses belajar adalah hal yang penting dan perlu dilalui semua murid, sebab dalam proses inilah seseorang mampu mengenali dirinya sendiri dan mencapai aktualisasi diri.

Oleh karena itu proses belajar merupakan momen penting yang sebaiknya dilakukan oleh murid itu sendiri supaya bisa memahami dirinya sendiri.

3. Teori Humanistik Menurut Carl Rogers

Carl Rogers juga ikut menyatakan pendapat mengenai teori belajar humanistik. Rogers menyatakan bahwa proses belajar membutuhkan sebuah sikap saling menghargai dan memahami  antara murid dan gurunya. Tanpa adanya prasangka dari kedua belah pihak, dengan begitu proses belajar akan berjalan dengan baik.

 Teori Belajar: Iswadi, M.Pd

Teori Belajar: Iswadi, M.Pd

beli sekarang

Ada banyak teori belajar yang dapat disesuaikan dan diterapkan sesuai karakteristik murid. Termasuk teori belajar humanistik, teori belajar kognitif, teori belajar behavioristik dan masih banyak teori lain yang fungsinya sama untuk pendekatan belajar murid.

Oleh karena itu dalam buku Teori Belajar ini dijelaskan berbagai macam teori menurut para ahli psikologi pendidikan. Selain itu buku ini juga menjelaskan bagaimana ciri perbedaan teori belajar satu dengan lainnya, hingga metode penerapannya dalam kegiatan belajar mengajar.

Ciri-ciri Teori Belajar Humanistik

Setelah membaca pengertian mengenai teori belajar humanistik, kamu mungkin masih sedikit bingung apa yang membedakan teori ini dengan teori belajar lainnya. Berikut ini ciri-ciri teori belajar humanistik.

  • Ciri teori humanistik yang pertama adalah lebih memfokuskan pada proses  belajar itu sendiri. seseorang akan menjadi yang lebih bisa mengeksplorasi diri. Fokus belajar ada dalam prosesnya saat seseorang menjalankan pendekatan belajar.
  • Adanya peranan aspek kognitif dan aspek afektif.
  • Mementingkan pemahaman dan juga pengetahuan dalam proses belajar.
  •  Mementingkan sikap dan perilaku diri ketika menjalankan proses belajar.
  • Tidak seorangpun mampu mengatur atau mendikte proses belajar yang benar pada setiap individu.

 

Tujuan Tero Belajar Humanistik

Teori pembelajaran humanistik ini juga memiliki tujuan yang jelas. Yakni bertujuan menjadi seorang yang lebih manusiawi dengan harapan agar bisa menjadi lebih peka terhadap lingkungan sekitar, mampu memahami diri sendiri untuk mampu meraih aktualisasi diri.

Inti dari teori humanistik ini adalah baik murid maupun gurunya fokus terhadap proses pembelajaran, dengan murid yang mencari cara dan sistem belajar mereka sendiri. Sedangkan guru menjadi fasilitator yang dapat mengarahkan murid dalam menemukan sistem belajar mereka tanpa ikut campur lebih jauh ke dalam pembelajaran.

Dengan adanya pendekatan pembelajaran humanistik ini, murid dapat terbiasa mengembangakan pemikiran mereka, dan menganilisis apa yang tidak baik dan apa yang baik bagi proses pembelajaran mereka.

 

Manfaat Teori Belajar Humanistik

Jika menilik tujuannya, dapat disimpulkan bahwa teori belajar humanistik ini membawakan sejumlah manfaat yang berguna bagi murid yang sedang belajar dalam jangka waktu yang panjang.

  • Individu yang sedang belajar menjadi lebih partisipatif, demokratis dan humanis dengan adanya kebiasaan penerapan pendekatan belajar humanistik.
  • Selama menjalankan proses belajar, individu juga menjadi bisa membedakan mana yang baik dan mana yang buruk bagi dirinya untuk bisa menjadi seorang yang lebih baik.
  • Adanya kesempatan dan kebebasan yang sepenuhnya diberikan pada murid membuat dia secara otomatis ikut menghargai kebebasan dan pendapat orang lain.
  • Pendekatan belajar humanistik juga memicu murid lebih semangat dan meningkatkan minat belajar mereka, sebab mereka melakukannya dengan senang hati sesuai kemauan sendiri.

 

Kelebihan dan Kekurangan

Kendati teori belajar ini membawakan sejumlah manfaat bagi perkembangan diri setiap individunya, namun teori ini juga memiliki sejumlah kekurangan dan kelebihan. Sebab semua teori belajar tidak bisa disamaratakan, sehingga penerapannya pun tidak selalu sama pada setiap individu.

Kelebihan

Berikut ini kelebihan dari teori belajar humanistik yang mampu membawa manfaat bagi setiap individunya.

  • Meningkatkan minat belajar individu
  • Membantu membentuk kepribadian, perubahan sikap kearah yang positif dan hati nurani.
  • Membantu meningkatkan kreativitas setiap orang.
  • Membentuk pola pikir yang cerdas dan luas, serta sikap yang baik.
  • Mampu menghadirkan sebuah pengalaman yang baru dan menarik pada setiap individu.
  • Mengembangkan individu dan membantu mereka mencapai aktualisasi diri.

Kekurangan

Akan tetapi teori ini juga memiliki beberapa kekurangan yang mungkin akan tidak tepat apabila diterapkan pada beberapa anak.

  • Teori humanistik ini dapat memunculkan perilaku individualis.
  • Apabila tidak ada kesungguhan dari murid untuk belajar maka proses belajar pun bisa dianggap gagal.
  • Tenaga pengajar sebagai fasilitator menjadi minim peranan.
  • Pendekatan belajar humanistik ini tidak dapat digunakan untuk metode pembelajaran praktis.
  • Akan munculnya perbedaan yang signifikan terhadap murid satu dengan yang lainnya sehingga timbul kesenjangan.

 

Konsep Teori Belajar Humanistik

Dari pemaparan diatas kita bisa memahami bahwa konsep dasar teori ini adalah setiap individu memiliki kendali penuh akan kesuksesan dan hasil belajar mereka. Untuk bisa sampai pada hasil yang memuaskan individu perlu memiliki motivasi yang bisa membuat minat belajarnya meningkat.

Motivasi tersebut bisa jadi berasal dari luar atau dalam diri individu, maka peranan tenaga pengajar disini sangat diperlukan untuk membantu mereka menemukan motivasi belajarnya. Dalam proses belajarnya, tiap individu juga harus memperhatikan aspek dari segi kognitif dan afektif yang nantinya akan mempengaruhi mereka dalam proses pembelajaran.

Selain motivasi belajar, pengetahuan tentang pendekatan belajar yang humanis juga dibutuhkan oleh guru dan murid. Supaya keduanya memiliki pemahaman dan tujuan yang sama, dengan begitu hal ini diharapkan bisa menghasilkan kesuksesan sebagai hasil dari proses belajar tersebut.

Berdasarkan konsep tersebut, kita paham bahwa peranan guru dan murid adalah saling mengimbangi. Bagi kamu yang mungkin adalah calon tenaga pengajar maupun calon orang tua, dapat melakukan penerapan teori belajar humanistik ini dalam sistem pembelajaran nantinya.

 

Penerapan Teori Belajar Humanistik pada Metode Pembelajaran

Teori belajar humanistik ini dalam penerapannya sebagai metode pembelajaran juga perlu diikuti dengan pengetahuan tentang pendekatan belajar kognitif serta afektif supaya dapat menghasilkan perubahan positif pada hasil belajar dan sikap.  Berikut ini merupakan langkah-langkah penerapan teori ini.

 

Langkah Pembelajaran

Sebagai seorang pengajar, tentu membutuhkan sejumlah persiapan yang baik dan matang sebelum melakukan proses penerapan teori ini. Langkah awal sebelum memulai pembelajaran dengan murid, seorang guru atau tenaga pengajar dapat mempersiapkan materi sebagai berikut.

  1. Langkah pertama yang harus disiapkan adalah menentukan tujuan pembelajaran, cari tahu apa yang ingin dihasilkan dari proses pembelajaran tersebut.
  2. Merumuskan materi yang akan dipelajari sesuai dengan tujuan awal, hal ini berfungsi supaya materi yang diberikan tidak meluas dan menjadi tidak efektif.
  3. Hal yang penting selanjutnya ialah melakukan identifikasi sejauh mana kemampuan murid. Amati individu supaya mampu memperkirakan kemampuan analisis, daya serap dan perilakunya.
  4. Memilah-milah dan melakukan analisis terhadap topik materi, yang mana sekiranya murid berminat dan ingin ikut serta dalam pembelajaran.
  5. Guru juga perlu mempersiapkan kerangka fasilitas belajar yang dirancang dengan efektif.
  6. Membimbing murid untuk selalu aktif dalam proses pembelajaran.
  7. Memberikan bimbingan pada murid supaya paham akan makna dan pentingnya pengalaman belajar mereka.
  8. Mendorong murid untuk sering melakukan penerapan yang serupa bahkan di luar proses pembelajaran.
  9. Melakukan evaluasi berkala selama proses pembelajaran

Dalam mempersiapkan materi pelajaran, para tenaga pengajar juga perlu sesekali melakukan variasi belajar dengan menggunakan media pembelajaran digital seperti yang diulas dalam buku berikut ini.

Media Pembelajaran Digital: HAMDAN HUSEIN BATUBARA, M.PD.I.

Media Pembelajaran Digital: HAMDAN HUSEIN BATUBARA, M.PD.I.

beli sekarang

Aplikasi dalam Pembelajaran

Dalam teori ini seorang pengajar bertugas sebagai fasilitator, oleh karena itu langkah berikut ini merupakan hal-hal yang perlu dilakukan selaku fasilitator.

  1. Pada awal pertemuan, seorang guru dapat memberikan motivasi supaya murid mau dan tertarik untuk mengikuti pembelajaran.
  2. Tujuan pembelajaran dipaparkan oleh guru, namun apabila ada murid yang belum memahaminya guru dapat menjelaskan ulang untuk memastikan murid benar-benar tahu arah pembelajarannya.
  3. Penting bagi pengajar ataupun guru untuk memahami ciri dan karakter murid yang akan diajarkan, supaya dapat menyesuaikan keinginan murid.
  4. Memfasilitasi sumber materi melalui berbagai media kreatif supaya murid tidak bosan, seperti buku atau modul pelajaran dan perangkat audio visual.
  5. Menjalin komunikasi yang baik dengan murid supaya proses belajar tetap terkendali.
  6. Mendorong murid untuk semakin meningkatkan kreatifitas dan supaya lebih peka terhadap diri sendiri dan sekitarnya.
  7. Menjaga suasana belajar supaya selalu kondusif.
  8. Melakukan kegiatan yang mendorong murid untuk selalu aktif selama proses belajar berlangsung.

Bagi para tenaga pengajar maupun calon guru, dalam prakteknya teori belajar humanistik ini juga membutuhkan pemahaman teori belajar lainnya supaya dapat berjalan dengan baik. Berbagai metode belajar dapat dilakukan pada berbagai cara pendekatan seperti yang telah dipaparkan dalam buku teori belajar dan pembelajaran berikut.

Baharuddin Teori Belajar & Pembelajaran: Baharuddin

Baharuddin Teori Belajar &             Pembelajaran: Baharuddin

beli sekarang

Sudah Tahu Tentang Teori Humanistik?

Sesuai namanya, teori humanistik adalah sebuah teori untuk pendekatan belajar yang lebih humanis atau manusiawi. Bukan semata-mata karena teori lain tidak manusiawi, melainkan untuk memberikan sebuah proses pengalaman belajar yang relevan dengan murid yang  bersangkutan.

Dengan begitu harapannya supaya murid yang melakukan pendekatan belajar ini mencapai hasil maksimal karena mereka menikmati proses belajar yang baik. Hasil maksimal disini juga tidak sekedar nilai yang baik dalam bidang akademis, melainkan juga menghasilkan pribadi yang jauh lebih baik.

Dari sini peranan guru yang meskipun terkesan minimal, namun sebenarnya berperan cukup besar. Membimbing murid dan terus memotivasinya juga merupakan hal tidak mudah, karena hal tersebut tidak bisa diraih hanya dari membaca buku panduan semata melainkan melalui pengalaman seorang tenaga pengajar untuk bisa menyikapi muridnya.

Selain itu dalam proses belajar humanistik, murid juga diberikan tanggung jawab yang besar terhadap pembelajarannya yang akan mampu mempengaruhi hasil belajar di masa mendatang. Maka diantara keduanya, dibutuhkan sebuah kerjasama yang baik, seimbang dan saling memahami satu sama lain.

Akan tetapi sebagai sebuah teori yang dirumuskan manusia, teori humanis ini juga tidak selalu bisa diterapkan sama rata pada setiap anak karena pada dasarnya setiap manusia itu berbeda dari segi kemampuan dan perilakunya. Begitu juga teori lainnya seperti teori kognitif dan behavioristik, meskipun pada dasarnya setiap teori saling terhubung dan melengkapi.

Jika kamu seorang calon tenaga pengajar atau mungkin calon orang tua, maka hal mendasar yang paling penting untuk dimiliki adalah mampu memahami karakter anak atau murid. Dengan begitu, jika sudah bisa memahami mereka maka kamu akan tahu pendekatan seperti apa yang mereka butuhkan.  Pembahasan serupa bisa kamu dapatkan dalam koleksi buku-buku dari Gramedia.

Teori Belajar Dan Proses Pembelajaran Yang Mendidik: Tutik Rachmawati

Teori Belajar Dan Proses Pembelajaran                 Yang Mendidik: Tutik Rachmawati

beli sekarang



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien