Environment • IPA

Mengupas Ukuran Tornado dan Badai: Ukuran dan Bentuk-Bentuk Tornado

ukuran tornadi dan badai
Written by Vania Andini

ukuran tornado dan badai – Pernahkah Grameds, saat scrolling media sosial atau nonton berita internasional, kamu melihat rekaman fenomena cuaca ekstrem yang super mengerikan? Mulai dari pusaran angin hitam yang menyapu daratan hingga pusaran awan raksasa di tengah samudra yang ukurannya bisa terlihat jelas dari stasiun luar angkasa (ISS).

Sering kali kita menyamakan kedua fenomena ini dengan sebutan “angin ribut” atau “badai”. Padahal, dalam ilmu meteorologi, klimatologi, dan geofisika, keduanya adalah fenomena yang sangat berbeda! 

Salah satu aspek paling fundamental yang membedakan keduanya, sekaligus menentukan seberapa destruktif dampaknya adalah ukuran tornado dan badai.

Mungkin terbersit pertanyaan di benakmu, Grameds: Seberapa besar sih skala pusaran tornado kalau dibandingkan dengan badai siklon tropis? Mana yang lingkup pengaruhnya lebih luas? Dan bagaimana para ilmuwan mengukur raksasa-raksasa cuaca ini?

Buat kamu yang penasaran dengan rahasia atmosfer bumi, yuk kita bedah tuntas topik ukuran tornado dan badai ini secara detail, seru, santai, dan pastinya gampang dipahami secara lengkap.

Perbedaan Ukuran Tornado dan Badai

Perbedaan ukuran tornado dan badai (siklon tropis) terletak pada skala ruang (spatial scale) dan jangkauan dampaknya:

1. Ukuran Tornado (Skala Mikro / Lokal)

Tornado adalah pusaran angin sempit yang menjulur dari awan ke daratan.

  • Diameter Pusaran: Rata-rata 100 hingga 500 meter (terbesar yang pernah tercatat sekitar 4,2 km).
  • Cakupan Lintasan: Jalur kerusakannya sempit dan pendek, rata-rata menjelajah 5 hingga 10 km di daratan.
  • Karakter Utama: Ukuran fisiknya kecil, tetapi konsentrasi kecepatan anginnya sangat ekstrem (>300km/jam) dan berlangsung singkat (hitungan menit hingga jam).

2. Ukuran Badai / Siklon Tropis (Skala Regional / Raksasa)

Badai adalah sistem pusaran awan raksasa bertekanan rendah yang terbentuk di atas lautan hangat.

  • Diameter Total: Rata-rata 300 hingga 800 km (terbesar yang pernah tercatat mencapai 2.220 km).
  • Ukuran Mata Badai: Pusat badai (eye) saja lebarnya berkisar 30 hingga 65 km.
  • Cakupan Kerusakan: Meliputi wilayah regional yang sangat luas (bisa mencakup seluruh provinsi hingga beberapa negara).
  • Karakter Utama: Ukuran fisiknya raksasa, membawa angin kencang konstan, hujan lebat, dan gelombang pasang selama berhari-hari.

Menyelami Konsep Dasar: Tornado vs. Badai (Siklon Tropis)

Sebelum kita masuk ke perbandingan ukuran fisiknya secara detail, mari kita samakan frekuensi dulu tentang definisi dan karakter dasar dari kedua fenomena atmosfer ini, Grameds.

Sering dianggap mirip karena sama-sama berupa pusaran angin kencang yang membawa kehancuran, tornado dan badai sebenarnya lahir dari “rahim” atmosfer yang berbeda:

  • Tornado

Pusaran angin yang sangat kencang dan berputar cepat, menjulur dari dasar awan badai (cumulonimbus / supercell) hingga menyentuh permukaan tanah. Fenomena ini sifatnya sangat lokal, mendadak, dan biasanya terbentuk di atas daratan.

  • Badai (Siklon Tropis / Badai Badai / Badai Topan)

Sistem cuaca raksasa bertekanan rendah yang terbentuk di atas lautan tropis yang hangat. Badai membawa angin kencang, hujan lebat konstan, dan gelombang pasang (storm surge).

Dikutip dan dilansir dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) serta National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA), kunci utama perbedaan keduanya terletak pada skala ruang (spatial scale) dan skala waktu (temporal scale).

Bedah Ukuran Tornado

Mari kita mulai dari ukuran tornado. Walaupun secara visual tornado terlihat raksasa dan menakutkan saat menerjang pemukiman, jika dibandingkan dengan sistem badai atmosfer lainnya, ukuran fisik tornado sebenarnya tergolong kecil atau berskala mikro.

  A. Diameter Pusaran Tornado

Lebar atau diameter corong tornado (funnel cloud) sangat bervariasi, tergantung pada intensitas energi atmosfer yang memicu pembentukannya:

  • Tornado Kecil / Lemah: Lebar koridor sapuannya hanya sekitar 10 hingga 50 meter.
  • Tornado Rata-Rata: Lebar jalurnya berkisar antara 100 hingga 500 meter.
  • Tornado Monster (Monster Wedge Tornado): Diameter pusarannya bisa mencapai lebih dari 1,6 kilometer (1 mil) hingga 4 kilometer!

Catatan Rekor: Dikutip dan dilansir dari data National Weather Service (NWS) AS, tornado terbesar yang pernah tercatat dalam sejarah modern adalah Tornado El Reno di Oklahoma pada Mei 2013, dengan lebar pusaran mencapai 4,2 kilometer (2,6 mil)

B. Panjang Jalur Lintasan (Path Length)

Tornado bergerak menyapu daratan seiring dengan pergerakan awan supercell induknya. Kebanyakan tornado hanya menjelajah sejauh 5 hingga 10 kilometer sebelum akhirnya kehilangan energi dan menghilang.

Namun, pada kasus tornado raksasa berenergi tinggi, jalurnya bisa membentang menembus daratan sejauh lebih dari 100 hingga 300 kilometer!

C. Cara Mengukur Ukuran & Kekuatan Tornado: Skala Fujita Terpadu (Enhanced Fujita Scale)

Para ahli meteorologi tidak mengukur ukuran tornado hanya dari meteran lebarnya, tetapi dari tingkat kerusakan yang ditimbulkan yang dikorelasikan dengan estimasi kecepatan anginnya. Sistem pengukuran ini dinamakan Skala EF (Enhanced Fujita Scale):              

  • EF-0 (Ringan):

 Kecepatan angin 105–137 km/jam. Kerusakan pada atap rumah dan ranting pohon patah.

  • EF-1 (Sedang): 

Kecepatan angin 138–177 km/jam. Atap terkelupas, mobil bergerak bisa terdorong.

  • EF-2 (Signifikan):

 Kecepatan angin 178–217 km/jam. Pohon-pohon besar tumbang, rumah kayu hancur.

  • EF-3 (Hebat): 

Kecepatan angin 218–266 km/jam. Dinding rumah kokoh roboh, mobil terlempar.

  • EF-4 (Devastating): 

Kecepatan angin 267–322 km/jam. Bangunan bata hancur rata dengan tanah.

  • EF-5 (Dahsyat / Ekstrem): 

Kecepatan angin > 322 km/jam. Bangunan beton bertulang hancur, kerangka baja terkelupas, tanah tergerus habis.

Why? Climate Change: Perubahan Iklim

Bedah Ukuran Badai (Siklon Tropis)

Jika tornado adalah “pisau bedah” yang merusak wilayah secara spesifik dan tajam, maka badai atau siklon tropis adalah “palu godam” raksasa yang dampaknya meratakan satu kawasan regional atau benua!

Ukuran badai sangat fantastis jika dibandingkan dengan tornado. Sistem perawanan badai bisa mencakup area ratusan hingga ribuan kilometer.

A. Diameter Total Badai

Diameter total dari rim perawanan badai tropis berkisar antara 200 hingga 1.000 kilometer!

  • Badai Kecil / Kompak: Diameter lingkaran sistemnya <300 km.
  • Badai Sedang: Diameter lingkaran sistemnya sekitar 300–600 km.
  • Badai Raksasa (Giant Typhoon): Diameter pusarannya bisa melebihi 1.000 hingga 2.000 kilometer!

Catatan Rekor: Dikutip dan dilansir dari rekor klimatologi dunia NOAA, badai dengan ukuran fisik terbesar yang pernah tercatat di bumi adalah Topan Tip (Typhoon Tip) pada tahun 1979 di Samudra Pasifik Barat. Topan ini memiliki diameter struktur awan mencapai 2.220 kilometer—hampir setara dengan separuh luas wilayah Indonesia!

B. Struktur Anatomi dan Ukuran Mata Badai

Sistem badai raksasa ini memiliki struktur unik di pusatnya:

1. Mata Badai (Eye of the Storm): 

Pusat pusaran bertekanan udara paling rendah. Uniknya, di area mata badai ini angin justru relatif tenang dan langit cerah tanpa awan. Lebar diameter mata badai rata-rata berkisar antara 30 hingga 65 kilometer.

2. Dinding Mata Badai (Eyewall): 

Dinding awan tebal melingkari mata badai. Ini adalah area paling berbahaya di dalam sistem badai, tempat berkumpulnya angin dengan kecepatan tertinggi dan hujan paling deras.

3. Sabuk Awan Hujan (Rainbands): 

Pita-pita awan konvektif yang memutar spiral keluar dari pusat badai, membentang hingga ratusan kilometer.

C. Cara Mengukur Kekuatan Badai: Skala Saffir-Simpson

Untuk mengukur kapasitas destruktif badai tropis, ilmuwan meteorologi menggunakan Skala Badai Saffir-Simpson berdasarkan kecepatan angin berkelanjutan (sustained winds):                 

  • Kategori 1 (Sangat Berbahaya): 

Kecepatan angin 119–153 km/jam. Kerusakan minimal pada bangunan.

  • Kategori 2 (Sangat Ekstrem): 

Kecepatan angin 154–177 km/jam. Kerusakan pada atap dan pintu rumah.

  • Kategori 3 (Mayor / Luar Biasa): 

Kecepatan angin 178–208 km/jam. Kerusakan struktur bangunan ringan.

  • Kategori 4 (Katastropik): 

Kecepatan angin 209–251 km/jam. Kerusakan parah pada sebagian besar atap dan dinding.

  • Kategori 5 (Bencana Total): 

Kecepatan angin ≥ 252 km/jam. Bangunan hancur total, wilayah pesisir terendam banjir pasang skala besar.

Interaktif Sains Cilik - Perubahan Iklim

Perbandingan Langsung: Tabel Perbedaan Ukuran Tornado dan Badai

Biar kamu makin gampang memahami kontras perbedaan ukuran tornado dan badai, yuk cermati tabel komparasi geofisika berikut ini, Grameds:

Parameter Fisik Tornado Badai / Siklon Tropis
Lebar / Diameter Fisik Rata-rata 100 m – 500 m (Maksimal ~4,2 km) Rata-rata 300 km – 800 km (Maksimal ~2.220 km)
Kecepatan Angin Maksimal Sangat Tinggi (>480 km/jam pada EF-5) Tinggi hingga Sangat Tinggi (>250 km/jam pada Kat. 5)
Durasi Kejadian Sangat Singkat (Beberapa menit hingga 1–2 jam) Sangat Lama (Beberapa hari hingga 2–3 minggu)
Cakupan Kerusakan Garis lurus sempit (Jalur mikro) Wilayah regional raksasa, pesisir, hingga beberapa negara
Penyebab Utama Kerusakan Angin pusaran ekstrem & puing terbang Angin kencang konstan, gelombang pasang, & banjir bandang
Sistem Pengukuran Skala Enhanced Fujita (EF-0 hingga EF-5) Skala Saffir-Simpson (Kategori 1 hingga 5)

Bentuk-bentuk Tornado

1. Tornado Tali (Rope Tornado)

  • Bentuk Visual: Berbentuk panjang, tipis, meliuk-liuk, dan menyerupai tali atau ular yang tergantung dari awan.
  • Karakteristik:
    • Biasanya merupakan bentuk dari tornado kecil atau bentuk akhir dari tornado besar yang sedang melemah/mengecil (roping out) sebelum menghilang.
    • Walaupun kelihatan tipis, kecepatan angin di dalam pusarannya tetap sangat kencang dan berbahaya.

2. Tornado Kerucut (Cone Tornado)

  • Bentuk Visual: Berbentuk seperti corong atau kerucut terbalik, yaitu melebar di bagian atas (dasar awan) dan menyempit tajam di bagian bawah saat menyentuh tanah.
  • Karakteristik:
    • Ini adalah bentuk klasik dan paling umum dari tornado.
    • Biasanya membawa dampak kerusakan tingkat menengah hingga berat karena sapuan bawahnya cukup terkonsentrasi.

 3. Tornado Pasak / Baji (Wedge Tornado)

  • Bentuk Visual: Berbentuk sangat lebar dan padat, menyerupai baji atau pasak raksasa yang menancap di bumi. Lebar pusarannya sering kali sama atau lebih besar dari tingginya (jarak awan ke tanah).
  • Karakteristik:
    • Merupakan bentuk dari tornado raksasa/monster (sering dikategorikan sebagai EF-4 atau EF-5).
    • Dari kejauhan, tornado ini sering tidak terlihat seperti corong melainkan seperti blok awan hitam tebal yang menyentuh tanah, sehingga sangat mengecoh dan mematikan.

4. Tornado Silinder / Tabung (Cylinder Tornado

  • Bentuk Visual: Memiliki lebar yang relatif konstan/sejajar dari dasar awan hingga menyentuh tanah, menyerupai tiang atau tabung raksasa.
  • Karakteristik:
    • Cenderung terbentuk dari awan badai supercell dengan energi yang sangat stabil.
    • Memilki daya rusak tinggi di sepanjang jalur lintasan yang dilaluinya.

 5. Tornado Ganda / Multi-Pusaran (Multi-Vortex Tornado)

  • Bentuk Visual: Satu sistem tornado besar yang di dalamnya terdapat dua atau lebih sub-pusaran (sub-vortices) kecil yang berputar mengelilingi pusat utama.
  • Karakteristik:
    • Terjadi pada tornado yang sangat kuat dan berenergi tinggi.
    • Sub-pusaran kecil di dalamnya memiliki kecepatan angin luar biasa tinggi yang sering menyebabkan kerusakan tak merata di area yang berdampingan (satu rumah hancur total, rumah sebelahnya hanya rusak ringan).

6.  Puting Beliung Air (Waterspout)

  • Bentuk Visual: Pusaran angin berbentuk corong/tali yang terbentuk atau bergerak di atas permukaan air (laut, danau, atau sungai).
  • Karakteristik:
    • Dibagi menjadi dua: Non-supercell waterspout (relatif lemah dan terbentuk dari awan biasa) dan Tornadic waterspout (tornado darat kuat yang bergerak menyeberang ke perairan).

 7. Puting Beliung Darat Non-Supercell (Landspout)

  • Bentuk Visual: Mirip dengan waterspout tetapi terjadi di daratan, biasanya berbentuk tabung tipis atau corong halus.
  • Karakteristik:
    • Tidak bersumber dari rotasi awan supercell yang kuat, melainkan terbentuk dari konvergens angin di permukaan tanah yang terangkat naik ke awan cumulus.
    • Umumnya lebih lemah dibanding tornado biasa (skala EF-0 hingga EF-1).

8. Tornado Setan Api / Debu (Firewhirl / Dust Devil)

  • Catatan Geofisika: Dust devil (pusaran debu) dan fire whirl (pusaran api) secara teknis bukanlah tornado sejati karena tidak terhubung dengan awan badai di atmosfer (cumulonimbus).
  • Mekanisme: Terbentuk dari pemanasan permukaan tanah yang sangat lokal (seperti di gurun pasir atau area kebakaran hutan) yang memicu kolom udara panas naik dan berputar secara mendadak.

Menjaga Nusantara Tetap Hijau - Kebijakan Indonesia Menghadapi Isu Perubahan Iklim

Pengaruh Perubahan Iklim Terhadap Ukuran dan Intensitas Badai & Tornado

Sebagai pemuda generasi z yang kritis, kita juga harus melihat bagaimana isu perubahan iklim (global climate change) memengaruhi dinamika fenomena cuaca ekstrem ini, Grameds.

Dikutip dan dilansir dari laporan Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC), pemanasan suhu permukaan laut global telah bertindak sebagai “bahan bakar ekstra” bagi atmosfer. Dampak utamanya antara lain:

1. Intensifikasi Badai yang Lebih Cepat (Rapid Intensification): 

Siklon tropis kini lebih cepat berkembang dari Badai Kategori 1 menjadi Kategori 5 hanya dalam waktu kurun 24 jam karena pasokan uap air hangat yang melimpah.

2. Sistem Badai yang Membesar dan Melambat:

Ukuran fisik sistem perawanan badai cenderung makin luas dan geraknya saat mendarat makin lambat, memicu curah hujan ekstrem yang memicu banjir bandang berhari-hari.

3. Pola Serangan Tornado yang Bergeser: 

Walaupun belum ada bukti langsung bahwa ukuran tornado membengkak akibat perubahan iklim, para ilmuwan mencatat terjadinya pergeseran frekuensi letusan tornado (tornado outbreaks) yang makin terkonsentrasi dan bergerak ke wilayah baru.

Kesimpulan: Dua Raksasa Atmosfer dengan Karakter Berbeda

Dari seluruh kupasan detail di atas, kita bisa menyimpulkan bahwa ukuran tornado dan badai menggambarkan dua skala fenomena atmosfer yang sangat berlawanan namun sama-sama mematikan.

Tornado adalah monster berskala mikro dengan ukuran diameter pusaran yang relatif sempit (ratusan meter hingga beberapa kilometer), namun memiliki konsentrasi kecepatan angin yang luar biasa dahsyat dalam waktu singkat. 

Sebaliknya, badai atau siklon tropis adalah sistem raksasa berskala regional dengan diameter ratusan hingga ribuan kilometer yang membawa kehancuran masif melalui kombinasi angin kencang, curah hujan ekstrem, dan banjir pasang berhari-hari.

Memahami ukuran, sifat fisik, dan mekanisme pemicu kedua raksasa cuaca ini adalah kunci penting dalam literasi sains dan mitigasi bencana atmosfer. Dengan makin peka terhadap tanda-tanda iklim dan perubahan lingkungan, kita bisa lebih siap menghadapi tantangan dinamika alam di masa depan!

Buat kamu para Grameds yang penasaran dan ingin terus menggali wawasan seputar sains atmosfer, iklim global, fenomena geofisika, hingga mitigasi bencana alam secara lengkap, yuk langsung berselancar ke Gramedia.com!

Di Gramedia.com, kamu bisa menemukan berbagai macam pilihan buku meteorologi, ensiklopedia kebumian, hingga literatur ilmiah populer terlengkap dari para ahli tepercaya. Perluas wawasan dan literasi sainsmu sekarang juga bersama Gramedia!

About the author

Vania Andini

perempuan di balik layar. mengamati tren dalam industri literasi dan aktif membagikan ulasan buku serta menulis artikel.

Gramedia Literasi