Environment

El Nino dan Alasan di Balik Kemarau Indonesia yang Terasa Lebih Panjang!

Written by Laura Saraswati

el nino adalah – Halo, Grameds! El Nino sedang bekerja di balik layar, menguras pasokan hujan dan memperpanjang masa kemarau di tanah air. Banyak dari kita mungkin menyadari betapa teriknya udara belakangan ini, namun belum sepenuhnya paham dinamika besar yang sedang terjadi di alam kita.

Pemicu utamanya adalah lonjakan suhu air laut di wilayah tengah dan timur Samudra Pasifik yang melebihi batas normal. Kenaikan suhu tersebut secara langsung menyedot potensi pembentukan awan, meninggalkan wilayah Indonesia dalam kondisi yang kian mengering.

Yuk, simak uraian lengkap mengenai mekanisme dan dampaknya agar kita bisa lebih bersiap menghadapi perubahan iklim ini!

Apa Itu El Nino?

Secara sederhana, El Nino adalah fenomena pemanasan suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang berada di atas kondisi normal. El Nino merupakan salah satu fase dari El Niño-Southern Oscillation atau ENSO, yaitu pola interaksi antara lautan dan atmosfer di Samudra Pasifik.

Ketika El Nino terjadi, kondisi atmosfer di atas Samudra Pasifik ikut berubah. Angin pasat yang biasanya bergerak dari timur ke barat melemah sehingga air laut hangat yang biasanya menumpuk di Pasifik bagian barat bergerak ke arah timur.

Perubahan tersebut kemudian memengaruhi pola pembentukan awan dan curah hujan di berbagai kawasan.

Di Indonesia, dampaknya secara umum berupa berkurangnya curah hujan, terutama ketika El Nino berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

Bagaimana El Nino Bisa Terjadi?

Untuk memahami El Nino, perlu melihat kondisi Samudra Pasifik dalam keadaan normal terlebih dahulu.

Pada kondisi normal, angin pasat bertiup dari timur ke barat di sepanjang wilayah ekuator Pasifik. Angin tersebut mendorong air laut hangat menuju kawasan Pasifik barat, termasuk sekitar Indonesia.

Sementara itu, di bagian timur Pasifik terjadi proses naiknya air laut yang lebih dingin dari lapisan bawah ke permukaan. Proses ini dikenal sebagai upwelling.

Ketika El Nino mulai berkembang, angin pasat melemah. Air laut hangat kemudian bergerak kembali ke arah timur dan menyebabkan suhu permukaan laut di Pasifik tengah hingga timur meningkat.

Pemanasan tersebut mengubah pola atmosfer dan persebaran awan. Akibatnya, wilayah yang biasanya mendapatkan banyak hujan dapat mengalami perubahan pola curah hujan.

Apa Penyebab El Nino?

El Nino bukan disebabkan oleh satu kejadian sederhana. Fenomena ini merupakan hasil interaksi kompleks antara kondisi laut dan atmosfer di wilayah tropis Pasifik.

  • Perubahan suhu permukaan laut

El Nino ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di Pasifik tropis bagian tengah dan timur dibandingkan kondisi normalnya.

  • Melemahnya angin pasat

Angin pasat yang biasanya mendorong air hangat ke arah barat Pasifik mengalami pelemahan. Akibatnya, distribusi air hangat di Samudra Pasifik berubah.

  • Perubahan sirkulasi atmosfer

Pemanasan laut menyebabkan perubahan pada pola tekanan udara, angin, dan pembentukan awan. Perubahan ini kemudian dapat memengaruhi cuaca hingga wilayah yang jauh dari Pasifik.

Apa Dampak El Nino bagi Indonesia?

Dampak El Nino di Indonesia paling sering dikaitkan dengan kondisi yang lebih kering. Namun, pengaruhnya nggak selalu sama di seluruh wilayah Indonesia karena dipengaruhi musim, kondisi laut di sekitar Indonesia, dan faktor iklim lainnya.

  • Curah hujan berkurang

El Nino dapat menyebabkan curah hujan menurun di sejumlah wilayah Indonesia. BMKG menyebut dampak tersebut terutama perlu diwaspadai ketika El Nino berlangsung bersamaan dengan musim kemarau.

  • Risiko kekeringan meningkat

Ketika hujan berkurang dalam waktu yang cukup lama, cadangan air di tanah, waduk, sungai, dan sumber air lainnya dapat ikut menurun.

  • Musim kemarau dapat terasa lebih kering

El Nino nggak sama dengan musim kemarau. Musim kemarau merupakan siklus tahunan, sedangkan El Nino merupakan fenomena iklim yang terjadi secara periodik. Namun, keduanya dapat terjadi bersamaan sehingga kondisi kering menjadi lebih kuat.

  • Risiko karhutla meningkat

Kondisi yang lebih panas dan kering dapat membuat vegetasi serta lahan lebih mudah terbakar. Karena itu, periode El Nino perlu diwaspadai sebagai salah satu kondisi yang dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

  • Pertanian dapat terdampak

Berkurangnya curah hujan dapat menyebabkan ketersediaan air untuk tanaman menurun. Jika kondisi kering berlangsung cukup lama, produktivitas pertanian di wilayah terdampak dapat terganggu.

Apa Hubungan El Nino dengan Karhutla?

El Nino sering dibahas ketika terjadi peningkatan kasus kebakaran hutan dan lahan di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan kondisi kering yang dapat muncul selama periode El Nino.

Ketika curah hujan berkurang, tumbuhan, semak, dan permukaan lahan kehilangan kelembapan. Vegetasi yang lebih kering kemudian menjadi lebih mudah terbakar.

Kondisi tersebut semakin berisiko ketika terdapat sumber api dari aktivitas manusia. Api yang awalnya kecil dapat lebih mudah menyebar karena bahan bakar di sekitarnya berada dalam kondisi kering.

Namun, El Nino bukan penyebab langsung setiap kasus karhutla. Fenomena ini lebih tepat dipahami sebagai salah satu faktor yang dapat menciptakan kondisi lingkungan yang mendukung terjadinya kebakaran. Aktivitas manusia, pengelolaan lahan, kondisi gambut, angin, dan faktor lainnya juga dapat berperan, Grameds.

El Nino dan La Nina, Apa Bedanya?

El Nino dan La Nina sama-sama merupakan bagian dari ENSO, tetapi keduanya memiliki karakteristik yang berlawanan.

  • El Nino

Ditandai dengan suhu permukaan laut di Pasifik tropis bagian tengah dan timur yang lebih hangat dari normal. Di Indonesia, kondisi ini umumnya berkaitan dengan berkurangnya curah hujan.

  • La Nina

Ditandai dengan suhu permukaan laut di wilayah yang sama menjadi lebih dingin dari normal. Di Indonesia, La Nina umumnya dapat meningkatkan curah hujan.

Jadi, cara paling sederhana untuk mengingatnya adalah El Nino cenderung membuat Indonesia lebih kering, sedangkan La Nina cenderung membuat Indonesia lebih basah. Meski begitu, dampaknya tetap bisa berbeda berdasarkan wilayah dan musim.

Seberapa Sering El Nino Terjadi?

El Nino nggak muncul setiap tahun. Fenomena ini terjadi secara periodik dan waktunya nggak selalu sama.

Menurut NOAA, episode El Nino dan La Nina secara umum muncul setiap sekitar dua hingga tujuh tahun, meskipun durasi dan kekuatannya dapat berbeda-beda. Episode tersebut biasanya berlangsung sekitar sembilan hingga 12 bulan, tetapi beberapa kejadian dapat berlangsung lebih lama.

Karena karakteristiknya yang nggak selalu sama, pemantauan kondisi laut dan atmosfer menjadi penting untuk mengetahui perkembangan El Nino.

El Nino 2026 di Indonesia

Pada 2026, El Nino kembali menjadi perhatian karena berpotensi memengaruhi kondisi iklim Indonesia.

BMKG pada 2026 menyampaikan bahwa El Nino telah memasuki kategori kuat dengan peluang mencapai 98 persen. Fenomena tersebut berpotensi menyebabkan penurunan curah hujan di sejumlah wilayah Indonesia, terutama di bagian selatan garis khatulistiwa ketika bertepatan dengan puncak musim kemarau.

Kondisi tersebut perlu diwaspadai karena cuaca yang lebih kering dapat meningkatkan risiko kekeringan, kekurangan air, serta kebakaran hutan dan lahan di wilayah yang rentan.

Meski begitu, El Nino nggak berarti seluruh Indonesia otomatis mengalami kemarau sepanjang tahun. Dampaknya berbeda-beda berdasarkan wilayah dan waktu terjadinya.

Cara Menghadapi Dampak El Nino

Dampak El Nino memang nggak bisa dihentikan, tetapi resikonya dapat dikurangi dengan melakukan berbagai langkah antisipasi.

  • Menghemat penggunaan air

Ketika curah hujan menurun, penggunaan air perlu dilakukan secara lebih bijak agar persediaan yang tersedia dapat bertahan lebih lama.

  • Mempersiapkan kebutuhan pertanian

Petani dapat menyesuaikan pola tanam dengan kondisi musim dan ketersediaan air agar risiko gagal panen dapat ditekan.

  • Meningkatkan pemantauan karhutla

Wilayah yang memiliki risiko kebakaran tinggi perlu dipantau lebih intensif ketika kondisi mulai kering. Deteksi dan pemadaman sejak dini dapat mencegah api meluas.

  • Menghindari aktivitas yang dapat memicu kebakaran

Masyarakat perlu lebih berhati-hati menggunakan api di area terbuka, terutama ketika vegetasi dan lahan berada dalam kondisi sangat kering.

Ciri-Ciri Terjadinya El Nino

  • Suhu permukaan laut meningkat

El Nino ditandai dengan meningkatnya suhu permukaan laut di wilayah Pasifik tropis bagian tengah dan timur dibandingkan kondisi normalnya.

  • Angin pasat melemah

Angin pasat yang biasanya bergerak dari timur ke barat di wilayah Pasifik mengalami pelemahan. Perubahan ini membuat distribusi air laut hangat ikut berubah.

  • Pola curah hujan berubah

Pemanasan suhu laut dapat memengaruhi pembentukan awan dan pola hujan. Dampaknya, beberapa wilayah mengalami peningkatan hujan, sementara wilayah lain justru menjadi lebih kering.

  • Indonesia mengalami kondisi yang lebih kering

Di Indonesia, El Nino umumnya berkaitan dengan berkurangnya curah hujan, terutama ketika fenomena ini terjadi bersamaan dengan musim kemarau.

Berapa Lama El Nino Berlangsung?

  • Umumnya berlangsung beberapa bulan

El Nino dapat berlangsung sekitar 9 hingga 12 bulan, meskipun durasinya bisa berbeda pada setiap kejadian. Ada pula episode yang bertahan lebih lama.

  • Kekuatan El Nino bisa berbeda

Nggak semua El Nino memiliki intensitas yang sama. Ada yang tergolong lemah, sedang, hingga kuat sehingga dampaknya terhadap cuaca juga bisa berbeda.

  • Dampaknya nggak selalu berlangsung sama lama

Meskipun fenomena El Nino berlangsung selama beberapa bulan, pengaruhnya terhadap setiap wilayah dapat berbeda. Kondisi musim dan fenomena iklim lainnya ikut menentukan dampak yang dirasakan.

Wilayah Indonesia yang Terdampak El Nino

  • Jawa

Jawa menjadi salah satu wilayah yang perlu mewaspadai penurunan curah hujan ketika El Nino terjadi, terutama saat bertepatan dengan musim kemarau.

  • Bali dan Nusa Tenggara

Wilayah Bali dan Nusa Tenggara juga rentan mengalami kondisi yang lebih kering. Penurunan curah hujan dapat meningkatkan risiko kekeringan dan kekurangan air.

  • Sumatra bagian selatan

Sebagian wilayah Sumatra bagian selatan dapat mengalami penurunan curah hujan selama periode El Nino. Kondisi ini juga perlu diperhatikan karena dapat meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan.

  • Kalimantan bagian selatan

Kalimantan bagian selatan termasuk wilayah yang perlu mendapat perhatian ketika kondisi kering meningkat. Lahan yang mengering dapat meningkatkan risiko terjadinya karhutla.

  • Sulawesi dan Papua bagian selatan

Dampak El Nino juga dapat dirasakan di sejumlah wilayah Sulawesi dan Papua bagian selatan, meskipun intensitasnya dapat berbeda-beda.

El Nino dan IOD, Apa Hubungannya?

  • Keduanya memengaruhi kondisi iklim

El Nino dan Indian Ocean Dipole atau IOD sama-sama dapat memengaruhi pola curah hujan di Indonesia, meskipun terjadi di wilayah laut yang berbeda.

  • IOD positif dapat memperkuat kondisi kering

Ketika IOD positif terjadi bersamaan dengan El Nino, kondisi kering di sejumlah wilayah Indonesia dapat menjadi lebih kuat. Kombinasi keduanya perlu diwaspadai terutama pada musim kemarau.

  • Keduanya perlu dipantau bersama

Dalam memprediksi kondisi cuaca Indonesia, BMKG nggak hanya melihat El Nino. Fenomena seperti IOD, monsun, dan kondisi laut di sekitar Indonesia juga ikut diperhitungkan.

Kesimpulan

El Nino bukti nyata bahwa bumi saling terhubung. Lonjakan suhu air laut di Pasifik tengah dan timur secara langsung menguras pasokan hujan di tanah air, memicu kemarau yang lebih brutal, hingga melipatgandakan risiko kekeringan dan karhutla.

Pada akhirnya, fenomena ini bukan hanya soal cuaca yang bikin gerah, melainan tantangan ekologis yang menuntut kesiapsiagaan kita bersama. Pahami situasinya, amankan lingkungan sekitar, dan jangan biarkan dampak kekeringan melumpuhkan aktivitas harianmu!

Rekomendasi Buku Terkait

Menjaga Nusantara Tetap Hijau – Kebijakan Indonesia Menghadapi Isu Perubahan Iklim 

Menjaga Nusantara Tetap Hijau - Kebijakan Indonesia Menghadapi Isu Perubahan Iklim

 

Perubahan iklim semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang bergantung langsung pada alam seperti nelayan. Kondisi ini membuat masyarakat harus memiliki ketahanan dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi perubahan lingkungan yang terus terjadi. Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai peran pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim serta sejauh mana aturan dan kebijakan yang ada mampu melindungi sumber daya alam.

Why? Climate Change: Perubahan Iklim 

Why? Climate Change: Perubahan Iklim

Perubahan iklim semakin nyata melalui berbagai kejadian seperti banjir, kebakaran hutan, dan cuaca panas ekstrem di berbagai belahan dunia. Kenaikan suhu Bumi, mencairnya gletser, naiknya permukaan laut, serta terancamnya berbagai jenis hewan menjadi tanda bahwa perubahan iklim dapat berdampak langsung pada kehidupan manusia dan lingkungan. Why? Climate Change – Perubahan Iklim menjelaskan penyebab dan dampak perubahan iklim melalui cerita fiksi yang diperankan oleh Omji dan Komji. Informasi sains disampaikan dengan cara yang ringan dan menarik sehingga lebih mudah dipahami. Selain mengenalkan masalah perubahan iklim, buku ini juga menunjukkan berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga Bumi, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memilih transportasi umum.

Kitab Iklim 

Kitab Iklim

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kehidupan di Bumi, tetapi masih ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Dalam buku ini, Greta Thunberg mengumpulkan pengetahuan dari lebih dari seratus ahli dalam berbagai bidang untuk menjelaskan perubahan iklim, dampaknya, serta langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapinya. Buku ini menekankan pentingnya memahami perubahan iklim berdasarkan ilmu pengetahuan dan mengambil tindakan sebelum keadaan menjadi semakin buruk. Meskipun masalahnya besar, masih ada harapan jika berbagai pihak mau bergerak bersama dan mulai melakukan perubahan sejak sekarang.

Cuacapedia 

National Geographic Cuacapedia

 

Cuacapedia mengajak anak mengenal berbagai hal tentang cuaca dengan cara yang ringan dan menarik, mulai dari proses terbentuknya cuaca di atmosfer, cara memperkirakan kondisi cuaca, hingga hubungan antara cuaca, iklim, dan perubahan bentang alam. Buku ini juga membahas bagaimana manusia dan hewan beradaptasi dengan berbagai kondisi iklim serta alasan terjadinya perubahan iklim. Dilengkapi ilustrasi, permainan, dan aktivitas seru, materi tentang air, angin, suhu, salju, hingga cuaca ekstrem disampaikan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami anak sekaligus membuat proses belajar terasa lebih menyenangkan.

Seri Melindungi Bumi – Bagaimana Cuaca Hari ini? 

Seri Melindungi Bumi - Bagaimana Cuaca Hari ini?

 

Buku ini mengajak pembaca mengenal berbagai fenomena cuaca dan iklim melalui penjelasan yang dipenuhi fakta menarik. Pembahasannya mencakup penyebab cuaca panas dan dingin, proses terjadinya badai petir, cara cuaca diprediksi, hingga alasan iklim di Bumi terus mengalami perubahan. Hubungan antara Matahari, Bumi, atmosfer, dan air laut juga dijelaskan untuk membantu memahami mengapa kondisi cuaca bisa berbeda di setiap tempat. Ditulis oleh presenter cuaca BBC Judith Ralston dan meteorologiwan Fraser Ralston yang pernah mempelajari cuaca di Antartika, buku ini menjadi bacaan informatif untuk memperluas pengetahuan tentang cuaca dan iklim di berbagai belahan dunia.

About the author

Laura Saraswati

Gramedia Literasi