Bahasa Indonesia Sastra

Contoh Buku Fiksi: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya!

Contoh buku fiksi
Written by M. Hardi

Contoh buku fiksi – Buku adalah jendela dunia, karena itu setiap orang seharusnya terbiasa membaca buku. Sebab, kegiatan ini dapat membuka dan memperluas wawasan tentang apa saja. Di sisi lain, banyak pembaca yang memandang sebelah mata buku fiksi–dengan berbagai alasan. Padahal, semua buku itu sama dan semua buku akan menemukan pembacanya sendiri.

Di dunia perbukuan dikenal istilah “bookshaming” yang merujuk kepada perilaku yang merendahkan/meremehkan/memandang sebelah mata buku bacaan orang lain. Atau bisa juga dikatakan mengolok-olok jenis buku tertentu, seperti fiksi, teenlit, atau komik.

Orang yang melakukan bookshaming seringkali merasa buku bacaannya lebih berisi dan lebih baik daripada orang lain. Nyatanya, semua buku ditulis karena ada pembacanya. Apakah pelaku bookshaming memikirkan bagaimana perasaan penulis yang bukunya dipandang sebelah mata?

Perilaku seperti ini harus dihentikan secepatnya karena secara tidak langsung akan menghambat orang yang baru mau membiasakan diri membaca buku. Seharusnya pembaca buku di Indonesia saling mendukung satu sama lain agar kegiatan membaca dianggap sebagai sesuatu yang menyenangkan, bukan membosankan.

Nah, buat kamu yang mungkin baru mau mulai membaca buku, jangan terlalu serius menanggapi opini orang lain. Khususnya pada buku-buku yang kamu suka. Kalau kamu suka buku-buku fiksi, lahap dan habiskan setiap cerita yang menurutmu menarik. Sebab pada dasarnya membaca bukan sebuah kompetisi.

Dan untuk menambah referensi bacaan kamu. Dalam artikel ini kamu akan menemukan pengertian, jenis-jenis, fungsi, hingga contoh isi buku. Dibaca baik-baik, ya!

Pengertian Buku fiksi

Kata fiksi diambil dari kata fiction yang berarti khayalan, rekaan, tidak berdasarkan kenyataan. Muhardi & Hasanuddin dalam buku Prosedur Analisis Fiksi (2021) menerangkan bahwa fiksi adalah salah satu genre sastra yang diciptakan dengan mengandalkan pemaparan tentang seseorang atau suatu peristiwa.

Dengan kata lain, dalam karya fiksi, suatu peristiwa atau tokoh ditulis sedemikian rupa sehingga membuat pembaca menganggapnya seperti benar-benar ada dan telah pernah ada. Meskipun peristiwa atau tokoh tersebut hanya karangan semata.

Jika dilihat dari proses penulisannya, fiksi terdiri dari dua faktor utama yaitu sumber penciptaan dan proses. Sumber penciptaan sebuah karya fiksi bisa diambil dari hal-hal yang ada di bumi ini, khususnya yang berlangsung di lingkungan pengarangnya sendiri. Jadi kalau dari sudut pandang ini, karya fiksi sama seperti nonfiksi yang mengambil inspirasi dari kehidupan nyata.

Namun, fiksi dan nonfiksi sejatinya memang berbeda. Dan perbedaannya muncul dalam faktor yang kedua yaitu proses penciptaan atau penulisannya. Pengarang cerita fiksi memberikan respon pada hal-hal yang terjadi di sekitarnya dengan imajinasinya sendiri.

Itulah sebabnya, ketika membaca buku fiksi kamu kadang merasa seperti menyaksikan kejadiannya secara langsung di dunia nyata atau menganggap peristiwa tersebut benar-benar ada.

Contoh Buku Fiksi Berdasarkan Jenisnya

Contoh buku fiksi

Sumber: Unsplash.com

Cerita Pendek (cerpen)

Cerita pendek atau kerap disebut cerpen termasuk salah satu jenis buku fiksi. Dalam sebuah cerpen, cerita yang dipaparkan adalah hasil dari imajinasi penulis, bukan kenyataan dan tidak berlandaskan pada fakta.

Meski demikian, bukan berarti penulis harus mengarang keseluruhan isi ceritanya. Cerpen juga bisa mengangkat kisah nyata untuk dijadikan inspirasi dan garis besar ceritanya, hanya saja isi cerpen harus dikembangkan sendiri oleh penulis menggunakan imajinasinya.

Umumnya, cerpen ditulis dengan gaya naratif sehingga ada dinamika serta konflik antar tokoh di dalamnya. Dengan begitu, jalan cerita akan lebih menarik dan menguras emosi pembaca. Salah satu kriteria utama dari cerpen adalah jumlah katanya tidak lebih dari 10.000 kata.

Beberapa contoh dari buku kumpulan cerita pendek adalah buku Nadira dan Malam Terakhir yang ditulis oleh Leila S. Chudori, dan Corat coret Di Toilet karya Eka Kurniawan.

Nadira
https://www.gramedia.com/products/nadira-new?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/nadira-new?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Malam Terakhir

https://www.gramedia.com/products/malam-terakhir-new?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/malam-terakhir-new?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Corat-coret di Toilet

https://www.gramedia.com/products/corat-coret-di-toilet-0?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/corat-coret-di-toilet-0?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Novel

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), yang disebut novel adalah “karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat setiap pelaku”. Dengan demikian, novel pun termasuk ke dalam buku fiksi.

Di dalam novel sendiri terdapat unsur intrinsik dan ekstrinsik. Yang pertama merupakan unsur-unsur yang meliputi alur cerita, tema, tokoh, amanat, gaya bahasa, hingga penokohannya. Sementara yang terakhir adalah unsur-unsur yang membentuk novel dari luar. Seperti latar belakang penulis, inspirasi penulis, latar belakang masyarakat dan yang lainnya.

Untuk membedakan dengan jenis buku fiksi yang lainnya, sebuah novel harus memiliki ciri-ciri sebagai tertentu, di antaranya:

  • Paling tidak terdiri dari 35.000 kata
  • Menggunakan gaya penulisan deskriptif dan naratif
  • Memiliki alur cerita yang kompleks. Jadi harus ada konflik awal, klimaks, antiklimaks, hingga bagian penyelesaian konflik.

Jadi tidak seperti cerpen yang bisa selesai dibaca dalam sekali duduk, membaca novel membutuhkan waktu yang relatif lama karena jumlah halamannya lebih banyak. Orang-orang Bloomington dan 1984 adalah contoh novel-novel yang populer.

Orang-Orang Bloomington

https://www.gramedia.com/products/orang-orang-bloomington?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasihttps://www.gramedia.com/products/orang-orang-bloomington?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

1984

https://www.gramedia.com/products/1984-republish-cov-hijau?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/1984-republish-cov-hijau?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Komik

Kamu mungkin termasuk orang yang cukup familier dengan komik. Di Indonesia sendiri penggemar komik tidak bisa dibilang sedikit. Terbukti dari jumlah pengunjung yang datang ke acara-acara yang berhubungan dengan komik, selalu penuh sesak.

Lagipula komik mempunyai visual yang menarik dan tidak terlalu banyak tulisan, sehingga membacanya terasa menyenangkan dan seru. Pada dasarnya, komik memang diciptakan sebagai hiburan. Seperti namanya yang diambil dari kata “komikus” dalam bahasa Yunani, dan “comique” dalam bahasa Perancis yang berarti lucu.

Tokoh,. alur, cerita, moral, tema, gambar, hingga bahasa dalam komik disusun dengan menggabungkan teks dengan visual. Jadi penulis komik harus menguasai teknik menulis, menyampaikan cerita, dan juga menggambar.

Beberapa komik yang masih banyak diminati di Indonesia adalah One Piece, Detective Conan, Spy X Family, dan sebagainya.

One Piece

https://www.gramedia.com/search?q=one%20piece&utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/search?q=one%20piece&utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Detective Conan

https://www.gramedia.com/search?q=detective%20conan&utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/search?q=detective%20conan&utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Spy x Family

https://www.gramedia.com/search?q=spy%20x%20family&utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/search?q=spy%20x%20family&utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Kumpulan Dongeng

Kumpulan dongeng juga merupakan jenis buku fiksi. Buku yang memuat berbagai cerita rakyat ini sangat disukai oleh anak-anak. Dan Grameds pun mungkin sudah tidak asing lagi dengan cerita Timun Emas, Malin Kundang, Sangkuriang, Si Kancil, dan sebagainya. Dongeng-dongeng tersebut merupakan fiksi yang ditulis menggunakan imajinasi penulis.

https://www.gramedia.com/products/365-dongeng-favorit-sepanjang-masa?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/365-dongeng-favorit-sepanjang-masa?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Cerita Bergambar (cergam)

Jenis buku fiksi berikutnya adalah cerita bergambar atau cergam. Di Indonesia, jenis buku ini dicetuskan oleh Zam Nuldyn, seorang komikus asal Medan di media 1970-an. Istilah “cergam” sendiri muncul di majalah sekitar tahun 2006 untuk menunjukan kolom yang memuat karya penulis cergam.

Di lain sisi, perdebatan mengenai cergam dan komik masih terus berlanjut sampai saat ini. Banyak yang menilai bahwa tidak ada perbedaan diantara keduanya. Namun ada juga yang berpendapat bahwa cergam berbeda dengan komik.

Cergam adalah cerita yang dilengkapi dengan gambar. Dengan kata lain, isinya masih berupa cerita, dan gambar berperan untuk melengkapi cerita tersebut. Sementara komik, isinya adalah kumpulan gambar yang mengandung cerita.

Adapun contoh dari cergam adalah buku Kampungan Romansa, si Cacing dan Cerita Kesayangannya, dan lain sebagainya.

Fungsi Buku Fiksi

Contoh buku fiksi

Sumber: Unsplash.com

Sebagian orang membaca buku fiksi dengan tujuan mengisi waktu luang, menghibur diri, sambil beristirahat dari kesibukan. Tidak ada yang salah dengan tujuan tersebut, namun Muhardi & Hasanuddin menjelaskan lebih jauh lagi tentang fungsi buku fiksi ini.

Menyuburkan nilai praktis sekaligus memperkaya nilai normatif dan nilai-nilai estetis.
Semua karya fiksi akan selalu berkaitan dengan realitas yang ada, meskipun telah dimodifikasi sedemikian rupa oleh imajinasi penulisnya. Karena itu, realitas yang ada pada buku fiksi sangat dekat dengan realitas kehidupan manusia, baik sebagai individu atau anggota masyarakat. Dengan kata lain, dalam buku fiksi terdapat realitas pengalaman batin manusia yang melandasi perilaku dalam kehidupan sehari-harinya.

Perwujudan pengalaman batin ini kemudian dirumuskan ke dalam nilai-nilai dalam kehidupan. Nah, nilai-nilai tersebut dibedakan menjadi tiga, yaitu nilai normatif, nilai estetis dan nilai praktis.

Nilai normatif memiliki kaitan erat dengan perilaku manusia yang ideal (larangan dan kewajiban); nilai estetis lebih fokus pada keharmonisan perilaku antar manusia (apa yang disukai dan dibenci); sementara nilai praktis berhubungan dengan cara mewujudkan perilaku berdasarkan kepada nilai normatif dan estetis (apa yang dapat dilakukan dan tidak).

Nah, dalam kehidupan ini, kita cenderung memahami suatu fenomena berdasarkan kepada nilai-nilai praktis yang kita anut. Jarang sekali kita memandangnya dengan nilai estetis dan normatif.

Di sinilah peran buku fiksi dibutuhkan. Seperti yang dijelaskan oleh Muhardi & Hasanuddin, “fiksi berfungsi menyuburkan nilai-nilai praktis dan memperkaya nilai-nilai normatif dan nilai-nilai estetis.”

Nilai-nilai praktis dalam karya fiksi biasanya diambil dari permasalahan yang muncul di kehidupan penulisnya atau di lingkungan sekitarnya. Sementara nilai-nilai normatif dan estetis dalam buku fiksi merupakan hasil dari kematangan intelektual penulis.

Jadi bisa disimpulkan bahwa buku karya fiksi adalah kumpulan sikap, perasaan, pikiran, kebijakan, serta refleksi pandangan penulis terhadap permasalahan kemanusiaan yang ada di kehidupan nyata.

Media Penularan Pikiran Kreatif

Fiksi merupakan karya yang ditulis dengan mengandalkan kekuatan imajinasi penulisnya. Imajinasi ini bertugas memisahkan permasalahan dalam fiksi dengan kehidupan nyata. Di sisi lain, imajinasi pula yang menunjukkan bagaimana respon penulis terhadap permasalahan yang terjadi.

Imajinasi sendiri merupakan interpretasi individual yang berhubungan dengan pengalaman batin seorang manusia. Dengan imajinasi, pikiran seseorang dapat berkembang secara kreatif, menambah kepekaan, bahkan menumbuhkan kebijakan.

Melalui karya fiksi, penulis menularkan pikiran, perasaan, kebijakan, serta visi-visi yang dimilikinya kepada para pembaca.

Merangsang Pembaca untuk Mengenali, Menghayati, Menganalisis, serta Merumuskan Nilai-nilai Kemanusaiaan

Setiap penulis karya fiksi pasti memiliki motivasi yang berbeda-beda, namun pada dasarnya mereka memasukkan hasil dari proses pemikiran yang panjang terhadap nilai-nilai kemanusiaan yang ada di sekitarnya–secara sadar maupun tidak.

Seperti Budi Darma yang menunjukan berbagai macam permasalahan hidup manusia kepada pembaca novelnya.

Lagipula, fiksi atau karya sastra pada umumnya, tidak harus selalu memunculkan rasa syahdu kepada pembacanya. Tapi bisa juga rasa sakit, takjub, dan yang lainnya.

Resensi Contoh Buku Fiksi

Laut Bercerita

Laut Bercerita adalah novel yang menceritakan tentang Laut serta teman-teman sesama aktivis yang berjuang mendapatkan keadilan kepada rezim yang memimpin di masa Orde Baru.

Buku ini dapat membuka mata hati para pembacanya tentang kondisi Indonesia di zaman itu. Cerita ditulis dengan sangat rapi dan apik sehingga membuat siapa saja seolah-olah mengalami langsung setiap peristiwa yang diceritakan.

Leila S. Chudori sukses mengisahkan peristiwa-peristiwa dengan sangat baik. Memanfaatkan 2 sudut pandang tokoh, Leila mengajak pembaca Laut Bercerita untuk ikut merasakan setiap emosi dan perjuangan yang dirasakan oleh setiap tokoh.

https://www.gramedia.com/products/laut-bercerita?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/laut-bercerita?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Cantik Itu Luka

Cantik Itu Luka merupakan novel karya penulis kelahiran Tasikmalaya, Eka Kurniawan. Dalam novel ini Eka mengisahkan tentang Dewi Ayu, wanita yang sangat cantik, cerdas, serta berpendirian teguh yang dipaksa menjadi pelacur oleh tentara Jepang.

Dewi memiliki tiga anak perempuan dari tiga orang laki-laki yang berbeda. Anak pertama merupakan hasil hubungan intimnya dengan seorang tentara Jepang. Yang kedua, anak dari seorang pahlawan revolusi. Dan yang ketiga tidak diketahui siapa ayahnya. Meski begitu, ketiganya mampu mengenyam pendidikan di sekolah paling top, belajar mengaji kepada seorang kiai, dan mewarisi rumah milik keluarga besar mereka.

Ketiga anak Dewi mewarisi kecantikannya, sehingga banyak laki-laki yang ingin menjadikan mereka sebagai istrinya. Tak disangka, Dewi hamil kembali saat usia nya memasuki angka 50 tahun. Karena capek, Dewi pun berdoa agar anak tersebut lahir dengan paras yang tidak cantik, bahkan lebih bagus lagi kalau buruk rupa. Doanya dikabulkan.

Anak keempatnya lahir dengan hidung seperti colokan, telinga yang mirip panci, dan kulit yang gosong. Setelah melahirkan, dia meninggal dunia. Sebelumnya, Dewi memberi nama Si Cantik kepada anaknya, karena dia tidak yakin doanya dikabulkan. Ya, dia tidak pernah melihat anak bungsunya sendiri setelah melahirkan.

Melalui novel ini, Eka menceritakan nasib anak-anak manusia yang menjadi korban kekuasaan serta kutukan karma. Tak hanya itu, lewat tokoh-tokoh yang ada di dalamnya, Eka menyingkapkan absurditas kecantikan yang bertengger di wajah perempuan.

Banyak pembaca yang merekomendasikan novel ini, terutama bagi kamu yang ingin membaca novel sastra asli Indonesia. Terlepas dari ceritanya, Cantik Itu Luka membawa banyak sindiran, tragedi, serta lelucon getir di dalamnya.

https://www.gramedia.com/products/cantik-itu-luka-edisi-20-tahun?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/products/cantik-itu-luka-edisi-20-tahun?utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Serial Bumi karya Tere Liye

Contoh buku fiksi selanjutnya adalah Serial Bumi yang ditulis oleh penulis terkenal asal Sumatera, Tere Liye. Serial Bumi terdiri dari 11 novel dengan cerita yang menakjubkan dan mengajak pembacanya ikut berpetualang ke dunia paralel bersama Raib, Ali, dan Seli.

Ya, Serial Bumi merupakan novel yang mengambil tema fantasi. Namun, Tere Liye sukses menyematkan pesan-pesan tentang persahabatan, kepedulian kepada sesama, niat tulus, serta kebaikan lainnya di dalam cerita tersebut.

Buku pertama dari serial ini berjudul Bumi yang terbit pada tahun 2014 lalu. Kemudian dilanjutkan dengan novel Bulan yang diterbitkan satu tahun setelahnya oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama.

Yang ketiga adalah Matahari yang terbit di tahun 2016 dan memiliki 390 halaman. Lalu yang keempat, berjudul Bintang. Diterbitkan oleh Penerbit Gramedia Pustaka Utama di tahun 2017 lalu.

Setelah itu, Tere Liye berturut-turut mengeluarkan buku kelima hingga kesebelas setiap tahun. Mulai dari Ceros dan Batozar (2018), Komet (2018), Komet Minor (2019), Selena (2020), Nebula (2020), Si Putih (2021), Lumpu (2021), Bibi Gili (2022), dan yang terkahir Sagaras (2022).

Jadi bisa disimpulkan, serial Bumi ini merupakan bukti nyata bahwa Tere Liye merupakan penulis top yang sangat produktif menghasilkan buku-buku berkualitas bagi pembaca setianya.

https://www.gramedia.com/author/author-tere-liye&utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

https://www.gramedia.com/author/author-tere-liye&utm_source=literasi&utm_medium=literasibuku&utm_campaign=seo&utm_content=LiterasiRekomendasi

Demikian ulasan tentang contoh buku fiksi, mudah-mudahan setelah membaca artikel ini Grameds jadi lebih tertarik untuk membaca buku fiksi, ya. Biar bagaimanapun, semua buku itu sama–tidak ada yang lebih baik atau lebih buruk–yang membedakan hanya penilaian dari pembaca buku. Grameds juga bisa mendapatkan buku-buku fiksi di Gramedia.com.

Sebagai #SahabatTanpaBatas kami selalu berusaha memberikan yang terbaik! Gramedia selalu memberikan produk terbaik, agar kamu memiliki informasi #LebihDenganMembaca. Semoga bermanfaat ya!

Penulis: Gilang

Baca juga:



ePerpus adalah layanan perpustakaan digital masa kini yang mengusung konsep B2B. Kami hadir untuk memudahkan dalam mengelola perpustakaan digital Anda. Klien B2B Perpustakaan digital kami meliputi sekolah, universitas, korporat, sampai tempat ibadah."

logo eperpus

  • Custom log
  • Akses ke ribuan buku dari penerbit berkualitas
  • Kemudahan dalam mengakses dan mengontrol perpustakaan Anda
  • Tersedia dalam platform Android dan IOS
  • Tersedia fitur admin dashboard untuk melihat laporan analisis
  • Laporan statistik lengkap
  • Aplikasi aman, praktis, dan efisien