Pada hakikatnya, kehidupan sosial di dalam masyarakat ini memiliki sifat yang dinamis. Maksudnya adalah kehidupan di masyarakat akan selalu mengalami suatu perubahan sehingga tidak selalu stagnan. Perubahan tersebut bisa sobat Grameds liat mulai dari perubahan kecil sampai dengan perubahan besar yang dapat membawa pengaruh yang cukup besar pula.
Perubahan sosial kerap kali ditemui dalam suatu masyarakat yang secara tidak langsung dapat membawa dampak terhadap sistem, nilai, maupun sikap masyarakat. Dinamika yang dialami oleh masyarakat tersebut menjadi sebuah pendorong bagi masyarakat untuk mengalami suatu perubahan.
Dilansir dari sebuah buku berjudul Perubahan Sosial yang terbit pada tahun 2018 karya dari Joan Hesti Gita Purwasih, dan Sri Muhammad Kusumantoro menyatakan bahwa perubahan sosial adalah suatu variasi cara hidup yang sudah diterimanya, baik disebabkan oleh komposisi penduduk, perubahan kondisi geografis, kebudayaan, ideologi, hingga dengan adanya penemuan baru yang terdapat didalam masyarakat. Perubahan sosial tak selalu berbicara mengenai kemajuan saja, namun juga bisa mengenai suatu kemunduran. Meskipun demikian, dinamika sosial tetap mengarahkannya pada gejala transformasi yang memiliki sifat yang linier.
Perubahan sosial ini tak bisa sobat Grameds pandang hanya dengan satu sisi saja. Karena terjadinya 1 (satu) perubahan akan membawa dampak perubahan pada bidang-bidang lainnya.
Di dalam sebuah modul berjudul Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan, juga menyatakan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi pada suatu lembaga kemasyarakatan yang dapat membawa dampak terhadap suatu sistem sosial di dalam masyarakat, terdiri dari sikap, nilai, pola, perilaku yang ada dalam kelompok masyarakat itu sendiri.
Berikut ini terdapat beberapa pendapat dari para ahli tentang pengertian perubahan sosial. Diantaranya adalah sebagai berikut:
Daftar Isi
1. Priorts Sztompkae
Menurut Priorts Sztompkae, mendeskripsikan bahwa perubahan sosial merupakan suatu perubahan yang terjadi di dalam yang mencakup sistem sosial, dengan adanya perbedaan antara kondisi sistem tertentu dalam waktu yang berlainan. Perubahan sosial tersebut juga memiliki hubungan dengan 3 (tiga) kriteria, antara lain: pengamatan pada sistem sosial yang serupa, studi mengenai perbedaan, dan dimensi ruang yang mengarah pada suatu wilayah yang mengalami perubahan sosial.
2. Kingsley Davis
Menurut Kingsley Davis, mengatakan bahwa perubahan sosial adalah suatu perubahan yang terjadi di dalam struktur, dan fungsi masyarakat.
3. Mac Iver
Menurut Mac Iver, menuturkan bahwa perubahan sosial adalah suatu perubahan yang terjadi di dalam hubungan sosial, maupun sebagai suatu perubahan pada keseimbangan.
4. John Philip Gillin dan John Luwis Gillin
Menurut John Philip Gillin, dan John Luwis Gillin, mendeskripsikan bahwa perubahan adalah suatu variasi cara hidup yang sudah diterima, baik disebabkan oleh komposisi penduduk, kondisi geografis, kebudayaan material, ideologi, adanya suatu difusi, maupun adanya sebuah penemuan baru di dalam masyarakat.
5. Samuel Koenig
Menurut Samuel Koenig, menuturkan bahwa perubahan sosial adalah suatu modifikasi yang terjadi di dalam pola kehidupan yang ada di masyarakat. Modifikasi bisa terjadi dikarenakan oleh sebab-sebab ekstern maupun intern.
6. Hawley
Menurut Hawley, mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan suatu perubahan yang tidak akan terulang dari sistem sosial yang menjadi satu kesatuannya.
7. Munandar
Menurut Munandar menuturkan bahwa perubahan sosial merupakan suatu perubahan yang terjadi di dalam struktur, dan juga fungsi dari bentuk masyarakat itu sendiri.
8. Prof. Selo Soemardjan
Menurut Prof. Selo Soemardjan mendeskripsikan bahwa perubahan sosial terdiri dari segala perubahan pada suatu lembaga kemasyarakatan di dalam masyarakat yang membawa dampak pada sistem sosial yang mencakup, sikap, nilai-nilai, serta pola perilaku antara kelompok terhadap masyarakat.
9. Moore
Menurut Moore mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan suatu perubahan penting dari struktur sosial yang terdiri dari interaksi sosial yang terjadi di dalam masyarakat maupun pola-pola perilaku yang ada di dalam masyarakat.
10. Parsudi Suparlan
Menurut Parsudi Suparlan menuturkan bahwa perubahan sosial merupakan suatu perubahan di dalam struktur sosial, dan juga pola-pola yang berkaitan dengan sosial, terdiri dari hubungan keluarga, sistem status, sistem politik, dan kekuasaan, atau penduduk.
11. William F. Ogburn
Menurut William F. Ogburn mendeskripsikan bahwa perubahan sosial merupakan suatu perubahan yang mencakup unsur-unsur kebudayaan baik dari material atau immaterial, dengan menekankan dampak yang cukup besar dari unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
12. Max Weber
Menurut Max Weber, mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan suatu perubahan situasi yang terjadi di dalam masyarakat sebagai dampak adanya ketidaksesuaian unsur-unsur.
13. Prof. Dr. M. Tahir Kasnawi
Menurut Prof. Dr. M. Tahir Kasnawi, mendeskripsikan bahwa perubahan sosial merupakan suatu proses perubahan, penyesuaian, maupun modifikasi yang terjadi di dalam pola kehidupan masyarakat dengan mencakup pola perilaku, hubungan sosial ekonomi, pola hidup bermasyarakat, kelompok masyarakat, Kelembagaan masyarakat baik dari bidang kehidupan material maupun non material.
14. Emile Durkheim
Menurut Emile Durkheim mengatakan bahwa perubahan sosial merupakan suatu perubahan yang terjadi sebagai hasil dari faktor demografis, dan juga ekologis dengan mengubah kehidupan masyarakat dari keadaan tradisional dengan mengikat solidaritas mekanistik, ke dalam keadaan masyarakat modern yang mengikat solidaritas organistik.
15. Atkinson dan Brooten
Menurut Atkinson dan Brooten mendeskripsikan bahwa perubahan sosial merupakan sebuah proses yang menjadikannya sesuatu maupun seseorang berbeda dengan kondisi yang ada sebelumnya, serta proses ini mengakibatkan terjadinya perubahan pola perilaku individu maupun institusi. Terdapat empat tingkat perubahan yang diantaranya adalah perilaku individu, pengetahuan, sikap, dan juga perilaku kelompok.
Teori Perubahan Sosial
Perubahan sosial ini muncul sebagai perubahan sistem, struktur, dan juga kebudayaan sosial dengan mengikat masyarakat atas peristiwa sosial yang mencakup masa lalu.
Sobat Grameds bisa memahami perubahan sosial dengan cara mempelajari mengenai teori-teori yang dapat membangun perubahan sosial. Terdapat beberapa jenis teori perubahan sosial, diantaranya adalah teori siklus, teori evolusi, teori fungsional, teori konflik, dan juga teori pembangunan. Untuk mengetahui penjelasan selengkapnya, mari simak pembahasan dibawah ini ya.
1. Teori Perubahan Sosial Evolusi
Teori Perubahan Sosial Evolusi adalah teori perubahan yang mempunyai arah yang tetap, dan dialami oleh setiap masyarakat. Perubahan yang terjadi dalam teori evolusi ini terjadi secara bertahap, yakni perubahan mulai dari awal hingga perubahan akhir. Teori ini juga beranggapan bahwa perubahan sosial dapat terjadi dikarenakan oleh perubahan cara pengorganisasian masyarakat, perkembangan sosial, dan sistem kerja.
Di dalam teori evolusi, perubahan sosial bisa dikategorikan menjadi 2 (dua) jenis, antara lain revolusi, dan evolusi. Revolusi adalah perubahan sosial yang terjadi secara cepat, contohnya revolusi politik. Sementara itu, evolusi adalah sebuah perubahan sosial yang terjadi secara lambat, salah satu contohnya yaitu peralihan pemakaian bahan bakar minyak ke bahan bakar gas.
Teori ini berlandaskan kepada teori darwin yang diakibatkan oleh Herbert Spencer. Teori Evolusi ini memiliki 2 (dua) tokoh yang paling berpengaruh, antara lain Ferdinand Tonnies, dan Emile Durkheim.
2. Teori Perubahan Sosial Konflik
Teori Perubahan Sosial Konflik, menjelaskan bahwa perubahan sosial ini bisa terbentuk dari suatu konflik. Konflik tersebut lahir pertama kali dari adanya sebuah pertentangan antara kelompok penguasa terhadap kelompok masyarakat yang tertindas atau dikenal juga dengan nama marjinal. Dari situlah muncullah sebuah perubahan sosial yang dapat mengubah sistem sosial.
Teori ini juga memiliki pandangan bahwa setiap masyarakat hidup dengan dualisme kelas, yang dikategorikan diantaranya adalah kelas proletar, dan kelas borjuis. Terdapatnya dualisme kelas itu, akhirnya membuat pemicu terjadinya sebuah konflik sosial dalam wujud revolusi sosial yang berpengaruh terhadap perubahan-perubahan sosial.
Tokoh yang paling berpengaruh pada teori perubahan sosial konflik ini adalah Karl Marx. Salah satu contoh dari teori ini yaitu Revolusi Prancis yang terjadi di abad ke 18.

Karl Marx merupakan salah satu tokoh yang memiliki pengaruh besar terhadap sebuah teori yakni Teori Konflik. Karl Marx beranggapan bahwa perubahan sosial tersebut bisa tercipta karena adanya sebuah pertentangan antar kelas atau kelompok. Di dalam contoh yang telah ada dalam sebuah buku bertajuk Das Capital ini, Karl Marx melihat sebuah konflik antar 2 (dua) kelas sosial, yakni kaum proletar, dan kaum borjuis.
Kaum proletar tersebut merupakan para buruh, baik dari buruh bangunan, buruh pabrik, buruh kantor, dan buruh lainnya. Sementara itu, kaum borjuis merupakan orang-orang yang memiliki banyak uang, dan sangat kaya.
Karena terjadi sebuah ketimpangan, dan perbedaan kepentingan, kaum borjuis ini berorientasi pada keuntungan yang sebesar-besarnya. Maka kaum borjuis, menekan penghasilan buruh yang sedang dia pekerjaannya. Hal itu mengakibatkan para buruh yang berharap akan upah yang lebih baik guna meningkatkan taraf kehidupan tidak dapat tercapai. Oleh sebab itulah terjadinya sebuah konflik yang menghasilkan sejumlah aturan-aturan bagi para buruh supaya mereka tidak lagi di eksploitasi oleh para kaum borjuis.
3. Teori Perubahan Sosial Fungsionalis
Teori Perubahan Sosial Fungsionalis ini adalah sesuatu yang konstan, dan tidak membutuhkan penjelasan. Perubahan sosial di dalam teori ini dapat mengacaukan suatu keseimbangan yang ada di dalam masyarakat. Teori ini hanya dapat menerima sebuah perubahan yang memiliki manfaat bagi masyarakat, perubahannya yang kerap kali tidak bermanfaat itu akan tidak digunakannya, atau dibuangnya.
Teori ini juga beranggapan bahwa sebuah perubahan sosial yang disebabkan oleh adanya ketidakpuasan masyarakat karena suatu keadaan sosial yang berlaku pada saat itu membawa dampak pada pribadi mereka sendiri.
Berdasarkan teori perubahan sosial fungsionalis tersebut, setiap perubahan sosial ini tidak selalu membawa sebuah perubahan sosial kepada semua unsur-unsur sosial yang ada. Terdapat beberapa unsur sosial yang tidak ikut berubah. Unsur yang tidak mengalami perubahan tersebut disebabkan oleh adanya kesenjangan kebudayaan.
Contohnya, telepon umum yang dibuat dengan tujuan masyarakat bisa melakukan komunikasi memakai pesawat telepon secara mudah. Namun, perubahan itu tidak diikuti dengan perubahan pola sikap, dan juga pola perilaku. Hingga akhirnya, hasilnya yaitu telepon umum tersebut dalam waktu singkat sudah tidak bermanfaat. Bahkan sebagian besar dari telepon umum yang telah terpasang koinnya dicuri oleh sejumlah orang yang tidak bertanggung jawab.
4. Teori Perubahan Sosial Melingkar atau Siklus
Teori Perubahan Sosial Siklus adalah sebuah tahap yang hampir serupa dengan teori evolusi. Akan tetapi, perubahan tersebut tidak akan berhenti terhadap tahap terakhir yang sempurna melainkan akan berputar kembali seperti dari awal guna melakukan peralihan ke tahap berikutnya. Perubahan sosial ini kerap kali dideskripsikan dengan berputar secara melingkar. Siklus itu adalah sebuah perubahan yang tidak dapat direncanakan maupun diarahkan pada satu titik, namun individu akan berputar secara melingkar sesuai pola yang ada.
Pada teori ini menggambarkan mengenai bagaimana perubahan sosial bisa mengubah masyarakat dari satu tingkatan menuju tingkatan selanjutnya. Hal tersebut sangat penting sebab pada dasarnya setiap manusia selalu melakukan sebuah kreasi atau inovasi baik dari bidang rasa, cipta, maupun karsa yang berguna dalam mendukung kelangsungan kehidupan, serta diharapkan dapat berguna bagi masyarakat luas. Misalnya yaitu awal kemunculannya mobil yang digerakkan menggunakan tenaga bensin dengan memakai mesin 1 silinder, dan tidak bisa digunakan untuk melaju secara cepat. Namun karena kreasi, dan inovasi tersebut, saat ini mobil dapat bergerak dengan menggunakan tenaga bensin secara lebih efisien, melalui mesin yang bahkan sampai lebih dari 4 silinder tersebut, dapat dipakai untuk melaju cepat sampai 400 km/jam.
Berdasarkan dari sebuah buku pengantar ringkas sosiologi pada tahun 2020, karya dari Elly M. setiadi, mendeskripsikan bahwa perubahan sosial diibaratkan sebagai roda yang sedang berputar. Hal tersebut maksudnya adalah sebuah perputaran zaman yang merupakan sesuatu yang sudah tidak bisa dielakkan lagi, dan tidak bisa dikendalikan lagi oleh siapa saja. Berdasarkan teori perubahan sosial siklus ini, kebangkitan dan kemunduran peradaban sebuah bangsa memiliki kaitan korelasi antara satu dengan yang lainnya, berupa tanggapan, dan juga tantangan.
Contohnya, jika kehidupan masyarakat dapat memberikan tanggapan terhadap sebuah tantangan kehidupan, dan bisa menyesuaikan dirinya, maka masyarakat tersebut akan mengalami sebuah perkembangan, dan kemajuan. Namun sebaliknya, jika masyarakat tersebut tidak dapat memberikan tanggapan, dan menyesuaikan diri pada sebuah tantangan, maka masyarakat ini akan mengalami sebuah kemunduran, dan bahkan sampai dengan kehancuran.
5. Teori Perubahan Sosial Pembangunan
Teori yang terakhir ini bernama teori Perubahan Sosial Pembangunan, teori tersebut dibedakan menjadi 3 (tiga) kelompok yang diantaranya yaitu Teori Modernisasi, Teori Dependensi, dan Teori Sistem Dunia. Guna memahami secara jelasnya perhatikan pembahasan berikut ini ya.
1. Teori Modernisasi
Teori modernisasi adalah sebuah proses bertahap, pada teori ini melibatkan sebuah proses homogenitas lewat berbagai masyarakat yang memiliki berbagai karakter, dan juga struktur yang sama. Modernisasi tersebut juga merupakan sebuah proses yang selalu bergerak maju, dan juga tidak bergerak mundur, serta tidak bisa untuk dihentikannya.
2. Teori Dependensi
Teori dependensi adalah sebuah teori yang lahir sebagai sebuah perbaikan yang sekaligus menjadi antithesis dari sebuah kegagalan teori pembangunan maupun modernisasi yang melaksanakan tugasnya berupa mengungkap kelemahan hubungan ekonomi dua kelompok negara di dunia.
3. Teori Sistem Dunia
Teori sistem dunia ini memiliki nama lain yakni teori sistem ekonomi kapitalis dunia. Teori sistem dunia tersebut dipandang dalam mengubah unit analisis terhadap sejarah kapitalis dunia, sistem dunia, dan juga spesifikasi sejarah lokal. Teori ini cukup dipandang sebagai sistem ekonomi kapitalis.
Demikianlah pembahasan mengenai pengertian perubahan sosial beserta teori-teori perubahan sosial. Semoga penjelasan tentang pengertian perubahan sosial berdasarkan para ahli serta teori-teori perubahan sosial bisa menambah pengetahuan sobat Grameds dalam memahami teori perubahan sosial.


