Environment IPA

Fauna Tipe Australis: Pengertian, Ciri-Ciri dan Contoh Hewan Khas Indonesia Timur

Written by Vania Andini

fauna tipe australis – Halo, Grameds! Indonesia dikenal sebagai negara dengan kekayaan fauna yang sangat beragam. Salah satu kelompok fauna yang menarik untuk dipelajari adalah fauna tipe Australis.

Fauna ini sering dikaitkan dengan wilayah Indonesia bagian timur dan memiliki karakteristik yang berbeda dibanding fauna tipe Asiatis maupun fauna peralihan.

Artikel ini akan akan membahas fauna tipe Australis mulai dari pengertian, ciri-ciri, wilayah persebaran, hingga contoh hewannya. Yuk, Grameds, simak untuk penjelasan lengkapnya!

Pengertian Fauna Tipe Australis

Fauna tipe Australis adalah kelompok hewan yang memiliki karakteristik mirip dengan fauna di Benua Australia dan sekitarnya. Kelompok fauna ini berkembang di wilayah Indonesia bagian timur yang secara geologis lebih dekat dengan Australia dibandingkan Asia.

Fauna Australis terbentuk karena proses pemisahan benua jutaan tahun lalu. Akibatnya, hewan-hewan di wilayah ini berkembang secara terisolasi dan menghasilkan spesies yang khas, unik, dan banyak yang bersifat endemik (hanya ditemukan di wilayah tertentu).

Wilayah Persebaran Fauna Tipe Australis di Indonesia

Di Indonesia, fauna tipe Australis dapat ditemukan di wilayah timur, antara lain:

  • Papua
  • Papua Barat
  • Kepulauan Aru

Wilayah ini berada di sebelah timur Garis Wallace dan Garis Weber, dua garis imajiner yang digunakan untuk membedakan persebaran fauna di Indonesia.

Persebaran Fauna Tipe Australis

Berikut adalah persebaran fauna tipe Australis yang perlu kamu ketahui, Grameds.

Wilayah Tipe Fauna Contoh Hewan
Papua Australis Kanguru pohon, cenderawasih
Papua Barat Australis Kasuari, kakatua
Kepulauan Aru Australis Walabi, nuri

Ciri-Ciri Fauna Tipe Australis

Agar kamu lebih mudah mengenali fauna tipe Australis, berikut adalah ciri-ciri utamanya:

  • Banyak Mamalia Berkantung (Marsupial)

Fauna Australis didominasi mamalia berkantung seperti kanguru dan walabi yang membesarkan anaknya di dalam kantung hingga cukup kuat.

  • Jumlah Mamalia Besar Relatif Sedikit

Wilayah Australis hampir tidak memiliki mamalia besar seperti gajah atau harimau karena proses evolusinya berbeda dan wilayahnya terisolasi lama.

  • Didominasi Burung Berwarna Cerah

Banyak burung Australis memiliki bulu mencolok dan suara khas, seperti cendrawasih dan kakatua, sebagai bentuk adaptasi dan daya tarik pasangan.

  • Tingkat Endemisme Tinggi

Banyak spesies hanya ditemukan di wilayah tertentu, terutama Papua, karena kondisi geografis yang terpisah dari benua lain.

  • Adaptasi terhadap Lingkungan Tropis dan Hutan

Fauna Australis mampu menyesuaikan diri dengan hutan hujan, pegunungan, dan rawa melalui bentuk tubuh dan pola hidupnya.

Contoh Fauna Tipe Australis

Berikut adalah beberapa hewan khas fauna tipe Australis yang terkenal di Indonesia:

  • Kanguru Pohon

Berbeda dengan kanguru di Australia yang hidup di padang rumput, kanguru pohon justru hidup di pepohonan hutan Papua. Hewan ini memiliki kaki depan yang kuat dan ekor panjang untuk menjaga keseimbangan saat memanjat.

  • Walabi

Walabi merupakan mamalia berkantung yang bentuknya mirip kanguru, tetapi berukuran lebih kecil. Hewan ini hidup di hutan dan padang rumput Papua serta berkembang biak dengan menggendong anaknya di dalam kantung.

  • Kuskus

Kuskus adalah mamalia nokturnal yang aktif pada malam hari. Hewan ini hidup di pepohonan dan memakan daun, buah, serta bunga sebagai sumber makanannya.

  • Kasuari

Kasuari adalah burung besar yang tidak bisa terbang dan memiliki tanduk keras di bagian kepala. Meski terlihat tenang, kasuari dikenal agresif dan dapat melindungi dirinya dengan tendangan kuat.

  • Burung Cenderawasih

Burung cenderawasih sering disebut sebagai “burung surga” karena keindahan bulu dan tarian kawinnya. Burung ini menjadi simbol kekayaan fauna endemik Papua.

  • Kakatua

Kakatua merupakan burung cerdas dengan jambul khas di kepala. Burung ini mampu menirukan suara manusia dan hidup berkelompok di hutan tropis.

  • Nuri Papua

Nuri Papua dikenal dengan warna bulunya yang cerah dan mencolok. Burung ini hidup berkelompok dan sering mengeluarkan suara nyaring.

  • Echidna (Landak Semut)

Echidna adalah mamalia unik karena berkembang biak dengan bertelur. Hewan ini memiliki duri di tubuhnya dan memakan semut serta serangga kecil.

  • Ular Sanca Papua

Ular sanca Papua merupakan reptil besar yang hidup di hutan dan rawa. Ular ini memangsa hewan lain dengan cara melilit tubuh mangsanya.

  • Buaya Papua

Buaya Papua hidup di sungai dan rawa-rawa wilayah Papua. Sebagai predator puncak, buaya berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem.

Nama Hewan Kelompok Ciri Khas Habitat
Kanguru Pohon Mamalia Berkantung, hidup di pepohonan Hutan Papua
Kasuari Burung Tidak bisa terbang, tanduk di kepala Hutan Papua
Cenderawasih Burung Bulu indah dan berwarna cerah Hutan hujan
Kakatua Burung Jambul khas, cerdas Hutan & pesisir
Walabi Mamalia Berkantung, tubuh kecil Hutan & savana
Kuskus Mamalia Nokturnal, hidup di pohon Hutan tropis
Nuri Papua Burung Warna cerah, suara nyaring Hutan hujan
Echidna Mamalia Bertelur, berduri Hutan & semak
Ular Sanca Papua Reptil Tubuh besar, melilit mangsa Hutan & rawa
Buaya Papua Reptil Predator puncak, rahang kuat Sungai & rawa

Perbedaan Fauna Tipe Australis dan Asiatis

Agar tidak tertukar, kamu perlu memahami perbedaan fauna tipe Australis dan fauna tipe Asiatis, Grameds.

Aspek Perbandingan Fauna Tipe Australis Fauna Tipe Asiatis
Wilayah Persebaran Papua, Kepulauan Aru Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali
Jenis Mamalia Didominasi mamalia berkantung Didominasi mamalia plasenta
Mamalia Besar Sangat sedikit atau hampir tidak ada Banyak (gajah, harimau, badak)
Jenis Burung Warna cerah dan bentuk unik Warna cenderung lebih sederhana
Tingkat Endemisme Sangat tinggi Lebih rendah
Contoh Hewan Kanguru pohon, kasuari, cenderawasih Gajah, harimau, orangutan
Lingkungan Habitat Hutan hujan tropis, pegunungan Hutan hujan, dataran rendah
Pengaruh Geografis Dipengaruhi fauna Australia Dipengaruhi fauna Asia

Perbedaan Fauna Tipe Australis dan Fauna Peralihan

Fauna peralihan berada di wilayah tengah Indonesia seperti Sulawesi dan Nusa Tenggara. Hewan di wilayah ini memiliki campuran ciri Australis dan Asiatis.

Aspek Perbandingan Fauna Tipe Australis Fauna Peralihan
Wilayah Persebaran Papua, Kepulauan Aru Sulawesi, Nusa Tenggara, Maluku
Ciri Umum Ciri khas Australia Campuran Australis & Asiatis
Jenis Mamalia Didominasi mamalia berkantung Mamalia beragam, tidak dominan berkantung
Mamalia Besar Hampir tidak ada Ada, namun jumlah terbatas
Jenis Burung Banyak berwarna cerah dan unik Kombinasi burung Asia & Australis
Tingkat Endemisme Sangat tinggi Tinggi, terutama di Sulawesi
Contoh Hewan Kanguru pohon, kasuari, cenderawasih Komodo, anoa, babirusa
Pengaruh Geografis Dekat lempeng Australia Dipengaruhi Garis Wallace & Weber

Mengapa Fauna Tipe Australis Sangat Unik?

Fauna tipe Australis unik karena proses evolusi yang berlangsung lama dan terisolasi. Pemisahan lempeng benua menyebabkan hewan berkembang sendiri tanpa banyak pengaruh dari Asia.

Selain itu, kondisi alam Papua yang masih relatif alami membuat fauna di wilayah ini bertahan dan berevolusi secara alami.

Ancaman terhadap Fauna Tipe Australis

Sayangnya, keberadaan fauna tipe Australis saat ini menghadapi berbagai ancaman, antara lain:

  • Perusakan Habitat Hutan

Pembukaan hutan untuk pertambangan, perkebunan, dan pembangunan membuat habitat alami fauna Australis rusak atau hilang. Akibatnya, banyak satwa kehilangan tempat tinggal dan sumber makanan.

  • Perburuan Liar

Perburuan untuk daging, hiasan, atau koleksi pribadi mengancam populasi hewan, terutama spesies langka dan endemik.

  • Perdagangan Satwa Ilegal

Banyak satwa ditangkap dan diperjualbelikan secara ilegal karena keunikan atau keindahannya, sehingga populasinya terus menurun di alam liar.

  • Perubahan Iklim

Perubahan suhu dan pola cuaca mengganggu ekosistem alami, memengaruhi ketersediaan makanan dan kemampuan satwa untuk beradaptasi.

  • Ancaman Kepunahan Spesies Endemik

Jika tidak dilindungi, kombinasi berbagai ancaman tersebut dapat menyebabkan banyak spesies endemik punah dan menghilangkan keanekaragaman hayati.

Upaya Pelestarian Fauna Tipe Australis

Berikut adalah beberapa upaya yang dapat dilakukan untuk melestarikan fauna tipe Australis, Grameds.

  • Perlindungan Habitat Alami

Menjaga hutan dan ekosistem asli sangat penting agar satwa tetap memiliki tempat hidup, berkembang biak, dan sumber makanan yang aman.

  • Penegakan Hukum terhadap Perburuan Liar

Hukum yang tegas diperlukan untuk mencegah perburuan dan perdagangan satwa ilegal yang mengancam kelestarian fauna.

  • Edukasi Masyarakat Lokal

Edukasi membantu masyarakat sekitar memahami pentingnya menjaga satwa dan lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama.

  • Pengembangan Kawasan Konservasi

Kawasan konservasi seperti taman nasional berfungsi melindungi satwa sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem jangka panjang.

Kesimpulan

Grameds, fauna tipe Australis adalah kelompok hewan khas Indonesia bagian timur yang memiliki kemiripan dengan fauna Australia. Fauna ini dicirikan oleh banyaknya mamalia berkantung, burung berwarna cerah, serta tingkat endemisme yang sangat tinggi.

Wilayah persebarannya meliputi Papua, Papua Barat, dan Kepulauan Aru. Keunikan fauna tipe Australis menjadikannya kekayaan hayati yang sangat berharga dan perlu dilindungi.

Rekomendasi Buku Terkait

1. Burung-Burung Gunung Bondang

Burung-Burung Gunung Bondang

Di tengah kepungan permukiman, Gunung Bondang tetap berdiri sebagai oase hijau yang menjaga napas hutan dataran rendah dan perbukitan. Kawasan ini bukan hanya lestari, tetapi juga kaya kehidupan—menjadi rumah bagi 181 jenis burung penetap serta persinggahan 11 burung migran dari berbagai belahan dunia.

Buku ini menghadirkan dokumentasi lapangan dalam balutan karya ilmiah populer yang segar dan mudah dinikmati. Setiap temuan diabadikan melalui lensa kamera, dilengkapi penjelasan ringkas yang informatif. Buku ini bukan sekadar katalog burung, melainkan bukti nyata bahwa alam yang terjaga akan selalu berbicara lewat melimpahnya keanekaragaman hayati. Cocok bagi masyarakat sekitar, pecinta alam, hingga pengamat burung yang ingin mengenal lebih dekat pesona liar Gunung Bondang.

2. Ensiklopedia Dunia Burung

Ensiklopedia Dunia Burung

Pernah membayangkan rasanya terbang bebas menembus langit seperti burung? Pasti seru sekali! Tapi tahukah kamu, terbang dan melayang di angkasa membutuhkan energi yang luar biasa besar? Hebatnya, burung punya cara cerdas untuk menghemat tenaga, sehingga mereka mampu terbang sangat jauh bahkan hingga ribuan kilometer tanpa mudah lelah. Luar biasa, bukan? Yuk, kita kupas rahasia menakjubkan dunia burung dan jelajahi kehebatannya bersama!

3. Burung-Burung dalam Tinjauan Budaya Mbaham Matta, Fakfak

Burung-Burung dalam Tinjauan Budaya Mbaham Matta, Fakfak

Di tanah yang dijuluki “surga kecil yang jatuh ke bumi”, Kabupaten Fakfak menyimpan kisah tentang harmoni manusia dan burung. Bagi masyarakat Mbaham Matta di Semenanjung Bomberai, burung bukan sekadar penghuni hutan, melainkan penanda kehidupan.

Kasuari Gelambir Ganda dipercaya sebagai penunjuk jalan, namun bisa menyesatkan bila merasakan niat buruk. Suara Paruh-Kodok Pualam menjadi tanda kewaspadaan bagi para petani. Burung-burung lain pun diyakini membawa pesan tentang angin, musim, hingga dunia tak kasatmata.

Buku ini merangkum pesona alam dan kearifan lokal Fakfak dalam jalinan cerita yang kaya makna dan penuh daya tarik.

4. Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh Petelur

Panduan Lengkap Beternak Burung Puyuh Petelur

Telur puyuh menjadi pilihan favorit masyarakat Indonesia sebagai sumber protein yang terjangkau dan bergizi. Permintaannya pun luar biasa, di wilayah Jabotabek saja bisa menembus hingga 8 juta butir per minggu, belum termasuk kebutuhan dari luar Pulau Jawa.

Besarnya pasar ini membuka peluang usaha ternak puyuh yang masih sangat menjanjikan, karena tingginya konsumsi belum sepenuhnya diimbangi oleh suplai. Ditambah lagi, puyuh memiliki banyak keunggulan: bisa dibudidayakan di lahan sempit, bahkan di area perkotaan, serta dikenal sebagai petelur andal dengan produktivitas tinggi. Peluangnya besar, pasarnya jelas, dan potensi keuntungannya pun menarik.

5. Farm Big Book- 26 Burung Kicau Unggulan

Farm Big Book- 26 Burung Kicau Unggulan

Popularitas burung berkicau kian meroket dari waktu ke waktu. Di deretan rumah perumahan hingga perkampungan, suara merdu burung peliharaan seolah menjadi pemandangan dan pendengaran yang akrab. Kontes burung berkicau pun semakin marak digelar di berbagai daerah, menyedot perhatian para penghobi lama maupun pendatang baru.

Banyak orang terpikat setelah menyaksikan kemeriahan lomba, lalu terdorong untuk ikut memelihara dan merawat burung jagoannya sendiri. Harapannya satu: melihat sang burung tampil prima dan keluar sebagai juara di arena kontes.

About the author

Vania Andini

Gramedia Literasi