Bahasa Bahasa Jawa

30 Contoh Aksara Murda dan Pasangannya dalam Kata dan Kalimat

Written by Vania Andini

contoh aksara murda – Saat belajar aksara Jawa, pernahkah kamu kesulitan mengenal aksara murda saat membaca teks nyata-nya?

Padahal, aksara murda cukup sering muncul, terutama pada penulisan nama orang, nama tempat, gelar kehormatan, dan istilah penting lainnya.

Minimnya pengetahuan terhadap bentuk dan pasangan aksara murda membuat kamu bisa salah menangkap maknanya.

Untuk itu, yuk kita lihat beberapa contoh aksara murda beserta pasangannya agar kamu bisa mengenali, memahami, dan mempraktikkannya dengan benar!

Daftar Aksara Murda dan Pasangannya

Berikut adalah tabel berisikan daftar aksara murda dan pasangannya yang wajib kamu tahu! Dengan ini, kamu tidak akan keliru lagi saat membaca atau menulis teks aksara Jawa.

No Aksara Murda Nama Aksara Murda Aksara Jawa Biasa (Nglegena) Pasangan Aksara Murda Keterangan Penggunaan
1 A Murda ꧀ꦄ Digunakan pada awal nama diri atau istilah penting
2 Ka Murda ꧀ꦑ Umum dipakai pada nama orang atau gelar
3 Ga Murda ꧀ꦒ Penanda nama khusus atau kehormatan
4 Ba Murda ꧀ꦨ Digunakan pada nama tokoh atau tempat
5 Na Murda ꧀ꦟ Tidak semua teks menggunakannya, bersifat khusus
6 Pa Murda ꧀ꦥ Dipakai pada nama diri tertentu
7 Ra Murda ꧀ꦫ Salah satu aksara murda yang paling sering muncul
8 Sa Murda ꧀ꦯ Digunakan pada nama dan istilah penting
9 Ma Murda ꧀ꦩ Umumnya muncul dalam nama tokoh
10 Da Murda ꧀ꦢ Dipakai terbatas sesuai kaidah

Contoh Penggunaan Aksara Murda dalam Kata

Untuk memperkuat pemahamanmu, berikut Gramin berikan beberapa contoh penggunaan aksara murda dalam bentuk kata!

Contoh Aksara Murda pada Nama Orang

Pertama, aksara murda sering digunakan pada huruf awal nama orang sebagai bentuk penghormatan. Penulisan ini menandakan bahwa kata tersebut merupakan nama orang, bukan kata umum.

Berikut adalah beberapa contohnya:

  1. ꦫꦩ (Rama)
  2. ꦯꦶꦤ꧀ꦠ (Sinta)
  3. ꦨꦶꦩ (Bima)
  4. ꦄꦂꦗꦸꦤ (Arjuna)
  5. ꦑꦶꦫꦤ (Kirana)

Contoh Aksara Murda pada Nama Tempat

Selain nama orang, aksara murda juga dipakai untuk nama tempat atau wilayah tertentu. Penggunaan ini membantu pembaca langsung mengenali nama geografis dalam teks.

Berikut adalah beberapa contohnya:

  1. ꦯꦺꦴꦭꦺꦴ (Solo)
  2. ꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ (Yogyakarta)
  3. ꦨꦤ꧀ꦢꦸꦁ (Bandung)
  4. ꦯꦸꦫꦧꦪ (Surabaya)
  5. ꦩꦗꦥꦲꦶꦠ꧀ (Majapahit)

Contoh Aksara Murda pada Gelar atau Sebutan Kehormatan

Gelar kehormatan juga lazim ditulis menggunakan aksara murda karena mengandung nilai penghargaan.

Berikut adalah beberapa contohnya:

  1. ꦫꦢꦺꦤ꧀ (Raden)
  2. ꦑꦶ (Ki)
  3. ꦤꦾꦻ (Nyai)
  4. ꦥꦿꦧꦸ (Prabu)
  5. ꦠꦸꦮꦤ꧀ (Tuan)

Contoh Penggunaan Aksara Murda dalam Kalimat

Selain dalam kata, Gramin juga akan menyertakan contoh aksara murda dalam bentuk kalimat.

Tenang saja, kamu juga mendapatkan bacaan latin dan artinya dalam bahasa Indonesia supaya lebih mudah memahaminya!

Contoh Aksara Murda pada Nama Orang

  1. ꦫꦩ ꦭꦸꦔ ꦩꦼꦤꦁ ꦱꦺꦏꦺꦴꦭꦃ
    Bacaan latin: Rama lunga menyang sekolah
    Arti: Rama pergi ke sekolah.
  2. ꦯꦶꦤ꧀ꦠ ꦤꦸꦮꦺꦤꦶ ꦱꦶꦥꦠ꧀ ꦄꦭꦸꦱ꧀
    Bacaan latin: Sinta nduweni sipat alus
    Arti: Sinta memiliki sifat yang lembut.
  3. ꦨꦶꦩ ꦏꦸꦮꦠ꧀ ꦭꦤ꧀ ꦧꦿꦤꦶ
    Bacaan latin: Bima kuwat lan wani
    Arti: Bima kuat dan berani.
  4. ꦄꦂꦗꦸꦤ ꦥꦸꦤꦶꦏ ꦠꦺꦴꦏꦺꦴꦃ ꦮꦶꦫ
    Bacaan latin: Arjuna punika tokoh wirya
    Arti: Arjuna adalah tokoh pemberani.
  5. ꦑꦶꦫꦤ ꦱꦶꦤꦮꦸ ꦧꦱ ꦗꦮ
    Bacaan latin: Kirana sinau basa Jawa
    Arti: Kirana belajar bahasa Jawa.

Contoh Aksara Murda pada Nama Tempat

  1. ꦯꦺꦴꦭꦺꦴ ꦏꦸꦛ ꦧꦸꦢꦪ
    Bacaan latin: Solo kuwi kutha budaya
    Arti: Solo adalah kota budaya.
  2. ꦪꦺꦴꦒꦾꦏꦂꦠ ꦥꦸꦤꦶꦏ ꦏꦸꦛ ꦥꦭꦗꦂ
    Bacaan latin: Yogyakarta punika kutha pelajar
    Arti: Yogyakarta merupakan kota pelajar.
  3. ꦨꦤ꧀ꦢꦸꦁ ꦏꦸꦮꦶ ꦏꦸꦛ ꦒꦺꦢꦺ
    Bacaan latin: Bandung kuwi kutha gedhe
    Arti: Bandung adalah kota besar.
  4. ꦯꦸꦫꦧꦪ ꦩꦶꦭꦶꦏꦶ ꦥꦼꦭꦧꦸꦲꦤ꧀
    Bacaan latin: Surabaya nduweni pelabuhan
    Arti: Surabaya memiliki pelabuhan.
  5. ꦩꦗꦥꦲꦶꦠ꧀ ꦤꦸꦮꦺꦤꦶ ꦱꦼꦗꦫꦃ ꦄꦒꦸꦁ
    Bacaan latin: Majapahit nduweni sejarah agung
    Arti: Majapahit memiliki sejarah yang agung.

Contoh Aksara Murda pada Gelar dan Sebutan Kehormatan

  1. ꦫꦢꦺꦤ꧀ ꦩꦔꦧ꧀ꦢꦶ ꦩꦫꦁ ꦫꦏꦾꦠ꧀
    Bacaan latin: Raden ngabdi marang rakyat
    Arti: Raden mengabdi kepada rakyat.
  2. ꦑꦶ ꦒꦸꦫꦸ ꦏꦸꦮꦶ ꦥꦤꦸꦠꦤ꧀
    Bacaan latin: Ki guru kuwi panutan
    Arti: Ki guru adalah teladan.
  3. ꦤꦾꦻ ꦒꦸꦫꦸ ꦩꦁꦒꦗꦂ ꦱꦶꦱ꧀ꦮ
    Bacaan latin: Nyai guru mulang siswa
    Arti: Nyai guru mengajar siswa.
  4. ꦥꦿꦧꦸ ꦩꦶꦩ꧀ꦥꦶꦤ꧀ ꦏꦫꦗꦴꦤ
    Bacaan latin: Prabu mimpin karajan
    Arti: Raja memimpin kerajaan.
  5. ꦠꦸꦮꦤ꧀ ꦲꦤꦼꦩꦧ꧀ꦢꦶ ꦩꦫꦁ ꦤꦼꦒꦫ
    Bacaan latin: Tuwan ngabdi marang negara
    Arti: Tuan mengabdi kepada negara.

Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Menggunakan Aksara Murda

Saat menulis aksara murda, masih ada beberapa kesalahan yang kerap dilakukan pelajar. Yuk, kita pelajari setiap kesalahan ini agar kamu bisa mencegahnya di kemudian hari!

  • Menggunakan Aksara Murda untuk Semua Huruf Kapital: Aksara murda sering disalahartikan sebagai pengganti semua huruf kapital. Padahal, aksara murda hanya digunakan pada huruf awal tertentu, bukan seluruh kata.
  • Salah Menempatkan Pasangan Aksara Murda: Kesalahan lain yang sering muncul adalah penempatan pasangan yang tidak tepat. Hal ini dapat menyebabkan perubahan bunyi dan makna kata dalam kalimat.
  • Tertukar dengan Aksara Rekan atau Aksara Biasa: Sebagian pelajar masih tertukar antara aksara murda, aksara rekan, dan aksara nglegena. Padahal, masing-masing memiliki fungsi dan bentuk yang berbeda.

Tips Mudah Menghafal Aksara Murda dan Pasangannya

Kalau kamu ingin menghafal apa saja aksara murda, sebaiknya lakukan cara yang tepat. Nah, salah satunya adalah dengan mengikuti beberapa strategi sederhana ini:

  • Menghafal lewat Nama Orang dan Tokoh: Gunakan nama tokoh wayang, pahlawan, atau tokoh sejarah Jawa sebagai media hafalan. Cara ini membantu mengaitkan bentuk aksara dengan konteks nyata.
  • Menggunakan Tabel Perbandingan: Buatlah tabel perbandingan antara aksara murda dan aksara biasa agar kamu bisa mengenali perbedaannya secara visual.
  • Latihan Menulis Kata Sederhana secara Bertahap: Terakhir, banyaklah berlatih menulis kata dan kalimat pendek untuk meningkatkan ketepatan penggunaan aksara murda dan pasangannya!

Aksara Murda sebagai Bagian dari Literasi Budaya

Dengan melihat dan memahami setiap contoh aksara Murda di atas, kamu bisa meningkatkan kemampuan baca-tulismu sekaligus melihat bagaimana budaya Jawa penuh akan nilai hormat dan tata krama yang kental.

Dengan mempelajarinya secara konsisten, kamu turut berperan dalam melestarikan bahasa daerah sebagai bagian penting dari identitas budaya bangsa.

Yuk, terus latih kemampuanmu dalam membaca dan menulis aksara Jawa agar warisan budaya ini tetap hidup dan relevan di masa depan!

Rekomendasi Buku tentang Budaya Jawa

1. Jawa yang Monumental

Jawa yang Monumental

Dalam buku ini, J. F. Scheltema menyajikan eksplorasi mendalam terkait keluhuran Jawa lewat narasi sejarah dan budaya yang kaya. Tulisan cermat ini menggunakan gaya sastra deskriptif dan analitis yang dengan cekatan memadukan refleksi pribadi dan penelitian ilmiah, mengajak kita untuk merenungkan warisan Indonesia yang kompleks.

Bagi para pembaca yang tertarik dengan persilangan budaya, sejarah dan arsitektur, buku ini adalah koleksi yang tak tergantikan. Buku ini tidak hanya sekadar catatan perjalanan, tetapi bahkan bisa menjadi referensi ilmiah yang dapat memuaskan rasa ingin tahu, sekaligus menawarkan wawasan mendalam tentang warisan Jawa yang abadi. Buku ini amat direkomendasikan bagi pembaca umum maupun bagi mereka yang mendalami studi Asia Tenggara.

2. Spiritualisme Jawa

Spiritualisme Jawa

Apabila dicermati, yang mengejar keselamatan hidup lahir batin dunia dan akhirat bukan orang Jawa. Manusia di seluruh dunia juga mendambakannya. Hanya saja, cara mewujudkan keselamatan tersebut berbeda-beda, sesuai dengan kepercayaan, situasi kondisi lingkungan, sarana dan prasarana yang tersedia, penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, pengalaman hidup, serta adat tradisi kebudayaan masing-masing.

Sebagaimana kebudayaan-kebudayaan daerah lain di Indonesia, kebudayaan Jawa juga memiliki spesifikasinya yang khas, terutama pada aspek spiritualisme atau kepercayaan batin yang dianut sehingga memunculkan paham yang lazim disebut kejawen. Menurut para ahli, kejawen adalah hasil sinkretisasi antara Islam dengan agama dan kepercayaan lama yang sempat tumbuh berkembang di Jawa. Benarkah demikian? Benarkah seperti anggapan banyak orang juga bahwa kejawen sangat berbau mistik, klenik, dan hal-hal yang bersifat gaib?

3. Orang Jawa, Jimat, & Makhluk Halus

Orang Jawa, Jimat, & Makhluk Halus

Orang Jawa, Jimat, & Makhluk Halus adalah buku yang ditulis oleh Anan Hajid T. Buku yang terdiri dari 168 halaman ini berisi penjelasan tentang jimat dan mahluk halus khasanah spiritual Jawa yang dikemas secara jelas, lengkap, dan detail. Buku ini cocok untuk Anda yang ingin mengetahui spiritualitas hidup orang Jawa yang hakiki. Walaupun materi di dalam buku ini lumayan berat, namun penulis bisa menyampaikannya dengan bahasa yang mudah dimengerti.

4. Etika Jawa : Prinsip Kebajikan dan Pedoman Hidup Orang Jawa

Etika Jawa : Prinsip Kebajikan dan Pedoman Hidup Orang Jawa

Buku ini mencoba menguak kembali beragam hal tentang etika Jawa, mulai dari hakikat, sumber etika, penerapan etika Jawa dalam beragam kesadaran, hingga langkah menjadikan etika Jawa sebagai pedoman hidup. Harapannya, masyarakat-khususnya generasi muda- dapat mengaplikasikannya dalam kehidupan masa kini. Dengan demikian, bangsa ini bisa tetap inklusif dalam kemajuan, tetapi tetap konservatif dalam tradisi.

Dengan membaca buku ini diharapkan para pembaca, terutama generasi muda akan mengetahui pentingnya etika Jawa. Selain sebagai filter atas pengaruh negatif dari budaya modern, etika Jawa dapat difungsikan sebagai pembentuk kepribadian emas generasi muda yang merupakan aset tak ternilai bagi bangsa dan negara di masa depan.

5. Sejarah Jawa Jilid 1 (History of Java)

Sejarah Jawa Jilid 1 (History of Java)

Sejarah Jawa Jilid I (History of Java) oleh Sir Thomas Stamford Raffles adalah sebuah karya monumental yang memberikan pandangan mendalam tentang sejarah, budaya, dan masyarakat Pulau Jawa. Raffles, yang menjabat sebagai Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada awal abad ke-19, memulai penelitian sejarah ini sebagai upaya untuk memahami dan mendokumentasikan warisan Jawa.

Buku ini mencakup periode sejarah yang luas, mulai dari masa prasejarah hingga masa Hindu-Buddha, Islam, dan pemerintahan kolonial Belanda. Raffles tidak hanya memberikan narasi sejarah, tetapi juga memberikan gambaran yang rinci tentang geografi, flora, fauna, dan kehidupan sehari-hari masyarakat Jawa.

About the author

Vania Andini

Gramedia Literasi