Environment Kesehatan Tips dan Trik

7 Cara Mengatasi Karhutla dan Langkah Penanganannya

Cara Mengatasi Karhutla
Written by Dzikri Nurul Hakim

Cara Mengatasi Karhutla – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) adalah bencana yang bisa terjadi sangat cepat. Dalam beberapa menit saja, angin dan semak kering dapat membuat percikan kecil berubah menjadi api besar yang membakar ratusan hektare, mengancam permukiman, dan membahayakan jutaan orang.

Memadamkan api yang terlihat di permukaan saja tidak cukup, terutama di lahan gambut. Di sana, bara bisa terus menyebar secara diam-diam di bawah tanah.

Dengan ancaman sebesar ini, strategi apa yang efektif untuk memadamkan dan mengatasi karhutla sampai tuntas? Mari simak langkah-langkah penanganannya berikut ini.

Daftar Isi

Apa Itu Karhutla?

Karhutla adalah kebakaran yang terjadi di kawasan hutan atau lahan. Kebakaran bisa terjadi karena aktivitas manusia atau faktor alam. Penanganannya harus sesuai dengan kondisi lokasi dan tingkat penyebaran api.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Menemukan Indikasi Karhutla?

Masyarakat bisa membantu mempercepat penanganan dengan melaporkan tanda-tanda kebakaran kepada pihak berwenang. Namun, masyarakat sebaiknya tidak memadamkan api sendiri jika situasi api berbahaya.

1. Segera Melaporkan kepada Pihak Berwenang

Segera laporkan asap atau api yang terlihat kepada BPBD, pemadam kebakaran, atau pihak berwenang setempat. Laporan yang cepat membantu petugas memeriksa dan menentukan cara penanganan.

2. Memberikan Informasi Lokasi secara Jelas

Sebutkan lokasi kebakaran dengan nama wilayah, patokan terdekat, atau titik koordinat jika ada. Informasi ini membantu petugas menemukan lokasi kebakaran lebih cepat.

3. Mengikuti Informasi Resmi Pemerintah

Pantau informasi dari pemerintah daerah dan instansi terkait selama karhutla. Ikuti petunjuk tentang kegiatan di luar ruangan, evakuasi, atau cara melindungi kesehatan.

4. Tidak Mendekati Area Kebakaran

Hindari mendekati area yang terbakar, baik untuk melihat kondisi maupun mencoba memadamkan api sendiri. Asap dari karhutla mengandung partikel halus dan polutan yang berbahaya bagi kesehatan.

Bagaimana Cara Mengatasi Karhutla?

Penanganan karhutla disesuaikan dengan lokasi, luas area, akses, dan kondisi api. Petugas biasanya menggabungkan pemadaman dari darat dan udara, pemeriksaan titik panas, serta pendinginan.

1. Melakukan Pemadaman di Darat

Petugas memadamkan api secara langsung dengan pompa, selang, mobil tangki, dan alat lainnya. Cara ini adalah metode utama untuk area yang bisa dijangkau lewat jalur darat.

2. Melakukan Pemadaman dari Udara

Helikopter atau pesawat digunakan untuk menjatuhkan air ke area yang sulit dijangkau dari darat. Metode ini membantu memadamkan kebakaran di wilayah yang luas atau sulit diakses.

3. Melakukan Ground Check pada Titik Panas

Titik panas yang terdeteksi melalui satelit harus diperiksa langsung di lapangan. Pemeriksaan ini memastikan apakah benar ada kebakaran di lokasi tersebut.

4. Membatasi Penyebaran Api

Petugas berupaya menghentikan api agar tidak menyebar ke area lain. Penanganan dilakukan sesuai arah angin, kondisi tumbuhan, dan bentuk lahan di sekitar lokasi kebakaran.

5. Melakukan Mopping Up dan Pendinginan

Setelah api utama padam, area kebakaran diperiksa untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang tersisa. Langkah ini penting agar api tidak muncul kembali.

6. Membasahi Area yang Masih Menyimpan Panas

Bagian lahan yang masih panas harus dibasahi untuk menurunkan suhu dan memadamkan bara. Langkah ini sangat penting di area yang berisiko menyala kembali.

7. Memanfaatkan Operasi Modifikasi Cuaca

Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dapat dilakukan untuk meningkatkan peluang hujan di wilayah tertentu. Pada 2026, OMC juga digunakan untuk membantu membasahi lahan dan mendukung penanganan karhutla.

Bagaimana Cara Mengatasi Karhutla di Lahan Gambut?

Karhutla di lahan gambut berbeda karena api bisa menyebar dan bertahan di bawah tanah. Oleh karena itu, pemadaman membutuhkan pembasahan dan pendinginan yang lebih menyeluruh.

1. Membasahi Lahan Gambut

Lahan gambut harus dibasahi sampai ke bagian yang masih panas. Pembasahan ini membantu menghentikan bara yang bisa terus menyebar di dalam tanah.

2. Memantau Titik Panas di Dalam Lahan

Titik panas di dalam gambut sering tidak terlihat dari permukaan. Oleh sebab itu, area harus diperiksa untuk menemukan bagian yang masih terbakar.

3. Mengendalikan Kondisi Air pada Lahan Gambut

Kondisi air harus dijaga supaya gambut tidak semakin kering. Mengatur air membantu menjaga kelembaban lahan.

4. Melakukan Pendinginan Berulang

Pendinginan perlu dilakukan ulang jika masih ada panas di bawah tanah. Langkah ini mencegah api muncul kembali setelah kebakaran terlihat padam.

Siapa yang Bertugas Mengatasi Karhutla?

Penanganan karhutla melibatkan beberapa pihak karena operasi butuh orang, peralatan, dan kerja sama dari berbagai pihak. Tim di lapangan bisa terdiri dari pemerintah, aparat, petugas pemadam, dan masyarakat.

1. Manggala Agni

Manggala Agni merupakan brigade pengendalian kebakaran hutan dan lahan di bawah Kementerian Kehutanan. Personelnya terlibat dalam kegiatan pengendalian dan pemadaman karhutla.

2. BNPB dan BPBD

BNPB dan BPBD berperan dalam mengatur penanggulangan bencana dan mendukung operasi di wilayah terdampak. Keduanya bekerja bersama pihak lain sesuai kebutuhan penanganan.

3. TNI dan Polri

TNI dan Polri bisa membantu mengerahkan personel dalam operasi penanganan karhutla. Keterlibatan ini dilakukan bersama pihak lain dalam tim di lapangan.

4. Pemerintah Daerah

Pemerintah daerah mengatur penanganan karhutla di wilayahnya bersama instansi terkait. Dukungan bisa berupa orang, peralatan, sumber air, dan kebutuhan operasional lain.

5. Masyarakat Peduli Api

Masyarakat Peduli Api bisa membantu memantau dan melaporkan kejadian di sekitar wilayah rawan. Keterlibatan masyarakat membantu mempercepat penyampaian informasi dari lokasi.

Bagaimana Melindungi Masyarakat Saat Karhutla Terjadi?

Selain memadamkan api, penanganan karhutla juga perlu memperhatikan masyarakat yang terdampak asap. Langkah perlindungan terutama ditujukan untuk mengurangi paparan udara yang tercemar.

1. Membatasi Aktivitas di Luar Ruangan

Kurangi aktivitas di luar ruangan saat asap membuat kualitas udara buruk. Cara ini membantu mengurangi paparan polutan dari udara.

2. Menggunakan Masker yang Sesuai

Gunakan masker yang tepat saat harus berada di luar ruangan saat udara buruk. Masker seperti N95 bisa membantu mengurangi paparan partikel halus.

3. Menjaga Kualitas Udara di Dalam Ruangan

Tutup pintu dan jendela saat asap ada di luar rumah. Menggunakan alat penyaring udara juga bisa membantu mengurangi polutan di dalam ruangan.

4. Memantau Informasi Kualitas Udara

Pantau informasi kualitas udara di tempat tinggal secara rutin. Data ini bisa digunakan untuk menentukan apakah aktivitas di luar ruangan masih aman.

5. Segera Memeriksakan Diri jika Mengalami Keluhan

Segera periksa ke fasilitas kesehatan jika mengalami keluhan seperti sesak napas atau batuk yang makin parah. Pemeriksaan ini penting terutama bagi kelompok rentan yang lebih berisiko terkena dampak asap.

Apa yang Perlu Dilakukan Setelah Karhutla Berhasil Dipadamkan?

Api yang terlihat sudah padam belum tentu berarti seluruh area aman. Pemeriksaan lanjutan tetap perlu untuk memastikan tidak ada bara atau titik panas yang tersisa.

1. Memastikan Tidak Ada Bara yang Tersisa

Petugas memeriksa lagi area yang sudah dipadamkan untuk menemukan bara yang masih menyala. Bara ini bisa menjadi sumber api lagi.

2. Melakukan Pendinginan dan Penyisiran

Area yang masih panas didinginkan dan diperiksa lagi setelah api utama padam. Penyisiran dilakukan untuk menemukan titik yang belum benar-benar aman.

3. Memantau Area Bekas Kebakaran

Area yang sudah dipadamkan tetap perlu dipantau setelah operasi selesai. Pemantauan membantu menemukan kembali titik panas yang muncul.

4. Menghitung Luas Area yang Terbakar

Luas area terbakar perlu dicatat untuk mengetahui seberapa besar kejadian. Data ini bisa digunakan untuk evaluasi dan pelaporan penanganan.

5. Menilai Kerusakan Lingkungan

Kondisi lahan dan tumbuhan perlu diperiksa untuk mengetahui dampak kebakaran. Hasil pemeriksaan bisa menjadi dasar untuk menentukan langkah pemulihan.

Mengatasi Karhutla Membutuhkan Respons Cepat dan Kerja Sama

Penanganan karhutla meliputi beberapa tahap, mulai dari pelaporan awal, pemeriksaan di lapangan, pemadaman, pembatasan api, pendinginan, sampai pemantauan setelah kebakaran.

Operasi di lapangan juga butuh kerja sama berbagai pihak agar penanganan sesuai dengan kondisi tiap wilayah.

Selain memahami langkah yang dilakukan saat kebakaran terjadi, kamu juga perlu tahu ke mana harus melapor ketika menemukan asap atau titik api agar penanganan dapat segera dilakukan.

Mulailah dengan menyimpan informasi kontak BPBD atau layanan darurat di daerahmu agar lebih siap jika sewaktu-waktu menemukan indikasi karhutla!

 

Penulis: Ivory Ayeisha

 

Rekomendasi Buku Digital tentang Lingkungan

1. Sanitasi dan Hygiene Lingkungan

Sanitasi dan Hygiene Lingkungan

Lewat buku ini, kamu akan diajak menyelami pentingnya menjaga kebersihan diri dan lingkungan secara menyeluruh agar terhindar dari berbagai ancaman penyakit berbahaya. 

Pembahasan di dalamnya mengupas tuntas keterkaitan antara sanitasi wilayah dengan kualitas gizi masyarakat, sekaligus membongkar risiko kontaminasi mikroba serta zat kimia beracun pada makanan sehari-hari.

Dengan membaca panduan lengkap ini, kamu bisa memahami langkah pencegahan praktis demi mewujudkan gaya hidup yang lebih higienis dan lingkungan hidup yang jauh lebih sehat.

2. Manajemen Lingkungan Hidup

Manajemen Lingkungan Hidup

Buku ini hadir untuk memandu kamu memahami bagaimana sebuah proyek pembangunan dan konstruksi tetap dapat berjalan beriringan tanpa harus merusak kelestarian alam sekitar

Melalui tujuh bab terstruktur, kamu akan mempelajari standar prosedur pengendalian proyek, instrumen perlindungan alam, hingga penerapan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) yang tepat.

Sangat cocok untuk kamu yang ingin mendalami integrasi sistem manajemen modern demi menekan dampak buruk aktivitas industri terhadap ekosistem.

3. Dampak Pencemaran Lingkungan Edisi Revisi

Dampak Pencemaran Lingkungan

Menghadapi krisis ekologis yang makin mengkhawatirkan, buku ini mengajak kamu mengenali berbagai faktor penyebab, sumber polutan, serta langkah konkret dalam menanggulangi kerusakan alam di sekitar kita.

Tidak hanya menyajikan ulasan teoritis yang membuka mata, kamu juga disuguhkan rangkuman regulasi penting seperti Undang-Undang Pengelolaan Lingkungan Hidup dan aturan baku mengenai AMDAL.

4. Green Business: Manajemen Bisnis Berkonsep Ramah Lingkungan

Green Business

Bagi kamu yang ingin melihat bagaimana dunia usaha beradaptasi menekan laju kerusakan bumi, buku ini mengupas tuntas penerapan konsep Green Business di berbagai sektor korporasi.

Kamu akan mempelajari strategi menyeluruh mulai dari produksi hijau, pemasaran berkelanjutan, pengelolaan kantor yang efisien, hingga aspek legalitas bisnis ramah lingkungan di Indonesia.

Bacaan inspiratif ini sangat tepat untuk memperluas wawasanmu seputar cara membangun bisnis yang tidak hanya menguntungkan secara finansial, tetapi juga ramah bagi masa depan bumi.

5. Hukum Lingkungan Perspektif Global & Nasional Edisi Revisi

Hukum Lingkungan

Buku ini menuntun kamu menelusuri evolusi hukum lingkungan di Indonesia sejak terbitnya regulasi tahun 1982 hingga berlakunya undang-undang perlindungan lingkungan hidup terkini.

Kamu akan diajak membedah secara mendalam bagaimana hukum administrasi, pidana, dan perdata saling berkait untuk menegakkan keadilan atas berbagai kasus perusakan alam di tingkat nasional maupun global.

Dengan ulasannya yang komprehensif, kamu bisa memahami pentingnya kepatuhan hukum sebagai kunci utama dalam menjaga kelestarian lingkungan secara berkelanjutan.

 

 

About the author

Dzikri Nurul Hakim

Gramedia Literasi