Environment Geografi Trivia

Perbedaan Lava dan Lahar yang Sering Dikira Sama, Apa Bedanya?

lahar dan lava
Written by Laura Saraswati

perbedaan lava dan lahar – Halo, Grameds! Saat membahas gunung api, istilah lava dan lahar mungkin sudah nggak asing lagi.

Keduanya sama-sama berkaitan dengan aktivitas vulkanik, tetapi lava dan lahar sebenarnya memiliki bentuk, bahan penyusun, serta proses terbentuk yang berbeda.

Lantas, apa perbedaan lava dan lahar? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Apa Itu Lava?

Lava adalah istilah untuk magma atau batuan cair yang sudah keluar ke permukaan Bumi. Material tersebut dapat keluar melalui kawah atau rekahan pada tubuh gunung api dan kemudian mengalir di permukaan.

Beberapa ciri lava yang perlu diketahui antara lain:

  • Berasal dari magma

Sebelum mencapai permukaan, material tersebut disebut magma. Setelah keluar dan berada di permukaan Bumi, material itu disebut lava.

  • Berupa batuan cair

Lava masih berada dalam kondisi cair atau sangat kental ketika keluar dari gunung api. Tingkat kekentalannya dapat berbeda-beda tergantung komposisi kimianya.

  • Memiliki suhu tinggi

Lava yang baru keluar dari gunung api memiliki suhu yang sangat tinggi sehingga mampu membakar atau merusak benda yang berada di jalur alirannya.

  • Mengalir mengikuti permukaan

Lava bergerak karena gravitasi dan cenderung mengikuti bentuk serta kemiringan medan di sekitarnya.

  • Dapat membeku menjadi batuan

Ketika kehilangan panas, lava akan semakin kental dan akhirnya membeku. Material yang sudah membeku kemudian menjadi batuan vulkanik.

Apa Itu Lahar?

Lahar merupakan aliran yang terdiri dari campuran air dan material vulkanik yang bergerak menuruni lereng gunung api. Material tersebut dapat berupa abu, pasir, lumpur, kerikil, hingga batu berukuran besar.

Berbeda dengan lava, lahar nggak berasal dari magma cair yang keluar dari kawah.

Beberapa karakteristik lahar yaitu:

  • Mengandung air

Air merupakan salah satu komponen utama dalam pembentukan lahar. Sumbernya dapat berasal dari hujan, pencairan salju atau es, dan sumber air lainnya.

  • Membawa material vulkanik

Aliran lahar dapat mengangkut abu, pasir, lumpur, batu, hingga material berukuran besar yang berada di lereng gunung.

  • Dapat bergerak dengan cepat

Lahar dapat mengalir melalui lembah dan saluran sungai dengan kecepatan tinggi, terutama ketika jumlah air dan material yang terbawa sangat besar.

  • Bisa terjadi setelah erupsi

Lahar nggak selalu muncul bersamaan dengan letusan. Endapan material vulkanik yang tertinggal setelah erupsi masih dapat terbawa air dan membentuk lahar.

Perbedaan Lava dan Lahar

Perbedaan keduanya dapat dilihat dari beberapa aspek berikut:

Aspek Lava Lahar
Pengertian Batuan cair yang keluar ke permukaan Aliran air yang membawa material vulkanik
Asal Magma Endapan material vulkanik dan air
Bentuk Cair atau sangat kental Campuran lumpur, air, batu, dan material lain
Suhu Sangat tinggi Bisa panas atau dingin
Pemicu Aktivitas magma dan erupsi Air, hujan, pencairan es, atau pelepasan air
Jalur pergerakan Permukaan dan lereng gunung Lembah dan saluran sungai
Waktu terjadi Umumnya berkaitan dengan erupsi Bisa saat maupun setelah erupsi
Hasil akhir Membeku menjadi batuan Material vulkanik mengendap

Perbedaan Lava dan Lahar dari Bahan Penyusunnya

Salah satu cara paling mudah membedakan lava dan lahar adalah dengan melihat bahan penyusunnya.

  • Lava berasal dari magma

Lava pada dasarnya merupakan magma yang sudah mencapai permukaan. Karena itu, bahan utamanya berupa batuan dalam kondisi cair.

  • Lahar terdiri dari air dan material vulkanik

Lahar dapat membawa campuran air, lumpur, abu, pasir, kerikil, batu, dan material lain yang berada di lereng gunung api.

  • Lava nggak membutuhkan air untuk terbentuk

Air bukan komponen utama dalam pembentukan lava. Lava terbentuk ketika magma keluar ke permukaan.

  • Lahar membutuhkan air atau cairan

Air berperan penting dalam membuat material vulkanik bergerak sebagai aliran lahar. Hujan deras menjadi salah satu pemicu yang umum.

Apakah Lahar Selalu Panas?

Nggak. Lahar bisa berupa aliran panas maupun dingin, tergantung bagaimana aliran tersebut terbentuk.

Jenis kondisi Penjelasan
Lahar panas Dapat terbentuk ketika air bercampur dengan material vulkanik yang masih sangat panas
Lahar dingin Dapat terbentuk ketika hujan membawa endapan vulkanik yang sudah berada di permukaan
Setelah erupsi Endapan abu dan material vulkanik dapat kembali bergerak ketika terkena hujan
Saat erupsi Air dari pencairan salju atau es maupun sumber air lain dapat bercampur dengan material vulkanik

USGS menjelaskan bahwa lahar dapat terbentuk saat erupsi maupun setelah erupsi, termasuk ketika hujan menggerakkan kembali endapan vulkanik yang berada di lereng.

Apa yang Menyebabkan Lahar?

Ada beberapa kondisi yang dapat menyebabkan terbentuknya lahar, yaitu:

  • Hujan deras

Air hujan dapat mengikis endapan abu dan material vulkanik yang menumpuk di lereng. Ketika jumlah air dan material cukup banyak, keduanya dapat bergerak sebagai aliran lahar.

  • Pencairan salju atau es

Pada gunung api yang memiliki lapisan salju atau es, panas dari aktivitas vulkanik dapat mencairkannya. Air hasil pencairan kemudian dapat bercampur dengan material vulkanik.

  • Jebolnya danau kawah

Air dari danau kawah dapat keluar dan membawa material vulkanik di sekitarnya. Kondisi ini dapat menghasilkan aliran lahar.

  • Material vulkanik yang menumpuk

Semakin banyak endapan vulkanik yang berada di lereng, semakin banyak pula material yang berpotensi terbawa air ketika terjadi hujan deras.

Seberapa Jauh Lava dan Lahar Bisa Bergerak?

Jarak pergerakan lava dan lahar nggak selalu sama. Banyak faktor yang memengaruhinya, mulai dari bentuk medan hingga volume material.

Lava:

  • Bergerak dari pusat keluarnya magma
  • Mengikuti kemiringan permukaan
  • Dipengaruhi tingkat kekentalan lava
  • Dapat melambat ketika kehilangan panas
  • Berhenti ketika membeku atau terhalang medan

Lahar:

  • Mengikuti lembah dan saluran sungai
  • Dapat membawa material dalam jumlah besar
  • Bisa bergerak jauh dari sumber gunung api
  • Dapat terus mengalir ke bagian hilir
  • Berpotensi mencapai wilayah yang jauh dari kawah

USGS mencatat bahwa lahar berukuran besar dapat bergerak hingga puluhan bahkan ratusan kilometer melalui jaringan lembah dan sungai.

Mengapa Lahar Bisa Mencapai Wilayah Jauh dari Gunung?

Lahar memiliki karakter yang berbeda dari lava karena alirannya sangat berkaitan dengan air dan jaringan sungai.

  • Mengikuti saluran sungai

Material lahar dapat masuk ke sungai yang berhulu di kawasan gunung api dan kemudian bergerak mengikuti aliran tersebut.

  • Memiliki kandungan air tinggi

Air membuat campuran material menjadi lebih mudah bergerak dibandingkan material vulkanik kering.

  • Membawa material dalam jumlah besar

Aliran lahar dapat mengangkut batu, pasir, lumpur, dan material lainnya sepanjang jalurnya.

  • Dapat terus bergerak ke arah hilir

Selama kondisi aliran masih mendukung, material lahar dapat bergerak semakin jauh dari sumbernya.

Mana yang Lebih Berbahaya, Lava atau Lahar?

Keduanya dapat berbahaya, tetapi jenis ancamannya berbeda.

Bahaya Lava

  • Suhu sangat tinggi

Lava dapat membakar benda yang berada di jalur alirannya.

  • Menghancurkan objek di permukaan

Bangunan, tumbuhan, jalan, dan fasilitas lain dapat tertutup atau rusak apabila berada di jalur lava.

  • Membentuk permukaan baru

Setelah membeku, lava dapat menutupi permukaan tanah dan membentuk lapisan batuan baru.

Bahaya Lahar

  • Membawa batu berukuran besar

Aliran lahar dapat mengangkut material berukuran besar yang memiliki daya rusak tinggi.

  • Menerjang sungai dan lembah

Lahar dapat bergerak cepat melalui saluran sungai dan lembah.

  • Mengubur wilayah

Material lumpur dan batu yang terbawa aliran dapat menutupi jalan, lahan, jembatan, hingga bangunan.

  • Dapat mencapai wilayah jauh

Karena mengikuti jaringan sungai, bahaya lahar nggak hanya berada di sekitar kawah.

Contoh Lava dan Lahar di Gunung Merapi

Gunung Merapi merupakan salah satu contoh gunung api di Indonesia yang memiliki potensi bahaya berupa lava dan lahar.

Badan Geologi dalam laporan aktivitas Merapi mencatat adanya potensi bahaya guguran lava serta mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai lahar, terutama ketika terjadi hujan di sekitar Gunung Merapi.

Perbedaan keduanya dapat dilihat dari karakter bahayanya:

Lava di Merapi Lahar di Merapi
Berkaitan dengan aktivitas erupsi Berkaitan dengan air dan endapan material
Berupa material batuan panas Berupa aliran material bercampur air
Bergerak dari area gunung Dapat mengikuti sungai
Bahaya utama berada di jalur aliran lava Bahaya dapat meningkat ketika hujan
Material akhirnya membeku Material dapat mengendap di sepanjang aliran

Apa yang Terjadi Setelah Lahar Berhenti Mengalir?

Ketika energi aliran berkurang, material yang dibawa lahar akan mulai mengendap.

  • Material berukuran besar dapat mengendap lebih cepat
  • Pasir dan kerikil dapat tertinggal di sepanjang aliran
  • Lumpur dan material yang lebih halus dapat terbawa lebih jauh
  • Endapan dapat menumpuk di sungai dan lembah
  • Endapan lama masih dapat terbawa kembali oleh aliran air berikutnya

Karena itu, material lahar nggak selalu langsung hilang setelah satu kali aliran. Endapan yang tersisa dapat menjadi sumber material untuk aliran berikutnya ketika kondisi mendukung.

Wilayah yang Perlu Diwaspadai dari Lava dan Lahar

 

Bahaya Wilayah yang perlu diperhatikan
Lava Lereng dan jalur aliran dari pusat erupsi
Lava Area yang berada di arah pergerakan lava
Lahar Lembah di sekitar gunung
Lahar Sungai yang berhulu di gunung api
Lahar Wilayah hilir dari jalur aliran
Lahar Daerah yang memiliki banyak endapan vulkanik

Perbedaan jalur ini penting dalam mitigasi bencana. Wilayah yang aman dari aliran lava belum tentu aman dari lahar apabila berada di sepanjang sungai yang menjadi jalur aliran material vulkanik.

Kesimpulan

Jadi, Grameds, lava dan lahar merupakan dua hal yang berbeda. Lava adalah batuan cair yang keluar dari gunung api, sedangkan lahar merupakan aliran air yang membawa material vulkanik. 

Keduanya dapat berbahaya, tetapi memiliki proses terbentuk dan cara bergerak yang berbeda. Dengan memahami perbedaannya, kita bisa lebih mudah mengenali bahaya yang dapat terjadi di sekitar gunung api.

 

Rekomendasi Buku Terkait

Menjaga Nusantara Tetap Hijau – Kebijakan Indonesia Menghadapi Isu Perubahan Iklim

Menjaga Nusantara Tetap Hijau - Kebijakan Indonesia Menghadapi Isu Perubahan Iklim

 

Perubahan iklim semakin terasa dalam kehidupan sehari-hari, terutama bagi masyarakat yang bergantung langsung pada alam seperti nelayan. Kondisi ini membuat masyarakat harus memiliki ketahanan dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi perubahan lingkungan yang terus terjadi. Di sisi lain, muncul pertanyaan mengenai peran pemerintah dalam menghadapi perubahan iklim serta sejauh mana aturan dan kebijakan yang ada mampu melindungi sumber daya alam.

Why? Climate Change: Perubahan Iklim  

Why? Climate Change: Perubahan Iklim

Perubahan iklim semakin nyata melalui berbagai kejadian seperti banjir, kebakaran hutan, dan cuaca panas ekstrem di berbagai belahan dunia. Kenaikan suhu Bumi, mencairnya gletser, naiknya permukaan laut, serta terancamnya berbagai jenis hewan menjadi tanda bahwa perubahan iklim dapat berdampak langsung pada kehidupan manusia dan lingkungan. Why? Climate Change – Perubahan Iklim menjelaskan penyebab dan dampak perubahan iklim melalui cerita fiksi yang diperankan oleh Omji dan Komji. Informasi sains disampaikan dengan cara yang ringan dan menarik sehingga lebih mudah dipahami. Selain mengenalkan masalah perubahan iklim, buku ini juga menunjukkan berbagai langkah sederhana yang dapat dilakukan untuk membantu menjaga Bumi, seperti mengurangi penggunaan kendaraan pribadi dan memilih transportasi umum.

Kitab Iklim 

Kitab Iklim

Perubahan iklim menjadi salah satu tantangan terbesar bagi kehidupan di Bumi, tetapi masih ada kesempatan untuk memperbaiki keadaan. Dalam buku ini, Greta Thunberg mengumpulkan pengetahuan dari lebih dari seratus ahli dalam berbagai bidang untuk menjelaskan perubahan iklim, dampaknya, serta langkah yang dapat dilakukan untuk menghadapinya. Buku ini menekankan pentingnya memahami perubahan iklim berdasarkan ilmu pengetahuan dan mengambil tindakan sebelum keadaan menjadi semakin buruk. Meskipun masalahnya besar, masih ada harapan jika berbagai pihak mau bergerak bersama dan mulai melakukan perubahan sejak sekarang.

About the author

Laura Saraswati

Gramedia Literasi