Environment Geografi Kesehatan

10 Kasus Karhutla Terparah di Dunia yang Pernah Mengguncang Berbagai Negara!

Written by Dzikri Nurul Hakim

Kasus Karhutla Terparah di Dunia – Halo, Grameds! Kebakaran hutan dan lahan bukan hanya terjadi di Indonesia. Berbagai negara juga pernah mengalami kebakaran dalam skala sangat besar, bahkan mencapai jutaan hektar.

Besarnya sebuah kebakaran bisa dilihat dari berbagai hal, seperti luas wilayah yang terbakar, jumlah korban, kerusakan lingkungan, hingga dampaknya terhadap masyarakat. 

Berikut beberapa kasus karhutla terparah di dunia yang penting untuk diketahui.

1. Kebakaran Taiga Siberia 2003

Salah satu kebakaran terbesar berdasarkan luas wilayah terjadi di kawasan Taiga Siberia, Rusia, pada 2003.

Diperkirakan sekitar 47 juta acre atau sekitar 19 juta hektar lahan terbakar. Kebakaran dalam skala tersebut membuat wilayah Siberia tertutup asap dan menghasilkan emisi dalam jumlah sangat besar. 

Kawasan Siberia memang memiliki wilayah hutan yang sangat luas sehingga kebakaran dalam jumlah besar dapat berdampak pada area yang sangat luas.

2. Black Summer Australia 2019–2020

Grameds mungkin pernah mendengar istilah Black Summer. Istilah tersebut merujuk pada musim kebakaran besar yang melanda Australia pada 2019 hingga 2020 silam.

Kebakaran ini membakar puluhan juta hektar wilayah Australia. Data pemerintah Australia mencatat estimasi area terbakar sekitar 24–40 juta hektar di berbagai negara bagian dan teritori wilayahnya. 

Kebakaran tersebut juga menyebabkan korban jiwa, menghancurkan rumah dan fasilitas, serta memberikan dampak besar terhadap ekosistem.

Salah satu penelitian memperkirakan lebih dari 18 juta hektar terbakar dalam periode tersebut, menunjukkan betapa besarnya skala bencana ini. 

3. Kebakaran Northwest Territories Kanada 2014

Kanada juga memiliki sejarah kebakaran hutan dalam skala besar. Salah satunya terjadi di Northwest Territories pada 2014.

Kebakaran tersebut membakar jutaan hektar lahan dan termasuk salah satu musim kebakaran terbesar di Kanada pada abad ke-21. Beberapa sumber mencatat luas area terbakar sekitar 8,4 juta acre. 

Kawasan yang luas dan kondisi alam yang mendukung penyebaran api membuat proses penanganannya menjadi tantangan besar.

4. Kebakaran Hutan Rusia 2021

Rusia kembali mengalami kebakaran besar pada 2021. Berdasarkan sejumlah data, luas wilayah yang terbakar mencapai sekitar 200.000 km² jika dihitung berdasarkan cakupan kebakaran yang dilaporkan untuk tahun tersebut. 

Besarnya wilayah Rusia membuat kebakaran di kawasan terpencil dapat berkembang dalam skala yang sangat luas. Siberia menjadi salah satu wilayah yang sering menjadi perhatian ketika musim kebakaran berlangsung.

5. Kebakaran Hutan Indonesia 1997–1998

Indonesia juga pernah mengalami salah satu periode kebakaran hutan dan lahan paling parah dalam sejarahnya pada 1997–1998.

Kebakaran melanda sejumlah wilayah, terutama di Sumatra dan Kalimantan. Asap dari kebakaran bahkan menyebar hingga ke beberapa negara tetangga.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian internasional karena dampaknya terhadap kualitas udara, kesehatan masyarakat, lingkungan, dan aktivitas ekonomi.

Indonesia kembali mengalami kebakaran besar pada tahun-tahun berikutnya. Karena karakteristik lahan gambut, kebakaran di beberapa wilayah juga dapat bertahan lama dan sulit dipadamkan.

6. Kebakaran Amazon 2019

Kawasan Amazon mengalami peningkatan kebakaran yang menjadi sorotan dunia pada 2019. Kebakaran terjadi di beberapa wilayah Amazon, termasuk Brasil dan negara-negara lain di kawasan tersebut.

Data mengenai luas area terdampak berbeda-beda tergantung metode pengukuran. Salah satu estimasi mencatat sekitar 906.000 hektar area terdampak kebakaran di Amazon pada 2019. 

Peristiwa ini mendapat perhatian besar karena Amazon merupakan salah satu ekosistem paling penting di dunia.

7. Kebakaran Siberia 2019

Selain kebakaran besar pada 2003, Siberia kembali menghadapi kebakaran dalam skala besar pada 2019.

Kawasan Siberia mengalami ribuan kejadian kebakaran selama bertahun-tahun. Penelitian mengenai kebakaran di wilayah tersebut menunjukkan bahwa kebakaran berukuran besar memberikan kontribusi yang sangat signifikan terhadap total area terbakar. 

Kebakaran Siberia juga menjadi perhatian karena asap dapat menyebar dalam jarak yang sangat jauh.

8. Black Saturday Australia 2009

Kalau dilihat dari jumlah korban jiwa, Black Saturday merupakan salah satu kasus kebakaran paling mematikan dalam sejarah Australia.

Peristiwa ini terjadi di Victoria pada 7 Februari 2009. Sebanyak 173 orang meninggal dunia, sementara sekitar 450.000 hektar wilayah terbakar. 

Berbeda dengan kebakaran yang dikenal karena luas wilayahnya, Black Saturday sering dikenang karena besarnya dampak terhadap masyarakat dan banyaknya korban jiwa.

9. Kebakaran Yunani 2007

Yunani juga pernah mengalami kebakaran hutan yang sangat parah pada 2007. Kebakaran terjadi di sejumlah wilayah dan menimbulkan korban jiwa serta kerusakan yang besar.

Data OECD mencatat kebakaran Yunani 2007 menyebabkan 65 korban jiwa dan kerugian ekonomi yang signifikan. 

Peristiwa tersebut menunjukkan bahwa kebakaran hutan juga dapat menjadi ancaman serius di kawasan Mediterania.

10. Kebakaran California 2018

California, Amerika Serikat, beberapa kali mengalami kebakaran besar. Salah satu yang terkenal adalah Mendocino Complex Fire pada 2018.

Kebakaran tersebut membakar sekitar 1.900 km² dan menjadi salah satu kebakaran terbesar dalam sejarah California pada saat itu. 

California juga menghadapi kebakaran lain seperti Camp Fire yang memberikan dampak besar terhadap masyarakat dan permukiman.

Mengapa Karhutla Bisa Menjadi Sangat Besar?

Grameds, ukuran kebakaran nggak hanya ditentukan oleh besar kecilnya sumber api. Kondisi lingkungan juga memiliki pengaruh besar terhadap perkembangan kebakaran.

Beberapa faktor yang dapat membuat kebakaran semakin luas yaitu:

  • Cuaca panas dan kering

Vegetasi kehilangan kelembaban sehingga lebih mudah terbakar.

  • Angin kencang

Api dan bara dapat berpindah dengan lebih cepat.

  • Vegetasi yang melimpah

Rumput, semak, daun, dan pepohonan dapat menjadi bahan bakar.

  • Kekeringan panjang

Kondisi lahan menjadi lebih rentan terhadap api.

  • Lahan gambut

Api dapat menjalar hingga ke bawah permukaan dan sulit dipadamkan.

  • Wilayah yang sulit dijangkau

Petugas membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai lokasi.

Kasus Karhutla Terparah di Dunia Berdasarkan Luas Area

Kalau menggunakan luas area terbakar sebagai salah satu ukuran, beberapa peristiwa yang sering masuk dalam pembahasan kebakaran terbesar antara lain:

Peristiwa Negara Perkiraan skala
Kebakaran Taiga Siberia 2003 Rusia ±47 juta acre
Black Summer 2019–2020 Australia ±24–40 juta ha
Kebakaran Rusia 2021 Rusia ±200.000 km²
Northwest Territories 2014 Kanada ±8,4 juta acre
Black Saturday 2009 Australia ±450.000 ha
Amazon 2019 Amerika Selatan ±906.000 ha

Kasus Karhutla Terparah Nggak Selalu yang Paling Luas

Hal yang menarik, Grameds, adalah kebakaran dengan wilayah terbakar paling luas belum tentu menjadi kebakaran dengan dampak kemanusiaan paling besar.

Ada beberapa ukuran yang dapat digunakan untuk melihat tingkat keparahan sebuah kebakaran:

  • Luas wilayah terbakar.
  • Jumlah korban jiwa.
  • Jumlah rumah yang rusak.
  • Kerusakan ekosistem.
  • Dampak terhadap kualitas udara.
  • Kerugian ekonomi.
  • Durasi kebakaran.
  • Jumlah masyarakat yang harus mengungsi.

Dampak Karhutla Skala Besar bagi Lingkungan

Kebakaran dalam skala besar dapat memberikan dampak yang berlangsung lebih lama daripada periode ketika api berkobar.

  • Hilangnya vegetasi

Area yang terbakar membutuhkan waktu untuk kembali pulih.

  • Kerusakan habitat

Satwa kehilangan tempat hidup dan sumber makanan.

  • Pencemaran udara

Asap dapat menyebar ke wilayah yang jauh dari lokasi kebakaran.

  • Pelepasan karbon

Kebakaran vegetasi dan lahan organik dapat menghasilkan emisi dalam jumlah besar.

  • Gangguan ekosistem

Rantai makanan dan keseimbangan lingkungan dapat terganggu.

Dampak Karhutla terhadap Masyarakat

Dampak karhutla juga dapat langsung dirasakan oleh masyarakat.

  • Aktivitas sehari-hari terganggu

Masyarakat dapat kesulitan melakukan kegiatan di luar ruangan.

  • Transportasi terganggu

Asap tebal dapat mengurangi jarak pandang.

  • Sekolah dan pekerjaan terdampak

Kegiatan dapat mengalami penyesuaian ketika kualitas udara memburuk.

  • Kerugian ekonomi

Pertanian, perkebunan, perdagangan, dan sektor lainnya dapat terkena dampak.

  • Masyarakat harus mengungsi

Kebakaran yang mendekati pemukiman dapat membuat warga perlu meninggalkan rumah untuk sementara.

Wilayah Dunia yang Paling Rentan Mengalami Karhutla

Nggak semua wilayah memiliki tingkat risiko kebakaran hutan yang sama. Kondisi iklim, jenis vegetasi, karakter tanah, hingga aktivitas manusia membuat beberapa kawasan jauh lebih mudah mengalami kebakaran besar.

  • Australia dan kawasan Mediterania

Musim panas yang panas dan kering membuat vegetasi mudah terbakar, terutama ketika disertai angin kencang.

  • Amerika Utara

Beberapa wilayah Kanada dan Amerika Serikat menghadapi musim kebakaran yang panjang, terutama ketika suhu tinggi dan kondisi hutan sangat kering.

  • Siberia dan wilayah boreal

Hutan boreal menyimpan banyak material organik yang dapat menjadi bahan bakar ketika kondisi panas dan kering berlangsung lama.

  • Asia Tenggara

Indonesia dan negara di sekitarnya memiliki risiko tinggi pada lahan gambut yang mengering. Kebakaran gambut juga dapat menghasilkan asap pekat dan bertahan lebih lama.

  • Kawasan tropis tertentu

Perubahan penggunaan lahan, deforestasi, dan pembukaan lahan dengan api dapat meningkatkan kemungkinan munculnya kebakaran dalam skala besar.

Mengapa Kebakaran Gambut Lebih Sulit Dipadamkan?

Salah satu karakteristik yang membuat kebakaran gambut berbeda adalah api nggak selalu hanya berada di permukaan. 

Gambut yang kering dapat terbakar dan membara di bawah permukaan sehingga api lebih sulit terlihat dan dipadamkan sepenuhnya.

  • Api dapat membara di bawah tanah

Api bisa terus menyala di lapisan gambut meskipun permukaan terlihat sudah aman.

  • Membutuhkan banyak air

Proses pemadaman nggak cukup hanya membasahi permukaan karena sumber api dapat berada lebih dalam.

  • Asap dapat bertahan lama

Pembakaran bahan organik menghasilkan asap dan partikel yang dapat mengganggu kualitas udara.

  • Risiko muncul kembali

Area yang terlihat padam masih perlu dipantau karena bara di bawah permukaan dapat kembali memicu kebakaran.

  • Dampaknya bukan hanya lokal

Asap dari kebakaran gambut dapat bergerak jauh mengikuti kondisi atmosfer dan memengaruhi wilayah lain.

Berapa Lama Ekosistem Pulih Setelah Karhutla Besar?

Padamnya api bukan berarti masalah selesai. Setelah kebakaran besar, proses pemulihan ekosistem dapat berlangsung dalam waktu panjang dan hasilnya bergantung pada tingkat kerusakan, jenis ekosistem, serta kondisi lingkungan setelah kebakaran.

  • Vegetasi membutuhkan waktu untuk tumbuh kembali

Area yang terbakar berat dapat kehilangan tutupan vegetasi dalam jumlah besar.

  • Kondisi tanah dapat berubah

Kebakaran dapat memengaruhi struktur dan kandungan bahan organik tanah.

  • Satwa kehilangan habitat

Pemulihan tidak hanya berkaitan dengan tumbuhnya tanaman, tetapi juga kembalinya satwa dan rantai makanan.

  • Lahan gambut membutuhkan perhatian khusus

Rewetting atau pembasahan kembali menjadi salah satu pendekatan penting untuk mengurangi risiko kebakaran berulang.

  • Pemulihan harus berlangsung jangka panjang

Restorasi tak cukup bila hanya dilakukan sesaat setelah kebakaran. Pemantauan dan pengelolaan berkelanjutan juga perlu diberlakukan guna mendukung kesuksesan pemulihan.

Apa yang Terjadi pada Ekonomi Setelah Kebakaran Besar?

Kerugian akibat karhutla tidak berhenti semata pada biaya pemadaman. Kebakaran besar juga dapat mengganggu aktivitas ekonomi dalam jangka pendek maupun panjang.

Kerugiannya dapat berasal dari berbagai sektor, seperti pertanian, kehutanan, pariwisata, transportasi, kesehatan, hingga aktivitas bisnis. Penelitian mengenai kebakaran Indonesia menunjukkan bahwa kerugian ekonomi dari kebakaran besar dapat mencapai puluhan miliar dolar.

  • Produktivitas masyarakat menurun

Asap dan kondisi lingkungan yang buruk dapat membuat aktivitas kerja terganggu.

  • Biaya kesehatan meningkat

Gangguan akibat polusi asap dapat meningkatkan kebutuhan pelayanan kesehatan.

  • Sektor transportasi terdampak

Jarak pandang yang buruk dan kondisi udara dapat mengganggu perjalanan darat maupun penerbangan.

  • Pariwisata mengalami penurunan

Destinasi yang tertutup asap atau berada di wilayah terdampak dapat kehilangan wisatawan.

  • Anggaran pemerintah ikut terbebani

Dana harus dialokasikan untuk pemadaman, evakuasi, kesehatan, hingga pemulihan lingkungan.

Kesimpulan

Grameds, kasus karhutla terparah di dunia terjadi di berbagai negara dengan karakteristik dan dampak yang berbeda. 

Kebakaran Taiga Siberia, Black Summer Australia, kebakaran besar Rusia dan Kanada, kebakaran Amazon, hingga kebakaran Indonesia 1997–1998 menjadi contoh bagaimana kebakaran hutan dan lahan dapat berkembang menjadi bencana berskala besar.

 

Penulis: Yulian Dwi Nugroho

 

Rekomendasi Buku Terkait

1. Ekologi Hutan

Ekologi Hutan

Hutan memiliki peran besar dalam menjaga kehidupan dan keseimbangan lingkungan. Karena itu, pengelolaan hutan perlu mempertimbangkan berbagai aspek ekologi agar keberadaannya tetap terjaga. Buku Ekologi Hutan mengulas dasar-dasar ekologi yang berkaitan dengan hutan, seperti konsep ekosistem, tipe-tipe ekosistem, serta berbagai hal penting dalam kajian ekologi hutan. Materinya disusun secara lengkap dan sistematis sehingga dapat membantu memahami mata kuliah Ekologi Hutan dengan lebih mudah. Buku ini terutama ditujukan bagi mahasiswa kehutanan, tetapi juga dapat menjadi tambahan bacaan bagi pengajar dan siapa saja yang memiliki ketertarikan pada hutan serta lingkungan hidup.

2. View Puncak Gunung Nusantara

View Puncak Gunung Nusantara

Indonesia memiliki banyak gunung dengan pemandangan yang indah dan karakter yang berbeda-beda. View Puncak Gunung Nusantara mengajak pembaca mengenal berbagai gunung di Indonesia melalui gambaran keindahan alamnya.

Uraian dalam buku ini juga dapat membangkitkan keinginan untuk mencoba mendaki, termasuk menjelajahi gunung yang berada di sekitar daerah tempat tinggal. Selain menikmati alam, kegiatan mendaki juga dapat menjadi pengalaman untuk melatih keberanian dan mental.

3. Jejak Insan Utama: Gunung Andong

Jejak Insan Utama

Pendakian Gunung Andong dalam buku ini bukan sekadar perjalanan menuju puncak. Para pendaki datang dengan tujuan yang lebih dalam, yaitu mencari pemahaman tentang diri sendiri sekaligus mendekatkan hati kepada Allah melalui keindahan alam. Langit, angin, dan suasana pegunungan menjadi bagian dari perjalanan yang penuh renungan. Kisahnya menawarkan pengalaman spiritual yang mengajak pembaca melihat pendakian dari sudut pandang yang lebih personal.

4. Komunikasi, Kunci Mitigasi Gunung Berapi

Komunikasi, Kunci, Mitigasi Gunung Berapi

Letusan gunung berapi memang nggak dapat dicegah, tetapi dampak dan risikonya dapat dikurangi melalui mitigasi yang tepat. Buku ini menyoroti pentingnya komunikasi dalam menghadapi bencana gunung berapi, terutama agar informasi dapat diterima masyarakat dengan cepat dan jelas. Salah satu contohnya terlihat setelah erupsi Gunung Sinabung, ketika penggunaan handy talkie membantu menyampaikan informasi dari aparat desa kepada warga sekaligus mengurangi kepanikan.

5. Science World – Bukit Gunung Pegunungan

Bukit Gunung Pegunungan

Mengapa permukaan Bumi memiliki bukit, gunung, dan pegunungan? Buku Science World – Bukit Gunung Pegunungan mengajak pembaca mencari jawabannya melalui petualangan yang mengenalkan berbagai proses pembentukan permukaan Bumi. Pembahasannya berkaitan dengan tenaga endogen dan eksogen, komposisi serta sifat Bumi, sejarah pembentukannya, hingga perkiraan usia Bumi. Penyajiannya dibuat menarik agar pengetahuan tentang ilmu kebumian lebih mudah dipahami.

About the author

Dzikri Nurul Hakim

Gramedia Literasi