Bahasa Tips dan Trik

Mengenal Deep Reading: Pengertian, Manfaat, Cara Melatih, dan Perbedaannya dengan Skimming

Written by Laura Saraswati

deep reading adalah – Grameds, Deep reading menjadi topik yang semakin krusial di tengah pesatnya arus informasi digital.

Saat kebiasaan membaca cepat (skimming) kerap membuat kita kehilangan esensi tulisan, teknik membaca mendalam ini hadir sebagai solusi untuk memahami bacaan secara lebih utuh dan kritis.

Lantas, apa sebenarnya deep reading, apa saja manfaatnya bagi perkembangan berpikir, dan bagaimana cara efektif melatihnya? Mari kita bedah bersama, Grameds!

Apa Itu Deep Reading?

Deep reading adalah teknik membaca secara mendalam dengan memberikan perhatian penuh pada isi bacaan. Saat melakukan deep reading, seseorang nggak hanya membaca kata demi kata, tetapi juga mencoba memahami ide utama, pesan penulis, hingga hubungan antarbagian dalam sebuah teks.

Teknik ini sering digunakan ketika membaca buku, jurnal ilmiah, karya sastra, maupun artikel yang membutuhkan pemahaman lebih mendalam.

Ciri-Ciri Deep Reading

Grameds, berikut beberapa ciri utama dari deep reading.

  • Membaca dengan fokus tanpa banyak gangguan.
  • Memahami isi bacaan secara menyeluruh.
  • Menganalisis informasi yang diperoleh.
  • Menghubungkan bacaan dengan pengalaman atau pengetahuan sebelumnya.
  • Melakukan refleksi setelah selesai membaca.

Manfaat Deep Reading

Deep reading memiliki banyak manfaat, terutama bagi pelajar, mahasiswa, maupun siapa saja yang ingin meningkatkan kemampuan berpikir.

  • Memahami Bacaan Lebih Mendalam

Pembaca dapat menangkap informasi secara lebih lengkap sehingga isi bacaan lebih mudah dipahami.

  • Melatih Berpikir Kritis

Deep reading membantu seseorang menganalisis isi bacaan, membandingkan pendapat, serta menarik kesimpulan secara logis.

  • Meningkatkan Daya Ingat

Karena memahami isi bacaan dengan baik, informasi akan lebih mudah diingat dalam jangka panjang.

  • Menambah Kosakata

Semakin sering membaca secara mendalam, semakin banyak kosakata baru yang dapat dipelajari.

  • Meningkatkan Konsentrasi

Deep reading melatih otak untuk tetap fokus dalam waktu yang lebih lama.

Perbedaan Deep Reading dan Skimming

Grameds, deep reading sering disamakan dengan skimming. Padahal, keduanya memiliki tujuan yang berbeda.

Aspek Deep Reading Skimming
Tujuan Memahami isi secara mendalam Menemukan informasi dengan cepat
Kecepatan membaca Lambat Cepat
Tingkat fokus Sangat tinggi Sedang
Hasil yang diperoleh Pemahaman menyeluruh Gambaran umum bacaan
Cocok digunakan Buku, jurnal, karya ilmiah Artikel berita, pencarian informasi

 

Kapan Deep Reading Sebaiknya Digunakan?

Grameds, teknik ini paling tepat digunakan pada situasi berikut.

  • Saat membaca buku pelajaran.
  • Ketika mempelajari jurnal ilmiah.
  • Saat membaca novel atau karya sastra.
  • Ketika mempersiapkan ujian.
  • Saat melakukan penelitian.

Cara Melatih Deep Reading

Jika belum terbiasa, Grameds bisa mulai melatih kemampuan deep reading melalui beberapa langkah berikut.

  • Pilih Tempat yang Tenang

Lingkungan yang nyaman membantu menjaga fokus selama membaca.

  • Hindari Gangguan

Matikan notifikasi ponsel atau perangkat lain agar perhatian nggak mudah teralihkan.

  • Beri Tanda pada Bagian Penting

Gunakan stabilo atau catatan kecil untuk menandai informasi yang dianggap penting.

  • Catat Ide Utama

Tuliskan poin-poin penting agar isi bacaan lebih mudah dipahami.

  • Luangkan Waktu untuk Refleksi

Setelah selesai membaca, coba pikirkan kembali isi bacaan dan pelajaran yang diperoleh.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Saat Deep Reading

Grameds, ada beberapa kebiasaan yang justru membuat deep reading menjadi kurang efektif.

  • Membaca sambil membuka media sosial.
  • Terlalu terburu-buru menyelesaikan bacaan.
  • Melewatkan bagian yang dianggap sulit.
  • Nggak membuat catatan penting.
  • Langsung berpindah ke bacaan lain tanpa memahami isi sebelumnya.

Siapa yang Perlu Melakukan Deep Reading?

Teknik ini cocok diterapkan oleh berbagai kalangan, seperti:

  • Pelajar.
  • Mahasiswa.
  • Guru dan dosen.
  • Peneliti.
  • Penulis.
  • Profesional yang sering membaca dokumen.

Tips Agar Deep Reading Lebih Efektif

Grameds, berikut beberapa tips yang bisa dicoba.

  • Tentukan tujuan sebelum mulai membaca.
  • Siapkan waktu khusus untuk membaca.
  • Gunakan buku fisik jika lebih nyaman.
  • Buat ringkasan setelah selesai membaca.
  • Diskusikan isi bacaan dengan orang lain.

Deep Reading di Era Digital

Meski kini banyak informasi tersedia dalam bentuk digital, deep reading tetap relevan. 

Justru, kemampuan membaca secara mendalam menjadi semakin penting karena kita setiap hari dibanjiri informasi dari berbagai sumber.

Dengan deep reading, Grameds bisa memilah informasi, memahami konteks, dan menghindari kesalahpahaman saat menerima suatu informasi.

Apakah Deep Reading Sulit Dipelajari?

Deep reading bukan kemampuan yang muncul secara instan. Namun, siapa pun bisa melatihnya secara bertahap.

Mulailah dengan membaca selama 15–20 menit setiap hari tanpa gangguan. Seiring waktu, kemampuan memahami bacaan secara mendalam akan meningkat dengan sendirinya.

Faktor yang Memengaruhi Kemampuan Deep Reading

Grameds, kemampuan melakukan deep reading dipengaruhi oleh beberapa faktor. Semakin baik faktor-faktor ini, semakin mudah seseorang memahami isi bacaan.

  • Konsentrasi

Kemampuan fokus menjadi kunci utama agar pembaca dapat memahami informasi secara mendalam.

  • Minat terhadap Bacaan

Membaca topik yang menarik biasanya membuat proses memahami isi buku menjadi lebih mudah.

  • Lingkungan Membaca

Suasana yang tenang dan nyaman dapat membantu meningkatkan fokus selama membaca.

  • Kondisi Fisik

Tubuh yang cukup istirahat membuat otak lebih siap menerima dan mengolah informasi.

Contoh Penerapan Deep Reading dalam Kehidupan Sehari-hari

Deep reading nggak hanya digunakan saat belajar di sekolah atau kampus. Berikut beberapa contoh penerapannya.

  • Membaca novel untuk memahami karakter dan alur cerita.
  • Mempelajari buku pengembangan diri agar lebih mudah menerapkan isinya.
  • Membaca jurnal ilmiah sebelum menyusun penelitian.
  • Memahami isi kontrak atau dokumen penting sebelum menandatanganinya.
  • Membaca buku sejarah untuk memahami hubungan antarperistiwa.

Kebiasaan yang Mendukung Deep Reading

Grameds, beberapa kebiasaan berikut dapat membantu meningkatkan kemampuan deep reading.

  • Membaca secara rutin setiap hari.
  • Menentukan target bacaan yang realistis.
  • Membuat catatan singkat setelah membaca.
  • Mengurangi gangguan dari media sosial.
  • Mengulas kembali isi bacaan beberapa hari kemudian.

Tantangan Deep Reading di Era Digital

Perkembangan teknologi membuat deep reading menjadi lebih menantang. Beberapa penyebabnya antara lain:

  • Terlalu sering berpindah dari satu informasi ke informasi lain.
  • Banyaknya notifikasi dari perangkat digital.
  • Kebiasaan membaca singkat di media sosial.
  • Sulit mempertahankan fokus dalam waktu lama.
  • Banyaknya distraksi saat membaca melalui gawai.

Buku yang Cocok untuk Melatih Deep Reading

Grameds, beberapa jenis buku berikut sangat cocok digunakan untuk melatih kemampuan deep reading.

Jenis Buku Alasan Cocok untuk Deep Reading
Novel Membantu memahami alur, karakter, dan konflik cerita.
Buku nonfiksi Mengajak pembaca memahami konsep secara mendalam.
Jurnal ilmiah Melatih kemampuan analisis dan berpikir kritis.
Biografi Membantu memahami perjalanan hidup seseorang secara utuh.
Buku filsafat Mengembangkan kemampuan berpikir reflektif dan logis.

Deep Reading vs Close Reading

Grameds, deep reading dan close reading sering dianggap sama, padahal keduanya memiliki fokus yang sedikit berbeda.

Deep Reading Close Reading
Berfokus pada pemahaman isi bacaan secara menyeluruh. Berfokus pada analisis detail kata, kalimat, dan struktur teks.
Digunakan untuk memahami ide utama dan makna bacaan. Digunakan untuk mengkaji bagian tertentu secara lebih rinci.
Cocok untuk berbagai jenis bacaan. Umumnya digunakan dalam kajian sastra atau analisis teks.

Mengapa Deep Reading Penting di Era AI?

Grameds, di tengah perkembangan kecerdasan buatan (AI), kemampuan deep reading menjadi semakin penting karena membantu seseorang:

  • Memilah informasi yang akurat.
  • Memahami konteks suatu pembahasan.
  • Mengembangkan kemampuan berpikir kritis.
  • Menghindari kesalahan dalam menafsirkan informasi.
  • Mengambil keputusan berdasarkan pemahaman yang lebih mendalam.

Cara Mengetahui Apakah Sudah Melakukan Deep Reading

Grameds, berikut beberapa tanda bahwa proses deep reading sudah berjalan dengan baik.

  • Mampu menjelaskan kembali isi bacaan dengan kata-kata sendiri.
  • Memahami hubungan antaride dalam bacaan.
  • Dapat menarik kesimpulan dari isi teks.
  • Mengingat informasi penting lebih lama.
  • Mampu menghubungkan bacaan dengan pengalaman atau pengetahuan yang dimiliki.

Kesimpulan

Grameds, deep reading adalah teknik membaca yang bertujuan memahami isi bacaan secara mendalam melalui proses fokus, analisis, dan refleksi. 

Dibandingkan membaca cepat, teknik ini membantu meningkatkan pemahaman, kemampuan berpikir kritis, konsentrasi, serta daya ingat.

Dengan membiasakan membaca secara mendalam, Grameds nggak hanya memperoleh informasi, tetapi juga mampu memahami makna dan pesan yang terkandung di dalamnya.

Rekomendasi Buku Terkait

  1. Membaca dan Menulis Kritis

Membaca dan Menulis Kritis

Kehadiran buku ajar ini diharapkan bisa menjadi alternatif bagi segenap dosen dalam mempersiapkan materi pembelajaran yang berkaitan dengan Membaca Kritis dan Menulis Kritis. Buku ajar ini sekaligus juga bisa menjadi buku pegangan mahasiswa dalam memahami konsep berpikir kritis, konsep dan tahapan membaca kritis, praktik membaca kritis, konsep serta tahapan menulis kritis, dan praktik menulis kritis. Adapun pelatihan membaca dan menulis kritis diterapkan secara berjenjang pada artikel populer, artikel ilmiah populer, dan artikel ilmiah. Oleh karena rata-rata buku ajar Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi sebagai mata kuliah wajib bagi mahasiswa program diploma dan sarjana belum memasukkan materi “membaca” sebelum materi “menulis”, kehadiran buku ajar ini juga bisa sebagai pelengkap dari buku ajar Bahasa Indonesia di Perguruan Tinggi. 

2. Seni Membaca Buku 

Seni Membaca Buku

Ada perbedaan antara tidak mau membaca dan tidak mampu membaca. Yang pertama menunjuk pada soal kurangnya motivasi intrinsik untuk membaca, yang kedua menunjuk pada soal rendahnya kualitas membaca. Yang pertama adalah soal mentalitas, yang kedua adalah soal keterampilan. Memiliki kemauan membaca itu baik. Namun, tanpa kemampuan membaca, yakni pengetahuan tentang bagaimana cara membaca yang baik, hasilnya tentu juga tidak akan baik. Karena itu, tumbuhnya kemauan membaca (love for reading) haruslah diimbangi dengan berkembangnya kemampuan membaca (how to read). Selanjutnya, ada perbedaan besar antara membaca artikel surat kabar, email, rambu-rambu lalu lintas, atau iklan, dengan membaca buku. Yang pertama cenderung bersifat ekstensif, yang kedua cenderung bersifat intensif. Yang pertama cenderung dilakukan untuk memperoleh informasi, yang kedua dilakukan untuk memperoleh pemahaman. Singkatnya, berbeda dengan aktivitas membaca bacaan-bacaan lain, membaca buku itu ada seninya. Di dalam buku ini, seni membaca buku adalah proses di mana pikiran, tanpa bantuan apapun kecuali kata-kata di dalam buku, dapat meningkatkan pemahaman (pikiran bergerak dari kurang paham ke lebih paham). Untuk berpindah dari kurang paham ke lebih paham hanya dengan menggunakan pikiran kamu sendiri jelas perlu usaha keras, perlu lebih aktif, perlu lebih banyak kegiatan, perlu lebih banyak keterampilan untuk melakukan berbagai tindakan yang perlu, perlu memahami kaidah-kaidah penafsiran. Nah, tunggu apa lagi? Jika Anda ingin menjadi pembaca buku yang efektif, bacalah buku ini. 

3. Belajar Membaca Perjanjian Baru 

Belajar Membaca Perjanjian Baru

Kitab Suci Perjanjian Baru (KSPB) merupakan buku yang sudah tua sekali, ditulis dalam periode waktu dan lingkungan yang sangat berbeda dengan zaman sekarang. Pengetahuan tentang perbedaan itu sangat diperlukan untuk menangkap pesan dari KSPB. Untuk itu, buku ini hadir agar pembaca mendapatkan informasi mengenai latar belakang historis Perjanjian Baru, peristiwa dan pengaruh di masyarakat pada zaman Yesus dan Gereja Perdana. Akan disajikan ulasan mengenai gerakan religius-sosial pada waktu itu. Dibahas pula tentang tradisi-tradisi dari mana akhirnya tulisan-tulisan Perjanjian Baru dan ciri khas literer tulisan-tulisan itu. Selain itu, diuraikan juga bagaimana semua tulisan itu menjadi satu Perjanjian Baru, yang sungguh berwibawa dan menunjukkan norma iman dan etika Kristen. Muncul pula pertanyaan, sejauh mana tulisan-tulisan itu sendiri bisa dipercaya? Bagaimana proses terjadinya Perjanjian Baru sebelum sampai kepada kita sekarang? Sejauh mana teks yang kita baca sekarang sesuai dengan apa yang ditulis hampir dua puluh abad lalu? Akhirnya, bagaimana Perjanjian Baru itu diterima dan dimengerti? Jawaban atas pertanyaan-pertanyaan itu ada dalam buku Belajar Membaca Perjanjian Baru. Semoga buku ini membantu pembaca agar dapat memahami lebih baik kitab suci, yang juga merupakan produk manusia yang beriman. 

3. Teknik Membaca Efektif 

Teknik Membaca Efektif

Keterampilan dasar belajar efektif akan membantu seorang pelajar untuk mencapai kesuksesan di sekolah. Dengan memiliki keterampilan belajar, anak tidak akan memakai cara-cara curang, seperti mencontek hasil pekerjaan temannya atau menjiplak buku pelajaran untuk mendapatkan nilai memuaskan di sekolah. Salah satu keterampilan yang harus dikuasai adalah membaca efektif. Buku ini memberikan kiat praktis keterampilan membaca secara kritis, efektif untuk mengingat kembali, dan mengulang pelajaran. Dengan begitu, materi yang sedang dipelajari akan lebih dipahami sekaligus hafal sehingga saat ulangan tidak repot atau takut lagi. Gunakan teknik membaca kritis dan Formula 5S (SEDOT-SARING-SELEKSI-SERAP-SARIKAN) sebagai “suplemen sekolah” yang efektif membantu para siswa meraih prestasi di sekolah. Lagipula tidak ada kata terlambat untuk mempelajari teknik ini. Oleh karena itu, buku Seri Tools for Study Skills ini bukan cuma ditujukan untuk anak dan orang tua, melainkan juga remaja, mahasiswa, guru, dosen pendidik atau siapa saja yang tertarik untuk mengembangkan keterampilan membaca yang lebih efektif sejak dini. 

 

About the author

Laura Saraswati

Gramedia Literasi