Geografi Trivia

Mengenal Gunung Bromo, Mulai dari Daya Tarik, Lokasi, hingga Harga Tiket

Written by Dzikri Nurul Hakim

Gunung Bromo – Halo, Grameds! Jika berbicara tentang destinasi wisata alam paling terkenal di Indonesia, Gunung Bromo tentu menjadi salah satu nama yang wajib masuk daftar. 

Gunung yang berada di kawasan Jawa Timur ini terkenal karena panorama matahari terbitnya, lautan pasir, serta pemandangan kawah aktif yang memukau.

Lalu, apa saja daya tarik Gunung Bromo dan aktivitas yang bisa dilakukan di sana? Yuk, simak ulasan lengkapnya berikut ini!

Apa Itu Gunung Bromo?

Gunung Bromo adalah gunung berapi aktif yang berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru. Gunung ini memiliki ketinggian sekitar 2.329 meter di atas permukaan laut (mdpl) dan menjadi salah satu gunung paling terkenal di Indonesia.

Nama “Bromo” berasal dari kata “Brahma”, yaitu salah satu dewa utama dalam agama Hindu. Hingga saat ini, Gunung Bromo masih dianggap suci oleh masyarakat Suku Tengger yang tinggal di sekitar kawasan tersebut.

Lokasi Gunung Bromo

Grameds, Gunung Bromo berada di empat wilayah kabupaten di Jawa Timur, yaitu:

  • Kabupaten Probolinggo
  • Kabupaten Pasuruan
  • Kabupaten Lumajang
  • Kabupaten Malang

Lokasinya yang strategis membuat Bromo dapat diakses dari berbagai kota besar di Jawa Timur seperti Malang, Surabaya, dan Probolinggo.

Fakta Menarik Gunung Bromo

Fakta Keterangan
Ketinggian 2.329 mdpl
Status Gunung berapi aktif
Lokasi Jawa Timur
Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru
Suku asli Suku Tengger
Ikon wisata Sunrise dan Lautan Pasir

Daya Tarik Gunung Bromo

1. Sunrise yang Mendunia

Grameds, salah satu alasan utama wisatawan datang ke Gunung Bromo adalah untuk menyaksikan matahari terbit.

Pemandangan sunrise di Bromo bahkan sering disebut sebagai salah satu yang terbaik di Indonesia. Saat fajar tiba, langit perlahan berubah warna dari gelap menjadi jingga keemasan dengan latar Gunung Bromo dan Gunung Semeru yang megah.

2. Lautan Pasir yang Luas

Gunung Bromo memiliki hamparan pasir vulkanik yang sangat luas dan dikenal sebagai Lautan Pasir Bromo.

Area ini menciptakan pemandangan unik yang berbeda dari gunung-gunung lain di Indonesia. Banyak wisatawan memanfaatkan kawasan ini untuk berfoto, berkuda, atau menjelajah menggunakan jeep.

3. Kawah Gunung Bromo

Kawah Bromo menjadi salah satu objek wisata utama yang wajib dikunjungi.

Untuk mencapai kawah, Grameds harus menaiki sekitar 250 anak tangga yang telah disediakan. Dari atas, pengunjung dapat melihat langsung aktivitas kawah yang masih aktif.

4. Bukit Teletubbies

Bukit Teletubbies merupakan kawasan perbukitan hijau yang terkenal karena bentuknya menyerupai latar serial televisi Teletubbies.

Saat musim hujan, kawasan ini tampak sangat hijau dan menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan.

5. Pasir Berbisik

Pasir Berbisik adalah area padang pasir yang terkenal karena suara angin yang berhembus di antara butiran pasir sehingga terdengar seperti bisikan.

Tempat ini juga pernah menjadi lokasi syuting film Indonesia berjudul Pasir Berbisik.

Sejarah Gunung Bromo

Grameds, Gunung Bromo terbentuk akibat aktivitas vulkanik yang terjadi ribuan tahun lalu. Gunung ini merupakan bagian dari kaldera Tengger yang memiliki diameter sekitar 10 kilometer.

Kaldera tersebut terbentuk akibat letusan gunung purba yang sangat besar. Setelah letusan tersebut, muncul beberapa gunung baru di dalam kaldera, termasuk Gunung Bromo yang kita kenal saat ini.

Asal Usul Nama Gunung Bromo

Nama Bromo berasal dari kata Brahma dalam kepercayaan Hindu.

Menurut legenda masyarakat Tengger, kawasan ini memiliki hubungan erat dengan kisah Roro Anteng dan Joko Seger, pasangan yang dipercaya sebagai leluhur Suku Tengger.

Karena itu, Gunung Bromo hingga kini masih menjadi lokasi berbagai upacara adat dan ritual keagamaan.

Legenda Roro Anteng dan Joko Seger

Grameds, legenda ini merupakan cerita rakyat yang sangat terkenal di kawasan Bromo.

Konon, Roro Anteng dan Joko Seger memohon keturunan kepada para dewa. Permohonan mereka dikabulkan dengan syarat anak terakhir harus dikorbankan ke kawah Gunung Bromo.

Setelah memiliki banyak anak, mereka enggan memenuhi janji tersebut. Namun akhirnya, anak bungsu mereka bernama Kusuma rela mengorbankan diri demi keselamatan keluarganya.

Dari kisah inilah kemudian lahir tradisi Yadnya Kasada yang masih dilaksanakan hingga sekarang.

Upacara Yadnya Kasada

Setiap tahun, masyarakat Suku Tengger mengadakan upacara Yadnya Kasada di kawah Gunung Bromo.

Dalam upacara ini, masyarakat mempersembahkan hasil bumi seperti:

  • Sayuran
  • Buah-buahan
  • Beras
  • Ternak

Persembahan tersebut dilemparkan ke kawah sebagai bentuk rasa syukur kepada Sang Pencipta. Upacara ini menjadi salah satu daya tarik budaya yang menarik perhatian wisatawan dari berbagai daerah.

Spot Sunrise Terbaik di Gunung Bromo

Berikut beberapa lokasi terbaik untuk menikmati sunrise.

Spot Sunrise Keunggulan
Penanjakan 1 Spot paling populer
Bukit Kingkong Tidak terlalu ramai
Bukit Cinta Panorama luas
Seruni Point Akses relatif mudah
Mentigen Cocok untuk pemula

 

Aktivitas Seru di Gunung Bromo

1. Menikmati Sunrise

Aktivitas wajib bagi hampir semua wisatawan.

2. Naik Jeep

Jeep menjadi transportasi utama untuk menjelajahi kawasan Bromo.

3. Berkuda di Lautan Pasir

Pengunjung dapat menyewa kuda untuk menuju tangga kawah.

4. Berburu Foto

Bromo memiliki banyak spot fotografi yang sangat menarik.

5. Camping

Beberapa area di sekitar Bromo sering digunakan untuk berkemah.

Jalur Masuk Gunung Bromo

Grameds dapat mengakses Bromo melalui beberapa pintu masuk.

1. Cemoro Lawang (Probolinggo)

Jalur paling populer dan ramai wisatawan.

2. Tosari (Pasuruan)

Memiliki akses yang cukup mudah.

3. Tumpang (Malang)

Sering dipilih wisatawan yang ingin menggunakan jeep wisata.

4. Senduro (Lumajang)

Jalur yang relatif lebih sepi.

Waktu Terbaik Mengunjungi Gunung Bromo

Waktu terbaik untuk berkunjung adalah saat musim kemarau, sekitar Mei hingga Oktober.

Keuntungan datang saat musim kemarau:

  • Sunrise lebih jelas
  • Langit lebih cerah
  • Jalanan tidak terlalu licin
  • Pemandangan lebih maksimal

Perlengkapan yang Wajib Dibawa ke Bromo

Perlengkapan Fungsi
Jaket tebal Menghangatkan tubuh
Sarung tangan Mengurangi udara dingin
Masker Melindungi dari debu pasir
Sepatu nyaman Memudahkan berjalan
Kamera Mengabadikan pemandangan
Air minum Mencegah dehidrasi

Tips Berkunjung ke Gunung Bromo

1. Datang Sebelum Subuh

Agar tidak melewatkan momen sunrise.

2. Gunakan Pakaian Hangat

Suhu di Bromo bisa mencapai di bawah 10°C pada dini hari.

3. Siapkan Masker

Debu vulkanik cukup sering berterbangan.

4. Pesan Penginapan Lebih Awal

Terutama saat musim liburan.

5. Hormati Adat Setempat

Bromo merupakan kawasan yang memiliki nilai budaya dan spiritual bagi masyarakat Tengger.

Kuliner Khas yang Bisa Dicoba di Sekitar Bromo

Nah, setelah puas menjelajah Bromo, jangan lupa juga untuk mencicipi beberapa kuliner khas daerah sekitar, Grameds. Beberapa kuliner yang bisa kamu coba di antaranya:

  • Jagung bakar
  • Bakso Malang
  • Rawon
  • Nasi aron Tengger
  • Wedang jahe

Kuliner hangat ini sangat cocok dinikmati setelah menghadapi udara dingin khas Bromo.

Bromo Saat Musim Hujan dan Musim Kemarau

Setiap musim memberikan pengalaman yang berbeda saat berkunjung ke Bromo.

Musim Kondisi
Kemarau Langit cerah, sunrise maksimal, debu lebih banyak
Penghujan Vegetasi lebih hijau, kabut lebih sering muncul

Biaya Wisata ke Gunung Bromo

Grameds, biaya perjalanan ke Bromo biasanya terdiri dari beberapa komponen:

  • Tiket masuk kawasan taman nasional
  • Sewa jeep
  • Penginapan
  • Makan dan minum
  • Transportasi menuju Bromo
  • Sewa kuda (opsional)

Besaran biaya dapat berbeda tergantung jalur masuk, musim liburan, dan jenis paket wisata yang dipilih.

Bromo untuk Solo Traveler

Banyak orang mengira Bromo hanya cocok untuk rombongan. Padahal, destinasi ini juga cukup ramah untuk solo traveler.

Beberapa keuntungan traveling sendiri ke Bromo:

  • Lebih fleksibel menentukan jadwal
  • Banyak pilihan open trip
  • Mudah bertemu wisatawan lain
  • Banyak penginapan backpacker

Jika ingin lebih hemat, Grameds bisa bergabung dengan open trip yang banyak tersedia dari Surabaya, Malang, maupun Probolinggo.

Kesalahan yang Sering Dilakukan Wisatawan di Bromo

Berikut beberapa kesalahan yang sebaiknya dihindari.

  1. Tidak membawa pakaian hangat
    Suhu dini hari di Bromo bisa sangat dingin.
  2. Mengabaikan masker
    Debu vulkanik cukup sering berterbangan, terutama saat musim kemarau.
  3. Datang terlalu siang
    Jika ingin menikmati sunrise, Grameds perlu berangkat sebelum subuh.
  4. Tidak memeriksa cuaca
    Kabut tebal atau hujan dapat mengurangi daya penglihatan.
  5. Membuang sampah sembarangan
    Kawasan Bromo merupakan area konservasi yang harus dijaga kebersihannya.

Kesimpulan

Grameds, Gunung Bromo merupakan salah satu destinasi wisata alam terbaik di Indonesia yang menawarkan kombinasi keindahan alam, budaya, dan petualangan dalam satu tempat. 

Mulai dari sunrise yang mendunia, lautan pasir yang luas, kawah aktif, hingga tradisi Yadnya Kasada yang unik, semuanya menjadikan Bromo sebagai tujuan wisata yang selalu menarik untuk dikunjungi.

Rekomendasi Buku Terkait

  • Frankenstein – Mary Shelley

Frankestein

Dokter Victor Frankenstein ingin menciptakan makhluk sempurna dengan menggabungkan ilmu pengetahuan dan ilmu gaib. Dari sisa-sisa tubuh orang mati, ia membuat makhluk raksasa dengan kekuatan luar biasa… dan menghidupkannya. Tetapi ketika makhluk itu membuka mata, Frankenstein melarikan diri dengan rasa takut yang amat sangat. Makhluk itu pun keluar ke dunia ramai, berusaha mencari teman dan cinta, namun yang diperolehnya justru kebencian dan ketakutan. maka ia pun bersumpah akan membalas dendam pada sang pencipta yang telah memberikan nafas hidup baginya. Dengan kekuatannya yang luar biasa, ia berkelana hingga ke ujung dunia… untuk menghancurkan semua orang yang dicintai Frankenstein.

  • Wuthering Height – Emily Brontë

Wuthering Heights

Wuthering Heights mengisahkan tentang cinta yang tak sampai antara Heathcliff dan Catherine Earnshaw. Ketika Catherine yang sangat dicintainya memutuskan untuk menikah dengan Edgar Linton yang merupakan saingan Heathcliff sejak kecil, Heathcliff pun melarikan diri dan kelak kembali sebagai pria kaya dan berpendidikan, lalu dia mulai menyusun rencana pembalasan dendam kepada keluarga Earnshaw dan Linton yang diyakininya telah menghancurkan hidupnya.

  • 1984 – George Orwell 

1984

Winston Smith berusaha menjalani hidupnya sebagai warga negara yang patuh terhadap aturan-aturan Partai, walaupun hati dan pikirannya memberontak. Winston tidak berani melawan terang-terangan, sebab Big Brother senantiasa mengawasi semua orang. Tak ada privasi bagi siapa pun. Segalanya diatur oleh Negara, bahkan sejarah pun ditulis ulang sesuai kebutuhan. Big Brother menuntut kepatuhan dan kesetiaan total. Yang berani menentang akan diuapkan. Dalam kerinduannya untuk memperoleh kebebasan dan kebenaran, Winston mulai menulis buku harian dan menjalin cinta rahasia dengan Julia. Namun harga kebebasan itu sungguh mahal, sebagaimana dialami Winston kemudian.

  • Classics: Putri Raja Cilik (A Little Prince)

A Little Princess

Ketika baru datang ke London dan menjadi murid di sebuah sekolah asrama bergengsi, Sara Crewe memiliki segalanya––pakaian-pakaian indah, boneka-boneka cantik, dan ayah yang selalu memenuhi segala keinginannya. Hidupnya nyaris sempurna, sampai hari ulang tahunnya yang kesebelas. Sara mendapat kabar bahwa ayahnya meninggal dan tidak mewariskan apa pun padanya. Gurunya, Miss Minchin, membencinya dan memperlakukannya dengan kejam, karena dia telah jatuh miskin. Kini Sara mesti menghadapi kesulitan-kesulitannya dan membuktikan bahwa dia tetap seorang “putri raja” yang bisa bertahan dalam menghadapi masa-masa berat itu. 

 

  • Classics: Gadis-Gadis March (Little Women)

Little Women: Gadis-Gadis March

Kisah kehidupan keluarga March yang mempunyai empat orang putri, tinggal di daerah Concord, Amerika Serikat pada abad ke-19. Meg yang cantik, Jo yang tomboi, Beth yang rapuh, dan Amy yang artistik. Bersama Laurie, pemuda tetangga yang menjadi teman mereka sejak kecil, keempat gadis ini berusaha meraih impian masing-masing di tengah kondisi keluarga yang berat dan tengah ditinggal sang ayah yang harus ikut berperang.

 

About the author

Dzikri Nurul Hakim

Gramedia Literasi