Uncategorized

Mengenal 15 Contoh Narrative Text Pendek Bahasa Inggris Lengkap Dengan Artinya!

Written by Laura Saraswati

Halo, Grameds! Jika kamu sedang belajar Bahasa Inggris, pasti sudah nggak asing lagi dengan yang namanya narrative text. 

Narrative text sering muncul dalam pelajaran, ujian, hingga tugas-tugas sekolah. Salah satu bentuk teks yang paling sering dicari adalah contoh narrative text pendek karena mudah dipahami dan dipelajari.

Artikel ini akan membahas 15 contoh narrative text pendek lengkap dengan terjemahan Bahasa Indonesia. Yuk, Grameds, simak untuk contoh lengkapnya!

Apa Itu Narrative Text?

Narrative text adalah jenis teks dalam Bahasa Inggris yang berfungsi untuk menceritakan sebuah kisah atau peristiwa secara runtut dengan tujuan menghibur, memberi pelajaran moral, atau menyampaikan pesan tertentu.

Cerita dalam narrative text bisa berupa:

  • Cerita rakyat
  • Dongeng
  • Legenda
  • Cerita fabel
  • Cerita pengalaman
  • Cerita imajinatif

Contoh Narrative Text Pendek dalam Bahasa Inggris dan Terjemahannya

Berikut adalah contoh narrative text pendek beserta dengan terjemahannya, Grameds.

1. The Story of a Rainbow

Long ago, there lived a kind farmer named John. He married a beautiful woman, and together they had a lovely baby boy. Their life was peaceful and full of happiness.

One day, both John’s wife and son suddenly became very ill. When their condition worsened, the woman revealed her true nature. She put on her wings and flew into the sky, carrying her son with her, leaving John alone and heartbroken.

Seeing John’s deep sadness, the gods felt pity for him. To ease his sorrow, they created a magnificent bridge filled with beautiful colors that connected the earth and the sky. Through this bridge, John was able to meet his wife and son again.

Terjemahan:

Pada zaman dahulu, hiduplah seorang petani baik hati bernama John. Ia menikah dengan seorang wanita cantik dan mereka dikaruniai seorang anak laki-laki yang menggemaskan. Kehidupan mereka berjalan bahagia dan damai.

Suatu hari, istri dan anak John tiba-tiba jatuh sakit parah. Ketika keadaan semakin memburuk, sang istri menunjukkan jati dirinya. Ia mengenakan sayapnya dan terbang ke langit sambil membawa anak mereka, meninggalkan John dalam kesedihan.

Melihat kesedihan John, para dewa merasa iba. Untuk menghiburnya, mereka menciptakan sebuah jembatan indah berwarna-warni yang menghubungkan bumi dan langit. Melalui jembatan itu, John dapat bertemu kembali dengan istri dan anaknya.

2. Snow White

Once, a queen wished for a child with skin as white as snow and lips as red as blood. Her wish came true when Snow White was born. Sadly, the queen passed away, and the king remarried a cruel woman.

The new queen treated Snow White badly and forced her to work as a servant. Obsessed with beauty, the queen asked her magic mirror daily who was the most beautiful. One day, the mirror declared Snow White more beautiful.

Filled with jealousy, the queen ordered Snow White’s death. However, Snow White escaped and found shelter with seven dwarfs. Later, the queen tricked Snow White with a poisoned apple. Snow White fell unconscious but was later saved by a prince, and they lived happily ever after.

Terjemahan:

Dahulu, seorang ratu menginginkan anak dengan kulit seputih salju dan bibir semerah darah. Keinginannya terkabul saat Putri Salju lahir. Sayangnya, sang ratu meninggal dunia dan raja menikah lagi dengan wanita yang kejam.

Ratu baru memperlakukan Putri Salju dengan buruk dan menjadikannya pembantu. Ia terobsesi dengan kecantikan dan selalu bertanya pada cermin ajaibnya. Suatu hari, cermin mengatakan bahwa Putri Salju lebih cantik darinya.

Karena iri, ratu berniat membunuh Putri Salju. Namun Putri Salju berhasil melarikan diri dan tinggal bersama tujuh kurcaci. Ratu kemudian menipunya dengan apel beracun. Putri Salju jatuh pingsan hingga akhirnya diselamatkan oleh seorang pangeran dan hidup bahagia.

3. The Legend of Salatiga

Long ago, Sunan Kalijaga traveled from village to village spreading wisdom. One day, he arrived at a village and worked as a grass cutter without revealing his identity.

The village chief later discovered who he truly was and decided to follow his teachings. To do so, the chief had to leave his worldly possessions, but his wife secretly carried her jewelry.

During their journey, a thief stole the jewelry. Sunan Kalijaga then named the place Salatiga, meaning three mistaken people: the chief, his wife, and the thief.

Terjemahan:

Pada masa lalu, Sunan Kalijaga berkeliling desa untuk menyebarkan ajaran kehidupan. Suatu hari, ia tiba di sebuah desa dan bekerja sebagai pemotong rumput tanpa menyebutkan jati dirinya.

Ketika kepala desa mengetahui siapa dirinya, ia ingin mengikuti ajarannya. Namun, istrinya diam-diam membawa perhiasan. Dalam perjalanan, perhiasan tersebut dicuri oleh perampok.

Sunan Kalijaga lalu menamai tempat itu Salatiga, yang berarti tiga orang yang bersalah: kepala desa, istrinya, dan sang perampok.

4. The Fortune Teller

A couple named Mr. and Mrs. Lee lived in Taipei without children. One day, they found a baby and adopted him. A fortune teller predicted the child would become a thief, so they sent him away.

Years later, the boy proved his honesty by returning a bag full of gold. He was rewarded with a good job and reunited with his parents, proving the fortune teller wrong.

Terjemahan:

Pasangan Lee tinggal di Taipei tanpa anak. Mereka menemukan seorang bayi dan membesarkannya. Seorang peramal meramalkan anak itu akan menjadi pencuri, sehingga ia disuruh pergi.

Bertahun-tahun kemudian, anak itu membuktikan kejujurannya dengan mengembalikan tas berisi emas. Ia mendapat pekerjaan baik dan kembali bertemu orang tuanya.

5. True Brother

Long ago, in a peaceful forest, there lived two turtle brothers named Apin and Epin. They were known as kind and generous turtles, and many animals in the forest liked them very much. Whenever they harvested fruits from their garden, they always shared them with other animals such as monkeys, rabbits, bears, and birds.

However, among their friends, there was a monkey who secretly had bad intentions. He felt jealous of the turtles’ kindness and wanted to take advantage of them. One day, the monkey visited the turtles’ house and met Epin while Apin was away.

The monkey invited Epin to attend a large fruit feast in another forest. However, he set one condition: Epin was not allowed to bring his brother Apin. At first, Epin felt confused and unsure whether he should accept the invitation. Seeing this, the monkey cleverly persuaded Epin by saying that Apin should stay home to take care of the fruit garden.

Eventually, Epin agreed to go with the monkey without telling Apin. Unknowingly, Apin overheard their conversation. Although he was hurt, Apin pretended not to know anything. Instead, he decided to secretly follow them the next day to make sure his brother would be safe.

The following morning, Epin left with the monkey. Apin followed them from a distance. Along the journey, the monkey became impatient because Apin walked very slowly. Feeling annoyed, the monkey left Apin behind and continued walking ahead.

Later, the monkey ran out of his food and secretly planned to steal the turtle’s fruits. Soon after that, Apin was caught by hunters. When the monkey returned, he saw the turtle trapped and tried to trick him again by asking to switch places. However, this time the monkey’s greed led to his own downfall. The monkey was eventually caught, while the turtle brothers were reunited and lived peacefully again.

Terjemahan:

Pada zaman dahulu, di sebuah hutan yang damai, hiduplah dua kura-kura bersaudara bernama Apin dan Epin. Mereka dikenal sebagai kura-kura yang baik hati dan dermawan. Banyak hewan di hutan menyukai mereka karena setiap kali panen buah, mereka selalu berbagi dengan hewan lain seperti kera, kelinci, beruang, dan burung.

Namun, di antara para hewan tersebut, ada seekor kera yang diam-diam memiliki niat buruk. Ia merasa iri terhadap kebaikan hati kedua kura-kura itu dan ingin memanfaatkan mereka. Suatu hari, kera datang ke rumah kura-kura dan bertemu dengan Epin ketika Apin tidak ada di rumah.

Kera mengajak Epin menghadiri pesta buah besar di hutan lain. Akan tetapi, ia memberikan syarat bahwa Epin tidak boleh mengajak Apin. Awalnya, Epin merasa ragu dan bingung apakah ia harus pergi atau tidak. Melihat keraguan itu, kera dengan licik membujuk Epin dengan alasan bahwa Apin sebaiknya tinggal di rumah untuk menjaga kebun buah.

Akhirnya, Epin setuju untuk pergi bersama kera tanpa memberitahu Apin. Tanpa disadari, Apin mendengar percakapan mereka. Meskipun merasa sedih, Apin berpura-pura tidak mengetahui rencana tersebut. Ia memutuskan untuk mengikuti mereka secara diam-diam keesokan harinya demi melindungi saudaranya.

Keesokan pagi, Epin berangkat bersama kera, sementara Apin mengikuti dari kejauhan. Di tengah perjalanan, kera mulai tidak sabar karena langkah Apin sangat lambat. Karena kesal, kera meninggalkan Apin dan berjalan lebih dulu.

Tidak lama kemudian, persediaan makanan kera habis dan ia berniat mencuri buah milik kura-kura. Tak lama setelah itu, Apin tertangkap oleh para pemburu. Ketika kera kembali, ia melihat kura-kura tersebut terjebak dan kembali mencoba menipunya dengan meminta bertukar tempat. Namun kali ini, ketamakan kera justru membawa celaka bagi dirinya sendiri. Kera akhirnya tertangkap, sementara kedua kura-kura bersaudara kembali bersama dan hidup dengan damai.

6. A Donkey and A Lapdog

Once upon a time, a farmer owned a small lapdog and a strong donkey. The lapdog lived inside the house, slept on the farmer’s lap, and was fed with delicious food. Meanwhile, the donkey worked hard every day, carrying heavy loads and pulling carts, yet lived in a simple stable.

The donkey often felt jealous of the lapdog’s comfortable life. He complained that while he worked all day long, the dog received love and rest. The donkey then thought that if he behaved like the lapdog, his master would treat him the same way.

One night, the donkey quietly entered the house. He began jumping, wagging his tail, and acting playfully like the lapdog. Unfortunately, his large body caused chaos. Furniture was knocked over, and plates fell to the floor.

The donkey then tried to sit on the farmer’s lap just like the dog. Terrified, the farmer shouted for help. The servants rushed in and chased the donkey back to the stable.

The donkey finally realized that he could never live like a lapdog and accepted his true nature.

Terjemahan:

Pada suatu masa, seorang petani memiliki seekor anjing kecil dan seekor keledai yang kuat. Anjing kecil itu tinggal di dalam rumah, tidur di pangkuan tuannya, dan diberi makanan yang lezat. Sementara itu, keledai harus bekerja keras setiap hari mengangkut barang dan menarik gerobak, lalu tinggal di kandang sederhana.

Keledai sering merasa iri melihat kehidupan anjing yang nyaman. Ia mengeluh karena harus bekerja sepanjang hari sementara anjing hanya dimanjakan. Keledai pun berpikir bahwa jika ia bertingkah seperti anjing, tuannya akan memperlakukannya dengan cara yang sama.

Suatu malam, keledai diam-diam masuk ke dalam rumah. Ia mulai melompat-lompat, menggerakkan ekornya, dan berperilaku lucu seperti anjing piaraan. Namun, tubuhnya yang besar justru membuat kekacauan. Perabotan terjatuh dan piring-piring pecah.

Keledai kemudian mencoba duduk di pangkuan tuannya seperti yang dilakukan anjing. Sang petani ketakutan dan berteriak meminta tolong. Para pelayan segera datang dan mengusir keledai kembali ke kandangnya.

Akhirnya, keledai menyadari bahwa ia tidak akan pernah bisa menjadi anjing piaraan dan harus menerima jati dirinya sendiri.

7. Why Do Hawks Hunt Chicks?

Long, long ago, there lived a powerful hawk who ruled the sky with his strong wings. One day, while flying low over a village, he saw a gentle hen scratching the ground for food. The hawk admired her patience and calm nature, and slowly, he fell in love with her.

The hawk flew down and bravely asked the hen to marry him. The hen felt honored by the proposal and admired the hawk’s strength, but she was worried. She knew she could not fly high like him. She gently asked the hawk to give her time so she could learn to fly and follow him into the sky.

The hawk agreed and gave the hen a ring as a sign of his promise. However, the hen had already promised herself to a rooster in the village. When the rooster discovered the ring, he became furious and demanded that the hen throw it away. Out of fear, the hen obeyed.

Months later, the hawk returned and asked about their promise. With fear and guilt, the hen told him the truth. The hawk was heartbroken and filled with anger. In his rage, he cursed the hen and her descendants, declaring that from that day on, hawks would forever hunt chicks as punishment for broken promises.

Terjemahan:

Pada zaman dahulu kala, hiduplah seekor elang yang sangat kuat dan menguasai langit dengan sayapnya yang perkasa. Suatu hari, saat terbang rendah di atas sebuah desa, ia melihat seekor ayam betina yang sedang mengais tanah untuk mencari makanan. Elang mengagumi kesabaran dan kelembutan ayam tersebut, hingga akhirnya ia jatuh cinta.

Elang turun ke tanah dan dengan berani melamar ayam itu. Ayam merasa tersanjung dan kagum akan kekuatan elang, tetapi ia juga merasa khawatir karena tidak bisa terbang setinggi elang. Dengan lembut, ayam meminta waktu agar bisa belajar terbang dan mengikuti elang ke langit.

Elang menyetujui permintaan itu dan memberikan sebuah cincin sebagai tanda janji. Namun, tanpa sepengetahuan elang, ayam telah lebih dulu berjanji menikah dengan ayam jantan di desa. Ketika ayam jantan mengetahui adanya cincin itu, ia marah besar dan memaksa ayam betina untuk membuangnya. Karena ketakutan, ayam pun menuruti perintah tersebut.

Beberapa bulan kemudian, elang kembali dan menanyakan janji mereka. Dengan rasa bersalah, ayam mengatakan yang sebenarnya. Elang merasa sangat kecewa dan marah. Dalam kemarahannya, ia mengutuk ayam dan keturunannya. Sejak saat itu, elang selalu memburu anak ayam sebagai hukuman atas janji yang dikhianati.

8. The Legend of Banyuwangi

Long ago, there was a king named Sulahkromo who ruled his kingdom with authority. He was assisted by a loyal prime minister, Raden Sidopekso. Sidopekso had a devoted and beautiful wife named Sri Tanjung, whose kindness matched her beauty.

One day, the king sent Sidopekso on a long journey. During his absence, the king tried to win Sri Tanjung’s heart, but she firmly rejected him. Enraged by rejection, the king accused her of being unfaithful.

When Sidopekso returned, he believed the king’s lies and took his wife to the river. Before her death, Sri Tanjung said that her innocence would be proven. After she was killed and thrown into the dirty river, a miracle occurred. The water turned clear and fragrant, proving her purity. The place was later named Banyuwangi.

Terjemahan:

Pada masa lampau, hiduplah seorang raja bernama Sulahkromo yang memerintah dengan penuh kuasa. Ia dibantu oleh seorang patih setia bernama Raden Sidopekso. Patih tersebut memiliki istri bernama Sri Tanjung yang dikenal cantik, setia, dan berhati baik.

Suatu hari, raja mengutus Sidopekso menjalankan tugas jauh. Saat patih pergi, raja mencoba merebut hati Sri Tanjung, tetapi ia menolaknya dengan tegas. Karena marah, raja memfitnah Sri Tanjung sebagai wanita yang tidak setia.

Ketika Sidopekso kembali, ia mempercayai fitnah tersebut dan membawa istrinya ke tepi sungai. Sebelum dibunuh, Sri Tanjung berkata bahwa kesuciannya akan terbukti. Setelah jasadnya dilempar ke sungai kotor, terjadi keajaiban: air sungai menjadi jernih dan harum. Tempat itu kemudian dinamakan Banyuwangi.

9. Unity Is Strength

Once upon a time, a large group of doves lived peacefully under the leadership of their wise king. Every day, they flew together across fields and forests to search for food. One morning, after flying for a very long time, they became extremely tired and hungry.

Suddenly, one of the youngest doves noticed grains of rice scattered under a banyan tree. Hearing this, all the doves immediately flew down and began eating happily without realizing the danger around them.

Without warning, a hunter’s net fell from above and trapped all the doves at once. They flapped their wings desperately, trying to escape, but the more they struggled individually, the tighter the net became. Soon, they saw the hunter approaching with a big stick.

Seeing the danger, the dove king stayed calm. He told all the doves to stop panicking and listen carefully. The king suggested that instead of struggling alone, they should flap their wings together and lift the net at the same time.

Following the king’s command, each dove held a part of the net. Together, they flew upward, carrying the net with them. The hunter was shocked and helpless as he watched the doves fly away.

Later, the doves flew to a nearby hill where a friendly mouse lived. The mouse cut the net with his sharp teeth, freeing all the doves. Grateful and relieved, the doves thanked the mouse and returned home safely.

Terjemahan:

Pada zaman dahulu, sekelompok besar burung merpati hidup damai di bawah pimpinan raja mereka yang bijaksana. Setiap hari, mereka terbang bersama melintasi ladang dan hutan untuk mencari makanan. Suatu pagi, setelah terbang sangat jauh, mereka merasa kelelahan dan kelaparan.

Tiba-tiba, salah satu merpati termuda melihat butiran padi yang berserakan di bawah pohon beringin. Mendengar hal itu, semua merpati segera turun dan mulai makan dengan gembira tanpa menyadari bahaya di sekitar mereka.

Tanpa peringatan, sebuah jaring pemburu jatuh dan menjerat semua merpati sekaligus. Mereka mengepakkan sayap dengan panik dan mencoba melepaskan diri, tetapi semakin mereka bergerak sendiri-sendiri, jaring justru semakin erat. Tak lama kemudian, mereka melihat pemburu datang membawa tongkat besar.

Melihat keadaan itu, raja merpati tetap tenang. Ia menyuruh semua merpati berhenti panik dan mendengarkannya. Raja menyarankan agar mereka bekerja sama dengan mengepakkan sayap secara bersamaan dan mengangkat jaring itu bersama-sama.

Mengikuti perintah raja, setiap merpati memegang bagian jaring. Bersama-sama mereka terbang ke udara sambil membawa jaring tersebut. Pemburu hanya bisa terkejut melihat merpati terbang menjauh.

Setelah itu, para merpati terbang ke sebuah bukit tempat seekor tikus bersahabat tinggal. Tikus itu memotong jaring dengan giginya hingga semua merpati bebas. Dengan penuh rasa syukur, para merpati berterima kasih dan kembali ke rumah dengan selamat.

10. The Hare and the Snail

In a forest full of animals, a hare was famous for his speed. He often boasted about how fast he could run and laughed at other animals who moved slowly. No one dared to challenge him because they believed they would surely lose.

One day, a small snail calmly told the hare that speed alone did not guarantee victory. Amused and arrogant, the hare challenged the snail to a race. The other animals gathered to watch, believing the result was obvious.

When the race began, the hare ran very fast and soon disappeared from sight. Feeling confident, he decided to rest under a tree and take a nap. Meanwhile, the snail continued moving slowly but steadily without stopping.

After a long time, the hare woke up and saw the snail very close to the finish line. Shocked, the hare ran as fast as he could, but it was too late. The snail reached the finish line first and won the race.

Terjemahan:

Di sebuah hutan, seekor kelinci terkenal karena kecepatannya. Ia sering membanggakan diri dan mengejek hewan lain yang bergerak lambat. Tidak ada yang berani menantangnya karena semua yakin kelinci pasti menang.

Suatu hari, seekor siput kecil dengan tenang berkata bahwa kecepatan saja tidak menjamin kemenangan. Merasa terhibur dan sombong, kelinci menantang siput untuk berlomba. Hewan-hewan lain berkumpul untuk menonton karena menganggap hasilnya sudah jelas.

Saat perlombaan dimulai, kelinci berlari sangat cepat hingga menghilang dari pandangan. Merasa yakin akan menang, ia berhenti dan tertidur di bawah pohon. Sementara itu, siput terus berjalan perlahan namun tanpa berhenti.

Setelah beberapa waktu, kelinci terbangun dan terkejut melihat siput hampir mencapai garis akhir. Ia berlari sekuat tenaga, tetapi sudah terlambat. Siput mencapai garis akhir lebih dulu dan memenangkan lomba.

11. A Miser

Once there lived a miser who loved money more than anything else. He sold all his possessions to buy a large lump of gold. Afraid someone might steal it, he buried the gold in the ground near an old wall and visited it every day to admire it.

A worker noticed the miser’s strange habit and secretly followed him. Soon, the worker discovered the hidden gold and stole it. The next day, the miser found the hole empty and cried loudly in despair.

A neighbor advised him to put a stone in the hole instead. He said the gold had never been useful anyway because the miser never used it. The miser realized his mistake too late.

Terjemahan:

Pada suatu waktu, hiduplah seorang kikir yang sangat mencintai uang. Ia menjual seluruh hartanya untuk membeli sebongkah emas besar. Karena takut emasnya dicuri, ia menguburnya di dekat tembok tua dan setiap hari datang untuk melihatnya.

Seorang pekerja menyadari kebiasaan aneh itu dan diam-diam mengikutinya. Tak lama kemudian, ia menemukan emas tersembunyi tersebut dan mencurinya. Keesokan harinya, si kikir mendapati lubang itu kosong dan menangis putus asa.

Seorang tetangga menyarankannya untuk mengganti emas itu dengan batu. Menurutnya, emas tersebut tidak pernah berguna karena tidak pernah dimanfaatkan. Saat itu, si kikir baru menyadari kesalahannya.

12. Fox and the Goat

One night, a fox wandered around looking for food and accidentally fell into a deep well. No matter how hard he tried, he could not escape. He waited until morning.

Soon, a thirsty goat came and looked into the well. The fox cleverly told her the water was delicious. Without thinking, the goat jumped in.

Using the goat’s body, the fox climbed out of the well and left her behind, teaching a hard lesson about thinking before acting.

Terjemahan:

Suatu malam, seekor rubah berjalan mencari makanan dan tanpa sengaja jatuh ke dalam sumur yang dalam. Ia mencoba keluar, tetapi gagal, sehingga menunggu hingga pagi.

Tak lama kemudian, seekor kambing haus datang dan melihat ke dalam sumur. Rubah dengan licik mengatakan bahwa air di dalamnya sangat segar. Tanpa berpikir panjang, kambing pun melompat masuk.

Dengan memanfaatkan tubuh kambing, rubah berhasil keluar dan meninggalkan kambing sendirian. Peristiwa ini mengajarkan pelajaran berharga tentang pentingnya berpikir sebelum bertindak.

13. Mystery Story

One weekend, I went camping with my classmates in a mountainous area far away from the city. The mountains were located near a small village and far from residential areas. Even so, many people believed the place was safe because it was often used as a camping site.

We left early in the morning using two cars and parked them in the village. From there, we continued our journey on foot. It took us almost eight hours of hiking to reach the camping area. During the hike, we stopped several times to rest, and everything felt normal at first.

However, at the second resting point, one of my friends began to feel unwell. He said his body felt weak, but he insisted on continuing the journey. As we approached the campsite near sunset, his condition worsened.

We quickly set up our tent and let him rest. That night, some of us went to look for clean water. On our way back, we noticed strange glowing creatures hovering above our tent, resembling fireflies. The sight was beautiful yet unsettling.

That night, the sick friend had a high fever and kept shivering. The next morning, his condition suddenly improved. When villagers later warned us never to return after hearing about the glowing lights, we realized we had experienced something mysterious and frightening.

Terjemahan:

Suatu akhir pekan, aku pergi berkemah bersama teman-teman sekelasku ke sebuah daerah pegunungan yang jauh dari kota. Pegunungan itu berada dekat sebuah desa kecil dan jauh dari pemukiman penduduk. Meski demikian, tempat tersebut dipercaya aman karena sering digunakan sebagai lokasi berkemah.

Kami berangkat pagi-pagi menggunakan dua mobil dan memarkirkannya di desa. Dari sana, kami melanjutkan perjalanan dengan berjalan kaki. Perjalanan mendaki memakan waktu hampir delapan jam. Selama perjalanan, kami beberapa kali berhenti untuk beristirahat dan tidak ada hal aneh pada awalnya.

Namun, di titik peristirahatan kedua, salah satu temanku mulai merasa tidak enak badan. Ia mengeluh tubuhnya lemas, tetapi tetap memaksa melanjutkan perjalanan. Saat kami hampir tiba di lokasi kemah menjelang matahari terbenam, kondisinya semakin memburuk.

Kami segera mendirikan tenda dan memintanya beristirahat. Malam harinya, beberapa dari kami pergi mencari air bersih. Dalam perjalanan kembali, kami melihat makhluk bercahaya aneh seperti kunang-kunang melayang di atas tenda kami. Pemandangan itu terlihat indah namun juga terasa menyeramkan.

Malam itu, temanku mengalami demam tinggi dan menggigil hebat. Keesokan paginya, kondisinya tiba-tiba membaik. Ketika warga desa memperingatkan kami agar tidak kembali setelah mendengar tentang cahaya aneh itu, kami sadar bahwa kami telah mengalami kejadian misterius yang tidak bisa dijelaskan.

14. The Story of Thumbelina

Once upon a time, there lived a poor woman who felt very lonely because she had no children. Every day, she wished deeply to have a child of her own.

One day, she visited a fairy who lived near a green meadow. The fairy gave her a barley seed and told her to plant it carefully. The woman followed the fairy’s advice and planted the seed in a flower pot.

After several days, a beautiful flower bloomed. When the flower opened, a tiny girl appeared inside it. The woman named her Thumbelina because she was as small as a thumb. The woman loved her dearly and took care of her with great affection.

Terjemahan:

Pada suatu masa, hiduplah seorang wanita miskin yang merasa sangat kesepian karena tidak memiliki anak. Setiap hari, ia berharap dengan sungguh-sungguh agar dapat memiliki seorang anak.

Suatu hari, ia mendatangi seorang peri yang tinggal di dekat padang rumput hijau. Peri itu memberinya sebutir biji barley dan menyuruhnya menanam biji tersebut dengan hati-hati. Wanita itu menuruti saran peri dan menanam biji tersebut di sebuah pot bunga.

Beberapa hari kemudian, tumbuhlah sebuah bunga yang sangat indah. Saat bunga itu mekar, muncul seorang gadis kecil di dalamnya. Karena ukurannya sangat kecil, wanita itu menamainya Thumbelina. Wanita itu menyayangi Thumbelina sepenuh hati dan merawatnya dengan penuh kasih sayang.

15. The Story of a Mouse and a Frog

Once, a mouse and a frog became close friends. The frog suggested tying their legs together so they would never be separated. The mouse agreed without thinking carefully.

At first, everything went well while they walked on land. However, when they reached a pond, the frog jumped into the water and dragged the mouse along. The mouse could not swim and drowned.

Terjemahan:

Pada suatu waktu, seekor tikus dan seekor katak menjadi sahabat dekat. Katak mengusulkan agar kaki mereka diikat bersama supaya tidak pernah terpisah. Tanpa berpikir panjang, tikus menyetujui usulan tersebut.

Awalnya, semuanya berjalan baik saat mereka masih berada di darat. Namun, ketika sampai di sebuah kolam, katak langsung melompat ke air dan menyeret tikus bersamanya. Tikus tidak bisa berenang dan akhirnya tenggelam.

Kesimpulan

Grameds, di atas merupakan contoh narrative text pendek dalam Bahasa Inggris lengkap dengan terjemahannya. Mulai dari fabel, legenda, hingga cerita rakyat, narrative text nggak hanya menghibur tetapi juga menyimpan banyak sekali pesan moral.

Rekomendasi Buku Belajar Bahasa Inggris untuk Pemula

  1. Belajar Bahasa Inggris Secara Autodidak
  2. Belajar Bahasa Inggris Secara Autodidak

Merasa kesulitan memahami pelajaran bahasa Inggris? Sudah sering kursus, tapi bahasa Inggrisnya gitu-gitu aja? Banyak orang pernah belajar bahasa Inggris di sekolah, tetapi hanya sedikit yang akhirnya benar-benar bisa menguasainya. Padahal kemampuan bahasa Inggris adalah salah satu skill yang wajib dikuasai untuk sukses dalam pendidikan maupun karier. Buku ini berisi vocabulary, grammar, serta tenses yang lengkap beserta contohnya. Tak hanya itu, buku ini berisi soal-soal yang dapat membantu memahami materi dengan menyeluruh. Buku ini ditulis untuk pelajar, mahasiswa, maupun pekerja profesional yang selama ini merasa kesulitan memahami bahasa Inggris dan membutuhkan kiat praktis yang bisa diterapkan untuk meningkatkan skill bahasa Inggris. 

2. Yuk Belajar Otodidak Bahasa Inggris

Yuk Belajar Otodidak Bahasa Inggris

Kita semua tahu bahwa belajar bahasa Inggris bukanlah sekedar pengetahuan teori, tetapi juga praktik yang harus dilakukan secara berkelanjutan. Agar hasil belajar otodidak yang kamu lakukan ini dapat berjalan optimal, maka kamu harus mengetahui cara-cara belajar yang tepat terlebih dahulu. Oleh sebab itu, belajar otodidak juga bisa menjadi hal yang dapat kamu lakukan untuk menjamin hasil yang lebih efektif.

3. Buku Praktis Belajar Bahasa Inggris 

Buku Praktis Belajar Bahasa Inggris

Untuk menunjang kemampuan berbahasa Inggris saat ini banyak hal yang bisa kamu lakukan. Kamu bahkan tidak perlu banyak menghabiskan uang dengan mengikuti berbagai kursus yang diadakan secara tatap muka apalagi yang jaraknya memakan waktu. Hanya dengan membeli buku yang terpercaya kamu bisa memiliki kemampuan Bahasa Inggris yang diasah secara otodidak.

 

About the author

Laura Saraswati

Gramedia Literasi