minuman khas maluku utara – Saat kaki menginjak Ternate atau Tidore, indra penciuman kita langsung disambut aroma cengkeh dan pala yang kuat. Kepulauan ini adalah “surga rempah” yang sejarahnya nggak bisa dipisahkan dari perdagangan dunia. Tapi, kekayaan itu nggak cuma ada di dapur lho, tapi juga meresap kuat ke dalam budaya minum mereka.
Minuman khas Maluku Utara tidak hanya diciptakan untuk ngilangin haus. Mereka adalah ramuan sejarah, warisan yang dibuat untuk menghangatkan tubuh di tengah laut, atau sekadar menjadi booster energi. Setiap tegukan ngasih insight tentang bagaimana rempah-rempah menjadi identitas kita.
Kalau kamu tertarik nyobain sensasi rempah yang autentik, kamu sudah datang ke tempat yang tepat. Aku akan bedah 5 minuman paling ikonik dari Ternate dan Tidore.
Daftar Isi
Air Guraka, Si Hangat Penuh Khasiat dari Rempah Ternate

Sumber: Detik
Air Guraka adalah minuman tradisional hangat dari Maluku Utara, terbuat dari jahe merah yang dicampur irisan kenari, gula aren, dan rempah lainnya. Fungsinya adalah menghangatkan, menjaga stamina, dan ngasih feeling cozy. Ini adalah signature drink yang paling mudah kamu temukan di Ternate. Ia adalah simbol keramahan dan kekayaan rempah.
Mengapa Air Guraka Begitu Spesial?
- Minuman ini terbuat dari rebusan jahe merah yang kuat, dicampur dengan gula aren (gula merah) untuk rasa manis legit, dan yang paling unik memakai irisan kenari lokal.
- Karena dibuat dari rempah hangat, Air Guraka sering diminum saat sore hari atau setelah beraktivitas di laut, dikenal untuk menjaga stamina dan mencegah masuk angin.
- Seperti apa sih rasanya? Rasanya pedas hangat dari jahe, manis karamel dari gula aren, dan ada sensasi crunchy sekaligus gurih dari biji kenari yang terapung. Ini minuman yang nggak hanya ngilangin dahaga, tapi juga ngasih self-care pada tubuhmu.
Saru: Fresh dari Pohon, Jauh dari Rasa Manis Biasa
Saru adalah minuman fermentasi tradisional dari Maluku Utara yang disadap dari pohon enau. Jika dikonsumsi segar, tidak beralkohol dan berfungsi sebagai penyegar. Proses penyadapannya dilakukan secara hati-hati agar mendapatkan cairan yang murni. Rasanya manis alami, sedikit keruh, dan ngasih kesegaran alami.
Ini adalah minuman seh at yang sering dinikmati warga saat siang hari. Namun jika Saru manis dibiarkan terfermentasi, ia akan berubah menjadi minuman yang mengandung alkohol. Varian ini biasanya disajikan saat upacara adat atau perayaan tertentu. Saru menunjukkan bagaimana masyarakat Maluku Utara memanfaatkan kekayaan pohon secara maksimal.
Jamu Pohon, Resep Rahasia Healing dari Alam Ternate
Kalau di Jawa ada jamu kunyit asam, di Ternate ada Jamu Pohon. Namanya sesederhana itu, tapi khasiatnya dipercaya luar biasa.
- Jamu ini nggak dibuat dari buah atau daun seperti jamu biasa, melainkan dari rebusan potongan kulit atau akar pohon tertentu yang dipercaya berkhasiat.
- Biasanya diminum untuk menjaga stamina, membersihkan darah, atau sebagai ramuan penambah energi.
- Karena herbal dan dari kulit pohon, rasanya cenderung pahit dan kuat. Diminum hangat dan nggak untuk dinikmati sebagai minuman santai, tapi sebagai obat tradisional.
Es Lilin Cokelat Kacang: Sentuhan Dingin yang Lokal Banget
Es Lilin khas Maluku Utara adalah es mambo atau es batang yang dibuat dengan kombinasi unik cokelat lokal, susu, dan kacang tanah/mete yang dihaluskan. Punya fungsi sebagai camilan dingin dan segar yang disukai semua usia.
Es Lilin ini disajikan dalam plastik panjang (es lilin) dan dibekukan. Dan ini adalah camilan nostalgia yang sangat ngademin setelah kamu kepanasan di bawah terik matahari Maluku Utara.
Kopi Sibu-sibu, Ketika Kopi Bertemu Kekuatan Rempah
Maluku Utara adalah penghasil rempah, jadi ngopi di sana nggak akan lengkap tanpa boost rempah lokal. Kopi Sibu-sibu tidak hanya menggunakan bubuk kopi biasa, tapi dimasak bersama campuran cengkeh, kayu manis, dan biji pala yang sudah dihaluskan.
Rasanya nggak hanya pahit kopi, tapi disambut dengan aroma hangat dan sedikit pedas dari cengkeh dan pala. Nah, minuman ini sering disajikan sebagai penutup makan malam atau saat ngobrol santai, memberikan kehangatan yang nyaman di dada.

Sumber: Tribun
Kenapa Minuman Rempah Jadi Rahasia Bahagia Warga Maluku Utara?
Ada alasan kenapa Maluku Utara sering dinobatkan sebagai provinsi paling bahagia di Indonesia, dan salah satunya mungkin ada di gelas mereka. Berikut beberapa hal unik yang bakal kamu temukan di sana:
1. Minum Rempah Bukan Cuma Saat Sakit
Kalau di daerah lain orang minum jahe atau cengkeh pas lagi masuk angin saja, di Ternate dan Tidore ini adalah minuman harian. Mau cuaca lagi panas atau dingin, warga lokal tetap hobi “nyeruput” yang hangat-hangat sebagai teman ngobrol.
2. Ritual Sore di Pinggir Pantai
Budaya “ngopi sore” di pinggir pantai itu wajib. Uniknya, meski cuacanya tropis dan di pinggir laut, mereka lebih suka minum Air Guraka yang panas daripada es teh manis. Katanya, biar keringat keluar dan badan malah terasa lebih segar.
3. Botol Bekas yang Berharga
Jangan kaget kalau kamu melihat warga menyimpan Saru (air nira) dalam botol-botol kaca bekas yang bersih. Ini adalah cara lokal yang paling praktis untuk menjaga kesegaran minuman agar suhunya tetap stabil saat dibawa dari kebun ke pasar.
4. Cengkeh dan Pala Adalah “Penyedap” Segala
Bagi masyarakat di sana, rempah bukan cuma buat bumbu rendang atau gulai. Cengkeh dan pala dianggap sebagai penyedap rasa alami untuk minuman yang bikin aroma mulut lebih segar dan pikiran jadi lebih tenang (calming effect).
Tips Biar Nggak “Kaget” Saat Pertama Kali Nyobain Minuman Khas Maluku Utara
Buat kamu yang terbiasa dengan minuman kemasan atau kopi kekinian yang manisnya dominan, lidah kamu mungkin bakal sedikit kaget saat pertama kali mencicipi minuman khas Maluku Utara. Rempah di sini nggak pelit, alias benar-benar “nendang” di tenggorokan karena menggunakan bahan segar langsung dari alam.
Misalnya, saat minum Air Guraka, jangan kaget dengan sensasi pedas jahe merahnya yang jauh lebih kuat dari jahe putih biasa. Tipsnya, nikmati selagi panas dan pastikan kamu ikut mengunyah irisan kenarinya supaya ada rasa gurih yang menyeimbangkan rasa pedas jahenya.
Lalu untuk Jamu Pohon, karena ini diambil langsung dari kulit pohon, rasanya memang sangat pekat dan pahit. Kalau kamu belum terbiasa, jangan langsung diteguk habis, tapi coba sesap sedikit demi sedikit. Intinya, menikmati minuman khas Maluku Utara itu adalah tentang menghargai rasa asli alam, jadi jangan buru-buru ditambah banyak gula supaya khasiat dan aroma autentiknya tetap terasa di badan.
Tradisi Sapaan Hangat: Cara Minuman Khas Maluku Utara Menyambut Tamu
Di Maluku Utara, menyuguhkan minuman bukan cuma soal sopan santun, tapi sudah jadi simbol penghormatan yang mendalam. Kalau kamu bertamu ke rumah warga lokal di Ternate atau Tidore, hampir bisa dipastikan segelas minuman khas Maluku Utara yang hangat akan langsung tersaji di meja, bahkan sebelum kamu sempat duduk lama.
Tradisi ini disebut sebagai bentuk “pemuli” atau cara memuliakan tamu. Masyarakat setempat percaya bahwa dengan menyuguhkan minuman rempah yang hangat, mereka sedang membagikan kehangatan hati dan rasa persaudaraan kepada siapa pun yang datang. Uniknya lagi, meski kamu merasa sudah kenyang, menolak suguhan ini dianggap kurang elok. Jadi, tipsnya adalah minimal sesaplah sedikit minumannya sebagai bentuk apresiasi atas keramahan mereka. Lewat segelas minuman ini, kamu nggak cuma mencicipi rasa rempah, tapi juga merasakan langsung betapa terbukanya hati masyarakat Timur Indonesia dalam menyambut orang baru.
Sungguh luar biasa ya, bagaimana sejarah rempah-rempah bisa meresap begitu dalam ke dalam kebiasaan minum lokal. Kalau kamu tertarik menjelajahi kekayaan budaya dan rempah di balik minuman ini, ada banyak buku yang bisa jadi panduanmu untuk memahami sejarah rempah-rempah, seperti cengkeh dan pala, serta budaya lokal Ternate/Tidore, dan kearifan lokal di balik ramuan tradisional Maluku Utara. Psst, kamu bisa cari buku-buku ini di Gramedia.com dan Gramedia Digital ya.
1. Jejak Kota dan Peradaban-Rempah dan Morotai, Magnet Maluku Utara
Buku ini menelusuri sejarah Maluku Utara sebagai pusat perdagangan rempah dunia, mengungkap bagaimana komoditas ini menjadi magnet bagi bangsa Eropa, namun juga membawa derita yang mengubah nasib Ternate dan Morotai.
2. Laki-laki dari Tidore: Diangkat dari Kisah Nyata Achmad Mahifa
Diangkat dari kisah nyata Achmad Mahifa, novel ini mengisahkan perjuangan luar biasa seorang anak dusun dari Tidore yang menebas takdir kemustahilan di tengah keterbatasan, akhirnya bangkit menjadi pemimpin daerah dan mengungkap jiwa Tidore.
3. Memoar Ternate Kisah-Kisah Pengabdian di Timur Nusantara
Merupakan memoar 6 bulan pengabdian penulis di Ternate, buku ini berbagi pengalaman unik menangani pasien, mencicipi kuliner ikan, dan menaiki pesawat baling-baling, menawarkan kisah pengorbanan dan keindahan alam di Timur Nusantara.
4. Ensiklopedia Indonesia Provinsi Maluku Utara
Ensiklopedia ini memberikan gambaran komprehensif Provinsi Maluku Utara, memuat data detail tentang geografis, sumber daya alam, sosial budaya, hingga rumah adat, berfungsi sebagai panduan kekayaan daerah yang wajib dilestarikan.
Setelah kamu ngelihat daftar buku ini, kamu pasti sadar kalau perjalanan ke Maluku Utara itu nggak cuma soal destinasi, tapi juga soal sejarah dan filosofi rempahnya. Buku-buku ini akan ngasih perspektif yang jauh lebih dalam, lho.
Eksotisme Sejati Ada di Setiap Tegukan
Maluku Utara mengajarkan kita bahwa eksotisme sejati tidak hanya ada pada pemandangan pantai yang indah, tapi juga pada kekayaan rempah yang diwariskan dalam setiap resep. Setiap tegukan Air Guraka, Saru, atau Kopi Sibu-sibu adalah perjalanan singkat menyusuri sejarah perdagangan dunia.
Jadi, kalau kamu berkesempatan mengunjungi Ternate atau Tidore, jangan lupa cicipi ramuan sejarah ini. Karena kehangatan sejati Maluku Utara ada di aroma rempah yang nggak akan kamu lupakan!





