Sosial Budaya

Segarnya Kota Pahlawan: Menyelami Minuman Khas Surabaya yang Melegenda

Written by Vania Andini

minuman khas surabaya – Surabaya bukan hanya dikenal sebagai Kota Pahlawan, tetapi juga sebagai tempat lahirnya beragam minuman khas yang mencerminkan karakter masyarakatnya: hangat, kuat, dan penuh energi. Dari minuman bercita rasa segar untuk meredakan teriknya cuaca pesisir, hingga wedang rempah yang diwariskan turun-temurun, setiap racikan menghadirkan cerita tentang budaya dan tradisi Surabaya yang tak lekang oleh waktu.

Di tengah berkembangnya kuliner modern, minuman lokal ini tetap bertahan dan bahkan menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan maupun pecinta kuliner Nusantara. Melalui artikel ini, kita akan menelusuri ragam minuman otentik Surabaya menyelami sejarahnya, memahami bahan-bahannya, dan merasakan keunikan cita rasa yang membuatnya tetap melegenda hingga hari ini.

Filosofi & Identitas Minuman Khas Surabaya

Sebagai kota pesisir yang terkenal dengan cuacanya yang panas dan terik, Surabaya memiliki budaya minum yang berkembang dari kebutuhan akan kesegaran dan pemulihan tubuh. Minuman khasnya bukan sekadar racikan untuk melepas dahaga, tetapi juga cerminan identitas masyarakat yang dinamis, kuat, dan dekat dengan tradisi rempah Nusantara. Setiap gelas menghadirkan fungsi ganda: menyejukkan raga sekaligus menjaga stamina, sejalan dengan gaya hidup warga kota yang serba cepat.

1. Pengaruh Iklim Panas terhadap Kebiasaan Minum

Cuaca Surabaya yang cenderung panas membuat masyarakat terbiasa memilih minuman yang:

  • Memberi sensasi sejuk dan menyegarkan.
  • Melumasi tenggorokan setelah beraktivitas luar ruangan.
  • Mengembalikan energi tanpa harus mengonsumsi bahan berpengawet.

Contoh minuman yang lahir dari kebutuhan iklim:

  • Es Sinom: minuman asam-manis segar berbahan daun sinom dan kunyit.
  • Es Degan Surabaya: kelapa muda segar dengan sirup khas.
  • Es Podeng: tekstur creamy untuk energi tambahan di tengah panas kota.

2. Perpaduan Rasa Segar & Rempah sebagai Ciri Khas

Surabaya dikenal sebagai salah satu pusat kuliner Jawa Timur yang kaya rempah. Karena itu, banyak minuman tradisionalnya memadukan bahan penyegar dengan rempah hangat.

Karakter Rasa Utama Minuman Khas Surabaya

Karakter Rasa Contoh Minuman Fungsi
Segar & asam-manis Es Sinom, Jamu Sinom Menstabilkan suhu tubuh & menghidrasi
Hangat & aromatik Wedang Pokak Menghangatkan tubuh & meningkatkan imun
Creamy & mengenyangkan Es Podeng Menambah energi & cocok sebagai dessert
Segar alami Es Degan Menggantikan elektrolit tubuh

Kombinasi ini mencerminkan keseimbangan khas masyarakat Surabaya: kuat seperti rempah, tapi tetap ringan dan menyegarkan seperti minuman dingin pesisir.

3. Fungsi Minuman untuk Kesehatan dan Stamina

Minuman tradisional Surabaya tidak hanya mengutamakan rasa, tetapi juga manfaat kesehatan yang telah menjadi bagian dari kearifan lokal.

Fungsi Utama Minuman Tradisional

  • Meningkatkan stamina: Wedang Pokak, Jamu Kunyit.
  • Menghidrasi tubuh: Es Degan, Es Sinom.
  • Melancarkan pencernaan: minuman berbahan kunyit, sinom, dan jahe.
  • Menghangatkan tubuh saat malam atau musim hujan: wedang rempah khas Surabaya.

Contoh Bahan & Manfaatnya

Bahan Manfaat Utama Terdapat Pada
Kunyit Anti-inflamasi & melancarkan pencernaan Es Sinom, Jamu Sinom
Jahe Menghangatkan & meningkatkan imun Wedang Pokak
Sinom (daun muda asam Jawa) Menyegarkan & kaya antioksidan Es Sinom
Kelapa muda Mengganti elektrolit tubuh Es Degan

Pengaruh Sejarah & Budaya dalam Perkembangan Minuman

Surabaya bukan hanya kota besar dengan mobilitas tinggi ia juga merupakan titik pertemuan budaya sejak masa kolonial. Inilah yang membuat minuman khasnya memiliki karakter yang unik dan berlapis sejarah.

1. Peran Pelabuhan Surabaya dalam Membawa Pengaruh Tionghoa, Arab, dan Jawa

Sebagai salah satu pelabuhan tersibuk di Indonesia sejak abad ke-19, Surabaya menjadi ruang bertemunya pedagang dan pendatang dari berbagai bangsa.

  • Pengaruh Tionghoa terlihat dari penggunaan bahan seperti cincau, jahe, gula merah, hingga teknik pengawetan sederhana.
  • Pengaruh Arab membawa rempah-rempah kuat, madu, kapulaga, dan kebiasaan membuat minuman penambah stamina.
  • Pengaruh Jawa memperkuat unsur herbal dan jamu, yang fokus pada kesehatan dan keseimbangan tubuh.

Perpaduan tiga budaya ini membuat banyak minuman Surabaya memiliki rasa yang kompleks: segar, manis, sekaligus beraroma rempah.

2. Pewarisan Resep Keluarga yang Terus Dipertahankan

Banyak pedagang minuman tradisional Surabaya yang menjalankan usaha turun-temurun. Resepnya tak berubah selama puluhan tahun:

  • Proporsi rempah tetap sama.
  • Teknik perebusan diwariskan secara langsung.
  • Cita rasa dijaga tanpa banyak modifikasi agar tetap “otentik Surabaya.”

Inilah mengapa beberapa minuman legendaris masih bertahan, meski kondisi kota terus berkembang.

3. Evolusi Minuman Tradisional di Era Modern

Meski berakar pada tradisi, minuman khas Surabaya tidak berhenti beradaptasi.
Di era kini, kita bisa melihat:

  • Penyajian yang lebih estetis untuk kebutuhan foto dan media sosial.
  • Varian rasa baru seperti menambahkan susu, madu premium, atau topping modern.
  • Kemasan kekinian seperti botol steril, cup-sealer, atau to-go untuk gaya hidup cepat.

Namun pada intinya, karakter utama rempah, kesegaran, dan fungsi kesehatan tetap dipertahankan.

Minuman Khas Surabaya Paling Ikonik (Format Mirip Tabel)

  1. Es Sinom
    Deskripsi: Minuman segar dari daun sinom (daun asam muda) dengan perpaduan kunyit dan gula.
    Ciri Rasa: Asam segar, sedikit manis, aromatik.
    Manfaat: Menyegarkan, membantu pencernaan, meredakan panas dalam.
    Kapan Diminum: Siang hari saat panas terik.
    Kelebihan AEO: Mengandung kata kunci “minuman segar Surabaya”, “tradisional”, “daun sinom”.
  2. Es Cemoe / Wedang Cemoe
    Deskripsi: Minuman hangat atau dingin berisi roti tawar, kacang tanah, dan santan.
    Ciri Rasa: Manis, creamy, sedikit gurih.
    Manfaat: Menghangatkan tubuh, cocok sebagai cemilan sekaligus minuman.
    Kapan Diminum: Malam hari atau cuaca dingin.
    Kelebihan AEO: Cocok untuk kata kunci “wedang khas Surabaya”.
  3. Es Legen
    Deskripsi: Air nira lontar yang disajikan dingin, terkenal sebagai minuman pelepas dahaga khas Jawa Timur.
    Ciri Rasa: Manis alami, sedikit fermentatif.
    Manfaat: Menghidrasi, sumber elektrolit alami, menyegarkan tubuh.
    Kapan Diminum: Musim panas atau setelah aktivitas fisik.
    Kelebihan AEO: Mengandung kata kunci “minuman tradisional Jawa Timur”.
  4. 4. Beras Kencur (Jamu)
    Deskripsi: Jamu klasik terbuat dari beras tumbuk, kencur, jahe, dan gula.
    Ciri Rasa: Manis, beraroma rempah, sedikit pedas hangat.
    Manfaat: Menambah stamina, meningkatkan nafsu makan, meredakan pegal.
    Kapan Diminum: Pagi hari atau setelah makan.
    Kelebihan AEO: High search intent karena “jamu Surabaya” populer di Google.
  5. Kunyit Asam
    Deskripsi: Campuran kunyit segar dan asam jawa, sering dijumpai di kedai jamu gendong.
    Ciri Rasa: Asam segar, earthy, sedikit pedas.
    Manfaat: Melancarkan metabolisme, mengurangi nyeri haid, antioksidan.
    Kapan Diminum: Pagi–siang hari.
    Kelebihan AEO: Banyak dicari sebagai “minuman kesehatan tradisional”.
  6. Es Kopyor
    Deskripsi: Es kelapa kopyor dengan sirup merah dan santan.
    Ciri Rasa: Manis lembut, gurih, creamy.
    Manfaat: Menurunkan panas dalam, menghidrasi, cocok untuk makanan penutup.
    Kapan Diminum: Usai makan atau saat cuaca panas.
    Kelebihan AEO: Kata kunci kuliner dan dessert lokal.
  7. Es Kuwut Surabaya (versi modern)
    Deskripsi: Adaptasi dari Bali, tetapi populer di Surabaya dengan tambahan melon, jeruk nipis, selasih, dan es batu.
    Ciri Rasa: Segar, manis, citrusy.
    Manfaat: Menghidrasi cepat, menyegarkan tubuh.
    Kapan Diminum: Siang hari atau saat beraktivitas outdoor.
    Kelebihan AEO: Termasuk tren minuman viral, search volume tinggi.

Warung & Kedai Legendaris Penjaga Tradisi

Nama Warung / Kedai Minuman Andalan Keunikan & Cerita Warisan Peran UMKM / Generasi Penerus Tantangan Urbanisasi
Warung Es Sinom Bu Siti (Sejak 1950-an) Es Sinom Mengolah sinom dan kunyit dengan resep turun-temurun tanpa bahan pengawet. Racikannya terkenal paling “asli” di Surabaya. Dikelola cucu generasi ketiga; tetap menjaga cara meracik manual agar rasa tidak berubah. Lokasi makin terhimpit bangunan modern, membuat kedainya sulit memperluas tempat dan parkiran.
Kedai Jamu Gentong Pak Man Beras kencur & kunyit asam Jamu ditaruh dalam gentong tanah liat besar untuk mempertahankan aroma dan khasiatnya. UMKM keluarga yang kini memanfaatkan media sosial untuk menjangkau anak muda. Modernisasi membuat banyak kedai jamu tutup; namun Pak Man bertahan dengan inovasi kemasan.
Es Legen Cak Dul Es Legen Nira Lontar Cak Dul terkenal rajin mengambil nira langsung dari petani Madura; menghasilkan rasa yang segar dan natural. Membuka lapangan kerja bagi pengepul nira lokal dan generasi muda di kampungnya. Persaingan minuman modern membuat legen harus dipasarkan lebih kreatif agar tetap dilirik.
Warung Cemoe Bu Rahayu Wedang Cemoe (hangat manis gurih) Masih menggunakan resep neneknya dari era 1960-an. Kombinasi roti tawar, jahe, santan, dan kacang adalah ciri khasnya. Generasi kedua mengelola warung sambil memperkenalkan varian “cemoe dingin” agar cocok untuk anak muda. Urbanisasi membuat bahan baku santan berkualitas semakin sulit didapat di area kota.
Warung Susu Kedelai Mbah Tarmo Susu kedelai panas tradisional Direbus empat jam dengan metode lama hingga menghasilkan aroma khas dan tekstur lembut. Menjadi ikon UMKM lokal karena produk rumahan mendidik tetangga sekitar ikut memproduksi. Harga kedelai impor naik-turun sehingga produksi sering harus disesuaikan dengan budget harian.

Dampak Ekonomi, Pariwisata, dan Budaya dari Minuman Khas Surabaya

1. Dampak Ekonomi: Penggerak UMKM Kota Pahlawan

Poin Utama:

  • Menjadi sumber pendapatan bagi warung keluarga dan pelaku UMKM.
  • Banyak minuman tradisional menggunakan bahan lokal (kencur, kunyit, jahe, nira), sehingga membantu petani di sekitar Surabaya–Madura.
  • Terbukanya lapangan kerja baru, mulai dari peracik jamu, pengepul bahan baku, hingga kurir distribusi.
  • Minuman tradisional kini memiliki peluang penciptaan produk ready to drink dan branding modern.
Aspek Ekonomi Dampak Positif Contoh Nyata
Perekonomian UMKM Meningkatkan penghasilan harian Warung Jamu Gentong Pak Man kini dipasarkan via daring
Rantai Pasok Lokal Memperkuat pendapatan petani rempah & nira Es Legen Cak Dul memasok nira dari desa Madura
Lapangan Kerja Membuka peluang kerja informal & keluarga Generasi muda ikut mengelola Warung Cemoe Bu Rahayu
Produk Turunan Menumbuhkan inovasi produk modern Sinom dalam botol dan jamu seduh instan

2. Dampak Pariwisata: Membentuk Identitas Kuliner Surabaya

Poin Utama:

  • Wisatawan sering mencari minuman khas sebagai bagian dari pengalaman kuliner otentik.
  • Banyak kedai legendaris menjadi “destinasi wajib” yang masuk rekomendasi blog, travel guide, dan food vlogger.
  • Minuman khas menjadi souvenir baru, terutama sinom botolan, jamu instan, dan olahan legen.
  • Festival kuliner Surabaya turut menampilkan minuman tradisional sebagai daya tarik utama.
Kategori Pariwisata Keterlibatan Minuman Khas Dampak Langsung
Wisata Kuliner Kedai legendaris ramai dikunjungi wisatawan Meningkatkan omzet dan eksposur UMKM
Media Sosial & Vlog Konten minuman khas viral di TikTok & YouTube Traveler makin penasaran untuk mencobanya
Souvenir Minuman Sinom botolan, jamu herbal instan Menambah nilai ekonomi bagi pengrajin lokal
Event Kuliner Festival Jajanan Tempo Doeloe Surabaya Menjaga minuman tradisional tetap relevan

2. Dampak Budaya: Penjaga Tradisi dan Memori Kolektif

Poin Utama:

  • Minuman adalah bagian dari memori masa kecil warga Surabaya dari susu kedelai pagi hari hingga cemoe hangat malam hari.
  • Resep minuman diwariskan lintas generasi; banyak yang masih menggunakan teknik lama.
  • Menjadi simbol kebersamaan, terutama dalam kegiatan keluarga, pasar malam, atau momen wisata.
  • Minuman tradisional membantu menjaga hubungan antara manusia, rempah, dan alam.
Dimensi Budaya Perannya Contoh Kehidupan Sehari-Hari
Warisan Keluarga Menjaga resep turun-temurun Warung Sinom Bu Siti bertahan tiga generasi
Identitas Kota Menjadi ciri khas Surabaya “Kalau ke Surabaya, wajib coba cemoe & legen”
Tradisi Konsumsi Minum jamu sebagai kebiasaan sehat Jamu gentong diminum sebelum kerja
Kearifan Lokal Menggunakan rempah untuk kesehatan Sinom dipercaya menurunkan panas dalam

Tantangan & Upaya Pelestarian Minuman Tradisional Surabaya di Masa Kini

Surabaya sebagai kota metropolitan menghadapi perubahan gaya hidup yang cepat. Hal ini berdampak langsung pada minuman tradisional yang harus bersaing dengan minuman modern seperti kopi susu kekinian, bubble tea, hingga minuman viral yang terus berganti tren. Berikut analisis lengkap yang tetap mudah dipahami dan mendukung performa SEO.

1. Tantangan Utama yang Dihadapi Minuman Tradisional Surabaya

Tantangan Dampak Langsung Dampak Jangka Panjang
Persaingan minuman modern Penurunan pembeli di kedai tradisional Hilangnya beberapa resep khas
Minim regenerasi Usaha tutup saat generasi tua wafat/pensiun Tradisi berhenti di satu generasi
Standarisasi rendah Sulit masuk pasar retail Tidak bisa bersaing di industri nasional
Minim promosi UMKM sulit berkembang Tidak tercatat dalam wisata kuliner kota
Pola konsumsi serba cepat Minuman tradisional dianggap “kurang praktis” Pergeseran budaya minum masyarakat

2. Upaya Pelestarian Minuman Tradisional di Era Modern

Poin-Poin Upaya Pelestarian:

  • Digitalisasi UMKM Minuman Lokal
    Pemerintah Kota Surabaya dan komunitas wirausaha mulai mendorong penjual minuman tradisional untuk hadir di marketplace, aplikasi ojek daring, dan media sosial.
  • Revitalisasi Kedai Tua & Wisata Kuliner
    Beberapa kawasan seperti Kya-Kya Kembang Jepun dan Surabaya Heritage Trail kini memasukkan minuman tradisional sebagai daya tarik utama.
  • Inovasi Produk Tanpa Menghilangkan Identitas
    Sinom versi botol, jamu ready-to-drink, dan cemoe versi cup modern mulai bermunculan untuk menarik generasi muda.
  • Program Regenerasi & Pelatihan
    Komunitas kuliner Surabaya mengadakan workshop meracik minuman tradisional untuk anak muda.
  • Kolaborasi dengan Industri Kreatif
    Foto estetik, storytelling budaya, hingga kolaborasi dengan cafe modern membuat minuman tradisional lebih relevan dengan selera masa kini.

Kesimpulan

Minuman khas Surabaya bukan sekadar pelepas dahaga, melainkan simbol sejarah dan identitas budaya yang lahir dari percampuran tradisi lokal serta pengaruh global. Keberadaan minuman seperti es cincau, cendol, hingga legen mencerminkan kreativitas masyarakat dalam mengolah bahan lokal menjadi warisan yang otentik. Di balik setiap gelasnya, terkandung filosofi hidup warga Surabaya yang hangat dan penuh energi, menjadikannya bagian tak terpisahkan dari kekayaan kuliner yang melampaui tren sesaat.

Meski menghadapi tantangan modernisasi dan regenerasi, minuman tradisional ini tetap eksis melalui berbagai inovasi dan dukungan ekonomi lokal. Kini, minuman khas tersebut bertransformasi menjadi daya tarik pariwisata kuliner yang relevan bagi generasi muda sekaligus penggerak ekonomi UMKM. Dengan merawat dan menafsirkan kembali tradisi ini, Surabaya membuktikan bahwa kearifan lokal adalah kekuatan yang terus hidup, mengajak siapapun untuk merayakan akar budaya dalam setiap tegukan.

Rekomendasi Buku

30 Resep Jajan Pasar Ala Master Kue Tradisional

30 Resep Jajan Pasar Ala Master Kue Tradisional

Meskipun buku ini tidak secara langsung membahas resep minuman khas Surabaya, 30 Resep Jajan Pasar ala Master Kue Tradisional karya Lanny Rustan sangat layak dijadikan referensi pendamping untuk mengeksplorasi kekayaan kuliner tradisional Indonesia. Penulis yang telah berpengalaman puluhan tahun ini membagikan rahasia dapur dalam menciptakan aneka kudapan autentik seperti Petulo, Serabi, hingga Talam yang semuanya menggunakan bahan alami tanpa pengawet.

Kehadiran resep-resep jajan pasar dengan cita rasa manis dan asin yang legendaris ini dapat menjadi inspirasi padu padan camilan yang sempurna saat Anda menikmati segarnya minuman khas daerah, sehingga pengalaman mencicipi tradisi Nusantara terasa lebih lengkap. Dengan panduan foto step-by-step, buku ini memudahkan siapa saja untuk menghadirkan kelezatan jajanan pasar berkualitas tinggi langsung dari dapur sendiri.

About the author

Vania Andini

Gramedia Literasi