minuman khas solo – Kalau kamu mencari cara baru untuk menikmati kekayaan kuliner Jawa, minuman khas Solo adalah pilihan yang tidak boleh kamu lewatkan.
Kota budaya ini bukan hanya populer dengan selat Solo atau tengklengnya, tetapi juga menyimpan deretan minuman tradisional yang segar, beraroma khas, dan punya cerita panjang di balik setiap racikannya.
Di artikel ini, kamu akan menemukan tujuh minuman khas Solo yang paling populer, lengkap dengan ciri khas, latar sejarah, serta tips menikmatinya langsung di tempat asalnya.
Daftar Isi
Ciri Khas Minuman Tradisional Solo
Minuman tradisional Solo memiliki ciri khas yang kuat pada penggunaan bahan-bahan alami, cita rasa yang lembut, serta filosofi budaya Jawa yang kental.
- Dominan Menggunakan Bahan Alami dan Rempah Lokal: Minuman khas Solo banyak dibuat dari bahan alami seperti jahe, sereh, kayu secang, jeruk nipis, gula jawa, hingga daun pandan.
- Memiliki Rasa yang Lembut dan Tidak Terlalu Tajam: Minuman khas Solo cenderung memiliki cita rasa yang halus, seimbang, dan nyaman diminum kapan saja.
- Penyajian yang Sederhana Namun Sarat Makna: Banyak minuman tradisional Solo disajikan secara sederhana. Meskipun begitu, cara penyajiannya ini punya nilai estetika dan simbolis tersendiri.
- Dipengaruhi Tradisi Keraton dan Kehidupan Sehari-Hari: Pengaruh Keraton Surakarta membuat beberapa minuman punya sentuhan elegan, sedangkan yang berasal dari rakyat punya karakter yang lebih hangat dan merakyat.
- Banyak yang Memiliki Fungsi Kesehatan: Banyak minuman khas Solo dipercaya dapat meningkatkan imun, menghangatkan badan, meredakan pegal, atau sekadar menjaga energi tetap stabil.
Sejarah dan Perkembangan Minuman di Kota Solo
Minuman khas Solo dipengaruhi oleh tradisi masyarakat Jawa, pengaruh Keraton Surakarta, serta perkembangan kuliner rakyat yang kemudian melebur menjadi identitas minuman yang kita kenal sekarang.
1. Berawal dari Tradisi Keraton Surakarta
Banyak minuman khas Solo yang awalnya hanya disajikan di lingkungan bangsawan, seperti wedang rempah dan berbagai racikan penghangat tubuh. Resep-resep ini diracik oleh abdi dalem yang memahami filosofi Jawa dan khasiat herbal.
Seiring waktu, resep minuman keraton menyebar ke masyarakat umum, menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari warga Solo.
2. Pengaruh Pedagang dan Kebiasaan Rakyat Sejak Masa Lampau
Selain keraton, minuman khas Solo juga berkembang dari kebiasaan rakyat di pasar, desa, dan angkringan.
Minuman segar seperti es dawet atau es gempol berkembang dari kebutuhan masyarakat yang bekerja di bawah terik matahari dan membutuhkan pelepas dahaga.
3. Perkembangan dari Ramuan Herbal ke Minuman Konsumsi Harian
Pada awalnya, banyak minuman di Solo merupakan ramuan kesehatan berbahan rempah. Jahe, kayu secang, dan sereh digunakan untuk menjaga daya tahan tubuh.
Namun, proses akulturasi dengan budaya rakyat membuat ramuan ini berubah menjadi minuman yang bisa dinikmati sehari-hari.
4. Adaptasi dari Masa Kolonial hingga Era Modern
Pada masa kolonial, teknik penyajian dan beberapa bahan baru diperkenalkan. Di era modern ini, minuman tradisional tetap bertahan meski bersaing dengan minuman kekinian.
Banyak pelaku UMKM dan kedai-kedai kopi di Solo yang kembali mengangkat minuman tradisional sebagai menu utama sehingga relevan bagi generasi muda.
5. Perkembangan di Dunia Wisata Kuliner
Dengan semakin berkembangnya pariwisata Solo, minuman khas menjadi daya tarik tersendiri.
Wisatawan mencari pengalaman otentik sehingga mereka mencari minuman seperti wedang uwuh dan es dawet sebagai ikon kuliner daerah. Hal ini membuat pengrajin dan pedagang minuman tradisional semakin berinovasi.
| Periode Sejarah | Perkembangan Minuman di Solo |
| Era Keraton (sebelum abad ke-19) | Minuman berbasis rempah dikembangkan sebagai jamu, minuman bangsawan, dan sajian upacara adat. |
| Era Pasar Tradisional (abad ke-19) | Muncul minuman rakyat seperti dawet, gempol, dan wedang angkringan. Penyebaran resep semakin luas. |
| Zaman Kolonial | Penggunaan es batu mulai dikenal; variasi minuman dingin semakin berkembang. |
| Awal Kemerdekaan | Minuman tradisional menjadi bagian dari kuliner sehari-hari dan usaha keluarga di pasar. |
| Era Modern & Pariwisata | Muncul kemasan modern, kedai tematik, dan pelestarian minuman tradisional sebagai ikon wisata kuliner. |
Daftar Minuman Khas Solo yang Paling Terkenal
Solo memiliki berbagai minuman segar dan minuman hangat berbahan rempah yang telah menjadi bagian dari keseharian masyarakatnya.
1. Wedang Ronde
Wedang ronde adalah salah satu minuman paling ikonik di Solo. Minuman hangat ini berisi bola-bola tepung ketan berisi kacang tanah yang disajikan dengan kuah jahe manis.
Di Solo, ronde bukan sekadar minuman, tetapi juga simbol keakraban dan kebersamaan, sering disajikan saat kumpul keluarga atau acara malam.
2. Es Gempol Pleret
Perpaduan gempol (gumpalan tepung beras) dan pleret (kue lentur berbahan tepung beras) menciptakan tekstur unik dalam minuman ini.
Disiram dengan santan dingin dan gula jawa cair, es gempol pleret terasa manis, gurih, dan menyegarkan. Minuman ini biasanya hadir di pasar tradisional Solo dan menjadi favorit saat siang hari.
3. Wedang Secang
Wedang secang memiliki warna merah alami dari kayu secang. Rasanya hangat, aromatik, dan sedikit pedas dari rempah-rempah seperti jahe, kayu manis, atau cengkih. Minuman ini dipercaya baik untuk kesehatan, terutama untuk memperlancar peredaran darah.
Di Solo, wedang secang sering disajikan di angkringan sebagai teman ideal untuk percakapan santai.
4. Es Dawet Telasih
Minuman segar ini terkenal dengan tambahan telasih (biji selasih) dan bubur sumsum yang membuat cita rasanya berbeda dari dawet pada umumnya. Kuah santan dan gula jawa memberikan rasa manis lembut yang khas.
Es dawet telasih menjadi pilihan favorit saat cuaca panas karena memberikan kesegaran yang cepat dan rasa manis yang tidak berlebihan.
5. Es Brambang Asem
Salah satu minuman unik khas Solo yang memadukan rasa asam, segar, dan sedikit pedas dari brambang (bawang merah). Minuman ini biasanya disajikan dingin dengan tambahan asem jawa sebagai penyeimbang rasa.
Es brambang asem dikenal sebagai minuman yang membantu menyegarkan tenggorokan dan memperbaiki nafsu makan.
6. Wedang Uwuh Solo
Berbeda dengan versi Yogyakarta, wedang uwuh Solo umumnya memiliki rasa rempah yang lebih ringan dan tidak terlalu manis. Minuman ini terdiri dari jahe, kayu secang, daun sereh, dan berbagai rempah penghangat.
Masyarakat Solo sering menikmatinya sebagai minuman kesehatan, terutama untuk menghangatkan tubuh atau memulihkan stamina.
7. Wedang Dongo
Minuman tradisional yang berisi dongo (bola ketan hitam atau putih) yang disajikan dalam kuah santan manis hangat. Rasanya lembut, gurih, dan mengenyangkan karena tekstur dongo yang kenyal.
Wedang dongo biasanya muncul di musim hujan atau malam hari karena cocok untuk menghangatkan tubuh.
Tips Menikmati Minuman Khas Solo di Tempat Asalnya
Ikuti beberapa tips ini supaya pengalamanmu mencicipi minuman tradisional Solo akan terasa lebih autentik dan menyenangkan!
- Kunjungi Pasar Tradisional atau Angkringan: Tempat terbaik untuk merasakan nuansa asli minuman Solo adalah pasar tradisional atau angkringan. Di lokasi ini, minuman disajikan dengan cara otentik untuk menjaga cita rasa dan suasananya.
- Cicipi Minuman pada Waktunya yang Paling Tepat: Beberapa minuman khas Solo lebih nikmat dinikmati pada waktu tertentu. Pilihlah waktu yang tepat akan membuatmu merasakan rasa minuman yang lebih seimbang.
- Pilih Kedai yang Menggunakan Bahan Segar dan Alami: Banyak minuman tradisional Solo menggunakan bahan-bahan alami. Untuk pengalaman terbaik, pilih kedai atau penjual yang menyiapkan minuman dengan bahan segar.
- Ajak Warga Lokal untuk Rekomendasi Tempat: Jika kamu belum tahu tempatnya, bertanya kepada warga lokal bisa membawamu ke kedai atau penjual minuman yang benar-benar autentik.
- Nikmati dengan Pelan dan Rasakan Filosofinya: Minuman tradisional Solo seringkali memiliki filosofi Jawa yang penuh makna. Saat menikmati minuman, cobalah meresapi cita rasa dan suasananya.
Menjelajahi Solo Lewat Minuman Tradisionalnya
Itulah beberapa minuman khas Solo yang dapat Anda cicipi. Ternyata, setiap minuman ini membawa cerita panjang tentang budaya Jawa yang hangat dan penuh tradisi.
Kalau kamu berkesempatan mengunjungi Kota Bengawan, jangan lupa luangkan waktu untuk mencicipinya langsung karena sensasi menikmati minuman khas di tempat asalnya selalu terasa lebih istimewa.
Mari tambahkan daftar minuman ini sebagai daftar kuliner Solo yang wajib kamu coba!
Rekomendasi Buku Resep Masakan Nusantara
1. Kumpulan Resep Masakan Tradisional dari SABANG sampai MERAUKE
- Resep Khas Aceh
- Resep Khas Sumatra Utara
- Resep Khas Sumatra Barat
- Resep Khas Riau dan Kepulauan Riau
- Resep Khas Jambi
- Resep Khas Bengkulu
- Resep Khas Sumatra Selatan
- Resep Khas Kepulauan Bangka Belitung
- Resep Khas Lampung
- Resep Khas Banten
- Resep Khas Jakarta
- Resep Khas Jawa Barat
- Resep Khas Jawa Tengah
- Resep Khas Yogyakarta
- Resep Khas Jawa Timur
- Resep Khas Bali
- Resep Khas Nusa Tenggara Barat
- Resep Khas Nusa Tenggara Timur
- Resep Khas kalimantan Barat
- Resep Khas Kalimantan Selatan
- Resep Khas Kalimantan Timur
- Resep Khas Sulawesi Utara
- Resep Khas Sulawesi Tengah
- Resep Khas Sulawesi Tenggara
- Resep Khas Sulawesi Selatan
- Resep Khas Maluku
- Resep Khas Papua dan Irian Jaya
2. Traditional Recipe from Riau Province
Riau, dengan letaknya yang strategis di kawasan pesisir dan pengaruh budaya Melayu yang kental, menyimpan banyak warisan kuliner yang khas. Makanan-makanan ini tidak hanya lezat, tetapi juga sarat akan nilai sejarah, budaya, dan filosofi yang mendalam. Resep-resep yang terkandung dalam buku ini merupakan warisan yang telah turun-temurun dijaga dan dilestarikan oleh masyarakat Riau.
Buku ini dirancang untuk memperkenalkan resep-resep tradisional Riau kepada semua orang dari dalam dan luar negeri dapat membaca dan mengikuti step by step dan buku ini juga sebagai panduan bagi para pecinta kuliner yang ingin mencoba memasak makanan khas daerah Riau di rumah.
Setiap resep disajikan dengan langkah-langkah yang jelas dan bahan-bahan yang mudah ditemukan, sehingga siapa pun dapat dengan mudah mengikuti dan menikmati kelezatan makanan khas Riau. Kami berharap buku ini dapat menjadi sarana pelestarian budaya kuliner Riau dan memperkaya wawasan para pembaca tentang keunikan makanan tradisional dari daerah ini.
3. 180 Resep Masakan Nusantara Racikan Nyonya Rumah
Berisi 180 resep masakan kue dan minuman Indonesia populer, buku ini memberi Anda gambaran yang jelas tentang cara orang Indonesia menyiapkan hidangan.
Sebagai kebiasaan, di hampir seluruh kepulauan Indonesia, nasi sebagai makanan pokok disajikan dalam berbagai hidangan yang terdiri dari daging, ayam atau ikan, sayuran atau sup, serta pelengkap setiap makanan yaitu sambal. Kue-kue yang legit dan minuman segar menjadi hidangan selingan yang selalu dinanti.
Julie Sutarjana, yang lebih dikenal sebagai Nyonya Rumah, telah menulis ribuan resep yang telah diterbitkan di Harian Kompas Minggu. Sebagian koleksi resepnya dibuat menjadi buku yang dianggap ‘buku panduan’ berharga oleh ibu-ibu dan remaja putri Indonesia selama lebih dari 60 tahun.
4. Resep Lauk Praktis Selera Nusantara ala Chef Reza
Lauk-pauk dalam kuliner Indonesia terkenal sebagai salah satu yang terenak di dunia. Perpaduan berbagai bahan dengan bumbu-bumbu khas Nusantara serta cara memasak yang unik menjadi sajian yang kaya akan cita rasa. Saking enaknya, banyak yang lantas mengira cara memasak aneka lauk khas Indonesia itu rumit atau sulit.
Chef Reza membuktikan bahwa kita bisa membuat aneka lauk dengan cara yang praktis, kapanpun dan dimanapun. Dia menyajikan aneka resep praktis dalam mengolah aneka bahan menjadi lauk khas Indonesia seperti sop atau pindang iga sapi, rawon, rendang, gulai tunjang, ayam bakar padang, tempoyak udang, hingga jengkol balado dan aneka sambal.
5. Resep Masakan Nusantara Favorit, Dari Aceh Hingga Papua
Buku ini akan mengakrabkan kita dengan aneka masakan dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Aceh hingga Papua. Ada ratusan resep masakan dari berbagai daerah, mulai dari makanan berat seperti olahan daging, ikan, aneka olahan sayur, hingga aneka makanan ringan (camilan).
- Candi Hindu
- Contoh Kearifan Lokal
- Istilah Kekerabatan dalam Suku Batak
- Kehidupan Sosial Budaya di Thailand
- Kearifan Lokal Jawa Timur
- Minuman Khas Aceh
- Minuman Khas Bali
- Minuman Khas Bengkulu
- Minuman Khas Indonesia
- Minuman Khas Jawa Tengah
- Minuman Khas Jepang
- Minuman Khas Papua
- Minuman Khas Batak
- Minuman Khas Bangka Belitung
- Minuman Khas Betawi
- Minuman Khas Jawa Barat
- Minuman Khas Jawa Timur
- Minuman Khas Kalimantan Selatan
- Minuman Khas Kalimantan Tengah
- Minuman Khas Kalimantan Timur
- Minuman Khas Lampung
- Minuman Khas Korea
- Minuman Khas Manado
- Minuman Khas Padang
- Minuman Khas Melayu Riau
- Minuman Khas Riau
- Minuman Khas Solo
- Minuman Khas Sulawesi Selatan
- Minuman Khas Sulawesi Tenggara
- Minuman Khas Sumatera Barat
- Minuman Khas Sumatera Utara
- Minuman Khas Sunda
- Minuman Khas Yogyakarta
- Ras Malayan Mongoloid
- Sejarah Nama Banyuwangi
- Sekar Kinanthi
- Strategi Pemberdayaan Komunitas
- Teknik Pembuatan Patung
- Upacara Kasada






