Profesi Quality Control

Gaji Quality Control

Rp. 3.5Jt - Rp. 5Jt / Bulan

Pendidikan Quality Control

D3/S1 Sederajat

Sertifikasi Quality Control

Sertifikasi Kualitas Auditor, Sertifikasi Quality Engineer, Sertifikasi Peningkatan Kualitas Asosiasi sesuai dengan bidangnya.

Daftar Isi

Deskripsi Quality Control

Profesi Quality Control atau biasa juga disingkat dengan QC berfungsi sebagi pengendali mutu. Quality Control sangatlah diperlukan dalam berbagai sektor industri, Tugas umumnya menguji produk baik sebelum, selama dan setelah proses produksi. Pengujian ini dapat dilakukan secara manual, atau menggunakan bantuan teknologi. Tergantung dari sektor industri mana Quality Control bekerja.

Lingkup kontrol termasuk pada inspeksi produk, dimana setiap produk diperiksa secara visual, dan biasanya pemeriksaan tersebut menggunakan mikroskop stereo untuk mendapatkan detail halus sebelum dijual ke pasar eksternal. Seseorang yang bertugas untuk mengawasi akan diberikan daftar dan deskripsi kecacatan-kecacatan dari produk yang tidak dapat diterima (tidak dapat dirilis), contohnya seperti kecacatan permukaan, dan lain-lain.

Dalam pemilihan produk yang akan diuji, biasanya dilakukan pemilihan secara acak (menggunakan teknik sampling). Setelah menguji produk yang cacat, hal tersebut akan dilaporkan kepada manajemen pembuat keputusan apakah produk dapat dirilis atau ditolak. Hal ini dilakukan guna menjamin kualitas dan merupakan upaya untuk meningkatkan dan menstabilkan proses produksi (dan proses-proses lainnya yang terkait) juga menghindari, atau meminimalkan, isu-isu yang mengarah kepada kecacatan-kecacatan di tempat pertama, yaitu pabrik.

Peran dan Tanggung Jawab Quality Control

  • Quality Control (QC) memonitor setiap proses yang terlibat dalam produksi produk.
  • Memastikan kualitas barang yang dibeli serta barang jadi.
  • Merekomendasikan pengolahan ulang pada produk-produk berkualitas rendah.
  • Bertanggung jawab untuk dokumentasi inspeksi dan tes yang dilakukan pada produk dari sebuah perusahaan.
  • Merekomendasikan untuk melakukan pengolahan ulang pada produk dengan kualitas rendah.
  • Memastikan setiap barang yang diproduksi memiliki kualitas yang memenuhi standar perusahaan.
  • Melakukan analisis serta mendokumentasikan produk yang dapat digunakan kembali sebagai referensi mendatang.
  • Mendokumentasi inspeksi dan tes pada produk perusahaan.
  • Quality Control (QC) harus memastikan produk dari standar perusahaan memenuhi mutu ISO seperti 9001, ISO 9002.
  • Menjaga checklist proses inspeksi dan protokol yang digunakan dalam suatu perusahaan.
  • Bertanggung jawab mengidentifikasi masalah dan isu-isu mengenai kualitas produk dan juga harus membuat rekomendasi kepada otoritas yang lebih tinggi.
  • Membuat analisis catatan sejarah perangkat dan dokumentasi produk sebelumnya untuk referensi di masa mendatang.

Keterampilan dan Pengetahuan Quality Control

  • Memiliki sertifikasi Kualitas Auditor, Quality Engineer, Peningkatan Kualitas Asosiasi, Six Sigma.
  • Berpengalaman dalam pemeriksaan mutu, audit dan pengujian.
  • Berpengalaman dengan pelaksanaan program tindakan korektif.
  • Berpengalaman khusus dalam produk industri.
  • Memiliki pengetahuan tentang persyaratan peraturan yang relevan.
  • Memiliki keterampilan & pengetahuan tentang alat, konsep dan metodologi Quality Control (QC).
  • Memiliki keterampilan komputer yang baik termasuk Microsoft Office dan database.
  • Time management, Mampu bekerja pintar dengan memahami apa yang perlu dilakukan segera, dan apa yang bisa dilakukan setelahnya adalah hal yang penting bagi seorang Quality Control (QC).
  • Baik dalam perhitungan aritmatika dan memiliki bakat mekanik bila diperlukan. Pengalaman lebih dari 2 tahun biasanya diperlukan untuk menjadi Quality Control (QC) di lapangan diperlukan.

Kepribadian Quality Control

  • Penyelesaian Masalah yang Kompleks, mengidentifikasi masalah yang kompleks dan mengulas informasi terkait dalam rangka mengembangkan dan mengevaluasi pilihan serta solusi yang dapat diterapkan.
  • Komunikasi, menyampaikan informasi secara efektif baik secara lisan dan tertulis.
  • Menganalisis masalah dan pemecahan masalah perencanaan dan pengorganisasian keputusan.
  • Kemampuan berpikir kritis, kemampuan analisis, kemampuan riset, kemampuan manajerial, keterampilan komunikasi dan penguasaan bahasa asing.
  • Teliti, mampu bekerja sama, dan berorientasi kepada konsumen.
  • Mampu bekerja dalam tim, artinya kamu dapat menjalin kerja sama dengan baik untuk bersama-sama mencari kesalahan atau kekurangan dari produk.

Cara Menjadi Quality Control

1. Pendidikan Strata 1

Pendidikan Strata 1 untuk profesi ini berbeda-beda sesuai dengan bidang pekerjaan yang akan kamu ambil. Jika kamu ingin bekerja sebagai Quality Control di Industri Makanan, maka kamu dapat mengambil jurusan Teknologi Pangan. Di  jurusan ini kamu akan mempelajari Proses produksi makanan dari pertama kali makanan diolah, kamu juga akan memastikan apakah makanan aman untuk dikonsumsi dan sudah memenuhi kebutuhan gizi konsumen. Lalu mempelajari proses pengawetan, pengemasan, distribusi, dan penyimpanan makanan.

Info lengkap mengenai jurusan teknologi pangan dapat dilihat di Jurusan Teknologi Pangan

 

2. Sertifikasi Quality Control

Selain itu mengikuti program pelatihan dan mengambil sertifikasi yang ditawarkan oleh organisasi-organisasi internasional juga akan memudahkanmu dalam mendapatkan pekerjaan sebagai Quality Control, berikut beberapa diantaranya:

  • Sertifikasi Kualitas Auditor
  • Sertifikasi Quality Engineer
  • Sertifikasi Peningkatan Kualitas Asosiasi sesuai dengan bidangmu

Prospek Kerja Quality Control

Peluang kerja sebagai Quality Control akan selalu terbuka, karena:

Hampir Semua Bidang Industri Membutuhkan Sistem Manajemen Mutu

Semua perusahaan baik perusahaan kecil maupun perusahaan besar apapun bidangnya memerlukan suatu sistem manajemen yang baik, terutama sistem manajemen mutu. Quality Control atau QC sendiri memiliki peran penting dalam proses development. Quality Control akan memastikan bahwa produk yang dikembangkan memiliki kualitas yang baik serta terbebas dari error ataupun bug. Mereka akan menguji, mengidentifikasi, serta memberikan solusi akan kekurangan yang ditemukan sebelum produk dirilis untuk publik. Hal ini kemudian akan membantu perusahaan pengembang terhindar dari image yang buruk karena produk yang dibuat tidak berjalan sesuai dengan harapan.

Dimana Quality Control Bekerja

Tugas utama Quality Control tetap sama di semua industri. Namun, metode untuk menentukan kualitas suatu produk bervariasi setiap perusahaan. Secara umum, potensi pertumbuhan kariernya dimulai dari staf Quality Control (QC) yang bertugas menginput dan membuat laporan termasuk jumlah produksi, jumlah produk cacat, dan hasil inspeksi. Setelahnya kamu akan menjadi Supervisor yang bertugas melakukan pengawasan baik pada QC produksi maupun QC laboratorium. Jabatan Tertinggi adalah Manager Quality Control (QC) yang bertugas mengatur, dan bertanggung jawab atas semua bug, quality control. Quality control dapat bekerja di:

1. Perusahaan IT

Quality Control Engineer biasanya ditemukan di beberapa Perusahaan IT dan memiliki peranan penting dalam pembangunan sebuah sistem. Quality Control Engineer akan melakukan testing mulai dari alur sistem, desain, sampai hasil akhir aplikasi. Hasil pengujian Quality Control berupa alur sistem, bug, serta masukan aplikasi akan didokumentasikan dalam sebuah laporan Quality Control. Seorang Quality Control Engineer juga harus mampu berkomunikasi dengan pihak-pihak yang berhubungan dengan sistem seperti designer, back end, serta project manager.

2. Industri Farmasi

Quality Control (QC) dalam bidang Farmasi bertugas mengecek kadar dan kualitas obat-obatan dalam suatu produk. Jika tidak sesuai dengan kualifikasi dan standar yang ditentukan, maka tim Quality Control (QC) akan melaporkan pada tim Quality Assurance (QA). Pekerjaan ini dapat kita temui di perusahaan produsen obat, jamu, dan suplemen.

 

3. Teknologi Pangan

Sebagai Quality control pada perusahaan produsen pangan bertugas memastikan proses pengolahan makanan di pabrik berjalan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan mulai dari bahan baku, alat, hingga produk akhir yang dihasilkan. Misalnya bagian Quality Control pada pabrik susu akan memastikan apakah bahan baku susu yang digunakan mempunyai standar kandungan protein, lemak maupun vitamin sesuai dengan standar perusahaan, lalu apakah dalam bahan baku tersebut ada senyawa berbahaya. Pengecekan mutu ini dilakukan mulai dari proses penerimaan bahan baku hingga tahap distribusi produk tersebut. Tak jarang pengawasan mutu dilakukan hingga tahap pengepakan dan pengiriman produk.

4. Akuntan Publik

Jika dikaitkan dengan kantor akuntan publik yang memberikan jasa audit pada suatu entitas maka Quality Control berperan dalam fungsi monitoring hingga memastikan bahwa hasil audit telah sesuai dengan prosedur dan sesuai standar kualitas berlaku. Supervisi yang dimaksud adalah proses kontinyu dan difokuskan pada evaluasi atas setiap penugasan atau bagian dari pekerjaan penugasan audit. Supervisi memberikan kepastian bahwa pekerjaan audit telah sesuai dengan apa yang diharapkan. Di samping itu, supervisi juga dimaksudkan untuk menilai keputusan (judgment), simpulan, maupun metodologi atau pendekatan audit yang digunakan.

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan

Apa perbedaan profesi antara Quality Assuarance dan Quality Control?

Quality Assurance berperan dalam menjamin kualitas, sementara Quality Control sebagai pengendali kualitas atas suatu produk yang dihasilkan perusahaan.

Apa saja mindset yang harus dimiliki oleh profesi ini?

Mindset Pengujian, Analisa dan Pengujian Fungsional, Perbaikan Proses, Pengujian Keamanan, Pengujian Performa hingga User Acceptance Testing.

Apa saja keahlian basic yang harus dimiliki oleh profesi Quality Control?

Pandai berkomunikasi secara lisan dan tertulis, kemamapuan Manajemen, analisis dan pemecahan masalah, perencanaan dan pengorganisasian, Pengambilan keputusan, Teliti, Mampu bekerja sama dan Orientasi layanan pelanggan.