Profesi Bidan

profesi bidan

Gaji Profesi Bidan

Rp. 4Jt - Rp. 6Jt / Bulan

Pendidikan Profesi Bidan

D4 Kebidanan

Sertifikasi Profesi Bidan

Sertifikasi Kompetensi Bidan Ikatan Bidan Indonesia (IBI)

Daftar Isi

Deskripsi Profesi Bidan

Profesi Bidan sebagai Salah satu tenaga kesehatan yang berperan penting dalam melayani masyarakat. Menurut undang-undang yang berlaku bidan diartikan sebagai seorang perempuan yang telah lulus dari pendidikan kebidanan dan akan memberikan pelayanan kesehatan untuk para ibu hamil, dalam membantu, memimpin, melakukan pemeriksaan kehamilan, serta memantau perkembangan janin di setiap fasenya.

Seorang Bidan juga bertugas merawat dan memberikan asuhan kepada pasien. Apalagi bagi para ibu yang baru pertama kali melahirkan, pasti membutuhkan banyak bimbingan dalam mengurus bayi sekaligus memulihkan kondisi fisiknya. Selain itu seorang bidan turut serta dalam mensosialisasikan tata cara menjaga kesehatan sistem reproduksi, agar para calon ibu bisa menyiapkan kondisi fisiknya sebelum hamil dan menghasilkan keturunan yang sehat.

Tak hanya di proses persalinan, setelah bayi lahir, bidan akan memberi pengetahuan seputar perawatan pascalahir, proses menyusui hingga mengawasi tumbuh kembang anak juga mensosialisasikan program Keluarga Berencana (KB). Posisi bidan yang lebih dekat dengan para ibu diharapkan bisa membantu pemerintah dalam pelaksanaan program KB ini, termasuk diantaranya pengetahuan dasar tentang usaha meningkatkan kesejahteraan keluarga.

Peran dan Tanggung Jawab Bidan

  • Melakukan pemeriksaan selama masa kehamilan, termasuk memantau kesehatan fisik dan psikis para ibu hamil.
  • Memberi pendampingan untuk menguatkan emosional dan mendukung proses persalinan ibu hamil.
  • Menyediakan layanan konsultasi tentang perencanaan keluarga dan perawatan sebelum kehamilan.
  • Memberi saran terkait konsumsi makanan, kegiatan olahraga, obat-obatan, dan kesehatan secara umum kepada ibu hamil.
  • Membantu ibu hamil dalam merencanakan kelahiran mereka.
  • Memberikan pengetahuan yang cukup kepada para ibu mengenai kehamilan, kelahiran, dan perawatan bayi.
  • Membimbing proses kelahiran.
  • Memberi pengetahuan seputar perawatan pascalahir, proses menyusui hingga mengawasi tumbuh kembang bayi.
  • Membuat rujukan ke dokter jika ibu hamil memerlukannya.
  • Mensosialisasikan program Keluarga Berencana (KB).

Keterampilan dan Pengetahuan Bidan

  • Task Skill, Mampu melakukan atau melaksanakan asuhan kebidanan pemeriksaan fisik ibu hamil.
  • Task Management Skill, kemampuan untuk mengidentifikasi secara dini pola persalinan abnormal dan kegawatdaruratan dengan intervensi sesuai SOP atau rujukan yang tepat.
  • Contingency Management Skill, Mampu memimpin persalinan dalam kondisi bersih, aman dan menangani situasi kegawatdaruratan bersama tim kebidanan.
  • Job Role Environment Skill, Menangani K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), keadaan di ruang bersalin pasca persalinan ibu, agar tetap bersih dan tidak membahayakan dirinya dan rekan sekerja.
  • Transfer Skills, Memindahkan ibu nifas dan bayi pasca persalinan keruang perawatan ibu dan anak.
  • Epidemiologi, sanitasi, diagnosa masyarakat dan vital statistik.
  • Program imunisasi nasional dan akses untuk pelayanan imunisasi.
  • Standar profesi dan praktek kebidanan.

Kepribadian Bidan

  • Berani mengambil keputusan, seorang Bidan dituntut untuk mampu dan berani dalam mengambil keputusan karena ia harus bereaksi cepat dalam menangani pasiennya.
  • Kritis dan mempunyai kemampuan analisis yang baik agar dapat mendiagnosa penyakit pasien secara cepat dan memberikan terapi yang tepat demi kesehatan pasien tersebut.
  • Memiliki sensitivitas masalah supaya ia mampu mencegah dan mengantisipasi masalah dalam kehamilan seorang pasien.
  • Orientasi melayani. Seorang Bidan juga harus mengutamakan kesehatan dan keselamatan pasien.
  • Memiliki kemampuan komunikasi yang baik agar ia dapat menjelaskan kondisi kesehatan seseorang dan tindakan yang akan ia lakukan secara sederhana dan mudah dimengerti.
  • Keterampilan kerja tim yang sangat baik, sebab bidan bekerja sebagai bagian dari tim staf profesional dan medis yang meliputi dokter, pekerja sosial dan pengunjung kesehatan.
  • Keterampilan observasi yang kuat.
profesi bidan

Cara Menjadi Bidan

Mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan, bidan yang bisa menjalankan praktik kebidanan setidaknya punya kualifikasi pendidikan D3 Kebidanan. Berikut ini beberapa langkahnya untuk menjadi seorang Bidan:

1.  Pendidikan D4/S1 Kebidanan

Jurusan Kebidanan menawarkan pendidikan vokasional yang dapat ditempuh dalam waktu 3 tahun atau 6 semester untuk D3 dan 4 tahun atau 8 semester untuk D4 dan S1. Perkuliahannya mengajarkan cara menolong persalinan, kamu akan berperan dalam membantu dan memimpin persalinan. Kamu juga akan dilatih untuk melakukan pemeriksaan kehamilan, melakukan perawatan, juga memberikan asuhan kepada pasien. Selain disiapkan menjadi tenaga medis dalam proses persalinan, kamu juga akan berperan dalam membantu ibu saat proses menyusui, pemulihan kesehatan ibu pasca melahirkan, hingga program keluarga berencana. Usai menuntaskan studi di Jurusan Kebidanan, kamu berhak menyandang gelar Ahli Madya Kebidanan untuk D3, Sarjana Terapan Kebidanan untuk D4 dan Sarjana Kebidanan (S.Keb) untuk S1. 

Info lengkap mengenai jurusan Kebidanan dapat dilihat di Jurusan Kebidanan

 

2. Pendidikan Keprofesian Kebidanan

Sama seperti jurusan kesehatan lainnya, Kebidanan juga menuntut komitmen dan upaya besar selama masa perkuliahannya. Jika seorang bidan ingin membuka praktik secara mandiri maka ia harus mengantongi izin dari IBI setempat berupa Surat Izin Praktik Bidan (SIPB). 

Prospek Kerja Profesi Bidan

Peluang bekerja sebagai seorang Bidan akan selalu terbuka, karena:

Peran Penting Bidan dalam mengawal Masa Persalinan agar Berjalan Lancar dan Memperkecil Angka Kematian akibat Melahirkan

Bidan dibutuhkan di berbagai fasilitas kesehatan seperti klinik dan rumah sakit. Bidan juga berperan sebagai penyuluh kesehatan maupun penyuluh keluarga berencana, juga praktisi hypnobirthing dan prema birthing setelah mengambil sertifikasi praktisi di bidang tersebut. Bidan dapat menjadi meditasi persalinan untuk membantu ibu hamil tetap merasa tenang menjelang masa persalinannya, peran bidan sangat penting dalam mengawal masa persalinan agar berjalan lancar, dan memperkecil angka kematian akibat melahirkan.

Dimana Bidan Bekerja

1. Instansi Kesehatan Pemerintah

Kamu bisa bekerja di Instansi Kesehatan Pemerintah, dan menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Contohnya di Kementrian Kesehatan, Dinas Kesehatan, Rumah Sakit Umum Daerah, Puskesmas, Aparatur Sipil Negara (ASN), (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Kesehatan dan lain sebagainya.

2. Rumah Sakit

Menjadi Bidan baik di RSUD maupun Rumah Sakit Swasta. Biasanya akan ditempatkan dibagian persalinan, bersama dokter persalinan. Banyaknya rumah sakit yang di bangun pemerintah atau pun swasta saat ini menjadi peluang seorang bidan untuk bekerja di sana. Selain itu banyak juga rumah sakit khusus ibu dan anak di beberapa kota besar di Indonesia yang membuka pintu berkarier semakin besar jua.

3. Lembaga Penelitian

Tidak ingin menjadi bidan? Lulusan kebidanan juga dapat bekerja di lembaga peneliti atau Dinas Sosisal (DINSOS). Menjadi tenaga peneliti demografi kesehatan yang dilakukan di Universitas Gadjah Mada (UGM) dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

4. Membuka Praktek Sendiri

Jika kamu telah mendapatkan sertifikasi profesi Bidan dan tidak ingin bekerja pada orang lain, kamu juga bisa mendirikan klinik dan mengajukan ijin praktekmu sendiri.

5. Governess

Menjadi governess tidak sama dengan baby sitter. Jauh lebih  krusial lagi karena berurusan langsung dengan tahapan mendidik anak dengan usia antara 5-14 tahun. Umumnya anak usia 5-14 tahun sudah masuk sekolah dan tentu sudah mendapatkan berbagai pelajaran di sekolah. Di sinilah dibutuhkan seorang pengasuh atau perawat anak yang berkompeten dalam mengurus dan mendidik anak. Tidak sedikit governess digunakan untuk membantu Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Tugas dan tanggung jawab seorang governess adalah untuk mengajari, membantu dan memahami anak secara mendalam sesuai karakter dan kemampuan sang anak.

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan

Apakah benar Profesi Bidan hanya untuk perempuan??

Benar, sesuai dengan Peraturan Kementerian Kesehatan nomor 28 tahun 2017 tentang Izin dan Penyelenggaraan Praktik Bidan. Pada Bab 1 pasal 1 tertulis pengertian bidan adalah seorang perempuan yang lulus dan pendidikan bidan yang telah terregistrasi sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Berapa kisaran gaji seorang bidan?

Kisaran gaji pokok bidan adalah Rp. 3,24 juta hingga Rp. 4 jutaan per bulannya.

Apa saja pembagian lingkup kerja seorang Bidan?

Terbagi menjadi Kebidanan, Obstetri, Newborn care and safety, Kesehatan wanita, dan Kesehatan reproduksi

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *