Profesi Apoteker

Gaji Apoteker

Rp. 4Jt - Rp. 6Jt / Bulan

Pendidikan

S1 Penndidikan Apoteker

1 Tahun Pendidikan Profesi Apoteker

Sertifikasi

Sertifikasi Kompetensi Profesi Apoteker (SKPA)

Daftar Isi

Deskripsi Apoteker

Apoteker adalah seorang Sarjana Farmasi yang lulus ujian kompetensi apoteker dan telah mengucap sumpah jabatan apoteker. Bidang pekerjaan ini membutuhkan dukungan ilmu kesehatan dan kimia.

Salah satu tugas seorang apoteker yang bekerja sebagai apoteker rumah sakit maupun komunitas adalah bertanggung jawab untuk memberikan obat sesuai resep dokter serta memastikan efektivitas dan keamanan dari penggunaan obat. Selain itu, apoteker juga bertugas untuk mengedukasi masyarakat mengenai penggunaan obat yang rasional serta efek sampingnya.

Apoteker bisa bekerja di berbagai bidang, bahkan membuka usaha sendiri dengan membuka usaha apotek. Ada juga apoteker industri yang bekerja di perusahaan farmasi maupun kosmetik. Para apoteker ini ikut mengambil bagian dalam penelitian dan pengembangan racikan produk farmasi ataupun kosmetik.

Apoteker menyiapkan, mencampur dan mengeluarkan obat yang diresepkan. Mereka juga memberikan saran kepada pasien tentang pengobatan dan kondisi medis mereka.

Peran dan Tanggung Jawab Apoteker

  • Menyiapkan, mencampur, memeriksa dan mengeluarkan obat-obatan.
  • Menyimpan catatan yang akurat dan stok mengambil obat-obatan.
  • Memberikan informasi dan saran tentang obat-obatan, masalah kesehatan dan pilihan gaya hidup.
  • Mengawasi dan memeriksa pekerjaan staf farmasi lainnya.
  • Menawarkan layanan seperti tekanan darah, glukosa atau tes kolesterol.
  • Merancang dan menerapkan kebijakan, prosedur, dan anggaran untuk penggunaan obat di seluruh rumah sakit.
  • Merancang dan melaksanakan uji klinis.

Keterampilan dan Pengetahuan Apoteker

  • Obat-obatan dan bagaimana pengaruhnya terhadap tubuh manusia.
  • Hukum yang terkait dengan praktik farmasi.
  • Perawatan dan praktik kesehatan alternatif.
  • Cara mencampur obat secara akurat.
  • Mendesain, memproduksi, dan mendistribusikan obat.
  • Meracik obat untuk penyembuhan suatu penyakit tanpa menimbulkan efek samping.
  • Mengawasi obat yang diresepkan dokter untuk mendukung penggunaan obat yang rasional.
  • Melakukan konsultasi dengan pasien.

Kepribadian Apoteker

  • Jujur.
  • Efisien.
  • Bertanggung jawab dan berhati-hati, terutama ketika berurusan dengan obat-obatan berbahaya.
  • Mampu bekerja dalam kode etik profesi dan menjaga kerahasiaan informasi.
  • Akurat, terorganisir dan jeli, dengan mata untuk detail.
  • Ramah, sabar dan suka membantu, dengan keterampilan komunikasi dan mendengarkan.
  • Peneliti yang baik.
  • Mampu mengelola dan melatih staf.
  • Pandai matematika, dan memiliki keterampilan mencatat.

Cara Menjadi Apoteker

Menurut Peraturan Pemerintah No. 51 tahun 2009 tentang pekerjaan kefarmasian mendefenisikan apoteker adalah sarjana farmasi yang telah lulus sebagai Apoteker dan telah mengucapkan sumpah jabatan Apoteker.

Berdasarkan peraturan tersebut maka cara untuk menjadi apoteker adalah sebagai berikut :

1.  Pendidikan Strata 1

Farmasi Pendidikan strata 1 farmasi merupakan langkah awal untuk tempuh untuk memperoleh gelar apoteker. Pendidikan ini ditempuh selama 3,5 tahun – 5 tahun tergantung bagaimana anda serius dalam menjalankannya. Info lengkap mengenai pendidikan farmasi dapat dilihat di  Jurusan Farmasi

 

2. Pendidikan Keprofesian Apoteker

Untuk memperoleh gelar apoteker, anda harus menempuh pendidikan keprofesian apoteker. Lama pendidikan ini berlangsung 1 tahun. Persyaratan untuk menempuh pendidikan ini adalah anda harus selesai S1 farmasi yang dibuktikan dengan ijazah yang anda miliki. Hanya ada 2 semester yang ditempuh selama pendidikan, semester 1 adalah proses perkuliahan penuh, semester 2 proses praktik profesi di lapangan. Sama halnya dengan pendidikan umumnya, anda akan ditempatkan pada masa dimana Anda harus menyusun sebuah karya ilmiah sebagai persyaratan untuk mendapatkan gelar apoteker. Selain itu, ujian kompetensi merupakan syarat utama untuk mendapatkan kelulusan dan dikukuhkan dengan prosesi penyumpahan profesi apoteker.

Prospek Kerja Apoteker

Peluang mendapatkan pekerjaan sebagai apoteker bagus karena:

1. populasi yang menua

Yang berarti peningkatan permintaan untuk perawatan kesehatan dari semua jenis.

2. Kondisi kesehatan masyarakat
Banyaknya kondisi kesehatan masyarakat seperti diabetes yang menempatkan permintaan pada layanan kesehatan untuk mengambil beberapa pekerjaan perawatan primer dari dokter, seperti mengobati penyakit ringan, imunisasi, resep obat dan pemeriksaan kesehatan.

Dimana Apoteker Bekerja

1. Industri Farmasi

Bekerja di industri farmasi adalah salah satu hal yang umum dijalani oleh alumni farmasi, terutama dari perguruan tinggi dengan latar belakang industri yang cukup kuat, baik dari segi materi perkuliahannya, maupun fasilitas yang ada sebagai penunjang perkuliahan. Industri farmasi di Indonesia saat ini semakin bertambah jumlahnya, dan tentu saja memerlukan sumber daya manusia yang cukup besar. Ini tentu saja menjadi prospek kerja lulusan Farmasi yang begitu menjanjikan.

Dasar yang harus diperhatikan ketika kamu ingin bekerja di industri farmasi adalah harus memahami Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB). Ini menjadi dasar saat kamu melakukan pekerjaan kefarmasian di industri.

Apoteker di industri farmasi terlibat pula dalam fungsi pemasaran produk, riset dan pengembangan produk, pengendalian kualitas, produksi, dan administrasi atau manajemen.

2. Farmasi Rumah Sakit

Bagi alumni farmasi, terutama dengan latar belakang konsentrasi atau minat Farmasi Klinik dan Komunitas, bekerja di rumah sakit merupakan hal yang sesuai dengan kemampuan dan kualifikasinya.

Di rumah sakit, seorang apoteker bertanggung jawab dalam hal pengadaan, penyimpanan, peracikan obat, inventaris obat termasuk di dalamnya manajemen obat kadaluarsa, memberikan obat kepada pasien rawat jalan, memantau adanya medication error di lingkungan instalasi farmasi rumah sakit, memberikan konseling pada pasien, dan pada beberapa rumah sakit sudah diberlakukan adanya visitasi atau kunjungan oleh apoteker ke ruangan pasien.

Diharapkan dengan adanya visitasi ini, keilmuan seorang apoteker akan lebih dirasakan manfaatnya oleh pasien. Fungsi kefarmasian ini sudah sangat berkembang di negara maju, juga sudah mulai dirintis di Indonesia dengan pembukaan program spesialisasi Farmasi Rumah Sakit. Jumlah kebutuhan apoteker di rumah sakit di masa depan akan semakin meningkat karena beberapa hal.

Meningkatnya kebutuhan untuk perawatan yang lebih baik di rumah sakit;
Fungsi dan peranan apoteker rumah sakit akan lebih meningkat dalam berbagai aspek mengenai penggunaan dan pemantauan obat.

 

3. Apotek

Kita tidak bisa memungkiri bahwa di masyarakat umum, seorang apoteker sangat identik dengan apotek. Bekerja di apotek bisa menjadi salah satu pilihan bagi seorang alumni jurusan Farmasi untuk mengamalkan ilmunya. Kamu dapat memilih peluang kerja juga posisi di apotek sesuai dengan kemampuan kamu.

Bisa sebagai Pemilik Sarana Apotek (PSA), apoteker penanggungjawab apotek atau apoteker pendamping di apotek. Ketiganya tentu saja memiliki tugas dan tanggungjawab yang berbeda. Saat kamu memilih menjadi pemilik apotek, tentu kamu harus memiliki modal yang cukup untuk mendirikan sebuah apotek yang layak beroperasi.

Bekerja di apotek akan memberikan pengalaman bagi kamu dalam hal memanajemen hal-hal yang berada di dalamnya seperti obat-obatan, sumber daya manusia, hingga ke margin keuntungan dari obat yang kamu jual.

4. Pelayanan Farmasi di Pemerintahan

Instansi pemerintahan juga memiliki lapangan pekerjaan bagi seorang apoteker untuk berkarya. Alumni farmasi dapat bekerja di Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) atau Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) yang tersebar di seluruh Indonesia.

Selain itu, alumni farmasi dapat juga memasuki instansi pemerintah seperti Dinas Kesehatan.

5. Pedagang Besar Farmasi (PBF)

Apoteker juga memiliki peran penting dalam pendistribusian obat. Jalur distribusi ini dimulai dari industri farmasi, hingga ke jalur terakhir seperti apotek dan rumah sakit.

Jalur distribusi ini melewati pedagang besar farmasi yang memerlukan kualifikasi seorang apoteker untuk melakukan pengawasan sesuai dengan peraturan yang berlaku, dan mengawasi agar obat terdistribusi secara aman. Alumni farmasi dapat mengambil peran di bagian ini.

PBF sangat berperanan sebagai sumber penyalur obat dari berbagai industri farmasi yang secara cepat dapat melayani kebutuhan Farmasis Komunitas (Apoteker) untuk secara cepat pula melayani kebutuhan penderita akan obat.

PBF juga mengurangi beban Finansial apoteker dalam hal menyimpan stok obat dalam jumlah besar dan menjembatani kerumitan negosiasi dengan ratusan industri farmasi sebagai produsen obat.

6. Farmasi Komunitas

Saat ini tingkat kesadaran masyarakat mengenai kesehatan sudah semakin membaik. Begitu pula tingkat kesadaran masyarakat mengenai obat-obatan. Masyarakat mulai kritis terhadap obat-obatan yang dikonsumsinya.

Arus informasi yang berkembang pesat dan kemajuan teknologi membuat masyarakat dapat mencari informasi mengenai obat-obatan di internet, yang belum dapat dipastikan keakuratan sumber informasi tersebut.

Di sini perlu sekali peran apoteker untuk mengedukasi masyarakat. Apoteker memiliki tanggung jawab terhadap obat yang tertulis di dalam resep. Apoteker merupakan konsultan obat bagi dokter maupun pasien yang memerlukannya. Apoteker harus mampu menjelaskan tentang obat yang berguna bagi pasien karena dia mengetahui tentang:

  • Cara menggunakan dan meminum obat;
  • Efek samping yang timbul jika obat dipakai;
  • Stabilitas obat dalam berbagai kondisi;
  • Toksisitas dan dosis obat yang digunakan.

Universitas Terkait

Pertanyaan Yang Sering Ditanyakan

Bagaimana Cara Menjadi Apoteker?

Lulus pendidikan Strata 1 (S1) jurusan farmasi, kemudian menempuh pendidikan keprofesian apoteker

Berapa lama pendidikan profesi apoteker?

Program tersebut berlangsung selama dua semester atau satu tahun.

Apakah prospek kerja bagus?

Peluang mendapatkan pekerjaan sebagai apoteker bagus karena populasi yang menua dan masyarakat yang menyadari pentingnya kesehatan.

0 replies

Leave a Reply

Want to join the discussion?
Feel free to contribute!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *